Volume 1 Issue 1 . Pages 27-33 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Analisis Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Susi Susanti1. Fiki Dzakiyyatul Aula2. Vivin Irawati3 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STIT Muhammadiyah Bojonegoro1,2,3 Susantisusi08133@gmail. Abstrak Dalam pembelajaran, pengembangan potensi pendidikan siswa harus dilakukan secara menyeluruh dan Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran guru memerlukan model pembelajaran yang menyenangkan dan mampu meningkatakan keaktifan siswa dalam pelaksanaan Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pembelajaran di kelas IV dengan model problem based learning terhadap peningkatan aktivitas belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Penerapan model pembelajaran PBL pada pembelajaran telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Aktivitas siswa mengalami peningkatan, terlihat pada aktivitas belajar siswa sebesar 75,6% meningkat menjadi 81,8% diperoleh data keaktifan belajar siswa secara klasikal sebesar 78,7%. Peningkatan aktivitas siswa kelas IV MI Hidayatul MubtadiAoin Mudung 73,5% menjadi 85,3% dengan perolehan data klasikal sebesar 79,4% dari data tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan model problem based learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa madrasah ibtidaiyah. Kata Kunci: Aktifitas Belajar. Model Pembelajaran. Problem Based Learning Abstract In learning, the development of students' educational potential must be carried out in a comprehensive and integrated manner. To increase the activity of students in learning, teachers need a learning model that is fun and able to increase student activity in the implementation of learning. The purpose of this research is to describe the learning process in class IV with a problem-based learning model for increasing student learning activities. This research uses a quantitative descriptive approach. The results of the analysis show that the application of the PBL learning model in learning has been carried out Student activity has increased, seen in student learning activity of 75. 6% increasing to 8%, obtained classical student learning activity data of 78. The increase in the activity of class IV MI Hidayatul Mubtadi'in Mudung 73. 5% to 85. 3% with the acquisition of classical data of 79. 4% of the data can be said that the use of problem based learning models can increase the learning activities of madrasah primary school students. Keywords: Learning Activities. Learning Models. Problem Based Learning PENDAHULUAN Dalam pembelajaran, pengembangan potensi pendidikan siswa harus dilakukan secara menyeluruh dan terpadu. Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran guru memerlukan model pembelajaran yang menyenangkan dan mampu meningkatakan keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajarannya, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil Pemilihan model pembelajaran harus mampu mengembangkan tiga kompetensi dalam Model pembelajaran sangat diperlukan dalam pembelajaran dikarenakan dengan adanya model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak dapat meningkatkan keaktifan Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 | 27 Analisis Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah siswa, dan meningkatkan hasil belajar peserta didik, kemudian dengan adanya model pembelajaran tersebut pembejaran yang dilakukan di dalam kelas terlihat bervariatif dan tidak Menurut Sardiman A. M . yang dimaksud dengan aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Yang mana antara keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh penulis, maka peneliti juga menyimpulkan, bahwa di MI Darul Ulum Ngranggon Anyar Kepoh baru Bojonegoro, pada saat pembelajaran berlangsung kurang begitu efektif, kurang menyenangkan dan kurang menantang siswa, misalnya banyak anak yang kurang fokus dalam pembelajaran bermain sendiri, melamun, mengganggu teman atau sibuk dengan dunianya masing-masing, untuk itu peneliti menyimpulkan bahwa diperlukan model pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa dan memberikan semangat bagi siswa yang mengikuti pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 10 Oktober di kelas IV pada saat pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Selama pembelajaran berlangsung penulis mengamati kegiatan siswa pada saat pembelajaran siswa masih belum terlibat aktif dalam pembelajaran, kemudian dalam kegiatan pembelajaran siswa hanya disibukan dengan mengerjakan LKS yang ditugaskan oleh guru, sesekali ada siswa yang melakukan keributan seperti meminjam peralatan tulis dan menanyakan jawaban pada teman lainnya sehingga hal ini mengakibatkan pembelajaran tidak terkondisi dengan baik. Berdasarkan fakta-fakta yang temukan pada pembelajaran yang dilaksanakan kurang mengaktifkan siswa, sehingga untuk memahami materi pelajaran siswa merasa kesulitan, sehingga perlu dicari strategi baru atau penyelesaian masalah yang terkait dengan pembelajaran di dalam kelas untuk menimbulkan semangat dan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, salah satunya dengan penerapan model PBL dalam pembelajaran tematik Model Problem Based Learning ialah suatu model yang mana untuk menyelesaikan suatu permasalahan dibutuhkan penyelidikan autentik atau nyata (Fitri:2020. Ramlawati:2. Penerapan PBL diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran serta mengingat informasi yang didapat. Penelitian dengan menggunakan model pembelajaran PBL sudah pernah dilakukan oleh Rahayuningtyas. Wilis . dengan judul skripsi AuPenerapan Model Problem Based Learning (PBL) IAy. dalam peneltian yang dilakukan menunjukan bahwa motivasi dan hasil belajar dapat meningkat dengan diterapkan model Problem Based Learning (PBL). METODOLOGI Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan deskriptif Penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan berbagai peristiwa yang terjadi di Penelitian tentang model PBL bertujuan untuk mengetahui peningkatakn aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran kelas IV MI Darul Ulum Ngranggon Anyar dan MI Hidayatul MubtadiAoin Mudung. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV MI Darul Ulum Ngranggon Anyar MI Hidayatul MubtadiAoin Mudung Kepoh Baru Bojonegoro. Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini ialah data yang terkait dengan peningkatan aktivitas belajar siswa serta keberhasilan penerapan model PBL pada pembelajaran tematik terpadu di kelas IV MI Darul Ulum Ngranggon Anyar Kepoh baru Bojonegoro. Data tentang peningkatan aktivitas belajar siswa diperoleh berdasarkan pengamatan oleh dua observer yaitu guru kelas IV dan teman sejawat dengan menerapkan PBL. 28 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 Analisis Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif yang berfungsi untuk memperkuat data kualitatif. Keaktifan siswa selama pembelajaran berlangsung dilakukan melalui observasi dengan menggunakan rubrik pengamatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil observasi aktivitas guru MI Darul Ulum Ngranggon Anyar dalam menerapkan model pembelajaran PBL dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini. Keterangan Oc Skor Nilai Aktivitas Guru Nilai Aktivitas Guru Prosentase Tabel 1. Hasil Observasi Aktivitas Guru dalam Menerapkan Model PBL Pertemuan 1 Obs. Obs. 79,4% Pertemuan 2 Obs. Obs. 88,2% Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui persentase nilai aktivitas guru dengan menerapkan PBL pada pertemuan 1 observer pertama memberikan penilaian sebesar 76,5 dan observer kedua memberikan penilaian sebesar 82,3, sehingga aktivitas guru pada pertemuan 1 jika dirata-rata memperoleh nilai sebesar 79,4 dengan prosentase sebesar . ,4%). Sedangkan pada pertemuan 2 observer pertama memberikan penilaian sebesar 88,2 dan observer kedua memberikan penilaian 88,2, rata-rata penilaian aktivitas guru pada pertemuan 2 sebesar 88,2 dengan prosentase . ,2%). Tabel 2. Aktivitas Siswa Keterangan Rata-Rata Pertemuan Prosentase Prosentase Pertemuan 1 75,6% Pertemuan 2 81,8% 78,7% Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui rata-rata keaktifan siswa pada pertemuan 1 sebesar 75,6 dengan prosentase klasikal . ,6%) dan nilai rata-rata pada pertemuan 2 sebesar 81,8 dengan prosentase secara klasikal . ,8%). Dari data pertemuan 1 dan 2 diperoleh data keaktifan belajar siswa secara klasikal sebesar . ,7%). Dengan diperolehnya data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa MI Darul Ulum Ngranggon Anyar telah mencapai kentutasan klasikal Ou 69 Hasil observasi aktivitas guru kelas IV MI Hidayatul MubtadiAoin Mudung dalam menerapkan model pembelajaran PBL dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini. Keterangan Oc Skor Nilai Aktivitas Guru Nilai Aktivitas Guru Prosentase Tabel 3. Hasil Observasi Aktivitas Guru dalam Menerapkan Model PBL Pertemuan 1 Obs. Obs. 76,3% Pertemuan 2 Obs. Obs. 88,2% Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 29 Analisis Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui prosentase nilai aktivitas guru dengan menerapkan PBL pada tindakan kedua pertemuan 1 observer pertama memberikan penilaian sebesar 75,4 dan observer kedua memberikan penilaian sebesar 77,2, sehingga aktivitas guru jika dirata-rata memperoleh nilai sebesar 76,3 dengan prosentase sebesar . ,3%). Sedangkan pada pertemuan 2 observer pertama memberikan penilaian sebesar 88,2 dan observer kedua memberikan penilaian 88,2, rata-rata penilaian aktivitas guru pada pertemuan 2 sebesar 88,2 dengan prosentase . ,2%). Sedangkan aktivitas belajar siswa dinyatakan tuntas apabila siswa mendapatkan nilai aktivitas Ou 69 dan secara klasikal aktivitas belajar siswa dapat dikatakan tuntas apabila mencapai Ou 69%. Data aktivitas belajar siswa pada kelas IV MI Hidayatul MubtadiAoin Mudung dapat dilihat pada tabel 4 di bawah ini: Keterangan Rata-Rata Pertemuan Prosentase Prosentase Tabel 4. Aktivitas Siswa Pertemuan 1 73,5% 79,4% Pertemuan 2 85,3% Berdasarkan tebel diatas, dapat diketahui rata-rata keaktifan siswa pada pertemuan 1 sebesar 73,5 dengan prosentase klasikal . ,5%) dan nilai rata-rata pada pertemuan 2 sebesar 85,3 dengan prosentase secara klasikal . ,3%). Dari data pertemuan 1 dan 2 diperoleh data keaktifan belajar siswa secara klasikal pada tindakan kedua sebesar . ,4%). Deskripsi Pembelajaran dengan Menerapkan Model Pembelajaran PBL Penerapan PBL pada pembelajaran di kelas IV di MI Darul Ulum Ngranggon Anyar dan Hidayatul MubtadiAoin Mudung dilaksanakan sesuai dengan karakteritik anak kelas IV MI yang dalam taraf berfikir operasional kongkret hal ini sejalan dengan Piaget . alam Rusman, 2010:. menyatakan bahwa Ausetiap anak memiliki stuktur kognitif yang disebut skemata, yang artinya sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap obyek yang ada dalam lingkungannya. Dalam pembelajaran, anak kelas IV akan menerima pembelajaran dengan mudah jika mereka belajar dari lingkungan sekitar berdasarkan apa yang mereka lihat dan alami. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan sesuai langkah-langkah pembelajaran PBL. Melalui langkah-langkah tersebut, guru bertindak sebagai subyek yang dapat merancang kegiatan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat dalam PBL. PBL merupakan model pembelajaran yang sesuai dengan karateristik siswa kelas IV, serta efektif untuk diterapkan di kelas, karena PBL merupakan model pembelajaran yang dapat mengembangkan cara berfikir siswa ke arah yang lebih kritis dan belajar dari permasalahan yang terdapat di lingkungan sekitar tempat mereka berada sehingga siswa terlibat aktif dalam Sejalan dengan (Dewi, 2016. Widodo & Widayanti, 2. Model pembelajaran Problem Based Learning membuat proses belajar siswa menjadi lebih aktif dalam memecahkan masalah yang diberikan. Deskripsi Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa dalam Menerapkan Model Pembelajaran PBL Dalam kegiatan pembelajaran sangat mutlak diperlukan adanya aktivitas belajar yang dilakukan siswa. Aktivitas dalam kata lain merupakan kegiatan, hal ini sejalan dengan Sardiman 34 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 Analisis Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah . yang menyatakan bahwa aktivitas merupakan prinsip utama di dalam pembelajaran, tanpa adanya aktivitas maka proses belajar tidak akan terjadi. Pada langkah PBL aktivitas yang dilakukan siswa meliputi, melakukan pertukaran ide bersama teman satu kelompok, mencari informasi, dan sumber belajar yang sesuai untuk mendapatkan penjelasan pemecahan masalah, menemukan bahan sesuai dengan petunjuk. Menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi terhadap penyelidikan dan proses yang digunakan. Berdasarkan pelaksanan pembelajaran yang telah dilaksanakan, aktivitas siswa kelas IV MI Darul Ulum Ngranggon Anyar dan MI Hidayatul MubtadiAoin Mudung mengalami peningkatan, yang semula siswa hanya duduk, mendengarkan dan mengerjakan LKS kini dengan adanya PBL siswa disibukkan dengan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat pada PBL. Hal tersebut dapat terlihat pada saat kegiatan di dalam kelas pada proses melakukan penyelidikan mandiri ataupun kelompok siswa sangat aktif dan mengerjakan tugas dengan baik sampai membentuk hasil karya yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, kemudian siswa juga aktif dalam kegiatan menganalisis dan mengevaluasi penyeledikan yang telah dilakukan oleh masing-masing kelompok. Secara keseluruhan aktivitas belajar siswa selama penerapan pembelajaran menggunkan PBL pada umumnya terlaksana dengan baik. Aktivitas tersebut telah mengalami peningkatan dari setiap pertemuanya dan masing-masing tahapannya, hal tersebut dapat dilihat pada tabel 2 dan 4 nilai aktivitas belajar siswa setelah penerapan PBL. Motivasi belajar yang memadai akan mendorong siswa untuk berperilaku aktif dan dapat meningkatkan prestasi siswa selama kegiatan belajar didalam kelas (Fauziahl dkk, 2. Pada bab temuan penelitian menujukan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa MI Darul Ulum Ngranggon Anyar Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui rata-rata keaktifan siswa pada pertemuan 1 sebesar 75,6 dengan prosentase klasikal . ,6%) dan nilai rata-rata pada pertemuan 2 sebesar 81,8 dengan prosentase secara klasikal . ,8%). Dari data pertemuan 1 dan 2 diperoleh data keaktifan belajar siswa secara klasikal sebesar . ,7%). MI Hidayatul MubtadiAoin dapat diketahui rata-rata keaktifan siswa pada pertemuan 1 sebesar 73,5 dengan prosentase klasikal . ,5%) dan nilai rata-rata pada pertemuan 2 sebesar 85,3 dengan prosentase secara klasikal . ,3%). Dari data pertemuan 1 dan 2 diperoleh data keaktifan belajar siswa secara klasikal sebesar . ,4%). Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu untuk meningkatkan aktifitas siswa dalam KESIMPULAN Penerapan model pembelajaran PBL pada pembelajaran siswa kelas IV MI Darul Ulum Ngranggon Anyar dan MI Hidayatul MubtadiAoin Mudung Kepoh Baru Bojonegoro telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Keberhasilan ini ditunjukan dengan peningkatan keterlaksanaannya PBL pada aktifitas guru MI Darul Ulum Ngranggon Anyar rata-rata prosentase keberhasilan sebesar 79,4% kemudian menjadi 88,2% dan aktifitas guru MI Hidayatul MubtadiAoin Mudung 76,3% kemudian menjadi 88,2%. Penerapan model pembelajaran PBL pada pembelajaran meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV MI Darul Ulum Ngranggon Anyar dan MI Hidayatul MubtadiAoin Mudung Kecamatan Kepoh Baru Kabupaten Bojonegoro. Aktivitas siswa mengalami peningkatan, hal ini dapat terlihat pada aktivitas belajar sebesar 75,6% meningkat menjadi 81,8% diperoleh data keaktifan belajar siswa secara klasikal sebesar 78,7%. Peningkatan aktivitas siswa kelas IV MI Hidayatul Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 29 Analisis Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah MubtadiAoin Mudung 73,5% menjadi 85,3% dengan perolehan data klasikal sebesar 79,4%. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, disampaikan beberapa saran sebagai berikut: Dalam menerapkan model pembelajaran PBL hendaknya memperhatikan langkah-langkah dalam pelaksanaan pembelajaran, serta mempersiapkan media pembelajaran yang diperlukan dalam pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran PBL untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, hendaknya guru lebih memberikan motivasi dan bimbingan yang tersruktur agar siswa lebih mampu mengembangkan pola pikir dan lebih melibatkan diri dalam setiap kegiatan DAFTAR PUSTAKA