Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol. 3 No. 1 April 2017: 16-28 ISSN: 2302-4119 Analisis Laporan Keuangan Bank terhadap Return Saham pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Periode 2011Ai2015 Erric Wijaya STIE Indonesia Banking School wijaya@ibs. Muhammad Reyhan STIE Indonesia Banking School reyhan@gmail. Abstract The purpose of this study was to determine and analyze the effect of bank financial report using variable Loan to Deposit Ratio (LDR). Capital Adequacy Ratio (CAR). Return On Asset (ROA), and Operating Income Operating Expenses (OIOE/BOPO) toward stock return in a conventional bank. The sample selection using purposive sampling method and sample of this research are as many as 18 national private commercial bank foreign exchange in Indonesia. Data obtained from secondary data in annual reports of bank in Indonesia Stock Exchange sites. The analysis technique used in this research is multiple regression analysis. The hypothesis in this study was based on previous studies and various other supporting theories. The results of this study indicate that the loan to deposit ratio (LDR) positively effect on stock return, capital adequacy ratio (CAR) not significant effect on stock return, return on asset (ROA) positively effect on stock return. While Operating Income Operating Expenses variable removed for affected Multikolinierity. Keywords: Loan to Deposit Ratio (LDR). Capital Adequacy Ratio (CAR). Return On Asset (ROA). Operating Income Operating Expenses (OIOE/BOPO) Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh laporan keuangan bank menggunakan variabel Loan to Deposit Ratio (LDR). Capital Adequacy Ratio (CAR). Return On Asset (ROA), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (OIOE / BOPO) menuju pengembalian saham di bank Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 18 valuta asing bank umum swasta nasional di Indonesia. Data diperoleh dari data sekunder dalam laporan tahunan bank di situs Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hipotesis dalam penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya dan berbagai teori pendukung lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa loan to deposit ratio (LDR) berpengaruh positif terhadap return saham, rasio kecukupan modal (CAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, return on asset (ROA) berpengaruh positif terhadap return saham. Sementara variabel Biaya Operasional Penghasilan Operasional dihapus untuk multikolinieritas yang terpengaruh. Kata Kunci: Loan to Deposit Ratio (LDR). Capital Adequacy Ratio (CAR). Return On Asset (ROA). Biaya Operasional Pendapatan Operasional (PIPE / BOPO) Pendahuluan Umumnya bank memiliki tiga sumber dana bank, yaitu yang berasal dari masyarakat luas . abungan, giro, deposit. , dari bank itu sendiri . odal pemegang saham, cadangan dan laba bank yang belum dibag. , serta dana yang bersumber dari lembaga lainnya . redit Bank Indonesia dan pinjaman bank lai. (Kasmir. Bank juga memperoleh modal yang besar dari penerbitan saham mereka. Dapat dilihat bahwa semakin besar jumlah saham yang bank terbitkan, makin besar pula dana yang diperoleh dari masyarakat atau investor dari penjualan Dana atau modal yang diperoleh dari penjualan saham, dapat dipergunakan oleh bank untuk mengembangkan usaha, serta dapat menutup kerugian yang dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga bank tersebut dapat stabil dalam memasarkan saham mereka baik di bursa-bursa saham. Selain itu, bank yang pada operasinya banyak atau dominan menggunakan dana dari para nasabah wa- jib menjaga kepercayaan dari nasabah. Oleh karena itu, para pengelola bank perlu menjaga keseimbangan antara likuiditas dengan pencapaian profitabilitas dan pemenuhan modal. Hal ini yang perlu dilakukan oleh pengelola bank, karena dalam operasi bank selain melakukan penanaman dalam bentuk aktiva produktif baik kredit, surat-surat berharga dan sebagainya, bank juga melakukan dan memberikan jasa dan komitmen-komitmen. Di sisi lain nilai return saham sangat penting bagi perbankan, hal ini disebabkan nilai dari return saham sangat mencerminkan kondisi dari bank yang bersangkutan. Profitabilitas bank sangat mencerminkan keadaan return saham, dimana profit bank yang mengalami peningkatan maka akan meningkatkan nilai return saham. Secara umum, semakin banyak kinerja suatu perusahaan semakin tinggi laba usahanya dan semakin banyak keuntungan yang dapat dinikmati oleh pemegang saham, juga semakin besar kemungkinan harga saham akan naik, yang juga mencerminkan return saham akan meningkat Wijaya dan Muhammad Reyhan. Analisis Laporan Keuangan Bank terhadap Return. ISSN: 2302-4119 Gambar 1. Rata-Rata Return Saham Bank Konvensional Sumber: Data diolah oleh penulis . (Domiyanti S, 2. Return saham juga sangat menarik para investor menanamkan modalnya sehingga apabila return saham menunjukkan trend yang positif maka mudah bagi perbankan untuk menarik para investor menanamkan modalnya. Data menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa rata-rata data return saham bank umum konvensional yang sudah listing di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2011-2015 adalah seperti terlihat pada Dapat dilihat bahwa rata-rata return saham bank umum konvensional pada tahun 2011 menunjukkan angka negatif sebesar -10%, data rata-rata return saham di grafik 1 menampilkan penurunan dari 2010 ke tahun 2011 sebesar 68%. Hal ini berbarengan dengan terjadinya krisis global, yang menimbulkan dampak ke pasar keuangan dalam negeri berupa perubahan harga saham dimana pasar bereaksi terhadap berita dan kondisi eksternal dan internal (Tinjauan Ekonomi Triwulan BAPPENAS. Dampak tersebut menyebabkan penempatan dana perbankan pada surat-surat berharga pangsanya mengalami penurunan (Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2011. Bank Indonesia 2. Analisis fundamental adalah analisis untuk mengetahui kondisi perusahaan secara keseluruhan, baik analisis produk perusahaan dan pemasarannya, analisis pertumbuhan laporan keuangan dan kinerja manajemen Menganalisis laporan keuangan perusahaan dapat diwujudkan dengan harga saham (Gantino & Maulana, 2. Selain analisis fundamental, investor dapat melakukan analisis teknikal. Analisis teknikal adalah teknik untuk memprediksi arah pergerakan harga saham dan indikator pasar saham lainnya berdasarkan pada data pasar historis seperti informasi harga dan volume (Tandelilin, 2. Jika prospek suatu bank kuat dan baik, maka harga saham akan merefleksikan kekuatan itu dan meningkat seiring dengan peningkatan kondisi finansial suatu bank. Harus diperhatikan bahwa nilai suatu efek ekuitas tidak hanya ditentukan oleh tingkat pengembalian yang mungkin terjadi . xpected retur. , namun tingkat risiko di dalamnya. Jika disimak lebih jauh, perbankan merupakan bisnis yang cukup memiliki prospek yang bagus kedepannya. Untuk mengetahui kondisi keuangan suatu bank, maka dapat dilihat laporan keuangan yang disajikan suatu bank secara periodik. Laporan ini juga sekaligus menggambarkan kinerja bank selama periode tersebut. Beberapa indikator yang dapat digunakan apakah bank tersebut sehat, kuat, tumbuh atau tidak diantaranya ada- lah menggunakan rasio keuangan (Kasmir, 2. Dalam hal ini penulis akan mengulas beberapa diantaranya yaitu LDR. CAR. ROA, dan BOPO. Rasio LDR (Loan Deposit to Rati. , merupakan salah satu indikator kesehatan likuiditas bank. Penilaian likuiditas merupakan penilaian terhadap kemampuan bank untuk memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan kecukupan manajemen risiko likuiditas. LDR paling sering digunakan oleh analis keuangan dalam menilai suatu kinerja bank terutama dari seluruh jumlah kredit yang diberikan oleh bank dengan dana yang diterima oleh bank. Alasan memilih variabel ini adalah dengan pertimbangan bahwa semakin besar jumlah kredit yang diberikan oleh bank maka akan semakin rendah tingkat likuiditas bank yang bersangkutan, namun di lain pihak semakin besar jumlah kredit yang diberikan diharapkan bank akan mendapatkan return yang tinggi pula. Hal tersebut akan mempengaruhi penilaian investor dalam mengambil keputusan investasinya sehingga secara bersamaan akan mempengaruhi permintaan dan penawaran saham di pasar modal yang pada akhirnya mempengaruhi harga saham yang akhirnya berdampak pada pertumbuhan tingkat retun saham bank. Rasio CAR (Capital Adequacy Rati. , menunjukkan seberapa besar modal bank telah memadai untuk menunjang kebutuhannya, dan sebagai dasar untuk menilai prospek kelanjutan usaha bank bersangkutan. Jika CAR suatu bank tinggi, kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut akan semakin besar sehingga meningkatkan nilai saham perusahaan tersebut. Meningkatnya nilai saham akan meningkatkan pertumbuhan return saham yang akan diterima investor. Rasio ROA (Retun On Asse. , merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan bank menghasilkan keuntungan secara relatif dibandingkan dengan total asetnya. Rasio ini penting karena mengingat keuntungan yang memadai yang diperlukan untuk mempertahankan sumber-sumber bank. ROA yang tinggi berarti rasio profitabilitas juga tinggi, yang berarti bank sukses dalam menghasilkan laba. Laba yang tinggi berarti menjadi bukti investor dapat mengharapkan keuntungan yang berasal dari dividen maupun capital gain. Sebaliknya ROA yang rendah berarti profitabilitas bank juga rendah dan rendahnya profitabilitas berarti bank kurang sukses dalam menghasilkan laba. ROA yang tinggi akan meningkatkan harga saham dan seperti ulasan sebelumnya menjelaskan adanya peningkatan return saham. Sedangkan rasio BOPO (Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasiona. , merupakan rasio yang Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol. 3 No. 1 April 2017: 16-28 mengukur efisiensi operasional bank, dengan membandingkan biaya operasional dengan pendapatan operasional. Semakin tinggi rasio ini menunjukkan semakin tidak efisien biaya operasional bank (Dr. (Cand. )Taswan. SE. Si, 2. Peningkatan efisiensi dapat dilakukan dengan meningkatkan efisiensi operasional melalui perbaikan proses kerja, pembenahan organisasi dan pengurangan aktivitas yang kurang produktif (Bank Indonesia, 2. Bank Indonesia menetapkan kriteria bank dalam kategori sehat apabila memiliki rasio BOPO < 93,25% (Surat Edaran Bank Indonesia No. 30/2/UPPB). Jika semakin besar rasio ini, berarti manajemen semakin beroperasi kurang efisien sehingga laba akhirpun akan semakin kecil. Kondisi ini akan menurunkan reputasi bank meraih laba sehingga pada akhirnya akan berdampak pada harga saham perusahaan, dan selanjutnya adalah semakin menurunnya return saham Penelitian ini merupakan modifikasi penelitian (Gantino & Maulana, 2. yang berjudul AuPengaruh ROA. CAR, dan LDR Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2012Ay yang memiliki hasil ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham. CAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return Saham, dan LDR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return Saham. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu pengamatan yang dilakukan penelitian sebelumnya menggunakan periode 2008-2012, sedangkan penelitian ini menggunakan variabel BOPO (Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional, dan menggunakan periode 2011-2015. Dari latar belakang penelitian terdahulu, maka penulis tertarik untuk melanjutkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Gantino & Maulana, 2. untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh rasio keuangan terhadap return saham pada bank umum konvensional di Indonesia dengan judul penelitian AuAnalisis Laporan Keuangan Bank Terhadap Return Saham pada Bank Umum Konvensional periode 20112015Ay. Landasan Teori Teori Sinyal (Signaling Theor. Asumsi dari signaling theory adalah para manajer perusahaan memiliki informasi yang lebih akurat mengenai perusahaan yang tidak diketahui oleh pihak luar . Konsep signaling pertama kali dipelajari dalam konteks kerja dan produk pasar oleh Akerlof and Arrow yang dikembangkan oleh equilibrum signal oleh Spence . yang menyatakan bahwa perusahaan yang baik dapat membedakan diri dengan perusahaan yang buruk dengan mengirimkan sinyal yang kredibel mengenai kualitas ke pasar modal. Di dalamnya terdapat dua jenis sinyal yaitu sinyal bad news dan good news. Sinyal bad news memberikan informasi berupa kinerja yang buruk atau mengalami penurunan, sedangkan good news memberikan informasi berupa kinerja perusahaan yang baik atau mengalami peningkatan (Godfrey et. , 2. Godfrey juga menjelaskan bahwa manajer dengan sukarela akan memberikan informasi kepada investor untuk membantu pengambilan keputusan mereka. Hal tersebut mencerminkan jika ada perubahan dalam informasi suatu perusahaan terutama bank, berarti akan merubah keputusan yang dibuat investor dari perubahan informasi tersebut. Maka dari itu laporan keuangan yang berupa rasio keuangan bank, dapat memberikan sinyal yang baik kepada para investor, yang dapat mempengaruhi keputusan investor untuk berinvestasi pada bank tersebut. Efficient Market Hypothesis Istilah tentang pasar yang efisien memang bisa diartikan secara berbeda-beda dan untuk tujuan yang berbeda pula. Untuk bidang keuangan, konsep pasar yang efisien lebih ditekankan pada aspek informasi. Tandelilin . menyatakan bahwa pasar yang efisien adalah pasar dimana harga semua sekuritas yang diperdagangkan telah mencerminkan semua informasi yang tersedia. Dalam hal ini informasi yang tersedia dapat meliputi informasi di masa lalu . ebagai contoh laba perusahaan tahun lal. , maupun informasi saat ini . ebagai contoh rencana kenaikan dividen tahun in. , serta informasi yang bersifat sebagai opini rasional yang beredar di pasar yang dapat mempengaruhi perubahan harga. Tandelilin . mengklasifikasikan bentuk pasar yang efisien ke dalam tiga Efficient Markert Hypothesis (EMH), sebagai berikut: Efisien dalam Bentuk Lemah (Weak For. Pasar efisien dalam bentuk ini berarti bahwa semua informasi di masa lalu . akan tercermin dalam harga yang terbentuk sekarang. Oleh karena itu, informasi historis tersebut tidak dapat digunakan untuk memprediksi Gambar 2. Efficient Market Hypothesis Sumber: Tandelilin . ISSN: 2302-4119 Wijaya dan Muhammad Reyhan. Analisis Laporan Keuangan Bank terhadap Return. ISSN: 2302-4119 perubahan harga di masa yang akan datang, karena sudah tercermin pada harga saat ini. dap return saham. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah: Efisien dalam Bentuk Setengah Kuat (Semi Stron. Pasar efisien dalam bentuk setengah kuat memiliki arti bahwa harga pasar saham yang terbentuk sekarang telah mencerminkan informasi historis ditambah dengan semua informasi yang di publikasikan di pasar. Suatu pasar dinyatakan efisien setengah kuat bila informasi terserap atau direspons dengan cepat oleh pasar . alam satu hingga dua spot waktu atau hari di seputar pengumuma. Ho1: Loan To Deposit Ratio tidak berpengaruh positif terhadap return saham Ha1: Loan To Deposit Ratio berpengaruh positif terhadap return saham Efisien dalam Bentuk Kuat (Strong For. Pasar efisien dalam bentuk kuat berarti harga pasar saham yang terbentuk sekarang mencerminkan informasi historis ditambah dengan semua informasi yang dipublikasikan dan ditambah dengan informasi yang tidak dipublikasikan. Pada pasar efisien bentuk kuat tidak akan ada seorang investor pun yang bisa memperoleh return tak normal. Pengembangan Hipotesis Menurut Mulyono dalam SofiAoi . 6: . , ada tiga pokok penting dalam menganalisa rasio keuangan perusahaan perbankan, yaitu rasio solvabilitas, rasio likuiditas, dan rasio rentabilitas, dimana masing-masing rasio mewakili syarat kinerja perusahaan bank yang baik yaitu terjaganya keseimbangan antara pemeliharaan likuiditas yang cukup dengan pencapaian rentabilitas yang wajar, serta pemenuhan modal yang memadai. Pada penelitian ini, guna menilai aspek likuiditas, solvabilitas, dan aspek rentabilitas tersebut maka digunakan LDR. CAR. ROA, dan BOPO. Pengaruh Loan to Deposit Ratio Terhadap Return Saham Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibanding jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan. LDR juga merupakan indikator kerawanan dan kemampuan suatu bank. Dari aspek likuiditas. LDR yang tinggi berarti likuiditas bank semakin rendah dan cenderung tidak likuid sehingga resiko dalam berinvestasi menjadi tinggi. Akan tetapi bagi masyarakat investor. LDR yang tinggi berarti banyak dana yang disalurkan dalam perkreditan sehingga perbankan akan memperoleh laba dari bunga kredit. Laba yang tinggi pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan harga saham dan pada akhirnya mampu meningkatkan nilai return saham yang dimiliki dari periode sebelumnya. Menurut signaling theory, return saham pada bank merupakan sinyal baik akan kualitas bank tersebut kepada investor. Berdasarkan signalling theory, pengaruh LDR terhadap return saham dapat memberikan sinyal good news kepada investor apabila tingkat LDR tinggi. Hal ini dikarenakan bahwa jika tingkat LDR tinggi maka laba dari bunga kredit semakin besar, hal ini akan berpengaruh kepada kualitas bank yang meningkat, yang akan mencerminkan meningkatnya return bank tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian (Rosita. Muharam, & Haryanto, 2. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa LDR berpengaruh positif signifikan terha- Pengaruh Capital Adequacy Ratio Terhadap Return Saham Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio keuangan untuk mengukur permodalan. (Kasmir, 2003: Pada dasarnya semakin tinggi CAR, maka bank semakin solvable. Bank yang memiliki CAR yang tinggi, berarti bank memiliki modal yang cukup kuat guna menjalankan usahanya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang diperolehnya. Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tinggi berarti bank mempunyai kemampuan untuk mengatasi kemungkinan kerugian akibat perkreditan dan perdagangan surat-surat berharga. Selain itu. CAR tinggi maka masyarakat dan investor akan percaya terhadap kemampuan permodalan bank dan dana yang diserap dari masyarakat meningkat yang akhirnya akan meningkatkan harga saham dimana otomatis meningkatkan nilai return saham karena adanya peningkatan harga saham dari harga sebelumnya. Menurut signaling theory, return saham pada bank merupakan sinyal baik akan kualitas bank tersebut kepada investor. Berdasarkan signalling theory, pengaruh CAR terhadap return saham dapat memberikan sinyal good news kepada investor apabila tingkat CAR tinggi. Hal ini dikarenakan bahwa jika tingkat CAR tinggi maka bank dapat dikatakan memiliki kemampuan dalam mengatasi kemungkinan kerugian yang akan terjadi. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat ataupun investor, sehingga kualitas bank tersebut yang dicerminkan oleh harga saham meningkat. Hal tersebut sejalan dengan penelitian (Muammar Khaddafi, 2. dan (Suardana, 2. Hasil penelitian mereka menunjukkan CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah: Ho2: Capital Adequacy Ratio tidak berpengaruh positif terhadap Return Saham Ha2: Capital Adequacy Ratio berpengaruh positif terhadap Return Saham Pengaruh Return On Asset Terhadap Return Saham Return on Assets (ROA) merupakan rasio untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan laba dengan memanfaatkan aktiva yang dimiliki. Tinggi rendahnya ROA juga akan mempengaruhi harga saham. ROA yang tinggi berarti rasio rentabilitas juga tinggi, yang berarti bank sukses dalam menghasilkan laba. Laba yang tinggi berarti menjadi bukti investor dapat mengharapkan keuntungan yang berasal dari deviden. Sebaliknya ROA yang rendah berarti rentabilitas bank juga rendah dan rendahnya rentabilitas berarti bank kurang sukses dalam menghasilkan laba. ROA yang tinggi akan meningkatkan harga saham dan seperti ulasan sebelumnya menjelaskan adanya peningkatan return saham. Menurut signaling theory, return saham pada Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol. 3 No. 1 April 2017: 16-28 bank merupakan sinyal baik akan kualitas bank tersebut kepada investor. Berdasarkan signalling theory, pengaruh ROA terhadap return saham dapat memberikan sinyal good news kepada investor apabila tingkat ROA tinggi. Hal ini dikarenakan bahwa jika tingkat ROA tinggi maka laba bank semakin besar, hal ini akan berpengaruh kepada kualitas bank yang meningkat, yang akan mencerminkan meningkatnya return bank tersebut. Hal tersebut sejalan dengan penelitian (Gantino & Maulana, 2. Hasil penelitian mereka menyebutkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. (Muhammad & Scrimgeour, 2. juga menyebutkan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap return saham. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah: Ho3: Return On Asset tidak berpengaruh positif terhadap Return Saham Ha3: Return On Asset berpengaruh positif terhadap Return Saham Pengaruh Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional Terhadap Return Saham Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) merupakan rasio yang mengukur efisiensi operasional bank, dengan membandingkan biaya operasional dengan pendapatan operasional. Jika semakin besar rasio ini, berarti manajemen semakin beroperasi kurang efisien sehingga laba akhirpun akan semakin kecil. Kondisi ini akan menurunkan reputasi bank meraih laba sehingga pada akhirnya akan berdampak pada harga saham perusahaan, dan selanjutnya adalah semakin menurunnya return saham. Menurut signaling theory, return saham pada bank merupakan sinyal baik akan kualitas bank tersebut kepada investor. Berdasarkan signalling theory, pengaruh BOPO terhadap return saham dapat memberikan sinyal bad news kepada investor apabila tingkat BOPO Hal ini dikarenakan bahwa jika tingkat BOPO tinggi maka tingkat efisiensi operasional bank semakin kecil, hal ini akan berpengaruh kepada kualitas bank yang meningkat, yang akan mencerminkan buruknya return bank tersebut. Hal tersebut sejalan dengan penelitian (Asna & Nugraha, 2. dan (Heribertus Ari Bardono, 2. Hasil penelitian mereka menyebutkan bahwa BOPO ber- pengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah: Ho4: BOPO tidak berpengaruh negatif terhadap Return Saham Ha4: BOPO berpengaruh negatif terhadap Return Saham Kerangka Pemikiran Berdasarkan tinjauan pustaka dan penelitian-penelitian terdahulu, dapat diperoleh variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menguji, menganalisis, serta menyimpulkan pengaruh LDR. CAR. ROA, dan BOPO sebagai variabel independen terhadap return saham sebagai variabel dependen pada bank umum konvensional periode 2011-2015. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini akan ditunjukkan oleh gambar 3. Metode Penelitian Objek Penelitian Penelitian ini merupakan modifikasi dari penelitian (Gantino & Maulana, 2. yang berjudul AuPengaruh ROA. CAR, dan LDR Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2012Ay. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui pengaruh Analisis Laporan Keuangan Bank Terhadap Return Saham Bank. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah bank umum di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2011-2015. Populasi dan Sampel Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2011-2015. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Kriteria yang digunakan dalam pen- Gambar 3. Kerangka Pemikiran Sumber: Data diolah penulis ISSN: 2302-4119 Wijaya dan Muhammad Reyhan. Analisis Laporan Keuangan Bank terhadap Return. ISSN: 2302-4119 Tabel 2. Pemilihan Sampel Penelitian No. Keterangan Jumlah Bank umum konvensional di BEI periode 2011-2015 Bank yang tidak termasuk dalam bank umum swasta nasional devisa selama periode 2011-2011 Bank yang tidak memiliki harga saham yang aktif selama periode 2011-2015 Data perusahaan yang dapat dianilisis Sumber: w. id, olahan penulis Tabel 3. Daftar Sampel Bank Umum Swasta Nasional Devisa Kode Nama Perusahaan Tanggal Terdaftar di BEI AGRO BRI Agroniaga Tbk. 08-Agustus-2003 BABP Bank MNC International Tbk. 15-Juli-2002 BBCA Bank Central Asia Tbk. 31-Mei-2000 BBKP Bank Bukopin 10-Juli-2006 BBNP Bank Musantara Parahyangan Tbk. 10-Januari-2001 BDMN Bank Danamon Tbk. 6-Desember-1989 BKSW Bank QNB Indonesia Tbk. 21-November-2002 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk. 29-November-1989 BNII Bank Maybank Indonesia Tbk. 21-November-1989 BNLI Bank Permata Tbk. 15-Januari-1990 BSIM Bank Sinarmas Tbk. 13-Desember-2010 BSWD Bank Of India Indonesia Tbk. 01-May-2002 INPC Bank Artha Graha International Tbk. 29-Agustus-1990 MAYA Bank Mayapada International Tbk. 29-Agustus-1997 MEGA Bank Mega Tbk. 17-April-2000 NISP Bank OCBC NISP Tbk. 20-Oktober-1994 PNBN Bank Panin IndonesiaTbk. 29-Desember-1982 SDRA Bank Woori Saudara Indonesia Tbk. 15-Desember-2006 Sumber: w. id, olahan penulis gambilan sampel adalah: Bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015 Bank yang menerbitkan laporan tahunan . nnual repor. secara berturut-berturut periode 20112015. Bank yang mempublikasikan laporan pengungkapan LDR. CAR. ROA. BOPO secara berturut-turut selama periode 2011-2015. Bank yang termasuk bank umum swasta nasional devisa yang memiliki harga saham aktif selama periode 2011-2015. Adapun sampel bank umum swasta nasional devisa dapat dilihat pada Tabel 3. Keterangan: RS : Return Saham LDR : Loan To Deposit Ratio CAR : Capital Adequacy Ratio Definisi Operasional Adapun definisi operasional dapat dilihat pada tabel 4. Hasil dan Pembahasan Statistik Deskriptif Statistik deskriptif menjelaskan distribusi dari tiap-tiap variabel yang terdapat didalam penelitian. Statistik deskriptif menunjukkan informasi terkait dengan jumlah sampel yang diteliti, nilai rata-rata, nilai tengah atau median, nilai maksimum, nilai minimum, standar deviasi pada masing-masing variabel dependen maupun inde- Model Penelitian RS i,t = 0 1. LDR i,t 2. CAR i,t 3. ROA i,t 3. BOPO i,t A i,t ROA : Return On Asset BOPO : Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional 0 : intercept 1, 2,3 : Koefisien Regresi : Periode Tahun : Bank yang terdaftar di BEI : Error Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol. 3 No. 1 April 2017: 16-28 ISSN: 2302-4119 Tabel 4. Operasional Variabel No. Definisi Return Saham merupakan hasil dari suatu investasi. (Tandelilin, 2. Loan To Deposit Ratio merupakan rasio untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang (Kasmir, 2. Variabel Capital Adequacy Ratio Perhitungan Modal dan AktivaTertimbang Menurut Risiko dilakukan berdasarkan ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum yang (Kasmir, 2. Return On Asset mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan menggunakan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan seperti aktiva, modal, atau penjualan perusahaan. (Kasmir, 2. Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional mengukur efisiensi operasional bank dengan membandingkan beban operasional terhadap pendapatan operasional. (Dr. (Cand. ) Taswan. SE. Si. Sumber: Data diolah penulis Return Saham Formulasi Return Saham = Skala Ratio (Y) (Tandelilin, 2. Loan Ratio Deposit Rumus LDR = Ratio LDR = (X) (Surat Edaran Bank Indonesia, 2. Capital Ratio Adequacy Rumus CAR = Ratio CAR= (X) (Surat Edaran Bank Indonesia, 2. Rumus ROA : Return On Asset Ratio (X) (Surat Edaran Bank Indonesia, 2. Beban Operasional T e r h a d a p Pendapatan Operasional (X) Ratio (Surat Edaran Bank Indonesia, 2. Tabel 5. Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Observations RETURN LDR CAR ROA BOPO Sumber: Eviews 7, data diolah penulis Data yang terdapat dalam statistik deskriptif ini yaitu LDR. CAR. ROA, dan BOPO dalam bentuk rasio, dan return saham yang berbentuk delta tahunan return saham perbankan. Hasil statistik deskriptif dari variabel dependen maupun independen yang digunakan dalam penelitian ini disajikan dalam tabel 5. Berdasarkan perhitungan yang telah tertulis pada tabel 5 maka dapat diketahui bahwa: Variabel return saham merupakan hasil dari suatu investasi, sebagai variabel dependen dalam penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata . sebesar 013529 dengan nilai tengah sebesar -0. standar deviasi sebesar 0. Return saham terbesar dimiliki oleh Bank Woori Saudara Indonesia 050000 dan return saham terkecil dimiliki oleh Bank Maybank Indonesia sebesar -0. Variabel Loan To Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio untuk mengukur komposisi jumlah kredit Wijaya dan Muhammad Reyhan. Analisis Laporan Keuangan Bank terhadap Return. Tabel 6. Hasil Uji Chow Persamaan Effects Test Statistic . Cross-section f Cross-section Chi-Square ISSN: 2302-4119 Prob Sumber: Eviews 7, data diolah penulis yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan. Sebagai variabel independen dalam penelitian ini. LDR menunjukkan nilai rata-rata . dengan nilai tengah sebesar 0. 857100, standar deviasi LDR terbesar dimiliki oleh Bank Woori Saudara Indonesia sebesar 1. 407200 dan LDR terkecil dimiliki oleh Bank Mega sebesar 0. Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio yang mengukur kecukupan modal yang dimiliki suatu bank. Sebagai variabel independen dalam penelitian ini. CAR menunjukkan nilai rata-rata . 169164 dengan nilai tengah sebesar 0. 157000, standar deviasi sebesar 0. CAR terbesar dimiliki oleh Bank QNB Indonesia sebesar 0. 457500 dan CAR terkecil dimiliki oleh Bank MNC Internasional sebesar 0. Variabel Return On Asset (ROA) mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan menggunakan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan seperti aktiva, modal, atau penjualan perusahaan. Sebagai variabel independen dalam penelitian ini. ROA menunjukkan nilai rata-rata . 015900 dengan nilai tengah sebesar 0. standar deviasi sebesar 0. ROA terbesar dimiliki oleh Bank Woori Saudara Indonesia sebesar 051400 dan ROA terkecil dimiliki oleh Bank MNC Internasional sebesar -0. Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) merupakan rasio yang mengukur efisiensi operasional bank, dengan membandingkan biaya operasional dengan pendapatan operasional. Sebagai variabel independen dalam penelitian ini. BOPO menunjukkan nilai rata-rata . 850219 dengan nilai tengah sebesar 0. standar deviasi sebesar 0. BOPO terbesar dimiliki oleh Bank MNC Internasional sebesar 146300 dan BOPO terkecil dimiliki oleh Bank Woori Saudara Indonesia sebesar 0. Hasil Pengujian Penentuan Regresi Data Panel Penentuan model estimasi regresi data panel antara model common effect, fixed effect, atau random effect dilakukan dengan Uji Chow dan Uji Hausman. Uji Chow Uji Chow dilakukan pada hasil regresi persamaan dengan fixed effect. Hipotesis yang dibentuk dalam Chow test adalah sebagai berikut : H0 : Model Common Effect Ha : Model Fixed Effect H0 ditolak . emilih model fixed effec. jika P-value lebih kecil dari nilai . Sebaliknya. H0 tidakdapat ditolak . emilih model common effec. jika P-value lebih besar dari nilai . Nilai yang digunakan sebesar 5%. Hasil dari Uji Chow disajikan dalam tabel 6. Berdasarkan tabel 6, diketahui probabilitas chisquare hasil regresi persamaan dengan fixed effect sebesar 0. Nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi 0. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dikatakan bahwa hasil regresi persamaan dalam penelitian ini menggunakan model fixed effect dan dilanjutkan ke uji Hausman. Uji Hausman Uji hausman dilakukan untuk memilih model terbaik dari penelitian, sehingga dalam pengujian ini akan menghasilkan penggunaan model terbaik dengan menggunakan fixed random atau random effect. Oleh karena itu, pengujian ini dilakukan dengan mengajukan beberapa hipotesa sebagai berikut: -H0 : Model Random Effect -Ha : Model Fixed Effect Kriteria penilaian atas pengujian ini dengan menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5% adalah: Jika nilai p-value > 5%, maka Ho tidak dapat ditolak . odel fixed effec. Jika nilai p-value <5%, maka Ho ditolak . odel random Jika nilai probabilitas yang diperoleh lebih besar dari = 5%, maka menerima Ho yang artinya data terdistribusi Berdasarkan tabel 7, diketahui probabilitas Cross-section random hasil regresi persamaan dengan random effect sebesar 0. Nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi 0. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dikatakan bahwa hasil regresi persamaan dalam penelitian ini menggunakan model fixed effect. Uji Asumsi Klasik Penelitian ini menggunakan analisis regresi data Sebelum melakukan analisis regresi, perlu dilakukan terlebih dahulu uji asumsi klasik yang terdiri dari 4 asumsi yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Uji asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah model regresi yang Tabel 7. Hasil Uji Hausman Persamaan Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Cross-section random Prob Sumber: Eviews 7, data diolah penulis Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol. 3 No. 1 April 2017: 16-28 ISSN: 2302-4119 Gambar 4. Grafik Histogram Sumber: Eviews 7, data diolah penulis digunakan dapat menghasilkan hasil estimator yang baik. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan pada hasil regresi persamaan dalam penelitian ini. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah residual hasil regresi persamaan terdistribusi normal atau tidak, karena data yang berdistribusi normal merupakan salah satu syarat untuk melakukan teknik analisi regresi data panel. Ada beberapa uji untuk mengetahui suatu data itu normal atau tidak, salah satunya dengan menggunakan uji Jarque-Bera test atau J-B test. Adapun hipotesis dari uji Jarque-Bera test adalah sebagai berikut: -Ho : Residual data tidak terdistribusi normal -Ha : Residual data terdistribusi normal Jika nilai probabilitas yang diperoleh lebih besar dari = 5%, maka menerima Ho yang artinya data terdistribusi normal. Hasil uji normalitas disajikan dalam Berdasarkan gambar 4 menunjukkan bahwa nilai probability sebesar 0. 714971 lebih besar dari 0. 05 maka dapat disimpulkan bahwa residual data telah terdistribusi normal yang berarti tidak dapat menolak H0 dan menolak Ha. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas digunakan untuk menguji apakah terdapat korelasi linier antar variabel independen. Salah satu syarat di dalam uji asumsi klasik adalah bahwa data yang diperoleh tidak boleh ada unsur multikolinieritas. Cara untuk melihat masalah di dalam multikolinieritas adalah dengan menggunakan correlation matrix, hasil dari correlation matrix antar variabel yang memiliki korelasi 0. 85, maka model tersebut mengandung multikolinieritas. Namun jika korelasi yang dihasilkan dibawah 85, maka model tersebut lolos uji mulltikolinieritas (Gujarati, 2. , dengan hasil seperti tabel 8. Hasil dari Uji Multikolinieritas menyebutkan terdapat korelasi yang tinggi antara variabel independen ROA dengan BOPO sebesar -0. 960791, angka tersebut melebihi batas korelasi sebesar 0. 85, sehingga hasil model tersebut mengandung multikolinieritas. Karena terdapat multikolinieritas dalam model tersebut, cara untuk mengatasi hal tersebut bisa dengan menghilangkan salah satu variabel independen yang memiliki hubungan linier yang kuat dengan variabel lain (Winarno, 2. Variabel yang akan dihilangkan merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling kecil terhadap return saham, dengan Return Saham = 0 1. ROA Return Saham = 0 1. BOPO. Return Saham = -1. ROA Return Saham = -1. BOPO Dari hasil persamaan diatas, bisa dilihat 1 dari variabel ROA lebih besar dari 1 variabel BOPO, yang berarti variabel ROA lebih besar pengaruhnya terhadap return saham daripada variabel BOPO, sehingga variabel BOPO dihapus agar menghilangkan unsur multikolinier- Tabel 8. Hasil Uji Multikolinieritas LDR CAR ROA BOPO LDR CAR ROA BOPO Sumber: Eviews 7, data diolah penulis Tabel 9. Hasil Uji Multikolinieritas LDR CAR ROA LDR CAR ROA Sumber: Eviews 7, data diolah penulis Wijaya dan Muhammad Reyhan. Analisis Laporan Keuangan Bank terhadap Return. ISSN: 2302-4119 Tabel 10. Uji Heteroskedastisitas Hasil Regresi Persamaan Heteroskedasticity Test Uji Park Dependent Variable: LOG(RESID. Variable Coefficient LDR CAR ROA Std. Error t-statistic Prob. Sumber: Eviews 7, data diolah penulis Hasil dari penghapusan variabel BOPO dapat dilihat pada tabel 9. Hasil yang didapat dari correlation matrix di atas menunjukkan tidak adanya korelasi antar variabel independen karena nilai koefisien antar variabel kurang dari 85, artinya tidak terdapat unsur multikoleniaritas di dalam penelitian ini. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apabila muncul kesalahan dan residual dari model regresi yang dianalisis tidak memiliki varian yang konstan dari suatu observasi. Dalam penelitian ini, uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan Uji Park. Uji Park dengan melihat probabilitas koefisien masingAemasing variabel independen. Hipotesis yang akan diuji yaitu: Ho = Tidak terdapat masalah heteroskedastisitas di dalam model penelitian Ha = Terdapat masalah heteroskedastisitas di dalam model penelitian Kriteria pengujian yang dilakukan oleh Gujarati . dalam membangun hipotesis diatas yaitu: Ho tidak dapat ditolak apabila nilai probabilitas Chi-Square Ou 0. Ha tidak dapat ditolak apabila nilai probabilitas Chi-Square < 0. Hasil Uji Park pada tabel 10 menunjukkan bahwa probabilitas koefisien seluruh variabel diatas 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 dari uji heteroskedastisitas ini tidak dapat ditolak. Dengan demikian, penelitian ini tidak terdapat masalah heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Autokorelasi menunjukkan bahwa ada korelasi antara error periode sebelumnya di mana pada asumsi klasik hal ini tidak boleh terjadi. Hasil regresi Uji Durbin Watson dengan menggunakan eviews ditunjukan pada Hasil statistik pengambilan keputusan Durbin Watson ditunjukan pada tabel 12. Hasil menunjukkan 674 < 2. 286709 < 2. 326, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 dari uji autokorelasi ini diterima, tidak terdapat masalah autokorelasi dalam penelitian ini. Analisis Regresi Data Panel Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel, dengan terdiri dari 18 perusahaan dan jumlah sampel selama periode 5 tahun sehingga keseluruhan observasi sebanyak 48, dengan hasil persamaan sebagai berikut ini: Return Saham = -0. LDR CAR 5. ROA Adapun interpretasi dari persamaan di atas yaitu: Apabila jumlah LDR. CAR. ROA diasumsikan konstan, maka rata-rata Return Saham sebesar Koefisien regresi untuk LDR sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa untuk setiap penambahan satu persen rasio LDR, besarnya return saham akan mengalami penambahan rata-rata sebesar 0. dan sebaliknya. Hal tersebut dengan asumsi variabel lain adalah konstan. Koefisien regresi untuk CAR sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa untuk setiap penambahan satu persen rasio CAR, besarnya return saham akan mengalami penambahan rata-rata sebesar 0. dan sebaliknya. Hal tersebut dengan asumsi variabel lain adalah konstan. Koefisien regresi untuk ROA sebesar 5. Hal ini menunjukkan bahwa untuk setiap penambahan satu persen rasio ROA, besarnya return saham akan mengalami penambahan rata-rata sebesar 5. dan sebaliknya. Hal tersebut dengan asumsi varia- Tabel 11. Hasil Uji Durbin-Watson Durbin-Watson Statistic DW-stat Sumber: Eviews 7, data diolah penulis Autokorelasi Tabel 12. Hasil Statistik Pengambilan Keputusan Durbin-Watson Tidak ada Daerah Daerah Autokorelasi Positif Autokorelasi Sumber: Gujarati . , data diolah penulis Negatif Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol. 3 No. 1 April 2017: 16-28 bel lain adalah konstan. Pengujian Hipotesis Uji t (Uji Parsia. Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah koefisien regresi dari variabel independen secara individual berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis yang akan diuji adalah: Ho tidak dapat ditolak apabila nilai probabilitas Ou 0. Ha tidak dapat ditolak apabila nilai probabilitas < 0. Kesimpulan yang dapat diambil dari uji t persamaan adalah sebagai berikut: Hipotesis yang diuji adalah bila probabilitas Ou 0. maka Ho tidak dapat ditolak. Bila probabilitas < 05, maka Ha tidak dapat ditolak. Hipotesis 1 (H. dalam penelitian ini yaitu: rasio LDR berpengaruh positif terhadap return saham. Berdasarkan hasil regresi persamaan pada tabel 4. 9 ditemukan nilai probabilitas LDR sebesar 0. 0318 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 5%, hal tersebut menunjukkan bahwa rasio LDR berpengaruh positif signifikan terhadap return saham, sehingga bisa dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha tidak dapat ditolak. Hipotesis yang diuji adalah bila probabilitas Ou 0. maka Ho tidak dapat ditolak. Bila probabilitas < 05, maka Ha tidak dapat ditolak. Hipotesis 1 (H. dalam penelitian ini yaitu: rasio CAR berpengaruh positif terhadap return saham. Berdasarkan hasil regresi persamaan pada tabel 4. 9 ditemukan nilai probabilitas CAR sebesar 0. 6789 atau lebih besar dari nilai signifikansi 5%, hal tersebut menunjukkan bahwa rasio CAR tidak berpengaruh positif terhadap return saham, sehingga bisa dinyatakan bahwa H0 tidak dapat ditolak dan Ha ditolak. Hipotesis yang diuji adalah bila probabilitas Ou 0. maka Ho tidak dapat ditolak. Bila probabilitas < 05, maka Ha tidak dapat ditolak. Hipotesis 1 (H. dalam penelitian ini yaitu: rasio ROA berpengaruh positif terhadap return saham. Berdasarkan hasil regresi persamaan pada tabel 4. 9 ditemukan nilai probabilitas ROA sebesar 0. 0288 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 5%, hal tersebut menunjukkan bahwa rasio ROA berpengaruh positif signifikan terhadap return saham, sehingga bisa dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha tidak dapat Koefisien Determinasi (Adjusted R Squar. Uji Determinasi atau yang biasa disebut Adjusted R2 menunjukkan kemampuan model untuk menjelaskan hubungan antara variabel independen dan variabel Nilai Adjusted R-squared sebesar 0. Variabel dependen yaitu return saham dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebesar 94. 6915% oleh variabel independen yaitu LDR. CAR, dan ROA, sedangkan 5. sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini, seperti kebijakan pemerintah terkait ekonomi perbankan, pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga, inflasi, krisis global, pasar saham, dan lain sebagainya yang mungkin mempengaruhi return saham perbankan. ISSN: 2302-4119 Analisis Hasil dan Pembahasan Pengaruh Loan to Deposit Ratio terhadap Return Saham Pengaruh rasio LDR terhadap return saham menunjukkan hasil berpengaruh positif dan signifikan. Hal tersebut sesuai dengan hasil probabilitas regresi sebesar 0. 0318 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0. Koefisien yang positif menunjukkan semakin besar rasio LDR dapat meningkatkan return saham suatu Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Rosita. Muharam, & Haryanto, 2. LDR yang tinggi menunjukkan besarnya dana yang disalurkan dalam perkreditan sehingga bank akan memperoleh laba dari bunga kredit yang juga akan meningkatkan return saham bank, dan penelitian yang dilakukan (Asna & Nugraha, 2. juga menyatakan aktivitas perbankan pada dasarnya adalah menarik dana dari masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk kredit, sumber penghasilan perbankan adalah pendapatan bunga dari dana yang disalurkan . , sehingga apabila proporsi pendapatan bunga lebih besar dari biaya bunga yang menjadi kewajibannya, maka laba yang akan diperoleh semakin besar. Dampaknya adalah nilai perusahaan menjadi semakin tinggi, dicerminkan dari kenaikan harga saham, sehingga investor akan memperoleh return yang lebih besar dari Hasil ini juga didukung oleh penelitian (Rintistya Kurniadi, 2. dimana LDR yang optimal, maka bank dalam menjalankan kegiatan usahanya akan selalu memperoleh keuntungan. Disisi lain, penelitian ini bertentangan dengan penelitian (L, 2. yang menyatakan bahwa LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini dimungkinkan karena tingkat LDR rata-rata industri perbankan di BEI pada tahun 2006 hingga 2008 hanya mencapai 66,90%, cukup jauh dari standar LDR berkategori sangat baik, maka kemungkinan besar hal ini menyebabkan tingkat pengaruhnya tidak begitu terasa signifikan terhadap return saham. Pengaruh Capital Adequacy Ratio Terhadap Return Saham Pengaruh rasio CAR terhadap return saham menunjukkan hasil berpengaruh positif dan tidak signifikan. Hal tersebut sesuai dengan hasil probabilitas regresi sebesar 0. 6789 yang lebih besar dari tingkat signifikansi sebesar 0. Koefisien yang positif menunjukkan semakin besar rasio CAR dapat meningkatkan return saham suatu bank. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian (Gantino & Maulana, 2. CAR tidak berpengaruh secara parsial bukan berarti tidak mempunyai pengaruh sama sekali terhadap return saham. Hal ini penulis duga karena perbankan harus mengikuti Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 8/27/DPNP dan harus mempublikasikan secara detail hal-hal yang berkaitan dengan modal dan aktiva tertimbang menurut risiko agar informasi tersebut dapat diserap oleh pasar sehingga menjadi bahan pertimbangan bagi para investor dalam menganalisis saham perusahaan perbankan. Penelitian (Asna & Nugraha, 2. menyatakan CAR teruji tidak berpengaruh signifikan disebabkan karena nilai CAR perusahaan perbankan yang diamati secara keseluruhan Wijaya dan Muhammad Reyhan. Analisis Laporan Keuangan Bank terhadap Return. berada jauh di atas rasio CAR yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu 8%, hal ini dapat dilihat dari rata-rata CAR perusahaan perbankan yang diamati yaitu 19,53%, sehingga investor tidak mempertimbangkan CAR sebagai kriteria dalam penentuan investasi karena keseluruhan bank dalam kondisi sehat. Hasil ini juga didukung oleh penelitian (Rintistya Kurniadi, 2. yang menyatakan terdapat pengaruh tidak signifikan antara CAR dengan return saham. Disisi lain, penelitian ini bertentangan dengan penelitian (Suardana, 2. dan (Muammar Khaddafi, 2. yang menyatakan bahwa CAR berpengaruh signifikan terhadap return saham. Pengaruh Return On Asset Terhadap Return Saham Pengaruh rasio ROA terhadap return saham menunjukkan hasil yang paling berpengaruh positif dan Hal tersebut sesuai dengan hasil probabilitas regresi sebesar 0. 0288 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0. Koefisien yang positif menunjukkan semakin besar rasio ROA dapat meningkatkan return saham suatu bank. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian (Gantino & Maulana, 2. yang menyatakan bahwa perusahaan yang mempunyai kinerja perusahaan yang baik, maka akan menghasilkan tingkat profitabilitas yang tinggi, tentunya investor akan menjatuhkan pilihannya pada saham yang memiliki reputasi yang baik karena investor ingin memperoleh tingkat pengembalian yang tinggi dari investasinya. (Muhammad & Scrimgeour, 2. ROA is the only accounting based measure that is positively statistically significant from a range of measures including its close counterpart measure ROE. It is pointing to the notion that stockholders are more concerned with the overall profitability of the firm compared to the return on their equity portion. Hal ini juga sejalan dengan penelitian (Bardono. HA, 2. yang menyatakan ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Di sisi lain, penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Asna & Nugraha, 2. yang menemukan hasil tidak signifikan antara ROA terhadap return saham. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena investor lebih memperhatikan risiko eksternal dalam menentukan pilihan investasi pada saham, hal inilah yang menyebabkan ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Implikasi Manajerial Berdasarkan hasil yang didapatkan penelitian ini. Loan to Deposit Ratio (LDR) memiliki pengaruh positif terhadap tingkat return saham perbankan periode 20112015. LDR merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh investor sebelum melakukan investasi. Umumnya, apabila tingkat likuiditas, yang dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio LDR tinggi, maka kinerja perusahaan akan dinilai baik pula oleh para Hal ini disebabkan oleh semakin tinggi rasio LDR, maka akan semakin banyak kredit yang disalurkan oleh bank tersebut, sehingga akan semakin banyak pula pendapatan bunga kredit yang akan diterima. Semakin tinggi pendapatan yang diterima oleh suatu bank, maka tingkat return saham dari bank tersebut juga akan sema- ISSN: 2302-4119 kin tinggi. Oleh sebab itu, perbankan harus memperhatikan kinerja keuangan yang mereka miliki, salah satunya dilihat dari tingkat LDR, jika ingin menarik perhatian investor, sehingga banyak investor yang akan menanamkan modalnya di bank tersebut. Return On Asset (ROA) berdasarkan hasil yang didapatkan dari penelitian ini, memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat return saham perbankan periode Umumnya, tingkat profitabilitas, yang dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio ROA tinggi, maka kinerja perusahaan akan dinilai baik pula oleh investor. Tingkat profitabilitas yang tinggi mencerminkan pengelolaan aset yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan sangat baik oleh perbankan, yang mencerminkan kinerja keuangan bank sangat baik. Oleh sebab itu, perbankan harus memperhatikan kinerja keuangan yang mereka miliki, salah satunya dilihat dari tingkat ROA, jika ingin menarik perhatian investor, sehingga banyak investor yang akan menanamkan modalnya di bank tersebut. Capital Adequacy Ratio (CAR) yang dalam penelitian tidak bisa dijadikan patokan untuk melihat bagaimana pengaruhnya terhadap tingkat return saham perbankan periode 2011-2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio CAR tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat return saham perbankan. CAR teruji tidak berpengaruh signifikan disebabkan karena nilai CAR perusahaan perbankan yang diamati secara keseluruhan berada jauh di atas rasio CAR yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu 8%, hal ini dapat dilihat dari rata-rata CAR perusahaan perbankan yang diamati, sehingga investor tidak mempertimbangkan CAR sebagai kriteria dalam penentuan investasi karena keseluruhan bank dalam kondisi sehat. Hal inilah yang menyebabkan CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham (Asna & Nugraha, 2. Oleh karena itu, diperlukan bagi perusahaan perbankan untuk tidak hanya memperhatikan faktor-faktor internal dalam urusan kinerja perbankan, tapi juga memperhatikan faktor-faktor eksternal yang ada seperti faktor-faktor makroekonomi. Kesimpulan dan Saran Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan yang berupa rasio keuangan yaitu Capital Adequacy Ratio. Loan to Deposit Ratio, dan Return On Asset terhadap return saham pada bank umum konvensional di Indonesia periode 2011-2015. Penelitian ini menggunakan 18 bank umum swasta nasional devisa. Berdasarkan analisis penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa laporan keuangan yang Capital Adequacy Ratio. Loan to Deposit Ratio, dan Return On Asset. BOPO hanya Loan to Deposit Ratio dan Return On Asset yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pada bank umum swasta nasional devisa di Indonesia periode 2011-2015 dengan rincian sebagai berikut: LDR berpengaruh positif signifikan terhadap return Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan atau penurunan rasio LDR merupakan salah satu variabel independen yang mempengaruhi kenaikan atau penurunan variabel dependen yaitu return saham. CAR tidak berpengaruh terhadap return saham. Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan atau penurunan rasio CAR merupakan variabel independen yang tidak mempengaruhi kenaikan atau penurunan variabel de- Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan. Vol. 3 No. 1 April 2017: 16-28 penden yaitu return saham. ROA berpengaruh positif signifikan terhadap return Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan atau penurunan rasio ROA merupakan salah satu variabel independen yang mempengaruhi kenaikan atau penurunan variabel dependen yaitu return saham. Saran