Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Literasi Digital Penggunaan Media Sosial Dalam Menangani Cyberbullying Di SD Al Izzah Primandani Arsi1*. Pungkas Subarkah2. Riyanto3. Bagus Adhi Kusuma4. Dini Riandini5. Tri Endah Widi Lestari6. Nandang Hermanto7 1,2,3,4,5,7 Universitas Amikom Purwokerto STIKES Bina Cipta Husada Purwokerto Email: ukhti. prima@amikompurwokerto. id 1* Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua wali murid SD Al Izzah Purwokerto. Kabupaten Banyumas, terhadap pentingnya media sosial untuk menangani anti cyberbullying, karena saat ini banyak anak-anak atau remaja menjadi korban dan pelaku cyberbullying. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta orang tua wali murid, dengan hasil evaluasi mengalami peningkatan secara signifikan. Hal ini dibuktikan dengan adanya pre test dan post test dengan memperoleh hasil mengalami kenaikan 40%. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan cakupan permasalahan yang lebih luas dan pelibatan instansi lain. Rekomendasi setelah pelatihan ini yaitu harapannya ada tindak lanjut secara berkala salah satunya kerja sama dengan dinas terkait agar pelatihan sejenis dilaksanakan kembali. Keywords: Cyberbullying. Literasi digital. Media sosial PENDAHULUAN Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk sosial karena manusia diciptakan untuk saling berinteraksi satu sama lain serta menjaga keharmonisan sesama Namun kehidupan sehari-hari tidak tersebut berjalan perkembangan teknologi yang semakin canggih dengan terbukanya informasi-informasi melalui internet memberi dampak bagi masyarakat . ampak positif dan dampak negati. Dalam dunia pendidikan banyak problematika atau konflik yang ditunjukkan para siswa terkait dengan di lingkungan bahkan perkataan contoh bullying (Yuli & Ahmad Efendi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama melalui media sosial, telah mengubah cara orang berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain di seluruh dunia. Media sosial memudahkan untuk membangun hubungan, berbagi informasi, dan mempertahankan jaringan media sosial. Namun, akibat kemudahan ini, fenomena baru yang semakin umum adalah cyberbullying. Cyberbullying adalah bentuk pelecehan atau intimidasi yang dilakukan melalui platform digital dengan tujuan menyebabkan kerugian, pelecehan, atau intimidasi terhadap orang lain (Arsi et al. , 2. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Fenomena penyimpangan perilaku dilingkungan Pendidikan seperti disekolah salah satunya perilaku kekerasan berupa perundungan. Kekerasan yang dialami oleh siswa diantaranya berupa kekerasan secara fisik, verbal serta perundungan melalui media sosial atau yang lebih dikenal dengan cyberbullying. Ironisnya selama pembelajaran daring dari rumah prevalensi cyberbullying semakin meningkat. Fenomena ini menimbulkan risiko serius karena dampaknya berbahaya dan berpotensi mempengaruhi kesejahteraan mental, emosional, dan sosial korban anak-anak, remaja, dan bahkan orang dewasa sering menjadi sasaran aktivitas ini, yang kadang-kadang dilakukan secara anonim dan sulit diidentifikasi serta dicegah. Pencegahan perundungan cyberbullying sangat penting dalam menangani masalah ini. Penggunaan media sosial yang bijak dan aman merupakan langkah strategis yang dapat diambil (Saimima & Rahayu, 2. Lingkungan digital yang bebas dari perundungan sebagian besar bergantung pada pengguna media sosial, keluarga, sekolah, dan penyedia platform media sosial (Marlef et al. , 2. Media sosial pertama kali diciptakan untuk memperluas jaringan sosial dan mempromosikan berbagi informasi, namun kini telah berkembang menjadi komponen penting dalam kehidupan sehari-hari di mana pun. Koneksi real-time antara orang-orang dari seluruh dunia telah dimungkinkan oleh platform seperti Facebook. Instagram. Twitter. TikTok, dan WhatsApp. Media sosial memudahkan konsumen untuk mendapatkan informasi dan berbagi ide, foto, dan video dengan cepat dan mudah. Namun terlepas dari kemudahan dan kelebihannya, media sosial juga memiliki banyak kekurangan, seperti maraknya cyberbullying (Pandie & Weismann, 2. Pengunaan media digital selama pembelajaran daring ternyata tidak luput dari pengaruh negatif seperti perundungan melalui media atau cyberbullying. Kasus perundungan di Indonesia menurut data Ipsos melaporkan bahwasanya negara dengan kasus cyberbullying tertinggi kedua setelah India. Kurangnya kesadaran pihak terkait dalam mencegah dan memahami bahaya perundungan disekolah yang pada akhirnya masih massif terjadi perilaku cyberbullying di sekitar kita akan menjadi masalah kompleks yang sulit teratasi (Istiqomah et , 2. Salah satu langkah taktis yang dapat dilakukan untuk mengurangi insiden perundungan digital adalah dengan mencegah perundungan siber melalui penggunaan media sosial. Namun, pencegahan ini tidak dapat dilakukan oleh satu orang saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara sejumlah pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, keluarga, sekolah, penyedia layanan media sosial, dan individu yang menggunakan media sosial. Untuk Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 menciptakan lingkungan digital yang aman dan konstruktif, setiap pihak memainkan peran Salah satunya ialah peran orang tua wali murid di SD Al Izzah Purwokerto. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SD AL Izzah di Purwokerto bahwa peran orang tua dalam penggunaan media sosial untuk menangani anti cyberbullying masih kurang. , rendahnya pemahaman orang tua mengenai cyberbullying, serta minimnya metode dan sosialisasi mengenai peran media sosial untuk anti cyberbullying. Tindakan bullying tidak hanya fisik namun bisa terjadi di media sosial berupa tindakan verbal dan lainAe Secara teoritis, peran orangtua dalam pembentukan perilaku anak sangat vital. Menurut dalam teori pembelajaran sosial, anak meniru perilaku orang dewasa disekitarnya, terutama dalam konteks pengambilan keputusan sehari-hari, termasuk dalam bijak dalam bermedia Tujuan dari pengabdian ini ialah untuk mengedukasi orang tua mengenai peran media sosial dalam menangani anti cyber bullying. Sehingga harapannya untuk orang tua bisa mengontrol anak dalam menggunakan media sosial untuk tidak menjadi korban atau pelaku METODE KEGIATAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan workshop dan menggunakan desain edukasi quasi eksperiment dimana ada pre test dilakukan untuk mengetahui pengetahuan para peserta dan post test digunakan untuk mengetahui dan mengukur kemampuan peserta setelah pelaksanaan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Al Izzah Purwokerto pada tanggal 6-7 Juni 2025. Berikut ini merupakan tahapan rangkaian pelaksanaan pengabdian masyarakat, diantaranya: Tahap persiapan. Tahapan ini dilakukan untuk kordinasi awal dengan Kepala Sekolah SD Al Izzah Purwokerto dengan tujuan untuk mengetahui jumlah orang tua wali murid kelas 5 di SD Al Izzah Purwokerto. Hal ini bertujuan untuk dapat mengambil sampel data orang tua wali murid sejumlah 42 wali murid yang memiliki anak kelas 5 SD, sampel ini dipilih secara acak berdasarkan rekomendasi kepala sekolah. Tahap Pelaksanaan Tahapan ini merupaakan tahapan pelaksanaan dari kegiatan pengabdian masyarakat, tahapan ini terbagi menjadi 2 sesi dalam 2 hari, satu sesi berlangsung 2 jam. Metode yang digunakan yaitu ceramah serta diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Media pendukung lainnya yaitu penggunaan powerpoint dengan menggunakan laptop dan proyektor serta Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 adanya poster, pamflet dan video singkat mengenai penggunaan media sosial untuk menangani anti cyberbullying. Tahap Evaluasi. Tahapan evaluasi dilakukan dengan adanya pre test dan post test yang berguna untuk mengukur tingkat perubahan pengetahan dan sikap dari peserta. Skala untuk mengukur tingkat test menggunakan skala likert. Adanya partisipatif selama sesi diskusi untuk melihat keaktifan peserta dalam kegiatan pengabdian ini, dan wawancara terhadap 15 orang secara acak mengenai untuk mengetahui respon yang diberikan terhadap pelaksanaan pengabdian. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SD Al Izzah Purwokerto. Kecamatan Karangsalam Kidul. Kabupaten Banyumas pada tanggal 6-7 Juni 2025 berjalan dengan baik dan lancar serta memperoleh dan menambah pengetahuan bagi peserta. Gambar 1. Pembukaan Pelaltihan Dan Sesi Tanya Jawab Dengan Peserta Kegiata ini terselengara dengan melibatkan dari tim dosen dan sekolah SD Al Izzah Purwokerto sebagai mitra pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat. Tahap Persiapan Berdasarkan hasil observasi awal terhadap 42 peserta maka ditenukan bahwa 80% orang tua mengizinkan anak untuk bermain media sosial, hanya 20% orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk bermain media sosial. Sejalan dengan observasi, yaitu perlengkapan teknis seperti materi, proyektor dan ada sesi tanya jawab dengan narasumber, harapannya kegiatan ini berlangsung dengan aktif. Tahap Pelaksanaan Kegiatan ini dilakukan dalam dua sesi selama dua hari, dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan para peserta. Materi yang disampaikan meliputi bahaya cyber bulying, bijak menggunakan media sosial hingga pencegahan tindakan cyberbullying. Diskusi antara narasumber dan peserta berlangsung ketika pelaksanaan kegiatan ini berlangsung. Kemudian peserta terbagi menjadi kelompok kecil untuk mencoba menganalisis skenario bermedia sosial anti cyberbullying. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Tahap Evaluasi Tahapan ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan yang sudah berlangsung. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Tabel 1. Perbandingan Hasil Kuesioner Sebelum dan Sesudah Kegiatan Aspek yang dinilai 1 Mengetahui macam-macam media sosial Sebelum kegiatan (%) Sesudah kegiatan (%) Mengetahui kaidah tentang bijak bermedia sosial anti cyber bulying Mengetahui tindakan cyber bulying di media sosial Mengetahui peran orang tua dalam mengawasi anak bermain media sosial Bersedia mendampingi dan mengawasi anak dalam bermain media sosial Berdasarkan hasil kuesioner pelaksanaan pengabdian ini, penyuluhan telah dilakukan diperoleh informasi bahwa peran orang tua sangat penting dalam mengawasi, mengontrol anaknya dalam bermedia sosial. Hal ini senada dengan (Diana & Anggorowati, 2. bahwa peran orang tua sangatlah penting dalam mengawasi aanaknya dalam bermedia sosial, selain itu juga senada dengan (Fazry & Nurliana Cipta Apsari, 2. bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar di era saat ini untuk perilaku cyberbullying. Gambar 2 berikut, menunjukkan perbandingan tingkat pemahaman orang tua sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung, yang meningkat rata-rata 40% diseluruh aspek yang diukur. Perbandingan Pemahaman orang tua sebelum dan sesudah kegiatan Bersedia mendampingi dan mengawasi anak dalamA Mengetahui peran orang tua dalam mengawasi anakA Mengetahui tindakan cyber bulying di media sosial Mengetahui kaidah tentang bijak bermedia sosialA Mengetahui macam-macam media sosial Setelah Kegiatan Sebelum Kegiatan Gambar 2. Perbandingan Pemahaman Orang Tua Sebelum dan Sesudah Kegiatan KESIMPULAN Pelatihan dan penyuluhan megenai literasi digital penggunaan media sosial untuk menangani anti cyberbullying. Kegiatan pelatihan ini meningkatkan kemampuan orang tua wali murid khususnya wali murid SD Al Izzah Purwokerto kelas 5 SD. Dari hasil pelaksanaan Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 kegiatan ini didapatkan kenaikan pengetahuan dapat dibuktikan dengan adanya pre test dan post test, rerata kenaikan pengetahuan orang tua sejumlah 40%. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan bagi orang tua wali murid yang mengikuti pelatihan ini. Rekomendasi setelah pelatihan ini yaitu harapannya ada tindak lanjut secara berkala salah satunya kerja sama dengan dinas terkait agar pelatihan sejenis dilaksanakan kembali UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan literasi digital bertema AuPenggunaan Media Sosial dalam Menangani CyberbullyingAy di SD Al Izzah, khususnya kepada kepala sekolah, guru, dan siswa yang telah berpartisipasi aktif serta seluruh tim pelaksana yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak. DAFTAR PUSTAKA