LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Oktober 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || Penerapan Media Pembelajaran Big Book dengan Pendekatan Joyful Learning pada Materi Membaca Cerita di Sekolah Dasar Eni Setiyaningsih 1. Ida Sukowati 2. Nisaul Barokati Seliro Wangi 3 *1-3 Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 enisetiyaningsih8185@gmail. 2 idasukowati@unisda. 3 nisa@unisda. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mendapatkan gambaran tentang penggunaan pembelajaran media big book terhadap aktivitas guru dan siswa pada materi membaca bacaan cerita di SD Negeri 1Lebakadi serta untuk mendapatkan gambaran tentang peningkatan hasil belajar siswa dalam penggunaan media big book dengan Pendekatan joyful learning dengan materi membaca cerita pada siswa kelas i SD Negeri 1Lebakadi. Penelitian ini menggunakan Pendekatan penelitian (Deskritif Kualitati. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan penelitian deskritif kualitatif. Karena penelitian ini memberikan gambaran secara kualitatif tentang pembelajaran membaca cerita Pendek dengan Pendekatan Joyful Learning melalui media big book, di SD Negeri 1 Lebakadi Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan dengan peserta 10 siswa. Dalam pembelajaran membaca cerita di kelas i SD Negeri 1 Lebakadi, penggunaan media big book dengan Pendekatan Joyful Learning terbukti efektif dilihat dari tiga aspek. Pertama, dari segi aktivitas siswa, hasil pengamatan menunjukkan bahwa 9 aspek mendapat penilaian baik dan 15 aspek mendapat penilaian sangat baik, dengan persentase aktivitas siswa mencapai 90,63%. Kedua, dari segi aktivitas guru, persentase hasil pengamatan mencapai 91,67% dengan nilai 110 dari total 120, menunjukkan efektivitas penggunaan media Ketiga, dari hasil belajar siswa, 80% siswa telah mencapai ketuntasan belajar, sementara 20% siswa masih perlu bantuan lebih. Dengan demikian, media big book dengan Pendekatan Joyful Learning terbukti berhasil meningkatkan pemahaman siswa, mencapai kompetensi pembelajaran, dan dapat dikatakan efektif dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Penerapan, media pembelajaran big book, joyfull learning. ABSTRACT The purpose of this study in general is to get an overview of the use of big book media learning on teacher and student activities on story reading material at SD Negeri 1 Lebakadi and to get an overview of the improvement of student learning outcomes in the use of big book media with the basal raider Approach with story reading material for grade i students of SD Negeri 1 Lebakadi. This study uses a research approach (Descriptive Qualitativ. This study was designed with a qualitative descriptive research approach. Because this study provides a qualitative description of learning to read Short stories with the Joyful Learning Approach through big book media, at SD Negeri 1 Lebakadi. Sugio District. Lamongan Regency with 10 students as participants. In learning to read stories in class i of SD Negeri 1 Lebakadi, the use of big book media with the Joyful Learning Approach has proven to be effective in three aspects. First, in terms of student activity, the observation results showed that 9 aspects were assessed as good and 15 aspects were assessed as very good, with the percentage of student activity reaching 90. Second, in terms of teacher activity, the percentage of observation results reached 91. 67% with a score of 110 out of a total of 120, indicating the effectiveness of using the media. Third, from student learning outcomes, 80% of students have achieved learning completion, while 20% of students still need more help. Thus, the big book media with the Joyful Learning Approach has proven to be successful in improving student understanding, achieving learning competencies, and can be said to be effective in the learning process. Kata Kunci: Implementation. Big Book learning media, joyfull learning. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. Pendahuluan Menurut Sagala . , pembelajaran merupakan membelajarkan peserta didik menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar, merupakan penentu utama keberhasilan Pembelajaran merupakan komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. Menurut Sudjana . , pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik yang dapat menyebabkan peserta didik melakukan kegiatan belajar. Sedangkan Menurut Hernawan . , pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses komunikasi transaksional yang bersifat timbal balik, baik antara guru dengan peserta didik, maupun antara peserta didik dengan peserta didik lainnya, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi transaksional adalah bentuk komunikasi yang dapat diterima, dipahami, dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran. Bahasa adalah pondasi perkembangan literasi. Asrori, . menyatakan bahwa perkembangan bahasa adalah suatu proses perubahan di mana anak belajar mengenal, memakai, dan menguasai tingkat yang lebih tinggi dari berbagai aspek bahasa dan berbicara. Perkembangan kemampuan bahasa bertujuan agar anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya. Sementara itu menurut Madyawati . perkembangan bahasa adalah perkembangan kemampuan untuk melakukan dan juga memahami informasi dan komunikasi dari orang lain. Bahasa merupakan simbolisasi dari suatu ide atau suatu pemikiran yang ingin dikomunikasikan oleh pengirim pesan dan diterima melalui kode-kode tertentu secara verbal . maupun non verbal . itulis atau diketi. Lebih lanjut Yus . menjelaskan bahwa perkembangan bahasa merupakan kemampuan dalam menggunakan bahasa untuk menyampaikan gagasan tentang dirinya dan memahami orang lain serta untuk mempelajari kata-kata baru. Perkembangan bahasa atau komunikasi pada anak merupakan salah satu aspek dari tahapan perkembangan anak yang seharusnya tidak luput juga dari perhatian para pendidik pada umumnya dan orang tua pada Pemerolehan bahasa oleh anak-anak merupakan prestasi manusia yang paling hebat dan menakjubkan. Oleh sebab itulah masalah ini mendapat perhatian besar. Pemerolehan bahasa telah ditelaah secara intensif sejak lama. Pada saat itu kita telah mempelajari banyak hal mengenai bagaimana anak-anak berbicara, mengerti, dan menggunakan bahasa, tetapi sangat sedikit hal yang kita ketahui mengenai proses aktual perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa anak pada usia enam sampai dua belas merupakan sesuatu yang Artinya banyak faktor yang turut berpengaruh dan saling terjalin dalam berlangsungnya proses perkembangan anak. Baik unsur-unsur bawaan maupun unsur-unsur pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan lingkungan yang saling memberikan kontribusi tertentu terhadap arah dan laju perkembangan anak tersebut. Tidak hanya kemampuan teknis, menurut menurut Musfiroh . perkembangan bahasa mengacu pada kemampuan untuk menyusun pikiran dengan jelas dan mampu menggunakan kemampuan ini secara kompeten melalui kata-kata untuk mengungkapkan pikiran-pikiran dalam berbicara, menulis, dan membaca. Literasi peserta didik kelas rendah melibatkan kesadaran dasar dan pemahaman bahasa. Denganliterasi yang berkembang optimal maka peserta didik dapat menguasai kemampuan membaca dan menulis pada tingkat Salah satu kemampuan yang diharapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah kemampuan membaca. Dari hasil membaca diharapkan peserta didik mampu memahami sehingga dapat memprediksi isi suatu bacaan dengan tepat. Ujung tombak dar majunya ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa adalah Muhibbin Syah . menyatakan bahwaPendidikan berasal dari kata "didik", lalu kata ini mendapat awalan "me" sehingga menjadi "mendidik" artinya, memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Adapun Feni . mengemukakan bahwa pendidikan merupakan bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaanya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. Lebih sederhana lagi. Fuad Ihsan . menyatakan bahwa pendidikan adalah Usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada didalam masyarakat dan kebudayaanAy. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono . metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang digunakan untuk meneliti objek dengan kondisi yang alamiah . eadaan riil, tidak disetting atau dalam keadaan eksperime. di mana peneliti adalah instrumen kuncinya. Sementara itu menurut Walidin & Tabrani . penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian untuk memahami fenomena-fenomena manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran yang menyeluruh dan kompleks yang dapat disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terinci yang diperoleh dari sumber informan, serta dilakukan dalam latar setting yang alamiah. Penelitian kualitatif memiliki sifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis pendekatan induktif, sehingga proses dan makna berdasarkan perspektif subyek lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif ini (Fadil, 2020, hlm. Hasil dan Pembahasan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Membaca Cerita dengan Media big book dengan pendekatan joyful learning Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran membaca cerita dengan penerapan Pembelajaran menggunakan media big book dengan pendekatan joyful learning dinyatakan dengan deskriptif. Pengamatan terhadap aktivitas siswa menggunakan instrument yang berupa lembar observasi yang dilakukan oleh seorang pengamat. Aktivitas siswa diamati oleh rekan guru yang berasal dari SDN 1 Lebakadi Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan yaitu Ibu Indah Setyoningsih. Pd. Data hasil aktivitas siswa dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa No. Aspek yang diamati Pendahuluan Siswa menjawab salam dan berdoa Membawa perlengkapan dalam pembelajaran Siswa sudah siap mengikuti pembelajaran Siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran Kegiatan Inti Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok Siswa terlibat aktif saat guru memberikan pengantar mengenai membaca cerita Siswa aktif menjawab pertanyaan guru tentang membaca Siswa memehami materi dan menghubungkan dengan pengetahuan lain yang relevan Siswa mengidentifikasi konsep membaca cerita Siswa mampu membaca cerita dengan lancar Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan pertanyaan dalam membaca cerita Siswa aktif dalam diskusi kelompok Siswa atau kelompok yang mengalami kesulitan berani meminta bimbingan guru. Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Siswa menggunakan media pembelajaran secara efektif dan efisien Siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran membaca cerita Siswa mampu berinteraksi dengan siswa lain dan guru dengan baik Siswa menunjukkan antusisme dalam belajar Siswa menyampaikan hasil pekerjaannya di depan kelas Siswa memberikan pendapatnya tentang presentasi kelompok lain Siswa aktif mengerjakan tugas. Kegiatan Akhir Siswa melaksanakan penilaian akhir Siswa mampu merefleksikan pembelajaran Siswa membuat kesimpulan Siswa melaksanakan tindak lanjut JUMLAH Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Keterangan : Jawaban Skor Kurang ( K ) Cukup Baik ( CB ) Baik ( B ) Sangat Baik ( SB ) skor yang diperoleh Hasil Pengamatan Aktivitas siswa = Hasil pengamatan aktivitas siswa = ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco ( 3 x . ( 4 x 15 ) 4 ycu 24 x 100 = 90,63 Hasil pengamatan aktivitas siswa Berdasarkan tabel 4. 1 tentang hasil pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran, maka diperoleh hasil sebagai berikut: Jumlah aspek yang mendapatkan penilaian baik (B) adalah 9 aspek. Kesembilan aspek tersebut meliputi aspek siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan rapi, siswa terlibat aktif saat guru memberikan pengantar mengenai puisi, siswa aktif menjawab pertanyaan guru tentang membaca cerita, siswa terlibat aktif dalam diskusi kelompok, siswa/kelompok yang mengalami kesulitan berani meminta bimbingan guru, siswa menggunakan media secara efektif dan efisien, siswa berpartisipasi aktif dalam membaca cerita, siswa memberikan pendapatnya mengenai presentasi kelompok lain, dan siswa mampu merefleksikan pembelajaran Jumlah aspek yang mendapatkan penilaian sangat baik (SB) adalah 15 aspek. Kelimabelas aspek tersebut terdiri atas aspek siswa menjawab salam dan berdo'a bersama, membawa perlengkapan dalam pembelajaran, siswa sudah siap mengikuti pembelajaran, siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran, siswa memahami materi dengan pengetahuan lain yang relevan, siswa mengidentifikasi konsep membaca cerita, mengenalkan definisi dan unsur-unsur membaca cerita cerita serta memberikan contoh-contoh membaca cerita, siswa mampu membaca dengan lancar dan menjawab pertanyaan tersirat dalam paragraf, mengidentifikasi unsurunsur teks yang tersirat di dalamnya, siswa berdiskusi dalam kelompok tentang unsur-unsur membaca cerita, siswa mampu berinteraksi dengan siswa dan guru dengan baik, siswa menunjukkan antusiasme dalam belajar, siswa menyampaikan hasil kerjanya di depan kelas, siswa aktif mengerjakan tugas, siswa pengikuti penilaian akhir, siswa membuat kesimpulan, dan siswa melaksanakan tindak lanjut. Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan media big book dengan pendekatan joyful learning adalah 90,63. Hal tersebut diperoleh dari Jumlah nilai yang didapat adalah 87 dari total nilai 96. Aktivitas Guru dalam Pembelajaran Membaca cerita Cerita dengan media big book dengan pendekatan joyful learning Pembelajaran membaca cerita dengan media big book dengan pendekatan joyful learning dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 22 November 2024 di SDN 1 Lebakadi Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan. Pada kegiatan ini peneliti mempersiapkan beberapa hal yaitu. Modul Ajar dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP). Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Selain itu, peneliti juga menyiapkan alat peraga sederhana dan bahan pembelajaran yang dibutuhkan dalam pembelajaran baik buku paket, maupun dokumen modul ajar yang dilengkapi juga dengan Lembar Kerja Siswa (LKS), instrumen tes akhir, lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa yang semua dapat dilihat pada lampiran. Pada kegiatan awal pembelajaran guru memberi salam dan membaca doa belajar, mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran, dan dilanjutkan melakukan kegiatan apersepsi. Kegiatan apersepsi sangat penting dalam setiap pembelajaran, termasuk membaca cerita karena dapat mempersiapkan siswa secara mental dan emosional untuk memahami dan menikmati bacaan dengan lebih baik. Apersepsi merupakan kegiatan awal yang bertujuan untuk mengaitkan materi baru dengan pengetahuan dan pengalaman siswa sebelumnya. Dalam pembelajaran membaca cerita, kegiatan apersepsi dapat berupa diskusi, pertanyaan, atau presentasi singkat yang menunjukkan pengalaman siswa terhadap membaca cerita atau topik yang berkaitan dengan membaca cerita cerita yang akan dipelajari. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah memahami konteks wacana atau bacaan dan menemukan aspek tersirat dalam bacaan tersebut dengan memahami isi bacaan dari cerita tersebut. Dilanjutkan guru menyampaikan kompetensi dan tujan yang akan dicapai dalam pembelajaran membaca cerita. Sangat penting bagi seorang guru untuk menyampaikan kompetensi atau tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran kepada siswa, karena tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai merupakan pedoman atau arah dalam proses pembelajaran. Tanpa adanya tujuan yang jelas, siswa akan kesulitan dalam memahami dan mengidentifikasi apa yang diharapkan dari mereka dalam pembelajaran. Hal ini akan membantu siswa untuk memiliki pemahaman yang jelas mengenai apa yang diharapkan dari mereka dan memberikan fokus dalam proses pembelajaran. Pada kegiatan awal diakhiri dengan guru menjelaskan prosedur pembelajaran menggunakan media big book dengan pendekatan joyful learning. Dengan menjelaskan prosedur pembelajaran menggunakan media big book dengan pendekatan joyful learning sebelum pembelajaran, guru dapat memastikan siswa siap untuk mengikuti proses pembelajaran, memahami ekspektasi yang diharapkan, dan siap berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Hal ini akan membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran serta hasil yang dicapai oleh siswa dan guru. Pada kegiatan ini, guru menggunakan model pembelajaran menggunakan media big book dengan pendekatan joyful learning dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi langkah pembelajaran berikut : Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Guru memberikan pengantar membaca cerita. Guru memberikan stimulus kepada siswa agar menjawab pertanyaan guru tentang membaca cerita. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan. Menyampaikan materi sesuai dengan hierarki belajar. Guru menstimulus siswa untuk memahami konsep membaca cerita, mengenalkan definisi dan unsur-unsur teks bacaan serta memberikan contoh- contoh wacana. Guru membagikan wacana teks narasi. Guru meminta Siswa untuk menganalisis wacana cerita dan mengidentifikasi informasi tersirat yang terkandung di dalamnya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dalam kelompok tentang membaca cerita. Guru membimbing diskusi dan memberikan masukan pada siswa. Guru memberikan bimbingan kepada kelompok / siswa yang mengalami kesulitan. Menggunakan media secara efektif dan efisien. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Merespons positif partisipasi siswa. Memfasilitasi terjadinya interaksi guru, siswa, dan sumber belajar. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif. Guru menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar Dalam sintaks pembelajaran menggunakan media big book dengan pendekatan joyful learning siswa menjadi subjek aktif dalam pembelajaran dan guru berperan sebagai fasilitator dan pendamping siswa. Dalam setiap langkah pembelajaran, siswa diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi dan menemukan solusi yang paling sesuai dengan pemahaman mereka. Hal ini akan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pembelajaran. Pada kegiatan akhir, guru melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran, melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa, guru membuat kesimpulan dengan melibatkan siswa, melaksanakan tindak lanjut, dan ditutup dengan do'a akhir pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang diakukan oleh guru diamati oleh penulis. Hasil pengamatan terhadap aktivitas kemampuan guru, adapun dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini. Tabel 2 Hasil Pengamatan Aktivitas Guru dalam Pembelajaran No. Aspek yang Diamati Pendahuluan Salam dan membaca doa sebelum belajar Mengkondisikan pembelajaran dan mengabsen siswa Melakukan kegiatan apersepsi Menyampaikan kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Memotivasi siswa Guru menjelaskan prosedur pembelajaran menggunakan media big book dengan pendekatan joyful learning Inti Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok Guru memberikan pengantar mengenai membaca narasi Guru memberikan stimulus kepada siswa agar menjawab pertanyaan guru terkait membaca cerita Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang Menyampaiakn materi sesuai dengan hirarki belajar. Guru menstimulus siswa untuk memahami konsep membaca cerita, mengenalkan cara membaca cerita terhadap cerita dengan mencari jawaban dari pertanyaan 5w1h Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Guru menggunaka media big book dalam pembelajaran Dengan bimbingan siswa guru meminta siswa menganalisis cerita tersebut, dan menjawab pertanyaan pemahaman terkait teks Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dalam kelompok Guru membimbing diskusi dan memberikan arahan kepada siswa. Guru memberikan bimbingan kepada kelompok atau siswa yang mengalami kesulitan Menggunakan media secara efektif dan efisien Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Menumbuhkan Merespon positif partisipasi siswa Memfasilitasi terjadinya interaksi guru, siswa dan sumber belajar. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa. Menunjukkan hubungan antarpribadi yang kondusif Guru menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran Kegiatan Akhir Melakukan penilaian akhir sesuai tujuan pembelajaran Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan Membuat kesimpulan dengan melibatkan siswa Melaksanakan refleksi dan tindak lanjut Jumlah Keterangan : Jawaban Kurang Baik ( KB ) Cukup Baik ( TB ) Baik ( B ) Sangat Baik ( SB ) Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Skor skor yang diperoleh ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco ( 3 x . ( 4 x 20 ) 4 ycu 30 x 100 = 91,67 Hasil Pengamatan Aktivitas guru = Hasil pengamatan aktivitas guru Hasil pengamatan aktivitas guru Berdasarkan tabel 22 tentang hasil pengamatan aktivitas guru dalam pembelajaran, maka diperoleh hasil sebagai berikut: Jumlah aspek yang mendapatkan penilaian baik (B) adalah 10 aspek yaitu aspek mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran, melakukan kegiatan apersepsi, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan, menyampaikan materi sesuai dengan herarki belajar, guru membimbing diskusi dan memberikan masukan pada siswa, guru memberikan bimbingan kepada kelompok/siswa yang mengalami kesulitan, menggunakan media secara efektif dan efisien, melibatkan siswa dalam pemanfaatan media, dan menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Jumlah aspek yang mendapatkan penilaian sangat baik (SB) adalah 20 aspek yaitu pada kegiatan awal meliputi salam dan membaca do'a sebelum belajar, menyampaikan kompetensi . yang akan dicapai, memotivasi siswa, guru menjelaskan prosedur pembelajaran menggunakan media big book dengan pendekatan joyful learnin. Pada kegiatan inti terdapat 12 aspek yang mendapatkan penilaian sangat baik (SB) yaitu guru memberikan pengantar mengenai membaca cerita, guru memberikan stimulus kepada siswa agar menjawab pertanyaan guru tentang membaca cerita, menunjukkan penguasaan materi pembelajaran, guru menstimulus siswa untuk memahami konsep membaca cerita, mengenalkan definisi dan unsur-unsur membaca cerita serta memberikan contoh-contoh membaca cerita, guru membagikan cerita membaca cerita, guru meminta siswa untuk menganalisis teks wacana tersebut, mengidentifikasi unsurunsur teks wacana yang terkandung di dalamnya, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dalam kelompok tentang membaca cerita, merespons positif partisipasi siswa, memfasilitasi terjadinya interaksi guru, siswa, dan sumber belajar, menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif, guru menumbuhkan keceriaan dan antusiasme wa dalam Pada kegiatan akhir yang mendapatkan penilaian sangat baik (SB) terdapat 4 aspek yaitu melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi . , melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa, membuat kesimpulan dengan melibatkan siswa, dan melaksanakan tindak lanjut. Persentase hasil pengamatan terhadap aktivitas guru dalam pembelajaran membaca cerita menggunakan media big book dengan pendekatan joyful learning adalah 91,67%. Hal tersebut diperoleh dari jumlah nilai yang didapat adalah 110 dari total nilai yaitu Simpulan Media big book dengan pendekatan joyful learning dalam pembelajaran membaca cerita di kelas i SD Negeri 1 Lebakadi dilihat dari aktifitas siswa dikatakan efektif. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa sesuai lembar observasi dalam pembelajaran membaca cerita menggunakan media big book dengan pendekatan joyful learning diperoleh hasil 9 aspek mendapatkan penilaian baik dan 15 aspek mendapatkan penilaian sangat baik sehingga jumlah nilai yang didapat adalah 87 dari total nilai yaitu 96. Persentase hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa adalah 90,63%. Hasil tersebut menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Media big book dengan pendekatan joyful learning dalam pembelajaran membaca cerita di kelas i SD Negeri 1 Lebakadi dilihat dari aktifitas guru dikatakan efektif. Hal ini dibuktikan dengan persentase hasil pengamatan terhadap aktivitas guru dalam pembelajaran membaca cerita dengan media big book dengan pendekatan joyful learning adalah 91,67%. Hal tersebut diperoleh dari jumlah nilai yang didapat adalah 110 dari total nilai yaitu 120. Daftar Pustaka