Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 KEBERHASILAN PENGEMBANGAN DESA WISATA BATU LINTANG KABUPATEN KAPUAS HULU KALIMANTAN BARAT Emiliani Nindy Diana Rusega Sim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Univesitas Kapuas Sintang. Jl. Oevang Oeray No. Sintang. Indonesia, email: emilianinindy025@gmail. Abstract: This research examines the success of Batu Lintang Tourism Village in Kapuas Hulu. West Kalimantan, which won 1st place in the 2024 ADWI in the Tourism Village Attraction category. The excellence of Batu Lintang village lies in the preservation of Dayak Iban culture, the management of customary forests, as well as the ecotourism offered and the digitalization of tourism products. This research aims to identify tourist attractions, the synergy between the community and the government, as well as the digitalization of village tourism products. The method used is descriptive qualitative with a literature study from journals, news, and social media. The research results show that the main attractions of this village include natural tourism . rekking the Utik River, eco-tourism in the customary forest, hornbill watchin. and cultural tourism (Rumah Betang Sungai Utik, traditional arts. Rimba Sungai Utik Festiva. Tourism management is carried out by Pokdarwis Keling Menua with government support and human resource training. Digital-based marketing strategies are carried out through websites, social media, and annual events. To enhance competitiveness, it is recommended to improve accessibility and infrastructure, strengthen human resources and institutions, and develop hornbill watching tourism in Dusun Pulan as a community-based ecotourism. Keywords: Development. Tourism Village. Batu Lintang Village. Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang keberhasilan Desa Wisata Batu Lintang di Kapuas Hulu. Kalimantan Barat, yang meraih Juara 1 ADWI 2024 dalam kategori Daya Tarik Desa Wisata. Keunggulan desa Batu Lintang terdapat pada pelestarian budaya Dayak Iban, pengelolaan hutan adat, serta ekowisata yang ditawarkan dan digitalisasi produk wisata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi daya tarik wisata, sinergi masyarakat dan pemerintah serta digitalisasi produk desa wisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi literatur dari jurnal, berita, dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik utama desa ini meliputi wisata alam . usur Sungai Utik, ekowisata hutan adat, pengamatan burung rangkon. dan wisata budaya (Rumah Betang Sungai Utik, seni tradisional. Festival Rimba Sungai Uti. Pengelolaan wisata dilakukan oleh Pokdarwis Keling Menua dengan dukungan pemerintah dan pelatihan SDM. Strategi pemasaran berbasis digital dilakukan melalui website, media sosial, dan event tahunan. Untuk meningkatkan daya saing, disarankan perbaikan aksesibilitas dan infrastruktur, penguatan SDM dan kelembagaan, serta pengembangan wisata pengamatan burung rangkong di Dusun Pulan sebagai ekowisata berbasis masyarakat. Kata Kunci: Pengembangan. Desa Wisata. Desa Batu Lintang. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 PENDAHULUAN Pada tahun 2024. Desa Wisata Batu Lintang yang terdaftar ke dalam klasifikasi desa wisata berkembang, memperoleh Juara 1 Daya Tarik Desa Wisata dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Kategori tersebut didapatkan setelah bersaing dengan 6. 016 desa wisata lainnya dari seluruh Indonesia. Adapun aspek penilaian adalah daya tarik pariwisata. SDM, (Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata Kapuas Hulu, 2. Berdasarkan pada Peraturan Bupati Kapuas Hulu No. 27 Tahun 2022 Tentang Desa Wisata, desa dikatakan memiliki lanskap pedesaan yang didasarkan kepada kondisi, potensi alam serta karakter sosial, setempat memiliki karakteristik khusus yang layak untuk menjadi daerah tujuan Potensi wisata di desa harus dimanfaatkan dengan memberdayakan lingkungan dan potensi yang ada untuk berbagai kepentingan yang diorientasikan untuk kesejahteraan masyarakat. Pembangunan pada aspek wisata, desa selalu berada posisi yang penting dan strategis untuk dikembangkan. Setiap desa di wilayah Indonesia pada umumnya, terkhusus di Kalimantan Barat memiliki daya tarik khas yang diminati oleh Pengembangan pariwisata desa juga akan memberikan manfaat yang nyata bagi perbaikan perekonomian masyarakat lokal (Suwarjo, 2. Desa wisata adalah sebuah bentuk integrasi antara potensi daya tarik wisata alam, wisata budaya dan wisata hasil buatan manusia dalam satu kawasan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 tertentu yang didukung oleh atraksi, akomodasi dan fasilitas lainnya sesuai kearifan lokal masyarakat (Hadi. Lume, & Widyaningrum, 2. Paling tidak terdapat dua indikator utama desa wisata yaitu : . Kegiatan pariwisata berbasis sumber daya yang ada di desa. Adanya interaksi langsung antara wisatawan dengan penduduk lokal dan sumber daya yang ada di desa (Kementerian Pariwisata, 2. Desa wisata sebagai program pengembangan wilayah oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif karena dianggap sebagai alternatif paling cepat untuk meningkatkan pendapatan asli desa (Siregar & Priyatmoko, 2. Pariwisata merupakan industri yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian daerah dan mempromosikan budaya lokal (Ismail, 2020. Rahayu dkk, 2. Pariwisata tidak hanya tentang destinasi yang indah dan unik saja, tetapi juga bisnis yang sangat komplek. Pengelolaan parisiwata melibatkan sarana dan prasarana yang memadai, sumber daya manusia yang terampil, penggunaan teknologi tepat guna dan keterlibatan pemerintahan dalam segala aspek yang (Arsawan dkk, 2. Untuk membentuk desa wisata. Pemerintah bersama masyarakat lokal mengacu pada Pedoman Panduan Desa Wisata yang mengklasifikasikan jenis desa . (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, 2. Pertama, desa wisata berbasis budaya lokal. Desa wisata berbasis budaya lokal menawarkan keunikan adat, tradisi. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 dan kehidupan masyarakat, seperti mata pencaharian dan aktivitas spiritual. Kedua, desa wisata berbasis sumber daya dalam. Jenis desa wisata ini Mengandalkan keindahan bentang alam seperti pantai, pegunungan, lembah, dan sungai sebagai daya tarik utama. Ketiga, desa wisata Desa wisata kreatif maksudnya adalah desa wisata Berfokus pada ekonomi kreatif, seperti kerajinan dan kesenian Keempat, desa wisata berbasis Menggabungkan wisata alam, budaya, dan kreativitas masyarakat dalam satu destinasi unggulan. Desa Batu Lintang Kecamatan Embaloh Kabupaten Kapuas Hulu memiliki desa wisata yang menawarkan wisata alam dan kebudayaan. Warisan budaya adat Dayak Iban seperti Rumah Betang Dayak Iban dan juga ekowisata seperti hutan wisata yang apabila dikembangkan secara maksimal maka pendapatan desa (Jadesta, 2. Desa Batu Lintang yang sebagian besar berpenduduk masyarakat Dayak Iban yang terkenal dengan pelestariannya terhadap kearifan lokal dan semangat dalam menjaga alam. Hal ini dikarenakan penduduk masih memanfaatkan rumah betang sebagai tempat tinggal dan hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup seharihari. Maka tidak heran desa ini menjadikan kedua hal tersebut sebagai tujuan destinasi Desa Wisata Batu Lintang memadukan tradisi leluhur, keindahan alam dan petualangan yang berkesan (Pontinesia, 2. Daya Tarik wisata merupakan sesuatu yang dapat dilihat dan dinikmati oleh wisatawan seperti pemandangan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 alam, kebudayaan dan rumah adat (Yoeti dalam Agustin, 2. Ada beberapa indikator yang harus terpenuhi pada aspek daya tarik wisata untuk desa wisata berkembang yaitu : 1. Mengembangkan potensi dan karakteristik desa menjadi daya tarik wisata utama dan pendukung. Menyusun paket wisata berdasarkan Mengembangkan fasilitas dan sarana prasarana pendukung wisata (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, 2. Pengembangan desa sebagai desa wisata paling tidak didukung oleh tiga Pertama, wilayah desa memiliki daya tarik yang autentik baik dari aspek alamiah maupun budayanya, terdapat pula dipertahankan sehingga masih dijalankan di era modern. Kedua, desa memliki lingkungan fisik yang asri dan belum Ketiga, dari aspek sosial terdapatnya perlambatan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat lokal yang memerlukan upaya optimal sebagai bentuk tindakan rasional untuk menciptakan kehidupan yang lebih seimbang di desa (Siregar & Priyatmoko, 2. Di sisi lain, adanya pertimbangan terhadap ketertarikan wisatawan baik domestik maupun internasional. Pada umumnya tujuan wisatawan melakukan kunjungan wisata ke desa adalah untuk mencari suasana yang berbeda. Adanya perbedaan budaya antara kehidupan di lingkungan perkotaan dengan yang ada di desa memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan (Hall & Page, 2. Berdasarkan hasil penelusuran FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 literasi ditemukan beberapa penelitian sebelumnya yang membahas tentang keberhasilan pengembangan Desa Wisata di antaranya yaitu penelitian oleh Londa . Monika & Prakoso . dan Lewan dkk . Tetapi terdapat beberapa research gap hasil penelitian tersebut dengan penelitian ini. Londa . mengkaji tentang pengelolaan kebijakan desa Ekowisata di Kabupaten Minahasa, yang berdasarkan dari penelitian dikatakan belum efektif karena pemerintah terkait belum menaruh perhatian dengan pengembangan desa wisata di daerah tersebut. Sehingga, daya tarik desa wisata tidak terklasifikasi dan realitas kesadaran pemerintah berserta masyarakat tidak membahas lebih dalam. Monika Prakoso pengembangan desa wisata Pacarejo, pembahasan dalam penelitian ini kurang masyarakat dalam pengembangan desa Sementara Lewan dkk . mengkaji tentang pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal, namun tidak membahas tentang upaya pengembangan dengan memanfaatkan digitalisasi. Berdasarkan dari uraian di atas, maka perlu dilakukan kajian yang pengembangan Desa Wisata Batu Lintang yang menyoroti aspek daya tarik wisata, sinergi masyarakat dan pemerintah serta digitalisasi produk desa wisata. Selain itu secara teoritis, kajian ini juga diharapkan dapat menambah literatur pembaca yang memiliki ketertarikan pada desa wisata di Kabupaten Kapuas Hulu secara khusus, dan di Indonesia secara P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Secara praktis, diharapkan dapat memberikan panduan bagi desa lain implementasi kebijakan wisata. METODE PENELITIAN Pendekatan digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi Peneliti informasi-informasi yang relevan dari berbagai sumber, seperti jurnal, portal berita dan media sosial. Untuk melakukan analisis, informasi yang didapat dibagi menjadi kategori utama, seperti daya tarik wisata dan faktor Data yang diperoleh kemudian dirangkum, diinterpretasikan dan dan dianalisis untuk menemukan pola pengembangan dan strategi sukses Desa Wisata Batu Lintang. Teknik ini memberikan Gambaran menyeluruh tentang faktor pendukung dan masalah dalam pengembangan desa wisata. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Daya Tarik Desa Wisata Batu Lintang Desa Batu Lintang terletak di wilayah Kecamatan Embaloh Hulu. Kabupaten Kapuas Hulu. Itu terletak pada posisi 5' LU - 104' LS dan 11A10'40" 11A40'10" BT. Desa Batu Lintang terletak di antara Sungai Kapuas di bagian hulu Kota Putussibau dan di dekat perbatasan negara dengan Serawak-Malaysia di Nanga Bangau. Mayoritas penduduknya adalah suku Dayak Iban, yang tinggal di dua dusun: Dusun Sungai Utik dan Dusun Pulan. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 Masing-masing dusun ini memiliki potensi wisatanya tersendiri. Di Dusun Sungai Utik memiliki rumah betang yang masih terjaga keasliannya sehingga menjadi program andalan dan menjadi pusat kunjungan wisatawan, sedangkan Dusun Pulan menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk jelajah hutan dan melihat burung rangkong (Jadesta, 2. Desa yang memiliki berbagai potensi alam dapat dioptimalkan sebagai destinasi berbasis alam atau ekowisata, seperti Sungai yang mengalir. Kawasan hutan sertai pemandangan alam yang asri. Seluruh potensi ini menjadi relevan dengan trend wisata minat khusus yang berkembang beberapa tahun terakhir, misalnya pada wisata alam yang menawarkan pengalaman unik dan edukasi bagi wisatawan (Wahyuni & Setiawan, 2. Sehingga menjadikan daya tarik Desa Wisata Batu Lintang terbagi ke dalam wisata alam dan wisata budaya. Wisata alam terdiri dari wisata selusur hutan adat. Sungai Sungai Utik, serta pengamatan Burung Rangkong. Wisata budaya terdiri dari wisata budaya Rumah Betang Sungai Utik, pelatihan kerajinan lokal serta penampilan kesenian musik dan tarian tradisional khas Dayak Iban (Jadesta, 2. Pengelolaan desa secara maksimal pada aspek wisata akan membawa dampak yang sangat besar bagi pembangunan di Desa Batu Lintang memenangkan kategori Hal ini sudah terbukti dengan terpilihnya Desa Batu Lintang Kecamatan Embaloh Hulu Kabupaten Kapuas Hulu sebagai pemenang utama Kategori Daya Tarik Desa Wisata Anugerah Desa Wisata di Indonesia pada tahun 2024. P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Sebelum menjadi desa wisata. Desa Wisata Batu Lintang mengalami beberapa kendala pada kesadaran masyarakat dan peninggalan Sejarah kebudayaan dan alam menjadi potensi wisata. Perubahan muncul di tahun 20142015, sejak Pemerintah Daerah Kapuas Hulu mulai menargetkan Desa Batu Lintang Pemerintah desa Batu Lintang juga berperan aktif dengan menyusun strategi pengelolaan dan pemanfaatan asset budaya lokal . utan ada. Masyarakat Dayak Iban juga mulai merancang pengembangan potensi wisata Rumah Betang Dayak Iban (Suyono, 2. Terlebih kepada Tokoh Adat yang juga pejuang lingkungan hidup. Apai Janggut, semakin menjadikan Desa Batu Lintang sebagai desa pariwisatanya (Hidayat, 2. Konsistensi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu bersama masyarakat lokal yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata Keling Menua dalam mendorong Desa Batu Lintang sebagai desa wisata sudah dimulai sejak tahun 2015. Kekayaan budaya serta flora dan fauna hutan membuat Desa Batu Lintang berpotensial menjadi tujuan pelancong dari dalam dan luar negeri (Prudensi, 2. Hal ini sejalan Desa mengutamakan pendekatan yang berbasis masyarakat lokal sebagai penggerak utama sehingga manfaat secara sosial dan ekonomi dapat langsung dirasakan dan dikelola oleh masyarakat lokal tersebut (Nugroho & Wulandari, 2. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 Adanya sinergi antara masyarakat lokal, pemerintah dan wisatawan menjadi tulang punggung pengembangan desa Komitmen bersama terus dijalankan sehingga mampu membawa Desa Batu Lintang sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kapuas Hulu (Prudensi. Wisata Alam Desa Wisata Batu Lintang Hutan Adat Sungai Utik menjadi salah satu kearifan lokal yang diakui sebagai bentuk pengelolaan hutan secara Pada tahun 2008, dikeluarkan sertifikasi ekolabel yang menunjukkan bahwa masyarakat lokal dalam hal ini masyarakat Dayak Iban dianggap mampu untuk mengelola hutan lestari (Liani. Roslinda, & Muin, 2. Selain itu. Hutan Adat Sungai Utik mendapatkan penghargaan Equator Prize oleh PBB atas kontribusi dan inisiatif dari masyarakat Dayak Iban yang bisa berperan menjaga lingkungan (Prasetyo & Suranto. Hutan adat memiliki keindahan alam yang masih alami dengan udara yang Selain itu di dalam hutan adat dapat ditemui tanaman/pohon yang dapat dikatakan sudah hampir susah ditemui Suasana hutan adat dan sumber daya alam yang masih terjaga dapat menjadi salah satu aspek wisata dan sarana edukasi bagi wisatawan (Ariffin. Muin, & Roslinda. Memanfaatkan hutan sebagai daya tarik juga dapat menjadi potensi besar bagi Dengan mengadopsi pendekatan ekowisata dan melibatkan masyarakat lokal, potensi alam yang kaya dan keanekaragaman P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 budaya dapat dimanfaatkan secara bijak (Raharjo & Andrea, 2. Berbagai aktivitas wisata alam di hutan dapat dilakukan misalnya tracking, berkemah, pengamatan satwa liar dan studi keanekaragaman hayati juga dapat menjadi cara untuk mempromosikan kesadarannya pelestarian lingkungan dan budaya lokal bagi wisatawan domestik dan internasional (Raharjo & Andrea, 2. Hutan yang dianggap sebagai denyut nadi kehidupan masyarakat Dayak Iban Sungai Utik ini menyediakan pemenuhan segala kebutuhan sandang, pangan papan bagi seluruh masyarakat, hal ini membuat setiap lapisan generasi turun temurun kokoh untuk menjaga hutan sebagai bentuk menjaga kehidupan. Kekayaan ragam hayati di dengan suasana tutupan kanopi khas Hutan hujan Tropis Kalimantan, dapat dinikmati wisatawan sepanjang tracking (Jadesta, 2. Trek yang dilalui diketagorikan mudah dan landai, namun sepanjang trek wisatawan akan diberikan pengalaman luar biasa. mulai dari pemaparan informasi dari setiap flora fauna yang ditemui . enjadi obat-obatan atau pemenuhan kebutuhan lainny. , dapat menikmati buah-buahan tropis di sepanjang hutan, mempelajari sistem sawah ladang generatif hingga ditutup dengan susur Sungai Utik yang dalam bahasa Iban berarti berair putih jernih (Jadesta, 2. Sungai di pedesaan menawarkan keindahan, ketenangan, dan petualangan yang dapat menarik wisatawan selain berfungsi sebagai sarana lintas di desa. Melalui kegiatan susur Sungai, wisatawan diajak pengelola wisata untuk melihat pemandangan hutan dan keindahan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 Sungai, serta dapat melakukan kegiatan lainnya seperti memancing, berperahu dan berbagai bentuk rekreasi lainnya (Palupi. Adi, & Nur, 2. Wisata Sungai juga dapat memberikan pengalaman lain seperti arung jeram atau rafting (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 2. Gambar 1. Wisata Alam Tracking Hutan Adat P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 khas hutan hujan tropis Kalimantan, membuat wisatawan akan merasakan pengalaman membelah jalur sungai Hutan Kalimantan yang disuguhkan suasana tenang, asri yang pastinya akan dipandu langsung oleh flora fauna yang masih hidup bebas di alam (Jadesta, 2. Ikan-ikan segar yang disuguhkan di meja makan adalah hasil tangkapan di Sungai Utik ini, maka wisatawan juga akan diajak untuk menggali pengalaman baru yaitu menangkap ikan dengan cara tradisional khas Masyarakat Sungai Utik ekosistem sungai tersebut (Jadesta, 2. Gambar 1. Wisata Alam Susur Sungai Utik Sumber : Instagram menuasungaiutik_ Sama seperti wisata alam tracking hutan, susur Sungai dapat menjadi pusat dan sumber kebudayaan yang berpotensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan sebagai destinasi wisata sekaligus menjadi program pelestarian lingkungan. Program pelestarian dan kegiatan pengembangan pariwisata akan mudah dilaksanakan oleh masyarakat lokal (Itsnaini & Tashandra. Susur Sungai Utik memberikan pengalaman yang lebih alami dengan wisatawan dapat mendengar gemercik air dan suara nyanyian burung-burung akan menyambut kedatangan siapapun yang sedang menyusur jernihya Sungai utik. Air yang jernih ditengah megahnya pepohonan Sumber : Instagram menuasungaiutik_ Desa Wisata Batu Lintang juga memiliki wisata pengamatan Burung Rangkong. Sama seperti tracking hutan adat dan susur Sungai, wisata pengamatan burung Rangkong dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Dayak Iban FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 apabila potensi wisatanya dimaksimalkan. Pulau Kalimantan rumah bagi 8 dari 13 jenis rangkong yang ada di Indonesia. Sehingga Kalimantan menjadi pusat perhatian dalam Upaya pelestarian satwa langka ini (Rekam Nusantara Foundation, 2. Sejak tahun 2017, unit konversi dari Rekam Nusantara. Rangkong Indonesia, terus melakukan penelitian mengenai populasi rangkong dan juga memberikan edukasi bagi masyarakat lokal di sekitar hutan (Rekam Nusantara Foundation. Dusun Pulan, sebagai titik pusat memberikan harapan bagi kelestarian Hal ini dilihat dari respon masyarakat Dayak Iban Dusun Pulan yang sangat baik dan sadar bahwa kesadaran masyarakat dalam pelestarian burung rangkong memang harus ditingkatkan (Rekam Nusantara Foundation, 2. Gambar 1. Wisata Pengamatan Burung Rangkong Sumber : Diambil dari berbagai sumber. Meskipun demikian, tetap ada kendala dalam pengembangan ekowisata burung di Desa Batu Lintang secara Infrastruktur menjadi kendala paling besar dalam hal ini. Jalan akses yag belum memadai, fasilitas akomodasi yang terbatas dan kurangnya guide lokal yang terlatih merupakan beberapa aspek yang P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 harus ditingkatkan (Rekam Nusantara Foundation, 2. Oleh karena itu perlu adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak seperti pemerintah daerah Kapuas Hulu, pemerintah Desa Batu Lintang. Dayak Iban masyarakat Desa Batu Lintang secara Pengembangan yang tepat nantinya akan semakin mendorong daya tarik Desa Wisata Batu Lintang semakin tinggi dan tidak menutup kemungkinan dapat menjadi contoh sukses ekowisata berkelanjutan di Indonesia (Rekam Nusantara Foundation, 2. Wisata Budaya Desa Batu Lintang Desa Batu Lintang memiliki kekayaan khasanah budaya dan adat istiadat terutama masih terjaga keaslian Rumah Betang Dayak Iban Sungai Utik. Rumah Betang ini menjadi wisata andalan di Desa Wisata Batu Lintang (Suyono. Adanya terhadap Rumah Betang Dayak Iban dapat menaikkan pendapatan asli desa karena terusungnya program wisata sejarah desa dan warisa budaya adat Dayak Iban (Suyono, 2. Pengelolaan Rumah Betang maupun Rumah Adat pada umumnya dilakukan sebagai salah satu cara untuk merawat, memelihara dan melestarikan keaslian bangunan tersebut (Sulisdiani. Apalagi para pakar dari berbagai sektor seperti industri, akademisi dan juga pemerintah memprediksi wisata budaya akan mengalami perkembangan yang Sebanyak 58,97% ahli menyatakan pengalaman yang autentik dengan budaya FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 lokal di destinasi wisata. Tidak hanya sekedar mengunjungi tempat wisata, tetapi juga ingin merasakan kehidupan lokal, mulai dari kuliner, upacara adat dan cara hidup sehari-hari (Mileneo, 2. Banyak wisatawan domestik dan berkunjung ke Desa Batu Lintang untuk melihat dan meneliti tentang Rumah Betang Sungai Utik. Dengan adanya kunjungan dan peningkatan terhadap pendapatan asli desa, dampak langsung yang terasa adalah berkurangnya tingkat pengangguran di Desa Sungai Utik (Suyono, 2. Sebelumnya pemerintah desa masih kurang perduli terhadap keberadaan situs sejarah rumah adat di desa. Padahal sebagian besar rumah penduduk masih mengusung khas adat Dayak. Sehingga wisatawan yang datang tidak mendapat layanan yang nyaman. Kemudian di sisi lain, angka pengangguran di desa meningkat karena adanya larangan membakar hutan untuk berladang (Suyono. Di tahun 2014, warga bersama Komunitas Rumah Betang Sungai Utik membahas tentang pengembangan Rumah Betang Sungai Utik sebagai destinasi Selain itu, dibahas pula potensipotensi lainnya seperti kerajinan seni kreatif kain tenun, ukiran, kerajinan manik-manik Dayak dan seni tattoo tradisional (Suyono. Bangunan-bangunan yang ada di desa dapat menjadi daya tarik dari wisata budaya, karena bangunan sejarah menjadi AuikonikAy destinasi wisata terkhusus pada rumah adat. Selain rumah adat, tarian tradisional dan musik P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 tradisional yang ditampilkan kepada wisatawan Ketika berkunjung menjadi salah satu faktor daya tarik dari desa wisata (Widiati & Utami, 2. Rumah Panjae atau Rumah Betang adalah rumah tradisional suku Dayak Iban di Kalimantan Barat yang berbentuk Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini memiliki makna budaya yang mendalam, mencerminkan adat istiadat, kehidupan komunal, dan identitas kolektif suku Dayak Iban. Rumah Panjae juga berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya, tempat berlangsungnya tradisi lisan, ritual adat, dan praktik sosial, sehingga berperan penting dalam menjaga warisan budaya suku Dayak Iban. (Jadesta, 2. Gambar 1. Rumah Betang Sungai Utik Sumber : Diambil dari berbagai sumber. Rumah Panjae Sungai Utik adalah rumah tradisional berbentuk memanjang dengan ketinggian sekitar 1,5 meter yang menjadi pusat kehidupan masyarakat Menua Sungai Utik. Rumah ini terdiri dari beberapa ruang dengan fungsi berbeda. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 seperti Tanju . eras luar untuk menjemur hasil panen dan ritual awa. Kaki Lima . eras kecil untuk duduk santai dan membuat kerajina. , serta Ruai . eras dalam sebagai tempat berkumpul dan Sadau digunakan untuk menyimpan hasil panen, sementara Bilik menjadi ruang keluarga dan tempat menyimpan benda pusaka. Uji Bilik berfungsi sebagai dapur untuk Rumah Panjae tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal tetapi juga mencerminkan budaya komunal dan warisan adat suku Dayak Iban. (Jadesta. Tidak hanya menawarkan destinasi wisata alam dan budaya. Pemerintah Daerah Kapuas Hulu dan Pokdarwis Keling Menua Terdapat dua jenis penginapan yang disediakan, yang pertama adalah homestay rumah pisah Keling Menua. Homestay ini merupakan penginapan pada umumnya dengan harga yang terjangkau untuk wisatawan dan fasilitas yang Jenis penginapan kedua adalah homestay bilik Rumah Betang Keling Menua. Homestay ini berada langsung di rumah betang sehingga pengalaman menginap yang diberikan tentu saja berbeda, walaupun harga penginapannya sama dengan homestay rumah pisah yaitu Rp. 000,- (Jadesta, 2. Di Rumah Betang terdapat banyak kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan. Wisatawan dapat menyaksikan pembuatan tattoo yang masih menggunakan alat Mengikuti acara makan bersama di teras rumah betang. Belajar menenun dengan alat tradisional dan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 menikmati hiburan musik tradisional. Gambar 1. Pengalaman Yang Dapat Dirasakan Wisatawan di Rumah Betang Menyaksikan Makan bersama di rumah betang Sungai Utik Belajar menenun Menikmati alat musik tradisional tenun tradisional Sumber : Diambil dari berbagai sumber. Desa Wisata Batu Lintang juga memiliki kegiatan tahunan yaitu Festival Rimba Sungai Utik. Festival ini dilaksanakan sebagai ajang pengenalan kebudayaan masyarakat adat Dayak Iban Menua Sungai Utik ke nasional maupun internasional. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, pemerintah dan wisatawan Kalimantan (Ratnaningsih, 2. Festival rimba diisi dengan sejumlah seminar. Salah satu topik yang pernah dibahas pada penyelenggaraan festival rimba pertama adalah urgensi masyarakat adat dan hutan ada di Indonesia. Selain itu juga ada pameran produk, pameran foto, pemutaran film. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 pertunjukan musik, pertunjukan tari dan sastra serta permainan tradisional (Bakabar, 2. Gambar 1. Festival Rimba Sungai Utik I Tahun 2023 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Hal ini juga menjadikan desa wisata menjadi tetap relevan di era digital yang terus berkembang (Pelatihan Pariwisata. Gambar 1. Paket Wisata Desa Wisata Batu Lintang Ritual adat Pentas acara Dayak Iban festival rimba Sumber : Diambil dari Instagram sigattuai. Wisatawan yang ingin datang dimudahkan dalam mencari informasi yang berkaitan dengan Desa Wisata Batu Lintang. Promosi digitalisasi sudah website jadesta. id dan com serta penggunaan media sosial seperti Instagram, youtube dan Melalui sarana digitalisasi tersebut. Desa Wisata Batu Lintang memberikan informasi mengenai paket wisata sesuai dengan potensi dan karakter desa (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Digitalisasi desa wisata juga pengalaman wisatawan dan membantu pengelolaan desa wisata. Wisatawan didapatkan melalui website maupun media sosial Desa Wisata Batu Lintang. Sumber : Diambil dari sungaiutik. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 1. Maret 2025 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari peneltian ini adalah Pengembangan Desa Wisata Batu Lintang di Kapuas Hulu telah sukses dalam aspek budaya dan ekowisata berkelanjutan, dengan keunggulan pada pelestarian budaya Dayak Iban dan lingkungan alam. Prestasi Juara 1 ADWI 2024 membuktikan desa ini memenuhi indikator utama desa wisata. Daya tarik utamanya meliputi Rumah Betang Sungai Utik, ekowisata hutan adat, susur Sungai Utik, serta aktivitas edukasi Pengelolaan wisata juga sudah dilakukan oleh Pokdarwis Keling Menua dengan dukungan pemerintah dan Saran. Infrastruktur terutama perbaikan akses jalan, transportasi, dan fasilitas wisata. Kemudian, harus ada penguatan SDM & Kelembagaan pemasaran digital, dan bahasa asing. Serta pengembangan Wisata Burung Rangkong, yang di mana menjadikan Dusun Pulan sebagai pusat ekowisata meningkatkan ekonomi lokal. DAFTAR PUSTAKA