EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DAN DAMPAKNYA TERHADAP RELIGIOSITAS MASYARAKAT PENERIMA BANTUAN DI KABUPATEN SOLOK Awaludini Marifatullah,1 Syamsurizal,2* Abdul Rahim. A,3 Novi Yanti,4 Fransiska Riana5 1,2,3,5 Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman, 4Universitas Sumatera Barat Jl. Kolonel Anas Malik By Pass. Kota Pariaman. Sumatera Barat e-mail: diniawalud@gmail. com, syamsurizal. tandikek@gmail. com, rahimabdul22a@gmail. noviyantizavi@gmail. com, fransiskariana@gmail. Abstrak: Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang tidak menggunakannya pada semestinya, sehingga hal tersebut berdampak pada ketidakjujurannya yang berefek pada religiositas dari penerima bantuan. Oleh karena itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas Program Keluarga Harapan dan meninjau dampak religiositasnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, dengan metode kuantitatif. Data dalam penelitian ini berasal dari data primer berupa data bantuan Program Keluarga Harapan di kabupaten Solok dan data sekunder dari data Badan Pusat statistik dan Kementerian Sosial. Dua model alat analisis yang digunakan adalah matematika sederhana untuk mengukur tingkat keefektifan dan korelasi product moment dari Pearson. Hasil penelitian membuktikan bahwa dampak bantuan Program Keluarga Harapan dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Solok dengan predikat 81% dan berada pada kategori sangat efektif. Namun indikator output pada butir soal pertanggungjawaban bidang keagamaan masih kurang efektif karena kesadaran untuk peningkatan keimanan masih kurang. Kata Kunci : Kesejahteraan . Religiositas. Program Keluarga Harapan Abstract: Program Keluarga Harapan (PKH) is a government program that aims to improve the welfare of the community. However, the facts on the ground show that many people do not use it properly, so this has an impact on dishonesty which has an effect on the religiosity of the beneficiaries. Therefore, this study aims to measure the effectiveness of the Family Hope Program and review the impact of religiosity. This type of research is field research, with quantitative methods. The data in this study comes from primary data in the form of assistance data from the Family Hope Program in Solok district and secondary data from data from the Central Statistics Agency and the Ministry of Social Affairs. Two models of analytical tools used are simple mathematics to measure the level of effectiveness and product moment correlation from Pearson. The results of the study prove that the impact of the Family Hope Program assistance in poverty alleviation in Solok Regency with a predicate of 81% and is in the very effective category. However, the output indicators on the items of responsibility in the religious sector are still less effective because awareness for increasing faith is still lacking. Keywords: Welfare. Religiosity. Program Keluarga Harapan Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 PENDAHULUAN Dalam Negara, seringkali adanya hambatan dalam pembangunan ini salah satunya adalah Kemiskinan merupakan masalah publik yang kompleks dan bersifat multidimensional. (Hidayat et , 2. Kemiskinan berimplikasi kemampuan ekonomi serta partisipasi masyarakat dalam sebuah Negara. (Lidiana. Islam menganggap kemiskinan sebagai problem kehidupan bahkan sebagai suatu musibah yang perlu dihindari. Untuk menghindari masalah tersebut, umat Islam harus saling membantu dan yang memiliki kelebihan harta sebaiknya mendistribusikan hartanya di jalan Allah SWT. (Zulfadli et , 2. Distribusikan pendapatan dalam Islam merupakan penyaluran harta yang ada, baik dimiliki pribadi atau umum . kepada pihak yang berhak masyarakat miskin untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik didalam (Farwah, 2. Peran Agama dalam masalah kemiskinan tidak pernah direduksi menjadi sekedar simpati dan harapan baik, atau kata-kata penghiburan kosong dengan menekankan masa depan yang lebih baik di (Darajat. Religiositas adalah sebuah fenomena yang sedang berkembang. Penelitian yang dilakukan oleh Norris dan Inglehart . menunjukkan bagaimana agama tumbuh terutama dikalangan masyarakat miskin yang tertindas. Perasaan tidak aman, kekurangan makanan, dan kelansungan hidup misalnya menciptakan persemaian bagi agama. Agama dapat berperan dalam mengatasi kemiskinan. Agama tidak hanya mengingatkan msyarakat menjadi murah hati kepada orang miskin tetapi juga melihat orang miskin sebagai sesama meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai syariat. (Safri & Saw, 2. Pemerintah Indonesia Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam menanggulani kemiskinan ini yaitu sebuah Program Keluarga Harapan (PKH) (Andira et al. , 2. PKH lebih dimaksudkan kepada upaya membangun masyarakat miskin. Para masyarakat miskin bisa menghayati dan menginternalisasikan agamanya, sehingga akan berpengaruh pada segala tindakan dan pandangan hidupnya, yaitu kesejahteraan pada diri (Rozalinda, 2. Dalam beberapa tahun terakhir penelitian ektensif telah dilakukan untuk mengekplorasi sejauh mana agama dapat kemiskinan(Diyah Tri. Cornelius, 2. , diantara penelitian terkait dengan Bantuan Program Keluarga Harapan, yaitu Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Budi Hidayat dari Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM Universitas Indonesia dengan judul: Program Keluarga Harapan dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Preventif. Hasil penelitiannya terkait dengan pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat penerima Bantuan 55 | Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 Program Keluarga Harapan. (Hidayat et al. Kedua. Penelitian yang dilakukan oleh Edi Suharto dari Program Pendidikan Pascasarjana Spesialis-1 STKS Bandung dengan judul: Program Keluarga Harapan (PKH): Memotong Mata Rantai Kemiskinan Anak Bangsa. Hasil penelitiannya terkait dengan pemberian bantuan Program Keluarga Harapan dapat mengurangi masyarakat miskin dan membuka peluang bagi generasi muda yang pendampingan terhadap dunia kerja. (Suharto. Edi. Thamrin, 2. Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Nurul Infitah dari Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember dengan judul: Efektifitas Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sumber Kejayan Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Hasil penelitiannya, yaitu Bantuan Program Keluarga Harapan yang diberikan kepada Desa Sumber Kejayan Kecamatan Mayang Kabupaten Jember sangat efektif dibidang pendidikan dan kesejahteraan sosial, namun kurang efektif dibidang kesehatan masyarakat. (Infitah et , 2. Pada tingkat mikro, peran agama dalam kehidupan sehari-hari mereka yang miskin dan pembentukan norma dan praktik, misalnya ketika religiositas atau bahkan milik agama tertentu, memiliki potensi untuk pengentasan kemiskinan. (Schweiger, 2. Selain itu, dengan bantuan yang diberikan kepada masyarakat bertujuan agar berdampak pada kesejahteraannya dan terkhususnya pada aspek religiositas dalam bersyukur dan selalu meningkatkan ibadah kepada Allah Swt. (Syamsurizal, 2. Namun ada sebagian masyarakat yang menggunakan sesuai dengan tujuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, (Devita et al. , 2. sehingga terdapat penyalahgunaan dan dari aspek Agamanya kurang jujur dalam menggunakan dana yang diberikan serta berdampak pada kurangnya keimanan dan ketaqwaannya pada Allah SWT. (Marseli et al. , 2. Dengan adanya keterkaitan antara agama dan kemiskinan ini, masyarakat memiliki religiositas yang tinggi dan mampu melihat segala sesuatunya dengan mempengaruhi bagaimana masyarakat miskin mengevaluasi hidupnya secara keseluruhan, dimana evaluasi tersebut merupakan proses yang harus dilewati untuk mencapai kesejahteraan. (Muliana et , 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (Field Researc. , yaitu mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial baik individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat yang berada pada objek Sumber data pada penelitian ini adalah berupa data primer dan data (Syamsurizal, 2. Untuk menguji keefektivitasan Program Keluarga Harapan (PKH) menggunakan metode matematik dan statistik sederhana. Awaludini Marifatullah. Syamsurizal. Abdul Rahim. Novi Yanti. Fransiska Riana | 56 Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 EFektifitas PKH = Realisasi Target X 100 % X 100 % Keterangan: Efektivitas Target X 100 % X 100 % Keterangan: Ukuran efektif atau tidak Program Efektivitas Keluarga Harapan Realisasi Realisasi EFektifitas PKH = Pencapaian pelaksanaan Program Ukuran efektif atau tidak Program Keluarga Harapan Realisasi Keluarga Harapan Pencapaian pelaksanaan Program Keluarga Harapan Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptifasosiatif, karena adanya variabel-variabel yang akan ditelaah hubungannya serta tujuannya untuk menyajikan gambaran terstruktur, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antar variabel Untuk menguji dampak religiositas terhadap kesejahteraan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada masyarakat miskin di Kabupaten Solok digunakan analisis korelasi sederhana untuk mengetahui derajat korelasi dan besar pengaruh determinasi terkait dengan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Pengaruhnya terhadap Religiositas Masyarakat pada Kabupaten Solok. Menurut Drajat mengemukakan, bahwa adanya hubungan positif dan signifikan antara religiositas dengan kesejahteraan subyektif masyarakat miskin. dari kedua variabel. Analisis korelasi yang digunakan adalah korelasi pearson product moment, dengan rumus : Ocxy Oo(Ocx. (Ocy. (Setyawan Derajat, 2. Dalam penelitian kuantitatif, maka membutuhkan pengujian analisis data, sebagai berikut: Rumus: Ocxy Oo(Ocx. (Ocy. Ket: rxy = Korelasi abtar variabel x dengan y x = . i - x ) y = . i Ae y ) dan dengan rumus: n Oc xi yi Ae (Ocx. (Ocy. Oo(Oc xi2 Ae . Oc yi2 Ae . Keterangan: rxy = Korelasi abtar variabel x dengan y = . i - x ) y = . i Ae y ) n Oc xi yi Ae (Ocx. (Ocy. Oo(Oc xi2 Ae . Oc yi2 Ae . Kerangka berpikir penelitian ini, dapat digambarkan pada skema berikut: PKH Aktifitas Dampak Input-Proses-Output Religiositas Skema 1: Kerangka Berpikir Untuk Program Keluarga Harapan (PKH) menggunakan rumus matematik sederhana: 57 | Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) Hipotesis sementara terhadap Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 penelitian, belum Dengan hipotesis, penelitian menjadi jelas arah pengujiannya dengan kata lain hipotesis membimbing peneliti dalam melaksanakan penelitian di lapangan baik sebagai objek pengujian maupun dalam pengumpulan data. Hipotesis berisi rumusan secara singkat, lugas dan jelas yang dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Dikatakan demikian agar hipotesis dapat diuji atau dijawab sesuai dengan teknik analisis yang telah ditentukan. Adapun hipotesis dalam penelitian, yaitu sebagai Tabel 1. Hipotesis Penelitian Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Solok Religiositas penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Solok. Kemudian adapun sampel dari penelitian ini sebagaimana diterangkan pada tabel berikut: Tabel 2. Sampel berdasarkan Usia Persentase Jenis Usia (Tahu. Frekuensi (Oran. <20 tahun 20-29 tahun 5,38 30-39 tahun 40-50 tahun 51,61 >50 tahun Jumlah (%) Tabel 3. Sampel berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase Laki-laki 1,08 Perempuan 98,92 (%) Tabel 4. Sampel berdasarkan Pekerjaan Jenis Kelamin Ibu Rumah Tangga Lainnya Frekuensi Persentase (%) 48,39 Jumlah Tabel 5. Sampel berdasarkan Pendidikan Jenis Pendidikan Frekuensi (Oran. Persentase (%) Tidak Sekolah 33,33 31,18 SMP 18,27 SMA 16,12 Sarjana 1,07 Jumlah HASIL DAN PEMBAHASAN Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan tunai bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memenuhi syarat kementerian sosial. Menurut Kementerian Sosial Republik Indonesia mengeluarkan Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan pelaksaan dari UU No. tahun 2009 Tentang Kesejahteraan sosial. Program ini diberikan kepada warga Awaludini Marifatullah. Syamsurizal. Abdul Rahim. Novi Yanti. Fransiska Riana | 58 Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 yang tidak mampu secara ekonomi, dengan tujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan hal ini juga merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap warganya. Gambar 1: Sosialisasi Tujuan PKH Kegiatan program PKH ini bertujuan untuk membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin dalam pendidikan dan kesehatan. Menurut Glock dan Stark, religiositas merupakan tingkat konsepsi seseorang terhadap agama dan tingkat komitmen seseorang terhadap agamanya, (Syamsurizal, 2. sehingga dengan pemberian bantuan Program Keluarga Harapan kepada masyarakat yang kurang mampu/miskin dapat meningkatkan komitmen dan pengetahuan keagamaannya di setiap pribadi masyarakat tersebut. Tingkat efektivitas dapat diukur dengan membandingkan antara rencana yang telah ditentukan dengan hasil nyata yang telah diwujudkan. Namun, jika hasil pekerjaan dan tindakan yang dilakukan sehingga menyebabkan tujuan tidak tercapai, maka hal itu dikatakan tidak efektif. Indikator-indikator 59 | Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) variabel ini dapat diukur sebagai berikut : Indikator masukan. Indikator proses. Indikator keluaran. Indikator manfaat, dan Indikator dampak. Kesejahteraan berasal dari kata dasar sejahtera, aman, sentosa, makmur dan selamat atau terbebas dari kesusahan. Kesejahteraan berarti suatu keadaan dimana seseorang merasa bahwa dirinya aman, selamat, tentram, senang dan makmur. (Suharto. Edi. Thamrin, 2. Menurut Ahmad Zaki Badawi, kesejahteraan adalah keadaan yang mengharuskan tercukupinya kebutuhan dasar bagi individu atau kelompok, semacam kebutuhan makanan, pendidikan, dan kesehatan, sedangkan kesedihan . adalah kebalikannya. Kemudian menurut Jaih Mubyanto, ia menjelaskan bahwa kesejahteraan adalah sesuatu yang dirasakan oleh individu untuk dapat hidup dengan senang dan tentram, merasa nyaman dalam batasan yang mungkin dicapai oleh setiap individu. Dimana dijelaskan juga bahwa kriteria orang berada dalam status kehidupan yang sejahtera yakni: . tercukupinya kebutuhan makan, pakaian, dan rumah yang nyaman, . terjaga kesehatan, . terpenuhinya pendidikan yang layak bagi anak-anak. Selain itu kesejahteraan juga mencakup unsure batin dimana kesejahteraan didapat dari persaan untuk ingin diperlakukan secara adil dalam Religiositas menurut Glock dan Strak adalah tingkat konsepsi seseorang terhadap agama dan tingkat komitmen seseorang terhadap agamanya. Tingkat Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 konseptualisasi adalah tingkat pengetahuan seseorang terhadap agamanya, sedangkan yang dimaksud dengan tingkat komitmen adalah sesuatu hal yang perlu dipahami secara menyeluruh, sehingga terdapat berbagai cara bagi individu untuk (Sofianto, 2. Glock dan Stark mengemukakan bahwa agama adalah sistem symbol, sistem keyakinan, sistem nilai, dan sistem prilaku yang terlembagakan, yang semuanya itu berpusat pada persoalan-persoalan yang dihayati sebagai yang paling maknawi . ltimate meanin. (Farwah, 2. Dalam Islam, religiositas pada garis besarnya tercermin dalam pengamalan akidah, syariah, dan akhlak, atau dengan ungkapan lain: iman. Islam, dan ihsan. Bila semua unsur itu telah dimiliki oleh seseorang, maka dia itulah insan beragama yang sesungguhnya. (Zakiyah et al. , 2. Anggasari membolehkan antara istilah religi atau agama dengan istilah Agama atau religi menunjuk pada aspek formal yang berkaitan dengan aturan-aturan dan kewajiban-kewajiban, sedangkan religiositas menunjuk pada aspek yang dihayati oleh individu. Hal ini selaras dengan pendapat Dister yang keberagamaan, yang berarti adanya unsure internalisasi agama itu dalam diri Lindridge menyatakan bahwa religiositas dapat diukur dengan kehadiran lembaga keagamaan dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Jadi pengetahuan seseorang terhadap agama dan menjalankan kewajiban agamanya dengan keihlasan hati. Sedangkan Program Keluarga harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan tunai bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat yang memenuhi syarat kementerian sosial. Program Keluarga Harapan (PKH) Untuk hidupkeluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. M e n gu r a n gi beban pengeluaran keluarga miskin dan rentan. M e n c i p t a k a n perubahan perilaku penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial. Mengurangi Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) Hasil perhitungan untuk tingkat efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) dilihat dari tiga indikator yaitu input, proses, dan output. Pada indikator input terdapat enam sub pertanyaan yang terdiri dari status penguasaan bangunan tempat tinggal, bahan bakar utama untuk memasak, status kepemilikan fasilitas buang air besar, sumber air, sumber Indikator input merupakan ketepatan sasaran Program Keluarga Harapan Awaludini Marifatullah. Syamsurizal. Abdul Rahim. Novi Yanti. Fransiska Riana | 60 Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 (PKH), pada indikator input ini apakah program yang telah diberikan pemerintah ini sudah tepat sasaran diberikan kepada masyarakat yang masuk kedalam kategori penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Dari hasil penelitian di temukan bahwa dari sisi input program ini sudah efektif yaitu sebesar 78%, angka ini masuk kedalam kategori cukup efektif. Indikator kedua yaitu proses pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) terdapat empat sub item pertanyaan yang terdiri dari Pertemuan awal dan validasi, pertemuan kelompok bulanan, penyaluran bantuan, pemutakhiran data. Indikator proses pelaksanaan mengenai persepsi KPM terhadap pelaksanaan program, pada indikator proses ini apakah pelaksanaan PKH yang telah ditetapkan. Dari hasil penelitian di temukan bahwa dari sisi proses pelaksanaan program ini sudah efektif yaitu sebesar 98%, angka ini masuk kedalam kategori sangat efektif. Selanjutnya indikator ketiga yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) terdapat dua sub item pertanyaan yang terdiri dari kewajiban di bidang pendidikan dan kewajiban di bidang Indikator output mengenai kewajiban dari kelompok penerima manfaat (KPM) yaitu pada pendidikan dan Dari hasil penelitian di temukan bahwa dari sisi proses pelaksanaan program ini sudah efektif yaitu sebesar 67%, angka ini masuk kedalam kategori sangat efektif. Dari paparan diatas ketahui bahwa dari sisi input, proses, dan output 61 | Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) Program Keluarga Harapan dilakukan perhitungan di peroleh angka 81%, maka program ini masuk kedalam kategori sangat Dampak Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap Religiositas Penerima Untuk analisis korelasi pearson product moment religiositas terhadap kesejahteraan penerima Program keluarga Harapan (PKH), dilihat dari tabel korelasi terdapat angka signifikan sebesar 0,000 artinya apabila nilai signifikansi lebih <0,05 maka berkorelasi, sehingga didapat adanya dampak antara religiositas dengan kesejahteraan penerima bantuan PKH. Besar korelasi atau dampak antara variabel religiositas dan kesejahteran penerima Program Keluarga Harapan adalah sebesar 0,875. Untuk uji signifikansi hubungan langsung dikonsultasikan dengan nilai r tabel pada taraf uji 5%. Nilai r hitung sebesar 0,875 dan r tabel adalah sebesar 0,207, ini berarti adanya hubungan antara religiositas dengan kesejahteraan penerima bantuan PKH karena 0,875>0,207. SIMPULAN Tingkat Program Keluarga Harapan (PKH) dilihat dari 3 sisi indikator yaitu input, proses pelaksanaan. Jadi pada sisi input ini tingkat efektivitas program bantuan PKH sebesar 78%, dan masuk kategori cukup efektif. Dan dilihat dari sisi proses pelaksanaan Program Keluarga Harapan adalah sebesar 98%, dan masuk kategori sangat efektif. Kemudian dari sisi output Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 efektivitas program adalah sebesar 67% dan masuk kategori cukup efektif. Dari hasil hasil analisis didapatkan tingkat efektivitas Program Keluarga Harapan adalah sebesar 81%, dan masuk dalam kategori sangat efektif. Dampak religiositas terhadap kesejahteraan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada masyarakat miskin di Kabupaten Solok, dengan menggunakan uji korelasi pearson product moment menunjukkan bahwa terdapatnya dampak religiositas terhadap program yaitu sebesar 0. Ini berarti kesejahteraan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan tingkat hubungannya dikategorikan sangat kuat. Kemudian untuk tingkat signifikansi, nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel . 875 > 0,. maka terdapat dampak antara variabel religiositas dengan variabel Program Keluarga Harapan. Dari signifikan antara religiositas dengan kesejahteraan masyarakat miskin yang tinggal di Kabupaten Solok. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa PKH ini akan lebih efektif jika diberikan kepada calon penerima yang mempunyai nilai religiositas yang tinggi, dan sebaiknya instansi yang menseleksi penerima agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh DAFTAR PUSTAKA