CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal ANALISIS SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENGADAAN BARANG LOGAM MULIA PT. DBS MENGGUNAKAN METODE TOPSIS Kartika Nurhikmayanti1*. Johan Mohammad Palah2. Putri Ambarwati3. Muhammad Manyu Setiawan4. Caesar Angga Perdana5. Yogi Kristiyanto6 1,2,3,4,5,6 Universitas IPWIJA Corresponding e-mail: jmpalah03@gmail. Copyright A 2025 The Author This is an open access article Under the Creative Commons Attribution Share Alike 4. 0 International License DOI: 10. 53866/jimi. Abstract PT. DBS is a company engaged in the sales of precious metals, electronics, and logistics. To enhance customer satisfaction, the company prioritizes accurate and timely product delivery in alignment with customer Ensuring precision and timeliness in product distribution is critical to preventing significant delays, which could negatively impact customer trust and reduce interest in PT. DBSAos offerings. To address these challenges, a decision support system is required to facilitate and optimize decision-making in the procurement process. This study employs the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) as the primary decision-making framework. The TOPSIS methodology is implemented through the following sequential phases: . identification of alternatives, . determination of evaluation criteria, weights, and attributes, . construction of a normalized decision matrix, . computation of the weighted normalization, . establishment of positive and negative ideal solution matrices, . calculation of separation measures, . derivation of preference scores, and . prioritization through ranking. The results provide a structured ranking of procurement alternatives, identifying items requiring the highest prioritization for acquisition by PT. DBS. Keywords: Decision Support System. TOPSIS. Fuzzy Logic. FMADM Abstrak PT. DBS adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan logam mulia, elektronik, dan logistik. DBS senantiasa berupaya untuk menyediakan barang secara tepat waktu dan akurat sesuai dengan permintaan pelanggan demi memenuhi kepuasan para pelanggannya yang melakukan pembelian. Ketepatan pelayanan dalam menyediakan barang sangat penting untuk mencegah terjadinya keterlambatan yang berpotensi fatal dan membuat pelanggan menjadi tidak berminat untuk menggunakan produk yang ditawarkan oleh PT DBS. Oleh karena itu, dibutuhkan perhitungan sistem penunjang keputusan guna membantu dan memaksimalkan keputusan yang diambil oleh PT. DBS untuk melakukan pengadaan barang. Metode yang dipakai adalah Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Tahapan pada metode TOPSIS adalah . Menetapkan alternatif, . Menetapkan kriteria, bobot, dan atribut, . Membuat normalisasi matriks keputusan, . Menentukan normalisasi bobot, . Menentukan matriks solusi ideal positif dan solusi ideal negatif, . Menentukan Pemisahan, . Menentukan nilai preferensi, dan . Perankingan. Hasil yang didapat dari analisis ini berupa perangkingan alternatif dari yang paling disegerakan untuk pengadaan barang PT. DBS dimana logam mulia emas dengan merk Antam 10 Gram dengan nilai 0. 76705119 menjadi barang yang diprioritaskan dalam pengadaan barang di PT. DBS dan merk Antam 2 Gram dengan nilai 0. menjadi barang dengan urutan terakhir dari perangkingan tersebut. Kata Kunci: Sistem Penunjang Keputusan. TOPSIS. Logika Samar. FMADM Hlm | 1037 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Pendahuluan PT. DBS adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan logam mulia, elektronik, dan logistik. PT DBS senantiasa berupaya untuk menyediakan barang secara tepat waktu dan akurat sesuai dengan permintaan pelanggan demi memenuhi kepuasan para pelanggannya yang melakukan pembelian. Ketepatan pelayanan dalam menyediakan barang sangat penting untuk mencegah terjadinya keterlambatan yang berpotensi fatal dan membuat pelanggan menjadi tidak berminat untuk menggunakan produk yang ditawarkan oleh PT DBS. Logam mulia seperti emas dikenal karena karakteristiknya sebagai aset safe haven dan penyimpan nilai yang kuat, menjadikannya pilihan investasi menarik terutama di tengah ketidakpastian Namun, fluktuasi harga yang dinamis, beragamnya jenis dan kemurnian, serta perbedaan pemasok menuntut strategi pembelian yang cermat agar dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi Oleh karena itu, dibutuhkan perhitungan sistem penunjang keputusan guna membantu dan memaksimalkan keputusan yang diambil oleh PT. DBS untuk melakukan pengadaan barang. Metode yang dipakai adalah Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). TOPSIS merupakan salah satu metode penunjang keputusan banyak kriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang (Rahmansyah & Lusinia, 2. TOPSIS menggunakan prinsip bahwa alternatif yang dipilih harus memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif dan memiliki jarak terjauh dari solusi ideal negatif dari titik geometris menggunakan jarak euclidean untuk menentukan kedekatan relatif antara alternatif ke solusi yang optimal (Rahmansyah & Lusinia, 2. (Rahim, et al. TOPSIS Method Application for Decision Support System in Internal Control for Selecting Best Employees, 2. Pada tahun 1981. Yoon dan Hwang menawarkan penyelesaian MADM melalui metode yang mereka beri nama dengan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Pendekatan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) merupakan satu diantara beberapa pendekatan untuk penyelesaian pada MADM. Pendekatan TOPSIS fokus pada premis bahwa alternatif paling optimal tidak hanya mempunyai keterdekatan terhadap solusi ideal positifnya saja, tetapi juga mempunyai jarak yang jauh dari solusi ideal negatifnya (Sari, 2. (Ahmad. Fatmayati, & dkk. , 2. Penggunaan metode TOPSIS pada penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan keputusan dalam pengadaan barang yaitu logam mulia. Terdapat 19 alternatif yang terdiri dari 19 pilihan berat logam mulia emas dan merk logam mulia emas, serta 4 kriteria dalam penelitian ini yaitu Fluktiasi Harga dengan atribut biaya. Penjualan dengan atribut benefit. Ketersediaan dengan atribut benefit, dan Waktu ketersediaan barang dengan atribut benefit. Penelitian lain dalam menggunakan metode TOPSIS sebagai Sistem Penunjang Keputusan Rekomendasi tempat wisata yang dilakukan oleh Setiawansyah tahun 2022 dengan kriteria jarak, waktu tempuh, biaya masuk, dan kebersihan (Setiawansyah, 2. Adapun penelitian lainnya yang dilakukan oleh Julio Warmansyah, dkk. Menggunakan metode TOPSIS dalam penentua prioritas supplier bahan baku pada perusahaan manufaktur obat (Warmansyah & Ramadhan, 2. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya dimana topik pembahasannya adalah untuk penentuan pengadaan barang logam mulian yaitu emas. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dengan tahapan yaitu menetapkan . Menetapkan alternatif, . Menetapkan kriteria, bobot, dan atribut, . Membuat normalisasi matriks Keputusan, . Menentukan normalisasi bobot, . Menentukan matriks solusi ideal positif dan solusi ideal negatif, . Menentukan pemisahan, . Menentukan nilai preferensi, . perankingan (Rahim, et al. , 2. Pada tahan 1 dan 2 merupakan tahap wawancara terhadap narasumber, dalam hal ini adalah bagian pengadan PT. DBS. Tahap 3, 4, 5, 6, dan 7 adalah tahap perhitungan yang menghasilkan nilai preferensi. Tahap 7 adalah tahap perankingan alternatif yang ada berdasarkan nilai preferensi yang telah dihitung. Hlm | 1038 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Menetapkan alternatif Menetapkan kriteria, bobot, dan atribut Membuat normalisasi matriks keputusan Menentukan normalisasi bobot Menentukan matriks solusi ideal positif dan solusi ideal negatif Menentukan Pemisahan Menentukan nilai preferensi Perankingan Gambar 2. Tahapan Metode TOPSIS Menetapkan alternatif Data barang yang digunakan merupakan data barang pada PT. DBS. Pengumpulan data tersebut menggunakan metode wawancara dengan narasumber. Hasil dari pengambilan data tersebut adalah 19 data barang yaitu berat dan merk logam mulia emas seperti pada tabel di bawah ini. Tabel 1. Alternatif Hlm | 1039 das-institute. Kode Alternatif UBS 0,5GR UBS 1GR UBS 2GR UBS 3GR UBS 4GR UBS 5GR UBS 10GR UBS 25GR UBS 50GR A10 UBS 100GR A11 ANTAM 0,5GR A12 ANTAM 1GR A13 ANTAM 2GR A14 ANTAM 3GR A15 ANTAM 5GR A16 ANTAM 10GR A17 ANTAM 25GR A18 ANTAM 50GR A19 ANTAM 100GR CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Menetapkan Kriteria. Atribut, dan Bobot Selain mendapatkan 19 data merk dan berat logam mulia emas, kegiatan wawancara juga menghasilkan kriteria, atribut dan bobot penilaian dalam pemilihan pengadaan barang logam mulia ini. Berikut adalah tabel kriteria pengadaan barang logam mulia emas PT. DBS, Kode Kriteria Fruktuasi Harga Penjualan Ketersediaan Waktu Ketersediaan Barang Tabel 2. Kriteria Atribut Biaya Keuntungan Keuntungan Keuntungan Bobot Fluktuasi Harga Kriteria ini diperlukan karena pergerakan harga emas yang berbeda-beda setiap harinya dan bisa mengalami kenaikan yang sangat signifikan dalam waktu singkat oleh karena itu Fluktuasi Harga sangat dibutuhkan dalam kriteria. Berikut adalah tabel nilai pada kriteria fluktuasi harga. Tabel 3. Kriteria Fluktuasi Harga Fluktuasi Harga (C. Bobot Harga Turun Harga Naik Harga Stabil Penjualan Kriteria penjualan dibutuhkan untuk melihat data yang paling banyak terjual setiap bulannya. Pada kriteria ini terdapat 3 nilai yaitu. Tabel 3. Kriteria Penjualan Penjualan (C. Bobot Rekapitulasi Penjualan Tren Permintaan Revenue Ketersediaan kondisi barang yang tersedia di supplier tidak selalu tersedia atau perlu mengikuti Indent (Pre-Orde. yang cukup lama bahkan bisa melewati waktu ketersediaan barang yang sudah di informasikan pada saat awal pemesanan. Pada kriteria ini terdapat 4 nilai yaitu. Tabel 4. Kriteria Ketersediaan Ketersediaan (C. Bobot Tersedia Indent /- 14 Hari Kerja Inden /- 22 Hari Kerja Stok Minimum Waktu Ketersediaan Barang Waktu Ketersediaan Barang yang sangat di butuhkan PT DBS agar selalu bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Terdapat 3 nilai pada kriteria ini yaitu. Hlm | 1040 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Tabel 5. Kriteria Waktu Ketersediaan Barang Waktu Ketersediaan Barang (C. Bobot Menghindari Keterlambatan Ketersediaan Stok Tepat Waktu Penyesuaian Permintaan Mendadak Membuat normalisasi matriks keputusan Pada tahap ini, langkah yang dilakukan mencari nilai ycycnyc dengan rumus sebagai berikut, ycUycnyc ycycnyc = ocyco ycn=1 ycUycnyc Matriks keputusan yang dinormalisasi didapatkan dari menjumlahkan seluruh nilai alternatif dan untuk setiap kriterianya akan dibagi dengan total kriteria. Dimana ycycnyc merupakan hasil matriks keputusan yang dinormalisasi, ycn adalah 1,2,3,. ,yco dan yc adalah 1,2,3,. , ycu Menentukan normalisasi bobot Berdasarkan dari bobot ycyc = . c1 , yc2 , yc3 . A , ycycu ) dimana ycyc adalah bobot kriteria untuk semua Oc = 1 = 1. Maka, normalitasi bobot matriks yaitu ycO, dimana ycycnyc = ycyc O ycycnyc . yc dan Menentukan matriks solusi ideal positif dan solusi ideal negatif Berikut adalah persamaa solusi ideal positif, ya = {. ax ycycnyc | yc OO yaA ), . in ycycnyc | yc OO yaA )ycn = 1,2,3. A , yc. ya = {. cO1 , ycO2 , ycO3 . A , ycOycu )} yaOe = {. in ycycnyc | yc OO yaA ), . ax ycycnyc | yc OO yaA ) ycn = 1,2,3. A , yc. yaOe = {. cO1 , ycO2 , ycO3 . A , ycOycu )} Menentukan Pemisahan Pemisahan disini adalah perhitungan jarak antara alternatif dengan solusi ideal positif dan solusi ideal Berikut adalah perhitungannya, ycu ycIya = oc. cOycnyc Oe ycOycn )2 yc=1 ycIya adalah perhitungan jarak antara alternatif dengan solusi ideal positif. ycu ycIya = oc. cOycnyc Oe ycOycn )2 yc=1 ycIyaOe adalah perhitungan jarak antara alternatif dengan solusi ideal negatif. Menentukan nilai preferensi Tahapan ini adalah untuk mendapatkan nilai preferensi pada tiap-tiap alternatif melalui rumus berikut. Hlm | 1041 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal ycOycn = ycIycnOe ycIycnOe ycIycn Dimana ycIycnOe adalah jarak antara alternatif dengan solusi ideal negatif dan ycIya adalah jarak antara alternatif dengan solusi ideal positif. Hasil dan Pembahasan Pada tahap pertama dan kedua yaitu Menetapkan alternatif dan Menetapkan kriteria, bobot, dan atribut. Berikut adalah tabel nilai dari kriteria dan bobot terhadap alternatif. Tabel 6. Nilai kriteria dan bobot terhadap alternatif KODE ALTERNATIF UBS 0,5GR UBS 1GR UBS 2GR UBS 3GR UBS 4GR UBS 5GR UBS 10GR UBS 25GR UBS 50GR A10 UBS 100GR A11 ANTAM 0,5GR A12 ANTAM 1GR A13 ANTAM 2GR A14 ANTAM 3GR A15 ANTAM 5GR A16 ANTAM 10GR A17 ANTAM 25GR A18 ANTAM 50GR A19 ANTAM 100GR Setelah mendapatkan data berupa nilai dari kriteria dan bobot terhadap alternatif, langkah selanjutnya adalah mencari nilai normalisasi matriks keputusan dimana, ycycnyc = ycUycnyc Oo Ocyco ycn=1 ycUycnyc Sebelum itu, hal yang kita lakukan adalah mencari tau nilai ocyco ycn=1 ycUycnyc setiap kolomnya seperti pada perhitungan di bawah ini, ycU1 = Oo72 102 72 32 72 102 102 72 102 72 32 102 102 72 102 72 102 72 32 ycU1 = 34,914 Hlm | 1042 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal ycU2 = Oo32 102 32 32 32 102 102 72 72 72 72 102 102 32 102 102 72 72 72 ycU2 = 32,985 ycU3 = Oo22 32 32 22 22 32 22 22 12 12 22 42 22 42 42 42 12 12 ycU3 = 11,269 ycU4 = Oo12 52 52 42 12 52 52 42 12 12 12 52 42 42 52 52 12 12 ycU4 = 15,716 Setelah diketahui nilai dari X1. X2. X3, dan X4 . langkah selanjutnya adalah membagi setiap nilai kolom 1 dengan X1, setiap nilai kolom 2 dengan X2, setiap nilai kolom 3 dengan X3, dan setiap nilai kolom 4 dengan X4. Berikut adalah matriks ycycnyc yang merupakan hasil perhitungan normalisasi matriks keputusan ycycnyc= Langkah selanjutnya adalah normalisasi bobot dengan cara mengalikan setiap nilai kriteria dengan bobot yang telah ditentukan yaitu C1 = 30%. C2 = 25%. C3 = 35%, dan C4 = 10%. Berikut adalah tabel hasil perhitungan ycycnyc = ycyc O ycycnyc . Hlm | 1043 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Tabel 7. normalisasi bobot Alternatif A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 Setelah mendapatkan normalisasi bobot, langkah selanjutnya adalah mencari nilai solusi ideal positif dan solusi ideal negatif. Bagi kriteria yang memiliki atribut biaya maka pada solusi ideal positif adalah mencari nilai terendah dari nilai normalisasi bobot di kriteria tersebut. Sedangkan kriteria yang memiliki atribut keuntungan maka pada solusi ideal positif adalah mencari nilai tertinggi dari nilai normalisasi bobot di kriteria tersebut. Pada solusi ideal negatif, kriteria yang memiliki atribut biaya maka cari nilai tertinggi dari nilai normalisasi bobot di kriteria tersebut. Sedangkan untuk kriteria yang memiliki atribut keuntungan maka cari nilai terendah dari nilai normalisasi bobot di kriteria tersebut. Tabel 7. Solusi Ideal Positif (A ) Tabel 8. Solusi Ideal Negatif (A-) yeAyeO yeAyeO Oe 0,0258 ycU1 Oe 0,0859 0,0758 ycU2 Oe 0,0227 0,1242 ycU3 Oe 0,0311 0,0318 ycU4 Oe 0,0064 Langkah selanjutnya setelah mendapatkan nilai dari solusi ideal positif dan solusi ideal negatif dari setiap kriteria adalah menghitung pemisahan dengan cara mencari jarak alternatif terbobot dengan solusi ideal Hlm | 1044 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal . cIycn ) . cIycn O. Berikut adalah hasil dari perhitungan ycIycn dan ycIycn Tabel 9. Pemisahan Alternatif Alternatif Positif (Si ) Alternatif Negatif (Si-) A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 Setelah mengetahui ycIycn dan ycIycn Oe setiap alternatif, langkah selanjutnya adalah menghitung nilai preferensi dengan cara ycIycn Oe dibagi dengan penjumlahan ycIycn ycIycnOe . Berikut adalah tabel dari hasil perhitungan nilai Tabel 10. Nilai Preferensi Hlm | 1045 das-institute. Alternatif Nilai Preferensi CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 Langkah terakhir setelah mendapatkan nilai preferensi setiap alternatif adalah melakukan perankingan terhadap alternatif tersebut disusun dari nilai preferensi tertinggi hingga terendah. Alternatif yang memiliki peringkat paling tinggi adalah barang yang paling dibutuhkan dalam pengadaan barang logam mulia emas di PT. DBS. Tabel 11. Perankingan Nama Alternatif Nilai Preferensi Peringkat ANTAM 10GR A16 ANTAM 1GR A12 ANTAM 5GR A15 ANTAM 3GR A14 UBS 1GR UBS 5GR ANTAM 0,5GR A11 ANTAM 100GR A19 UBS 2GR UBS 3GR UBS 10GR ANTAM 2GR A13 UBS 25GR UBS 0,5GR UBS 4GR UBS 100GR A10 ANTAM 50GR A18 UBS 50GR ANTAM 25GR A17 Hlm | 1046 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Penelitian ini menukan bahwa penggunaan metode TOPSIS dapat memberikan nilai dari setiap alternatif yang nantinya digunakan oleh pihak PT. DBS dalam pengadaan logam mulia emas. ANTAM 10 Gram menjadi barang yang paling direkomendasikan pada perhitungan ini untuk dilakukannya pembelian. Pada penelitian ini juga ditemukan terdapat 6 pasang alternatif yang memiliki nilai preferensi yang sama yaitu yaitu ANTAM 1 Gram dan ANTAM 5 Gram dengan nilai 0. UBS 1 Gram dan UBS 5 Gram dengan nilai 0. ANTAM 0,5 Gram dan ANTAM 100 Gram dengan nilai 0. UBS 0,5 Gram dan UBS 4 Gram dengan nilai 0. UBS 100 Gram dan ANTAM 50 Gram dengan nilai 274814327, dan terakhir yaitu UBS 50 Gram dan ANTAM 25 Gram dengan nilai 0. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menggunakan metode TOPSIS dengan studi kasus yaitu pengadaan barang. Kesimpulan Berdasarkan dari perankingan nilai preferensi setiap alternatif menghasilkan nilai yaitu logam mulia emas dengan merk ANTAM 10 Gram menjadi alternatif terbaik untuk dilakukan pengadaan barang logam mulia emas pada PT. DBS. Dan ANTAM 25 Gram menjadi barang diperingkat terakhir dari prioritas pengadaan barang pada PT. DBS. Pada perangkingan ini terdapat 6 pasang alternatif dengan nilai preferensi yang sama. Perhitungan penunjang keputusan pengadaan barang logam mulia emas ini digunakan sebagai alat bantu guna memaksimalkan keputusan PT. DBS dalam melakukan pengadaan logam mulia emas. Saran