Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) E-ISSN. Volume 6. Nomor 2, 2025, 82-89 DOI: https://doi. org/10. 53869/jpas. DISTRIBUSI MASSA OTOT DAN LEMAK VISCERAL PADA ATLET WANITA AKUATIK: IMPLIKASI TERHADAP PERFORMA DAN KESEHATAN Dinta Sugiarto 1 *. Dhoni Akbar Ghozali 2. Ibrah Fastabiqi Bawana Mukti 3. Ananda Perwira Bakti4 lUniversitas Negeri Malang. Kota Malang. Indonesia Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Indonesia Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Sambas. Indonesia Univesitas Negeri Surabaya. Surabaya. Indonesia fik@um. id1, dhoniakbar@staff. id2, i. mukti@sanagustin. anandabakti@unesa. * Coressponding Author. E-mail: dinta. fik@um. Abstract Physical performance must also prioritize metabolic health. Metabolic health is influenced by body composition, including muscle mass and visceral fat. Muscle mass plays a role in the performance and quality of body metabolism, while visceral fat around the liver, pancreas, and intestines is an indicator of metabolic health that affects insulin resistance, chronic inflammation, and metabolic diseases. Good training is needed to find the right recipe for maximizing muscle mass and controlling visceral fat levels. This study aims to compare muscle mass and visceral fat in female aquatic athletes to see health parameters without neglecting This study used a cross-sectional design involving 15 subjects from female swimming and diving athletes from the KONI Kota Malang. Measurement of muscle mass and visceral fat used a BIA (Bioelectrical Impedance Analysi. Correlation analysis was used to determine the relationship between muscle mass and visceral fat. The results showed that all research subjects had low muscle mass with a maximum value of 03 and visceral fat in the high category of 0. Low muscle mass is likely caused by suboptimal training outcomes or by strength training not maximizing muscle mass composition. High visceral fat can be influenced by poor nutritional management by athletes. Physical performance and metabolic health are crucial, especially when optimizing muscle mass and minimizing visceral fat. Low muscle mass results from inadequate training methods, particularly strength training, including a lack of attention to training principles such as intensity, frequency, and loading. Keywords: muscle mass, visceral fat, metabolic health Abstrak Performa Fisik yang baik juga harus mengutamakan Kesehatan metabolik. Kesehatan metabolik dipengaruhi oleh komposisi tubuh diantaranya massa otot dan lemak visceral Dimana massa otot berperan dalam performa dan kualitas metabolism tubuh sedangkan lemak visceral yang ada disekitar organ hati, pancreas dan usus menjadi indikator Kesehatan metabolik yang mempengaruhi resistensi insulin, inflamasi kronis dan penyakit Dibutuhkan pelatihan yang baik untuk menemukan resep yang tepat dalam memaksimalkan massa otot dan mengontrol kadar lemak visceral tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan massa otot dan lemak visceral pada atlet Wanita akuatik untuk melihat parameter Kesehatan tanpa mengesampingkan Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 15 subjek dari atlet Wanita cabor renang dan selam kolam KONI Kota Malang. Pengukuran massa otot dan lemak visceral menggunakan alat BIA (Bioelectrical Impedance Analysi. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara massa otot dan lemak visceral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua subjek peneliitan memiliki massa otot yang rendah dengan nilai maximum 21. 03 dan lemak visceral dengan kategori tinggi yaitu 0. Massa otot yang rendah kemungkinan disebabkan oleh belum optimalnya dampak pelatihan atau belum Distribusi Massa Otot Dan Lemak Visceral Pada Atlet Wanita Akuatik: Implikasi Terhadap Performa Dan Kesehatan Dinta Sugiarto,Dhoni Akbar dimaksimalkannya Latihan strength guna meningkatkan komposisi massa otot sedangkan untuk lemak visceral yang tinggi bisa dipengaruhi oleh pengaturan nutrisi yang kurang baik oleh atlet. Performa fisik dan kesehatan metabolik sangat perlu diperhatikan terutama dalam mengoptimalkan massa otot dan meminimalkan lemak visceral. Massa otot yang rendah diakibatkan dari metode latihan khususnya latihan kekuatan yang kurang diperhatikan termasuk di dalamnya kurang mengindahkan prinsip latihan seperti intensitas, frekuensi, dan pembebanan Kata kunci: massa otot, lemak visceral. Kesehatan metabolik Received: 2025-07-13 Accepted: 2025-07-16 Published: 2025-07-19 PENDAHULUAN Olahraga akuatik cabang olahraga renang dan selam kolam memiliki standar yang cukup tinggi pada kemampuan fisik dan komposisi tubuh dalam memaksimalkan performa dalam efisiensi dan geraknya. Sejauh ini, komposisi tubuh menjadi salah satu indikator utama dalam menunjang efektivitas teknik metabolik serta resiko cedera baik jangka pendek maupun jangka panjang sebagai cerminan status kebugaran (Ishak Bachtiar, 2. Dua komponen penting dalam menunjang performa dan kesehatan jangka panjang adalah jaringan lemak visceral dan massa otot. Jaringan lemak visceral yang berada diposisi sekitar organ internal, terbukti berhubungan dengan resistensi insulin, inflamasi kronis level rendah, dan peningkatan risiko penyakit metabolik sedangkan untuk massa otot berkaitan dengan fungsi utama dalam mendukung kekuatan, daya tahan, serta efisiensi kontraksi otot selama aktivitas renang (Albar. CF. Soelistijo. SA. Miftahussurur. Rejeki, 2. Oleh sebab itu, pemahaman terkait dengan distribusi jaringan lemak visceral dan massa otot pada cabor akuatik renang dan selam kolam menjadi penting sebagai dukungan untuk menyusun program latihan, pengaturan nutrisi, dan pemantauan kesehatan jangka panjang. Terbatasnya kajian terkait distribusi lemak visceral dan massa otot pada cabang olahraga akuatik dibutuhkan walaupun secara umum atlet pada cabor akuatik memiliki tingkat kebugaran dan komposisi tubuh yang baik menyebabkan kurang tepatnya pemrograman pengaturan nutrisi dan strategi pelatihan seperti beberapa penelitian meta analisis yang menyebutkan bahwa pada olahraga berbasis air dapat meningkatkan massa otot dan penurunan lemak secara total termasuk lemak visceral (Zhu et al. , 2. (Ding et al. , 2. (Zhou et al. , 2. Ditambah lagi pengetahuan pola hidup dan pengaturan nutrisi atlet daerah yang masih belum baik berimbas terhadap dikesampingkannya pentingnya menjaga komposisi tubuh terutama lemak visceral dan massa otot. meskipun lemak visceral seringkali diasosiasikan dengan populasi umum, bukti terkini menunjukkan bahwa akumulasi lemak visceral juga dapat terjadi pada atlet, dan dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik yang tersembunyi (Jake et al. , 2. Demikian pula, variasi massa otot rangka yang secara langsung terkait dengan efisiensi gerak dan produksi energi dapat menjadi pembeda utama dalam performa antar cabang olahraga terutama untuk subyek atlet wanita. Namun, ketidakjelasan mengenai bagaimana kedua parameter ini saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap performa maupun risiko kesehatan jangka panjang pada atlet wanita akuatik menjadikan hal ini sebagai permasalahan penelitian yang mendesak untuk diteliti secara ilmiah dan terukur (Miguel-Ortega et al. , 2. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan Distribusi jaringan lemak visceral dan massa otot rangka pada atlet wanita cabor akuatik yaitu renang dan selam kolam. Penelitian ini diharapkan Distribusi Massa Otot Dan Lemak Visceral Pada Atlet Wanita Akuatik: Implikasi Terhadap Performa Dan Kesehatan Dinta Sugiarto,Dhoni Akbar dapat membantu mengevaluasi resiko implikasi fisiologis antara jaringan lemak visceral dan massa otot terhadap performa fisik serta resiko kesehatan yang ditakutkan timbul dikemudian hari dibalik status kebugaran atlet yang sering dikesampingkan (Bielec et al. , 2. Disamping implikasi Intervensi berbasis komposisi tubuh diharapkan membantu dalam pemantauan kesehatan dalam upaya menyusun program pelatihan yang baik. Literatur terkait dengan komposisi tubuh atlet masih terbatas pada indeks massa tubuh, persentase lemak tubuh total tanpa memberikan penekanan utama pada distribusi lemak viseral dan massa otot (Somae, 2. Padahal dua indikator ini penting dalam memprediksi performa fisik dan status kesehatan metabolik. Selain itu, penelitian yang khusus membandingkan dua cabor renang dan selam kolam dalam konteks distribusi lemak visceral dan massa otot masih sangat terbatas khususnya dalam ranah prestasi. selain itu, belum tersedia data integratif yang menghubungkan profil distribusi tubuh ini dengan aspek fungsional seperti efisiensi gerak, adaptasi metabolik, serta potensi risiko kesehatan jangka panjang. Celah ini menunjukkan kurangnya pemahaman mendalam yang berbasis data empiris serta pentingnya dilakukan penelitian yang dapat mengisi kekosongan pengetahuan tersebut dalam ranah fisiologi olahraga. Subyek penelitian ini difokuskan pada atlet Wanita karena keunikan secara fisiologis dan hormonal Dimana hal ini akan berpengaruh siginifikan terhadap distribusi lemak visceral dan massa otot dibandingkan atlet pria serta mempengaruhi performa dan resiko Kesehatan jangka Panjang. Hormon estrogen pada Wanita mempengaruhi metabolism lemak yang dapat mendukung penumpukan lemak serta distribusinya termasuk lemak visceral. Justifikasi ilmiah dari penelitian ini kuat, karena temuan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi pelatihan yang lebih individualistik, pendekatan nutrisi yang lebih akurat, serta pemantauan kesehatan jangka panjang yang berbasis risiko aktual, bukan asumsi umum. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan berkontribusi signifikan terhadap pengembangan keilmuan fisiologi olahraga, khususnya dalam konteks pemantauan dan optimasi komposisi tubuh atlet wanita secara dasar serta dapat menjadi dasar dalam penelitian lanjutan yang lebih kompleks. METODE Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Desain ini dipilih untuk mengevaluasi dan membandingkan parameter komposisi tubuh yakni massa otot rangka dan jaringan lemak visceral pada atlet wanita pada olahraga aquatik. Tujuan dari desain ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan atau kecenderungan distribusi komponen tubuh yang dapat berdampak pada performa dan risiko kesehatan. Subjek Penlitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet wanita cabang olahraga akuatik . enang dan sela. yang aktif dan terpilih menjadi atlet di KONI Kota Malang. Subjek dalam penelitian ini ditentukan secara purposive sampling dengan kriteria inklusi meliputi:atlet wanita cabang renang dan selam kolam, berusia antara 16 hingga 25 tahun, aktif latihan minimal 3 kali per minggu dalam 6 bulan terakhir. Dalam keadaan sehat serta tidak sedang mengalami cedera atau gangguan metabolik Distribusi Massa Otot Dan Lemak Visceral Pada Atlet Wanita Akuatik: Implikasi Terhadap Performa Dan Kesehatan Dinta Sugiarto,Dhoni Akbar yang mempengaruhi komposisi tubuh. Jumlah subyek penelitian yang memenuhi kriteria tersebut adalah 15 orang atlet wanita cabor renang dan selam kolam dari KONI Kota Malang. Prosedur Penelitan Penelitian diawali dengan pemberian penjelasan mengenai tujuan dan manfaat studi kepada seluruh partisipan, disertai pemberian informed consent secara tertulis. Selanjutnya, setiap partisipan menjalani pengukuran komposisi tubuh secara individual di KONI kota Malang dengan waktu pengukuran yang dijadwalkan untuk menghindari bias akibat kelelahan atau status hidrasi tidak Seluruh pengukuran dilakukan pada pagi hari dalam kondisi puasa minimal 8 jam. Pengukuran dilakukan oleh tenaga profesional yang telah dilatih dan menggunakan alat yang telah dikalibrasi. Pengumpulan Data Data komposisi tubuh dikumpulkan menggunakan perangkat bioelectrical impedance analysis (BIA) multi frekuensi, dengan frekuensi 50 kHz mampu memberikan pengukuran yang stabil dan akurat dengan akurasi mencapai 96,497,96% untuk estimasi jaringan lemak visceral dan massa otot rangka. Variabel yang dikumpulkan meliputi: Lemak visceral (Visceral Adipose Tissue (VAT)) dalam satuan cmA, massa otot (Skeletal Muscle Mass (SMM) ) dalam satuan kg. Analisis Data Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik SPSS versi Analisis deskriptif . ean, minimum, maximum, standar devias. digunakan untuk menggambarkan karakteristik komposisi tubuh. Selanjutnya, uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk test. Untuk menguji perbedaan atau hubungan antar variabel, uji korelasi Pearson. Signifikansi statistik ditetapkan pada nilai p < 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Hasil uji normalitas data menggunakan shapiro-wilk didapatkan massa otot 0,416 > 0,05 dan lemak visceral 0,158 > 0,05 yang diartikan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Tabel 1. Uji Normalitas data massa otot dan lemak visceral shapiro-wilk Massa otot (SMM) Lemak visceral (VAT) Sumber : data primer SPSS Distribusi Massa Otot Dan Lemak Visceral Pada Atlet Wanita Akuatik: Implikasi Terhadap Performa Dan Kesehatan Dinta Sugiarto,Dhoni Akbar Analisis Deskriptif Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik data massa otot dan lemak visceral dimana ditampilkan nilai rata-rata . , standar deviasi (SD), nilai minimum, dan nilai maksimum. Hasil ini memberikan gambaran umum distribusi dan variasi data beserta standar tinggi rendahnya massa otot serta lemak visceral. Tabel 2. Statistik deskriptif data massa otot dan lemak visceral Std. Deviation Massa otot Lemak Tabel 3. Distribusi frekuensi massa otot berdasarkan kategori : rendah, normal dan tinggi kategori massa otot Valid percent < 24,4 . 24,4-30,3 . > 30,3 . Tabel 4. Distribusi distribusi lemak visceral berdasarkan kategori : rendah, normal dan tinggi Kadar lemak visceral Valid percent < 0,23 . 0,23 - 0,35 . > 0,35 . Uji Korelasi Pearson Hasil korelasi pearson ditemukan nilai signifikan sebesar 0,631 . =0,. Hasil ini mengidentifikasikan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup kuat antara variabel massa otot dan lemak visceral pada subyek atlet yang diteliti. Walaupun secara statistik diartikan bahwa peningkatan massa otot cenderung diiringi peningkatan lemak viseral namun secara distribusi frekuensi pada tabel 3 dan tabel 4 didapatkan data bahwa kategori massa otot total subjek adalah termasuk kategori rendah sedangkan untuk lemak viseral masuk dalam kategori tinggi secara keseluruhan subjek. Tabel 5. Hasil korelasi pearson : massa otot dan lemak visceral Distribusi Massa Otot Dan Lemak Visceral Pada Atlet Wanita Akuatik: Implikasi Terhadap Performa Dan Kesehatan Dinta Sugiarto,Dhoni Akbar Variable Lemak visceral Massa otot Pearson Correlation 0,631 Sig . -taile. 0,012 Verbal Dari hasil analisis ditemukan bahwa terdapat korelasi positif antara massa otot dan lemak visceral yaitu 0,631 dengan kategori massa otot rendah yaitu nilai maksimumnya 21,03 kg untuk keseluruhan subjek penelitian disertai dengan tingginya kategori lemak visceral dengan nilai minimumnya adalah 0,67 . Walaupun secara korelasi yaitu positif yang diartikan bahwa semakin tinggi massa otot maka diikuti pula semakin tinggi lemak visceral ini tidak dimaknai dengan standar tingginya massa otot yang berkaitan dengan performa yang apik (Dopsaj et al. , 2. Rendahnya massa otot kemungkinan terjadi akibat program pelatihan yang masih kurang memfokuskan pada latihan kekuatan sehingga menyebabkan rendahnya massa otot atlet wanita akuatik tersebut (Munawaroh, 2. Padahal, latihan kekuatan dibutuhkan untuk memperoleh dampak fisiologis yang positif seperti adaptasi neuromuscular, peningkatan kapasitas jantung paru (Kim et al. , 2. peningkatan daya tahan otot serta metabolisme, peningkatan kepadatan tulang dan kesehatan otot rangka yang kesemuanya akan menunjang performa fisik (Jake et al. , 2. Massa otot yang tidak optimal tersebut secara umum diakibatkan tidak optimalnya pemanfaatan metode latihan kekuatan dalam program latihan seperti volume dan intensitas latihan yang terlalu rendah, belum adanya periodisasi latihan dalam memasukkan variasi beban, terlalu fokus pada latihan daya tahan dan teknik tanpa diimbangi latihan kekuatan yang akhirnya berimplikasi pada penurunan performa fisik, risiko cedera yang meningkat, serta gangguan kesehatan metabolik (Mai et al. , 2. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa rata-rata massa otot masuk kedalam kategori rendah yaitu 21,03 kg, hal ini diperkirakan pengaturan konsumsi karbohidrat yang tidak optimal selama masa pelatihan sehingga menyebabkan terdegradasinya makronutrien protein untuk Pembangunan massa otot karena digunakan sebagai sumber energi (Mujika et al. , 2. Kategori lemak visceral yang termasuk tinggi yaitu 0,67 cm 3 tersebut kemungkinan diakibatkan karena imbas massa otot yang rendah, massa otot yang rendah akan mengurangi metabolism basal yang akhirnya terjadi penumpukan lemak secara luas termasuk lemak visceral, selain itu menurut (Shirazpour et , 2. , penurunan hormon estrogen menjadi factor yang menyebabkan akumulasi dan peningkatan berat badan. Penurunan hormon estrogen menurut penelitian (Gayatri Basri, 2. diakibatkan dari intensitas dan volume latihan yang berat sehingga mengganggu siklus menstruasi dimana sekresi hormon FSH dan LH menjadi turun. Turunnya hormon FSH dan LH inilah yang menyebabkan terganggunya proses ovulasi dan produksi estrogen. Peningkatan lemak visceral ini menyebabkan ganggukan metabolic dimasa akan datang. Gangguan kesehatan metabolik sejalan dengan peningkatan lemak visceral yang terdapat disekitar organ hati, pankreas dan usus dalam peningkatan inflamasi kronis yang menyebabkan terganggunya fungsi hormon insulin (Xing et al. , 2. , sehingga terjadi potensi resistensi insulin serta meningkatkan resiko diabetes type 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi (Shao et al. , 2. Secara patofisiologis, peningkatan lemak visceral dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam menggunakan glukosa untuk sumber energi jika potensi resistensi insulin akibat tingginya pelepasan asam lemak dan sitokin pro inflamasi seperti TNF-a dan IL-6 tidak dapat dicegah akibat lemak Distribusi Massa Otot Dan Lemak Visceral Pada Atlet Wanita Akuatik: Implikasi Terhadap Performa Dan Kesehatan Dinta Sugiarto,Dhoni Akbar visceral yang menumpuk. Keseimbangan insulin juga mempengaruhi metabolisme protein yang dalam hal ini penting untuk pembentukan massa otot. Dari hasil penelitian ini, diharapkan unsur-unsur pelatih dan official memahami dengan baik kebutuhan atlet khusunya dalam meningkatkan performa dan meminimalisir implikasi Kesehatan Selain program latihan kekuatan. Pengaturan asupan nutrisi juga penting dalam penurunan lemak visceral secara efektif dengan diimbangi pada program latihan kekuatan yang tepat untuk meningkatkan massa otot dan mengoptimalkan metabolisme basal yang dibutuhkan untuk pembakaran kalori termasuk lemak visceral bahkan pada saat istirahat. KESIMPULAN Performa fisik dan kesehatan metabolik sangat perlu diperhatikan terutama dalam mengoptimalkan massa otot dan meminimalkan lemak visceral. Massa otot yang rendah diakibatkan dari metode latihan khususnya latihan kekuatan yang kurang diperhatikan termasuk di dalamnya kurang mengindahkan prinsip latihan seperti intensitas, frekuensi, dan pembebanan. Disamping itu, pengaturan asupan nutrisi serta pengetahuan tentang pola makan dan jenisnya sangat dibutuhkan atlet untuk menghindarkan potensi peningkatan lemak visceral yang ada disekitar organ hati, pankreas serta usus. Dari penelitian ini, diharapkan dapat membantu para pelatih dan atlet serta peneliti untuk memikirkan peningkatan performa fisik tanpa mengesampingkan dampak kesehatan DAFTAR PUSTAKA