4099 JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 PERILAKU KEWIRAUSAHAAN DITINJAU WIRAUSAHA UMKM DI SALATIGA DARI SELF-EFFICACY PADA WANITA Oleh Menur Hidayati Anggoro Wani1. Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati2 1,2Fakultas Psikologi. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga E-mail: 1menurhaw@gmail. com, 2ratriana. kusumiati@uksw. Article History: Received: 04-06-2023 Revised: 25-06-2023 Accepted: 11-07-2023 Keywords: Self-efficacy. Perilaku Kewirausahaan Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara self-efficacy dan perilaku kewirausahaan pada wanita wirausaha UMKM di Salatiga. Hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara self-efficacy dengan perilaku kewirausahaan pada wanita wirausaha di Kota Salatiga. Sebanyak 50 subjek penelitian yang memenuhi kriteria dipilih melalui teknik purposive total sampling dari wanita pelaku UMKM di Salatiga. Pengumpulan data dilakukan dengan skala self-efficacy dan skala perilaku kewirausahaan. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson antara dua variabel didapatkan nilai r 0,524 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 . <0,. Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima yaitu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dengan perilaku kewirausahaan pada wanita wirausaha UMKM di Salatiga. Variabel selfefficacy memberikan sumbangan efektif sebesar 27,5% yang berarti 27,5% dari variasi yang terjadi pada variabel self-efficacy dapat dijelaskan, sedangkan sisanya 72,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Semakin tinggi self-efficacy maka semakin tinggi perilaku kewirausahaan pada wanita wirausaha sebaliknya, semakin rendah selfefficacy maka semakin rendah perilaku kewirausahaan pada wanita wirausaha. PENDAHULUAN Pesatnya perkembangan ekonomi di dunia membuat taraf keadaan hidup penduduk terus meningkat. Dengan kondisi ini tingkat pegangguranpun meningkat pesat, sehingga banyak manusia memilih jalur wirausaha untuk mencapai kesuksesan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada penduduk usia 20-24 tahun sebesar 17,66% pada Februari 2021, meningkat 3,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 14,3%. Peningkatan TPT terbesar kedua ada pada penduduk usia 25-29 tahun. Pada Februari 2021. TPT kelompok usia ini sebesar 9,27%, meningkat 2,26% dibanding periode yang sama tahun a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 lalu sebesar 7,01%1. Tingkat pengangguran yang semakin tinggi membuat dampak negatif pula bagi negara. Berwirausaha atau membangun UMKM mampu menyerap tenaga kerja dalam skala yang cukup besar, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkat sehingga hal ini dapat mengurangi tingkat pengangguran. Dari sinilah terlihat bahwa keberadaan wirausaha atau UMKM mampu menjadi sebuah wadah bagi masyarakat untuk bekerja. Perilaku wirausaha meliputi sikap percaya diri, berani dalam mengambil resiko, kepemimpinan, berorientasi tugas dan hasil, berorientasi pada masa depan, dan keatif serta Sedangkan menurut Sukardi . mengungkapkan bahwa perilaku kewirausahaan adalah perilaku berdagang yang didominasi oleh motivasi yang kuat dalam mencoba, mendirikan, atau mengembangkan usaha baru. Melihat peluang berwirausaha yang semakin diperhatikan pemerintah banyak pula masyarakat yang sadar dan ingin menyalurkan waktunya untuk melakukan kegiatan berwirausaha. Tidak hanya laki-laki, banyak pula wanita yang terjun dalam kegiatan wirausaha. Kondisi sosial ekonomi sedang lemah serta sulitnya mencari pekerjaan di sektor pemerintahan atau pegawai negeri sipil yang membutuhkan berbagai persyaratan menguatkan peluang bagi wanita untuk membentuk usaha pribadi melalui gagasan dan ketrampilan yang dimiliki. Perkembangan kewirausahaan wanita di negara berkembang seperti Indonesia sangat berpotensi sebagai motor utama pendorong proses pemberdayaan wanita dan transformasi sosial (Tambunan, 2. Kebanyakan alasan wanita berwirausaha adalah ingin meningkatkan penghasilan untuk menambah pendapatan keluarga terutama melalui usaha rumah tangga skala kecil dengan waktu yang sangat flexible. Hal yang paling penting yang harus diperhatikan adalah kepercayaan diri wanita melakukan kegiatan wirausaha. Dalam hal ini faktor self-efficacy sangat dibutuhkan setiap wanita supaya mampu bersaing dan melakukan aktivatas wirausaha. Gunawan . mengungkapkan selfAeefficacy merupakan faktor individu yang mempengaruhi perilaku Bandura . mengungkapkan selfAeefficacy atau efikasi diri sebagai bagian dari sikap kepribadian, yaitu berhubungan dengan keyakinan pribadi mengenai kompetensi serta kemampuan diri. Penelitian yang dilakukan oleh Bandura . menunjukkan bahwa perempuan memiliki efikasi diri yang tinggi dalam mengatur peran Self-efficacy yang tinggi cenderung dimiliki oleh perempuan yang memiliki peran selain sebagai ibu rumah tangga dibandingkan dengan laki-laki yang bekerja. Perempuan yang memiliki self-efficacy yang tinggi tentunya tidak akan terpengaruh oleh stereotip di masyarakat karena dia memiliki keyakinan untuk sukses dalam berwirausaha. Self-efficacy merupakan keyakinan individu dalam melakukan tindakan untuk mencapai suatu hasil Self-efficacy yang tinggi akan berdampak semakin baiknya perilaku kewirausahaan, mampu menyelesaikan dan mempertahankan usaha dengan penuh keyakinan. Berbagai penelitian yang terkait antara self-efficacy terhadap perilaku kewirausahaan menunjukkan hasil yang positif dimana adanya hubungan self-efficacy dengan perilaku Penelitian ini merupakan penelitian yang bersumber dari referensi penelitian terdahulu yang mengungkap tentang Perilaku Kewirausahaan Ditinjau dari Self1 https://databoks. id/datapublish/2021/08/31/bps-tingkat-pengangguran- anak-muda-semakin-tinggi-saat-pandemi a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Efficacy pada Wanita Wirausaha UKM di Kecamatan Banyumanik Semarang, yaitu penelitian Desti Setyawati . yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara selfefficacy dengan perilaku kewirausahaan pada wanita wirausaha di Kecamatan Banyumanik Semarang. Penelitian ini penting untuk dilaksanakan mengingat besarnya pengaruh UMKM terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi. Di sisi lain peran perempuan di dunia usaha semakin berkembang, karenanya perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara self-efficacy dengan perilaku kewirausahaan pada wanita pelaku UMKM di Salatiga. LANDASAN TEORI Definisi Perilaku Kewirausahaan Perilaku merupakan respons/reaksi seorang individu terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun dalam dirinya (Sarwono, 2. Psikologi cenderung memandang perilaku manusia . uman behavio. sebagai reaksi yang dapat bersifat sederhana maupun kompleks. Sedangkan menurut Suryana . kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumberdaya untuk mencari peluang menuju sukses. Perilaku Kewirausahaan yaitu perilaku berdagang yang dipengaruhi dorongan yang kuat untuk berusaha, usaha untuk mendirikan atau mengembangkan usaha baru Sukardi . Karakteristik Perilaku Kewirausahaan Karakteristik wirausaha milik Sukardi . Alat ukur ini dipilih berdasar pertimbangan karakteristik subjek penelitian. Perilaku Instrumental Perilaku yang selalu mencari sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk kebaikan usahanya, selalu tanggap pada peluang, serta mencapai tujuan yang ingin dicapai Perilaku Prestatif Perilaku yang menunjukan individu dalam berbagai situasi yang selalu tampil lebih baik, lebih efektif dari pada yang sebelumnya, serta menyenangi tantangan. Perilaku Lues dalam Bergaul Perilaku yang selalu berusaha beradaptasi atau menyesuaikan diri dalam segala Aktif bersosialisasi, agar hubungannya dalam membina relasi dapat berjalan baik dan erat. Perilaku Kerja Keras Perilaku yang tidak mudah menyerah sebelum menyelesaikan pekerjaan. Individu yang bekerja keras akan mengutamakan kerja dan mengisi waktu yang ada untuk kepentingan pribadi dan usahanya, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Perilaku Keyakinan Diri Perilaku yang percaya diri atau yakin atas kemampuan yang dimiliki, sehingga bekerja dengan baik tanpa ragu-ragu dan selalu optimis untuk mencapai kesuksesan. Perilaku Pengambilan Risiko Perilaku yang harus punya keberanian mengambil risiko, dituntut untuk cermat dan berhati-hati dalam memperhitungkan risiko yang akan dihadapi. Perilaku Swa Kendali Perilaku yang merujuk pada pribadi seorang wirausaha yang memutuskan kapan dia a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 harus bekerja lebih keras, kapan dia harus meminta bantuan kepada orang lain, dan kapan dia harus merubah strategi dalam bekerja dalam menghadapi hambatan. Perilaku Inovatif Perilaku yang selalu berpandangan ke depan untuk mencari cara atau teknik baru untuk membuat usahanya berkembang. Berusaha mengembangkan ide-ide baru dan tidak terfokus pada pola lama Perilaku Mandiri Perilaku yang mempunyai tanggung jawab pribadi. Selain itu juga tidak bergantung kepada orang lain, serta pengerjaannya sesuai dengan yang diinginkan. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Perilaku Kewirausahaan Menurut Aviram . alam Gunawan, 2. perilaku kewirausahaan dipengaruhi beberapa faktor, yaitu : Pengetahuan (Knowledg. Dasar guna mengubah serta membentuk perilaku, melalui pengetahuan yang cukup dapat memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Kecenderungan untuk Berwirausaha (Inclination to Enterpreneurshi. Inklinasi untuk berwirausaha sangat penting karena faktor ini dapat meningkatkan kesadaran seseorang akan peluang berbisnis atau kemampuan usahanya. Efikasi Diri (Self - Efficac. Keyakinan pada diri seseorang tentang potensi yang dimilikinya untuk melakukan sesuatu sehingga membentuk perilaku yang sesuai dengan harapan yang diinginkan. Kebutuhan Pencapaian (Achievement Need. Kebutuhan akan pencapaian yang lebih baik. Kecenderungan untuk Bertindak (Propensity to Ac. Definisi Self-Efficacy Menurut Bandura . mengungkapkan self-efficacy atau efikasi diri sebagai bagian dari sikap kepribadian, yaitu yang berhubungan dengan keyakinan pribadi mengenai kompetensi serta kemampuan diri. Aspek-aspek Self-Efficacy Ada empat aspek yang berkaitan dengan self-efficacy menurut Bandura . , yaitu: Proses Kognitif Kognitif adalah keahlian individu membayangkan cara-cara yang dipakai serta merencanakan tindakan yang hendak diambil untuk mencapai tujuannya, sehingga semakin kuat komitmen individu tersebut terhadap tujuannya. Proses Motivasi Sebagian besar motivasi manusia dihasilkan melalui kognitif. Individu memotivasi atau mendorong diri mereka sendiri dan mengarahkan tindakan melalui tahap pemikiran yang terbentuk sebelumnya. Keyakinan terhadap diri sendiri dapat mempengaruhi motivasi dalam beberapa hal, yakni menentukan tujuan yang telah ditentukan individu, seberapa besar usaha yang dilakukan, seberapa tahan individu dalam menghadapi kesulitan dan ketahanan individu dalam menghadapi kegagalan. Proses Afeksi Proses afeksi merupakan proses pengaturan kondisi emosi dan reaksi emosional. Afeksi difokuskan dalam mengontrol kecemasan serta perasaan depresif yang a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 menghambat pola pikir yang benar untuk meraih tujuan. Proses Seleksi Keahlian individu untuk memilah tingkah laku serta lingkungan yang tepat sehingga bisa meraih tujuan yang diinginkan. Individu cenderung menjauhi aktivitas dan situasi yang diluar batas kemampuannya. Bersama adanya pilihan yang dibuat, individu akhirnya bisa meningkatkan keahlian, minat, dan hubungan sosial. Hipotesis Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif antara self-efficacy dengan perilaku kewirausahaan. Oleh sebab itu, semakin tinggi selfefficacy pada wirausaha, semakin tinggi pula perilaku kewirausahaan yang timbul. Sedangkan, semakin rendah self-efficacy maka semakin rendah pula perilaku kewirausahaan. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Peneliti menggunakan jenis penelitian metode kuantitatif, dimana jenis penelitian ini akan menghasilkan output yang dapat dicapai . dengan melakukan prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi . Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu self-efficacy sebagai variabel independen (X, beba. , dan perilaku kewirausahaan sebagai variabel dependen (Y, terika. Definisi Operasional Perilaku Kewirausahaan Perilaku Kewirausahaan adalah suatu inisiatif diri untuk membuat, mengelola dan mengembangkan usaha yang di dasari oleh motivasi yang kuat. Kemudian pengukuran skala perilaku kewirausahaan dapat diukur berdasarkan pada aspek perilaku kewirausahaan dari Sukardi . yaitu perilaku instrumental, perilaku prestatif, perilaku lues dalam bergaul, perilaku kerja keras, perilaku keyakinan diri, perilaku pengambilan risiko, perilaku swa kendali, perilaku inovatif, dan perilaku Semakin rendah skor yang didapat subjek maka semakin rendah pula perilaku kewirausahaan subjek, sedangkan semakin tinggi skor yang didapat subjek maka semakin tinggi perilaku kewirausahaan subjek. Self-Efficacy Self-Efficacy merupakan kemampuan yang berupa keyakinan mengenai kapasitas dirinya dalam mengatasi masalah, melaksanakan tanggung jawab, serta membuat keputusan yang diperlukan supaya mendapatkan hasil yang optimal dan sesuai harapan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian yakni skala self-efficacy yang merujukkan pada aspek self-efficacy dari Bandura . yaitu proses kognitif, proses motivasi, proses afeksi, dan proses seleksi. Semakin rendah skor yang didapat mengindikasikan kurangnya self-efficacy yang didapat oleh subjek, sedangkan semakin tinggi skor yang didapat subjek maka mengindikasikan adanya self-efficacy yang tinggi. Populasi. Sampel, dan Teknik Sampling Penelitian Penelitian ini menggunakan populasi yaitu para pelaku wirausaha UMKM di Kota Salatiga, jumlah sampel yang akan diambil oleh peneliti 50 pelaku wirausaha UMKM di Kota Salatiga, dengan memperhatikan beberapa kriteria. Teknik yang dilakukan dalam a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 pengumpulan data adalah teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, dengan kriteria owner adalah wanita, minimal usaha sudah berjalan 1 tahun dan omset dari wirausaha adalah Rp. 000,- sampai Rp. 000,-. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuisioner yang diukur dengan menggunakan instrumen skala Likert. Item-item dalam skala ini merupakan pernyataan dalam empat pilihan jawaban, yaitu: SS (Sangat Sesua. S (Sesua. TS (Tidak Sesua. STS (Sangat Tidak Sesua. Skala disajikan dalam bentuk pernyataan favorable dan Skor yang diberikan bergerak dari 1 sampai 4. Bobot penilaian untuk pernyataan favorable yaitu: SS mendapat skor 4. S mendapat skor 3. TS mendapat skor 2. STS mendapat skor 1. Sedangkan bobot penilaian untuk pernyataan unfavorable yaitu: SS mendapat skor 1. S mendapat skor 2. TS mendapat skor 3. STS mendapat skor 4. Semakin tinggi skor yang dipakai seseorang akan semakin tinggi kinerja yang dimilikinya, sebaliknya semakin rendah skor yang dicapai maka semakin rendah kinerja yang dimiliki. Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode analisis data yang berupa Pearson Product Moment Correlation. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian korelasi antara dua variabel, yaitu variabel bebas . elf-efficac. dan variabel tergantung . erilaku kewirausahaa. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang dapat dinyatakan secara numerik, sehingga pengolahan data dapat dengan mudah diterapkan melalui aplikasi SPSS terbaru. Keseluruhan analisis data pada penelitian ini dikerjakan menggunakan analisis data komputer SPSS for Windows Versi 22. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Daya Diskriminasi dan Reliabilitas Berdasarkan hasil uji reliabilitas dapat dikatakan bahwa nilai koefisien Cronbach Alpha pada variabel penelitian yaitu perilaku kewirausahaan dan self-efficacy sebagai Tabel 1 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Alpha Alpha Standar Ket 1 Perilaku Kewirausahaan 0,742 Reliabel 2 Self-Efficacy 0,718 Reliabel Hasil Uji Normalitas Tabel 2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive ,0000000 4,77287434 ,121 ,121 a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Negative -,081 ,857 ,455 Test distribution is Normal. Calculated from data. Pada tabel 2 variabel persamaan mempunyai tingkat probabilitas lebih besar dari 0,05 dimana variabel angket self-efficacy memiliki nilai K-S-Z sebesar 0,857 dengan signifikansi sebesar 0,455 dan lebih besar dari 0,05 maka penelitian bisa dikatakan berdistribusi normal. Hasil Uji Linearitas Tabel 3 ANOVAa Model Sum of Mean Square Sig. Squares Regression 422,984 422,984 18,189 ,000b Residual 1116,236 23,255 Total 1539,220 Dependent Variable: Perilaku Kewirausahaan Predictors: (Constan. Self-Efficacy Dari tabel 3 diperoleh nilai Linearity dengan tingkat signifikansi 0,009 > 0,05, maka terdapat hubungan linier antara variable independen (Self-Efficac. dan variabel dependen (Perilaku Kewirausahaa. Hasil Uji Koefisien Determinasi . Tabel 4 Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,524a ,275 ,260 4,822 Predictors: (Constan. Self-Efficacy Dependent Variable: Perilaku Kewirausahaan Berdasarkan tabel di atas diperoleh angka R2 (R Squar. sebesar 0,275 atau . ,5%). Hal ini menunjukkan bahwa presentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 27,5%, atau variasi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan sebesar 27,5% variabel dependen. Sedangkan sisanya sebesar 72,5% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Nilai r 0,524. p <0,05, artinya adalah ada hubungan positif dan signifikan antara variabel Self-Efficacy dengan Perilaku Kewirausahaan. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Tabel 5 Correlations Self-Efficacy Self-Efficacy Perilaku Kewirausahaan Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Perilaku Kewirausahaa ,524** ,000 ,524 ,000 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson yang diolah dengan SPSS dapat dilihat antara kedua variabel memiliki nilai r 0,524 dengan nilai signifikansi sebesar 0. <0,. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima atau bisa dikatakan terdapat hubungan positif dan signifikan antara Self-Efficacy dengan Perilaku Kewirausahaan. Pembahasan Berlandaskan hasil analisis data yang didapat, peneliti mendapatkan hasil perhitungan korelasi Pearson antara variabel self-efficacy dan perilaku kewirausahaan sebesar r 0,524 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 . <0,. Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima yaitu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dengan perilaku kewirausahaan. Hal ini berarti semakin tinggi self-efficacy maka semakin tinggi pula perilaku kewirausahaan dan sebaliknya, semakin rendah self-efficacy maka semakin rendah perilaku kewirausahaan. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Desti Setyawati . yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara self-efficacy dengan perilaku kewirausahaan pada wanita wirausaha. Self-efficacy merupakan keyakinan yang dimiliki individu pada kemampuan diri untuk memainkan peran dalam cara berpikir, bagaimana bertindak dan bagaimana perasaan kita tentang dimana kita berada, juga menentukan tujuan apa yang kita pilih untuk dikejar, bagaimana kita mencapai tujuan tersebut serta bagaimana kita merefleksikan kinerja diri kita sendiri. Self-efficacy adalah penilaian individu terhadap kemampuannya dalam melaksanakan suatu tugas atau bidang tertentu, dalam hal ini yaitu kemampuan untuk berwirausaha. Riyanti . alam Andriani, 2. menambahkan bahwa individu yang mempunyai self-efficacy yang tinggi mempunyai harapan yang kuat tentang kemampuan diri untuk tampil sukses dalam situasi yang baru. Berdasarkan hasil analisis deskriptif variabel self-efficacy wanita pelaku wirausaha di Salatiga berdasarkan output IBM SPSS Statistic 22. 0 menunjukkan bahwa nilai minimum responden dari jawaban kuesioner sebesar 87 dan nilai maximum sebesar 121. Nilai mean sebesar 103,58 dan nilai standar deviasi atau penyebaran data sebesar 6,475. Hasil deskriptif a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 tersebut menunjukkan bahwa nilai mean lebih besar dibandingkan dengan nilai standar deviasi, nilai mean yang tinggi menunjukkan representasi yang baik untuk keseluruhan data. Dari hasil tersebut seperti yang telah disimpulkan oleh Bandura . bahwa aspek-aspek yang telah dijelaskan terkait self-efficacy rata-rata dimiliki oleh wanita wairausaha UMKM di Salatiga, hal ini menunjukkan bahwa wanita wirausaha tersebut memiliki kognitif, motivasi, afeksi, dan seleksi yang baik, sehingga pelaku wirausaha mampu bekerja secara maksimal. Berdasarkan hasil analisis deskriptif variabel Perilaku Kewirausahaan, berdasarkan output IBM SPSS Statistic 22. 0 menunjukkan bahwa nilai minimum responden dari jawaban kuesioner sebesar 92 dan nilai maximum sebesar 114. Nilai mean sebesar 101,34 dan nilai standar deviasi atau penyebaran data sebesar 5,805. Hasil deskriptif tersebut menunjukkan bahwa nilai mean lebih besar dibandingkan dengan nilai standar deviasi, nilai mean yang tinggi menunjukkan representasi yang baik untuk keseluruhan data. dari hasil tersebut seperti yang telah disimpulkan oleh Sukardi . bahwa aspek-aspek yang telah dijelaskan terkait perilaku kewirausahaan rata-rata dimiliki wanita wirausaha UMKM di Salatiga, hal ini menunjukkan bahwa wanita wirausaha tersebut memiliki sifat instrumental, sifat prestatif, keluesan dalam bergaul, kerja keras, keyakinan diri, swa kendali, pengambilan risiko, mandiri dan inovasi yang baik. Sifat tersebut juga nampak saat peneliti melakukan penelitian, seperti sifat lues dalam bergaul. Beberapa dari responden dapat dengan loyal dan mau bekerja sama dengan baik dengan peneliti. Pada penelitian ini variabel self-efficacy memberikan sumbangsih sebesar 27,5% pada perilaku kewirausahaan. Faktor self-efficacy cukup memengaruhi seseorang dalam berwirausaha sedangkan sisanya 72,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Faktor-faktor sosio-demografis seperti lama usaha, usia dan pendidikan juga merupakan hal yang patut dipertimbangkan sebelum melakukan penelitian. Jenis usaha yang ada di Kota Salatiga juga beraneka ragam seperti menjual makanan, salon, counter pulsa, jasa pengetikan, catering, jasa percetakan, laundry, butique dan berbagai jenis usaha lainnya. Mereka juga mampu mengembangkan produk mereka, berdasarkan hasil wawancara singkat dengan beberapa wirausaha yang membuka usaha warung makan mereka selalu memperbaharui menu mereka dan menambah menu baru yang lebih variatif agar pembeli tidak bosan. Hal ini sesuai dengan karakteristik perilaku wirausaha yaitu sifat inovatif. Suryana . mengungkapkan inovasi adalah kemampuan menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan masalah dan menemukan peluang . oing new thing. Sesuatu yang baru dan berbeda diciptakan wirausaha selain berbentuk hasil seperti barang dan jasa, juga bisa berbentuk proses, ide metode dan cara. Adanya sifat ini tentu saja dapat mendukung perilaku wirausaha. Peneliti telah mencoba melakukan penelitian ini dengan maksimal, namun ada beberapa kelemahan pada peneltian ini. Kelemahan dari penelitian ini yaitu, kurang mempertimbangkan faktor sosio-demografis seperti lama usaha, usia, dan pendidikan, sehingga ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi hasil dari penelitian. Kemudian, beberapa responden sedikit bingung saat mengisi skala, hal ini dikarenakan kalimat yang digunakan kurang sederhana. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa: Ada hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dengan perilaku wirausaha a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 pada wanita wirausaha di Kota Salatiga. Semakin tinggi self-efficacy maka semakin tinggi perilaku wirausaha pada wanita wirausaha sebaliknya, semakin rendah selfefficacy maka semakin rendah perilaku wirausaha pada wanita wirausaha. Variabel Self-Efficacy memberikan sumbangan efektif sebesar 27,5% yang berarti 27,5% dari variasi yang terjadi pada variabel Self-Efficacy dapat dijelaskan. Sedangkan sisanya 72,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Terima kasih kepada dosen Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana. Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati, yang telah memberikan arahan dan bimbingannya dalam mengerjakan penelitian ini. Keahlian, wawasan, dan pengalamannya sangat berharga dalam membantu menyelesaikan penelitian ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan UMKM Salatiga atas partisipasinya untuk mendapatkan respon supaya penelitian ini dapat dilakukan. Berkat akurasi data yang mereka berikan penilitian ini menjadi karya yang dapat dipertimbangkan. DAFTAR PUSTAKA