Abdi Bhara Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Laman jurnal: http://ejurnal. id/index. php/abdibhara/index Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum Lidya Novega, 1* Rahman Amin, 2 Rahmat Saputra, 3 Gatot Efrianto, 4 Diah Narima Ambarrini, 5 Nur Komariah Ramadhani, 6 Rindra, 7 Agus Budiwaluyo 8 Fakultas Hukum. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Indonesia Email: lidyanovega22@gmail. com1, rahman. amin2013@gmail. saputra@dsn. id3, gefrianto212@gmail. diahnarima@gmail. com5, nurrammadhanii@gmail. com6, rindra. mytax@gmail. agusbudiwaluyo@gmail. *Penulis korespondensi Info Artikel: Diterima 28 Oktober 2025 Direvisi 10 Desember 2025 Disetujui 30 Desember 2025 Dipublikasi 30 Desember Kata kunci: Pelatihan. Penulisan. Artikel Ilmiah. Mahasiswa. Abstract: Scientific article writing training is one of the important strategies in improving the academic quality of students, especially in the Faculty of Law, where in the context of higher education, students are not only required to understand legal theory and practice, but must also be able to pour their thoughts in writing in the form of quality scientific But in reality, there are still many students who do not have adequate understanding and skills in compiling scientific articles according to academic standards and legal writing ethics, so it is important to hold article writing training for This training is designed to equip students with an understanding of the structure of legal scientific articles, starting from the selection of themes and titles, the preparation of abstracts, introductions, research methods, to discussion and conclusions, as well as the importance of avoiding plagiarism. This training method includes interactive lectures, discussions, and writing practices. The target to be achieved through this activity is to increase the ability of students to produce critical, analytical, and systematic legal scientific papers, which are expected to be worthy of being submitted in national or institutional journals. The output of this training is expected to produce activity reports and scientific articles compiled. Abstrak: Pelatihan penulisan artikel ilmiah merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa, khususnya di lingkungan Fakultas Hukum, di mana dalam konteks pendidikan tinggi, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori dan praktik hukum, tetapi juga harus mampu menuangkan pemikirannya secara tertulis dalam bentuk karya ilmiah Abdi Bhara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4. Nomor 2. Desember 2025, pp. DOI : https://doi. org/10. 31599/abdibhara. ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 2. December 2025 yang berkualitas. Namun kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan memadai dalam menyusun artikel ilmiah sesuai standar akademik dan etika penulisan hukum sehingga menjadi penting untuk mengadakan pelatihan penulisan artikel kepada mahasiswa. Pelatihan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai struktur artikel ilmiah hukum, dimulai dari pemilihan tema dan judul, penyusunan abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hingga pembahasan dan kesimpulan, serta pentingnya menghindari plagiarisme. Metode pelatihan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan praktik menulis. Target yang ingin dicapai melalui kegiatan ini ialah meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya tulis ilmiah hukum yang kritis, analitis, dan sistematis, yang diharapkan layak untuk diajukan dalam jurnal nasional atau Luaran menghasilkan laporan kegiatan serta artikel ilmiah yang disusun oleh peserta pelatihan sebagai kontribusi pada pengembangan ilmu hukum. A 2020 The Autor. Published by Faculty of Law. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Kemampuan menulis dan mempublikasikan karya ilmiah merupakan salah satu tolok ukur utama dalam menilai kompetensi akademik mahasiswa pada pendidikan (Sofian, 2. Menurut fungsinya, artikel ilmiah tidak hanya sebagai syarat kelulusan mahasiswa, tetapi juga sebagai media komunikasi dan deseminasi penting dalam menyebarluaskan hasil penelitian, ide/gagasan dan pemikiran kritis kepada masyarakat sehingga ilmu pengetahuan di pendidikan tinggi dapat memberikan kontribusi positif. Pada pendidikan tinggi hukum, keberadaan mahasiswa di Fakultas Hukum memiliki peranan yang signifikan, di mana mahasiswa mempelajari disiplin ilmu hukum yang merupakan ilmu yang berbasis pada teks dan argumentasi melalui proses pemikiran/penalaran secara logis yang memerlukan adanya pemikiran kritis terhadap suatu fenomena hukum yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang dituangkan dalam bentuk tulisan ilmiah yang terstruktur dan sistematis sesuai dengan ketentuan standar penulisan artikel ilmiah. Mengingat urgensinya yang sangat penting bagi mahasiswa, maka kemampuan menulis artikel ilmiah menjadi kemampuan yang semestinya dimiliki oleh mahasiswa, namun kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang menghadapi permasalahan fundamental dalam penulisan artikel ilmiah, antara lain kurangnya pemahaman terkait struktur dan format artikel ilmiah, keterbatasan kemampuan Pelatihan Penulisan Artikel ilmiah Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 2. December 2025 dalam melakukan penelitian hukum, serta kurangnya pelatihan penulisan artikel (Sari & Wahyuni, 2. Dari hasil riset yang ada menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah dapat diatasi dengan adanya intervensi yang terstruktur melalui kegiatan pelatihan yang difokuskan pada upaya meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan mahasiswa dalam menulis artikel, serta mendorong mahasiswa agar produktif dalam mempublikasikan hasil penelitian dan pemikirannya dalam bentuk artikel ilmiah. (Asmaroini & Cahyono, 2. Terkait hal tersebut, kegiatan pelatihan penulisan artikel bagi mahasiswa tidak hanya terbatas pada aspek teknis saja, tetapi juga secara mendasar pada upaya membantun integritas akademik mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang mematuhi ketentuan dan etika akademik yang berlaku sehingga artikel ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa dapat terhindar dari bentuk-bentuk perbuatan yang dilarang, terutama tindakan plagiarisme yang menjadi hal yang mendasar dalam karya ilmiah. (Fatkhuri & Nurdin, 2. Sehubungan dengan itu, seiring dengan perkembangan teknologi dewasa ini, menjadi suatu tantangan yang dihadap bagi mahasiswa sebagai bagian dari kalangan akademisi di perguruan tinggi, khususnya terkait dengan penggunaan teknologi pendukung dalam penulisan artikel ilmiah seperti aplikasi manajemen referensi contohnya Mendeley. (Hafizd, 2. Selain itu, kehadiran teknologi artificial intelligence menjadi suatu persoalan penting terkait dengan permasalahan orisinalitas karya ilmiah. (Mardikawati et al. , 2. Hal penting lainnya dalam penulisan artikel ilmiah adalah aspek metodologis dan pedagogis, di mana dengan adanya pemahaman terhadap struktur penulisan artikel ilmiah yang sistematis menjadi penting bagi mahasiswa sehingga mampu mengetahui dan memahami metode penulisan artikel ilmiah yakni metode IMRAD (Introduction. Methods. Results, and Discussio. yang dapat membantu mahasiswa dalam menghasilkan artikel ilmiah secara lebih efektif dan terstuktur. (Michael. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan model pelatihan yang tidak hanya memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait dengan materi penulisan artikel ilmiah, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah secara terstruktur dan berkelanjutan. (Mujahidin, 2. Kemudian, perlu adanya pendampingan secara intensif kepada mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan dalam menulis artikel ilmiah. (Rizqa et al. , 2. Lebih lanjut, kegiatan pelatihan juga semestinya dipandang sebagai salah satu sarana pemberdayaan mahasiswa bersama-sama dengan kalangan akademisi lainnya di perguruan tinggi dalam menghasilkan publikasi artikel ilmiah. (Haryanti et al. , 2. Selain itu, pelatihan penulisan artikel ilmiah sebagai upaya untuk membangun jaringan dan dukungan akademik . cademic support networ. yang kolaboratif antara mahasiswa, dosen, dan peneliti (Erlianti et Lidya Novega, dkk ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 2. December 2025 , 2. Berdasarkan uraian tersebut di atas, kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah ini direncanakan dan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Fakultas Hukum terkait dengan kemampuan dalam menulis dan publikasi artikel ilmiah, di mana pelatihan ini dapat secara komprehensif memberikan keterampilan teknis, pemahaman metodologis, dan kesadaran mahasiswa terkait etika penulisan artikel ilmiah sesuai dengan standar dan ketentuan etika akademik. (Sari & Wahyuni. Adapun tujuan kegiatan pelatihan penulisan artikel ini adalah. Pertama, untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai prinsip dan kaidah penulisan artikel ilmiah yang sesuai standar akademik. Kedua, untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan, dan menuliskan hasil penelitian hukum secara ilmiah. dan Ketiga, untuk menyediakan pelatihan praktis yang berfokus pada teknik penulisan yang menjunjung tinggi nilai orisinalitas dan menghindari METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan penulisan artikel ilmiah bagi mahasiswa Fakultas Hukum ini dengan cara memberikan pelatihan secara langsung kepada peserta pelatihan . irect training worksho. di lokasi kegiatan, di mana kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah ini sesuai dengan perenccanaan yang telah dibuat oleh tim pelaksana secara umum terdiri dari empat tahapan, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, dan tahap pelaporan. Pada tahap pertama, adalah tahap persiapan yang merupakan faktor penentu atau kunci keberhasilan dari suatu kegiatan, yang diawali dengan analisis situasi dan kebutuhan dengan cara pengumpulan data awal terkait kondisi pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang penulisan artikel ilmiah melalui observasi dan Dari hasil data awal tersebut, kemudian ditetapkan tujuan pelatihan dan penyusunan materi pelatihan mencakup pemahaman tentang artikel ilmiah termasuk metode IMRAD (Michael, 2. Materi pelatihan lainnya adalah tentang strategi untuk menghindari plagiarisme dalam penulisan artikel ilmiah. (Fatkhuri & Nurdin, 2. Kemudian materi tentang penggunaan teknologi pendukung pengelolaan referensi seperti Mendeley yang membantu dalam penyusunan referensi artikel ilmiah. (Hafizd, 2. , maupun penggunaan teknologi artificial intelligence untuk membantu mahasiswa dalam mencari dan mengumpulkan referensi, serta dalam pengolahan bahan-bahan yang berkaitan dengan artikel ilmiah. (Mardikawati et al. , 2. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan kegiatan, di mana pada tahap ini Tim Pelaksana mulai melaksanakan kegiatan pelatihan sesuai dengan rencana yang telah dibuat dengan cara menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan secara interaktif dengan memadukan teori dan praktik, di mana sebelum penyampaian materi Pelatihan Penulisan Artikel ilmiah Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 2. December 2025 pelatihan, peserta diberikan pre-test untuk mengukur sejauhmana pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan terkait dengan tema atau topik pelatihan yang akan (Prasetyo, 2. Pada sesi penyampaian materi. Tim Pelaksana yang telah ditunjuk sebagai pemateri menyampaikan materi pelatihan secara komprehensif dengan media presentasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman. Peserta pelatihan juga diberikan kesempatan untuk mempraktikan secara langsung materi pelatihan penulisan artikel ilmiah yang telah diterima sehingga peserta pelatihan mendapatkan pengalaman langsung dari praktik yang dilakukannya dibawah bimbingan pemateri. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi, di mana pada tahap ini Tim Pelaksana melaksanakan evaluasi secara menyeluruh dengan tujuan untuk mengukur efektivitas dan dampat pelatihan yang telah dilaksanakan. Untuk melakukan evaluasi, tim pelaksana menggunakan instrumen berupa hasil pre-test dan post-test yang telah diberikan oleh Tim Pelaksana kepada peserta pelatihan, di mana analisis terhadap hasil tes tersebut dapat memberikan gambaran secara kuantitatif terkait pengetahuan dan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. (Prasetyo, 2. Tahap keempat adalah tahap pelaporan, di mana pada tahap ini Tim Pelaksana akan membuat laporan hasil pelaksanaan kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah yang telah selesai dilaksanakan. Pelaporan yang terstruktur merupakan sarana yang digunakan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan. (Sofian, 2. Laporan hasil pelaksanaan kegiatan berisi uraian tentang pelaksanaan kegiatan dimulai dari awal hingga akhir kegiatan pelatihan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. ANALISIS SITUASI Mahasiswa Fakultas Hukum merupakan generasi muda, penerus cita-cita perjuangan bangsa dan Negara Indonesia di masa yang akan datang, sudah semesetinya memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni, serta ditunjang dengan keterampilan praktis salah satunya kemampuan untuk menulis artikel ilmiah sebagai sarana untuk menyampaikan ide, gagasan atau pemikirannya di bidang hukum terhadap berbagai permasalahan-permasalahan hukum yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Kenyataannya, pengetahuan dan kemampuan mahasiswa Fakultas Hukum tentang penulisan artikel ilmiah masih sangat rendah, salah satu penyebabnya karena kurangnya kegiatan pelatihan penulisan artikel bagi mahasiswa sehingga mahasiswa kurang memiliki kesempatan untuk memperoleh materi tentang penulisan artikel Selain itu, materi tentang penulisan artikel ilmiah tidak menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi sehingga secara akademik mahasiswa tidak mendapatkan materi penulisan artikel ilmiah di kampus. Lidya Novega, dkk ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 2. December 2025 Adapun kondisi awal pengetahuan dan pemahaman mahasiswa Fakultas Hukum tentang penulisan artikel ilmiah, antara lain sebagai berikut: Belum mengetahui dan memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan artikel ilmiah, tujuan dan fungsinya. Belum mengetahui dan memahami dengan baik format atau sistematika penulisan artikel ilmiah. Belum mengetahui dan memahami dengan baik teknik penulisan artikel ilmiah. Belum mengetahui dan memahami dengan baik etika akademik dalam penulisan artikel ilmiah. Belum mengetahui dan memahami dengan baik teknik publikasi artikel ilmiah pada jurnal ilmiah. SOLUSI DAN LUARAN Untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan tentang penulisan artikel ilmiah. Tim Pelaksana memberikan materi yang secara langsung berkaitan dengan teknik penulisan artikel ilmiah sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah, di mana Tim Pelaksana menyampaikan materi kepada peserta pelatihan dengan menggunakan bahasa yang simpel sehingga dapat dengan mudah dimengerti oleh peserta pelatihan. Adapun materi yang disampaikan oleh Tim Pelaksana dapat diuraikan dalam pembahasan di bawah ini. Teknik Penulisan Judul dan Abstrak Penulisan artikel yang efektif diawali dengan perumusan judul artikel ilmiah sesuai dengan tema, di mana judul memegang peranan penting dalam penulisan artikel ilmiah karena judul berfungsi sebagai pintu gerbang utama yang menentukan apakah pembaca tertarik untuk menelaah lebih lanjut isi artikel ilmiah. Judul yang baik harus dirumuskan secara cermat agar mampu mempresentasikan keseluruhan isi artikel secara akurat, di mana dalam pelatihan, ditekankan judul artikel yang efektif harus spesifik, informatif dan singkat. (Prasetyo, 2. Peserta pelatihan kemudian dilatih untuk mengetahui dan mematuhi kaidahkaidah dalam penulisan artikel ilmiah, yakni perumusan judul sesuai dengan template atau gaya selingkung jurnal tujuan, judul harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta baku sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia, judul tidak terlalu panjang atau tidak lebih dari 12 hingga 15 kata. (Anwar, 2021. FSD UNM, 2. Ketentuan judul lainnya, judul harus dicetak tebal, posisi di tengah halaman, dan tidak menggunakan garis bawah. Setelah perumusan judul, komponen artikel berikutnya adalah abstrak yang merupakan intisari atau rangkuman dari keseluruhan isi artikel ilmiah. (Huda, 2. Secara umum, abstrak berfungsi untuk memberikan gambaran cepat dan komprehensif kepada pembaca, di mana dalam pelatihan ditekankan bahwa abstrak harus ditulis dalam satu paragraf utuh, tanpa menjorok ke dalam paragraf, dan format rata kanan-kiri Pelatihan Penulisan Artikel ilmiah Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 2. December 2025 . Menurut standar publikasi saat ini, abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, dengan panjang 200 hingga 250 kata. (Sofian, 2. Substansi abstrak terdiri dari tiga substansi utama yakni latar belakang berisi uraian singkat inti permasalahan, metode yang menjelaskan cara atau pendekatan penelitian, dan hasil yang merupakan bagian terpenting artikel berisi temuan atau hasil penelitian, dan seringkali ditambahkan kesimpulan. (Huda, 2018. Hidayah & Sulasmi. Pada bagian akhir abstrak ditambahkan kata kunci sebagai konsep, topik atau istilah penting yang berfungsi mempermudah pencarian artikel dalam sistem pengindeksan . (Sari & Wahyuni, 2. Teknik Penulisan Pendahuluan Setelah Tim Pelaksana memberikan materi tentang teknik penulisan judul dan abstrak, kemudian Tim Pelaksana menyampaikan materi tentang teknik penulisan pendahuluan atau latar belakang, di mana bagian ini merupakan hal yang krusial karena berfungsi untuk membangun konteks dan meyakinkan pembaca mengenai pentingnya penelitian yang dilakukan. Materi pelatihan menekankan bahwa pendahuluan harus ditulis dengan menggunakan alur berpikir secara deduktif dari hal-hal umum kemudian mengerucut ke hal-hal khusus seperti segitiga terbalik. (Umar, 2. Substansi penting lainnya dalam pendahuluan adalah justifikasi atau rasional penelitian, dalam hal ini dasar argumentasi yang melatarbelakangi mengapa penelitian dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat, terutama kesenjangan antara apa yang seharusnya . dan kenyataan yang terjadi dalam masyarakat . Kesenjangan antara norma hukum dan realitas di masyarakat tersebut yang menjadi sumber masalah dalam penelitian di bidang ilmu hukum. (Bintoro, 2017. Prasetyo, 2. Untuk memperkuat argumentasi terkait kesenjangan yang terjadi tersebut, maka pendahuluan didukung dengan data-data hasil riset sebelumnya atau data yang berasal dari instansi yang berkompeten, serta tinjauan pustaka yang relevan dengan permasalahan yang berfungsi untuk menentukan penelitian yang sudah ada . tate of the ar. dan menunjukkan bahwa permasalahan yang diteliti belum dibahas oleh penelitian terdahulu, di mana penulis dapat secara efektif membuktikan nilai kebaruan . dan kontribusi dari artikel yang ditulis. (Aditya, 2. Pada bagian akhir pendahuluan atau latar belakang harus menguraikan urgensi penelitian yang dilakukan dan merumuskan tujuan dari penelitian, di mana tujuan penelitian berfungsi sebagai penutup logis yang memberi informasi kepada pembaca secara pasti apa yang ingin dicapai oleh penulis dalam artikel tersebut. (Umar, 2. Urgensi dan tujuan penelitian pada pendahuluan atau latar belakang ditulis dengan menggunakan kalimat yang singkat, padat dan jelas yang berisi inti dari permasalahan yang akan dijawab dalam artikel. Lidya Novega, dkk ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 2. December 2025 Teknik Penulisan Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu bagian artikel ilmiah yang menjadi materi berikutnya yang disampaikan oleh Tim Pelaksana kepada peserta pelatihan, mengingat dari temuan awal bahwa mahasiswa Fakultas Hukum sering mengalami kerancuan dalam metodologi penelitian. Dalam pelatihan, ditekankan bahwa metode penelitian hukum secara fundamental memiliki perbedaan dengan penelitian ilmu sosial, terdiri dari penelitian hukum normatif dan empiris yang menentukan seluruh alur, sumber data, dan analisis. (Marzuki, 2017. Soekanto & Mamudji, 2. Materi pelatihan selanjutnya menekankan bahwa metode penelitian hukum normatif berfokus pada penelitian kepustakaan . ibrary researc. , dan penelitian empiris yang berfokus pada penelitian lapangan . ield reseac. Dalam penelitian hukum dapat menggunakan beberapa pendekatan, yakni pendekatan perundangundangan . tatute approac. , pendekatan kasus . ase approac. , pendekatan perbandingan . omparative approac. , dan pendekatan konseptuan . onseptual (Ishaq, 2017. Sunggono, 2. Kemudian peserta pelatihan dibimbing untuk melakukan identifikasi dan memilih bahan-bahan hukum yang akan digunakan dalam penulisan artikel ilmiah dalam bidang hukum, yakni bahan hukum primer yaitu bahan hukum yang bersifat mengikat seperti peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder yaitu bahan hukum yang menjelaskan bahan hukum primer, dan bahan hukum tersier yaitu bahan hukum yang menjelaskan bahan hukum primer dan sekunder seperti kamus atau ensiklopedia. (Hidayat, 2. Selanjutnya. Tim Pelaksana menyampaikan materi tentang teknik pengumpulan bahan hukum yakni melalui penelitian kepustakaan . ibrary researc. dan penelitian lapangan . ield researc. , sesuai dengan jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian hukum normatif atau empiris. Bahan-bahan hukum kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis hukum kualitatif dengan cara melakukan interpretasi, penalaran dan argumentasi logis untuk menjawab permasalahan atau isu hukum yang diajukan dalam penelitian. (Khakim, 2. Teknik Penulisan Pembahasan Pembahasan merupakan bagian inti atau utama dari artikel ilmiah, di mana dalam pelatihan ini. Tim Pelaksana menyampaikan bahwa pembahasan berfungsi untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian. Pembahasan menjadi bagian krusial karena berisi keaslian dan kebaruan, serta kontribusi ilmiah berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan. (Kurniawan, 2. Peserta pelatihan kemudian dibimbing cara berpikir dan menganalisis secara sistematis dan berargumentasi secara logis sesuai fakta hukum yang valid. Pelatihan Penulisan Artikel ilmiah Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 2. December 2025 Materi pelatihan selanjutnya adalah bagaimana melakukan analisis sesuai dengan metode pendekatan yang digunakan, misalnya pendekatan perundang-undangan, maka analisis dilakukan dengan mengkaji kesenjangan antara hukum yang seharusnya dengan fakta kenyataan yang terjadi, di mana pendekatan perundang-undangan juga dapat digunakan untuk menganalisis sinkronisasi atau konflik norma adalah metode standar dalam penelitian hukum untuk menjawab isu hukum yang diajukan dalam penelitian. (Prasetyo, 2. Selanjutnya, peserta pelatihan diberikan materi tentang cara menyusun pembahasan yang telah dilakukan melalui analisis bahan-bahan hukum dan interpretasi atau menafsirkan temuan-temuan hasil penelitian, lalu menghubungkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan penelitian sebelumnya sehingga hasil pembahasan dapat secara eksplisit menunjukkan perbedaan atau nilai kebaruan yang diperoleh dari hasil penelitian sehingga hasil penelitian memberikan manfaat dan tambahan referensi yang (Suhartono, 2. Melalui penyajian hasil penelitian yang telah dilakukan dengan penelitianpenelitian terdahulu, maka penulis dapat memberikan bahan masukan dan mengklaim nilai kebaruan . dari penelitian yang telah dilakukan tersebut, dan sebagai temuan yang signifikan dalam penelitiannya (Adijaya & Winarso, 2. Dengan adanya temuan-temuan hasil penelitian yang disajikan dalam pembahasan artikel, maka hasil penelitian dapat memberikan kontribusi pengembangan ilmu hukum sesuai dengan dinamika perkembangan situasi masyarakat. Teknik Penulisan Kesimpulan dan Etika Sitasi Materi terakhir yang disampaikan kepada peserta pelatihan adalah teknik penulisan kesimpulan dan etika dalam melakukan sitasi bahan-bahan referensi dalam artikel ilmiah, di mana kesimpulan merupakan jawaban lugas dan sintesis atas rumusan masalah atau tujuan penelitian yang telah diajukan. (Faiz, 2. Dalam penyampaian materi, peserta pelatihan ditekankan untuk membuat kesimpulan secara singkat, padat dan jelas, serta menghindari pengulangan kalimat yang sama persis dengan uraian pada bagian pembahasan sebelumnya. Setelah kesimpulan dibuat, selanjutnya adalah memberikan saran-saran yang konstruktif sesuai dengan temuan-temuan hasil penelitian, di mana dalam pelatihan, peserta pelatihan dibimbing untuk menyusun saran yang bersifat konkret dan operasional, berarti mudah untuk dilakukan oleh pihak yang dituju. Saran yang baik selain bersifat operasional dan aplikatif, juga konstruktif kepada pihak-pihak tertentu untuk melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan temuan hasil penelitian yang telah (Universitas Brawijaya, n. Deepublish, 2. Hal terpenting lainnya dalam penulisan artikel ilmiah adalah etika sitasi untuk menghindari plagiarisme, di mana dalam pelatihan ini, peserta diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang cara untuk mengutip karya ilmiah orang lain sesuai dengan Lidya Novega, dkk ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 2. December 2025 pedoman pengutipan yang berlaku, mengingat tindakan mengambil ide atau karya orang lain tanpa mencantumkan sumbernya adalah suatu bentuk pelanggaran akademik yang (Hidayat, 2. Oleh karena itu, teknik kutipan yang benar menjadi strategi utama untuk menghindari plagiarisme. (Purwoko, 2. Dalam melakukan pengutipan karya orang lain, peserta pelatihan dibimbing cara mengutip baik dengan kutipan langsung yakni menyalin naskah sumber tanpa melakukan perubahan, atau dengan kutipan tidak langsung yakni dengan menggunakan kata-kata atau kalimat sendiri, tetapi sumber rujukan wajib untuk dicantumkan dalam tulisan tersebut. (Hardiansyah, 2. Dengan memahami teknik mengutip dengan baik dan benar, maka mahasiswa dapat terhindar dari tindakan plagiarisme terhadap ide atau karya orang lain. Kemudian, untuk mengelola referensi, maka peserta pelatihan juga diajarkan cara pencantuman kutipan baik dengan menggunakan format bodynote, maupun dengan menggunakan catatan kaki . Selanjutnya, untuk memastikan akurasi dan konsistensi penerapan gaya kutipan, maka dapat menggunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero(Hardiansyah, 2. , dan mahasiswa secara signifikan meningkatkan kemampuannya dalam menulis artikel secara terstruktur dan (Hafizd, 2022. Mardikawati et al. , 2. Hasi Pelaksanaan Kegiatan Salah satu instrumen untuk mengukur dampak pelaksanaan kegiatan adalah dengan menggunakan evaluasi kuantiatif melalui pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan, di mana instrumen tes ini untuk mengukur pemahaman dasar peserta kegiatan tentang definisi artikel ilmiah, struktur IMRAD, metodologi, referensi valid, dan konsep plagiarisme (Aditya, 2. , sehingga dapat diketahui apakah kegiatan pelatihan telah mencapai tujuan yang diharapkan yakni peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta. Berdasarkan hasil pelaksanaan pre-test dan post-test yang diberikan oleh Tim Pelaksana kepada peserta pelatihan sebanyak 30 . iga pulu. orang, menunjukkan bahwa kondisi awal pengetahuan peserta terkait dengan artikel ilmiah masih rendah dengan skor 45 dari 100, di mana hasil tersebut berarti bahwa pemahaman awal mahasiswa mengenai penulisan artikel ilmiah masih rendah. Kemudian, setelah mengikuti pelatihan, hasil post-test peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan menjadi skor 88 dari 100, yang dapat dilihat dari tabel sebagai berikut: Pelatihan Penulisan Artikel ilmiah Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 2. December 2025 Tabel 1. Rekapitulasi Nilai Pre-Test dan Post-Test (Skala . Keterangan Nilai Rata- Nilai Rata- Nilai Rata- Peningkatan Peningkatan Rata Pre- Rata Post- (Poi. (Persentas. Test Test Rata Sumber: Diolah dari hasil Pre-Test dan Post-Test. Dari rekapitulasi nilai Pre-Test dan Post-Test tersebut di atas, bahwa sebelum mendapatkan materi pelatihan, pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan masih rendah dengan skor 45, dan setelah menerima materi pelatihan, telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang penulisan artikel ilmiah yang dapat dilihat dari peningkatan skor menjadi 88, di mana terjadi peningkatan sebesar 95,5%. Hal tersebut berarti bahwa kegiatan pelatihan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang penulisan artikel ilmiah. KESIMPULAN Berdasarkan uraian-uraian pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut di atas, dapat disimpulkan. Pertama, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan penulisan artikel ilmiah ini secara umum berjalan dengan baik dan lancar mulai dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan, di mana peserta yang mengikuti kegiatan sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan yang dapat dilihat dari partisipasi aktif dalam diskusi interaktif selama kegiatan. Kedua, kegiatan ini telah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa Fakultas Hukum yang menjadi peserta pelatihan yang dapat dilihat dari hasil pelaksanaan pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan tentang teknik penulisan artikel ilmiah sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menempuh studi di Fakultas Hukum dan untuk menghasilkan publikasi artikel ilmiah yang berkualitas. Saran yang dapat diberikan. Pertama, kepada institusi pendidikan tinggi kiranya dapat mengadakan kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah secara berkelanjutan sehingga dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam penulisan artikel ilmiah. Kedua, kepada mahasiswa kiranya dapat berpartisipasi secara aktif untuk mengikuti kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah dan mengubah cara pandang terkait urgensi publikasi artikel ilmiah khususnya dalam bidang hukum sehingga dapat menjadi bekal ketika lulus kuliah. UCAPAN TERIMA KASIH Tim Pelaksana mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Rektor dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, atas dukungan yang telah diberikan sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar, dan kepada Lidya Novega, dkk ABDI BHARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 4 Issue 2. December 2025 mahasiswa sebagai peserta kegiatan yang telah mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan tertib dan lancar. DOKUMENTASI KEGIATAN PELATIHAN DAFTAR PUSTAKA