Jurnal Keislaman dan Pendidikan stit-alhidayah. ISSN: 2721-5504 VOLUME 4 NOMOR 2. SEPTEMBER 2023 KESULITAN SISWA MEMBACA TEKS BAHASA ARAB DALAM PEMBELAJARAN MAHARAH QIRO'AH Syarifah Aini. Machmud Yunus. Tiara Aminatusshalihah STAI AL-MAAoARIF CIAMIS STAI AL-MAAoARIF CIAMIS STAI AL-MAAoARIF CIAMIS Email : ainisyarifah987@gmail. com, machmudyunus033@gmail. com, tiaraaminatusshalihah31@gmail. ABSTRACT Students have difficulty reading or understanding the contents of a text in Arabic lessons so that it has an impact on low Arabic learning outcomes. Though the ability to read has a very important role in learning Arabic also in everyday life. This study aims to obtain data about the difficulty factors of VII grade MTs students Ash-Shiddiqin Panaragan in reading Arabic text. This research used descriptive method with qualitative approach. In this study, which is the subject of research is the students of class VII MTs Ash-Shiddiqin Panaragan academic year 2022/2023. The results of the study revealed that the difficulty factors of Class VII students in reading Arabic texts could be classified into two First, internal factors include the ownership experience and language competence of students was low, less interest in reading students, and students motivation is low. Second, external factors, include factors of teachers who lack the mastery of the material, learning methods that are less attractive, the attitude of the teacher in the learning process assessed to be less enthusiastic, lack of instructional media used, the mobility of the position of a teacher in a classroom that is lacking in monitoring student activities, and lack of availability of textbooks. Keywords : Factor difficulties. Reading. Arabic text ABSTRAK Siswa selalu kesulitan dalam membaca atau memahami isi suatu teks dalam pelajaran bahasa Arab sehingga berdampak pada hasil belajar bahasa Arab yang rendah. Padahal kemampuan membaca memiliki peran yang sangat penting dalam mempelajari bahasa Arab khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang faktor kesulitan siswa kelas VII MTs Ash-Shiddiqin Panaragan dalam membaca teks bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VII MTs Ash-Shiddiqin Panaragan tahun akademik 2022/2023. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor-faktor kesulitan siswa Kelas VII dalam membaca teks bahasa Arab dapat diklasifikasikan menjadi dua faktor. Pertama, faktor internal termasuk pengalaman kepemilikan dan kompetensi bahasa siswa rendah, kurangnya minat membaca siswa, dan motivasi siswa rendah. Kedua, faktor eksternal, termasuk faktor guru yang kurang menguasai materi, metode pembelajaran yang kurang menarik, sikap guru dalam proses pembelajaran dinilai kurang antusias, kurangnya media pembelajaran yang digunakan, dan mobilitas posisi dari seorang guru dikelas yang kurang dalam memantau kegiatan siswa. Kata Kunci : Faktor kesulitan. Membaca. Teks Arab PENDAHULUAN Bahasa Arab merupakan Bahasa kedua yang diperoleh setelah Bahasa ibu. Di Indonesia Bahasa Arab menjadi Bahasa Asing, karena tidak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh penduduknya. Bahasa Arab menjadi mata pelajaran yang diajarkan di madrasah-madrasah, khususnya di madrasah Islam, yaitu mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI). Madrasah Tsanawiyah (MT. dan Madrasah Aliyah (MA). (Hermawan A, 2014: . Membaca merupakan kegiatan yang sangat kompleks, akibatnya siswa minim melakukan kegiatan membaca. Demikian juga dengan membaca teks bahasa Arab. Masalah minimnya pemahaman dalam membaca teks bahasa Arab, mengindikasikan seseorang mengalami kesulitan dalam membaca. Masalah kesulitan membaca teks bahasa Arab terlihat pada kebanyakan dari peserta didik yang kurang tertarik dengan pelajaran bahasa Arab. Mereka beranggapan kalau bahasa Arab itu susah, karena bahasa Arab lebih sedikit ditemukan oleh siswa-siswi di kehidupan sehari-hari. Misalnya pada penggunaan Smartphone. Komputer, dan alat-alat elektornik lainnya yang semua aplikasinya itu menggunakan bahasa Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan VOL. 4 NO. Inggris, bukan bahasa Arab. Sehingga mereka mengatakan bahwa bahasa Arab adalah hal yang sangat membosankan dan pelajaran yang sulit dipelajari. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor kesulitan siswa kelas VII MTs AshShiddiqin Panaragan dalam membaca teks bahasa Arab, mengetahui bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan para siswa kesulitan dalam membaca teks bahasa Arab serta mencarikan solusi untuk Kegiatan membaca mempunyai banyak faktor, terutama membaca pemahaman. Menurut Pearson, menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca seseorang dapat diklasifikasikan ke dalam dua faktor: Pertama, faktor yang bersifat intrinsik . ang berasal dari dalam pembac. antara lain meliputi kepemilikan kompetensi bahasa si pembaca, minat, motivasi, dan kemampuan Kedua, faktor yang bersifat ekstrinsik . erasal dari luar pembac. , dibagi menjadi dua kategori, yakni . unsur yang berasal dari dalam teks bacaan dan . unsur yang berasal dari luar lingkungan Kategori pertama berkenaan dengan keterbacaan . dan organisasi teks atau wacana, sedangkan kategori kedua berkenaan dengan fasilitas, guru, model pengajaran dan lain-lain. (Pearson, 2. Melihat banyaknya faktor yang mempengaruhi kegiatan membaca teks bahasa Arab, maka dibutuhkan suatu tindak lanjut berupa sebuah penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa merasa kesulitan dalam membaca teks bahasa Arab, serta mencarikan solusi terhadap problematika yang terjadi pada pembelajaran keterampilan membaca dalam pembelajaran Bahasa Arab di kelas VII MTs AshShiddiqin Panaragan, agar proses pembelajaran membaca dapat berjalan dengan lancar dan mengalami perbaikan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sehingga pembelajaran dapat mencapai keberhasilan METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa informasi atau rekaman mengenai faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa kelas VII dalam membaca teks bahasa Arab, terutama pada pelajaran Maharah Qiro'ah Bahasa Arab yang menekankan pada aspek Oleh karena itu, sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 38 orang dan guru bidang studi Bahasa Arab MTs Ash-Shiddiqin Panaragan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, metode kuesioner . dan metode Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai proses pembelajaran Bahasa Arab berlangsung, peneliti mengamati tingkah laku, baik yang dilakukan siswa maupun guru ketika proses pembelajaran berlangsung. Metode wawancara digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kesulitan siswa dalam membaca dan menggali informasi lebih dalam tentang tanggapan siswa dalam mengikuti pelajaran Bahasa Arab. Metode kuesioner . dilakukan untuk mendapatkan data pendukung lainnya dari para siswa. Metode dokumentasi digunakan sebagai data pelengkap dari metode pengumpulan data lainnya sehingga dapat mendukung dan menambah kepercayaan dan pembuktian suatu kejadian. Adapun instrumen data dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama dan dibantu dengan instrumen lainnya seperti pedoman observasi, pedoman wawancara, dan alat perekam. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan analisis deskriptif kualitatif. Pengolahan data tersebut diantaranya adalah melalui tiga tahapan analisis, diantaranya yaitu Pertama, reduksi data. Dalam proses reduksi data, peneliti menyederhanakan dan mentransformasikan data-data yang tercatat dan terekam selama penelitian di MTs Ash-Shiddiqin Panaragan. Kedua, penyajian data. Dalam penyajian data, peneliti mengorganisasikan dan menyusun hasil reduksi dalam pola hubungan, sehingga data yang dihasilkan mudah untuk dipahami oleh para pembaca. Ketiga, kesimpulan dan verifikasi data. Kesimpulan dalam penelitian, peneliti kemukakan berdasarkan hasil observasi atau pengamatan yang dilakukan peneliti di lapangan, yang kemudian diperkuat oleh hasil wawancara dengan siswa dan guru Bahasa Arab. Selain itu, peneliti menggunakan hasil kuesioner sebagai data pendukung agar semakin mendukung data yang lainnya. Adapun data kuesioner dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif presentase sebagai data pendukung mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam membaca teks bahasa Arab. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian ditemukan bahwa masih banyak siswa kelas VII MTs Ash-Shiddiqin Panaragan yang mengalami kesulitan dalam membaca teks bahasa Arab. Dalam proses guru memberikan materi kepada para siswa, strategi yang digunakan guru dalam proses pembelajaran di kelas VII MTs Ash-Shiddiqin Panaragan sudah cukup bagus, guru menerapkan strategi atau metode membaca . iro'a. dalam pembelajaran untuk mengasah kemampuan membaca siswa. Yakni guru mencontohkan tata cara membaca yang baik dan benar kepada siswa dalam bacaan bahasa Arab. Selanjutnya guru menunjuk kepada siswa Syarifah Aini. Machmud Yunus. Tiara Aminatusshalihah Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan VOL. 4 NO. untuk bergantian membaca teks tersebut dengan keras sedangkan siswa yang belum mendapatkan giliran membaca, menyimak temannya. Namun, tetap saja masih banyak terdapat siswa yang kesulitan dalam membaca teks bahasa Arab. Peneliti menemukan banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam melafalkan beberapa huruf hijaiyah, kesalahan dalam pelafalan huruf-huruf, kurang pemahaman terhadap kitab kuning atau nahwu shorof dan masalah-masalah yang lainnya. Kesulitan-kesulitan tersebut dikarenakan beberapa masalah atau problem, baik itu problem secara linguistik . maupun non linguistik . on Pengetahuan guru tentang kedua problem itu sangat penting agar ia dapat meminimalisasi problem dan mencari solusinya yang tepat sehingga pembelajaran bahasa Arab dalam batas minimal dapat tercapai dengan baik. Problem linguistik . adalah persoalan-persoalan yang dihadapi siswa atau pembelajar . yang terkait langsung dengan bahasa. Sedangkan, problem non linguistik . on kebahasaa. adalah persoalan-persoalan yang turut mempengaruhi, bahkan dominan bisa menggagalkan, kesuksesan program pembelajaran yang dilaksanakan (Fahrurrozi, 2. Berbagai faktor yang melatar belakangi problem maharah qiro'ah bahasa Arab antara lain sebagai Latar Belakang Pendidikan Sebelumnya Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya beberapa siswa kelas VII MTs Ash-Shiddiqin Panaragan yang memiliki pengalaman dan latar belakang belajar bahasa Arab. Akan tetapi, walaupun mereka memiliki pengalaman dan latar belakang belajar bahasa Arab sebelumnya, mereka tetap merasa kesulitan dalam pelajaran bahasa Arab, terutama dalam pelajaran maharah qiro'ah yang mengutamakan keterampilan Selain itu, hasil belajar bahasa Arab mereka pun tergolong rendah. Temuan penelitian ini tidak sejalan dengan teori konstruktivisme yang dikemukakan oleh Andersen . alam McLaughlin & Allen, 2. , dimana mereka meyakini bahwa seorang siswa yang mempunyai lebih banyak pengalaman dalam suatu topik tertentu lebih mudah membuat hubungan antara apa yang diketahuinya dengan apa yang akan dipelajarinya. Sehingga pembaca bisa sukses dalam memahami teks jika mereka sebelumnya sudah memiliki struktur-struktur untuk mengorganisasikan pengetahuan tentang bahasa dan dunia. Temuan dalam penelitian ini juga bertolak belakang dengan temuan penelitian yang telah dilakukan oleh Anwar bahwa terdapat pengaruh yang positif antara latar belakang pendidikan dengan prestasi belajar bahasa Arab siswa. Siswa yang berasal dari MI lebih tinggi skor rata-rata hasil belajarnya dibandingkan dengan skor rata-rata hasil belajar siswa yang berasal dari SD. (Anwar, 2. Sehubungan dengan hal tersebut. Ibrahim berpendapat bahwasanya para siswa berbeda-beda dalam pengalaman belajarnya, sedangkan bacaan yang akan dibaca oleh mereka selalu ditafsirkan berdasarkan pada pengalaman terdahulu. Oleh karena itu, para siswa yang memiliki sedikit porsi pengalamannya, lebih lemah dari siswa lainnya dalam maharah qiro'ah bahasa Arab. (Ibrahim, 1. Ini berarti, kesulitan yang dialami siswa dalam membaca dan memahami teks bahasa Arab dikarenakan porsi pengalaman mereka yang sedikit dan latar belakang pendidikan sebelumnya yang berbeda. Kurangnya Kemampuan Siswa Membaca Teks Bahasa Arab Dalam mengajar bahasa Arab, tidak semua siswa yang diajar sebelumnya sudah mempunyai kemampuan membaca teks bahasa Arab. Seorang guru yang mengajar siswa dari kalangan minim akan pengetahuan bahasa Arab, maka guru tersebut harus mempunyai banyak waktu untuk memberikan jam tambahan belajar kepada anak didiknya. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ketika pembelajaran Maharah QiroAoah dengan penerapan strategi yang telah disiapkan oleh guru bahasa Arab di kelas VII MTs As-Shiddiqin Panaragan, ada beberapa siswa yang masih kesulitan dalam membaca teks bahasa Arab, yang disebabkan oleh kurangnya penguasaan kosakata yang dimiliki siswa, kurangnya pemahaman mengenai gramatika/qowaid, serta kurangnya kelancaran siswa dalam melafalkan huruf hijaiyah dengan baik sesuai makharijul hurufnya. Menurut peneliti, kosakata dan gramatika merupakan unsur atau komponen bahasa yang sangat penting yang harus dikuasai oleh siswa dalam meningkatkan keterampilan membaca teks bahasa Arab. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Effendi bahwa meningkat dan berkembangnya kemahiran membaca tergantung penguasaan kosakata dan gramatika. (Effendi, 2. Begitupun dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurjanah bahwa semakin tinggi tingkat penguasaan mufrodat siswa, maka akan semakin tinggi pula kemampuan atau keterampilan membaca bahasa Arab siswa. (Nurjanah, 2. Kurangnya Minat dan Motivasi Membaca Pada Siswa Minat dan motivasi belajar siswa saling berkaitan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa minat membaca yang para siswa miliki masih rendah dan minatnya hanya sekedar keinginan saja tanpa ada banyak usaha yang dilakukan dari para siswa. Kurangnya minat ini menjadi salah satu faktor siswa kesulitan dalam Syarifah Aini. Machmud Yunus. Tiara Aminatusshalihah Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan VOL. 4 NO. membaca teks bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilaksanakan oleh Mardiyah, yang menunjukkan bahwa faktor-faktor kesulitan membaca teks bahasa Arab yaitu minat para mahasiswa yang biasa-biasa saja untuk membaca teks bahasa Arab, kurangnya latihan yang dilakukan, kurang melakukan diskusi ketika melakukan kegiatan membaca teks bahasa Arab, hasil belajar yang rendah mengakibatkan mahasiswa tidak semangat dalam membaca teks bahasa Arab, dan lambatnya dalam mengerjakan tugas. (Mardiyah, 2. Dapat diketahui pula dari hasil kuesioner yang diberikan kepada siswa bahwa persentase aspek minat siswa dalam membaca teks bahasa Arab yaitu sebesar 44,7%, termasuk dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa kebanyakan para siswa tidak berminat untuk membaca teks bahasa Arab. Selain itu, peneliti menemukan bahwa motivasi yang diberikan guru kepada para siswa tergolong Kurangnya motivasi yang diberikan guru kepada para siswa, menyebabkan mereka tidak antusias dalam mengikuti pelajaran maharah qiro'ah dan berdampak pada hasil belajar mereka yang tergolong Rendahnya hasil belajar merupakan salah satu indikasi seseorang mengalami kesulitan dalam mempelajari sesuatu. Oleh karena itu, faktor motivasi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kesulitan siswa dalam membaca teks bahasa Arab. Penelitian ini sejalan dengan pernyataan Crawley dan mountain . ikutip dalam Rahim, 2. bahwa motivasi belajar mempengaruhi minat dan hasil belajar siswa. Semakin tinggi motivasi yang diterima siswa, maka akan semakin baik pula hasil belajar yang akan diperoleh oleh siswa. Dan sebaliknya, semakin rendah motivasi yang diterima siswa, maka akan semakin rendah pula minat dan hasil belajar yang akan diperoleh oleh siswa. Selain itu. Purnamasari dari hasil penelitiannya juga menyatakan bahwa motivasi belajar memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kelancaran siswa membaca teks bahasa Arab. (Purnamasari, 2. Faktor Media dan Metode Pembelajaran Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa guru kurang kreatif menggunakan media dalam pembelajaran bahasa Arab. Kurangnya media yang digunakan, menjadi salah satu tidak semangatnya siswa dalam proses pembelajaran maharah qiro'ah bahasa Arab. Sehingga berdampak pada kemampuan mereka dalam membaca dan memahami teks bahasa Arab, juga pada hasil belajar dalam pelajaran maharah qiro'ah yang masih rendah. Temuan ini sejalan dengan pendapat Slameto yang menyatakan bahwa media pembelajaran merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam proses pembelajaran untuk mencapai prestasi belajar siswa di sekolah. (Slameto, 2. Selain itu, metode yang digunakan oleh guru pun kurang menarik dan kurang variatif. Hal ini menyebabkan para siswa tidak bersemangat dan merasa jenuh dalam mengikuti proses pembelajarannya. Temuan dalam penelitian ini sesuai dengan pendapat Qurrah, yang menyatakan bahwa salah satu sebab tertinggalnya siswa dalam pembelajaran membaca, yaitu faktor guru yang buruk dalam menggunakan metode pembelajaran serta tidak mampunya guru dalam mendiagnosis kelemahan-kelemahan dan kesulitankesulitan dalam kegiatan membaca serta tidak mengetahui bagaimana cara mengatasinya. (Qurrah, 1. Maka dari itu, media dan metode yang variatif dalam proses pembelajaran sangat penting digunakan. Karena, tujuan khusus penggunaan media pembelajaran adalah untuk mempermudah proses pencapaian tujuan pembelajaran, menambah kejelasan pengertian dan memperlancar proses pembelajaran. Dan tujuan umum penggunaan media pembelajaran yaitu memungkinkan siswa belajar secara individu atau kelompok, membangkitkan minat dan motivasi siswa, dan memusatkan perhatian siswa. Faktor Guru Guru merupakan alat penggerak bagi berlangsungnya pembelajaran di kelas. Karena itu, faktor guru sangat penting. Sebaik apapun subjek materi yang dirancang, itu tidak ada artinya manakala guru sebagai fasilitator dan mediator proses pembelajaran di kelas tidak menunjukkan sikap dan perilaku yang multikultural, sehingga akan mengakibatkan materi tersebut menjadi kontradiktif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa guru terlihat kurang menguasai materi pelajaran yang akan diberikan kepada para siswa. Selain itu, sikap guru dalam proses pembelajaran dinilai kurang antusias dan mobilitas posisi tempat dalam kelas juga kurang dilaksanakan. Hal ini menyebabkan para siswa kurang termotivasi dan kurang antusias dalam mengikuti pelajaran maharah qiro'ah bahasa Arab. Temuan dalam penelitian ini tidak sejalan dengan pendapat Rahim, yaitu untuk memotivasi meningkatkan hasil belajar siswa, guru bisa memberikan model dan contoh untuk dilihat dan ditiru, baik dalam intonasi, melafalkan kalimat, maupun ekspresi wajah. (Rahim, 2. Selain itu, dalam hal mobilitas posisi guru terlihat hanya diam di tempat duduk saja tidak bergerak untuk berkeliling melihat kegiatan yang dilakukan oleh para siswa. Padahal dengan berkeliling tersebut, guru dapat memonitor siswa ketika proses pembelajaran berlangsung. Hal ini tidak sejalan dengan pendapat Rahim, yang mengemukakan bahwa guru hendaknya memonitor dengan sungguh-sungguh ketika siswa Syarifah Aini. Machmud Yunus. Tiara Aminatusshalihah Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan VOL. 4 NO. mengerjakan tugas membacanya sampai guru benar-benar yakin bahwa siswa telah menyelesaikan tugas membacanya dengan baik. (Rahim, 2. Faktor lingkungan Faktor lingkungan juga mempengaruhi belajar bahasa Arab pada siswa. Baik itu lingkungan di sekolah maupun lingkungan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, lingkungan sekolah MTs Ash-Shiddiqin Panaragan merupakan lingkungan yang cukup baik, karena terdapat pondok pesantren disana, guru-guru yang memadai, gedung sekolah yang cukup besar dan sudah memenuhi persyaratan bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang baik. Hal ini sejalan dengan pendapat seorang pakar dalam bidang pendidikan yang menyatakan bahwa : Kondisi lingkungan sekolah yang dapat mempengaruhi kondisi belajar, antara lain adanya guru yang baik dalam jumlah yang cukup memadai sesuai dengan jumlah bidang studi yang ditentukan, peralatan belajar yang cukup lengkap, gedung sekolah yang memenuhi persyaratan bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang baik, adanya teman dan keharmonisan di antara semua personil sekolah. (Hakim T, 2003: Dari pendapat di atas, dapat dipahami bahwa lingkungan belajar di sekolah yaitu yang melibatkan siswa, guru, sarana dan prasarana, sumber-sumber belajar, media belajar hingga suasana belajar di dalam sekolah maupun diluar sekolah. Berbagai hal tersebut terpengaruh terhadap kegiatan belajar dan hasil belajar yang diperoleh siswa. Lingkungan keluarga pun merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian Perhatian keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, perhatian dan menyenangkan akan sangat berpengaruh baik bagi diri seorang anak. Selain itu, dengan dibiasakan membaca bahasa Arab seperti diajarkan mengaji atau membaca kitab-kitab. Dari hasil penelitian, sebagian dari lingkungan keluarga mendukung dan memberikan semangat dengan mendampingi anaknya dalam melaksanakan pembelajaran dan meyemangati mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Namun, masih ada siswa yang kurang mendapat perhatian dari lingkungan keluarga. Kurangnya perhatian serta dukungan keluarga menyebabkan siswa kurang maksimal dalam menghadapi pembelajaran. Hal ini tidak sejalan dengan fungsi orang tua sebagaimana dengan Firman Allah SWT dalam QS. atTahrim . : 6, yaitu : a a e a a a e a a a a e ca a a AOeOacN E aOI aII eO C eOee IA aE eI aON aE eOE eI I UA Artinya: AuWahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api nerakay (Q. S At-Tahrim: . Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua mempunyai dua fungsi yaitu : Orang tua sebagai pendidik keluarga Orang tua sebagai pemelihara dan pelindung keluarga PENUTUP Berdasarkan fakta empiris yang diperoleh di lapangan dan didukung oleh teori mengenai kesulitan siswa dalam membaca teks bahasa Arab dalam pembelajaran maharah qiro'ah, penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor kesulitan siswa dalam membaca teks bahasa Arab berasal dari faktor internal dan faktor eksternal, yaitu . pengalaman dan latar belakang siswa yang berbeda-beda, . kurangnya kemampuan siswa dalam membaca teks bahasa Arab . minat membaca para siswa yang masih rendah, . motivasi para siswa yang masih rendah, . guru yang kurang menguasai materi pelajaran yang akan disampaikan, . metode pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik dan variatif, . sikap guru dalam proses pembelajaran masih dinilai kurang antusias, . kurangnya guru dalam menggunakan media pembelajaran yang akan menarik semangat siswa, . mobilitas posisi tempat guru dalam kelas yang dirasa kurang bergerak untuk memonitor kegiatan para siswa. Adapun solusi untuk meminimalisir terjadinya kesulitan siswa dalam membaca teks bahasa Arab yaitu, peneliti menawarkan sebuah metode untuk pembelajaran bahasa Arab, yaitu metode Metode eklektik adalah suatu metode pilihan dan gabungan dari dua metode atau lebih. Namun. Ada hal yang harus diperhatikan bahwa penggabungan metode-metode hanya bisa dilakukan antar metode yang sehaluan. Dua metode yang asumsi dan tujuannya berbeda, tidak dapat Penggabungan lebih tepat dilakukan dalam tataran teknik dan operasional. (Effendy A, 2. Metode eklektik ini bisa menjadi metode yang ideal apabila didukung oleh penguasaan Syarifah Aini. Machmud Yunus. Tiara Aminatusshalihah Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan VOL. 4 NO. guru secara memadai terhadap berbagai macam metode, sehingga dapat mengambil secara tepat segi-segi kekuatan dari setiap metode dan menyesuaikannya dengan kebutuhan program pengajaran yang ditanganinya, kemudian menerapkannya secara proporsional (Effendy A, 2. Selain metode, ada juga media yang ditawarkan oleh peneliti diantaranya yaitu : Audio Visual Audio Visual adalah media pembelajaran yang menggunakan media elektronik untuk bahan ajar dengan memanfaatkan sinyal audio dan gambar visualisasi. Contoh media pembelajaran audio visual, seperti film mastip bersuara, slide bersuara, komik dengan suara, dsb. Dalam hal ini siswa dapat mendengarkan slide power point misalnya, dalam pembelajaran mufradat yang diajarkan oleh pengajar sehingga mereka dapat menangkap dengan jelas mufradat tersebut sekaligus visualisasi didalamnya. Video Video adalah sebuah media yang menggunakan audio visual yang didalamnya terdapat konsep materi pembelajaran, prinsip materi pembelajaran, prosedur materi pembelajaran, teori materi pembelajaran, dan sajian terkait contoh suatu pengetahuan, dengan harapan siswa dapat memahami isi dari pembelajaran tersebut. Dalam prakteknya guru memutar video pembelajaran di depan kelas agar siswa dapat mendengarkan penjelasan tentang materi yang telah dipaparkan oleh guru. Sehingga mereka dapat mendengarkan pelafalan bahasa Arab dari sumbernya langsung. Lagu Media pembelajaran yang menggunakan lagu merupakan media pembelajaran asik dan menarik, dikarenakan siswa menjadi lebih interaktif sehingga pembelajaran dirasa tidak Selain itu, siswa juga dapat lebih cepat mengingat pembelajaran dengan melafalkan syair-syair didalamnya. Jadi dapat di ambil kesimpulan, dalam pembelajaran maharah qiro'ah bahasa Arab, selain dari metode dan media pembelajaran tersebut diatas, juga dapat menggunakan metode dan media lain selama metode dan media tersebut mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan mampu menangkap informasi dari materi pembelajaran sehingga tujuan-tujuan dapat tercapai. DAFTAR PUSTAKA