Urecol Journal. Part B: Economics and Business Vol. 3 No. eISSN: 2797-1902 The Effect of Self-Efficacy on Career Planning in Entrepreneurship of Adolescents Salsadirafi Adyanitama. Annisa Rizky Anggunani . Prissianingsih. Amalia Dewi Yustitia. Dwiki Nardian Putra. Aftina Nurul Husna Department of Psychology. Universitas Muhammadiyah Magelang. Magelang 56172. Indonesia annisarizkyanggunani@gmail. https://doi. org/10. 53017/ujeb. Received: 18/01/2023 Revised: 12/02/2023 Accepted: 10/03/2023 Abstract Entrepreneurship needs to be based on self-efficacy and careful career planning. Self-efficacy is defined as a person's belief about the ability to produce a specified level of performance in influencing their lives. Career planning is an activity or action to achieve career goals in accordance with the career direction that will be pursued including aspects of selfunderstanding, decision making, exploring, and preparing to enter the world of It is hypothesized that self-efficacy, both general self-efficacy and entrepreneurial self-efficacy, influence career planning in the field of entrepreneurship in This study aims to test this hypothesis by conducting a survey involving 50 adolescents aged 15-18 years in Magelang. Data collection was carried out through online questioner consisting of the General Self-Efficacy Scale, the Entrepreneurial Self-Efficacy Scale, and the Entrepreneurial Career Planning Scale. Data analysis was carried out using Multiple Linear Regression Analysis using SPSS 25. As a result, there is an influence of independent variables both simultaneously and individually on the dependent variable (R = R2 = . , . = 140. p <. The contribution of self-efficacy to career planning in the field of entrepreneurship is quite high, namely 83. 4% indicating the importance of this It is suggested that schools develop entrepreneurship education programs that strengthen skills, but also the self-efficacy so that adolescents has confidence in their capability to do entrepreneurship. Keywords: General Self-Efficacy. Entrepreneurial Self-Efficacy. Adolescents. Psychology of Entrepreneurship Pengaruh Efikasi Diri terhadap Perencanaan Karier di Bidang Wirausaha pada Remaja Abstrak Berwirausaha perlu didasari dengan adanya keyakinan diri mampu berwirausaha . fikasi dir. dan perencanaan karier yang matang. Efikasi diri diartikan sebagai keyakinan seseorang mengenai kemampuan dalam menghasilkan tingkat kinerja yang ditentukan dalam pemberian pengaruh bagi kehidupan mereka. Perencanaan karier adalah sebuah aktivitas atau tindakan guna mencapai tujuan karier sesuai dengan arah karier yang akan ditekuninya meliputi aspek pemahaman diri, membuat keputusan, eksplorasi, dan persiapan memasuki dunia wirausaha. Dihipotesiskan bahwa efikasi diri, baik efikasi diri umum maupun efikasi diri wirausaha berpengaruh pada perencanaan karier di bidang wirausaha pada remaja. Penelitian ini hendak menguji hipotesis tersebut dengan melakukan survei terhadap 50 orang remaja berusia 15-18 tahun yang duduk di bangku SMA di Magelang. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan menggunakan Skala Efikasi Diri Umum. Skala Entrepreneurial Self-Efficacy, dan Skala Perencanaan Karier Wirausaha. Analisis data dilakukan dengan Analisis Regresi Linear Berganda menggunakan SPSS 25. Hasilnya, terdapat pengaruh variabel bebas baik secara simultan maupun individual terhadap variabel tergantung (R = 0,913. R2 = 0,834. , . 140,634. p < 0,. Kontribusi efikasi diri terhadap perencanaan karier di bidang wirausaha Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Salsadirafi Adyanitama et al. tergolong cukup tinggi, yaitu 83,4%, menunjukkan sangat pentingnya variabel ini. Disarankan agar sekolah mengembangkan program pendidikan wirausaha yang memperkuat keterampilan, tetapi juga keyakinan diri remaja bahwa mereka mampu berwirausaha. Kata kunci: Efikasi Diri Umum. Efikasi Diri Wirausaha. Remaja. Psikologi Kewirausahaan Pendahuluan Setiap individu berupaya dalam mendapatkan kemajuan di dalam hidupnya, dibuktikan saat individu tersebut dapat menyelesaikan pendidikannya sampai jenjang yang lebih tinggi. Kemajuan tersebut merupakan langkah awal dalam merencanakan karier di Siswa SMA akan melakukan perencanaan mengenai kariernya guna menggambil keputusan dalam mencapai tujuan karier. Namun pada saat ini, sebanyak 50% siswa mengalami kebingungan dalam mengambil keputusan untuk memahami karier apa yang akan direncanakan setelah jenjang SMA. Kebingungan tersebut diantaranya ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi atau melanjutkan berwirausaha. Siswa yang berada dalam keadaan ini dipengaruhi oleh kurangnya keyakinan diri sendiri terhadap perencanaan karier selanjutnya yang berakibat pada tujuan masa depannya . Menurut Latif, perencanaan karier adalah sebuah aktivitas atau tindakan guna mencapai tujuan karier sesuai dengan arah karier yang akan ditekuninya meliputi aspek pemahaman diri, membuat keputusan, eksplorasi, dan persiapan memasuki dunia wirausaha . Perencanaan karier menjadi aspek penting pada kehidupan manusia. Irmayanti menjelaskan bahwa perencanaan karier merupakan salah satu bagian dari aspek sikap karier . Menurut Sukardi, siswa yang belum memiliki keputusan karier akan menimbulkan hambatan pada perencanaan kariernya . Perencanaan karier dapat diartikan sebagai pencapaian tujuan dan berfungsi sebagai pengarah kegiatan evaluasi. Martoyo menyatakan bahwa sebagai dasar penetapan karier seseorang, perlu dilakukan pengembangan karier sesuai dengan keterampilan dan kemampuan yang dimilikinya . Menurut Edgar Schein, perencanaan karier adalah sebuah proses yang berkelanjutan dimana seseorang secara perlahan mengembangkan konsep karier yang lebih erat kaitannya dengan kemampuan, kebutuhan, talenta, sikap, dan nilai yang dimiliki . Menurut Afrinanda . dalam perencanaan karier, potensi diri perlu dipertimbangkan sehingga tidak serta merta berpegang pada keinginan hati atau minat. Dalam hal ini, pentingnya seorang remaja untuk mengenali dirinya guna menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mempunyai rasa percaya diri yang tinggi sehingga dapat melihat kelebihan dan kekurangan untuk mengetahui kemampuan dan bakatnya. Menurut Brown dan Brooks dalam . perencanaan karier meliputi 5 aspek yaitu : perencanaan sistematis, sikap pengembangan karier, kemampuan membuat keputusan, informasi dan reliasme. Dalam perencanaan karier terdapat salah satu penghambat atau pendukung keyakinan remaja dalam memilih karier di bidang wirausaha, yaitu efikasi pada dirinya. Dalam berwirausaha perlu didasari dengan adanya faktor pendukung dari diri sendiri atau niat dalam diri. Efikasi diri adalah penilaian terhadap diri sendiri dalam melakukan suatu tindakan yang baik atau buruk . Efikasi diri terbentuk dari faktor dalam diri Menurut Bandura . efikasi diri diartikan sebagai keyakinan seseorang mengenai kemampuan dalam menghasilkan tingkat kinerja yang ditentukan dalam pemberian pengaruh bagi kehidupan mereka. Keyakinan efikasi diri dapat menentukan bagaimana seseorang merasa berfikir, berperilaku, dan memotivasi diri. Keyakinan ini, dapat menghasilkan efek yang bermacam-macam melalui empat proses utama yaitu proses kognitif, motivasi, afektif, dan seleksi. Efikasi diri dapat menjadi bahan pertimbangan bagi remaja setelah lulus nantinya. Hal ini dikarenakan seseorang harus memiliki efikasi diri Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Salsadirafi Adyanitama et al. untuk memperoleh kepuasan dan keberhasilan dalam berwirausaha atau bekerja. Menurut Chen. Greene, & Crick dalam . menjelaskan bahwa Enterpreneur Self Efficacy (ESE) berhubungan pada kepercayaan seseorang terhadap kemampuannya dalam melakukan tugas dan peran yang akan dilakukan untuk hasil wirausaha. Setelah lulus dari dunia pendidikan, remaja akan berproses dalam menentukan karier wirausaha yang berbentuk perilaku wirausaha sebagai bagian dari mencari pengalaman. Pengalaman kepemimpinan dalam lingkup pendidikan menjadi salah satu faktor yang terbukti dalam menumbuhkan entrepreneur self efficacy . Menurut penelitian Lee. Hallak, & Sardeshmukh dalam . mengemukakan bahwa pengalaman menjadi bukti dalam menjalankan atau membangun suatu wirausaha dan dapat mendorong entrepreneur self efficacy. Berbagai studi menunjukkan bahwa efikasi diri berhubungan pada kepercayaan seseorang terhadap kemampuan dirinya dalam perencanaan karier berwirausaha. Artinya sebagai dasar penetapan karier seseorang, maka perlu dilakukan pengembangan karier sesuai dengan keterampilan dan kepercayaan seseorang terhadap kemampuan yang Dalam penelitian terdahulu . tentang pengaruh efikasi diri terhadap niat perencanaan karier wirausaha pada kalangan mahasiswa menghasilkan penelitian yang berpengaruh positif signifikan. Oleh karena itu agar dapat memberikan masukan yang relevan untuk pengembangan program wirausaha maka diperlukan konteks selain mahasiswa yaitu remaja (SMA). Hal ini dikarenakan meskipun remaja SMA sudah memiliki bekal mata pelajaran kewirausahaan, namun belum memiliki rasa yakin terhadap kemampuan berwirausaha dalam dirinya. Disarankan pada saat remaja (SMA) sebaiknya sudah memiliki perencanaan karier yang matang, dikarenakan agar memiliki tujuan karier yang jelas sehingga dapat yakin terhadap karier yang sudah direncanakan sebelumnya. Dengan demikian hasil dari penelitian ini akan dapat memberikan masukan yang lebih konkrit tentang hubungan efikasi diri terhadap perencanaan karier wirausaha pada konteks Pertanyaan yang diangkat penelitian ini adalah apakah efikasi diri berpengaruh terhadap perencanaan karier di bidang wirausaha pada remaja? Variabel tersebut merupakan faktor personal yang berada di dalam diri individu. Mengetahui peran efikasi diri dianggap penting karena banyak orang ketika ditanya mengapa tidak berwirausaha, mereka menjawab AutidakAy karena belum memiliki keyakinan dan perencanaan dalam Lewat penelitian ini hipotesis yang hendak dibuktikan adalah efikasi diri . aik efikasi diri umum maupun efikasi diri wirausah. secara simultan maupun individual berpengaruh terhadap perencanaan karier di bidang wirausaha pada remaja. Penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan khazanah keilmuan psikologi kewirausahaan dikarenakan masih minimnya penelitian tentang pengaruh efikasi diri terhadap perencanaan karier pada kelompok remaja. Literatur Review Perencanaan Karier Perencanaan karier merupakan suatu hal yang menyangkut masa depan dan harus direncanakan sejak awal . Perencanaan karier secara umum mempunyai arti yang sangat penting dalam mencapai suatu tujuan. Hal ini dikarenakan rencana sebagai hasil dari proses perencanaan yang berfungsi sebagai pengarah kegiatan evaluasi. Simamora mengemukakan bahwa perencanaan karier merupakan suatu proses individu dalam mengidentifikasi serta mengambil langkah untuk mencapai tujuan karier . Menurut Martoyo . perencanaan karier adalah langkah awal untuk menuju jenjang karier Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Salsadirafi Adyanitama et al. seseorang, sehingga perlu adanya pengembangan karier sesuai kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya . Menurut Edgar Schein, perencanaan karier merupakan proses yang berkelanjutan dimana individu secara perlahan mengembangkan talenta, kemampuan, sikap, motif, dan nilai yang dimilikinya . Oleh karena itu perlunya bagi seorang remaja untuk memahami dirinya, menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan mempunyai rasa percaya diri yang tinggi untuk dapat melihat kelebihan dan kekurangannya dalam mengenal kemampuan dan bakatnya. Menurut Brown dan Brooks, mengemukakan bahwa terdapat lima aspek perencanaan karier yaitu: perencanaan sistematis, sikap pengembangan karir, kemampuan membuat keputusan, informasi, dan realisme . Menurut Rodger dalam . perencanaan karier dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu . Physical Makeup : sebuah usaha yang dilakukan seseorang untuk tampil menarik dengan tujuan sebagai identitas diri dan faktor pendorong serta dampak penggunaan makeup, . Attainments : tindakan untuk mencapai sesuatu, . General Intelligence : kecerdasan . Special Aptitudes : bakat . Interest : minat . Dispostion : watak . Circumstancs : keadaan. Perencanaan karier merupakan sesuatu yang bersifat personal, hal ini dikarenakan setiap individu pada saat memiliki tujuan dalam karier akan mempersiapkan apa yang perlu dilakukan dengan melihat kondisi yang nyata sebagai pertimbangan. General Efikasi Diri Bandura menjelaskan bahwa efikasi diri merupakan salah satu komponen dari pengetahuan tentang diri yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari . Bandura menyatakan efikasi diri mengacu pada keyakinan individu dalam mengorganisasi dan mengambil tindakan yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diinginkan . Efikasi diri merupakan persepsi bahwa individu memiliki kemampuan dalam melakukan sesuatu yang penting untuk mencapai tujuannya . Menurut Lahey, hal ini mencakup perasaan dalam mengetahui sesuatu yang dilakukan serta secara emosional mampu untuk melakukannya . Menurut Bandura, efikasi diri terdapat tiga dimensi yaitu : magnitude . ingkat kesulitan yang dilakukan individ. , generality . eyakinan individu dalam melaksanakan tugas tertent. , dan strength . eyakinan individu dengan kompetensinya dalam melakukan tugas tertent. Robbins menyebutkan bahwa efikasi diri merujuk pada keyakinan individu bahwa dirinya mampu menjalankan suatu tugas. Semakin tinggi efikasi diri, maka semakin yakin juga pada kemampuan dirinya dalam menyelesaikan tugas atau mengerjakan tugas . Menurut Rimm & Jerusalem, efikasi diri berhubungan dengan pengendalian lingkungan sehingga dapat menggambarkan individu untuk mengatasi berbagai tantangan dengan tindakan yang adaptif serta memperkuat individu dalam mengembangkan tujuan hidup . Menurut Luszczynska, general efikasi diri memiliki keyakinan yang luas pada kemampuan individu agar dapat menghadapi situasi yang menekan . Efikasi Diri Berwirausaha Menurut Bosma, efikasi diri adalah keyakinan individu terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk mengatur dan melaksanakan suatu tindakan . Luthans menjelaskan bahwa efikasi diri dapat mendorong kinerja seseorang dalam berbagai bidang termasuk minat berwirausaha . Menurut Purwanto, minat berwirausaha dapat dipengaruhi dengan karakteristik kepribadian seperti efikasi diri serta kebutuhan akan prestasi . Boyd dan Vozikis menyatakan bahwa individu yang memiliki efikasi diri yang tinggi cenderung menunjukkan minat intrinsic perilaku serta aktivitas wirausaha yang lebih tinggi . Efikasi diri dapat mempengaruhi minat berwirausaha dikarenakan ketika memulai suatu usaha perlu adanya kepercayaan terhadap kemampuan dalam keberhasilan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Salsadirafi Adyanitama et al. Dalam wirausaha efikasi diri mencakup tugas-tugas seorang wirausahawan yaitu antara lain: mengindetifikasi peluang untuk mengembangkan produk dan pasar baru, membangun relasi, mengelola keuangan, dan menoleransi kondisi-kondisi seperti kondisi menekan, konflik, dan perubahan . Maka dari itu efikasi diri merupakan suatu hal yang diperlukan ketika ingin membuka suatu usaha. Dalam pandangan lain, efikasi diri dalam wirausaha berkaitan dengan tugas-tugas tertentu seperti: menemukan ide baru, menyusun rencana, mengumpulkan sumber daya, dan mengelola sumber daya seperti manusia dan finansial . Menurut Laura, efikasi diri dalam berwirausaha merupakan keyakinan suatu individu yang dapat menguasai situasi dan menghasilkan sesuatu yang bernilai positif dan bermanfaat . Efikasi diri dalam berwirausaha adalah faktor personal dalam perantara interaksi antara faktor lingkungan dan faktor perilaku. Efikasi diri dalam kewirausahaan memiliki peran sebagai keyakinan diri yang merujuk pada keinginan untuk sukses dalam melaksanakan proses kewirausahaan . Efikasi diri dalam wirausaha merupakan pemicu keberhasilan dalam kinerja dan dapat mempengaruhi pola pikir, reaksi emosional dalam membuat keputusan. Metode Partisipan Kriteria partisipan dalam penelitian ini meliputi remaja SMA/SMK/MA dengan rentang usia 15 tahun ke atas serta bercita-cita menjadi wirausahawan. Sampel penelitian ini berjumlah 59 responden dengan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik snowball sampling digunakan untuk memudahkan dan mempercepat menemukan subjek karena berasal dari sumber yang terpercaya serta dapat hemat waktu dan biaya. Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data digunakan tiga skala yaitu general self efficacy scale . kala general efikasi dir. , entrepreneurial self efficacy scale . kala efikasi diri berwirausah. dan construct of career planning scale . kala perencanaan karie. General self efficacy scale terdiri dari 10 aitem yang berisikan pernyataan-pernyataan yang kemudian memiliki format respon kesetujuan dengan opsi 1-5 dan memiliki reliabilitas 0,9 sehingga terbukti valid dalam mengukur konstruk efikasi diri dalam konteks yang menyeluruh. Entrepreneurial self efficacy scale terdiri dari 19 aitem yang berisikan pernyataan-pernyataan yang kemudian memiliki format respon keyakinan dengan opsi 1-5 dan memiliki reliabilitas 0,9 dengan artian memiliki reliabilitas tinggi. Construct of career planning scale terdiri dari 11 aitem yang berisikan pernyataan-pernyataan yang kemudian memiliki format respon kesesuaian dengan opsi 1-5 dan memiliki reliabilitias 0,7 dengan artian memiliki reliabilitas Pengumpulan data dilakukan secara online dengan menggunakan kuesioner melalui Google Form. Etika penelitian adalah dengan memberikan informed consent pada bagian awal kuesioner yang disertai dengan penjelasan bahwa data yang akan didapatkan oleh tim peneliti hanya akan digunakan untuk keperluan penelitian dan akan dijamin Berkaitan dengan identitas apabila diperlukan untuk disertakan maka akan disamarkan oleh tim peneliti. Kemudian pada bagian akhir diberikan pertanyaan apakah responden bersedia untuk mengisi kuesioner dengan opsi AuYaAy dan AuTidakAy. Analisis Data Data dari kuesioner yang telah diterima kemudian dirapikan dalam format excel. Kemudian diteliti kembali apakah terdapat data yang gugur atau tidak. Selanjutnya data dibuat dalam bentuk tabulasi data yang kemudian akan menjadi data dasar dalam proses Uji Asumsi dan Uji Hipotesis. Kemudian menggunakan analisis deskriptif untuk Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Salsadirafi Adyanitama et al. menjelaskan profil responden. Uji asumsi pada penelitian ini menggunakan jenis Analisis Regresi Linear Berganda menggunakan SPSS 25. Hasil dan Pembahasan Hasil dari pengumpulan data didapatkan profil responden penelitian, mayoritas adalah laki-laki . ,6%), berasal dari Luar Magelang . ,1 %), dengan usia 20 Tahun . ,9%). Detail profil responden disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Profil Responden Variabel Jenis Kelamin Usia Domisili Jumlah Laki -Laki Perempuan Magelang Luar Magelang Frekuensi (%) 57,6 % 42,4 % 6,8 % 10,2 % 6,8 % 17,3 % 16,9 % 13,6 % 33,9 % 66,1 % Bedasarkan hasil analisis deskriptif, diketahui mean dan SD variabel penelitian adalah sebagai berikut General Efikasi Diri (Mean = 38. SD = 8. Efikasi Diri Berwirausaha . SD = 17. , dan Perencanaan Karier (Mean = 41. SD = 9. yang masingmasing berada dalam kategori tinggi/sedang/rendah. Detail hasil analisis deskriptif disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Deskripsi Hasil Analisis Deskriptif Variabel General Efikasi Diri Efikasi Diri Berwirausaha Perencanaan Karier Mean Std. Deviation Kategori Sedang Tinggi Sedang Keterangan: Rentang nilai 0-75. 0-25 Rendah. 21-50 Sedang. 51-75 Tinggi Uji asumsi pada penelitian ini menggunakan uji normalitas dan uji linearitas. Berdasarkan hasil pengujian uji normalitas diperoleh nilai p-value . symp-Sig 2 taile. 0,200 . ,200 > 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa distribusi telah memenuhi asumsi Sementara itu, dari hasil pengujian uji liniearitas diperoleh nilai p-value liniearity . ) 1,000 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier antara variabel independen dan variabel dependen. Berdasarkan hasil analisis dengan regresi linear berganda, diketahui ada pengaruh General Efikasi Diri (X. dan Efikasi Diri Berwirausaha (X. terhadap Perencanaan Karier (Y) yang secara statistik sangat signifikan (R = 0,913. R2 = 0,834. , . = 140,634. Variabel X1 dan X2 berkontribusi pada Y sebesar 83. 4 %, sementara sisanya dipengaruih oleh variabel lain. Artinya hipotesis penelitian ini terbukti. Baik variabel efikasi diri umum . = 0,870. t = 3,230. p < 0,. maupun efikasi diri wirausaha . = 0,896. t = 5,078. p < 0,01masing-masing berpengaruh sangat signifikan pada perencanaan karier. Adapun persamaan regresi yang diperoleh Y = 3,075 0,404. X1 0,318. X2. Disimpulkan hipotesis penelitian ini terbukti bahwa ada pengaruh general efikasi diri dan efikasi diri berwirausaha terhadap perencanaan karier. Pada penelitian ini dapat disimpulkan hipotesis terbukti bahwa memiliki pengaruh sangat kuat dengan arah yang Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Salsadirafi Adyanitama et al. Besar kontribusi general efikasi diri dan efikasi berwirausaha pada perencanaan Semakin tinggi general efikasi diri dan efikasi berwirausaha maka menyebabkan peningkatan pada perencanaan karier remaja. Dalam pandangan lain efikasi diri dalam wirausaha berkaitan dengan tugas-tugas tertentu yaitu: menemukan ide baru, menyusun rencana, mengumpulkan sumber daya, dan mengelola sumber daya seperti manusia dan finansial . Dalam teori ini maka dapat diartikan ada pengaruh efikasi diri terhadap perencanaan karier di bidang wirausaha. Sehingga semakin tinggi efikasi diri maka semakin kuat perencanaan karier remaja dibidang wirausaha. Dalam hal ini efikasi diri mencakup keyakinan mampu berwirausaha dan menghadapi kesulitan atau tantangan dengan cara belajar, pengalaman dan bergaul. Temuan dalam penelitian ini sangat mendukung riset sebelumnya pada penelitian terdahulu yang dilakukan . tentang pengaruh efikasi diri terhadap niat perencanaan karir wirausaha pada kalangan mahasiswa. Penelitian ini sangat mendukung riset sebelumnya dikarenakan menggunakan konteks yang berbeda yaitu remaja SMA. Keterbatasan dalam penelitian ini antara lain partisipan belum terbiasa mengisi kuesioner, minimnya jumlah sampel yang didapatkan, dan tidak dapat observasi partisipan secara langsung dikarenakan menggunakan kuesioner online. Penelitian ini memunculkan pertanyaan selanjutnya yaitu sumber efikasi diri berwirausaha. Untuk penelitian selanjutnya direkomendasikan menggunakan kuesioner cetak atau angeket agar dapat memudahkan partisipan dalam mengisi kuesioner dan memudahkan peneliti untuk mengobservasi secara langsung. Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa tingkat efikasi diri pada remaja sangat tinggi. Hal ini memiliki arti bahwa remaja memiliki keyakinan diri yang baik di bidang perencanaan karier terutama di bidang wirausaha. Efikasi diri yang baik dapat memperoleh hasil perencanaan karier yang memuaskan sesuai dengan keinginan remaja. General efikasi diri dan efikasi diri berwirausaha sangat berpengaruh dalam perencanaan karier remaja. Efikasi diri meliputi keyakinan dalam diri untuk berwirausaha serta mampu menghadapi kesulitan yang akan dihadapi nantinya saat berwirausaha. Selain keyakinan diri pada remaja, guru BK di sekolah dapat memberikan layanan motivasi agar remaja semakin yakin dalam menghadapi karier dikemudian hari. Layanan tersebut diberikan agar remaja tidak salah dalam merencanakan kariernya. Layanan bisa dilakukan secara konseling berkelompok maupun individu. Referensi