Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: DimaSTIKa e-ISSN: 3109-1148 Vol. No. Tahun 2025. Hal. 25Ae38 Etos Kerja Mahasiswa PPL: Studi Pengalaman Mengajar PAI di SMK NU 01 Kendal Suciptono1*. Nanang Ginanjar Roikhan2. Ahmad Rizqi Nahzdia3. Ismatuz Zahro4. Sinta Malida Khusna5 1,2,3,4,5. Sekolah Tinggi Islam Kendal Email Corespondensi: suciptono@stik-kendal. *Corespondensi Author Abstrak Etos kerja adalah sikap,semangat dan komitmen individu dalam melaksanakan tangung jawab termasuk bagi mahasiswa yang mengikuti Praktik pengalaman Lapangan (PPL) untuk meningkatkan keterampilan mengajar. Mahasiswa PPL harus memiliki kesiapan mental, kemampuan pedagogik, dan sikap professional untuk bias meng hadapi beragam tantangan dalam proses pembelajaran, terutama dalam matapelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengali peran etos kerja magasiswa PPL dalam menghadapi tantangan mengajar PAI di SMK NU Kendal. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi guna Temuan penelitian bahwa semangat kerja mahasiswa PPL berpengaruh besar terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Tantangan yang dihadapi mencakup perbedaan latar belakang pengetahuan agama siswa, rendahnya minat belajar, pengelolaan kelas, serta keterbatasan dalam penggunaan media pembelajaran. Dengan semangat kerja yang positif seperti disiplin,tangung jawaba,integritas, dan kreativitas dalam menyusun mwtude pembelajaran, mahasiswa ppl dapat mengetasi tantangantantangan tersebut. Kata kunci: Etos kerja. Tantangan mengajar. PAI. SMK NU 01 Kendal. Abstract Work ethic is an attitude of seriousness, discipline, and dedication that brings positive impact in achieving the expected goals. Students of the teacher training program who carry out the Teaching Practice (PPL) are the future educators who will play an important role in shaping the younger generation. Education, especially Islamic Religious Education (PAI), requires not only mastery of material but also the readiness This is an open access article under the CCAeBY-SA license http://creativecommons. org/licenses/bysa/4. Suciptono, dkk of teachers in facing classroom challenges. This research aims to determine the work ethic of PPL students in dealing with the challenges of teaching PAI at SMK NU 01 Kendal. This study is a qualitative research that uses observation, documentation, and interview methods to obtain relevant data. The results show that the work ethic of PPL students is very influential in the success of the teaching process. Challenges faced include differences in studentsAo religious backgrounds, lack of learning interest, class management, and the use of learning media. With strong work ethic such as discipline, responsibility, integrity, and creativity. PPL students are able to overcome these Keywords: Work ethic. Teaching challenges. PAI. SMK NU 01 Kendal. PENDAHULUAN Etos kerja adalah semangat, sikap, dan tanggung jawab individu dalam menyelesaikan tugasnya, sehingga menciptakan kinerja yang baik dan bermanfaat. Mahasiswa yang tengah mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah calon pendidik yang kelak akan memiliki peran vital dalam sektor pendidikan. Sebagai calon pendidik, mahasiswa PPL diharapkan memiliki semangat kerja yang tinggi untuk dapat menghadapi berbagai tantangan dalam proses pengajaran, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMK. Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah tidak sekadar berfungsi sebagai media pengalihan ilmu, namun juga sebagai ruang untuk membina karakter, sikap, dan akhlak yang baik bagi siswa. 3 Oleh karena itu, keberhasilan pembelajaran PAI sangat tergantung pada kesiapan, kompetensi, dan semangat kerja guru serta calon guru yang terlibat dalam proses pendidikan. Mahasiswa PPL dengan etos kerja yang kuat akan dapat menunjukkan disiplin, tanggung jawab, kreativitas, serta ketekunan dalam menghadapi perubahan di kelas. Mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pasti memiliki tantangan yang berbeda. Siswa SMK umumnya lebih berkonsentrasi pada penguasaan keterampilan vokasi, sehingga motivasi untuk belajar PAI sering kali beragam. Mahasiswa PPL dituntut untuk memiliki strategi yang sesuai, ketekunan dalam Rina Murtyaningsih. AuVolume 16 Nomor 1 Maret 2021 KONTRIBUSI ETOS KERJA ISLAMI TERHADAP KINERJA DOSENAy 16 . Murtyaningsih. M Judrah et al. AuPeran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik,Ay Journal of Instructional and Development Researches 4, no. : 25Ae37. Etos Kerja Mahasiswa PPL: Studi Pengalaman MengajarA. membina, serta kesabaran dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada siswa. Tantangan lain yang sering muncul meliputi keterbatasan waktu, adanya perbedaan latar belakang siswa, dan pengaruh lingkungan serta teknologi yang dapat memengaruhi sikap keberagamaan peserta didik. Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan di SMK NU 01 Kendal, mahasiswa PPL menghadapi berbagai tantangan, seperti mengelola kelas yang heterogen, kedisiplinan siswa, dan variasi tingkat pemahaman agama. 6 Meskipun demikian, mahasiswa PPL terus berusaha untuk menanamkan nilai-nilai etos kerja, seperti kerja keras, kedisiplinan, dan tanggung jawab, agar proses pembelajaran PAI berlangsung dengan baik. Beragam aktivitas pembelajaran yang dilakukan di SMK NU 01 Kendal menunjukkan bahwa semangat kerja mahasiswa PPL berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dan penguatan karakter Oleh karena itu, penelitian tentang AuEtos Kerja Mahasiswa PPL dalam Menghadapi Tantangan Mengajar PAI di SMK NU 01 KendalAy sangat perlu dilakukan untuk mengukur seberapa jauh mahasiswa PPL dapat menunjukkan etos kerja dalam kegiatan mengajar, serta dampaknya terhadap keberhasilan pembelajaran PAI. 7 Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas calon guru PAI, sekaligus memberikan rekomendasi bagi institusi pendidikan dalam mempersiapkan mahasiswa dengan etos kerja yang baik sebelum memasuki dunia kerja. Ledia Maryana. AuOleh : FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) BENGKULU TAHUN 2018 M / 1439 H,Ay 2018. Nehru Millat Ahmad Camila Fatah Suroyyah. AuSTRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES SEBAGAI UPAYA PEMECAHAN MASALAH BELAJAR,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 2, no. : 108Ae28, https://doi. org/https://doi. org/10. 62509/ji. Dirasa Islamiyya. AuPendahuluanAy 4, no. : 109Ae25, https://doi. org/10. 63548/dijis. Murni Mesra. AuManajemen Kelas Dan Etos Kerja Guru Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 3 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal,Ay Al-IAotibar : Jurnal Pendidikan Islam 5, no. : 70Ae78. Dede Nuraida. AuStrategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengintegrasikan Materi Etos Kerja Di Dunia Kerja: Studi Kualitatif Di SMK Negeri 1 Tasikmalaya,Ay Jurnal Studi Islam MULTIDISIPLIN 1, no. : 174Ae84. Suciptono, dkk METODE PENELITIAN Studi ini berjudul Etos Kerja Mahasiswa PPL dalam Menghadapi Tantangan Mengajar PAI di SMK NU 01 Kendal (Kendal: SMK NU 01 Kendal, 2. Studi ini dilakukan di SMK NU 01 Kendal dengan menerapkan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data berupa deskripsi fenomena yang diteliti. Dalam studi ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengamatan dilakukan dengan cara melihat secara langsung aktivitas mahasiswa PPL saat melaksanakan praktik mengajar PAI di kelas, mencakup aspek persiapan, disiplin, pengelolaan kelas, serta interaksi antara mahasiswa PPL dan siswa. Wawancara dilaksanakan secara terencana kepada mahasiswa PPL, pengasuh, guru PAI, dan siswa. Wawancara ini ditujukan untuk mendapatkan informasi lebih mendalam tentang masalah yang dihadapi mahasiswa PPL dalam mengajar PAI dan bagaimana mereka menangani tantangan tersebut. Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data yang mendukung, seperti jadwal kegiatan PPL. RPP yang disusun oleh mahasiswa, catatan pembelajaran, serta fotofoto dari kegiatan praktik mengajar. Dokumentasi ini berfungsi untuk mendukung data yang diperoleh dari observasi dan wawancara. Melalui penerapan metode ini, diharapkan studi dapat memberikan gambaran yang akurat tentang etos kerja mahasiswa PPL dalam menghadapi tantangan mengajar PAI di SMK NU 01 Kendal, sehingga dapat dipahami sejauh mana etos kerja itu berdampak pada keberhasilan pembelajaran PAI di sekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil SMK NU 01 Kendal SMK NU 01 Kendal adalah salah satu institusi pendidikan menengah kejuruan yang beroperasi di bawah Yayasan Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Kendal. Sekolah ini didirikan dengan tujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai bidangnya sambil berkarakter religius. Sejak awal Mochamad Arifin Alatas et al. AuPraktik Pengalaman Lapangan (PPL) Mahasiswa IAIN Madura: Teknik Dan Strategi Pengelolaan Kelas Praktik Platform Merdeka Belajar,Ay GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2023, 352Ae60, https://doi. org/10. 19105/ghancaran. Etos Kerja Mahasiswa PPL: Studi Pengalaman MengajarA. SMK NU 01 Kendal berkomitmen untuk menggabungkan pendidikan umum, keterampilan vokasional, dan nilai-nilai keagamaan agar siswa dapat bersaing di pasar kerja tanpa meninggalkan akhlak yang baik Secara struktural. SMK NU 01 Kendal telah memiliki berbagai program keahlian, seperti Teknik Otomotif. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta program lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Jumlah guru di sekolah ini terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan bertambahnya jumlah siswa. Saat ini. SMK NU 01 Kendal memiliki area yang cukup luas dengan fasilitas pendukung untuk kegiatan belajar, seperti ruang kelas, laboratorium komputer, bengkel otomotif, perpustakaan, musholla, serta fasilitas olahraga. Berdasarkan data tahun akademik 2024/2025, terdapat lebih dari 900 siswa yang terdaftar, dibagi ke dalam tiga jenjang, yaitu kelas X. XI, dan XII. Selain memberi perhatian pada keterampilan vokasional. SMK NU 01 Kendal juga menekankan pendidikan keagamaan dan karakter. Ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan rutin seperti shalat dhuha secara berjamaah, tadarus Al-Qur'an sebelum pelajaran dimulai, peringatan hari besar Islam, dan pembiasaan sikap disiplin serta tanggung jawab. Programprogram itu sesuai dengan visi sekolah untuk mencetak lulusan yang cerdas, terampil, dan berakhlak mulia. Etos Kerja dalam Menghadapi Tantangan Mengajar PAI Selama pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMK NU 01 Kendal, penulis menemukan sejumlah aspek yang mencerminkan implementasi etos kerja siswa. Etos kerja tersebut tampak pada kedisiplinan dalam mengatur waktu, kesungguhan dalam mengikuti pembelajaran teori maupun praktik, kemampuan bekerja sama serta menjaga kekompakan, kejujuran dalam melaksanakan tugas maupun ujian, serta kreativitas dan inovasi dalam menyelesaikan permasalahan. Dari pengamatan tersebut, terlihat adanya beberapa keunggulan sekaligus tantangan yang perlu mendapat perhatian. Pada sisi keunggulan, siswa menunjukkan semangat tinggi dalam kegiatan praktik, kerja sama antarsiswa berjalan cukup baik, dan kesadaran disiplin mulai tertanam meski belum sepenuhnya merata. Namun demikian, masih dijumpai sebagian siswa yang kurang disiplin waktu, motivasi belajar teori relatif lebih rendah dibandingkan praktik. Suciptono, dkk kreativitas belum tumbuh secara merata pada semua siswa, serta masih diperlukan pembinaan berkelanjutan terkait sikap kejujuran. Upaya sekolah dalam membentuk etos kerja positif didukung melalui penerapan berbagai aturan pembiasaan yang dilaksanakan setiap pagi dan wajib diikuti seluruh siswa. Pembiasaan ini bertujuan menanamkan kedisiplinan, membentuk karakter mulia, serta menumbuhkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk nasionalisme, tadarus Al-QurAoan untuk memperkuat spiritualitas, membaca Asmaul Husna sebagai dzikir kolektif, serta kegiatan literasi untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis. Selain itu, sekolah juga membiasakan siswa melaksanakan sholat Dhuha dan sholat Dzuhur berjamaAoah sebagai bentuk kemandirian, inovasi, dan kesiapan kerja. Melalui pembiasaan tersebut, sekolah berusaha menciptakan suasana belajar yang tidak hanya menekankan pada aspek akademik, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai karakter yang mendukung tercapainya etos kerja yang kuat pada diri siswa. Hasil pengamatan di SMK NU 01 Kendal menunjukkan bahwa etos kerja siswa terbentuk dari perpaduan antara faktor internal dan eksternal. Secara internal, semangat siswa dalam praktik dan kemampuan bekerja sama menandakan adanya motivasi yang kuat untuk belajar melalui pengalaman langsung. Namun, motivasi pada aspek teori yang relatif rendah memperlihatkan bahwa sebagian siswa masih menganggap praktik lebih penting dibandingkan pemahaman konsep, padahal keduanya saling melengkapi. Tantangan lain seperti kurang disiplin waktu, kreativitas yang belum merata, dan masih lemahnya kejujuran, menandakan perlunya strategi pembinaan yang lebih konsisten dan menyeluruh. Secara eksternal, kebijakan sekolah berupa pembiasaan harian memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter dan etos kerja siswa. Kegiatan seperti tadarus, sholat berjamaAoah, hingga praktik kewirausahaan, bukan hanya membangun kedisiplinan dan religiusitas, tetapi juga menanamkan nilai integritas, tanggung jawab, serta kemandirian. Pembiasaan tersebut membantu menciptakan budaya sekolah yang mendukung terbentuknya etos kerja positif, meskipun Etos Kerja Mahasiswa PPL: Studi Pengalaman MengajarA. hasilnya masih memerlukan proses panjang agar benar-benar terinternalisasi pada seluruh siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa etos kerja siswa SMK NU 01 Kendal sudah menunjukkan perkembangan positif, terutama pada aspek kerja sama, semangat praktik, dan disiplin awal. Namun, perlu adanya penguatan pada motivasi belajar teori, pemerataan kreativitas, serta penanaman kejujuran yang lebih Sinergi antara pembiasaan sekolah dengan motivasi individu diharapkan dapat menghasilkan etos kerja yang lebih matang, sehingga siswa tidak hanya unggul dalam keterampilan praktik, tetapi juga memiliki karakter kuat yang siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari. Peran Pembelajaran PAI dalam Membentuk Etos Kerja dan Kepribadian Siswa Pembelajaran PAI di SMK NU 01 Kendal memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membentuk akhlak dan kepribadian siswa. Menurut keterangan guru PAI, etos kerja siswa dalam mengikuti pelajaran PAI masih sangat beragam. Ada sebagian siswa yang sudah menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar yang baik, namun tidak sedikit juga siswa yang motivasi belajarnya rendah. Hal ini wajar, karena siswa SMK umumnya lebih fokus pada mata pelajaran kejuruan. Meski begitu. PAI tetap sangat penting karena dapat menanamkan nilai moral, kedisiplinan, dan akhlak mulia yang menjadi dasar perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kendala yang sering ditemui guru dalam membimbing siswa melalui pembelajaran PAI biasanya datang dari faktor internal maupun eksternal siswa. Dari faktor internal, masih ada siswa yang kurang termotivasi, kurang disiplin, bahkan terkadang masih abai terhadap kewajiban beribadah. 11 Dari faktor eksternal, lingkungan keluarga juga memberi pengaruh besar. Ada siswa yang kurang mendapat teladan ibadah di rumah, bahkan ada yang masih belum lancar membaca Al-QurAoan. Kondisi tersebut membuat pembentukan etos kerja dan sikap Nehru Millat Ahmad. AuKONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KISAH LUQMAN (APLIKASI INTERTEKSTUALITAS JULIA KRISTEVA Q. AL-LUQMAN AYAT 12-. ,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. : 82Ae96, https://doi. org/https://doi. org/10. 62509/ji. Aliyah Putri. Dedi Masri, and Mohammad Farabi. AuPeran Guru Dalam Menangani Siswa Yang Kurang Disiplin Beribadah Di MTS Swasta Mamiyai Al-Ittihadiyah,Ay Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling 2, no. : 1321Ae26. Suciptono, dkk religius siswa tidak bisa instan, melainkan harus dibimbing secara bertahap dengan kesabaran dan konsistensi. Evaluasi keberhasilan pembelajaran PAI dalam menumbuhkan etos kerja siswa dilakukan dengan cara mengamati sikap mereka di kelas maupun di luar Guru menilai, siswa yang sudah memiliki etos kerja baik biasanya lebih disiplin hadir di kelas, aktif dalam kegiatan belajar, serta menunjukkan perilaku sopan santun dan tanggung jawab. 12 Guru juga menambahkan bahwa keberhasilan pembelajaran PAI tidak hanya diukur dari pengetahuan kognitif, tetapi juga dari perubahan sikap, kebiasaan ibadah, serta semangat belajar siswa. Oleh karena itu, keberadaan mahasiswa PPL turut membantu dalam memperkuat pembiasaan. nilainilai positif di sekolah. Dengan adanya kerjasama antara guru, mahasiswa PPL, dan pihak sekolah, etos kerja siswa dalam pembelajaran PAI dapat terus ditingkatkan. Respon Siswa tentang Peran Mahasiswa PPL dalam Pembelajaran PAI Menurut beberapa siswa SMK NU 01 Kendal, pembelajaran PAI yang diberikan oleh mahasiswa PPL cukup menarik dan memberi pengalaman berbeda. Mereka mengungkapkan bahwa mahasiswa PPL berusaha menggunakan berbagai metode, seperti diskusi, tanya jawab, dan pemberian contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat siswa merasa lebih semangat dalam mengikuti pelajaran PAI. Bagi siswa, pembelajaran PAI tidak hanya sebatas menghafal materi, tetapi juga sebagai sarana untuk belajar disiplin, tanggung jawab, serta memperbaiki akhlak dan ibadah mereka. Namun, siswa juga mengakui bahwa ada beberapa kendala dalam mengikuti pembelajaran PAI. Sebagian siswa merasa kurang termotivasi karena menganggap pelajaran agama tidak berkaitan langsung dengan jurusan yang mereka ambil di SMK. Ada juga yang mengaku sulit membagi waktu antara kegiatan praktik kejuruan dengan kewajiban belajar PAI. Selain itu, faktor lingkungan juga sangat Beberapa siswa mengatakan bahwa di rumah mereka tidak selalu mendapat dorongan untuk rajin beribadah, sehingga ketika di sekolah masih ada Mesra. AuManajemen Kelas Dan Etos Kerja Guru Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 3 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Ay Dara Juwita Purba. AuPendidikan Agama Islam Sebagai Bentuk Penguatan Mental Siswa,Ay Jurnal Komprehenshif 3, no. : 129Ae38. Etos Kerja Mahasiswa PPL: Studi Pengalaman MengajarA. yang belum terbiasa melaksanakan shalat dengan tertib atau membaca Al-QurAoan dengan baik. Untuk mengevaluasi keberhasilan pembelajaran PAI, siswa menilai dari perubahan sikap mereka sendiri. Mereka merasa bahwa setelah mengikuti pembelajaran bersama mahasiswa PPL, ada peningkatan semangat dalam beribadah, lebih disiplin masuk kelas, serta lebih berani mengungkapkan pendapat saat diskusi. Siswa juga menambahkan bahwa mahasiswa PPL tidak hanya mengajar teori, tetapi juga sering memberikan motivasi dan teladan sikap baik. Hal ini menurut mereka sangat membantu dalam membangun etos kerja, baik dalam belajar maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kehadiran mahasiswa PPL dianggap memberi pengaruh positif bagi siswa SMK NU 01 Kendal dalam memahami PAI dan menumbuhkan semangat belajar agama. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan siswa di SMK NU 01 Kendal, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PAI yang dilaksanakan bersama mahasiswa PPL memiliki peran penting dalam membentuk akhlak dan karakter peserta didik. Guru menilai bahwa mahasiswa PPL sudah menunjukkan etos kerja yang baik melalui kedisiplinan, tanggung jawab, serta upaya mereka menyesuaikan metode mengajar dengan kebutuhan siswa. Sementara itu, siswa merasa bahwa pembelajaran bersama mahasiswa PPL cukup menarik, memotivasi, dan mampu menumbuhkan semangat beribadah serta sikap disiplin dalam kehidupan seharihari. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala, baik dari faktor internal siswa seperti rendahnya motivasi belajar agama, maupun faktor eksternal seperti kurangnya dukungan lingkungan keluarga. 15 Namun, melalui kesabaran, keteladanan, dan kreativitas mahasiswa PPL serta dukungan guru, kendala tersebut dapat diatasi secara bertahap. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kehadiran mahasiswa PPL membawa pengaruh positif bagi peningkatan etos kerja Au1520100083. Pdf,Ay n. Aris Munandar et al. AuAnalisis Faktor Internal Dan Eksternal Yang Mempengaruhi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 1 Muaro Jambi,Ay Jurnal Penelitian Inovatif 5, no. : 313Ae20, https://doi. org/10. 54082/jupin. Suciptono, dkk siswa, keberhasilan pembelajaran PAI, serta pembentukan akhlak mulia di SMK NU 01 Kendal. Analisis Perkembangan Etos Kerja Siswa SMK NU 01 Kendal Etos kerja merupakan elemen krusial yang harus dimiliki oleh siswa SMK, sebab menjadi modal utama untuk menghadapi dunia kerja yang kompetitif. Berdasarkan hasil pengamatan, wawancara, serta temuan di lapangan, etos kerja siswa SMK NU 01 Kendal dapat dikatakan cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Kedisiplinan waktu sudah mulai terbentuk, walaupun masih ada sebagian siswa yang belum mampu mengelola waktu secara Tanggung jawab dalam belajar juga terlihat, terutama pada kegiatan praktik, meskipun pada aspek teori motivasinya masih cenderung rendah. Kerja sama tim . cukup menonjol, karena siswa mampu saling membantu dan mendukung dalam menyelesaikan tugas kelompok. Dari sisi kejujuran dan integritas, sebagian siswa telah menunjukkan sikap positif, namun tetap diperlukan pembinaan lebih lanjut agar nilai kejujuran benar-benar menjadi budaya bersama. Sementara itu, kreativitas dan inovasi siswa mulai terlihat, terutama dalam kegiatan kewirausahaan maupun praktik, meski belum merata pada semua individu. Berdasarkan hasil pengamatan, wawancara, dan temuan di lapangan, perkembangan etos kerja siswa SMK NU 01 Kendal menunjukkan kecenderungan yang positif, meskipun masih terdapat sejumlah kendala yang perlu mendapatkan Etos kerja ini terlihat dari beberapa aspek utama, yaitu kedisiplinan waktu, tanggung jawab dalam belajar, kerja sama tim, kejujuran dan integritas, serta kreativitas dan inovasi. Dari sisi kedisiplinan waktu, siswa SMK NU 01 Kendal sudah mulai menunjukkan kebiasaan hadir tepat waktu dan mematuhi tata tertib sekolah. Namun demikian, masih ada sebagian siswa yang kurang konsisten dalam mengatur jadwal antara kegiatan praktik kejuruan dan pembelajaran teori, termasuk pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal ini menjadi tantangan yang perlu ditangani melalui pembiasaan yang lebih konsisten dan ketegasan aturan sekolah. Pada aspek tanggung jawab dalam belajar, siswa terlihat lebih antusias ketika mengikuti kegiatan praktik dibandingkan dengan teori. Hal ini wajar, karena sebagai sekolah kejuruan, siswa lebih fokus pada kompetensi vokasional yang dianggap Etos Kerja Mahasiswa PPL: Studi Pengalaman MengajarA. lebih relevan dengan dunia kerja. Meski begitu, pembelajaran PAI tetap memberikan kontribusi penting karena membentuk sikap tanggung jawab, kedisiplinan, dan karakter mulia yang menjadi pondasi perilaku sehari-hari. Aspek kerja sama tim menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Siswa mampu saling membantu dalam menyelesaikan tugas kelompok dan kegiatan praktik. Nilai kebersamaan ini menjadi modal penting untuk dunia kerja yang menuntut Namun, perlu terus ditanamkan nilai kerja sama yang sehat, agar siswa tidak hanya bergantung pada teman, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam tim. Dalam hal kejujuran dan integritas, sebagian siswa sudah memperlihatkan sikap positif, misalnya dengan mengerjakan tugas secara mandiri dan berusaha jujur dalam ujian. Meski demikian, guru masih menemukan adanya siswa yang mencoba mengabaikan prinsip kejujuran. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan melalui pendekatan religius dan keteladanan sangat diperlukan agar nilai kejujuran benar-benar terinternalisasi dalam diri siswa. Sementara itu, kreativitas dan inovasi siswa mulai terlihat terutama pada kegiatan kewirausahaan dan praktik kejuruan. Beberapa siswa mampu menghasilkan ide-ide baru yang kreatif, meskipun perkembangan ini belum merata pada semua individu. Masih ada siswa yang cenderung pasif dan hanya mengikuti arahan tanpa mencoba berinovasi. Perlu strategi pembelajaran yang lebih variatif dan kontekstual untuk mendorong semua siswa terlibat dalam proses kreatif. Secara keseluruhan, analisis perkembangan etos kerja siswa SMK NU 01 Kendal menunjukkan bahwa pembelajaran PAI dan program pembiasaan sekolah memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, religiusitas, serta akhlak mulia. Kehadiran mahasiswa PPL turut memberikan pengaruh positif melalui penggunaan metode yang variatif, pemberian motivasi, serta teladan sikap baik yang membuat siswa lebih semangat mengikuti pembelajaran PAI. Dengan demikian, etos kerja siswa SMK NU 01 Kendal dapat dikatakan telah berkembang ke arah yang positif, meskipun tetap membutuhkan pembinaan yang konsisten, baik dari guru, mahasiswa PPL, maupun lingkungan Suciptono, dkk keluarga, agar terbentuk pribadi yang siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memiliki karakter religius yang kuat. Analisis dari temuan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran PAI di SMK NU 01 Kendal berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar yang menunjang terbentuknya etos kerja siswa. Melalui pembiasaan religius, motivasi belajar, serta teladan yang diberikan guru maupun mahasiswa PPL, siswa mulai menunjukkan perkembangan dalam kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku sehari-hari. Namun, masih ada kendala dari faktor internal seperti rendahnya motivasi belajar teori dan kurang disiplin waktu, serta faktor eksternal berupa minimnya dukungan lingkungan keluarga. Kehadiran mahasiswa PPL memberikan dampak positif karena selain mengajarkan materi, mereka juga memberi motivasi, contoh nyata, serta pendekatan kreatif yang membuat siswa lebih bersemangat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa etos kerja siswa SMK NU 01 Kendal sudah berada pada arah yang positif, tetapi masih memerlukan pembinaan agar tercapai keterampilan praktik, dan pembentukan karakter. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK NU 01 Kendal terbukti efektif dalam menumbuhkan etos kerja siswa. Hal ini disebabkan karena dalam proses pembelajaran PAI, siswa tidak hanya menerima materi keagamaan semata, tetapi juga diarahkan untuk membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat belajar yang tinggi. Materi PAI yang diajarkan mengandung dimensi akhlak yang sangat menunjang pembentukan kepribadian siswa agar berakhlakul karimah. Selain itu, adanya kolaborasi antara guru PAI dengan guru mata pelajaran lain turut mendorong siswa untuk lebih memahami pentingnya etos kerja, akhlak, dan karakter yang baik, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi dalam upaya menumbuhkan etos kerja siswa, seperti rendahnya motivasi belajar, pengaruh pergaulan, serta kebiasaan yang terbentuk dari lingkungan keluarga. Etos Kerja Mahasiswa PPL: Studi Pengalaman MengajarA. Namun, faktor-faktor tersebut tidak menjadi penghalang bagi guru untuk terus melakukan pembinaan. Program pembiasaan yang diterapkan sekolah, seperti tadarus Al-QurAoan, pembacaan Asmaul Husna, serta sholat berjamaah, sangat berkontribusi dalam menanamkan etos kerja positif pada diri siswa sekaligus memperkuat iman dan akhlak mereka. Hasil penelitian ini telah memberikan gambaran yang cukup mendalam mengenai peran pembelajaran PAI dalam membentuk etos kerja siswa. Akan tetapi, penelitian ini masih memiliki keterbatasan, khususnya pada jumlah subjek penelitian yang terbatas, karena hanya melibatkan sebagian siswa. Oleh sebab itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat melibatkan lebih banyak responden, misalnya siswa dari kelas X. XI, dan XII, sehingga hasil yang diperoleh lebih komprehensif dan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai etos kerja siswa dalam pembelajaran PAI di SMK NU 01 Kendal. Daftar Pustaka