ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. Juli 2022 Hal. 60 - 70 e-ISSN: 2723-6269 Pengaplikasian Diksi dan Metode Pembelajaran dalam Layanan Bimbingan Konseling Format Klasikal Secara Daring Cindy Marisa*1. Kasmanah2. Arief Muda Kusuma3 cindymarisa13@gmail. com* 1 1,2,3 Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial. Universitas Indraprasta PGRI Received: 29 Mei 2022 Accepted: 29 July 2022 Online Published: 31 July 2022 DOI: 10. 29408/ab. Abstrak: Pendidikan menjadi salah satu bidang yang perlu beradaptasi secara cermat dalam memberikan proses pembelajaran pada kondisi pandemi Covid-19 . Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan bagian dari pendidikan yang juga mendapatkan tantangan dalam hal ini. Pandemi Covid-19 menimbulkan permasalahan baru bagi Guru Bimbingan dan Konseling di Kabupaten Bogor, oleh karena itu pelayanan bimbingan dan konseling tetap perlu dilakukan secara efektif dalam konsep pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi pandemi saat ini. Di samping itu, penggunaan diksi dalam penyampaian informasi terhadap siswa juga perlu menjadi perhatian sehingga pelayanan dirasakan efektif dan berdampak pada perubahan perilaku yang positif dan terstruktur. Berlandaskan kebutuhan tersebut, tim PkM menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan menambah wawasan dan keterampilan Guru BK dalam layanan konseling secara daring. Kegiatan dilaksanakan dengan konsep seminar dengan memperhatikan protokol kesehatan, yang diikuti oleh 50 Guru BK SMK di Kabupaten Bogor. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru BK dalam optimalisasi layanan konseling. Guru BK mampu memvariasikan penggunaan diksi dalam berkomunikasi dan menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik kelas sehingga pembelajaran berpusat pada siswa dan lebih menyenangkan dalam kerangka pemberian layanan konseling format klasikal. Kata kunci: Diksi. Metode Pembelajaran Daring. Konseling Format Klasikal. Abstract: Education is one field that needs to adapt carefully in providing the learning process in the conditions of the COVID-19 pandemic. Guidance and Counseling services are part of education which also faces challenges. The COVID-19 pandemic has created new problems for Guidance and Counseling Teachers in Bogor Regency. Therefore guidance and counseling services still need to be carried out effectively in the concept of distance learning using learning methods following the current pandemic conditions. In addition, diction in conveying information to students also needs to be a concern so that the service is felt to be effective and impacts positive and structured behavior change. Based on these needs, the community service team organizes activities to increase the insight and skills of BK teachers in online counseling services. The activity was carried out with the concept of a seminar taking into account health protocols, which was attended by 50 SMK BK teachers in Bogor Regency. The results of this activity indicate an increase in the understanding and skills of BK teachers in optimizing counseling services. BK teachers can vary the use of diction in communicating and use learning methods adapted to the class's characteristics so that learning is student-centered and more enjoyable within the framework of providing counseling services in a classical format. Keywords: Diction. Classical Counseling. Online Learning Methods. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 60 Marisa. Kasmanah. Kusuma. Pengaplikasian Diksi dan Metode Pembelajaran dalam Layanan Bimbingan Konseling Format Klasikal Secara Daring. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 60-70. doi:10. 29408/ab. PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 saat ini memberikan dampak yang cukup besar bagi dunia pendidikan. Pendidikan mesti senantiasa menjaga kestabilan pelaksanaan sehingga tetap berjalan dangan sebaik-baiknya. Kegiatan pembelajaran terdiri atas tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi (Pane & Dasopang, 2. Ketiga tahapan tersebut mestilah tersusun secara sistematis sehingga dapat menghasilkan output sesuai dengan yang diharapkan. Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu bagian dalam pendidikan yang bertugas membantu keefektifan kehidupan siswa sehari-hari berdasarkan keselarasan tugas perkembangan remaja. Pelayanan bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara terjadwal dan insidental . esuai kebutuha. Pelayanan secara terjadwal salah satunya dilakukan dalam format klasikal, disebut Layanan Konseling Format Klasikal (Marisa, 2. Pelayanan tersebut dapat diberikan kepada siswa melalui strategi pembelajaran dengan mempertimbangkan tujuan pelayanan, pengetahuan awal siswa, materi yang perlu disampaikan, karakteristik dan jumlah siswa, metode dan media pembelajaran yang digunakan, sarana pembelajaran yang tersedia, dan pengalaman guru BK dalam hal paedagogik. Tanpa adanya strategi yang matang dalam pemberian layanan, maka hasil perilaku yang diharapkan tidak tercapai dengan maksimal. Metode pembelajaran merupakan aspek yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan sehingga pelayanan yang diberikan menjadi lebih menyenangkan dan berhasil sesuai yang diharapkan (Marisa. Solihatun. Adelia. Fitri, & Sahraza, 2. Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sehingga siswa terdorong untuk melakukan aktivitas pembelajaran secara Metode pembelajaran digunakan dalam upaya mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk memiliki inisiatif, inovatif, kreativitas, dan produktivitas dalam belajar. Metode pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2013 yaitu metode berbasis pendekatan scientific. Dimana siswa melakukan proses pembelajaran dengan cara mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Pendekatan ini mengusung pembelajaran berpusat pada siswa, sehingga guru berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Meskipun berperan sabagai fasilitator, guru tetap perlu menguasai keterampilan mengajar. Salah satu keterampilan yang diperlukan yaitu keterampilan menjelaskan (Ghozali, 2. Keterampilan menjelaskan diaplikasikan oleh guru dalam memberikan informasi tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan memberikan umpan baik serta penguatan sehingga siswa memperoleh hasil pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan (Lestari. Suniasih, & Manuaba, 2. Guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan layanan konseling format klasikal memerlukan keterampilan ini agar materi atau topik yang disampaikan dapat diterima sebagaimana diharapkan. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam berkomunikasi yaitu penggunaan diksi dalam memberikan penjelasan. Diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaanya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan. Pemilihan kata dilakukan bukanlah sekadar memilih kata mana yang tepat, tetapi juga kata mana yang cocok. Selain itu, makna dari kata yang digunakan harus sesuai dengan nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat Penggunaan diksi dan metode pembelajaran ini menjadi tantangan tersendiri bagi para Guru Bimbingan dan Konseling, khususnya di SMK kabupaten Bogor. Guru BK merasa ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 61 Marisa. Kasmanah. Kusuma. Pengaplikasian Diksi dan Metode Pembelajaran dalam Layanan Bimbingan Konseling Format Klasikal Secara Daring. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 60-70. doi:10. 29408/ab. matode pembelajaran yang dilakukan selama daring ini kurang efektif sehingga membutuhkan referensi dan wawasan baru terkait metode pembelajaran yang cocok digunakan selama masa pandemi, khususnya dalam pembelajaran jarak jauh atau daring. Selain itu, guru bimbingan dan konseling juga memerlukan pemantapan dalam penggunaan diksi saat melakukan layanan bimbingan dan konseling format klasikal sehingga materi yang disampaikan dapat diterima siswa sesuai dengan tujuan pelayanan yang ingin dicapai dalam perwujudan perilaku positif Gambar 1. Lokasi Mitra Guru BK yang tergabung dalam MGBK SMK Kabupaten Bogor senantiasa meningkatkan kapasitas diri melalui wadah diskusi antar guru BK untuk dapat memberikan pelayanan yang berhasil kepada siswa di sekolah. Berdasarkan wawancara pada pihak mitra dan pemetaan kebutuhan yang diperlukan guru bimbingan dan konseling di SMK khususnya pada kabupaten Bogor. Adapun masalah yang dapat dipetakan, antara lain: Kurangnya penguasaan dalam penggunaan diski secara efektif dalam pemberian layana konseling format klasikal oleh guru BK SMK di MGBK Kabupaten Bogor. Kurangnya pemahaman penggunaan metode pembelajaran daring dalam layanan konseling format klasikal oleh guru BK SMK di MGBK Kabupaten Bogor. Berbagai permasalahan MGBK Kabupaten Bogor di atas, tentu menjadi perhatian bagi kami, sehingga pendekatan yang tim tawarkan untuk memberikan solusi bagi permasalahan mitra melalui seminar dengan tema Pengaplikasian Diksi dan Metode Pembelajaran pada Layanan Konsleing Format Klasikal di Era Society 5. Seminar merupakan pertemuan yang biasanya diikuti oleh banyak orang untuk membahas suatu topik tertentu berdasarkan kajian ilmiah (Durahman. Noer, & Hidayat, 2. Kegiatan seminar bertujuan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan dan pengalaman belajar para partisipan (Wibawa, 2. Seminar ini akan memberikan informasi mengenai berbagai alternatif metode pembelajaran yang dapat dilakukan secara daring, khususnya dalam pemberian layanan konseling format klasikal kepada siswa di sekolah, dimana partisipannya adalah Guru Bimbingan dan Konseling. Metode pembelajaran merupakan cara guru menyampaikan materi dengan serangkaian proses tertentu. Setiap metode pembelajaran memiliki fungsi tersendiri di samping penyampaian materi seperti penguatan kamampuan bekerja sama, kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, kreativitas, dan lainnya (Hartati, 2. Metode pembelajaran merupakan bagian dalam model-model pembelajaran. Model-model tersebut kemudian diedukasi untuk dapat diimplementasikan dalam layanan konseling format kalsikal di sekolah. Sementara bahasa sebagai wahana berpikir dan berkomunikasi dalam proses pelayanan, secara esensial mencakup dua aspek utama, yaitu bentuk kebahasaan dan makna. Kedua aspek tersebut ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 62 Marisa. Kasmanah. Kusuma. Pengaplikasian Diksi dan Metode Pembelajaran dalam Layanan Bimbingan Konseling Format Klasikal Secara Daring. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 60-70. doi:10. 29408/ab. berkaitan dengan diksi yang digunakan oleh seseorang. Diksi atau pilihan kata sangat penting untuk dipertimbangkan oleh seseorang dalam mengungkapkan ide atau gagasan maupun berkomunikasi sehingga dapat membedakan dimana interaksi itu terjadi baik tempat maupun Diksi di sini membahas tentang penggunaan kata, terutama pada soal kebenaran, kejelasan, dan keefektifan. Diksi atau pilihan kata yang tepat akan menciptakan sebuah kebenaran dalam menyusun suatu tuturan atau tulisan untuk tercapainya sebuah ide atau gagasan yang tepat pula. Diksi atau pilihan kata juga merupakan sesuatu yang sangat menentukan dalam penyampaian makna suatu pemberitahuan terutama di dunia pendidikan. Kata dan rangkaian kata yang menarik yang digunakan oleh konsultan atau Guru Bimbingan dan Konseling terhadap siswa dapat menimbulkan keakraban antara Guru Bimbingan dan Konseling dengan siswa, sehingga siswa secara terbuka membuka diri atau menceritakan tentang permasalahannya terhadap Guru Bimbingan dan Konseling. Hal ini juga dapat digunakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan bimbingan klasikal ketika di kelas. Adapun syarat diksi adalah tepat, benar, dan lazim. Pemilihan diksi yang tidak tepat menyebabkan perbedaan makna dan pesan pembicara tidak tersampaikan. Penggunaan ketepatan pilihan kata ini dipengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa yang terkait dengan kemampuan mengetahui, memahami, menguasai, dan menggunakan sejumlah kosakata secara Keutamaan metode pembelajaran dan penggunaan diksi yang tepat dalam layanan konseling melalui daring, mendorong kami untuk mengupayakan kegiatan yang dapat meningkatkan optimalisasi pelayanan kepada siswa khususnya dalam layanan konseling format klasikal sehingga Guru BK dapat memberikan pelayanan yang tepat bagi siswa meskipun dalam kondisi pandemi. METODE PELAKSANAAN Waktu dan tempat Kegiatan seminar dilaksanakan pada bulan Januari 2022, bertempat di aula SMKN 2 Cibinong. Karadenan. Bogor. Seminar ini dihadiri oleh Guru BK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimingan dan Konseling (MGBK) SMK Kabupaten Bogor, yang berjumlah 50 peserta. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Indraprasta PGRI Jakarta dengan MGBK SMK Kabupaten Bogor sebagai mitra pengabdian kepada masyarakat. Mitra memberikan kontribusi dalam mempersiapkan sasaran kegiatan, yaitu mengundang Guru BK SMK di wilayah kabupaten Bogor untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan seminar, juga mengkondisikan waktu dan tempat dilaksanakanya seminar. Selain itu, kelangsungan kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa bimbingan dan konseling yang bertujuan memperdalam pengaplikasian diksi dan metode pembelajaran dalam layanan konseling format klasikal. Prosedur pelaksanaan Pelaksanan kegiatan PkM ini dibagi menjadi 3 tahapan yang sistematis dan terstruktur, yakni : Awal Pelaksanaan. Pada tahap ini dilakukan beberapa aktivitas antara lain. Komunikasi dengan Mitra ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 63 Marisa. Kasmanah. Kusuma. Pengaplikasian Diksi dan Metode Pembelajaran dalam Layanan Bimbingan Konseling Format Klasikal Secara Daring. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 60-70. doi:10. 29408/ab. Tim PkM menghubungi mitra untuk mendapatkan kesediaan MGBK SMK Kabupaten Bogor. Pengumpulan data Tim PkM mendapat informasi terkait masalah-masalah yang ditemui dalam mitra dan yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan ini agar tujuan yang akan dicapai dapat terpenuhi melalui Ketua MGBK SMK Kabipaten Bogor. Studi Kepustakaan Studi kepustakaan dilakukan dengan mencari referensi untuk kebutuhan teoritis tentang kegiatan PkM ini. Analisis Kebutuhan Pada tahap ini melakukan analisis terhadap kebutuhan-kebutuhan yang dapat menunjang penerapan kegiatan PkM. Beberapa aspek analisis kebutuhan diantaranya metode dan media pertemuan yang digunakan dan sasaran kegiatan. Pelaksanaan Pada pelaksanaan kegiatan, tim PkM akan menyampaikan materi tentang Metode Pembelajaran Daring dan pengaplikasian diksi dalam layanan konseling format klasikal di sekolah melalui kegiaran seminar yang diikuti oleh 50 Guru BK SMK Kabupaten Bogor. Pada kegiatan ini, tim akan memaparkan materi dengan metode ceramah interaktif mengenai metode pembelajaran daring. Kemudian peserta diberikan kesempatan untuk diskusi dan tanya jawab kepada narasumber. Kegiatan ini dilakukan secara langsung dan sistematis kepada peserta seminar yang merupakan Guru bimbingan dan konseling di SMK wilayah kabupaten Bogor. Pengaplikasian model pembelajaran yang diedukasikan kepada Guru BK, antara lain: Small Group Discussion Model ini dilakukan dengan proses interaksi antara dua hingga empat individu yang terlihat, saling tukar menukar pengalaman, informasi, dan pemecahan masalah (Tan, dkk, 2. Tujuan dalam penggunaan model ini antara lain: meningkatkan partisipasi, keaktifan, kemampuan sosial, kemampuan argumentasi, pandangan dan wawasan, dan kemampuan kepemimpinan. Metode pembelajaran dalam model ini antara lain: Think Pair and Share. Number Head Together. STAD. Snowballing, dan Point Counter Point. Discovery Learning Model ini merupakan suatu model dimana bahan pelajaran disajikan dalam bentuk yang belum diolah, dan harus diolah siswa. Kegiatan belajar dalam bentuk observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi dsb, sehingga siswa akan menemukan konsep dan prinsip yang terkandung dalam bahan/materi pelajaran tersebut (Rahman, 2. Tujuannya antara lain: mendorong siswa aktif, kreatif dan inovatif . enemukan sesuatu yang bar. Metode pembelajaran yang menggunakan model ini antara lain: Group investigation. Information Search, dan Eksperimental. Cooperative Learning Model pembelajaran ini mengacu pada terbinanya kerjasama, saling membantu, saling mengkonsruksi, dalam memecahkan masalah. Pengelompokkan terdiri dari 46 orang secara heterogen, baik dari segi gender, kemampuan, dan merupakan sebuah tim (Johnson & Johnson, 2. Pengelompokkan bertujuan membangkitkan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 64 Marisa. Kasmanah. Kusuma. Pengaplikasian Diksi dan Metode Pembelajaran dalam Layanan Bimbingan Konseling Format Klasikal Secara Daring. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 60-70. doi:10. 29408/ab. semangat gotong royong. Model ini bertujuan: meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap empati dan anti rasis, serta membantu siswa untuk belajar berpikir, mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan. Metode pembelajaran yang menggunakan model ini antara lain: Jigsaw Learning. Role Playing. Sosiodrama. Tim Pendengar. Demonstrasi. Tim Kuis. Artikulasi. Inside Outside Circle. Course Review Horay. Contextual Teaching Learning Model ini merupakan suatu model pembelajaran yang menjadikan dunia siswa sebagai media pembelajaran. Merupakan sebuah sistem yang merangsang otak untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna, yaitu dengan menghubungkan akademis dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa. Membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat (Selvianiresa & Prabawanto, 2. Model ini bertujuan untuk: memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran dan meningkatkan pemahaman siswa . idak verbalisti. , mengembangkan minat dan pengalaman, melatih berpikir kritis dan terampil memproses pengetahuan, lebih produktif dan bermakna, secara individu dapat menemukan dan mentransfer informasi kompleks serta memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran yang menggunakan model ini antara lain: Synergetic Teaching. Karya Wisata. Information Search, dan Example Non Example. Problem Based Learning Model ini adalah model pembelajaran yang berorientasi pada masalah, penggalian informasi untuk memecahkan masalah (Simamora, dkk, 2. Tujuannya antara lain: melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis. Metode pembelajaran yang menggunakan model ini antara lain: Studi kasus dan Debat. Self Directed Learning Model ini merupakan kegiatan belajar yang lebih menitikberatkan pada kesadaran belajar seseorang, atau lebih banyak menyerahkan kendali belajar pada diri siswa sendiri (Van Woezik, dkk, 2. Dan juga merupakan suatu kegiatan belajar yang memberi keleluasaan kepada siswa untuk dapat memilih atau menetapkan sendiri waktu belajarnya sesuai dengan sistem kredit semester di sekolah. Tujuanya adalah: meningkatkan kesadaran belajar, keaktifan belajar, dan karakter siswa yang kreatif, inovatif dan berinsiatif. Metode pembelajaran yang menggunakan model ini antara lain: Tanya Jawab. Drill. Learning Start With Question. Every Teacher is Here. Card Sort Question. Wheel Spin Questions. Resitasi. Time Token. Takling Stick. Making a Match. Project Based Learning Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Pengalaman belajar maupun konsep dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 65 Marisa. Kasmanah. Kusuma. Pengaplikasian Diksi dan Metode Pembelajaran dalam Layanan Bimbingan Konseling Format Klasikal Secara Daring. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 60-70. doi:10. 29408/ab. Model ini merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan suatu bentuk kerja yang memuat tugas-tugas kompleks berdasarkan kepada pertanyaan dan permasalahan yang sangat menantang dan memotivasi siswa untuk merancang, memecahkan masalah, membuat keputusan, melakukan kegiatan investigasi, serta memberikan kesempatan siswa untuk bekerja secara mandiri (Yamin, dkk, 2. Sementara penggunaan diksi yang diedukasikan pada Guru BK sehingga dapat diterapkan dalam pelayanan konseling format klasikal perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain: Membedakan secara cermat denotasi dan konotasi Membedakan dengan cermat kata-kata yang hampir bersinonim. Membedakan kata-kata yang mirip dalam ejaannya. Hindarilah kata-kata ciptaan sendiri. Waspadalah terhadap penggunaan akhiran asing, terutama katakata asing yang mengandung akhiran asing. Kata kerja yang menggunakan kata depan harus digunakan secara idiomatis Untuk menjamin ketepatan diksi, penulis atau pembicara harus membedakan kata umum dan kata khusus. Mempergunakan kata-kata indria yang menunjukkan persepsi yang khusus. Memperhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal. Memperhatikan kelangsungan pilihan kata atau diksi. Pasca pelaksanaan kegiatan pada tahap ini antara lain adalah. Evaluasi kegiatan Pembuatan laporan akhir HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Dalam kegiatan ini, peserta seminar dinyatakan menerima kontribusi positif secara Hal tersebut disimpulkan berdasarkan hasil observasi tim pada beberapa aspek, antara lain: keaktifan, kesungguhan, dan tanggapan. Gambar 2. Peserta Aktif Mengikuti Kegiatan Seminar Selama pelaksanaan seminar dilakukan, pada gambar 2 menunjukkan bahwa para peserta menunjukkan keaktifan dalam menyimak seperti: membaca materi seminar, memperhatikan penjelasan narasumber, mencatat hal-hal penting pada penjelasan narasumber, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Sementara kesungguhan peserta terlihat pada ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 66 Marisa. Kasmanah. Kusuma. Pengaplikasian Diksi dan Metode Pembelajaran dalam Layanan Bimbingan Konseling Format Klasikal Secara Daring. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 60-70. doi:10. 29408/ab. kesungguhan peserta dalam menyimak penjelasan dan mengajukan pertanyaan terkait hal-hal atau kasus-kasus di lapangan yang berkenaan dengan materi yang disampaikan narasumber. Gambar 3. Peserta Sungguh-Sungguh dalam Mengikuti Kegiatan Seminar Dan tanggapan positif yang diberikan peserta terhadap pelaksanaan juga menunjukkan hal positif. Peserta menyatakan materi yang diberikan narasumber sangat membantu optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, bahkan menyatakan kesediaan dalam kegiatan serupa. Indikator yang menjadi ukuran dalam keberhasilan kegiatan seminar ini, yaitu peningkatan wawasan dan keterampilan guru BK dalam pengaplikasian diksi dan metode pembelajaran daring. Berdasarkan hasil evaluasi lisan dan obervasi, dapat diinterpretasikan bahwa terdapat peningkatan wawasan mengenai pengaplikasian diksi yang dinyatakan oleh peserta seminar bahwa diksi merupakan hal penting yang perlu dikuasai dalam berkomunikasi dengan siswa sesuai dengan tingkat perkembangan siswa tersebut dalam layanan konseling. Guru BK juga perlu memanfaatkan diksi sebagai variasi bahasa sehingga dapat menerapkan pelayanan yang lebih luwes dan menyenangkan bagi siswa. Sementara peningkatan wawasan mengenai metode pembelajaran diksi, dapat diinterpretasikan dari pernyataan peserta bahwa layanan BK format klasikal sangat membutuhkan variasi metode yang mengaktifkan siswa, dikarenakan pembelajaran daring mengurangi fokus pembelajaran yang hanya berpusat pada penjelasan guru satu arah. Peningkatan keterampilan pada kedua hal tersebut dapat diinterpretasikan dari bagaimana guru mampu memberikan contoh pengaplikasian kepada siswa di sekolah. PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan melalui kegiatan seminar kepada guru bimbingan dan konseling SMK di kabupaten Bogor ini tentu memiliki target capaian yang menjadi ukuran dalam keberhasilan kegiatan. Implikasi kegiatan ini terhadap sasaran seminar terdeskripsi sebagai berikut: No. Tabel 2. Implikasi Kegiatan. Target Capaian Hasil yang Diperoleh Dengan diterapkannya kegiatan Bertambahnya (WPKNS) PkM Pengaplikasian Diksi dan wawasan, pengetahuan. Metode Pembelajaran Daring dalam keterampilan, nilai, dan sikap Layanan Konseling Format Klasikal yang dimiliki guru bimbingan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 67 Marisa. Kasmanah. Kusuma. Pengaplikasian Diksi dan Metode Pembelajaran dalam Layanan Bimbingan Konseling Format Klasikal Secara Daring. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 60-70. doi:10. 29408/ab. di kabupaten Bogor, dapat memberikan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap kepada Guru Bimbingan dan Konseling sehingga dapat terlaksana pelayanan yang efektif dan Dengan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan guru bimbingan dan konseling SMK di kabupaten Bogor sehingga dapat memberikan pelayanan yang profesional dan mantap sebagai guru bimbingan dan konseling atau konselor sekolah. dan konseling yang tergabung dalam MGBK SMK kabupaten Bogor dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling format klasikal terhadap siswa di sekolah melalui peningkatan keterampilan penggunaan diksi dan metode pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 . Terkondisikannya kompetensi yang mumpuni, khususnya pada kompetensi paedagogik dan dan profesional dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah terhadap siswa sebagai sasaran layanan. Berdasarkan tabel 2 dapat tergambar pencapaian kegiatan berfokus pada pengembangan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap guru bimbingan dan konseling dalam hal penggunaan diksi dan metode pembelajaran dalam layanan konseling format klasikal. Tabel 1 menunjukkan secara jelas respon positif peserta kegiatan yang menerima ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pelayanan di sekolah terhadap siswa. Hal ini membuktikan bahwa seminar yang dilakukan menambah wawasan dan pengetahuan guru bimbingan dan konseling sebagai peserta kegiatan. Kegiatan seminar pernah dilakukan sebelumnya untuk meningkatkan pengetahuan terkait kenakan remaja (Suhesty, dkk. Penggunaan contoh-contoh pengaplikasian juga memudahkan guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan keterampilan komunikasi terhadap siswa dalam penggunaan diksi dan metode pembelajaran pada pelayanan bimbingan dan konseling. Majiid menyatakan bahwa teknik penggunaan contoh ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan, khususnya dalam aktivitas komunikasi tertulis (Majiid, 2. Lebih lanjut, seminar ini mengembangkan nilai positif kepada guru bimbingan dan konseling dalam komunikasi dan penentuan metode pembelajaran demi keefektivan pelayanan konseling format klasikal di Dengan begitu, guru bimbingan dan konseling lebih jauh lagi dapat memiliki sikap untuk merencanakan pelaksanaan layanan bimbingan dna konseling format klasikal dengan lebih mantap (Yulinda & Fitriyah, 2. Selain itu, seminar ini ditujukan kepada guru bimbingan dan konseling juga terkait dengan pengembangan kompetensi paedagogik dan kompetensi profesional. Sebagai pendidik, guru bimbingan dan konseling harus memiliki kompetensi paedagogik yang mumpuni. Artinya, penguasaan guru dalam teknik pengelolaan kegiatan pembelajaran perlu seniantiasa dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman, dan kondisi lingkungan sekolah sebagai lembaga yang mewadahi. Melalui informasi yang disampaikan dalam seminar diharapkan guru ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 68 Marisa. Kasmanah. Kusuma. Pengaplikasian Diksi dan Metode Pembelajaran dalam Layanan Bimbingan Konseling Format Klasikal Secara Daring. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 60-70. doi:10. 29408/ab. dapat merancang kegiatan pembelajaran dengan lebih optimal sesuai dengan kebutuhan siswa dan ketersediaan fasilitas yang dilimiki sekolah. Lebih jauh, informasi tersebut dapat mengembangkan kompetensi profesional guru bimbingan dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling format klasikal (Marisa,dkk, 2. Guru bimbingan dan konseling dalam hal ini mengembangkan diri melalui kegiatan pelatihan yang diadakan oleh MGBK Kabupaten Bogor yang bekerja sama bersama konselor profesional dalam hal ini Dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Indraprasta PGRI. Guru bimbingan dan konseling sebagai peserta seminar disini menunjukkan antusias yang tinggi dengan adanya kehadiran yang konsisten dalam upaya mengembangkan kompetensi diri dalam hal pemberian layanan konseling kepada siswa di sekolah. Oleh karenanya, kegiatan seperti ini sangat membantu dan diharapkan terus dilanjutkan dan dikembangkan, sehingga guru-guru di lapangan senantiasa mengembangkan kapasitas dirinya demi memberikan pelayanan prima terhadap klien, dalam hal ini siswa di sekolah. SIMPULAN Adanya respon positif yang ditunjukkan dengan keaktifan guru-guru BK pada MGBK SMK Kabupaten Bogor dalam mengajukan suatu pertanyaan atau menanggapi materi yang disampaikan berkenaan dengan penggunaan diksi dan metode pembelajaran daring pada layanan konseling format klasikal. Adanya perubahan ke arah yang positif dengan terlihatnya penambahan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap dalam mengolah materi yang diberikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dalam kedua materi yang disampaikan. Adanya perubahan perilaku positif dalam merencanakan pelayanan bimbingan dan konseling format klasikal terhadap siswa di sekolah, baik dalam penggunaan diksi maupun metode pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 . PERNYATAAN PENULIS Artikel yang disusun ini merupakan artikel orisinil yang belum pernah dipublish pada jurnal DAFTAR PUSTAKA