Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . RANCANGAN LAYANAN KEMAS ULANG INFORMASI DIGITAL UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PENGGUNA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS YARSI Ike Amalinda 1. Indah Kurnianingsih1*. Danang Dwijo Kangko1. Tiko Dhafin Rizky2 Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas YARSI Perpustakaan. Universitas YARSI *Korespondensi: indah. kurnianingsih@yarsi. ABSTRAK Layanan kemas ulang informasi merupakan salah satu layanan pengguna perpustakaan yang membantu pengguna dalam memudahkan pencarian ke sumber informasi yang dibutuhkan dengan penyajian yang menarik dan interaktif. Berdasarkan observasi dan wawancara. Perpustakaan Universitas YARSI belum memiliki layanan kemas ulang informasi serta unit kelompok yang bertanggung jawab terhadap kegiatan pelayanan kemas ulang informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis informasi potensial yang dimiliki Perpustakaan Universitas YARSI, dan menyusun rancangan kemas ulang informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna Perpustakaan Universitas YARSI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Aspek yang diteliti meliputi sumber informasi potensial yang dimiliki Perpustakaan Universitas YARSI dan kebutuhan pengguna sebagai bahan dalam pembuatan rancangan kemas ulang informasi. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara kepada kepala dan staf perpustakaan dengan kriteria jenjang pendidikan sarjana ilmu perpustakaan, yaitu kepala perpustakaan dan staf pengelola Perpustakaan Universitas YARSI. Sebagai penguat data analisis kebutuhan perancangan layanan kemas ulang informasi, peneliti juga menggunakan kuesioner dengan sampel dari para pengguna sebanyak 40 responden terdiri dari dosen dan mahasiswa Universitas YARSI dengan kriteria sampel yaitu dosen dan mahasiswa yang pernah berinteraksi dengan kemas ulang informasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber informasi potensial yang dimiliki Perpustakaan Universitas YARSI bersumber dari kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berfokus pada bidang informasi kesehatan, sosial, dan teknologi. Hasil lainnya menyatakan bahwa tahapan rancangan kemas ulang informasi berdasarkan analisis kebutuhan pengguna Perpustakaan Universitas YARSI meliputi: . penentuan konten yang dibutuhkan. Berdasarkan analisis kuesioner, mayoritas responden sebanyak 75% atau 30 orang menyarankan agar Perpustakaan YARSI menyusun layanan kemas ulang informasi bersumber dari artikel . pengumpulan bahan informasi yang berasal dari berbagai publikasi hasil pengabdian dan penelitian peneliti di Universitas YARSI. analisis konten. pengemasan informasi ke dalam produk sesuai dengan analisis kebutuhan dengan persentase 70-75%, yaitu pathfinder, poster, dan infografis. Kata kunci: Rancangan kemas ulang informasi. Layanan digital. Perpustakaan YARSI PENDAHULUAN Kebutuhan informasi yang beragam menjadi salah satu alasan sebuah perpustakaan mengadakan sebuah layanan kemas ulang informasi dengan berbagai informasi dan subjek yang tersedia di perpustakaan. Kemas ulang informasi merupakan kegiatan mengemas kembali atau mentransfer dari suatu bentuk ke bentuk yang lain dalam kemasan yang lebih menarik untuk memfasilitasi interaktif pengguna dalam menerapkan informasi. Pelayanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi spesifik (Widyawan, 2. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 Kegiatan kemas ulang informasi memiliki banyak tujuan. Secara garis besar, manfaat tersebut untuk memudahkan para pengguna dalam memahami dan mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan. Menurut Maulana dan Kangko . , secara umum salah satu tujuan kemas ulang informasi yaitu untuk menyajikan informasi dalam bentuk kemasan yang lebih menarik, dapat diterima pengguna secara langsung, dan mudah dimengerti isinya. Perpustakaan dalam penyediaan kemudahan interaktivitas, kemudahan penyebaran, dan pengorganisasian informasi secara lebih sederhana. Secara lebih rinci menurut Iwhiwhu . , kemas ulang informasi dalam era digital mempunyai tujuan yaitu . dapat digunakan dari jarak jauh. dapat digunakan lebih dari satu pengguna dalam satu waktu. dapat digunakan dengan cara yang Universitas YARSI memiliki ruang perpustakaan di lantai 2 yang disebut dengan Pusat Layanan Perpustakaan Universitas YARSI. Perpustakaan Universitas YARSI memiliki tujuan untuk memberikan layanan informasi yang menunjang kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian. Layanan pengguna yang tersedia di Perpustakaan YARSI antara lain: sirkulasi, pendidikan pemakai, fotokopi, sewa loker, internet, peminjaman kabel LAN, ruang baca, dan diskusi yang dapat dinikmati oleh seluruh civitas akademika Universitas YARSI. Dari hasil observasi awal peneliti, diketahui bahwa Perpustakaan Universitas YARSI belum memiliki layanan kemas ulang informasi serta unit kelompok yang bertanggung jawab terhadap kegiatan pelayanan kemas ulang informasi. Untuk dapat membuat produk kemas ulang informasi yang baik perlu adanya kegiatan perancangan kemas ulang informasi. Dasar dari kegiatan perancangan kemas ulang informasi diantaranya yaitu dengan mengidentifikasi latar belakang kebutuhan informasi pengguna baik dengan penelitian maupun kontak pribadi. Hal ini akan memudahkan pustakawan untuk lebih mengenal pengguna dalam memahami kebutuhan Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini memiliki dua pertanyaan penelitian yang terdiri dari: . jenis informasi potensial apa saja yang dapat digunakan sebagai bahan perancangan layanan kemas ulang informasi Perpustakaan YARSI?. bagaimana alur rancangan kemas ulang informasi Perpustakaan Universitas YARSI? Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi pengolahan ulang informasi ke dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti pengguna. METODE Alur penelitian rancangan kemas ulang informasi pada Gambar 1 dimulai dengan tahap observasi non-partisipatif dengan mempelajari dan memeriksa latar belakang lembaga untuk Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 mengetahui data potensial yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan layanan kemas ulang informasi Perpustakaan Universitas YARSI. Selanjutnya setelah didapatkan informasi data potensial yang dimiliki Perpustakaan Universitas YARSI, peneliti mendistribusikan kuesioner sebagai penguat dalam menganalisis kebutuhan pengguna Perpustakaan Universitas YARSI dan mengetahui kebutuhan informasi dan produk kemas ulang yang diinginkan pengguna agar rancangan kemas ulang yang dibuat dapat tepat sasaran. Tahap berikutnya peneliti melakukan wawancara kepada kepala dan empat staf Perpustakaan Universitas YARSI mengenai kesiapan perpustakaan dan staf perpustakaan dengan layanan kemas ulang informasi. Setelah diperoleh data potensial perpustakaan dan kebutuhan informasi yang dibutuhkan pengguna, peneliti kemudian merancang produk kemas ulang sesuai dengan analisis kebutuhan pengguna Gambar 1. Alur Penelitian Subjek penelitian adalah kepala dan staf Perpustakaan Universitas YARSI, mahasiswa, serta dosen sebagai penguat dalam menganalisis kebutuhan pengguna Perpustakaan Universitas YARSI. Peran subjek penelitian juga dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan informasi dan produk kemas ulang yang diinginkan pengguna agar rancangan kemas ulang yang dibuat dapat tepat sasaran. Dalam penelitian ini, digunakan teknik pengumpulan data dengan observasi non-partisipatif, kuesioner, dan wawancara. Observasi non-partisipatif dilakukan dengan cara melakukan observasi terhadap lembaga dengan mempelajari dan memeriksa latar belakang lembaga untuk mengetahui data potensial yang dimiliki. Observasi berlokasi di lantai 2-4 Perpustakaan Universitas YARSI. Kemudian dilakukan pencatatan poin-poin terkait dengan data potensial lembaga yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan layanan kemas ulang informasi Perpustakaan Universitas YARSI. Kuesioner dapat digunakan sebagai salah satu teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif dalam hal ini peneliti memberikan beberapa pertanyaan tertulis kepada 40 responden terdiri dari mahasiswa dan dosen Universitas YARSI sebagai penguat dalam analisis kebutuhan Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 untuk pembuatan rancangan kemas ulang informasi. Kuesioner dibuat berdasarkan alur rancangan kemas ulang informasi. Kuesioner akan disebar secara online dengan kriteria responden adalah pengguna Perpustakaan Universitas YARSI yang sering berinteraksi dengan kemas ulang informasi. Wawancara yang dilakukan menggunakan teknik terstruktur melalui Google Formulir dan aplikasi pesan (WhatsAp. secara daring. Dalam hal ini objek yang diwawancarai adalah kepala dan staf pengelola Perpustakaan Universitas YARSI dengan tujuan untuk mengetahui kesiapan perpustakaan dan staf perpustakaan terhadap layanan kemas ulang informasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Salah satu tujuan dari layanan kemas ulang informasi adalah memudahkan para pengguna untuk memperoleh informasi yang terbaru dari suatu topik secara efektif dan efisien. Kemas ulang informasi memberikan kemudahan dalam hal penyebaran, pengorganisasian, dan komunikasi informasi yang diolah. Dengan adanya layanan kemas ulang informasi, informasi yang dikemas menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna karena informasi yang disediakan lebih sederhana dan mudah untuk dipahami. 1 Analisis Kebutuhan Pengguna Perpustakaan Universitas YARSI Hasil analisis kebutuhan pengguna melalui penyebaran kuesioner rancangan kemas ulang informasi secara online, dihasilkan bahwa: Gambar 2. Bahasa Pengantar Produk Kemas Ulang Informasi (Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2. Pada Gambar 2 diketahui jika diadakan layanan kemas ulang informasi, 92,5% atau 37 responden menginginkan bahasa pengantar dengan menggunakan Bahasa Indonesia, 5% Bahasa Inggris, dan sisanya menginginkan bahasa pengantar berupa campuran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 Gambar 3. Lokasi Akses Informasi Pengguna (Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2. Pada Gambar 3, sebanyak 50% responden mengunjungi digital library untuk pemenuhan kebutuhan informasi. Sebagian besar lainnya mengunjungi ruang koleksi buku untuk sarana pemenuhan kebutuhan, ruang jurnal 2,5%, dan ruang referensi/skripsi sebanyak 5%. Gambar 4. Sumber Informasi yang Dibutuhkan Pengguna (Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2. Sumber informasi untuk pemenuhan kebutuhan pada Gambar 4 diperoleh hasil empat urutan terbesar yaitu pengguna membutuhkan sumber informasi berupa skripsi/tesis 40%, buku teks sebanyak 55%, laporan penelitian 45%, dan 75% pengguna Perpustakaan Universitas YARSI membutuhkan informasi berupa majalah, jurnal, dan e-jurnal untuk pemenuhan kebutuhan informasi. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 Gambar 5. Produk Kemas Ulang yang Dibutuhkan (Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2. Produk kemas ulang informasi pada Gambar 5 didapatkan bahwa produk kemas ulang yang diinginkan pengguna yaitu dengan nilai antara 70-75% yaitu: pathfinder, poster, dan infografis dengan alasan produk kemas ulang tersebut membantu memahami informasi secara lebih ringkas. Gambar 6. Format Kemas Ulang Informasi (Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2. Pada Gambar 6, 57,5% responden menyatakan perlu dibuatkan produk kemasan informasi berbasis digital, 30% responden memerlukan produk kemasan informasi berbasis web/online, dan 12. 5% responden menginginkan produk kemas ulang dalam format tercetak. Ketiga kriteria ini selanjutnya akan peneliti kelompokkan menjadi 2 kriteria format kemas ulang, dikarenakan format web/online dan digital adalah bentuk dari format elektronik dan yang kedua adalah format tercetak. Artinya sebanyak 87. 5% menginginkan produk kemas ulang dalam Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 bentuk elektonik, dan 12. 5% responden mengingikan produk kemas ulang dalam bentuk Alur Rancangan Kemas Ulang Informasi Perpustakaan Universitas YARSI memiliki data potensial yang dapat dijadikan sebagai sumber kemas ulang informasi. Data potensial tersebut disusun dan dikelompokan dengan bentuk pohon data berdasarkan sumber data dan topik inti di Universitas YARSI hal tersebut digambarkan pada Gambar 7. Gambar 7. Pohon Data Potensial Perpustakaan Universitas YARSI (Hasil Olahan, 2020 ) Pada kegiatannya, kemas ulang informasi tidak terbatas hanya pada proses pengemasannya saja, melainkan juga mencakup kegiatan sebelum prosesnya. Proses tersebut dimulai dari penentuan konten sesuai dengang analisis kebutuhan pengguna, mengumpulkan bahan informasi, sampai dengan pengemasan informasi ke dalam bentuk yang sederhana dan menarik, tetapi bernilai informasi tinggi. Pustakawan dapat mendayagunakan dan memanfaatkan secara maksimal teknologi informasi yang dimiliki perpustakaan untuk membantu dalam pembuatan produk kemas ulang. Untuk membuat tampilan, konten, dan susunan kemasan informasi yang hasilnya menarik, mudah dimengerti, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, berikut adalah proses atau prosedur . ecara umu. dalam pembuatan rancangan kemas ulang informasi (Gambar . Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 Gambar 8. Metode Rancangan Pengerjaan Kemas Ulang Informasi (Hasil Olahan Peneliti, 2. Langkah pertama yaitu menentukan konten. Langkah ini dilakukan dengan menganalisis kebutuhan pengguna, memperhatikan permintaan, dan menentukan informasi yang tersedia. Pengguna Perpustakaan Universitas YARSI didominasi oleh mahasiswa dan dosen. Dari hasil analisis kebutuhan melalui pengamatan langsung . dan penyebaran kuesioner rancangan kemas ulang informasi secara online, dihasilkan bahwa 75% pengguna Perpustakaan Universitas YARSI membutuhkan informasi berupa majalah, jurnal maupun e-journal untuk pemenuhan kebutuhan informasi. Langkah kedua yaitu mengumpulkan bahan informasi dan bekerja sama dengan Perpustakaan mengumpulkan informasi untuk produk kemas ulang, baik dari berbagai aktivitas publikasi hasil penelitian maupun pengabdian yang dilakukan oleh para dosen dan peneliti dari berbagai topik yang ada di Universitas YARSI seperti informasi kesehatan, sosial, dan teknologi. Perpustakaan mendapatkan salinan dokumen. Dalam hal ini seperti HAKI, artikel yang diterbitkan, laporan akhir penelitian, dan laporan akhir pengabdian dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas YARSI. Langkah ketiga yaitu menganalisa konten dengan cara mengelompokan dan menyusun Setelah mendapatkan sumber informasi yang akan diolah menjadi kemasan informasi, pustakawan meninjau dan memilih sumber-sumber informasi yang relevan sesuai dengan topik informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Kemudian menyiapkan informasi secara lebih ringkas dari berbagai informasi yang terseleksi tersebut menjadi lebih singkat dan mudah dipahami. Topik konten informasi tersebut berpusat pada berbagai subjek yang terlihat dalam Gambar 2. Langkah keempat yaitu mengubah bentuk informasi dengan memilih jenis kemasan untuk pengemasan Informasi. Format kemas ulang informasi berdasarkan analisis kebutuhan didapatkan bahwa format yang diinginkan pengguna yaitu dengan persentase antara 70-75% yaitu pathfinder, poster, dan infografis dengan alasan format kemas ulang tersebut membantu memahami informasi secara lebih ringkas. Sebanyak 87,5% responden menyatakan perlu dibuatkan produk kemasan informasi berbasis elektronik dengan bentuk digital dan web/online. Sedangkan 12. 5% menginginkan produk kemas ulang dalam format tercetak. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 Berikut adalah beberapa contoh gambar produk kemas ulang informasi sesuai dengan tahapan alur rancangan dan kebutuhan pengguna Perpustakaan Universitas YARSI: Poster yang dibuat merupakan kemasan informasi yang menggabungkan antara teks, gambar, atau kombinasi keduanya dengan tujuan untuk memberikan informasi agar dapat dipahami dengan lebih baik oleh para pembacanya. Perancangan poster dibuat berdasarkan hasil analisis pengguna dengan persentase 65% pengguna memilih poster sebagai sarana pemenuhan dalam kebutuhan informasi. Dalam rancangan ini, peneliti menggunakan jenis sumber informasi berupa jurnal tentang pencegahan virus covid-19 untuk kemudian mengemasnya kembali ke dalam bentuk poster dengan berdasarkan pada metode alur pembuatan kemas ulang informasi pada Gambar 8. Gambar 9 adalah contoh poster sesuai dengan analisis kebutuhan pengguna Perpustakaan YARSI. Gambar 9. Poster Pencegahan Corona (Hasil Olahan Peneliti, 2. Infografis yang dibuat merupakan kemasan informasi berupa bentuk visualisasi data yang berasal dari perpustakaan. Untuk menyampaikan informasi khususnya data dari suatu peristiwa yang kompleks kepada pembaca untuk membantu pemahaman terhadap informasi. Perancangan Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 infografis didasarkan hasil analisis pengguna dengan persentase 70% pengguna memilih infografis sebagai sarana pemenuhan dalam kebutuhan informasi. Gambar 10. Poster Pencegahan Corona (Hasil Olahan Peneliti, 2. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 Dalam rancangan ini, peneliti menggunakan jenis sumber informasi berupa jurnal dan portal berita untuk mengetahui kronologis masuknya Virus Corona ke Indonesia untuk kemudian mengemasnya kembali ke dalam bentuk infografis dengan berdasarkan pada metode alur pembuatan kemas ulang informasi pada Gambar 8. Gambar 10 adalah contoh infografis sesuai dengan analisis kebutuhan pengguna Perpustakaan Universitas YARSI. Berdasarkan pada analisis kebutuhan pengguna dengan nilai sebesar 75% sebagai tertinggi diketahui pengguna memerlukan jenis informasi berupa jurnal/e-journal dan majalah sebagai sarana pemenuhan kebutuhan informasi dengan media online dan digital sebagai media temu kembali informasi. Melalui hasil analisis kebutuhan tersebut, peneliti merancang pathfinder yang dapat diakses secara daring dengan salah satu topik inti di Perpustakaan Universitas YARSI yaitu. AuHukumAy. Dalam merancang dan membangun produk layanan kemas ulang informasi ini, penulis menggunakan aplikasi open source AuPustakawanAy yang memungkinkan peneliti dapat bekerja secara offline juga dapat menekan anggaran. Dengan memanfaatkan salah satu kelebihan adanya lokalisasi atau pendistribusian kode program, maka setiap institusi yang menggunakan dapat melakukan penyesuain dengan kebutuhan di daerahnya (Rakhmawati, 2. Gambar 11 adalah alur dalam pembuatan produk kemas ulang informasi pathfinder. Gambar 11. Alur Pembuatan Pathfinder (Hasil Olahan Peneliti, 2. Alur pembuatan pathfinder pada Gambar 11 dimulai dari sumber informasi perpustakaan yang diperoleh dari hasil berbagai aktivitas penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh peneliti di Universitas YARSI dalam bentuk seperti jurnal, skripsi, tesis, dan laporan hasil Kemudian dilakukan alih media ke dalam bentuk digital untuk kemudian dapat dimasukan ke dalam aplikasi pathfinder AupustakawanAy untuk mempermudah distribusi dan akses informasi ke pengguna perpustakaan yang sesuai dengan hasil analisis kebutuhan. Gambar 12 Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 merupakan tampilan pathfinder yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan informasi pengguna Perpustakaan Universitas YARSI. Gambar 12. Halaman Detail Sumber Informasi Bidang Hukum (Hasil Olahan Peneliti, 2. Tampilan pada Gambar 13 merupakan deskripsi dari konten yang terdapat dalam sumber informasi . Dalam halaman ini terdapat berbagai informasi mengenai konten dimulai dari judul jurnal, abstrak sampai dengan lokasi akses berupa URL yang dapat langsung mengarahkan pengguna ke lokasi asli jurnal tersebut atau pengguna jika pengguna ingin mengakses jurnal tersebut secara offline, pengguna dapat mengunduh jurnal dan menyimpannya untuk dapat diakses di kemudian hari. Gambar 13. Deskripsi Konten Sumber Informasi (Hasil Olahan Peneliti, 2. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, jenis informasi potensial apa saja yang dapat digunakan sebagai bahan perancangan layanan kemas ulang informasi Perpustakaan YARSI bersumber dari berbagai publikasi yang dikumpulkan dan diserahkan ke Perpustakaan Universitas YARSI yang meliputi kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian dengan fokus pada bidang informasi kesehatan, sosial, dan teknologi. Sumber informasi potensial tersebut kemudian akan dijadikan sebagai konten dalam perancangan kemas ulang informasi. Alur proses rancangan kemas ulang informasi pengguna Perpustakaan Universitas YARSI terdiri dari . penentuan konten yang dibutuhkan yaitu sumber informasi yang dibutuhkan. pengumpulan bahan informasi yang berasal dari berbagai publikasi hasil pengabdian dan penelitian peneliti di Universitas YARSI. analisis konten. pengemasan sumber informasi yang dibutuhkan ke dalam produk sesuai dengan analisis kebutuhan. Secara umum, berbagai layanan pengguna yang terdapat di Perpustakaan Universitas YARSI sudah berjalan dengan cukup baik. Namun layanan-layanan tersebut bersifat umum. Untuk lebih memudahkan pengguna dalam penelusuran informasi yang spesifik sesuai dengan bidang ilmu, perpustakaan dapat mengadakan layanan kemas ulang informasi. Untuk membuat layanan kemas ulang informasi menjadi lebih maksimal Pusat layanan Perpustakaan Universitas YARSI diharapkan dapat membentuk tim dan penjadwalan materi untuk layanan kemas ulang informasi agar layanan kemas ulang informasi di Perpustakaan Universitas YARSI dapat berjalan dengan baik, tepat guna, dan memiliki arah kebijakan program yang jelas, sehingga layanan kemas ulang informasi menjadi salah satu bagian pembagian kerja yang dapat terukur secara DAFTAR PUSTAKA