Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. PENGARUH SLOW DEEP BREATHING TERHADAP PENANGANAN KECEMASAN PADA PASIEN POST OF APENDEKTOMI DI RSUD SLEMAN The Effect Of Slow Deep Breathing On Anxiety Management In Post Of Appendectomy Patients At Sleman Hospital Ike Nurjana Tamrin. Syamsir Poltekkes Kemenkes Makassar *E-mail korespondensi: ikhetamrin26@gmail. ABSTRACT Slow Deep Breathing (SDB) is a breathing technique with a deep breath frequency during a long exhalation phase. Slow Deep Breathing can increase and decrease oxygen supply to the brain so that oxygen metabolism in the brain increases. Objective: To determine the effect of Slow Deep Breathing on reducing pain and anxiety levels in Sleman Yogyakarta Hospital. This study used a quasy-experimental design with the type of pre-post test without control group design. sample is 31 respondents. Sample measurement was carried out by Acidental Sampling. pared t test to find out and measure the level of anxiety results. There is a significant effect of giving Slow Deep Breathing on reducing anxiety levels with a p-value of 0. Therefore Slow Deep Breathing (SDB) can be applied in the treatment of anxiety patients at the Sleman Yogyakarta General Hospital, especially in post-appendectomy patients. Keyword : Slow Deep Breathing. Apendektomi, anxiety ABSTRAK Slow Deep Breathing (SDB) merupakan suatu tehnik bernapas dengan frekuensi napas dalam pada fase ekhalasi yang Slow Deep Breathing dapat meningkatkan dan menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga metabolisme oksigen di otak meningkat. Tujuan: Mengetahui pengaruh Slow Deep Breathing terhadap tingkat kecemasan pada pasien post op pandisitis di RSUD Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunkan desain quasy- experiment dengan tipe pre Ae post test without control group design. Sampel penelitian 31 responden. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara Acidental Sampling. uji paried t test untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kecemasan. Hasil Penelitian Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian Slow Deep Breathing terhadap penurunan tingkat kecemasan dengan nilai p-value sebesar 0,001. Oleh karena itu Slow Deep Breathing (SDB) dapat diterapkan dalam penanganan tingkat kecemasan di RSUD Sleman Yogyakarta terutama pada pasien post op Apendektomi Kata kunci: Slow Deep Breathing. Apendektomi. Tingkat Kecemasan PENDAHULUAN Apendektomi paling banyak dilakukan . perkembangan teknologi yang semakin maju dalam hal pembedahan khususnya pada prosedur tindakan bedah yang mengalami kemajuan pesat. Dewasa ini juga penyakit menunjukan adanya indikasi (Siswati, 2. Menurut International Associtation For Studi of Pain (IASP) yang menyatakan bahwa nyeri merupakan suatu menyenangkan karena terjadi kerusakan Sehingga dalam berbagai tindakan operasi pasien selalu merasa cemas akan Tindakan pembedahan hal ini sesuai dengan penelitian Manzoni . bahwa latihan napas dalam yang dilakukan merealisasikan dan menurunkan tingkat kecemasan karena dengan latihan napas dalam dapat meningkatkan subtansi yang merileksasikan tubuh sehingga secara signifikan dapat menurunkan tingkat Penanganan kecemasan pada pasien kebanyakan belum dilakukan sepenuhnya oleh perawat biasanya perawat dengan cara membiarkan saja padahal masih ada cara lain dalam mengatasi dengan cara mengajarkan rileksasi pada pasien karena sesuai dengan kita ketahui bahwa relaksasi dapat menurunkan stres dan tekanan darah hal ini dapat mencegah terjadinya komplikasi. Slow Deep Breathing merupakan salah satu bentuk asuhan keperawatan yang dalam hal ini perawat mengajarkan pasien bagaimana cara melakukan napas dalam, napas lambat . enahan inspirasi menghembuskan napas secara perlahan, selain dapat menurunkan intesitas nyeri tehnik napas dalam dapat meningkatkan oksigenasi darah. Selain itu mempengaruhi pasien yang mengalami nyeri kronis. Relaksasi sempurna dapat mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh dan kecemasan yang dapat menghambat stimulus nyeri. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dialakukan kusumawati . tentang pengaruh tehnik relaksasi napas dalam terhadap tingkat nyeri post op abdomen yang berpengaruh kuat sebelum dan Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar sesudah pemberian teknik napas dalam Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengrauh pemebrian Slow deep Breathing terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pos apendektomi METODE Desain. Tempat Dan Waktu Penelitian ini menggunakan quasyexperiment dengan tipe pre Aepost test without control group design (Nursalam. Desain penelitian mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek. Kelompok tetap mendapatkan terapi farmakologi juga mendapat perlakuan slow deep breathing diruangan perawatan di RSUD Sleman Yogyakarta . Jumlah Dan Cara Pengambilan Sampel Tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Acidental sampling dimana pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian (Notoadmojo, 2. Sampel yang didapatkan sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 31 Responden Jenis dan Cara Pengumpulan Data Instrumen kuesioner yang diambil dari HARS ( hamilton rating scale for anxiety ) dan telah dibuktikan dengan validitas dan reabilitas yang sangat tinggi untuk melakukan pengukuran kecemasan pada penelitian trial clinic yaitu 0,972. (Noman. , & Lipsig M. 1959, dalam Kurniawan, 2. dari penelitian dengan menggunakan kuesioner HARS . amilton rating scale for anxiet. yang terdiri dari 14 kelompok gejala kecemasan yang dijabarkan lebih Dengan menggunakan skor rentang skala likert 0-4 yang terdiri dari 0= tidak ada,. idak ada gejala sama sekal. 1= ringan . atu gejala dari pilihan yang ada ) 2= sedang ( separuh gejala yang ada )3 =berat ( lebih dari separuh gejala yang ada 4= sangat berat . emua gejala ad. Penentuan nilai skor dengan item 1-14 dengan hasil skor <14 (Tidak ada kecemasa. ,Skor 14-20 (Kecemasan Skor 21-27(Kecemasan sedan. ,Skor 28-41(Kecemasan Berat ). Skor 42-56 (Pani. Langkah -Langkah dalam Slow Deep Breathing menurut ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. (University of Pittsburgh Medical Center, 2. antara lain . Atur pasien dengan posisi semi fowler Kedua tangan pasien yang diletakan di atas perut Anjurkan melakukan napas secara perlahan dalam melalui hidung. Tarik napas selama tiga detik dan rasakan perut mengembang saat menarik Tahan napas selama 3 detik Kerutkan dibibir, lalu keluarkan dimulut dan hembuskan napas secara perlahan selama enam detik lalau rasakan perut begerak ke bawah Ulangi langkah 1 samapi 4 selama 15 Slow deep breathing dilakukan dengan frekuensi 6 perlakuan Pengolahan dan analisis data Teknik analisis ini digunakan untuk menentukan pengaruh antara masing Dalam menganalisis menggunakan tabel silang antar variabel independen dan dependen pada kelompok intervensi. Sebelum analisis data bivariat dilakukan uji normalitas terlebih dahulu. Uji normalitas masing masing kategori data kecemasan pre dan post test dilakukan dengan menggunkan saphiro wilk karena sampel < 50 dengan tingkat kepercayaan 95%. Data dikatakan normal jika p value Ou 0,05. Arikunto,2. Ethical Approval Penelitian ini dinyatakan lolos kaji etik kode etik Fakultas Kedokteran dan kesehatan UMY dengan nomor :222/EPFKIK-UMY/IV/2018 HASIL Analisis Univariat Karakteristik Respinden Post Op Apnedektomi karakteristik responden berdasarakan jenis kelamin, jenis obat, jenis operasi, usia dan lama perawatan. Pada pasien post op apendektomi di RSUD Sleman Yogyakarta Berdasarkan tabel 1 karakteristik responden yang terdiri dari jenis kelamin, sebagian Berdasarkan pendidikan, sebagaian besar responden Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar berpendidikan SMA 48,4 %. Semua responden menggunkan jenis analgesik ketorolac 100 % dan juga jenis operasi. Berdasarkan tabel 2 diatas menunjukan bahwa rata rata usia responden 29,74 tahun dengan standar deviasi 6,455. Usia termuda 16 tahun dan tertua 41 tahun. Hasil analisis didapatkan rata rata lama rawat 2,26 hari dengan standar deviasi ,445. Lama rawat 2 sampai 3 hari. Frekuensi Kecemasan pada pasien post op Apendektomi di RSUD Sleman Yogyakarta Berdasarkan tabel 3 bahwa kecemasan pre intervensi menglami kecemasan sedang terdiri 31 responden . %) dan post intervensi terdapat 27 responden . ,1%), mengalami kecemasan ringan dan tidak ada kecemasan terdapat 4 responden. Hal ini dapat disimpulkan bahwa secara statistik intervensi latihan Slow Deep Breathing Berdasarkan tabel 4 didapatkan nilai rata rata pre kecemasan 22,90 dengan standar deviasi 3,08 Kecemasan pada pre intervensi antara 15 sampai 27 yang tergolong kecemasan sedang. Pada post intervensi nilai rata rata kecemasan 8,23 dengan standar deviasi 2,17. Nyeri dengan post intervensi yaitu antara 5-14 yang tergolong kecemasan ringan. Crostabulation Karasteristik Responden kecemasan post Apendektomi di RSUD Sleman. Dari hasil tabel 5 crostababulation pre post Jenis disimpulkan presepsi antara variabel pre kecemasan terhadap jenis kelamin adalah cemas sedang, diamana hasil terbanyak 20 orang yang berjenis kelamin Artinya dari 31 responden yang mengalami nyeri berat adalah perempuan. Sedangkan pada post nyeri yang paling banyak mengalami nyeri ringan adalah 15 orang berjenis kelamin perempuan. Pendidikan dapat disimpulkan bahwa Kecemasan pendidikan adalah kecemasan sedang paling banyak 8 orang dengan pendidikan SMA. Sedangkan pada post kecemasan adalah 14 orang meraskaan kecemasan ringan dengan pendidikan SMA artinya dari 31 responden yang merasakan kecemasan berpendidikan SMA ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. Jenis Operasi dapat disimpulkan bahwa presepsi pre Kecemasan terhadap jenis operasi adalah sedang sebanyak 31 orang dengan Open apendektomi artinya dari 31 responden yang merasakan kecemasan Dan pada post kecemasan terdapat kecemasan ringan yaitu 27 responden. Jenis Analgesik dapat disimpulkan bahwa Analgesik adalah kecemasan sedang sebanyak 31 orang, artinya semua responden mengalami kecemasan sedang. sedangakan pada post kecemasan terdapat cemas ringan sebanyak 27 orang dengan menggunakan Analgesik ketorolac. Sesuai dengan data diatas semua karasteriktik responden dengan pre dan post sign . -side. > 0,05 atau nilai probalitas >0,05. Ho diterima artinya tidak responden dengan kecemasan Analisis Bivariat Pengaruh Latihan Slow Deep Breathing terhadap Kecemasan pada pasien post Op Apendektomi DI RSUD Sleman Yogyakarta Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh kecemasan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Paried t test karena uji hipotesis komperatif numerik berdistrubusi normal. Berdasarkan tabel 7 nilai rata rata tingkat kecemasan responden sesudah perlakuan 14,67 dengan standar deviasi 3,321. Hal ini menunjukan bahwa setelah diberikan intervensi skala kecemasan mengalami Hasil uji t diperoleh p value 0,001<0,05,yang sehingga ada pengaruh pemberian latihan Slow Deep Breathing terhadap kecemasan pada pasien post op Apendektomi di RSUD Sleman Yogyakarta. PEMBAHASAN Hasil pengkajian pada pre kecemasan didaptkan kecemasan sedang dengan rentang 9-22, dan nilai kecemasan post intervensi berada rentang 0-8 dimana tidak ada kecemasan 16,6 % dan kecemasan ringan 83,4 %. Kondisi kecemasan pada pasien sebelum dilakukan intervensi latihan Slow Deep Breathing Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Artinya semua responden mengalami kecemasan sedang tetapi, setelah dilakukan intervensi selama 6 kali kecemasan yang dari kecemasan sedang menjadi tidak ada kecemasan terdapat 4 responden . ,9%) dan yang mengalami kecemasan ringan 27 responden . ,1%) sehingga secara hasil statistik uji pariated t test P= 0,001 dimana p <0,05 artinya terjadi penurunan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan latihan Slow Beep Breathing. Menurut Ayudianingsih . , nyeri pasca pembedahan diakibatkan karena adanya proses perlukaan. Sesuai dengan penelitian Colby . , reflex muscle movement akan mengakibatkan circulatory satis dimana akan terjadi iskemia jaringan Prostaglandin dalam tubuh akan dikeluarkan sebagai kompensasi adanya proses sayatan pasca pembedahan. Adanya peningkatan nyeri dan penurunan nyeri yang subjektif dipersepsikan oleh setiap pasien post op operasi Apendektomi. Berdasarakan dari penellitian dari kate sare . Nyeri merupakan pengalaman emosional yang bersifat subjektif yang setiap pasien dengan intensitas nyeri setiap individu yang berbeda beda dan segera ditangani karena akan berdampak dalam psikologis pasien itu sendiri. Selama periode pasca operatif, proses diarahkan pada menstabilkan kembali equilibrium fisiologi pasien, menghilangkan rasa nyeri dan pencegahan komplikasi. Pengkajian yang cermat dan intervensi segera membantu pasien kembali pada fungsi yang optimal dengan cepat, aman, dan senyaman mungkin (Smeltzer and Bare, 2002 yang dikutip dalam Nurhayati 2. kecemasan juga terjadi pada pasien pasca bedah apendisitis. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Yustinus predisposisi yang dapat menimbulkan kecemasan salah satunya faktor fisiologis, pembedahan yang harus dipatuhi pasien, sikap tenaga kesehatan dalam pengobatan, pengaruh ruangan perawatan, serta Perubahan Kecemasan ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. membuktikan bahwa perlakuan Slow Deep Breathing sehingga pasien merasa rileks dan intensitas nyeri lebih stabil. Adanya perubahan kecemasan setalah dilakukan latihan Slow Deep Breathing, bukan karena ada faktor yang lain yang berpengaruh selama pengamatan berupa usia, jenis kelamin, lama perawatan, pendidikan, jenis analgesik, dengan dibuktikan dengan adanya hasil bivariat hubungan variabel secara statistik bermakna. Slow Deep Breathing berpengaruh terhadap nyeri dan Hal ini sesuai dengan penelitian Manzoni . bahwa latihan napas dalam yang dilakukan secara signifikan dapat menurunkan tingkat kecemasan karena dengan latihan napas dalam meningkatkan rileksasi tubuh menurunkan tingkat kecemasan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai p=0,001 sehingga dapat diinterprestasikan bahwa perbedaan yang signifikan nyeri dan tingkat kecemasan antara sebelum dan sesudah latihan Slow Deep Breathing. Menurut Saisan,et. bahwa relaksasi napas dalam dapat menghambat stres dan kecemasan, dengan menurunkan hormon stres dan denyut jantung yang stabil akan melancarkan sirkulasi darah yang mengalir kedalam tubuh sehingga membuat pasien merasa dalam keadaan rileks, napas dalam merupakan salah satu jalan untuk mengaktifkan saraf parasimpatis yang dikenal dengan respon rileksasi, sehingga Slow Beep Breathing dapat menurunkan kecemasan pasien menurun. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis bivariat hubungan variabel statistik bermakna. Slow Deep Bretahing Apendektomi. (Manzoni, 2. KESIMPULAN Pengaruh signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan Slow Deep Breathing (SDB) pada skala kecemasan pada pasien post op Apendisitis di RSUD Sleman Yogyakarta SARAN Rumah sakit perlu memberikan penyuluhan dan mengajarkan latihan Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Slow Deep Breathing pada pasien pasca bedah Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang latihan Slow Deep Breathing untuk melihat penurunan kecemasan dengan jumlah sampel yang lebih besar lagi dengan jangka waktu yang lebih lama dalam melakukan intervensi. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan time series dengan melihat Quarter agar bisa melihat perubahan setiap kali intervensi DAFTAR PUSTAKA