Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Aylincia Excelina Yofeigo 1. Sri Kantun1. Tiara1 Pendidikan Ekonomi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jember. Jln. Kalimantan 37. Jember 68121 Corresponding author: aylincia. yfg@gmail. ABSTRACT The Covid-19 pandemic since April 2020 in accordance with the Decree of the Minister of Education and Culture of Indonesia No. 4 of 2020 caused a paradigm shift in learning activities from conventional to online systems. SMKN 1 Jember is one of the schools that implement the system, especially in accounting subjects. This study aims to determine the perception of class X Accounting students on the use of Google Classroom in online accounting learning with the Technology Acceptance Model (TAM) approach. This type of research uses explanatory research with a quantitative approach. Data collection methods used are questionnaires, interviews, documents and observations. The data analysis method uses Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 2 data measurement. The results showed that H1: perceived ease of use on perceptions of usefulness in the use of Google Classroom had a significant effect of 5%. H2: perceived usefulness on attitudes to using Google Classroom had a significant effect of 88. H3: perceived ease of use on Attitude to use Google Classroom has no significant effect at 7%. H4: Attitude to use Google Classroom has a significant effect at 71. 7% and H5: intention to use Google Classroom has a significant effect at 84. Of all the hypothesis testing has a significant effect. However, there is one hypothesis that does not provide usefulness and benefits in its use, then H3 shows a negative result. Therefore, further research is needed regarding the perception of ease of use on usage attitudes in the use of Google Classroom. Keywords: Student perception. Accounting. Online learning. Google Classroom. TAM Diterima: 14 Oktober 2021. Revisi: 2 Mei 2022. Dipublikasikan: 4 Juni 2022 PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan di abad 21 mengakibatkan terlahirnya teknologi baru yang berpengaruh terhadap cara siswa dalam melakukan suatu kegiatan termasuk kegiatan pembelajaran. Hal ini mengakibatkan terjadinya pergeseran paradigma proses pembelajaran yang tidak harus diselenggarkan di kelas. Kegiatan pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka kini dilakukan secara berbeda yaitu dengan menggunakan sistem online melalui aplikasi berbantuan seperangkat elektronik yang 12 | Persepsi Siswa TerhadapA. Yofeigo. Kantun, & Tiara Vol. : 12-21 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. terhubung jaringan dengan internet. Sejak bulan April 2020 sesuai dengan SE Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia No. 4 Tahun 2020 (Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan A Republik Indonesia, n. ) proses pembelajaran online di saat pandemi Covid-19 menjadi jalan keluar agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan lancar. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran online yang maksimal membutuhkan sarana dan prasarana baik dari guru maupun dari siswa. Beberapa sarana dan prasarana seperti laptop, komputer dan smartphone dengan jaringan internetnya tentu akan membantu siswa dalam belajar (Sanjaya, 2. Tanpa adanya sarana dan prasarana tersebut tentu kegiatan pembelajaran online akan terhambat. Pembelajaran online pada umumnya menggunakan bantuan Learning Management System (LMS) yang befungsi sebagai wadah dalam memfasilitasi serta membuat praktik pendidikan yang dilaksanakan secara online berkembang dengan cepat (Belawati, 2. Google Classroom sebagai salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan guna mempermudah guru dan siswa berinteraksi secara virtual (Bender & Waller, 2. Guru dapat membuat kelas secara virtual dengan Google Classroom untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa sesuai dengan kebutuhan dalam pembelajaran online. Dunia pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar (SD), hingga jenjang Perguruan Tinggi (PT) menerapkan penggunaan Google Classroom sebagai penunjang pembelajaran online di berbagai mata pelajaran. Begitu juga termasuk pada mata pelajaran Akuntansi materi Akuntansi Dasar di SMKN 1 Jember. Penggunaan aplikasi Google Classroom bagi siswa merupakan suatu hal yang baru, karena sebelumnya pembelajaran dilaksanakan secara konvensional. Dengan demikian, persepsi siswa tentang penerimaan teknologi dalam pembelajaran Akuntansi secara online tersebut juga penting untuk diketahui. Persepsi siswa menggambarkan sikap dan perilaku yang dilakukan siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran online khususnya pada mata pelajaran Akuntansi. Sikap dan perilaku siswa didapatkan dari penglihatan selama kegiatan pembelajaran online. Hasil yang diperoleh dapat menumbuhkan persepsi yang dapat ke arah positif maupun negatif bergantung pengamatan masing-masing individu. Beberapa siswa beranggapan pembelajaran online membosankan dan tidak mengasyikan karena siswa cenderung monoton hanya melihat dan mendengarkan melalui video. Berbeda dengan guru yang mengusahakan pembelajaran online dapat membuat siswa tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran online. Teori yang dapat digunakan sebagai pengukuran pendekatan penerimaan teknologi yaitu dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). (Davis, 1. mengembangkan model Theory Reasoned Action (TRA) menjadi Technology Acceptance Model (TAM). Teori ini digunakan untuk mendeskripsikan faktor penerimaan apa saja yang dapat menjelaskan persepsi penggunanya (Sibarani, 2. Terdapat 5 . konstruk model penelitian TAM yang telah dimodifikasi yang digunakan yaitu: persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. , persepsi 13 | Persepsi Siswa TerhadapA. Yofeigo. Kantun, & Tiara Vol. : 12-21 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. erceived usefulnes. , sikap penggunaan . ttitude toward usin. , niat penggunaan . ehavioral intention to us. dan perilaku penggunaan . Adapun hubungan antar indikator yang membangun hipotesis penelitian ini digambarkan dengan gambar di bawah ini: Gambar 1. Hipotesis Penelitian Berdasarkan permasalahan tersebut, adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa kelas X Akuntansi SMKN Jember terhadap penggunaan Google Classroom dalam pembelajaran Akuntansi secara online dengan pedekatan Technology Acceptance Model (TAM) selama pandemi Covid-19 tahun 2020. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif yang memiliki tujuan memperoleh sebab akibat di antara variabel Populasi dalam penelitian ini yaitu total siswa kelas X Akuntansi semester Gasal tahun ajaran 2020/2021 SMKN 1 Jember sebanyak 108 siswa yang terdiri atas 3 kelas dengan setiap kelasnya terdapat 36 siswa. Oleh karena itu jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan ukuran sampel Partial Least Square (PLS) yaitu menggunakan perhitungan ukuran sampel minimal 30 Ae 50 atau >200 (Noor, 2. Pengambilan sampel dari ketiga kelas menggunakan teknik proposional random sampling di mana pengambilan sampelnya dilakukan secara seimbang pada tiap-tiap kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui Google Formulir. Jenis kuesioner berupa angket tertutup di mana semua jawaban dari setiap pertanyaan sudah ditentukan oleh peneliti. Pernyataan tersebut berisi butir-butir pengukuran konstruk atau variabel yang diadopsi dari model TAM. Pemberian nilai atau skor dari hasil kuesioner menggunakan pengukuran skala likert dari 'sangat kurang setuju (= . ' hingga 'sangat setuju (= . ' (Sugiyono, 2. Data dianalisis dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). PLS merupakan model persamaan dari Structural Equation Modeling (SEM) berbentuk varian atau PLS merupakan pendekatan bersifat alternatif merupakan pergeseran SEM 14 | Persepsi Siswa TerhadapA. Yofeigo. Kantun, & Tiara Vol. : 12-21 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. berbentuk kovarian menjadi varian (Ghozali, 2. PLS tepat untuk digunakan pengumpulan data teknik proposional random sampling dan dapat membantu peneliti dalam memprediksi data. Model formalnya dapat menjelaskan variabel laten linear agregat setiap indikator. Variabel laten berasal dari outer model . erhitungan hubungan indikator dengan variabel late. dan inner model . emastikan model struktural kuat dan akura. (Ghozali, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN SMKN 1 Jember di bawah pimpinan Drs. Furqon Adi Sucipto. MM merupakan lembaga pendidikan negeri tingkat kejuruan dengan sebutan Sekolah Menengah Ekonomi Tingkat Atas (SMEA) Negeri Jember. SMKN 1 Jember merupakan salah satu sekolah di Kabupaten Jember yang pada waktu itu oleh masyarakat disebut dengan sebutan SMEA Botol Kosong karena dibangun dengan cara yang unik yaitu mengumpulkan buah kelapa, botol-botol kosong, koran bekas dari siswa dan koran bekas dari masyarakat. Terdapat 6 jurusan, antara lain Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL). Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP). Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP). Usaha Perjalanan Wisata (UPW). Produksi Siaran Program Pertelevisian (PSPT) dan Multimedia (MM). Siswa kelas X SMKN 1 Jember diklasifikasikan berdasarkan masing-masing kelas yang merupakan pengguna Google Classroom dalam pembelajaran akuntansi secara online sebagai responden dalam penelitian ini. Penelitian ini melakukan akumulasi data menggunakan metode penyebaran kuesioner/ angket melalui Google Formulir. Jumlah data yang terkumpul sebanyak 109 responden, akan tetapi ada beberapa data yang tidak sesuai dengan kriteria pengambilan data yaitu sebanyak 20 responden. Sehingga jumlah data yang sesuai dengan kriteria pengambilan data yaitu sebanyak 89 responden. Sampel ditentukan dengan menggunakan ukuran sampel Partial Least Square (PLS) yaitu menggunakan perhitungan ukuran sampel minimal 30 Ae 50 atau >200 (Noor, 2. Pengambilan sampel dari ketiga kelas menggunakan teknik proposional random sampling dimana pengambilan sampelnya dilakukan secara seimbang pada tiap-tiap kelas. Dari jumlah data yang terkumpul dan memenuhi kriteria penelitian sebanyak 89 responden, data penelitian yang dibutuhkan akan di ambil secara acak pada tiap sub populasi yaitu sebanyak 54 responden. 15 | Persepsi Siswa TerhadapA. Yofeigo. Kantun, & Tiara Vol. : 12-21 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. Tabel 1. Pengumpulan Kuesioner/ Angket No. Keterangan Kuesioner/ angket yang diterima Kuesioner/ angket double Kuesioner/ angket yang tidak sesuai kriteria Kuesioner/ angket yang dapat diolah Pengambilan kuesioner/ angket secara acak Total Sumber: Data primer yang diolah, 2021 Kuesioner/ angket yang disebarkan terdiri dari beberapa indikator pertanyaan sehingga memperoleh hasil: Tabel 2. Uji Hipotesis Pengaruh Variabel Original Sampel T Statistics (O) T-tabel Hasil P-value Keterangan Persepsi kemudahan penggunaan terhadap 0,695 12,767 1,96 TS E Tt 0,000 Positif. Signifikan Persepsi terhadap sikap 0,888 10,459 1,96 TS E Tt 0,000 Positif. Signifikan Persepsi kemudahan penggunaan terhadap sikap penggunaan -0,007 0,065 1,96 TS < Tt 0,948 Negatif. Tidak Signifikan Sikap penggunaan terhadap niat 0,717 11,526 1,96 TS E Tt 0,000 Positif. Signifikan Niat penggunaan terhadap perilaku 0,842 20,423 1,96 TS E Tt 0,000 Positif. Signifikan 16 | Persepsi Siswa TerhadapA. Yofeigo. Kantun, & Tiara Vol. : 12-21 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. Gambar 2. Hasil Output Pengujian Hipotesis Sumber: Data primer yang diolah, 2021 Hubungan antara persepsi kemudahan pengguaan terhadap persepsi kebermanfaatan menunjukkan hasil signifikan t-hitung 12,767 (>1,. Original sample (O) menunjukkan arah hubungan yang positif sebesar 0,695. Dengan demikian H1 menyatakan persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. berpengaruh positif terhadap persepsi kebermanfaatan . erceived usefulnes. Hal tersebut membuktikan bertambah tingginya persepsi kemudahan penggunaan dalam menggunakan Google Classroom maka semakin tinggi pula persepsi kebermanfaatan dalam menggunakan Google Classroom tersebut. Secara logika dapat dipersepsikan bahwa kemudahan penggunaan teknologi akan lebih memberikan manfaat maupun kegunaan bagi penggunanya. Maka untuk menumbuhkan persepsi kebermanfaatan dalam menggunakan Google Classroom dapat dibuktikan dengan menumbuhkan rasa kepercayaan berupa memberikan pandangan yang positif oleh penggunanya bahwasanya teknologi memberikan kemudahan di saat digunakan, sistem mudah untuk digunakan serta dapat meminimalisir usaha dalam penggunaan teknologi. Hasil yang diperoleh dari penelitian sejalan dengan teori Technology Acceptance Model (TAM) menyatakan dalam persepsi kemudahan penggunaan ditemukan adanya pengaruh yang tinggi ke persepsi kebermanfaatan. Kemudahan penggunaan Google Classroom dapat memudahkan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa juga dipermudah mendapatkan informasi dari guru dengan cepat. Pengguna dapat 17 | Persepsi Siswa TerhadapA. Yofeigo. Kantun, & Tiara Vol. : 12-21 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. menggunakan teknologi dengan mudah sehingga memberikan manfaat yaitu dapat menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan cepat dibanding dengan sistem manual (Davis, 1. Hubungan antara persepsi kebermanfaatan . erceived usefulnes. terhadap sikap penggunaan . ttitude toward usin. menunjukkan hasil signifikan t-hitung 10,459 (>1,. Original sample (O) menunjukkan arah hubungan yang positif sebesar 0,888. Dengan demikian H2 yang menyatakan persepsi kebermanfaatan . erceived usefulnes. berpengaruh positif terhadap sikap penggunaan . ttitude toward usin. Membuktikan bertambah tingginya persepsi kebermanfaatan dalam penggunaan Google Classroom bertambah tinggi juga sikap pengguna dalam menggunakan Google Classroom. Secara logika dapat dipersepsikan bahwa teknologi yang semakin bermanfaat dan berguna bagi penggunanya akan berpengaruh terhadap sikap penggunaan teknologi guna meningkatkan kinerjanya. Hasil yang diperoleh dari penelitian memiliki kesesuaian pada teori Technology Acceptance Model (TAM) mengatakan persepsi individu dalam kemudahan penggunaan dapat menentukan sikap menggunakan sistem. Dengan meningkatnya kinerja suatu pekerjaan dapat dikatakan bahwa sistem tersebut efektif serta dapat meningkatkan keinginan dalam penggunaan teknologi tersebut (Jogiyanto, 2. Hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. terhadap sikap penggunaan . ttitude toward usin. menunjukkan hasil tidak signifikan t-hitung 0,065 (>1,. Original sample (O) menunjukkan arah hubungan yang negatif sebesar -0,007. Dengan demikian H3 yang menyatakan persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. berpengaruh positif terhadap sikap penggunaan . ttitude toward usin. Siswa percaya kinerjanya akan meningkat dengan menggunakan teknologi (Davis, 1. Hal ini membuktikan bahwa untuk menumbuhkan sikap siswa dalam penggunaan sebuah teknologi perlu adanya aspek-aspek kebermanfaatan atau kegunaan dari teknologi seperti pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat selesai. Aspek kebermanfaat sangat mempengaruhi sikap siswa dalam penggunaan teknologi. Dengan demikian siswa akan menggunakannya jika teknologi memberikan kegunaan. Sebaliknya siswa enggan untuk menggunakannya jika teknologi tidak memberikan Hasil yang diperoleh dari penelitian tidak memiliki kesesuaian dengan teori Technology Acceptance Model (TAM) yang membuktikan apabila suatu sistem hanya memberikan kemudahan penggunaan saja tanpa memberikan manfaat atau kegunaan dalam penggunaannya, tidak menimbulkan keinginan individu siswa untuk menggunakan teknologi tersebut. Siswa tidak akan menggunakan Google Classroom apabila tidak memberikan manfaat dan kegunaan dalam menggunakannya. 18 | Persepsi Siswa TerhadapA. Yofeigo. Kantun, & Tiara Vol. : 12-21 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. Hubungan antara sikap penggunaan . ttitude toward usin. terhadap niat penggunaan . ehavioral intention to us. menunjukkan hasil signifikan t-hitung 11,526 (>1,. Original sample (O) menunjukkan arah hubungan yang positif sebesar 0,717. Dengan demikian H4 yang menyatakan sikap penggunaan . ttitude toward usin. berpengaruh positif terhadap niat penggunaan . ehavioral intention to us. Hal ini membuktikan untuk menumbuhkan niat penggunaan Google Classroom dapat dibuktikan dengan menumbuhkan rasa kepercayaan pengguna berupa memberikan pandangan yang positif oleh penggunanya bahwasanya teknologi memberikan kemudahan di saat digunakan dan memberikan manfaat maupun kegunaan untuk meningkatkan kinerjanya. Semakin tinggi perasaan positif yang diberikan oleh pengguna maka bertambah tinggi juga niat penggunaan teknologi tersebut. Persepsi individu . anfaat yang diperoleh dan kemudahan penggunaa. menentukan sikap menggunakan sistem dan sikap ini yang akan membentuk niat pengguna (Jogiyanto, 2. Hasil yang diperoleh dari penelitian memiliki kesesuaian dengan teori Technology Acceptance Model (TAM) membuktikan bahwa siswa akan memiliki niat menggunakan Google Classroom apabila mereka merasakan manfaat dan kegunaan dalam menggunakannya. Google Classroom memberikan manfaat bagi siswa yang berbentuk produktivitas belajar, efektivitas belajar seperti menghemat waktu dan biaya dan proses pembelajaran lebih terarah (Davis, 1. Hubungan niat penggunaan . ehavioral intention to us. terhadap perilaku penggunaan . menunjukkan hasil signifikan t-hitung 20,423 (>1,. Original sample (O) menunjukkan arah hubungan yang positif sebesar 0,842. Dengan demikian H5 yang menyatakan niat penggunaan . ehavioral intention to us. berpengaruh positif terhadap perilaku penggunaan . Hasil yang diperoleh dari penelitian memiliki kesesuaian dengan teori Technology Acceptance Model (TAM) membuktikan bahwa untuk mengetahui perilaku penggunaan teknologi yang akan melakukan dapat dilihat dari niat penggunaan. Siswa memiliki niat dapat diukur dari keinginannya dalam menggunakan sistem untuk menyelesaikan pekerjaannya. Perilaku yang ditimbulkan oleh pengguna dapat ditunjukkan dengan mempunyai niatan guna berperilaku. Keinginan atau rencana yang kuat yang dimiliki oleh siswa untuk menggunakan Google Classroom akan cenderung digunakan dan dimanfaatkan. PENUTUP Google Classroom salah satu aplikasi yang digunakan oleh SMKN 1 Jember dan dapat dimanfaatkan guna mempermudahkan guru dan siswa berinteraksi secara virtual. Guru dapat membuat kelas virtual dengan Google Classroom untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa sesuai dengan kebutuhan dalam pembelajaran Akuntansi secara Teori Technology Acceptance Model (TAM) digunakan untuk mendeskripsikan 19 | Persepsi Siswa TerhadapA. Yofeigo. Kantun, & Tiara Vol. : 12-21 Manajemen Pendidikan iC p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals. id/index. php/jmp DOI: 10. 23917/jmp. faktor penerimaan apa saja yang dapat menjelaskan persepsi siswa dalam penggunaan Google Classroom. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan H1. H2. H4 dan H5 terbukti signifikan. Namun pada H3 menyatakan hasil yang berbeda yaitu tidak signifikan. Hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan terhadap sikap penggunaan tidak signifikan dikarenakan untuk menumbuhkan sikap siswa dalam penggunaan sebuah teknologi perlu adanya aspekaspek kebermanfaatan atau kegunaan dari teknologi seperti pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat selesai. Aspek kebermanfaat sangat mempengaruhi sikap siswa dalam penggunaan teknologi. Dengan demikian siswa akan menggunakannya jika teknologi memberikan kegunaan. Sebaliknya siswa enggan untuk menggunakannya jika teknologi tidak memberikan kegunaan. Penelitian ini masih dibatasi pada penerimaan penggunaan Google Classroom siswa kelas X Akuntansi SMKN 1 Jember. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitiannya dalam hal jumlah responden yang lebih luas, melakukan penelitian dengan menggunakan subjek seluruh siswa SMKN 1 Jember dari semua jurusan yang memperoleh gambaran penggunaan Google Classroom secara keseluruhan, dan peneliti lain dapat mengubah objek yang akan diteliti yang berkaitan dengan penggunaan Google Classroom. Dan juga lebih memperdalam penelitian terkait dengan persepsi kemudahan penggunaan terhadap sikap penggunaan Google Classroom. DAFTAR PUSTAKA