Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . Pengaruh Metode Reciplocal Teaching terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V Lili Suryaningsih1. Nurjannah2, *Intan Putri Syahrani3 1,2,3STKIP Yapis Dompu. Nusa Tenggara Barat. Indonesia Email: intanputri67@gmail. Article Info Article History Submission: 2024-10-13 Accepted: 2025-01-02 Published: 2025-01-25 Keywords: Reciprocal Teaching. Read. Understanding. Artikel Info Sejarah Artikel Penyerahan: 2024-10-13 Diterima: 2025-01-02 Dipublikasi: 2025-01-25 Kata kunci: Reciplocal Teaching. Membaca. Pemahaman. Abstract This research was motivated by the lack of students' reading comprehension skills and the use of methods resulting in less than optimal student learning outcomes. This research aims to determine whether there is an influence of the Reciplocal Teaching method on the reading comprehension abilities of class V students. The research method used is a quasi-experimental method. This research sample consisted of two classes, namely the experimental and control classes, totaling 35 students. Data collection techniques use questionnaires, tests and documentation. The data analysis technique uses the t test statistical technique using the SPSS 21 computer program. The results of this research show that there is an influence on the reading comprehension ability of students who are treated using the Reciplocal Teaching method. The average score in the initial reading comprehension test for experimental class students was 59. 47 and for control class In the initial test, the average score for experimental class and control class students was below the KKM, namely below 70. The average score in the final test reading comprehension of experimental class students was 78. 42 and control class students was 69. This shows that there is a significant influence on the reading comprehension ability of fifth grade students at SD Negeri 02 Woja in the experimental class using the Reciplocal Teaching method. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan membaca pemahaman siswa serta pemanfaatan metode sehingga hasil belajar siswa yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode Reciplocal Teaching terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kontrol yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik uji t dengan menggunakan program komputer SPSS 21. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh pada kemampuan membaca pemahaman siswa yang diberi perlakuan dengan menggunakan metode Reciplocal Teaching. Nilai rata-rata tes awal kemampuan membaca pemahaman siswa kelas eksperimen 59,47 dan siswa kelas kontrol 45. Pada tes awal tersebut, nilai siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol rata-rata di bawah KKM yaitu di bawah 70. Nilai rata-rata tes akhir membaca pemahaman siswa kelas eksperimen 78,42 dan siswa kelas kontrol 69,37. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri 02 Woja pada kelas eksperimen dengan metode Reciplocal Teaching. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Pendidikan berdasarkan Undang-Undang No. Tahun 2003 pasal 1 ayat . adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Proses pembelajaran adalah suatu langkah/urutan pelaksanaan yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru dengan siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung http://journal. org/index. php/jekas dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan Dalam proses pembelajaran guru dan siswa merupakan dua komponen yang tidak bisa dipisahkan, antara dua komponen tersebut harus terjalin interaksi yang saling menunjang agar hasil belajar siswa dapat tercapai secara optimal. Dalam proses pembelajaran membaca pemahaman memberikan pemahaman dalam bacaan para siswa, agar seorang pembaca dapat dikatakan berhasil dalam kegiatan membaca apabila telah memahami materi atau informasi yang terdapat Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . dalam teks bacaan yang dibacanya, (Rustaman, 2001:. Membaca pemahaman adalah membaca penuh kehati-hatian dan keseriusan sehingga mampu menemukan ide yang terdapat dalam Kemampuan membaca pemahaman sangat diperlukan oleh siswa sehingga mereka bisa memiliki kemampuan dalam memahami isi suatu Membaca pemahaman juga dapat diartikan sebagai bentuk kegiatan membaca yang mengkontruksi . makna lebih dari yang tertulis. Untuk mendapatkan makna seperti itu, pembaca dapat mengartikan informasi bacaan dengan menambahkan informasi lain yang telah Dengan pemahaman memiliki tujuan supaya siswa dapat menemukan gagasan pokok, memahami isi bacaan dan informasi dalam bacaan dengan baik Di samping itu, proses pembelajaran yang diterapkan guru hanya terpaku pada teks Siswa diminta membaca teks kemudian menjawab pertanyaan berdasarkan teks tersebut. Melihat persoalan tersebut. Untuk mengatasi kendala membaca siswa, guru perlu mengubah strategi pembelajaran. Strategi pengajaran terdiri atas metode dan teknik yang menjamin siswa Strategi pengajaran lebih luas daripada metode atau teknik Dengan kata lain, metode atau teknik pengajaran merupakan bagian dari strategi Peranan strategi pengajaran lebih penting apabila guru mengajar siswa yang berbedadarisegikemampuan, pencapaian, kec enderungan, serta minat. Hal tersebut karena guru harus memikirkan strategi pengajaran yang mampu memenuhi keperluan semua siswa. Di sini, guru tidak saja harus menguasai berbagai kaidah mengajar, tetapi yang lebih penting adalah mengintegrasikan serta menyusun kaidah-kaidah tersebut untuk membentuk strategi pengajaran yang paling (Hamdani, 2011:. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti terhadap guru SD Negeri 02 Woja, pada tanggal 27 November 2023 menyatakan bahwa proses pembelajaran yang di lakukan masih menggunakan metode c eramah/konvesional serta menjadikan buku paket sebagai acuan pada proses pembelajaran. Siswa masih banyak yang kurang bisa1memahami isi bacaan sehingga berdampak pada hasil belajar siswa itu sendiri, dan pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik sehingga berpengaruh terhadap kemampuan Selain wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesi di sekolah tersebut belum pernah menerapkan metode pembelajaran Reciprocal Teaching membaca pemahaman. http://journal. org/index. php/jekas Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memenuhi kompetensi Dasar adalah melalui metode Reciprocal Teaching. Melalui Metode Reciprocal Teaching, guru menghadirkan sebuah diskusi, lalu siswa memprediksi, menjelaskan, bertanya dan merangkum. Di sini siswa belajar lebih aktif, dalam pengertian bahwa menemukan dan memecahkan masalah akan menjadi kebutuhan Menurut Reciprocal Teaching adalah strategi pembelajaran, berdasarkan interaksi. Kelebihan strategi ini siswa dapat berperan aktif, terjadi proses saling mengajar antar siswa, hal ini diharapkan dapat melatih kecakapan akademik siswa dalam belajar. Metode reciplocal teaching adalah model pembelajaran berupa kegiatan mengajarkan materi kepada Pada model pembelajaran ini peserta didik berperan sebagai AupendidikAy untuk menyampaikan materi kepada teman-temannya. Sementara itu, pendidik berperan sebagai model yang menjadi fasilitator dan pembimbing yang melakukan Scaffolding adalah bimbingan yang di berikan oleh orang yang lebih tahu kepada orang yang kurang tahu atau belum tahu. Model pembelajaran reciplocal teaching mengutamakan peran aktif peserta didik dalam pembelajaran meningkatkan hasil belajar peserta didik secara mandiri (Sardianti Ria. Berkaitan dengan permasalahan di atas, pada hakikatnya proses pembelajaran yang berkualitas dapat tercipta apabila peserta didik berperan aktif di dalamnya. Interaksi pendidik dengan peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lainnya terjalin secara Untuk itu pendidik di harapkan dapat menerapkan model pembelajaran yang tepat selama proses pembelajaran sehingga hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Berdasarkan masalah yang di uraikan di atas, penelitian tentang1Aupengaruh metode reciplocal pemahaman siswakelas V di SD Negeri 02 WojaAy. II. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Arikunto . alam Aldila & Mukhaiyar, 2020:. eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat . ubungan kausa. antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor yang lain yang bisa mengganggu. Terdapat bermacam-macam bentuk eksperimen, dalam eksperimental design tipe noneuivalent control group design. quasi eksperimen design adalah bentuk eksperimen bukan sebenarnya. Karena faktor dapat datang dari hal lain. Jenis penelitian ini eksperimen yang tidak dipilih secara random. Pada Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen, karena pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian (Sugiyono, 2010:. Adapun tipe yang digunakan dalam pelaksaan penelitian ini adalah tipe noneuivalent control group design. control group design ini dibedakan dengan adanya pre-test sebelum perlakuan diberikan. Karena adanya pre-test, maka pada desain penelitian tingkat kesetaraan kelompok turut diperhitungkan. Non-eqeuivalent control group design ini, baik Kelas eksperimen adalah kelas dengan perlakuan metode reciplocal teaching dan kelas kontrol dengan metode konvensional. Perbedaan pengetahuan pada kedua kelompok perlakuan dapat dilihat dengan melakukan pretest sebelum diterapkan metode pembelajaran reciplocal teaching, tujuannya untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan pengetahuan awal peserta didik tentang materi yang akan diberikan. Kemudian dilakukan post-test setelah pembelajaran pengetahuan peserta didik kelas V setelah diterapkan metode reciplocal teaching. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini melibatkan dua variabel utama, yaitu metode Reciprocal Teaching sebagai variabel bebas (X) dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen angket, tes, dan Instrumen angket digunakan untuk mengukur variabel bebas, sedangkan tes digunakan untuk menilai hasil belajar siswa sebagai variabel terikat. Instrumen ini diterapkan pada siswa kelas V SDN 02 Woja. Data angket yang dihimpun pada menunjukkan hasil yang menarik. Dari 19 siswa, nilai angket menunjukkan total skor sebesar 1. dengan rata-rata 75,4. Ini menunjukkan bahwa siswa secara umum merespons positif metode Reciprocal Teaching, di mana mereka merasa lebih senang dan memahami pelajaran dengan lebih baik saat diajarkan menggunakan metode Temuan ini memberikan gambaran awal bahwa Reciprocal Teaching dapat menjadi dasar untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk mengukur hasil belajar siswa . ariabel Y), peneliti mengumpulkan data dari hasil tes pre-test dan post-test. Pada kelas eksperimen, terlihat peningkatan signifikan dari nilai rata-rata pre-test sebesar 59,47 menjadi 78,42 pada posttest. Siswa seperti APR. DAS. DV, dan lainnya menunjukkan peningkatan yang jelas, di mana nilai mereka naik antara 10 hingga 40 poin setelah pembelajaran menggunakan metode Reciprocal Teaching. Ini menunjukkan adanya http://journal. org/index. php/jekas pengaruh positif dari metode tersebut terhadap pemahaman dan prestasi akademik siswa. Sebagai perbandingan, pada kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional, nilai rata-rata pre-test adalah 45, dan meningkat menjadi 69,37 pada post-test. Meskipun terjadi peningkatan, nilai rata-rata post-test di kelas kontrol masih lebih rendah dibandingkan dengan kelas eksperimen. Ini mengindikasikan bahwa metode Reciprocal Teaching memberikan hasil yang lebih baik Uji normalitas dan uji homogenitas juga dilakukan untuk memastikan kesesuaian data sebelum pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil analisis menggunakan perangkat lunak SPSS, data dinyatakan berdistribusi normal dan Selanjutnya, uji T dilakukan untuk melihat perbedaan signifikan antara hasil kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji T mendukung hipotesis bahwa metode Reciprocal Teaching memiliki efek positif yang signifikan terhadap hasil belajar siswa dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan Reciprocal Teaching metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, dengan bukti yang kuat berdasarkan hasil angket, tes, dan analisis statistik yang telah dilakukan. Pembahasan Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh metode *Reciprocal Teaching* terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V di SDN 02 Woja. Metode *Reciprocal Teaching* dipilih oleh peneliti karena dianggap mampu membantu siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Metode ini melibatkan diskusi kelompok yang dipandu siswa, di mana mereka secara bergantian memainkan peran sebagai pembimbing dalam memahami teks, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman. Penilaian hasil belajar dilakukan melalui tes pilihan ganda yang berfokus pada kompetensi inti, yaitu materi dongeng Bab IV (*Cinta Indonesia*), fase C kelas Tes terdiri dari 10 item soal, dengan setiap soal memiliki bobot 10 poin, sehingga skor maksimal yang dapat diperoleh siswa adalah 100. Tes diberikan kepada 19 siswa di kelas eksperimen dan 16 siswa di kelas kontrol. Pre-test dilakukan untuk mengukur kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan dengan metode *Reciprocal Teaching* di kelas eksperimen dan metode pembelajaran konvensional di kelas Setelah post-test, menunjukkan bahwa total skor yang diperoleh kelas eksperimen adalah 1. 130 dengan nilai ratarata 78,42, sedangkan kelas kontrol memperoleh Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . total skor 1. 110 dengan nilai rata-rata 69,37. Perbedaan ini menunjukkan bahwa nilai ratarata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan Dengan demikian, dapat menggunakan metode *Reciprocal Teaching* mencapai hasil belajar yang lebih baik dalam pemahaman membaca dibandingkan siswa yang diajar dengan metode konvensional. Selain itu, hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa kedua variabel berdistribusi normal dan homogen dengan taraf signifikansi 5% (=0,. Uji ini memberikan dasar yang kuat untuk menyimpulkan bahwa data yang dikumpulkan valid dan sesuai untuk digunakan dalam pengujian hipotesis. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa metode *Reciprocal Teaching* memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan membaca pemahaman Proses pembelajaran yang menggunakan metode ini memungkinkan siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan belajar, yang pada gilirannya menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Siswa tidak hanya dituntut untuk memahami materi secara pasif, tetapi juga terlibat dalam proses berpikir kritis melalui diskusi dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, metode ini dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa secara signifikan, seperti yang terlihat dari perbedaan hasil tes antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan hasil ini, metode *Reciprocal Teaching* dapat direkomendasikan sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatkan Penggunaan metode ini dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai tingkatan pendidikan untuk meningkatkan hasil belajar secara keseluruhan. IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah Reciplocal Teaching terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 02 Woja dapat diambil kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut. Nilai rata-rata tes awal kemampuan membaca pemahaman siswa kelas eksperimen 59,47 dan siswa kelas kontrol 45. Pada tes awal tersebut, nilai siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol rata-rata di bawah KKM yaitu di bawah Nilai rata-rata tes akhir membaca pemahaman siswa kelas eksperimen 78,42 dan siswa kelas kontrol 69,37. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri 02 Woja pada kelas Reciplocal Teaching. Berdasarkan hasil uji t statistik pada data pretest dan posttest dengan kelas kontrol http://journal. org/index. php/jekas dengan perolehan nilai signifikansi 0,000 < 0,005 dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan metode Reciplocal Teaching berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi Dongeng kelas V SDN 02 Woja. Saran