Educate Journal of Community Service in Education Vol. No. , pp. 114-123 | e-ISSN: 2828-5727 http://journal. id/index. php/educate Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Menyusun Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Berbasis Kearifan Lokal Wiwik Mardiana1*. Taswirul Afkar2. Yanuarini Nur Sukmaningtyas3. Andri Yulia Anggraini4. Rizky Yanuar5. Nur Kholis Majid6 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Islam Majapahit. Mojokerto. Indonesia1,4,6 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Islam Majapahit. Mojokerto. Indonesia2 Program Studi Teknik Informatika. Universitas Islam Majapahit. Mojokerto. Indonesia3,5 mardiana@unim. id*1, taswirulafkar26@gmail. com2, yanuarini. ft@unim. ayanggi7@gmail. com4, ryanuar. 2022@unim. id5, nuermajid144@gmail. *Corresponding Author Submit: 26 November 2025. revisi: 16 Desember 2025, diterima: 25 Desember 2025 ABSTRAK Sebagian besar pendidik sekolah dasar masih menghadapi hambatan dalam literasi digital dan penerapan alat-alat berbasis Artificial Intelligence (AI). Inisiatif kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDN Mojosari untuk membekali dan membimbing guru dalam pembuatan materi pembelajaran digital interaktif yang terintegrasi dengan AI dan diperkaya dengan kebijaksanaan budaya Pelatihan mencakup pengenalan teknik prompt engineering AI, integrasi nilai-nilai budaya ke dalam desain pembelajaran, dan penggunaan platform Book Creator untuk pengembangan konten digital multimodal dan interaktif. Hasil menunjukkan bahwa 100% peserta berhasil menghasilkan bahan ajar interaktif yang terintegrasi dengan AI dan mengandung unsur kebijaksanaan lokal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan sistematis, bimbingan berkelanjutan, dan pendekatan yang relevan secara kontekstual secara signifikan meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan kepercayaan diri pendidik dalam memanfaatkan AI untuk menciptakan sumber daya digital yang responsif secara budaya. Kata Kunci: Artificial Intelligence. Bahan ajar digital interaktif. Book creator. Kearifan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ABSTRACT A large number of elementary school educators still face obstacles in digital literacy and the application of Artificial Intelligence (AI) based tools. This community service initiative was carried out at SDN Mojosari to equip and guide teachers in creating interactive digital learning materials integrated with AI and enriched with local cultural wisdom. The training covered an introduction to AI prompt engineering techniques, the integration of cultural values into learning design, and the use of the Book Creator platform for the development of multimodal and interactive digital content. The results showed that 100% of participants successfully produced interactive teaching materials integrated with AI and containing elements of local wisdom. This activity demonstrates that systematic training, ongoing guidance, and a contextually relevant approach significantly improve educators' abilities, creativity, and confidence in utilizing AI to create culturally responsive digital resources. Keywords: Artificial Intelligence. Interactive digital teaching materials. Book creator, local wisdom. Community service activities Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license. 32585/educate. 7580 | 114 Mardiana et al. Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Menyusun Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Berbasis Kearifan Lokal. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital yang pesat di era Revolusi Industri 4. 0 dan Masyarakat 0 telah mengubah secara fundamental paradigma pendidikan. Guru tidak lagi sekadar penyampai pengetahuan, tetapi diharapkan untuk merancang materi pembelajaran inovatif yang didukung teknologi, yang dapat melibatkan siswa, mengembangkan pemikiran tingkat tinggi, dan selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dan pendekatan pembelakaran mendalam (Kemdikbud RI, 2022. Di antara teknologi yang sedang berkembang AI semakin diakui sebagai alat yang kuat untuk mengembangkan konten instruksional interaktif dan adaptif (Suharti & Wijayanti, 2024. Syamsuddin, 2. Namun, meskipun memiliki potensi besar, banyak guru di Indonesia, terutama di daerah pedesaan masih menghadapi kesulitan dalam mengadopsi alat berbasis AI akibat keterbatasan literasi digital, kurangnya dukungan teknis, dan keterbatasan waktu (Suryani & Handayani, 2024. Marini, 2024. Fathurrahman, 2. Program-program pelayanan masyarakat terbaru menyoroti pentingnya pengembangan profesional guru melalui lokakarya dan pelatihan dalam pedagogi digital. Inisiatif Mardiana . misalnya, menunjukkan bahwa bimbingan terstruktur dan pelatihan kolaboratif dalam menciptakan materi pembelajaran digital multimodal secara signifikan meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan beradaptasi guru (Mardiana & Afkar, 2022. Mardiana, 2. Demikian pula, studi tentang media interaktif dan terintegrasi AI menunjukkan bahwa inovasi semacam itu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa di berbagai konteks (Burston, 2013. yNelik & Aytn, 2014. Kurniawati et al. , 2. sehingga berdampak pada kualitas pembelajaran (Sriyanto, 2. Integrasi kearifan lokal dalam sumber belajar digital juga hal yang sangat penting. Mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan pengetahuan asli ke dalam materi interaktif memperkuat literasi budaya siswa, memperkuat identitas, dan memastikan relevansi pembelajaran kontekstual (Khasanah dkk. , 2024. Arlina Yuza dkk. , 2. Misalnya, program pelatihan yang memperkenalkan komik digital atau modul cerita digital yang berakar pada tradisi lokal tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis guru tetapi juga mempromosikan pedagogi yang responsif secara budaya (Wahyudi dkk. , 2. Hal ini khususnya relevan untuk pendidikan sekolah dasar, di mana pembentukan karakter dan nilai-nilai budaya harus ditanamkan bersamaan dengan pengetahuan akademik (Batubara, 2020. Ahsani & Azizah. Namun, tantangan tetap ada. Hambatan seperti infrastruktur yang terbatas, akses yang tidak merata terhadap perangkat digital, dan pelatihan berkelanjutan yang tidak memadai menghambat keberlanjutan inovasi ini (Bingimlas, 2009. Nopriyanti & Sudira, 2. Oleh karena itu, program layanan masyarakat yang menggabungkan literasi AI, desain media interaktif, dan pedagogi berbasis kebijaksanaan lokal sangat dibutuhkan untuk memberdayakan guru, terutama di tingkat sekolah dasar. Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi dengan Kepala Sekolah, meskipun SDN Mojosari telah mengikuti rangkaian kegiatan sebagai Sekolah Penggerak Angkatan 3, sebagian besar guru masih kesulitan untuk menyusun bahan ajar terutama yang berbasis digital atau Bapak/Ibu guru hanya mengandalkan buku paket dan buku LKS (Lembar Kerja Sisw. Beberapa guru dengan prosentase 50% sudah bisa menggunakan teknologi atau media digital, namun guru-guru tersebut belum bisa memanfaatkan dengan mengadaptasi untuk membuat bahan ajar autentik untuk memfasilitasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa di era saat ini sehingga pembelajaran di kelas mayoritas masih kaku. Dalam konteks ini, inisiatif kegiatan pengabdian masyarakat yang saat ini dijalankan di SDN Mojosari dirancang untuk memenuhi kebutuhan guru melalui program pelatihan dan Fokus utama program ini adalah membekali guru dengan keterampilan untuk mengembangkan materi pembelajaran interaktif yang terintegrasi dengan AI dan didasarkan pada kearifan lokal. Program ini menekankan praktik langsung, kolaborasi reflektif, bimbingan 32585/educate. 7580 | 115 Mardiana et al. Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Menyusun Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Berbasis Kearifan Lokal. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. berkelanjutan, dan menghasilkan produk materi ajar sebagai upaya untuk mendorong inovasi berkelanjutan dalam pendidikan di sekolah dasar. METODE Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilaksanakan di SDN Mojosari mulai dari Juni sampai dengan Agustus. Peserta adalah semua guru baik guru kelas maupun guru mata pelajaran dengan sejumlah tiga puluh guru. Pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan Tahap persiapan Di tahap ini, tim pelaksana pengabdian melakukan koordinasi kembali dengan mitra mengenai waktu pelaksanaan dan sarana prasarana untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum pelaksanaan program. Setelah itu, tim melakukan penyusunan rencana kegiatan dan menyiapkan alat dan bahan untuk keberlangsungan semua proses kegiatan. Selanjutnya, tim pelaksanaan melakukan sosialisasi kepada seluruh guru dan Kepala SDN Mojosari. Sosialisasi dilakukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh tim dan mitra. Dalam tahap ini partisipasi mitra yakni menyediakan tempat dan alat . eperti LCD. Microphone. WIFI) selama kegiatan berlangsung serta kepala sekolah memberikan motivasi dan feedback positif ke guru untuk mengikuti kegiatan pengabdian. Tahap pelaksanaan Dalam hal ini kami tim pengabdian memberikan penjadwalan atau timeline kepada guruguru agar tujuan kegiatan dan luaran yang diharapkan tercapai Deskripsi Kegiatan Pelatihan Integrasi Kearifan Lokal dalam Penyusunan Bahan Ajar. Di kegiatan ini fokus pada teori dan konsep Integrasi Kearifan Lokal dalam Penyusunan Bahan Ajar. Kemudian, guruguru membuat perencanaan . raft materi aja. sesuai dengan kelas atau Mata Pelajaran yang Pelatihan dan Pendampingan penyusunan bahan ajar digital terintegrasi AI berbasis Kearifan Lokal. Di kegiatan ini, guru-guru mengembangkan perencanaan bahan ajar yang dibuat dan kemudian dikembangkan di Book Creator dan mengintegrasikan AI yang sudah tersedia di Book Creator. Guru mempresentasikan hasil karya bahan ajar yang dibuat dan tim pengabdian memberikan umpan balik. Tim pelaksana pengabdian melaksanakan kegiatan pelatihan pemanfaatan media digital Book Creator. Di kegiatan ini fokus pada pengenalan manfaat Book Creator dan teknis membuat akun dan memanfaatkan menu-menu yang ada di Book Creator. Finalisasi bahan ajar. Waktu Kegiatan Bulan Juli. Minggu ke-1 Bulan Juli. Minggu ke-2 Bulan Juli. Minggu Ke 3 Bulan Agustus. Minggu ke-1 Bulan Agustus. Minggu Ke-2 32585/educate. 7580 | 116 Mardiana et al. Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Menyusun Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Berbasis Kearifan Lokal. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Tahap evaluasi Di tahap ini, tim pengusul melakukan monitoring dan evaluasi keaktifan tim dan guru selama program berlangsung secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan kegiatan yang telah dirancang dan direncanakan sebagai upaya penyelesaian masalah di SDN Mojosari berjalan dengan baik. Minimal 75% guru menghasilkan produk bahan ajar digital terintegrasi AI yang dibuat melalui platform Book Creator. Produk bahan ajar dievalusi menggunakan instumen penilaian non-test dengan kriteria kesesuaian dan kreativitasnya dari aspek konten dan multimodalitas (Mardiana & Afkar, 2. secara kualitatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan Integrasi Kearifan Lokal Kegiatan pengabdian diawali dengan Pelatihan Integrasi Kearifan Lokal dalam Penyusunan Bahan Ajar. Di kegiatan ini fokus pada teori dan konsep Integrasi Kearifan Lokal dalam Penyusunan Bahan Ajar. Materi difokuskan pada teori dan praktik serta contoh konkrit sehingga memudahkan bapak/ibu guru untuk mengaplikasikan pada Mata Pelajaran. Setelah pemaparan materi, tim pengabdian memberikan lembar kerja untuk mengetahui pemahaman Berikut dokumentasi kegiatan pelatihan bulan Juli minggu ke-1. Gambar 1. Dokumentasi Pelatihan Integrasi Muatan Kearifan Lokal Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar Digital Terintegrasi AI Kegiatan pengabdian minggu ke-2 bulan Juli adalah pelatihan dan pendampingan penyusunan bahan ajar digital terintegrasi AI berbasis Kearifan Lokal. Di kegiatan ini, guru-guru diperkenalkan AI dan jenis-jenis AI serta bagaimana menggunakan prompt AI untuk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing guru dalam penyusunan bahan Ajar. Adapun prompt AI yang kami jelaskan ke guru-guru adalah basic prompt yakni Roles-Context-Task-Source (R-C-T-S). Adapun contoh penggunaan sesuai dengan prompts adalah sebagai berikut : Roles Saya adalah guru kelas mengajar IPAS. Contexts Integrasikan kearifan lokal (Kota Mojokerto/Budaya Majapahi. di mata Pelajaran IPAS dan diperuntukkan untuk siswa kelas 5. 32585/educate. 7580 | 117 Mardiana et al. Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Menyusun Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Berbasis Kearifan Lokal. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Task Susun bahan ajar dengan tema atau topik yang terdapat penjelasan yang menarik, kuis interaktif dan pengayaan. Materi ajar disesuaikan juga dengan pendekatan pembelajaran mendalam sesuai dengan kurikulum saat ini. Source Merujuk pada penyebutan sumber data, referensi, atau batasan yang digunakan untuk menghasilkan jawaban yang lebih akurat dan terfokus pada informasi yang disediakan. Contoh prompt AuGunakan acuan materi pada pdf yang ditautkanAy. Setelah praktik menggunakan AI, guru-guru mengembangkan perencanaan bahan ajar atau draft bahan ajar yang nantinya dimuat di Book Creator untuk digitalisasi bahan ajar Tim pengabdian menyampaikan draft bahan ajar yang bisa digunakan guru untuk mempermudah guru-guru dalam menyusun bahan ajar (Gambar . Gambar 2. Kegiatan Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Digital Terintegrasi AI AI yang dipilih guru-guru untuk praktik adalah ChatGPT untuk menyediakan gambar dan menggunakan AI Teachy dan ClaudeAI untuk konten materi pembelajarannya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Astriawati et al . bahwa AI dapat membantu guru dalam menyusun materi pembelajaran sebagai perencanaan dalam kegiatan pengajaran. 32585/educate. 7580 | 118 Mardiana et al. Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Menyusun Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Berbasis Kearifan Lokal. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Gambar 3. Hasil Gambar dan Materi Menggunakan AI Teachy Dalam penyusunan bahan ajar, guru-guru dibagi ke dalam kelompok yakni guru kelas 1 sampai guru kelas 6 menjadi enam kelompok. Masing-masing kelompok terdapat empat guru kelas dan satu guru mapel (Agama. Olahraga, dan Bahasa Inggri. Guru-guru kelas di setiap jenjang bebas untuk menentuka mata Pelajaran apa yang akan dikembangkan materinya dan fokus di satu mata Pelajaran terlebih dahulu. Guru-guru sangat antusias untuk praktik mengembangkan materi ajar dengan menggunakan AI (Gambar . Gambar 4. Penyusunan Draft Bahan Ajar oleh Guru Praktik Membuat Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Sesi pelatihan dan pendampingan selanjutnya adalah mentransfer draft yang sudah dibuat oleh guru ke Book Creator. Di sini, kegiatan yang diselenggarakan memberikan pengalaman praktis bagi guru sekolah dasar dalam menciptakan bahan ajar digital interaktif yang terintegrasi dengan AI melalui penggunaan platform Book Creator. Book Creator dipilih karena aksesibilitas di berbagai perangkat, dan kemampuannya untuk mengintegrasikan elemen multimodal seperti teks, gambar, audio, video, dan tautan interaktif. Fleksibilitas ini memungkinkan guru untuk merancang konten pembelajaran yang tidak hanya menarik tetapi juga selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam. Selama praktik, guru-guru dibimbing untuk AI ke dalam proyek Book Creator mereka. 32585/educate. 7580 | 119 Mardiana et al. Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Menyusun Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Berbasis Kearifan Lokal. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Misalnya, generator gambar yang didukung AI digunakan untuk merancang ilustrasi yang relevan secara budaya, sementara alat teks yang didukung AI membantu menyempurnakan instruksi pembelajaran dan narasi cerita. Fitur-fitur ini memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi dalam pengembangan materi, terutama bagi mereka yang memiliki pengalaman desain terbatas. Sesi praktik kolaboratif lebih lanjut menunjukkan pentingnya bimbingan dan dukungan sesama guru. Guru yang awalnya ragu-ragu karena tingkat literasi digital yang rendah secara bertahap menjadi percaya diri melalui praktik terarah, berbagi pengalaman sesama guru, dan umpan balik konstruktif dari tim pengabdian. Adapun contoh hasil guru-guru membuat bahan ajar digital interaktif ada di gambar berikut ini Gambar 5. Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Mata Pelajaran IPAS Kelas 5 Gambar 5 di atas menunjukkan kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar. Guru mempu menggunakan berbagai multimodalitas seperti video, gambar yang dihasilkan AI, konteks alam kearifan lokal di Indonesia, dan gambar tangan bergerak. Evaluasi Bahan Ajar Evaluasi dilakukan dengan melakukan penilaian bahan ajar yang dibuat guru. Adapun penilaian merupakan dari unsur multimodalitas, interaktifitas dan ketuntasan bahan ajar. Berikut adalah penjelasan hasil penilaian. Tabel 1. Hasil Evaluasi Bahan Ajar Komponen Kriteria Guru buku Ada Unsur Apakah Multimodalitas terdapat uara/video/ warna/website? Apakah konsep Ada isi buku sesuai Guru Ada Guru Ada Guru Ada Guru Ada Guru Ada Ada Ada Ada Ada Ada 32585/educate. 7580 | 120 Mardiana et al. Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Menyusun Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Berbasis Kearifan Lokal. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. ideo/audio/ warna/website yang tertera? Kejelasan topik dan tema yang disampaikan ke Unsur Ada Interaktivitas pembaca harus melakukan apa Ada kalimat yang Ada melakukan hal Ketuntasan Bahan Ajar . itandai dengan adanya kalimat Unsur Kearifan Gambar Lokal . isa karakter. Lokasi. Indonesi. Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Belum Belum Ada Ada Ada Ada Ada Ada Berdasarkan hasil evaluasi di atas, guru-guru 100% telah membuat bahan ajar digital interaktif terintegrasi AI berbasis kearifan lokal. Namun, ada beberapa kelompok guru yang belum tuntas dalam penyusunan bahan ajar. Guru-guru kelas 2 dan 5 masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan topik yang dipilih. Hal ini menunjukkan bahwa guru-guru secara umum komitmen untuk menyusun bahan ajar digital interaktif terintegrasi AI. 32585/educate. 7580 | 121 Mardiana et al. Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Menyusun Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Berbasis Kearifan Lokal. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. SIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pembimbingan bagi guru-guru SDN Mojosari dalam mengembangkan bahan ajar digital interaktif yang terintegrasi dengan AI berdasarkan kearifan lokal telah terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital dan kreativitas pedagogis Hasil program menunjukkan bahwa semua guru yang berpartisipasi berhasil menghasilkan materi pembelajaran digital interaktif, meskipun beberapa kelompok memerlukan waktu tambahan untuk penyelesaian. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun guru berkomitmen dan antusias dalam mengadopsi integrasi AI dan kebijaksanaan lokal, bimbingan berkelanjutan dan dukungan teknis tetap esensial untuk keberlanjutan. Kesimpulannya, program pengabdian masyarakat ini telah berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya dalam pendidikan dasar. Dengan membekali guru dengan keterampilan praktis dan kesadaran budaya, inisiatif ini mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan mempromosikan praktik pembelajaran inovatif, kontekstual, dan responsif budaya di SDN Mojosari. UCAPAN TERIMA KASIH