EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 Februari 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA ALKITAB TERHADAP PESERTA DIDIK SMP YPPGI TAGIME DI POROME SUFRI YIKWA. MEROL TABUNI. OSCAR ARISTAN SELAN Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Wamena e-mail: supriyikwa311@gmail. com, meroltabuni634@gmail. ,oscarselan3520@gmail. ABSTRAK Membaca merupakan salah satu hal yang penting dalam segala macam proses pembelajaran. Melalui membacalah berbagai ilmu pengetahuan, yang dapat mengantarkan pada kesuksesan, bisa kita dapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Strategi guru dalam meningkatkan minat membaca Alkitab terhadap peserta didik SMP YPPGI Tagime. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru-guru pada sekolah tersebut masih pasif dalam melaksanakan strategi peningkatan minat membaca. Guru-guru di SMP YPPGI Tagime tersebut belum secara aktif memberi perhatian pada upaya peningkatan minat membaca para peserta Melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan bagi peserta didik, peneliti berusaha untuk menumbuhkan kecintaan membaca peserta didik melalui strategi peningkatan minat baca Ayat Alkitab bergambar. Kegiatan dilaksanakan 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan sebagai upaya strategi peningkatan minat membaca, para peserta didik menjadi lebih antusias dan termotivasi untuk lebih meningkatkan minat dalam membaca Kata kunci: strategi, minat baca ABSTRACT Reading is one of the important things in all kinds of learning processes. Through reading various knowledge, we can get knowledge that can lead to success. This research aims to describe the teacher's strategy in increasing interest in reading the Bible among YPPGI Tagime Middle School students. The results of initial observations show that the teachers at the school are still passive in implementing strategy to increase interest in reading. The teachers at YPPGI Tagime Middle School have not actively paid attention to efforts to increase students' interest in reading. Through various fun activities for students, researchers are trying to foster students' love of reading through strategies to increase interest in reading verses. Illustrated Bible. Activities are carried out 15 minutes before learning begins. The results of the research show that through fun activities as a strategy to increase interest in reading, students become more enthusiastic and motivated to further increase their interest in reading. Keywords: strategy, interest in reading PENDAHULUAN Potensi bangsa Indonesia sangatlah besar apabila ditinjau dari jumlah penduduknya yang terdiri dari berbagai suku, yang memiliki beranekaragam budaya yang perlu dikembangkan dan dilestarikan keberadaannya. Namun demikian, potensi yang begitu besar secara kuantitas itu perlu diimbangi dengan kualitas yang dimiliki. Seperti yang kita ketahui pada saat sekarang ini kualitas sumberdaya manusia masih rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas sumberdaya manusia itu karena rendahnya kualitas pendidikan, yang berpengaruh langsung pada sector ekonomi dan kesehatan. Keadaan tersebut lebih diperburuk dengan masih dominannya budaya tutur . dari pada budaya baca. Budaya ini yang menjadi hambatan utama dalam meningkatkan kualitas Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 Februari 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 sumberdaya masyarakat yang seharusnya mampu mengembangkan diri dalam menambah wawasan ilmu pengetahuannya secara mandiri melalui membaca. Menurut Ahmadi . AuMembaca merupakan kunci pengetahuan dan perangkat penting menuju kemajuan dan kesuksesan. Tidak terkecuali bagi sebuah bangsa. Kemajuan peradaban sebuah bangsa juga ditentukan dari seberapa banyak masyarakatnya membaca. Seharusnya kegiatan membaca bukanlah hal yang baru. Membaca merupakan alternatif model pembelajaran . earning progra. yang paling efektif, yaitu untuk mencapai tujuan pembelajaran dari seseorang tidak tahu menjadi tahu. Membaca juga alternatif terbaik untuk mendapatkan informasi sebagai model belajar peserta didik. Membaca akan menjadi menarik apabila peserta didik memahami hakikat membaca, manfaat membaca, serta metode yang tepat dalam membaca yang dilakukan oleh guruAy. Menurut Kartika . 4:114-. Au Mengingat pentingnya peranan membaca tersebut bagi perkembangan siswa maka guru perlu memacu siswanya untuk membaca dengan benar dan Secanggih atau sebaik apapun suatu metode membaca tidak akan berhasil jika gurunya tidak mampu melaksanakannya serta hasilnya pun tidak sesuai dengan harapan. Karena itu peranan guru sangat mendukung keberhasilan siswanya. Minat dan kebiasaan membaca perlu dikembangkan secara terprogram dan terencana. Peserta didik memiliki berbagai potensi yang dapat dan perlu dikembangkan, terutama potensi Auingin tahuAy. Peserta didik memang serba ingin tahu, hal ini perlu disalurkan secara positif. Rasa ingin tahu peserta didik dapat dikembangkan melalui buku pelajaranAy. Untuk mencapai keberhasilan membaca yang baik salah satunya yaitu adanya minat. Sebab tanpa adanya minat segala kegiatan akan dilakukan kurang efektif dan efisien. Minat dalam Depdiknas . , memiliki arti kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu . airah, keingina. Menurut Slameto . Au Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat baca adalah dorongan yang dapat mempengaruhi perilaku dan tindakan yang kemudian diikuti dengan perasaan senang dan ketertarikan terhadap kegiatan membacaAy. Sardiman . menyatakan AuMinat sebagai suatu kondisi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa minat berkaitan dengan keinginan dan dorongan dari dalam diri peserta didik. Minat bukanlah suatu pembawaan tetapi sifatnya bisa diusahakan, dipelajari dan dikembangkanAy. Mengembangkan dan meningkatkan minat merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan peserta didik kreatif dan mempunyai pengetahuan yang lebih luas. Untuk mengembangkan dan meningkatkan minat tentunya memerlukan strategi-strategi. Strategi yang diterapkan guru dapat mempengaruhi keefektifan dan keberhasilan belajar. Menurut Iskan darwassid dan Sunendar . secara umum sering dikemukakan bahwa AuStrategi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mencapai suatu tujuanAy. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan peserta didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan (Djamarah dan Zain, 2006:. Menurut Gagne . alam Iskan darwassid dan Sunendar, 2013:. strategi adalah kemampuan internal seseorang untuk berfikir, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Pemilihan strategi yang tepat dapat mengembangkan minat membaca siswa secara baik. Strategi yang digunakan guru harus bervariasi dan tidak bertumpu pada satu strategi saja. Strategi yang bervariasi dapat mengubah kejenuhan peserta didik, sehingga peserta didik akan lebih semangat untuk membaca. Membaca merupakan suatu aktivitas yang memiliki segudang manfaat. Salah satu manfaat dari membaca ialah menambah wawasan dan ilmu pengetahuan pembaca. Membaca Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 Februari 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 merupakan satu dari empat kemampuan bahasa pokok, dan merupakan satu bagian atau komponen dari komunikasi tulisan. Membaca sebagai suatu kegiatan memahami pola-pola bahasa dalam penampilannya secara tertulis untuk memperoleh informasi darinya. Membaca juga dapat dijadikan sebuah hiburan bagi peserta didik, salah satunya membaca Alkitab, buku, novel, dongeng, dan cerpen. Selain itu, membaca adalah kegiatan seseorang dengan menggunakan pengamatan melalui mata untuk menterjemahkan dan menginterpretasikan tanda atau lambang di atas kertas atau bahan lainnya. Jadi, membaca merupakan proses ingatan, penilaian, pemikiran, pengkhayalan, pengorganisasian, pemikiran dan pemecahan masalah. Penanaman dan penumbuhan minat baca peserta didik dapat dilakukan dalam bentuk menjelaskan hal-hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan peserta didik serta hal- hal yang berhubungan dengan cita-cita remaja. Guru perlu memberikan dorongan kepada peserta didik untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam mengembangkan haknya. Tanggung jawab belajar berada pada peserta didik, tetapi guru bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong prakarsa, motivasi, memfasilisasi dan tanggung jawab peserta didik untuk belajar sepanjang hayat. Minat baca peserta didik tidak akan tumbuh subur apabila para guru tidak memiliki strategi dalam meningkatkan minat baca peserta didik tersebut. Pembinaan dan pengembangan minat baca para peserta didik harus dimulai semenjak dini terutama pada sekolah dasar dan dipersiapkan sedemikian rupa sehingga mereka memiliki keterampilan membaca yang baik Bila peserta didik sudah menjadi pembaca yang baik menunjang keberhasilan mereka dalam mempelari ilmu pengetahuannya. Ketika penulis berada di SMP YPPGI Tagime di porome, melihat peserta didik yang sedang belajar sekitar 40 sampai 60 siswa di lingkungan sekolah dan penulis melihat juga cara guru mengajar di kelas, dan yang membuat penulis penasaran adalah strategi guru dalam meningkatkan minat membaca peserta didik. Karena penulis juga berjumpa dengan beberapa peserta didik dari SMP YPPGI Tagime yang belum bisa membaca dengan benar tetapi mereka sudah ada di kelas delapan SMP. Karena itu, penulis ingin mencari tahu melalui penelitian lapangan dan ini yang menjadi alasan untuk memilih judul penelitian penulis, yaitu: Strategi GuruDalam Meningkatkan Minat Membaca Alkitab Terhadap Peserta Didik SMP YPPGI Tagime Di Porome. Agar melalui penyelidikan dan penelitian lapangan dapat memberikan solusi dan manfaat yang berguna bagi peserta didik dan guru-guru. Karena tidak menutup kemungkinan para peserta didik yang memiliki minat baca yang tinggi namun ada pula sebagian peserta didik yang kurang memiliki minat membaca, karena ada beberapa faktor yaitu, kurangnya dorongan untuk membaca, mudahnya memperoleh informasi yang instan, pengaruh sosial media, banyaknya hiburan, konsep membaca yang diajarkan tidak bervariasi, pengaruh game dan kurangnya strategi guru agar peserta didik memiliki minat membaca baik buku pelajaran maupun buku yang lain. Adapun peristiwa lain yaitu faktor lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar. Jika lingkungan sekitar peserta didik minat bacanya kurang baik maka dapat berpengaruh pada peserta didik. Jarang sekali terlihat peserta didik duduk sambil membaca Peserta didik membaca buku apabila ada tugas dari guru. Adapun gejala tersebut perlu diketahui strategi yang tepat untuk menumbuhkan minat baca peserta didik agar lebih Berdasarkan gejala tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuStrategi Guru Dalam Meningkatkan Minat Membaca Terhadap Peserta Didik Di SMP YPPGI Tagime Di Porome Distrik Tagineri Kabupaten Jayawijaya. Provinsi Papua PegununganAy. Serta dari fenomena-fenomena yang ada, maka penulis ingin meneliti strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan minat baca, apakah strategi yang digunakan oleh Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 Februari 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 guru tersebut dapat mengembangkan minat baca peserta didik yang kurang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sehingga akan dapat disimpulkan strategi yang digunakan berhasil atau tidak. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam ranah penelitian studi Penelitian studi kasus merupakan metode penelitian berfokus pada sebuah fenomena untuk dikaji atau dideskripsikan secara mendalam. Dalam hal ini, peneliti mengkaji sebuah fenomena tentang Strategi Guru dalam Meningkatkan minat membaca terhadap peserta didik SMP YPGGI Tagime di Porome. Partisipan dalam penelitian ini adalah 60 peserta didik yang terbagi menjadi 25 Peserta didik kelas 7 dan 35 peserta didik di kelas 8a dan 8b. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Peneliti melaksanakan observasi terkait upaya pelaksanaan strategi guru dalam meningkatkan minat baca di sekolah tersebut. Selain itu, peneliti menerapkan beberapa kegiatan penunjang untuk mendukung strategi guru dalam peningkatan minat baca. Wawancara juga dilaksanakan untuk mengetahui perspektif peserta didik terkait kegiatan peningkatan minat membaca. Data dari wawancara beberapa guru mengatakan minat peserta didik di SMP YPPGI Tagime mengalami peningkatan ketika ada penambahan guru dari dinas kabupaten Jayawijaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan kegiatan observasi, peneliti menerapkan beberapa kegiatan peningkatan minat baca peserta didik untuk mendukung strategi guru dalam meningkatkan minat baca bagi peserta didik. Kegiatan yang diterapkan peneliti seperti kegiatan 15 menit membaca sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Kegiatan 15 menit membaca bertujuan untuk meningkatkan minat baca peserta didik sehingga strategi guru dapat berjalan dengan sukses. Berikut deskripsi kegiatan 15 menit membaca yang diterapkan oleh peneliti kepada para peserta didik di SMP YPPGI Tagime. Tabel 1 . Deskripsi Kegiatan 15 Menit strategi meningkatkan minat baca Strategi kegiatan Alokasi Waktu Buku bacaan dan Alkitab 2 Menit dibagikan kepada peserta didik Peserta didik membaca Alkitab 7 Menit dan buku Kegiatan tambahan 6 Menit Peserta didik menceritakan ulang tentang isi Alkitab dan buku bacaan kepada teman Peserta kegiatan peningkatan minat baca Dari kegiatan 15 menit strategi meningkatkan minat baca, peneliti juga melakukan beberapa cara peningkatan minat baca seperti menempel gambar atau foto pada media kertas seperti berikut. Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri dari empat orang. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 Februari 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Peserta didik membaca Alkitab dari perjanjian baru Injil Yohanes 15:1-8 yang telah dibagikan dalam waktu 9-10 menit. Peserta didik mengumpulkan Alkitab. Peserta didik memperoleh potongan gambar tentang cerita pokok Anggur yang benar dalam ayat Alkitab Yohanes 15:1-8. Peserta didik mendapatkan media kertas berwarna, alat tulis, dan lem untuk menempel yang telah dibagikan kepada setiap kelompok. Peserta didik menyusun potongan gambar secara urut berdasarkan cerita pokok anggur yang benar dalam Alkitab dalam waktu sekitar 4 menit. Peserta didik menulis minimal satu kalimat yang mendeskripsikan gambar yang telah Peserta didik mempresentasikan karyamereka. Peserta didik mengumpulkan gambarmereka di Pojok Baca di kelas. Berdasarkan observasi kelas, para peserta didik antusias dalam mengikuti kegiatan peningkatan minat baca dengan cara menempel gambar. Hal ini ditunjukan dari keaktifan peserta didik dalam menempel gambar. Berdasarkan hasil wawancara dengan para peserta didik terkait kegiatan 15 menit membaca, pesera didik SMP YPPGI Tagime berpendapat bahwa kegiatan 15 menit membaca adalah kegiatan yang menarik dan menyenangkan khususnya ketika cara menempel poto diterapkan dalam kegiatan 15 menit membaca. Dan para peserta didik merasa senang dan tertarik dengan kegiatan 15 Menit Membaca. Hal ini menunjukan bahwa perlu mengoptimalkan kegiatan 15 Menit Membaca yang sudah diterapkan oleh pihak sekolah, dalam hal ini oleh guruguru untuk meningkatkan minat baca. Penanggung jawab kegiatan 15 Menit Membaca di setiap sekolah dapat menerapkan Strategi-strategi peningkatan minat baca peserta didik seperti dengan penggunaan cara menempel gambar di kertas, ataupun yang lainnya. Dengan mendayagunakan kegiatan 15 Menit Membaca dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Taman Baca merupakan salah satu kegiatan strategi yang telah di sepakati pihak Sekolah menengah SMP YPPGI Tagime untuk meningkatkan minat baca Peserta didik. Taman Baca terdapat disetiap sudut kelas, halaman sekolah dengan koleksi buku-buku cerita Alkitab dan buku-buku penunjang mata pelajaran. Berdasarkan wawancara dengan guru, manfaat Taman Baca adalah sebagai berikut. Taman Baca merupakan alternatif bagi siswa untuk gemar membaca. Taman Baca menjadikan peserta didik dapat mengakses buku cerita Alkitab atau buku penunjang mata pelajaran SMP secara mudah. Taman Baca dapat mendekatkan peserta didik dengan buku. Taman Baca dapat dijadikan sarana untuk mendukung kegiatan belajar. Dengan mengoptimalkan Taman Baca, strategi peningkatan Membaca dapat berjalan dengan lancar. Perlu adanya dukungan dari berbagai pihak seperti Kepala Sekolah. Guru. Penanggung Jawab, dan para peserta didik untuk mengoptimalkan Taman Baca sebagai salah satu strategi di Sekolah menengah. Pembahasan Upaya Dalam Menumbuhkan Minat Membaca Upaya menumbuhkan minat membaca perlu dibiasakan sejak kecil, yakni mulai dari anak mengenal huruf. Jadikanlah kegiatan membaca sebagai suatu kebutuhan dan menjadi hal yang menyenangkan. Membaca dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja asalkan ada keinginan, semangat, dan motivasi yang diberikan oleh orang tuanya. Jika hal ini terwujud, diharapkan membaca dapat menjadi bagian dari kehidupan yang tidak dapat dipisahkan seperti sebuah slogan yang mengatakan Autiada hari tanpa membacaAy. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 Februari 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Tidak dapat disangsikan lagi bahwa penanaman kebiasaan membaca harus dimulai pada SD. SMP, dan tidak dapat disangsikan pula bahwa tidak hanya sekolah yang menjadi tempat tepat untuk memupuk minat dan kebiasaan membaca bagi peserta didik. Minat Membaca Minat adalah kecenderungan yang agak menetap dan subjek merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Perasaan senang itu biasanya akan menumbuhkan minat, apalagi jika diperkuat dengan sikap positif, maka minat akan berkembang dengan lebih baik. Tujuan membaca Membaca adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Dalam kegiatan membaca, kegiatan lebih banyak dititik beratkan pada keterampilan membaca daripada teoriteori membaca itu sendiri. Henry Guntur Tarigan menyebutkan tiga komponen dalam keterampilan membaca, . Pengenalan terhadap aksara-aksara serta tanda-tanda baca. Korelasi aksara beserta tanda-tanda baca dengan unsur-unsur linguistik yang formal. Hubungan lebih lanjut dari A dan B dengan makna. Setiap guru bahasa haruslah menyadari serta memahami benar-benar bahwa membaca adalah suatu metode yang dapat dipergunakan untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan kadang-kadang dengan orang lain yaitu mengomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis. Henry Guntur Tarigan berpendapat bahwa AuMembaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulisAy 2 . Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam pandangan sekilas, dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui. Kalau hal ini tidak terpenuhi, maka pesan yang tersurat dan yang tersirat tidak akan tertangkap atau dipahami, dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik. Membaca dapat pula dianggap sebagai suatu proses untuk memahami yang tersirat dalam yang tersurat, yakni memahami makna yang terkandung di dalam kata-kata yang tertulis. Makna bacaan tidak terletak pada halaman tertulis tetapi berada pada pikiran pembaca. Demikianlah makna itu akan berubah, karena setiap pembaca memiliki pengalaman yang berbeda-beda yang dipergunakan sebagai alat untuk menginterpretasikan kata-kata tersebut. Membaca adalah suatu proses yang bersangkut paut dengan bahasa. Oleh karena itu maka para pelajar haruslah dibantu untuk menanggapi atau memberi responsi terhadap lambang-lambang visual yang menggambarkan tanda-tanda oditori dan berbicara haruslah selalu mendahului kegiatan membaca. Harimurti Kridalaksana mengatakan AuMembaca adalah menggali informasi dari teks, baik yang berupa tulisan maupun dari gambar atau diagram maupun dari kombinasi itu semuaAy. Soedarso berpendapat bahwa AuMembaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah, meliputi orang harus menggunakan pengertian dan khayalan, mengamati, dan mengingat-ingatAy 4 . DP. Tampubolon berpendapat bahwa AuMembaca adalah kegiatan fisik dan mental yang dapat berkembang menjadi suatu kebiasaanAy. Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Makna, arti . erat sekali berhubungan dengan maksud tujuan, atau intensif kita dalam membaca. Henry Guntur Tarigan mengemukakan tujuan membaca adalah sebagai berikut: Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 Februari 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta . eading for details or . Membaca untuk memperoleh ide-ide utama . eading for main idea. Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita . eading for sequence or organizatio. Membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi . eading for inferenc. Membaca untuk mengelompokkan, membaca untuk mengklasifikasikan . eading to . Membaca menilai, membaca evaluasi . eading to evaluat. Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan . eading to compare or Nurhadi berpendapat bahwa tujuan membaca adalah sebagai berikut: Memahami secara detail dan menyeluruh isi buku. Menangkap ide pokok atau gagasan utama secara tepat. Mendapatkan informasi tentang sesuatu. Mengenali makna kata-kata. Ingin mengetahui peristiwa penting yang terjadi di masyarakat sekitar. Ingin memperoleh kenikmatan dari karya sastra. Ingin mengetahui peristiwa penting yang terjadi di seluruh dunia. Ingin mencari merk barang yang cocok untuk dibeli. Ingin menilai kebenaran gagasan pengarang. Ingin memperoleh informasi tentang lowongan pekerjaan. Ingin mendapatkan keterangan tentang pendapat seseorang . tentang definisi suatu Membaca merupakan suatu keterampilan yang kompleks yang melibatkan serangkaian keterampilan yang lebih kecil lainnya. Secara garis besar aspek-aspek membaca dapat dibagi menjadi dua yaitu: Keterampilan yang bersifat mekanis mencakup: Pengenalan bentuk huruf . Pengenalan unsur-unsur liguistik . onem, kata, frase, pola klausa, kalimat, dan lainlai. Pengenalan hubungan atau korespondensi pola ejaan dan bunyi . emampuan menyuarakan bahan tertuli. Kecepatan membaca bertaraf lambat. Keterampilan yang bersifat pemahaman mencakup: Memahami pengertian sederhana . eksikal, gramatikal, retorika. Memahami signifikasi atau makna . isalnya maksud dan tujuan pengarang relevansi/keadaan kebudayaan, reaksi pembac. Kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan. KESIMPULAN Strategi guru meningkatkan minat baca bagi peserta didik Sekolah menengah Pertama merupakan strategi yang perlu didukung oleh seluruh pihak di sekolah. Dalam penelitian ini, hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan 15 Menit Membaca dengan berbagai cara strategi peningkatan minat baca dan taman Baca merupakan strategi peningkatan minat baca untuk mendukung peningkatan minat Membaca. Dengan mengoptimalkan strategi Membaca, peserta didik dan guru akan mendapatkan banyak manfaat untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar di SMP YPPGI Tagime. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 Februari 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 DAFTAR PUSTAKA