Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI PENGGANTI BAHAN BAKAR SOLAR DALAM UPAYA MENURUNKAN DAMPAK GAS RUMAH KACA (STUDI KASUS: KOTA PADANG. SUMATERA BARAT) FUAD AZHARI1. NANDA PUTRI MIEFTHAWATI2 Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro. UIN Suska Riau1. Dosen Program Studi Teknik Elektro. UIN Suska Riau2 Email: 11850512510@students. uin-suska. id1, nandamiefthawati@uin-suska. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstrak : Kota Padang dengan konsumsi bahan bakar solar tebesar di Provinsi Sumatera Barat akan berdampak pada ketersediaan bahan bakar dan pemanasan global yang meningkatnkan efek gas rumah kaca seperti emisi karbon. Pemanfaatan minyak jelantah sebagai biodiesel pengganti bahan bakar solar mampu mengurangi ketergantungan konsumsi solar dan menurunkan dampak gas rumah kaca. Tujuan dari penelitian ini menghitung potensi biodiesel dari minyak jelantah dan menganalisa dampak gas rumah kaca yang dihasilkan. Metode transesterifikasi yang disimulasikan pada aplikasi Superpro Designer mampu menghasilkan biodiesel sebanyak 314. 732,55 liter per tahun dengan densitas 875,34 Kg/m3 pada suhu 35EE. Perhitungan emisi karbon mengacu pada persamaan IPCC Guidelines 2006 menunjukkan penurunan emisi karbon yang dihasilkan sebesar 279,75 ton CO2 per tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan biodiesel dari minyak jelantah yang diperoleh telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan penggunaan biodiesel dari minyak jelantah dapat mengurangi dampak gas rumah kaca dari emisi karbon. Kata Kunci: Solar. Minyak Jelantah. Biodiesel. Gas Rumah Kaca Abstract: Padang City with the largest consumption of diesel fuel in West Sumatra Province will have an impact on fuel availability and global warming which increases the effects of greenhouse gases such as carbon emissions. The use of used cooking oil as a biodiesel substitute for diesel fuel can reduce dependence on diesel consumption and reduce the impact of greenhouse gases. The purpose of this study is to calculate the potential of biodiesel from used cooking oil and analyze the impact of greenhouse gases produced. The transesterification method simulated in the Superpro Designer application is able to produce 314,732. 55 liters of biodiesel per year with a density of 875. 34 Kg/m3 at a temperature of 35EE. The calculation of carbon emissions refers to the IPCC Guidelines 2006 equation showing a decrease in carbon emissions produced by 279. 75 tons of CO2 per year. The results of this study indicate that the biodiesel from used cooking oil obtained has met the Indonesian National Standard (SNI) and the use of biodiesel from used cooking oil can reduce the impact of greenhouse gases from carbon emissions. Keywords: Solar. Used Cooking Oil. Biodiesel, greenhouse gases Pendahuluan Kebutuhan masyarakat akan Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu penunjang pembangunan ekonomi yang sangat penting yang dihasilkan dari kilang minyak . Salah satu jenis bahan bakar yang sering digunakan di Indonesia yaitu solar untuk memenuhi kebutuhan dalam berbagai industri, seperti pertanian, transportasi dan lainnya . Penggunaan bahan bakar solar akan terus meningkat seiring dengan waktu, yang pasti akan berdampak pada ketersediaan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi ini . Selain berdampak terhadap berkurangnya cadangan minyak bumi, penggunaan bahan bakar solar juga berdampak terhadap lingkungan, yaitu meningkatnya efek gas rumah kaca yang di sebabkan oleh emisi gas buangan seperti CO dan CO 2 yang akan meningkatkan pemanasan global . Di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Padang, penggunaan solar sebagai bahan bakar utama dalam transportasi masih mendominasi. Sudah banyak ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL upaya yang telah dilakukan untuk menangani masalah tersebut, salah satunya biodiesel. Biodiesel memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan solar, yaitu lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah yang berbahaya, dapat diperbarui, mudah diproduksi dan harga relatif stabil . Kota Padang sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Barat merupakan kota dengan konsumsi bahan bakar solar tebesar yaitu mencapai 102. 000 kiloliter pada tahun 2022 akan berdampak pada kelangkaan minyak bumi dan pemanasan global dari emisi karbon yang dapat meningkatkan efek gas rumah kaca atau pemanasan global . Kota Padang memiliki potensi menghasilkan minyak goreng bekas atau dengan nama lain minyak jelantah yang cukup besar. Minyak goreng yang digunakan sebagai bahan utama penggorengan dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat yang pada akhirnya akan menghasilkan minyak jelantah . Kota Padang yang tersebar dalam 11 kecamatan dan 104 kelurahan memiliki potensi yang besar untuk melakukan pengembangan biodiesel yang berasal dari minyak jelantah. Selain memiliki jumlah penduduk yang besar Kota Padang juga merupakan kota pariwisata yang memiliki beragam fasilitas seperti rumah makan, restoran, hotel, dan fastfood yang juga menghasilkan minyak jelantah setiap harinya . Oleh sebab itu perlu adanya pemanfaatan minyak jelantah sebagai pengganti bahan bakar solar untuk mengurangi kelangkaan solar dan menurunkan gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari bahan bakar solar ini, salah satunya yaitu pemanfaatan minyak jelantah menjadi biodiesel. Penelitian terkait mengenai potensi minyak jelantah menjadi biodiesel sudah banyak dilakukan, diantaranya pada penelitian . yang bertujuan mengembangkan bahan bakar pengganti yang bersifat terbarukan, lebih ramah lingkungan, dan harganya terjangkau oleh masyarakat, dengan fokus pada pemanfaatan minyak goreng bekas . sebagai biodiesel. Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kemandirian energi dan keamanan energi nasional di Indonesia. Biodiesel yang dihasilkan dari minyak goreng bekas . memiliki emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan minyak solar, menjadikannya alternatif yang lebih baik. Selain itu, pemanfaatan jelantah sebagai bahan baku biodiesel dapat mengurangi limbah dan memberikan nilai ekonomis. Penelitian . yang mengetahui karakteristik biodiesel dari proses transesterifikasi minyak jelantah menggunakan metanol dengan konsentrasi yang berbeda. Proses transesterifikasi dilakukan dengan menggunakan teknik pengadukan kavitasi hidrodinamik. Transesterifikasi minyak jelantah menggunakan kavitasi hidrodinamik adalah 99. 9%, menghasilkan biodiesel dengan hasil 92. 93% dan angka asam 0. 80 mg KOH/g yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Konsentrasi metanol yang lebih rendah menghasilkan biodiesel yang tidak memenuhi standar SNI, dengan angka asam dan kandungan gliserol total yang lebih tinggi. Penelitian . yang bertujuan untuk mengembangkan teknologi pengolahan biodiesel dan mengetahui kualitas bahan bakar biodiesel dari bahan baku minyak goreng bekas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi katalis mempengaruhi densitas, viskositas, dan nilai kalor biodiesel yang dihasilkan. Densitas biodiesel dari sampel 0,3% dan 0,6% masing-masing adalah 0,88 g/mL dan 0,868 g/mL. Viskositasnya adalah 3,69 mmA/S dan 5,25 mmA/S. Nilai kalor biodiesel yang dihasilkan 080 btu/pounds dan 18. 090 btu/pounds. Selain itu, pada suhu 60AC dengan 1% NaOH dan rasio methanol terhadap minyak 8:1, hasil biodiesel mencapai 70,40%. Penelitian . yang bertujuan untuk mengatasi masalah lingkungan yang terkait dengan limbah dan menawarkan solusi bahan bakar alternatif di tengah kenaikan harga minyak mentah dan permintaan energi. Selain itu ini menyoroti metodologi produksi biodiesel, termasuk penilaian kandungan asam lemak bebas (FFA) dan pentingnya proses pencucian untuk meningkatkan kualitas biodiesel. Penelitian . membahas tentang perbandingan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) sebelum dan sesudah penggunaan biodiesel, serta untuk menganalisis pengaruh penggunaan biodiesel terhadap penurunan emisi GRK di PLTD Talaga. Berdasarkan penelitian terkait yang telah diuraikan diatas, yaitu penelitian . , berfokus pada pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan biodiesel serta hasil yang diperoleh terfokus pada sifat kimia dan kadar biodiesel yang terkandung dengan skala kecil. Sedangkan penelitian . mengkaji tentang emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari bahan bakar ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL solar dan biodiesel. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meneliti potensi biodiesel dari minyak jelantah sebagai pengganti bahan bakar solar dalam sekala besar serta menganalisis emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar solar dan biodiesel minyak jelantah. Penelitian ini menggunakan metode transesterifikasi yang disimulasi pada aplikasi Superpro Designer untuk mendapatkan biodiesel itu sendiri. Sehingga produksi biodiesel minyak jelantah ini mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar solar dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Metode Pada penelitian ini melakukan pemanfaatan minyak jelantah sebagai pengganti bahan bakar solar dalam upaya menurunkan dampak gas rumah kaca dengan metode transesterifikasi yang disimulasikan pada aplikasi Superpro Designer dan perhitungan matematis menggunakan persamaan IPCC Guidelines 2006. Penelitian ini akan dilakukan di Kota Padang. Di Kota Padang salah satu tempat pengumpulan minyak jelantah atau berada di Bulisa, berdasarkan data olahan hasil observasi yang dikumpulkan di Bulisa Kota Padang pada tahun 2022 diperkirakan 25,4 ton minyak jelantah dalam sebulan yang dihasilkan. Tipe dan Jenis Data Penelitian kali ini merupakan tipe kuantitatif dengan menggunakan dua jenis data yaitu data primer melalui wawancara langsung dengan admin bulisa di Kota Padang dan data sekunder melalui jurnal terkait yang diperlukan untuk penelitian ini. Data-data tersebut adalah sebagai berikut : Tabel 1. Data Minyak Jelantah . Tahun Kapasitas 305 Ton Tabel 2. Nilai Faktor Emisi Bahan Bakar . Bahan Bakar Faktor Emisi Minyak solar 100 . g CO2/TJ) Biodiesel 1,92 . g CO2/L) Tabel 3. Penggunaan Bahan Bakar di Kota Padang Tahun 2022 . No Bahan Bakar Jumlah Konsumsi . Pertamina Dex Dexlite Biosolar Tabel 4. Data Parameter Proses Bahan Baku Pendukung . Komponen Rumus Kimia Berat Molekul Minyak Jelantah C57H104O6 885,43 Kg/Kmol Metanol CH3OH 32,4 g/mol Natrium Hidroksida NaOH 10 g/mol Densitas 915,95 Kg/m3 791,8 Kg/m3 1430 Kg/m3 Pengolahan Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Metode Trasesterifikasi pada Aplikasi Superpro Designer 1 Penentuan Rasio Bahan Baku Pendukung Pengolahan Biodisel Minyak Jelantah Pembuatan biodiesel minyak jelantah sendiri dapat menggunakan beberapa metode, yakni esterifikasi-transesterifikasi . maupun transesterifikasi . roses 1 taha. Tahapan transesterifikasi sendiri ialah tahapan pengubahan atau transformasi kimia molekul trigliserida yang besar, dari minyak nabati menuju molekul yang lebih sederhana. Di sini, minyak jelantah bereaksi dengan alkohol dan menggunakan bantuan katalis untuk menghasilkan alkil ester . Dalam proses ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL pembuatan biodiesel melalui metode transesterifikasi, diperlukan bahan tambahan untuk memisahkan gliserin dari minyak jelantah dan mereaksikan asam lemak bebas dengan methanol menjadi fatty acid methyl ester (FAME). Penelitian ini menggunakan katalis basa homogen NaOH untuk mempercepat reaksi tersebut. Rasio yang digunakan dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut . Bahan baku methanol . atio volume methanol adalah 1/8 dari berat minyak jelanta. Bahan baku katalis . atio berat katalis adalah 2% dari berat minyak jelanta. 2 Tahapan Pengolahan Biodiesel Minyak Jelantah pada Aplikasi Superpro Designer Pengolahan biodiesel dari minyak jelantah kali ini menggunakan proses transesterifikasi yang disimulasikan pada aplikasi Superpro Designer. Pemilihan aplikasi Superpro Designer disebabkan kapasitas pengolahan yang cukup besar dan dapat mempersingkat waktu penelitian kali ini. Adapun langkah-langkah simulasi dapat dilihat sebagai berikut: Penentuan Model Proses Penyusunan Unit Operasi Menentukan Kondisi Operasi Dan Menambahkan Produk Simulasi Proses Gambar 1. Tahap Pengolahan Biodiesel Pada Aplikasi Superpro Designer Penentuan Model Proses Pada aplikasi superpro designer hanya memiliki dua model proses yaitu batch dan continuous. Adapun proses yang digunakan dalam menjalakan simulasi ini adalah model proses batch karena penjadwalan proses yang diubah saat proses pengolahan berlangsung. Penyusunan Unit Operasi Pada proses penyusunan unit operasi ini akan memasukkan komponen yang diperlukan dan digunakan pada aplikasi Superpro. Dengan operasi awal . ixing dan Stirred Reacto. sampai operasi akhir (Descanter Centrifugatio. yang akan digunakan dalam proses pengolahan biodiesel minyak Menentukan Kondisi Operasi dan Menambahkan Produk Dalam proses kali ini dilakukan pengaturan unit operasi seperti suhu, tekanan reactor, kecepatan alir, dan waktu reaksi. Produk yang digunakan pada simulasi ini yaitu minyak jelantah dengan bahan baku pendukung yaitu Metanol dan Natrium Hidroksida sebagai katalisnya. Simulasi Proses Pada tahapan simulasi proses akan menjalakan simulasi yang telah dilakukan penyusunan komponen dan pengisian bahan baku pada tools yang tersedia atau dengan menekan tombol F9. Juga memeriksa keseimbangan kondisi operasi. 3 Reaksi Transesterifikasi yang Terjadi pada Simulasi Reaksi transesterifikasi pada simulasi ini terjadi pada unit operasi yang telah ditentukan sebelumnya, adapun reaksi transesterifikasinya ditunjukkan pada tabel 5 dibawah ini. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 5. Reaksi Transesterifikasi yang Terjadi Pada Simulasi Unit Operasi Reaksi Yang Terjadi Mixing Proses pelarutan bahan baku pendukung yaitu NaOH dengan methanol pada suhu 60A C Stirred Reactor Proses terjadinya reaksi transesterifikasi antara minyak jelantah dengan methanol yang telah terlarut NaOH pada suhu thermal 40AC Descanter Centrifugation Proses memisahkan padatan dari cairan hasil dari proses transesterifikasi berupa produk bahan bakar biodiesel dan produk samping gliserol Validasi Simulasi Validasi pada penelitian kali ini dilakukan dengan melakukan komparasi pada penelitian . Dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Validasi Hasil Simulasi Penelitian . Parameter Validasi Bahan Baku Minyak Jelantah Minyak Jelantah Berat Minyak Jelantah . 176,74 176,74 Hasil Biodiesel . 161,63 159,65 Menurut tabel di atas, didapatkan validasi hasil yang merujuk pada penelitian . dengan berat minyak jelantah 176,74 gr dapat menghasilkan bahan bakar biodiesl sebanyak 161,63 gr dan hasil validasi pada penelitian ini dengan berat minyak jelantah 176,74 gr dapat menghasilkan bahan bakar biodiesel sebanyak 165,35 gr. Berdasarkan hasil validasi perbandingan bahan bakar biodiesel yang dihasilkan tersebut dapat diketahui bahwa nilai eror yang terjadi sebesar 1,24%. Sehingga validasi hasil simulasi penelitian ini dapat dikatakan valid karena mimiliki nilai eror dibawah 10%. Perhitungan Efek Gas Rumah Kaca dari Penggunaan Solar dan Biodisel Minyak Jelantah di Kota Padang. Sumatera Barat Gas Rumah Kaca (GRK) merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk gas-gas yang mempunyai efek gas rumah kaca seperti CO 2. CH4 dan NOx yang dapat meyebabkan kenaikan suhu udara yang dapat menyebabkan pemanasan global . Pada penelitian ini, akan menghitumg CO 2 atau karbon dioksida yang dihasilkan dari pemakaian solar dan biodiesel dari minyak jelantah. Analisis perhitungan efek rumah kaca pada penelitian ini menggunakan perhitungan matematis berasarkan persamaan IPCC Guidelines 2006, persamaan yang dapat digunakan yaitu: FES = FC y EF Keterangan : FES = Factor Emission Carbon = Jumlah bahan bakar yang digunakan . = Emision Factor (Energ. Hasil dan Pembahasan Rasio Bahan Baku Pendukung Pengolahan Biodisel Minyak Jelantah Dalam menghitung bahan baku pendukung digunakan persamaan . Adapun rasio penggunaan bahan baku pendukung untuk pengolahan biodiesel ditunjukkan pada tabel 6 dibawah ini. Tabel 7. Rasio Bahan Baku Pendukung Bahan Baku Jumlah Metanol 125 Kg Natrium Hidroksida 100 Kg Berdasarkan hasil yang telah dihitung dengan menggunakan minyak jelantah 305 Ton dalam Dapat diketahui dari hasilnya didapatkan bahan baku pendukung dengan jumlah metanol ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL 125 Kg dan katalis Natrium Hidroksida berjumlah 6. 100 Kg. Penggunaan alkohol dan konsentrasi katalis dapat memengaruhi densitas, viskositas, dan nilai kalor biodiesel yang dihasilkan. Berdasarkan penelitian terkait menunjukkan bahwa penggunaan katalis yang tepat dapat meningkatkan kualitas biodiesel dari minyak jelantah . Pengolahan Biodiesel Minyak Jelantah Hasil Simulasi Superpro Designer Gambar 2. Single Line Diagram Proses Pengolahan Biodiesel Hasil Simulasi Superpro Designer Pada Gambar 2 simulasi proses pengolahan biodiesel tahap awal adalah limbah minyak jelantah berjumlah 305 Ton merupakan bahan baku yang dikumpulkan oleh bulisa di Kota Padang, serta bahan baku pendukung metanol 38. 125 Kg dan NaOH 6. 100 Kg, lalu dimasukkan dan direaksikan pada reaktor transesterifikasi selama 1 jam. Kemudian hasil dari reaktor diteruskan ke separator untuk dilakukan pemisahan biodiesel dengan gliserol. Proses tahap akhir didapatkan bahan bakar berupa biodiesel berjumlah 314. 732,55 liter pada suhu 35EE. Tabel 8. Hasil Simulasi pada aplikasi superpro designer Parameter Hasil Biodiesel 732,55 L Densitas 875,34 Kg/m3 Suhu Berdasarkan hasil simulasi pada aplikasi superpro designer yang ada pada tabel 8, didapatkan jumlah biodiesel dengan jumlah 314. 732,55 L setahun dengan densitas 875,34 Kg/m 3 pada suhu 35EE juga telah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 7182:2015 dengan 850-890 Kg/m3. Perhitungan Efek Gas Rumah Kaca dari Penggunaan Solar dan Biodisel Minyak Jelantah di Kota Padang. Sumatera Barat. Dari hasil simulasi pengolahan biodiesel dari minyak jelantah menggunakan aplikasi Superpro Designer didapatkan biodiesel sebanyak 314. 732,55 liter dalam satu tahunnya, sedangkan total pemakaian bahan bakar solar di Kota Padang pada tahun 2022 yaitu berjumlah 102. 000 liter. Maka, dengan dimanfaatkannya biodiesel dari minyak jelantah sebagai pengganti bahan bakar jenis solar, dapat menghemat penggunaan bahan bakar jenis solar di Kota Padang menjadi 102. 267, 45 liter pada tahun 2022. Perhitungan efek rumah kaca pada penelitian ini menggunakan persamaan . yaitu menghitung emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan bahan bakar solar. Juga menghitung emisi biodiesel minyak jelantah setelah dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9. Hasil Perhitungan Emisi Karbon dari Penggunaan Bahan Bakar Parameter Bahan Bakar Hasil Emisi Karbon (Lite. on CO2/tahu. Bahan bakar solar 462,26 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Bahan bakar biodiesel 732,55 604,29 Berdasarkan hasil tabel 9. perhitungan emisi karbon di Kota Padang. Sumatera Barat menunjukkan penggunaan bahan bakar solar dengan jumlah 102. 000 liter/tahun dapat menghasilkan emisi karbon sebanyak 280. 462,26 ton CO2/tahun. Juga bahan bakar biodiesel minyak jelantah dari 314. 732,55 liter/tahun menghasilkan emisi karbon sebanyak 604,29 ton CO2/tahun. Hasil emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan bahan bakar solar jelas sangat tinggi, perlu adanya upaya pemerintah dalam menurunkan emisi karbon tersebut, salah satu upanya yaitu dengan penggunaan bahan bakar alternatif dan terbarukan seperti biodiesel yang memiliki emisi karbon yang lebih rendah. Pada penelitian . yang menghitung emisi karbon pada sektor transportasi pada tahun 2018 menunjukkan emisi karbon yang dihasilkan di kota padang yaitu 3. 450,49 Ton CO 2. Emisi karbon yang dihasilkan pada penelitian . jelas berbanding jauh dengan hasil pada penelitian yang dilakukan saat ini, dikarenakan konsumsi bahan bakar yang berbeda. Tabel 10. Perbandingan Emisi Karbon Setelah Penggunaan Bahan Bakar Biodiesel Parameter Emisi karbon ( tonCO2/tahu. Penggunaan Bahan Bakar Solar 462,26 Penggunaan Bahan Bakar Solar dan Biodiesel 182,51 Tabel di atas merupakan perbandingan emisi karbon yang dihasilkan setelah penggunaan bahan bakar solar dan biodiesel dari minyak jelantah. Pada penggunaan bahan bakar solar dihasilkan gas emisi sebesar 280. 462,26 ton CO2/tahun, setelah menggunakan bahan bakar solar dan biodiesel minyak jelantah emisi karbon yang dihasilkan menurun yaitu 280. 182,51 ton CO2/tahun. Jumlah penurunan emisi tersebut sekitar 279,75 ton CO 2/tahun yang merupakan pengurangan sebesar 0,1%. Hasil penurunan tersebut memang sangat kecil dikarenakan masih menggunakan bahan bakar fosil minyak solar yang cukup besar sebanyak 102. 267,45 liter yang tidak sebanding dengan pemakaian biodiesel dari minyak jelantah yang hasilkan pada penelitian ini dengan jumlah 314. 732,55 Sedangkan apabila penggunaan bahan bakar minyak solar disamakan dengan hasil biodiesel minyak jelantah pada penelitian ini dengan jumlah yang sama yaitu 314. 732,55 liter, maka hasil jumlah emisi karbon yang dihasilakn sebesar 858,27 ton CO2/tahun yang merupakan pengurangan sebesar 42,02%. Penurunan emisi karbon dengan jumlah yang diuraikan tersebut disebabkan karena penggunaan biodiesel minyak jelantah menghasilkan emisi yang lebih sedikit dibandingkan dengan bahan bakar Biodiesel minyak jelantah berasal dari minyak nabati yang ramah lingkungan dibandingkan dengan solar yang berasal dari minyak bumi. Hal ini juga diperkuat pada penelitian . yang menyatakan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan dapat menghasilkan emisi gas buang yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan bahan bakar solar. Dilain sisi, penggunaan biodiesel pada umumnya relatif cukup mudah, karena tidak perlu memodifikasi mesin Penutup Berdasarkan hasil penelitian. Kota Padang. Sumatera Barat memiliki potensi yang besar dalam pemanfaatan biodiesel dari minyak jelantah, dari hasil simulasi menggunakan aplikasi Superpro Designer, dari 305 ton minyak jelantah dapat menghasilkan biodiesel sebanyak 314. 732,55 liter/tahun. Implementasi biodiesel dari minyak jelantah sebagai pengganti bahan bakar solar memiliki potensi mengurangi ketergantungan penggunaan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi ini. Penggunaan biodiesel dari minyak jelantah ini juga dapat mengurangi emisi karbon (CO . seperti bahan bakar solar dengan jumlah konsumsi 102. 000 liter/tahun menghasilkan emisi karbon 462,26 ton CO2/tahun, setelah adanya penggunaan bahan bakar biodiesel dapat mengurangi emisi karbon menjadi 280. 182,51 ton CO2/tahun atau sebesar 279,75 ton CO2/tahun. Dengan demikian, pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku untuk produksi biodiesel memiliki potensi yang signifikan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar solar dan ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL mengurangi emisi karbon, sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan keberlanjutan energi di Kota Padang. Sumatera Barat. Daftar Pustaka