Inovasi Pendidikan Adiwiyata Melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-Pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah INOVASI PENDIDIKAN ADIWIYATA MELALUI PROGRAM GREEN DAKWAH DALAM MENCIPTAKAN PESANTREN RAMAH LINGKUNGAN (ECO-PESANTREN): STUDI KASUS PESANTREN DARUNNAJAH BOGOR Nuhzatul Ainiyah Universitas Negeri Surabaya 24010845025@mhs. Abstrak: Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda yang tidak hanya berlandaskan nilai-nilai agama, tetapi juga kesadaran terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan . ustainable development goal. poin 11, yang berfokus pada mewujudkan pemukiman manusia yang inklusif, aman dan lestari. Dalam konteks tersebut, program adiwiyata menjadi salah satu inisiatif yang relevan untuk diterapkan di Pesantren guna menciptakan lingkungan yang ramah dan Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi pendidikan Adiwiyata melalui program green dakwah di pesantren sebagai upaya mendukung pencapaian SDGAos 11 melalui pendekatan berbasis nilai-nilai islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Pesantren Darunnajah Bogor yang telah menerapkan pendidikan Adiwiyata serta telah dipercaya sebagai EcoPesantren dari Dinas Lingkungan Hidup setempat. Data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa inovasi pendidikan Adiwiyata di pesantren mampu memperkuat nilai-nilai keislaman dalam pelestarian lingkungan, seperti tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Program ini selain berhasil meningkatkan kesadaran santri dan warga pesantren terhadap pengelolaan sampah, penghijauan, dan pentingnya pola hidup ramah lingkungan, juga berdampak pada masyarakat sekitar. Kata Kunci: Sekolah Adiwiyata. Pendidikan Islam. Pesantren Ramah Lingkungan Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 453 Inovasi Pendidikan Adiwiyata melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah PENDAHULUAN Lingkungan hidup merupakan aspek penting yang berkontribusi besar terhadap keberlangsungan hidup manusia serta berkaitan dan memiliki timbal Didalam lingkungan terdapat banyak kesatuan dari seluruh makhluk hidup serta hubungan dan interaksi antara spesies dan lingkungan disekitarnya. Peningkatan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan hidup telah menjadi banyak perhatian global seiring dengan meningkatnya perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Dampak perubahan iklim, pousi, dan perubahan ekosistem dirasakan bukan hanya oleh warga perkotaan akan tetapi seluruh lapisan kehidupan, termasuk lembaga pendidikan. Pada Pembangunan Keberlanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya pada tujuan SDG ke-11 yang menekankan pada kota dan komunitas keberlanjutan yang menegaskan mengenai penciptaan lingkungan yang aman, inklusif dan keberlanjutan. Teori dari Tilbury . tentang pendidikan lingkungan, teori ini menekankan pendidikan dalam menanamkan kesadaran ekologis, pemahaman terhadap isu lingkungan, serta keterampilan untuk mengatasi tantangan lingkungan. Masalah lingkungan hidup telah menjadi salah satu isu mendesak yang dihadapi dunia saat ini. Dewasa ini, permasalahan lingkungan hidup semakin kompleks dengan meningkatnya jumlah populasi manusia dan aktivitas sumber daya alam sehingga dapat mempengarui kebutuhan manusia. Lingkungan hidup merupakan kesatuan dari interaksi manusia dengan makhluk hidup lainnya yang telah diciptakan Allah SWT, sehingga manusia berperan sebagai khalifah di bumi dalam bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian hidup sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam Q. S Al AAoraf ayat 56 yang berbunyi: a A a e a aA aeaE a aN aO e eaONa a eOAU acOA AIaOeIaA a eAcEEa Ca aOe a caIIa eE aIA a AaO aE a eAA a A eaO AaO eEa eA A aIU aIac ae aIaA Yang artinya: Dan janganlah kamu berbuat kerusakan dibumi setelah . dengan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang yang berbuat (Q. Al-AAoraf:. Begitupula pepatah dalam bahasa arab yang berbunyi: a caEIA AIA a a aIIa aE eO aIA yang artinya: kebersihan sebagian dari iman. Pendidikan islam yang meurpakan sumber pembelajaran nilai moral dan spiritual bagi penganutnya yang dapat menjadi salah satu faktor penting yang Halaman 454 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Inovasi Pendidikan Adiwiyata Melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-Pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah dapat mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap lingkungan hidup. Salah satu lembaga islam yang dipercaya oleh masyarakat untuk menitipkan anaknya dalam menimba ilmu ialah di pesantren, dimana para santri atau peserta didiknya bukan hanya belajar ilmu duniawi akan tetapi juga nilai islami. Pesantren adalah lembaga pendidikan islam tradisional di Indonesia yang bertuuan untuk mendidik siswa . dalam mempelajari ilmu keislaman, seperti ilmu Al-QurAoan. Fikih. Hadis. Akidah Akhlak dan sebagainya. pesantren, para santri tinggal di lingkungan pesantren dan di didik secara karakter, kedisiplinan, dan kehidupan sosial berbasis islam. 2 Dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman serta menanamkan pendidikan karakter pada santri, pesantren diharapkan dapat menerapkan pendidikan peduli lingkungan. Pendidikan peduli lingkungan merupakan usaha sadar dan terstruktur untuk memberikan penanaman pengetahuan tentang peduli lingkungan kepada seluruh peserta didik agar dapat memiliki pengetahuan dan wawasan mengenai peduli lingkungan serta tujuannya ialah untuk membentuk kesadaran lingkungan hidup sejak dini. Dalam pendidikan, kontribusi dalam mendukung SDGAos poin ke-11 ialah dengan adanya implementasi program berbasis lingkungan yang mana salah satunya adalah Sekolah Adiwiyata yang memiliki potensi besar untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut. Sebagaimana yang telah dirancang oleh menteri lingkungan hidup RI nomor 05 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan program adiwiyata. 3 Sekolah adiwiyata merupakan salah satu program yang dimaknai sebaai tempat yang ideal dan tempat untuk menimba ilmu pengetahuan dimana siswa dapat bersosialisasi dan menginternalisasi nilai dan norma yang ada dan dijadikannya sebuah dasar untuk manusia menuju kesejahteraan hidup yang berkelanjutan. Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis keagamaan islam di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam mendidik generasi bangsa yang tidak hanya beriman dan bertakwa, akan tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Namun, upaya dalam menciptakan pesantren yang ramah lingkungan memerlukan pendekatan yang sistematis termasuk melalui program sekolah adiwiyata dalam membangung pesantren berbasis ramah lingkungan. Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan lingkungan karena kekuatan nilai-nilai moral dan keberlanjutan yang diajarkan dalam pendidikan keagamaan. Meskipun begitu, upaya dalam 1 Nuriddahlani Tarokan and Banyuanyar Probolinggo. AoRobiatul Adawiyah. Etc. Implementasi Sekolah Adiwiyata Di Lembaga Yayasan Nuriddahlani Tarokan AAo, 1. September 2023 . , 204Ae14. 2 Bradhiansyah Tri Suryanto. AoEko-Pesantren: Mewujudkan Pesantren Peduli Dan Berbudaya Lingkungan Berbasis KemandirianAo. Jurnal ISLAM NUSANTARA, 03. , pp. 263Ae86 3 Sri Rahayu Pudjiastuti. Herinto Sidik Iriansyah, and Yuliwati Yuliwati. AoProgram Eco-Pesantren Sebagai Model Pendidikan Lingkungan HidupAo. Jurnal Abdimas Prakasa Dakara, 1. , pp. 29Ae Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 455 Inovasi Pendidikan Adiwiyata melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah menciptakan pesantren yang ramah lingkungan masih menghadapi berbagai macam tantangan seperti minimnya pemahaman tentang pengelolaan lingkungan, keterbatasan sumber daya, dan rendahnya integrasi program lingkungan dalam kurikulum pesantren. Pendidikan Adiwiyata merupakan program yang diinisiasikan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, hadir sebagai salah satu solusi dalam membangun kesadaran dan partisispasi aktif komunitas pendidikan terhadap isu-isu lingkungan. 4 Dengan adanya pendidikan adiwiyata yang diimplementasikan pada lembaga pendidikan diharapkan dapat menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Inovasi ini telag diterapkan di pesantren dimana santri belajar dan tinggal di lingkungan ini, menjadi langkah strategis dalam mendukung tercapainya Pembangunan Berkelanjutan atau SDGAos secara lokal. Pondok Pesantren Darunnajah Bogor merupakan salah satu pesantren yang telah berupaya mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan dalam Pesantren ini bukan hanya menjadi pusat pembelajaran agama, akan tetapi menciptakan lingkungan yang ramah dan berkelanjutan melalui penerapan sekolah adiwiyata sebagai kebijakan pendidikan dan praktik Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor inovasi pendidikan adiwiyata melalui program green dakwah di Pondok Pesantren Darunnajah Bogor sebagai pesantren yang telah menjadi panutan sebagai ecopesantren terbaik. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat menjadi pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana program lingkungan dapat diadaptasi dan diimplementasikan di lingkungan pesantren. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi untuk pengembangan kebijakan berbasis lingkungan, khususnya di tingkat pesantren maupun di skala yang lebih luas, guna mewujudkan komunitas yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi Studi kasus ini dipilih untuk mengeksplor secara mendalam mengenai bagaimana penerapan sekolah adiwiyata melalui program Green Dakwah dalam menciptakan pesnatren ramah lingkungan atau eco-pesantren di Pesantren Darunnajah Bogor. Fokus penelitian ini ialah untuk memahami bagaimana penerapan sekolah adiwiyata serta kegiatan green dakwah dan dampak dari program yang dijalankan. Penelitian ini dilakukan di Pesantren Darun Najah Bogor, yang telah melaksanakan program Adiwiyata dan Green Dakwah. Subjek penelitian ini 4 Umi Arifah. Ahmad Fauzan Hidayatullah, and Anif Rizqianti Hariz. AoProgram Eco-Pesantren Dalam Pelestarian LingkunganAo. JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal Dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 19. , pp. 105Ae14. Halaman 456 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Inovasi Pendidikan Adiwiyata Melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-Pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah meliputi guru-guru, santri dan alumni yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program tersebut. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam program Green Dakwah dan relevansi dengan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui dua teknik utama yakni wawancara dan dokumentasi. Wawancara semi struktur dilakukan dengan informan kunci yakni koordinator program adiwiyata, dan santri yang terlibat dalam program Green Dakwah. Wawancara bertujuan untuk menggali informasi mengenai strategi, penerapan serta dampak kegiatan terhadap Kemudian mengumpulkan data berupa dokumen resmi, laporan program, catatn kegiatan, dan media lainnya yang relevan. Dokumen ini membantu untuk memahami konteks penerapan program yang memberikan data faktual yang dapat dianalisis lebih lanjut. HASIL DAN PEMBAHASAN Adiwiyata berasal dari kata sansekerta, yaitu Adi berarti agung, besar, baik, dan sempurna. Sedangkan Wiyata berarti tempat dimana seorang mendapatkan ilmu pengetahuan dan norma. 5 Istilah dari sekolah adiwiyata merupakan suatu gerakan yang dirancang oleh kementrian lingkungan hidup yang bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan kebudayaan pada tahun 6 Dengan adanya program ini diharapkan dapat terciptanya lingkungan pendidikan yang peduli dan berbudaya lingkungan. Peduli atau ramah lingkungan berarti sikap yang disertai dengan tindakan yang selalu berusaha mencegah adanya kerusakan pada alam sekitar dengan memanfaatkan sumber daya alam agar menjadi lebih berguna untuk keberlangsungan kehidupan yang Dengan adanya program sekolah adiwiyata diharapkan dapat menimbulkan suasana yang nyaman dalam berbagai kegiatan belajar dan Lingkungan sekolah terutama pesantren dimana peserta didik menimba ilmu selama dan tinggal di asrama pesantren, sehingga penting untuk dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta terinterasi dalam dunia pendidikan. Penanaman nilai tentang peduli terhadap lingkungan dapat membangun karakter santri sehingga mereka memiliki karakter yang peduli akan lingkungan. santri merupakan istilah yang digunakan kepada seseorang yang sedang menuntut ilmu agama islam di pesantren. Pesantren adalah lembaga pendidikan islam dimana santri tinggal, belajar, dan mendalami ilmu Pesantren sebagai tempat tinggal para santri yang menuntut ilmu, maka diharapkan pesantren dapat menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman 5 Muhammad Afi Tegar Ramadhan. Ummul Mustaqimah, and Avi Marlina. AoPondok Pesantren Modern Jenjang Madrasah Aliyah Program AdiwiyataAo. Senthong, 5. , pp. 117Ae24 6 Pudjiastuti. Iriansyah, and Yuliwati. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 457 Inovasi Pendidikan Adiwiyata melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah bagi santri khususnya dalam menerapkan pendidikan adiwiyata sejak dini. Dengan diterapkannya pendidikan adiwiyata di pesantren, dapat terciptanya santri-santri yang dapat mengintegrasikan nilai islami dengan pentingnya menjaga lingkungan hidup serta diharapkan dapat berperan di masyarakat. PROFIL PESANTREN DARUNNAJAH BOGOR Pondok Pesantren Darunnajah 2 adalah salah satu cabang dari Pondok Pesantren Darunnajah pusat yang berlokasi di Jakarta. Yayasan pondok pesantren ini dipimpin oleh KH. Saefuddin Arief. , sementara pimpinan khusus Pondok Pesantren Darunnajah 2 adalah KH. Jamhari Abdul Jalal. Lc. Beralamat di Kp. Cipining RT/RW 002/003. Desa Argapura. Kecamatan Cigudeg. Kabupaten Bogor, pondok pesantren ini memiliki total 1. 952 peserta Dari jumlah tersebut, 655 santri laki-laki dan 587 santri perempuan tinggal di asrama, sedangkan 355 siswa laki-laki dan 355 siswi perempuan lainnya tidak bermukim di asrama. ECO-PESANTREN DI PESANTREN DARUNNAJAH Pondok Pesantren Darunnajah Bogor merupakan salah satu contoh nyata dari pesantren yang sudah menerapkan sistem ramah lingkungan atau biasa disebut Eco-pesantren. Pesantren ini berlokasi di kawasan yang dikelilingi oleh alam, dekat dengan pegunungan, sehingga pesantren memiliki tanggung jawab untuk ikut serta berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam di sekitarnya. Fenomena ini menjadi bagian dari solusi terhadap maraknya permasalahan lingkungan yang sangat memprihatinkan, pemanasan global, kerusakan ekosistem, dan penurunan kualitas hidup manusia. Dalam konteks ini, pesantren sebagai institusi yang bukan hanya berfokus pada pengajaran agama, akan tetapi dapat mengintegrasikan sikap peduli lingkungan dalam kehidupan santri yang akan berdampak pada masyarakat. Pendekatan yang digunakan oleh Pesantren Darunnajah sangat erat kaitannya dengan nilai ajaran islam yang menekankan akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Dalam Al-QurAoan, surah Al-Baqarah ayat 164, yang berbunyi: e A aOA a AI OA a A aaEA ca AC EA a A aO eEa eA a ca Eac eO aE aOEIac aN a aO eEAa eE aE Eac a eO ae a eO aAO eEae a a aI aO eIAa a EIA a AaIac aA eO a eEA ca aA a e a aI eOa aN aOA AeAA A aI a aI eA a AI acI ae Oa a aN eEa eA a A Aa eO aN aI eI aE a caE aac acOaA aeOA ca AaO aI a eI a aE cEEa aIIa EA A a E O aEcaCa eOI Oac e aCEa eOIaA ca A ac a aOeIa EA a A eE aIA ca A aOEA a A aI a aO eEa eA a A aA ac a a AE OA Yang artinya: sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang bahtera yang berlayar di laut dengan . yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya dia menghidupkan bumi setelah mati . , dan dia menebarkan 7 Nuzulul Rochmah and Suwandi. AoPengaruh Manajemen Eco Pesantren Terhadap Pembentukan Karakter Santri Di Pondok Pesantren Putri MambaAoul Hikam Diwek JombangAo. Nusantara Journal of Multidisciplinary Science, 1. , pp. 371Ae78 Halaman 458 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Inovasi Pendidikan Adiwiyata Melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-Pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, . emua it. sungguh merupakan tandatanda . ebesaran Alla. bagi kaum yang mengerti (Q. S Al-Baqarah:. Dalam ayat tersebut menyebutkan tentang kebesaran kekuasaan Allah yang terdapat pada penciptaan langit dan bumi, serta segala makhluk hidup yang di dalamnya. Maka ini menunjukkan bahwa alam adalah ciptaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh umatnya. Konsep ini telah diterapkan dengan baik di Pesantren Darunnajah melalui berbagai program yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan Alam. Menurut Tilbury . , pendidikan lingkungan yang berbasis pada nilai-nilai moral memiliki potensi yang besar dalam membentuk kesadaran ekologis di kalangan generasi muda. Di Pesantren Darun Najah, pendidikan lingkungan bukan hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga melalui tindakan nyata yang melibatkan santri dalam berbagai kegiatan konservasi dan pemeliharaan lingkungan. Para santri diajarkan untuk menjadi bagian dari solusi terhadap masalah lingkungan, baik di dalam pesantren maupun di masyarakat sekitar. Pendidikan lingkungan hidup merupakan upaya untuk mengubah perilaku dan sikap unsur-unsur sosial yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran mengenai isu lingkungan yang dimulai dari lembaga formal. Pondok Pesantren Darun Najah menanamkan nilai-nilai Islam dalam pendidikan lingkungan hidup. Islam sebagai agama yang sangat peduli terhadap keseimbangan alam, mengajarkan umatnya untuk hidup harmonis dengan lingkungan sekitar. Konsep sebagai khalifah di muka bumi sangat penting untuk dipahami oleh setiap individu, khususnya santri, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap alam yang telah diberikan oleh Allah. Dalam hal ini, pesantren memandang peran santri tidak hanya sebagai pelajar agama, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berperan dalam menjaga alam. Kewajiban menjaga kelestarian alam ini diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. Para santri tidak hanya diajarkan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan pesantren, tetapi juga diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang berfokus pada pelestarian alam, seperti pengelolaan sampah, penghijauan, dan pemanfaatan sumber daya alam secara Ini adalah bentuk konkret dari ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga bumi dan seluruh isinya. ECO-PESANTREN: BANK SAMPAH DAN PENGELOLAAN LIMBAH Pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting dalam konsep ecopesantren yang diterapkan di Pondok Pesantren Darun Najah. Pesantren ini mengimplementasikan sistem manajemen sampah yang terintegrasi dengan cara yang sangat terstruktur, dengan melibatkan partisipasi aktif dari santri dalam 8 Ephy Syah Reza. Risal Rinofah, and Ratih Kusumawardhani. AoPendidikan Lingkungan Hidup Di Pondok Pesantren Al-Hassan Pondok Gede Kota BekasiAo. Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 4. , pp. 1019Ae29. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 459 Inovasi Pendidikan Adiwiyata melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah setiap prosesnya. Setiap santri diwajibkan untuk memilah sampah yang dihasilkan di pesantren menjadi tiga kategori: sampah organik, non-organik, dan B3 . ahan berbahaya dan beracu. Proses ini tidak hanya mendorong kesadaran ekologis di kalangan santri, tetapi juga memberi mereka pemahaman mendalam tentang pentingnya mengelola limbah secara bertanggung jawab. Sampah organik, yang terdiri dari sisa-sisa makanan dan bahan alami lainnya, diolah menjadi pupuk kompos. Pupuk ini kemudian digunakan untuk kebun pesantren, yang menjadi bagian dari upaya pesantren untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia dalam pertanian dan mempromosikan praktik bercocok tanam yang ramah lingkungan. Selain digunakan di kebun pesantren, pupuk kompos ini juga dibagikan kepada masyarakat sekitar, sebagai bentuk kontribusi positif pesantren terhadap lingkungan sekitar. Sementara itu, sampah non-organik, terutama sampah plastik, didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan tangan, seperti tas, dompet, dan berbagai aksesori lainnya. Produk-produk daur ulang ini dijual dengan harga terjangkau kepada pengunjung pesantren, sehingga menciptakan sebuah sistem yang tidak hanya berkelanjutan secara ekologis, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi pesantren dan masyarakat. Dengan menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle, pesantren berhasil mengurangi limbah yang dihasilkan sambil menciptakan nilai tambah dari sampah yang semula dianggap sebagai barang yang tidak berguna. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang dikemukakan oleh Ellen MacArthur Foundation . , yang menyatakan bahwa model ekonomi yang menekankan pada pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai dapat membantu mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam. 9 Konsep ini memberikan pelajaran yang berharga kepada santri mengenai pentingnya keberlanjutan dan efisiensi sumber daya, serta bagaimana setiap individu dapat berperan dalam menjaga keseimbangan alam. Salah satu inisiatif utama yang diterapkan di Pondok Pesantren Darun Najah adalah pengelolaan sampah yang berbasis pada prinsip reduce, reuse, dan Di pesantren ini, santri diwajibkan untuk memilah sampah ke dalam kategori sampah organik, non-organik, dan B3 . erbahaya dan beracu. Sampah organik, seperti sisa makanan, diproses menjadi pupuk kompos yang digunakan untuk kebun pesantren. Sampah non-organik, terutama plastik, didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan yang dapat dijual, seperti tas dan dompet. Inisiatif ini menciptakan sistem yang berkelanjutan, di mana sampah yang sebelumnya menjadi masalah lingkungan justru diubah menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Pesantren bahkan mengelola bank sampah. Ahmad Said Saputra and Muhammad Zulham. AoImplementasi Program Ekopesantren Dalam Mewujudkan Pondok Pesantren Ramah Lingkungan (Studi Kasus: Pondok Pesantren Salafiyah Darunnajah Braja Selebah. Lampun. Ao. Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 8. , pp. 857Ae Halaman 460 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Inovasi Pendidikan Adiwiyata Melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-Pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah yang bukan hanya melibatkan pegawai pesantren, tetapi juga santri. Setiap santri diajarkan untuk berpartisipasi aktif dalam proses pengelolaan sampah ini, sehingga mereka memahami pentingnya memilah sampah dan mengurangi penggunaan barang sekali pakai. Melalui kegiatan seperti ini, santri tidak hanya diajarkan tentang pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga tentang nilai ekonomi yang terkandung dalam pemanfaatan kembali barang yang dianggap tidak berguna. Hal ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang berfokus pada pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali barang-barang yang ada untuk menciptakan nilai tambah. WORKSHOP DAN PELATIHAN LINGKUNGAN UNTUK SANTRI Selain pengelolaan sampah. Pondok Pesantren Darun Najah juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam kurikulum mereka. Pendidikan berbasis lingkungan menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari santri. Pesantren Darun Najah mengadakan berbagai kegiatan praktis yang melibatkan santri dalam proses pembelajaran tentang Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada santri tentang pentingnya menjaga kelestarian alam serta mengembangkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. Pelatihan yang diadakan meliputi berbagai topik, seperti pembuatan pupuk kompos, pembuatan sabun alami dari bahan-bahan organik, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk ramah lingkungan. Setiap bulan, pesantren mengadakan workshop dan seminar yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan terkait pengelolaan lingkungan, seperti pembuatan pupuk kompos, pengolahan sampah, dan pembuatan produk ramah lingkungan, seperti sabun alami dan lilin relaksasi. Dalam workshop ini, santri belajar tidak hanya dari pengurus pesantren, tetapi juga dari pihak luar, seperti dinas lingkungan hidup atau para ahli Mereka dilibatkan langsung dalam praktek pembuatan produk ramah lingkungan, sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pesantren menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik, yang melibatkan pengalaman langsung dan pengembangan keterampilan yang Kegiatan ini sering dipimpin oleh kelompok santri pencinta alam (SAPALA), yang merupakan kelompok khusus yang bertanggung jawab mengorganisasi berbagai kegiatan terkait pelestarian lingkungan. Kelompok ini menjadi motor penggerak dalam kegiatan-kegiatan seperti bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon, dan praktik bercocok tanam secara hidroponik. Dengan adanya SAPALA, santri memiliki wadah untuk mengembangkan minat dan keterampilan mereka dalam bidang lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap alam. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 461 Inovasi Pendidikan Adiwiyata melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah Menurut Sterling . , pendidikan berbasis praktik seperti ini dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif, serta menanamkan rasa tanggung jawab ekologis yang sangat penting bagi generasi muda. 10 Santri yang terlibat dalam kegiatan ini tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang isu lingkungan, tetapi juga dilatih untuk menjadi pemimpin dalam komunitas mereka, yang dapat menyebarkan kesadaran lingkungan ke masyarakat luas. Seusai mendapatkan workshop, seminar atau pelatihan, santri Darunnajah secara rutin membuat mini proyek sebagai bentuk praktiknya yaitu Hidroponik dan bercocok tanam. Salah satu kegiatan unggulan dalam pendidikan lingkungan di Darun Najah adalah praktik bercocok tanam secara Metode hidroponik ini memungkinkan santri untuk menanam tanaman dengan menggunakan air sebagai media tanam, tanpa membutuhkan Selain memberikan pembelajaran mengenai cara bercocok tanam yang ramah lingkungan, metode hidroponik juga mengajarkan santri tentang efisiensi penggunaan air, yang merupakan salah satu sumber daya alam yang semakin kegiatan ini juga melibatkan keterampilan teknis, seperti perawatan tanaman dan pengelolaan sistem irigasi hidroponik, yang sangat berguna dalam mendukung keberlanjutan pertanian urban dan pedesaan. Melalui praktik ini, santri belajar untuk memanfaatkan teknologi dalam mendukung keberlanjutan pertanian, serta mengembangkan solusi kreatif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam bidang pertanian, seperti kekurangan lahan dan perubahan GREEN DAKWAH: MENYEBARKAN KESADARAN LINGKUNGAN KEPADA MASYARAKAT Pesantren Darun Najah juga memiliki program unggulan yang disebut Green Dakwah, yang bertujuan untuk menyebarkan kesadaran lingkungan kepada masyarakat sekitar. Dalam program ini, santri dilatih untuk menjadi agen perubahan yang dapat menginspirasi masyarakat sekitar untuk turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program ini melibatkan santri untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kepada masyarakat di sekitar pesantren. Para santri dilatih untuk menjadi agen perubahan yang dapat mempengaruhi lingkungan sosial mereka, baik di dalam pesantren maupun di luar pesantren. Sebagai bagian dari program Green Dakwah, pesantren mengadakan kegiatan seperti pembagian bibit pohon kepada masyarakat, penanaman pohon di area sekitar pesantren, dan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan Kegiatan ini tidak hanya melibatkan santri, tetapi juga masyarakat umum, sehingga menciptakan kolaborasi yang erat antara pesantren dan lingkungan sekitar dalam usaha menjaga kelestarian alam. Pembagian bibit 10 Arifah. Hidayatullah, and Hariz. Halaman 462 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Inovasi Pendidikan Adiwiyata Melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-Pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah pohon ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghijauan dan pelestarian alam. Dengan menanam pohon, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung, seperti udara yang lebih segar, mencegah erosi, serta memperbaiki kualitas tanah. Selain pembagian bibit pohon, santri juga terlibat dalam kegiatan bersih-bersih sungai yang ada di sekitar pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus mencegah pencemaran sungai yang dapat merusak ekosistem sekitar. Dengan turut serta dalam kegiatan ini, santri belajar langsung tentang cara-cara menjaga kebersihan alam dan mengaplikasikan nilai-nilai dakwah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai tambahan, program Green Dakwah juga meliputi edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Edukasi ini dilakukan melalui berbagai bentuk, seperti sosialisasi tentang pengelolaan sampah, penghematan energi, serta pentingnya menjaga keseimbangan Dengan pendekatan ini, pesantren tidak hanya fokus pada pengajaran kepada santri, tetapi juga berupaya untuk menjangkau masyarakat luas, sehingga dampaknya dapat lebih luas dan berkelanjutan. Dalam konteks Green Dakwah, dakwah yang dilakukan tidak hanya mencakup ajakan kepada umat untuk mengikuti ajaran agama, tetapi juga untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan merawat alam. Oleh karena itu, dakwah yang mengajak umat untuk peduli terhadap lingkungan merupakan manifestasi dari pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Pondok Pesantren Darun Najah dengan program Green Dakwah ini mengajarkan kepada santri bahwa pelestarian lingkungan adalah bagian dari ibadah, yang akan mendapat pahala dari Allah SWT. Dengan pendekatan ini, santri tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga alam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang dapat mereka aplikasikan dalam kehidupan mereka untuk mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya berbicara tentang pentingnya menjaga alam, tetapi juga memberikan contoh nyata dengan menanam pohon dan melakukan aksi bersama masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Aktivitas seperti ini sangat efektif dalam menyebarkan kesadaran lingkungan kepada masyarakat luas, karena melibatkan mereka secara langsung dalam upaya pelestarian alam. GREEN SAFARI: PEMBELAJARAN BERBASIS KOMUNITAS Sebagai kelanjutan dari program Green Dakwah. Pondok Pesantren Darun Najah juga mengembangkan program Green Safari, yang mirip dengan konsep Kuliah Kerja Nyata (KKN) di perguruan tinggi. Dalam program ini, santri tinggal bersama warga di desa atau komunitas yang berada di sekitar pesantren untuk belajar, berbagi pengetahuan, serta membantu masyarakat dalam mengelola lingkungan mereka. Selama masa tinggalnya di masyarakat, santri tidak hanya Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 463 Inovasi Pendidikan Adiwiyata melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mitra yang turut serta dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan. Misalnya, mereka membantu masyarakat dalam mengelola sampah, mendirikan kebun komunal, serta mengedukasi warga tentang pentingnya prinsip-prinsip reduce, reuse, recycle. Program ini menjadi salah satu upaya untuk menciptakan hubungan yang lebih erat antara pesantren dan masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitar pesantren. Program Green Safari ini juga memberikan kesempatan bagi santri untuk belajar langsung dari masyarakat mengenai cara mereka mengelola lingkungan secara tradisional, serta memperkenalkan solusi-solusi modern yang dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi setempat. Melalui interaksi ini, santri diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang isu-isu lingkungan yang dihadapi masyarakat, serta dapat menawarkan solusi yang Pembelajaran berbasis komunitas seperti yang diterapkan dalam Green Safari memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk karakter santri. Alfiah . menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis komunitas dapat membantu membangun kesadaran sosial dan tanggung jawab ekologis pada 11 Santri tidak hanya belajar tentang teori-teori lingkungan, tetapi juga langsung terlibat dalam praktik yang membawa mereka lebih dekat dengan masalah nyata yang dihadapi masyarakat dan alam sekitar. Melalui pengalaman langsung ini, santri dapat memahami lebih dalam tentang dampak negatif dari kerusakan lingkungan dan pentingnya setiap individu untuk turut serta dalam menjaga kelestarian alam. Selain itu, mereka juga diajarkan untuk bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam mencari solusi yang berkelanjutan, yang pada gilirannya dapat memperkuat solidaritas sosial di masyarakat. KEBUN PESANTREN SEBAGAI MODEL KEBERLANJUTAN Pondok Pesantren Darun Najah, yang terletak di kawasan yang subur dengan sumber daya alam yang melimpah, memiliki kebun yang luas sebagai bagian integral dari praktik keberlanjutan yang diterapkan di pesantren. Kebun ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi pesantren, tetapi juga mencerminkan upaya pesantren untuk mewujudkan prinsip ekonomi sirkular yang ramah lingkungan. Konsep "dari pesantren untuk pesantren" menjadi dasar bagi pengelolaan kebun ini, yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga sosial dan ekologis. Kebun Pesantren Darun Najah menghasilkan berbagai produk pertanian, seperti buah manggis, kelengkeng, jeruk, serta tanaman kayu. Keberagaman hasil pertanian ini tidak hanya berguna untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari di dalam pesantren, tetapi juga mendukung ekonomi pesantren secara keseluruhan. Dengan prinsip 11 Alfiah Alfiah and others. AoHubungan Adiwiyata Dengan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Pada Materi Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib BangkinangAo. El-Jughrafiyah, 2. , p. Halaman 464 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Inovasi Pendidikan Adiwiyata Melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-Pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah keberlanjutan, kebun ini mengurangi ketergantungan pesantren terhadap sumber daya eksternal dan memastikan ketersediaan pangan yang sehat dan alami bagi santri dan warga sekitar. Sebagian besar hasil kebun digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal pesantren, seperti konsumsi harian santri, pengelolaan kegiatan makan bersama, serta pembuatan produk berbasis pertanian yang bisa digunakan dalam kegiatan dakwah pesantren. Produk-produk ini, yang dihasilkan secara organik tanpa penggunaan bahan kimia berbahaya, menunjukkan komitmen pesantren terhadap prinsip keberlanjutan yang mencakup aspek kesehatan dan Sistem pengelolaan kebun di Pondok Pesantren Darun Najah diterapkan dengan prinsip ekonomi yang berfokus pada keberlanjutan. Sebagian hasil panen kebun dijual untuk mendukung kegiatan operasional pesantren. Pendapatan yang diperoleh dari penjualan hasil kebun ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pesantren, seperti renovasi fasilitas, pengadaan bahan ajar, dan kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat bagi santri dan masyarakat. Dengan cara ini, kebun tidak hanya menjadi sumber pangan dan pendapatan tetapi juga memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan ekonomi pesantren dalam jangka panjang. Prinsip "dari pesantren untuk pesantren" ini tidak hanya melibatkan pengelolaan kebun sebagai sumber pendapatan, tetapi juga mengajarkan kepada santri tentang pentingnya berwirausaha dan mandiri secara ekonomi. Mereka dilibatkan dalam seluruh proses, mulai dari penanaman, perawatan tanaman, hingga pemanenan dan distribusi hasil kebun. Hal ini menjadi pengalaman praktis yang mengajarkan santri nilai kerja keras, tanggung jawab, dan keterampilan yang berguna untuk kehidupan mereka di luar pesantren. Selain untuk memenuhi kebutuhan internal pesantren, hasil kebun juga dimanfaatkan untuk berbagi dengan masyarakat sekitar. Ketika panen melimpah, pesantren membagikan buah-buahan dan sayuran secara gratis kepada santri dan warga sekitar. Praktik berbagi ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan umatnya untuk saling membantu dan berbagi rezeki dengan sesama. Konsep ini memperlihatkan bahwa pesantren tidak hanya berfokus pada kepentingan internal, tetapi juga berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitarnya. Pemberian hasil kebun kepada warga sekitar juga menjadi salah satu cara pesantren untuk mempererat hubungan dengan masyarakat dan memperkenalkan prinsip-prinsip keberlanjutan yang mereka terapkan. Masyarakat yang menerima manfaat dari kebun pesantren dapat merasakan langsung dampak positif dari upaya keberlanjutan yang dilakukan pesantren. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong antara pesantren dan masyarakat, serta mendorong kesadaran lingkungan yang lebih luas di tingkat komunitas. Kebun Pesantren Darun Najah juga berfungsi sebagai sarana pendidikan bagi santri dalam hal pertanian berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Santri Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 465 Inovasi Pendidikan Adiwiyata melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah diajarkan untuk menanam dan merawat tanaman dengan cara yang ramah lingkungan, seperti menggunakan pupuk organik, mengelola air dengan efisien, dan mengurangi penggunaan pestisida kimia. Melalui pengalaman langsung di kebun, santri belajar tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana. Selain itu, kebun ini menjadi contoh konkret bagi santri tentang pentingnya menghargai alam dan memanfaatkan kekayaan alam untuk kesejahteraan bersama tanpa merusak Pendidikan ini sejalan dengan tujuan pesantren untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya memahami nilai-nilai agama, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang tinggi. INOVASI MELALUI KOMPETISI: ECO INNOVATION CHALLENGE Pondok Pesantren Darun Najah berkomitmen untuk mendorong kreativitas santri dalam menciptakan solusi inovatif untuk masalah lingkungan. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengadakan kompetisi rutin bernama Eco Innovation Challenge. Kompetisi ini bertujuan untuk melibatkan santri dalam menghasilkan ide-ide dan produk yang dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Program ini tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas, tetapi juga memberikan pelatihan teknologi untuk mengembangkan ide-ide yang dapat diimplementasikan secara praktis di pesantren maupun di masyarakat. Eco Innovation Challenge diadakan dengan tujuan untuk merangsang pemikiran kritis dan inovatif santri terkait isu-isu lingkungan yang semakin Peserta kompetisi diberi tantangan untuk menghasilkan solusi yang berfokus pada pengelolaan sampah, efisiensi energi, penggunaan bahan ramah lingkungan, dan pengembangan teknologi yang mendukung keberlanjutan. Misalnya, salah satu tantangan kompetisi adalah menciptakan aplikasi pengelolaan sampah yang dapat membantu pesantren atau komunitas dalam memilah, mendaur ulang, dan mengurangi limbah. Kegiatan ini tidak hanya terbatas pada ide teoritis, tetapi juga melibatkan pembuatan prototipe atau produk yang dapat langsung digunakan. Beberapa produk yang dihasilkan dari kompetisi ini antara lain alat pemilah sampah otomatis, produk kerajinan tangan dari sampah plastik yang dapat dijual untuk mendukung kegiatan pesantren, dan aplikasi berbasis teknologi yang dapat membantu mengelola kebun atau pengelolaan energi di pesantren. Dengan demikian, kompetisi ini memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan penerapan solusi yang lebih praktis. Kompetisi ini mengadopsi pendekatan berbasis STEM (Science. Technology. Engineering, and Mathematic. , yang memungkinkan santri untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menciptakan solusi Pendekatan STEM memiliki banyak manfaat dalam pengembangan keterampilan dan pengetahuan santri. Menurut Satya Vir Singh . , pendidikan berbasis STEM dapat membantu peserta dalam mengembangkan Halaman 466 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Inovasi Pendidikan Adiwiyata Melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-Pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah kemampuan analisis yang kuat, keterampilan pemecahan masalah, serta kemampuan untuk berpikir kritis dan kreatif. Dalam konteks pesantren, pendekatan STEM memberikan peluang bagi santri untuk tidak hanya memahami permasalahan lingkungan secara teoritis, tetapi juga untuk memikirkan dan menciptakan solusi nyata yang berbasis Misalnya, dengan menggunakan teknologi informasi, santri dapat menciptakan aplikasi yang membantu mengatur jadwal pemeliharaan kebun atau merancang sistem pengelolaan sampah yang efisien dan mudah digunakan. Hal ini melatih mereka untuk menghubungkan teori yang mereka pelajari dengan praktik yang dapat diterapkan di dunia nyata. Salah satu aspek penting dalam kompetisi ini adalah pelatihan teknologi yang diberikan kepada santri. Untuk mendukung pengembangan ide-ide inovatif, pesantren bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan industri yang memiliki pengalaman di bidang teknologi dan Pelatihan ini meliputi berbagai topik, mulai dari dasar-dasar pemrograman komputer, desain produk berbasis teknologi, hingga aplikasi praktis dalam pengelolaan lingkungan. Pelatihan teknologi ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis yang akan bermanfaat bagi santri, baik selama mereka berada di pesantren maupun setelah mereka lulus dan terjun ke masyarakat. Dengan menguasai teknologi, santri dapat mengembangkan solusi yang lebih canggih dan efisien dalam mengelola lingkungan sekitar mereka, serta menjadi agen perubahan yang menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan. Eco Innovation Challenge tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi untuk menciptakan inovasi, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan santri. Dalam proses mengikuti kompetisi, santri diajarkan untuk lebih memahami permasalahan lingkungan yang ada, seperti pengelolaan sampah, perubahan iklim, dan pemanfaatan energi yang lebih efisien. Hal ini memicu mereka untuk berpikir lebih dalam tentang bagaimana mereka dapat berperan dalam menjaga kelestarian bumi. Dengan terlibat dalam kompetisi ini, santri tidak hanya belajar teori tentang lingkungan, tetapi juga merasakan pentingnya peran aktif mereka dalam memecahkan masalah lingkungan. Kompetisi ini memberikan ruang bagi santri untuk bereksperimen dengan ide-ide baru yang dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, seperti menciptakan produk ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kompetisi Eco Innovation Challenge di Pondok Pesantren Darun Najah diharapkan tidak hanya berhenti pada penyelesaian tantangan tahunan, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan pesantren dan masyarakat lebih luas. Sebagai contoh, produk-produk yang dihasilkan dari kompetisi ini dapat dijual 12 Satya Vir Singh. AoDampak AI Pada Pengajaran Dan Pembelajaran Dalam Teknologi PendidikanAo, 22. , pp. 135Ae58. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 467 Inovasi Pendidikan Adiwiyata melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah untuk mendukung keberlanjutan ekonomi pesantren atau dipasarkan ke masyarakat sebagai barang yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Selain itu, pesantren juga berharap dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan dan mengimplementasikan ide-ide inovatif yang dihasilkan dalam kompetisi. Ini akan menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan di pesantren, di mana setiap santri diberdayakan untuk berpikir kreatif dan berperan aktif dalam menciptakan solusi bagi masalah lingkungan yang ada. KEBERHASILAN ECO-PESANTREN DALAM MENCIPTAKAN PESANTREN RAMAH LINGKUNGAN DI PESANTREN DARUNNAJAH Pengelolaan lingkungan di Pondok Pesantren Darun Najah berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam yang mengajarkan untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Dalam Al-Qur'an. Surah Al-AAoraf ayat 56. Allah berfirman: Audan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setela (Alla. memperbaikinyaAy (Q. S Al-AAoraf:. Ayat ini mengingatkan umat islam akan pentingnya menjaga kelestarian di bumi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap ciptaan-Nya. Pesantren Darunnajah menjadikan dalil islam sebagai prinsip dalam setiap aspek pengelolaan lingkungan mereka. Dengan menanamkan nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari santri. Pesantren melihat perawatan alam sebagai bagian dari ibadah yang memiliki moral yang Pondok Pesantren Darun Najah telah berhasil mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan pesantren melalui berbagai program lingkungan yang berbasis pada nilai-nilai Islam. Berbagai inisiatif seperti bank sampah, kebun pesantren, pelatihan lingkungan, dan program Green Dakwah bukan hanya menciptakan ekosistem yang ramah lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran ekologis yang mendalam di kalangan santri dan masyarakat sekitar. Keberhasilan ini dapat dilihat dalam partisipasi aktif santri dalam pengelolaan sampah, yang dibagi menjadi kategori organik, non-organik, dan B3. Sampah organik diolah menjadi kompos yang digunakan untuk kebun pesantren atau dibagikan kepada warga, sementara sampah plastik didaur ulang menjadi produk kerajinan tangan yang dapat dijual. Ini adalah contoh penerapan prinsip ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sampah tersebut. Salah satu kunci sukses dari eco-pesantren ini adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan lingkungan. Pesantren tidak hanya berfokus pada santri, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program keberlanjutan melalui berbagai kegiatan seperti pembagian bibit pohon, bersih-bersih sungai, dan edukasi tentang pelestarian alam. Sterling . menyatakan bahwa partisipasi aktif masyarakat merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan program keberlanjutan. Melalui keterlibatan ini, pesantren Darun Najah berhasil menanamkan kesadaran lingkungan yang meluas, baik di kalangan santri maupun masyarakat sekitar. Halaman 468 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Inovasi Pendidikan Adiwiyata Melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-Pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah yang berujung pada terciptanya ekosistem ramah lingkungan yang KESIMPULAN Inovasi pendidikan Adiwiyata dalam menciptakan Pesantren yang ramah lingkungan atau disebut dengan Eco-pesantren di Pondok Pesantren Darunnajah Bogor dilakukan melalui program Green Dakwah, dengan tujuan mengintegrasikan nilai-nilai islami dengan kesadaran lingkungan, selaras dengan prinsip islam tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Nilai-nilai islam seperti menjaga keseimbangan alam didukung oleh kegiatan yang mendukung pelestarian lingkungan. Adapun kegiatan tersebut meliputi: Bank Sampah sebagai bentuk Pengelolaan sampah dan daur ulang, yakni santri diajarkan cara memilah sampah menjadi organik, non organik, dan B3. Sampah organik diolah menjadi pupuk untuk kebun pesantren, sedangkan sampah plastik didaur ulang menjadi produk kerajinan oleh Green Dakwah sebagai bentuk Penghijauan dan Konversi alam. penghijauan yang dilakukan dengan menanam pohon di area pesantren dan melibatkan masyarakat sekitar, serta mengajak masyarakat untuk gotong royong dan membersihkan sungai bersama santri. Santri dilatih menjadi agen perubahan untuk menyebarkan kesadaran lingkungan kepada masyarakat. Kebun Pesantren: pesantren memiliki kebun yang dikelola langsung oleh sleuruh warga pesnatren termasuk santri dalam mendukung kebutuhan internal serta memberikan manfaat kepada masyarakat, seperti hasil Santri juga diajarkan untuk bertani berkelanjutan dengan menggunakan pupuk organik dan teknologi sederana. Pendidikan dan Pelatihan: santri diikutsertakan pelatihan seperti pembuatan pupuk kompas, sabun organik, dan metode hidroponik. Pendidikan berbasis lingkungan diterapkan mellaui workship, seminar, dan diikuti oleh praktik langsung. Green Safari, program berbasis komunitas yang menghubungkan santri dengan masyarakat melalui kegiatan pelestarian lingkungan seperti membuat kebun dan pengelolaan sampah. Eco Innovation Challenge: Kompetisi yang mendorong santri dalam menciptakan solusi inovatif untuk masalah lingkungan, seperti membuat aplikasi pengelolaan sampah atau produk ramah lingkungan menggunakan pendekatan berbasis STEM ini melatih snatri dalam berfikir kritis dan kreatif dalam mencari solusi praktis. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 469 Inovasi Pendidikan Adiwiyata melalui Program Green Dakwah dalam menciptakan Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-pesantre. : Studi Kasus Pesantren Darunnajah Bogor Nuhzatul Ainiyah DAFTAR PUSTAKA