SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 22 - 29 Pendampingan Belajar Membaca Permulaan Menggunakan Metode Orton-Gillingham Pada Siswa Sekolah Dasar Afprida Masyitoh1. Putri Dwi Sefia2. Faulina Mayasari3. Siti Hamidah4. Satrio Wibowo5 1Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2,3,4Pendidikan Matematika, 1,2,3,4,5Universitas PGRI Delta Sidoarjo. Sidoarjo. Jawa Timur, dan 60149. Indonesia e-mail: afprida@gmail. com1, putridwisefia057@gmail. com2, faulinamayasari@gmail. ssitihamidah27@gmail. com4, sugali. satrio@gmail. *Penulis Korespondensi: E-mail: afprida@gmail. Abstract Beginner reading skills are a must-have for elementary school students to improve advanced reading Based on observations made at SDN Kalipecabean, it was found that students who could not read were 17 percent. Based on the existing problems, the mentoring activity aims to help students who experience learning problems using the Orton Gillingham method. The Orton Gillingham method or commonly known as the auditory, visual, and kinesthetic approaches, as well as tactile is a method that focuses on the relationship between the structure of the sound of letters, where each letter is learned in a multisensory way. The approach taken in this community service activity is Participatory Rural Appraisal (PRA). In using this PRA method, the involvement of IPNU-IPPNU partners is as a tutor in early reading learning assistance activities. The final results of community service activities show that through early reading assistance activities with the Orton Gillingham method, there is a significant increase in reading ability from 30 percent to 90 percent. Keywords: Learn to Read. Reading Start. Orton Gillingham. Learning assistance Abstrak Keterampilan membaca pemula harus dimiliki oleh siswa sekolah dasar untuk meningkatkan keterampilan membaca tingkat lanjut. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SDN Kalipecabean, ditemukan bahwa siswa yang tidak bisa membaca sebanyak 17 persen. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka kegiatan pendampingan bertujuan untuk membantu siswa yang mengalami masalah belajar menggunakan metode Orton Gillingham. Metode Orton Gillingham atau biasa dikenal dengan pendekatan auditori, visual, dan kinestetik, serta taktil merupakan metode yang berfokus pada hubungan struktur bunyi huruf, dimana setiap huruf dipelajari secara Pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Dalam menggunakan metode PRA ini, keterlibatan mitra IPNU-IPPNU adalah sebagai tutor dalam kegiatan pendampingan belajar membaca awal. Hasil akhir kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa melalui kegiatan pendampingan membaca awal dengan metode Orton Gillingham terjadi peningkatan kemampuan membaca yang signifikan dari 30 persen menjadi 90 persen. Kata Kunci: Belajar Membaca. Membaca Permulaan. Orton Gillingham. Pendampingan belajar PENDAHULUAN Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang penting bagi siswa, terutama ditingkat Sekolah Dasar. Membaca bukan hanya sekedar mengenal huruf dan kata, tetapi juga melibatkan pemahaman terhadap informasi yang disampaikan melalui teks. Seperti yang dikemukakan (Kurniawati, 2. membaca merupakan kemampuan yang memegang peranan penting dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Membaca menjadi gerbang utama untuk membuka jendela dunia artinya membaca merupakan landasan bagi siswa sebelum dirinya memperoleh berbagai ilmu pengetahuannya di dunia. Kemampuan membaca menjadi modal dasar bagi siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 22 - 29 Kemampuan membaca adalah kemampuan siswa dalam mengenal huruf pada suatu kata kemudian menghubungkan bunyi dari huruf-huruf tersebut serta memahami makna bacaan (Ningrum, 2. Dengan membaca, seorang anak dapat mampu mengenali berbagai hal yang ada di dunia ini. Karena pentingnya membaca dalam kurikulum sekolah dasar kegiatan membaca, menulis dan berhitung merupakan keterampilan terpenting yang harus dikuasai siswa (Fahrurrozi, 2. AuPada tahun 2016. PUSPENDIK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam kegiatan Indonesian National Asessesment Program (INAP) atau Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) menguji keterampilan membaca, matematika, dan sains peserta didik Sekolah Dasar kelas IV. Khusus dalam membaca hasilnya adalah 46,83% dalam kategori kurang, 47,11% dalam kategori cukup, dan hanya 6,06% dalam kategori baikAy (Wiedarti. Artinya di Indonesia kemampuan membaca siswa masih sangat rendah. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengajarkan keterampilan membaca yang disebut membaca permulaan pada anak usia dini, khususnya di Sekolah Dasar terutama pada kelas rendah. Membaca permulaan merupakan tahapan dalam proses pembelajaran membaca bagi siswa SD/MI. Pada tahap pertama, siswa dikenalkan dengan huruf abjad dari A sampai Z, kemudian mereka mengucapkan huruf-huruf tersebut sesuai dengan bunyinya dan Menurut (Muammar, 2. AuPada tahap membaca permulaan, siswa mempelajari huruf atau rangkaian huruf sebagai bunyi dalam bahasa dengan menggunakan teknik tertentu dengan menekankan pada ketepatan tulisan pengucapan, intonasi, kelancaran dan kejelasan suara sehingga lebih siap dan lebih percaya diri dalam memasuki tahapan membaca tingkat lanjut atau membaca pemahaman di kelas tinggiAy. AuBerdasarkan aspek kemampuan membaca permulaan yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud ) No. 137 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa kemampuan anak usia 4 sampai 5 tahun meliputi kemampuan mengenal simbol-simbol, kemampuan mengenal bunyi yang ada di sekitarnya dan pengucapan huruf A sampai ZAy (Peraturan menteri Pendidikan No. 137, 2. AuIndikator Kemampuan membaca permulaan anak usia 4 sampai 5 tahun yang meliputi . Mampu mengenal lambang huruf vokal dan konsonan. Mampu membedakan kata yang mempunyai huruf awal yang sama. Mampu membedakan kata yang mempunyai suku kata awal yang sama, dan . Mampu menyusun suku kata menjadi sebuah kataAy (Herman. Saleh. Sirajuddin. Islami, 2. AuMeningkatkan kemampuan membaca anak harus didukung oleh beberapa pihak yaitu pihak sekolah, desa dan orang tua. Beberapa fasilitas yang perlu difasilitasi salah satunya adalah dengan cara membuat membaca itu hal yang menyenangkan. Dalam hal pengembangan bahasa siswa, beberapa pihak di atas dapat menggunakan berbagai macam metode dalam penyampaian pesan pembelajaran, yang dapat merangsang dan menambah kosa kata anak serta dapat menumbuhkan minat membaca pada siswa. Ay (Novari et al. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode Orton Gillingham. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SDN Kalipecabean ditemukan siswa yang belum bisa membaca sebanyak 17 persen. Menurut mitra permasalahan ini harus segera diselesaikan, karena jika siswa masih terkendala dalam hal membaca dan menulis akan kesulitan saat memahami materi dalam pembelajaran. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka dilakukan kegiatan Pendampingan Belajar Membaca Permulaan Menggunakan Metode Orton-Gillingham Pada Siswa Sekolah Dasar. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu membantu siswa yang mengalami masalah belajar membaca dengan menggunakan metode Orton-Gillingham dengan pembawaan yang edukatif dan menarik sehingga dapat meningkatkan kemampuan baca-tulis siswa. Metode Orton-Gillingham atau yang biasa dikenal dengan pendekatan Visual. Auditori. Kinestetik, dan Taktil (VAKT) (Yusuf M. , 2. merupakan suatu metode yang DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 22 - 29 terstruktur dan berorientasi pada hubungan huruf dan bunyi, dimana setiap huruf dipelajari secara multisensori. Dalam metode Orton-Gillingham informasi disajikan dalam urutan yang logis, mulai dari materi yang mudah ke materi yang sulit. Kelebihan metode ini adalah memiliki metode pembelajaran yang matang karena terstruktur dan memiliki ketercapaian materi yang jelas dan runtut untuk setiap perkembangan siswa (Khairunnisa & Lestari, 2. Kemajuan siswa diidentifikasi dari berbagai sudut pandang untuk menganalisis permasalahan dan perkembangan siswa (Kurniati et al. , 2. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini berjudul Pendampingan Belajar Membaca Permulaan Menggunakan Metode Orton-Gillingham Pada Siswa Sekolah Dasar. Siswa yang mengikuti kegiatan pendampingan ini yaitu kelas 4 dan 5 yang mengalami kesulitan membaca. Mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini yaitu IPNU-IPPNU. IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul UlamaA. dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul UlamaA. adalah organisasi ke pelajaran yang berkhidmat di bidang keagamaan. IPNU-IPPNU di desa Kalipecabean sebagai wadah organisasi yang menaungi pelajar dan berperan sebagai penggerak kegiatan yang dilakukan di lingkup desa. Kehadiran organisasi IPNU-IPPNU sebagai wadah para pelajar dan pemuda setempat untuk pengembangan diri. Alasan bermitra dengan IPNU-IPPNU adalah karena selama ini ruang lingkup kegiatan hanya berfokus pada kegiatan di bidang keagamaan saja. Maka dari itu untuk mengembangkan potensi mitra, pendampingan belajar membaca untuk siswa SDN Kalipecabean dapat menjadi kegiatan baru bagi mitra. Anggota IPNU-IPPNU dalam kegiatan ini sangat penting karena mereka tidak hanya berfungsi sebagai tutor, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam komunitas. Melalui pelatihan dan pendampingan. IPNU-IPPNU berperan dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan membaca kepada siswa serta mengembangkan kapasitas mereka dalam mengelola kegiatan edukatif di desa. Dengan demikian. IPNU-IPPNU dapat memperluas perannya dari hanya kegiatan keagamaan menjadi kegiatan pendidikan yang berdampak langsung pada peningkatan kemampuan akademik siswa. Berdasarkan kegiatan pendampingan belajar membaca permulaan menggunakan metode Orton-Gillingham di desa Kalipecabean diharapkan siswa SDN Kalipecabean yang kesulitan membaca dan mengikuti kegiatan tersebut mengalami peningkatan hasil kemampuan membaca setelah menggunakan metode Orton-Gillingham. Dalam proses pembelajaran dengan metode ini siswa berperan sebagai subjek yang melakukan kegiatan belajar dengan menggunakan media yang dapat merangsang multisensoriknya, sedangkan IPNU dan IPPNU sebagai tutor yang memotivasi dan mengarahkan siswa dalam kegiatan belajar baca tulis permulaan. METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan untuk melibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Participatory Rural Appraisal (PRA) memungkinkan anggota IPNU-IPPNU untuk berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Dengan menggunakan metode PRA, masyarakat diposisikan sebagai subjek sekaligus sasaran kegiatan (Herdiana et al. , 2. Subjek dari kegiatan pemberdayaan ini adalah mitra IPNUIPPNU sebagai tutor dalam kegiatan pendampingan belajar membaca permulaan. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini adalah lembar observasi yang berisikan indikator membaca permulaan. Lembar observasi diisi setiap selesai pertemuan untuk menilai progres siswa selama pembelajaran berlangsung. Kegiatan observasi dilakukan dari awal hingga akhir kegiatan atau bersamaan dengan pelaksanaan pendampingan dalam kegiatan pengabdian ini. Tahapan dari kegiatan ini meliputi 4 tahapan yaitu tahapan DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 22 - 29 persiapan atau administrasi, tahapan pembinaan, tahapan implementasi atau pelaksanaan dan tahapan evaluasi. Adapun penjelasan dari keempat tahap tersebut sebagai berikut: Tahapan persiapan atau administrasi Pada tahap ini dilakukan survei dan mengurus perizinan terkait dengan kegiatan serta seleksi siswa dengan tujuan untuk mendiagnosis seberapa besar pemahaman siswa SDN Kalipecabean akan kemampuan membaca. Persiapan kegiatan dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Tahapan pembinaan Tahap ini terdiri dari 2 kegiatan yaitu. Pertama, melakukan sosialisasi kepada mitra IPNU-IPPNU terkait kegiatan yang akan dilakukan. Kedua, pemberian pelatihan membaca permulaan menggunakan metode Orton-Gillingham kepada mitra IPNUIPPNU. Pada tahap ini, tutor IPNU-IPPNU dibekali dengan pengetahuan terkait dengan pengetahuan terkait metode Orton-Gillingham serta cara mengimplementasikan dalam pendampingan membaca permulaan pada siswa. Tahapan implementasi atau pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini yaitu kegiatan inti yaitu pendampingan membaca permulaan menggunakan metode Orton-Gillingham dengan media alphabet magnetic yang dilakukan oleh mitra IPNU-IPPNU yang dilaksanakan setiap 1 minggu sebanyak 3 kali di Balai Desa Kalipecabean. Tahapan evaluasi Pada tahap ini dilakukan evaluasi pada kegiatan ini yang terdiri dari 3 evaluasi, yaitu evaluasi setiap selesai pertemuan, evaluasi bulanan dan evaluasi akhir di akhir HASIL dan PEMBAHASAN Pada pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk membantu siswa yang mengalami masalah belajar membaca menggunakan metode Orton-Gillingham. Hasil yang dicapai dari adanya kegiatan tersebut mengacu pada metode belajar yang diterapkan yaitu menggunakan metode Orton-Gillingham yang dapat membantu mengatasi permasalahan belajar membaca siswa SDN Kalipecabean. Kegiatan Pendampingan Belajar Membaca Permulaan Menggunakan Metode Orton-Gillingham Pada Siswa Sekolah Dasar yang dilaksanakan di desa Kalipecabean dinilai telah berjalan dengan baik. Adapun rangkaian tahapan dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini seperti berikut. Tahap pertama dari kegiatan ini adalah survei lokasi awal dengan tujuan untuk mengetahui permasalahan dan potensi yang ada di desa tersebut. Langkah selanjutnya adalah mengajukan izin dan berkonsultasi dengan berbagai pihak kepala desa Kalipecabean, kepala SDN Kalipecabean dan anggota IPNU-IPPNU desa Kalipecabean. Respons pihak-pihak tersebut sangat baik dan mendukung keberadaan kegiatan ini. Setelah dilakukan konsultasi dengan berbagai pihak tim memulai seleksi siswa dalam beberapa tahap untuk mengetahui kemampuan membaca siswa SDN Kalipecabean. Gambar 1. Survei Lokasi di Desa Kalipecabean DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 22 - 29 Tahap kedua yaitu sosialisasi kepada mitra yang dilakukan pada tanggal 19 Juli 2023 yang diikuti oleh anggota IPNU-IPPNU sebanyak 10 orang di desa Kalipecabean. Respon anggota IPNU-IPPNU dalam pengenalan awal mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Kemudian dilakukan pelatihan membaca permulaan menggunakan metode OrtonGillingham kepada mitra IPNU-IPPNU. Pelatihan dilaksanakan sebanyak 4 kali dalam waktu satu bulan. Anggota IPPNU-IPPNU dibekali cara penggunaan metode Orton-Gillingham saat Pada pertemuan pertama saat pelatihan, anggota IPNU-IPPNU diajarkan cara bunyi huruf serta praktik melafalkan bunyi huruf metode Orton-Gillingham. Pertemuan kedua dan ketiga, anggota IPNU-IPPNU mengajarkan cara membaca dengan menggunakan modul yang didalamnya berisi bacaan seperti suku kata, kata, dan kalimat. Pada pertemuan terakhir, anggota IPNU-IPPNU melakukan simulasi mengajar membaca menggunakan metode Orton-Gillingham antar anggota. Sehingga ketika anggota IPNU-IPPNU mendampingi siswa yang mengalami kesulitan belajar membaca, anggota IPNU-IPPNU dapat menerapkan metode Orton-Gillingham seperti yang diajarkan saat pelatihan. Gambar 2. Sosialisasi kepada Mitra(IPNU-IPPNU) Tahap ketiga yaitu dilakukan kegiatan pendampingan membaca permulaan menggunakan metode Orton-Gillingham oleh mitra setiap 1 minggu 3 kali yang bertempat di Balai Desa Kalipecabean. Langkah-langkah mitra saat pendampingan belajar membaca yaitu: . Mitra meminta siswa untuk menuliskan huruf A-Z. Siswa menirukan pelafalan bunyi huruf vokal yang dibunyikan oleh mitra. Siswa diminta melafalkan bunyi huruf vokal secara acak melalui media kartu huruf atau alphabet magnetic. Siswa menirukan pelafalan bunyi huruf konsonan yang dibunyikan oleh mitra. Setelah itu siswa mulai mempelajari suku kata. Setelah itu melakukan review suku kata secara acak menggunakan media kartu huruf atau alphabet magnetic. Siswa mulai belajar membaca dengan modul yang berisi suku kata-kata-kalimat. Gambar 3. Proses Kegiatan Pendampingan Belajar Membaca Permulaan Tahap keempat yaitu evaluasi yang dilakukan setiap selesai pertemuan dan evaluasi di akhir kegiatan. Evaluasi yang dilakukan setiap selesai pertemuan bertujuan untuk mengetahui kendala yang dialami mitra dan siswa saat kegiatan pendampingan belajar DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 22 - 29 membaca untuk mencari solusi. Evaluasi akhir dilakukan dengan cara melakukan wawancara terhadap orang tua siswa untuk melihat peningkatan membaca atau perubahan dalam kemampuan membaca siswa. Gambar 4. Evaluasi Setiap Selesai Pertemuan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan dalam rentang waktu bulan Agustus-November 2023 yang melibatkan siswa SDN Kalipecabean dengan kriteria tidak lancaran membaca dan melibatkan 10 anggota IPNU-IPPNU sebagai tutor dari 6 siswa SDN Kalipecabean. Hasil kegiatan PKM menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan membaca saat pendampingan belajar membaca permulaan setelah menggunakan metode Orton-Gillingham yang dapat dilihat pada grafik Gambar 5. Kemampuan Membaca Siswa Menggunakan Metode Orton Gillingham 100,00% 88,40% 94,20% 90,30% 94,20% 92,30% 88,40% 36,50% 34,60% 34,60% 32,60% 30,70% 80,00% 60,00% 38,40% 40,00% 20,00% 0,00% Sebelum Perlakuan 38,40% 36,50% 34,60% 34,60% 32,60% 30,70% Sesudah perlakuan 94,20% 90,30% 94,20% 92,30% 88,40% 88,40% Sebelum Perlakuan Sesudah perlakuan Gambar 5. Grafik Kemampuan Membaca Anak Menggunakan Metode Orton-Gillingham Dari grafik pada Gambar 5. tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pada ke-6 siswa dari 30 persen ke 90 persen. Hal tersebut sejalan dengan (Srinur. W,. Mulyadi. , & Alannasir, 2. yang mengemukakan bahwa terdapat peningkatan hasil kemampuan membaca siswa sesudah menggunakan metode Orton-Gillingham. Serta terwujudnya pemberdayaan anggota IPNU-IPPNU di desa Kalipecabean dalam kegiatan pendampingan belajar membaca permulaan yang menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi siswa SDN Kalipecabean yang mengalami kesulitan belajar dan terbentuknya divisi pendidikan dalam organisasi IPNU-IPPNU desa Kalipecabean. Kepedulian anggota IPNU- DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2024. Hal. 22 - 29 IPPNU ditunjukkan dalam bentuk kegiatan pendampingan belajar membaca permulaan yang bertujuan membantu siswa yang mengalami masalah belajar membaca. KESIMPULAN Keberhasilan dari kegiatan Pendampingan Belajar Membaca Permulaan Menggunakan Metode Orton-Gillingham Pada Siswa Sekolah Dasar yaitu terlaksananya pendampingan belajar untuk siswa yang tidak bisa membaca. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dan mitra IPNU-IPPNU dapat memperoleh pengalaman dalam kegiatan ini. Berdasarkan dari hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca permulaan siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah diberi perlakuan menggunakan metode Orton-Gillingham, sebagaimana terlihat dari grafik yang menunjukkan peningkatan kemampuan membaca siswa dari 30 persen menjadi 90 persen. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendamping belajar yang dilakukan IPNU-IPPNU tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kemampuan membaca siswa tetapi juga pada pengembangan kapasitas anggota IPNU-IPPNU sebagai tutor. Jadi dapat dibuktikan bahwa metode Orton-Gillingham mempunyai pengaruh terhadap kemampuan membaca siswa dan anggota IPNU-IPPNU berhasil menerapkan keterampilan yang dipelajari untuk mendukung proses pembelajaran. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada IPNU-IPPNU atas dedikasi dan partisipasi aktif mereka sebagai tutor dalam kegiatan pendampingan membaca. Terima kasih juga kepada pemerintah desa Kalipecabean yang memfasilitasi tempat, serta pihak SDN Kalipecabean yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Dan penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan pihak kampus yang telah memberi dukungan kegiatan ini dari awal sampai akhir sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA