EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational STUDI KONSEP INTEGRALISASI PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN MUHAMMAD NATSIR Evi Pratama Sari1 . Khusnul Wardan2 Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda1,2 e-mail: evipratamasari4@gmail. com1 wardankhusnul@yahoo. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji gagasan pendidikan Islam dari perspektif pemikiran Muhammad Natsir. Menurut Natsir, pendidikan Islam merupakan suatu sistem yang menyatukan pembelajaran agama dan ilmu umum secara seimbang, la menegaskan bahwa landasan pendidikan islam terletak pada Al-Qur'an. Hadis, dan ijtihad, dengan karakteristik yang menyeluruh, harmonis, serta bersifat universal. Pendidikan tersebut mencakup pengembangan aspek fisik, spiritual, intelektual, dan moral peserta didik. Dalam penelitian ini digunakan metode studi literatur dengan menganalisis sepuluh artikel yang membahas pemikiran Natsir mengerjai pengembangan pendidikan Islam terintegrasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep integrasi pendidikan menurut Natsir menghubungkan kurikulum nasional dengan kurikulum keagamaan, meriyeimbangkan antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi serta mengurangi jurang pemisah yang terlalu tajam antara tradisi Barat dan Timur. Implementasi pendidikan Islam yang terintegrasi diarahkan pada pembentukan karakter penguatan jiwa kepemimpinan, serta penguasaan ilmu pengetahuan umum dan agama secara utuh sehingga mampu memberikan pembaruan bagi pendidikan Islam agar relevan dengan tantangan zaman modern. Kata Kunci: Konsep Integralisasi. Pendidikan Islam. Muhammad Natsir ABSTRACT This study examines the idea of Islamic education from the perspective of Muhammad Natsir's According to Natsir. Islamic education is a system that combines religious learning and general knowledge in a balanced manner. He emphasized that the foundation of Islamic education lies in the Qur'an. Hadith, and ijtihad, with comprehensive, harmonious, and universal characteristics. This education includes the development of physical, spiritual, intellectual, and moral aspects of students. In this study, a literature study method was used by analyzing ten articles discussing Natsir's thoughts on the development of integrated Islamic The results of the study indicate that Natsir's concept of educational integration connects the national curriculum with the religious curriculum, balances worldly and afterlife needs, and reduces the sharp gap between Western and Eastern traditions. The implementation of integrated Islamic education is directed at character formation, strengthening leadership, and mastery of general and religious knowledge in a comprehensive manner, thus providing renewal for Islamic education to be relevant to the challenges of the modern era. Keywords: Concept of Integration. Islamic Education. Muhammad Natsir PENDAHULUAN Pendidikan pada hakikatnya merupakan sebuah proses terstruktur yang dirancang untuk mempersiapkan individu agar mampu beradaptasi, bertahan, dan berkembang di tengah dinamika kehidupan masyarakat. Visi luhur ini, yang sering disebut sebagai "pendidikan untuk bertahan hidup", menggarisbawahi peran fundamental lembaga pendidikan sebagai wahana untuk memperkaya pengetahuan, mengasah keterampilan, dan membentuk karakter (Atana & Ansori, 2025. Muliyadi et al. , 2. Dalam kerangka yang ideal, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga untuk melahirkan manusia Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational seutuhnya yang mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan bekal intelektualitas dan moralitas yang seimbang. Keberhasilan sebuah sistem pendidikan pada akhirnya diukur dari kemampuannya menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan peradaban. Dalam konteks keislaman, visi pendidikan ini diperkaya dengan dimensi spiritual yang Pendidikan Islam secara ideal bertujuan untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul, yang tidak hanya dilandasi oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh keimanan yang kokoh dan akhlak yang mulia . khlak muli. (Mansyur, 2. Tujuan utamanya adalah melahirkan seorang Muslim paripurna yang mampu menjalankan perannya secara seimbang, baik sebagai hamba Allah ('abdulla. maupun sebagai khalifah . di muka bumi. Pendidikan Islam yang ideal bersifat holistik, di mana tidak ada pemisahan antara pengembangan dimensi spiritual, intelektual, dan fisik. semuanya dipandang sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam rangka mencapai kesempurnaan insani. Namun, realitas dunia pendidikan Islam modern seringkali menunjukkan adanya kesenjangan yang tajam antara cita-cita holistik tersebut dengan praktik yang terjadi. Salah satu tantangan paling serius yang dihadapi adalah fenomena dikotomi ilmu, yaitu adanya pemisahan yang kaku antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum atau sekuler (Elwardiansyah et al. Mubarok & Yusuf, 2. Dalam praktiknya, ilmu agama seringkali diajarkan secara terpisah dari konteks kehidupan modern, sementara ilmu umum diajarkan dalam kerangka yang sepenuhnya materialistis dan terlepas dari nilai-nilai spiritual. Kesenjangan antara idealisme Islam yang integratif dengan praktik pendidikan yang terkotak-kotak ini menjadi sebuah masalah fundamental yang menghambat lahirnya generasi Muslim yang utuh. Dikotomi pendidikan ini membawa konsekuensi yang sangat merugikan bagi perkembangan umat. Di satu sisi, ia dapat menghasilkan individu yang sangat taat beragama tetapi gagap dalam menghadapi tantangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Di sisi lain, ia juga dapat melahirkan para ilmuwan atau profesional yang brilian secara intelektual tetapi mengalami kekosongan spiritual dan krisis moral. Kedua ekstrem tersebut sama-sama tidak mencerminkan profil Muslim paripurna yang dicita-citakan. Kegagalan dalam menyatukan antara iman dan ilmu, antara zikir dan pikir, inilah yang menjadi salah satu akar dari ketertinggalan dan krisis peradaban yang dialami oleh sebagian dunia Muslim saat ini. Menjawab krisis dikotomi tersebut, seorang intelektual Muslim terkemuka Indonesia. Muhammad Natsir, menawarkan sebuah gagasan inovatif mengenai pendidikan Islam yang bersifat integral. Nilai kebaruan dari penelitian ini terletak pada penggalian kembali dan analisis mendalam terhadap konsep pendidikan integral Natsir sebagai sebuah solusi yang relevan untuk tantangan zaman. Natsir dengan tegas menolak pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum, dan sebaliknya mengusulkan sebuah model pendidikan yang harmonis dan universal (Qolil & Astuti, 2025. Rahmawati et al. , 2024. Wildayati, 2. Baginya, seluruh ilmu pengetahuan adalah anugerah dari Allah SWT yang harus dipelajari dan dimanfaatkan dalam kerangka pengabdian kepada-Nya, sebagai wujud pelaksanaan amanah kekhalifahan di bumi. Inovasi pemikiran Natsir berpusat pada peletakan tauhid sebagai fondasi dan sekaligus poros dari seluruh bangunan sistem pendidikan. Bagi Natsir, tauhid bukanlah sekadar materi pelajaran akidah, melainkan sebuah pandangan dunia . yang harus meresap ke dalam setiap disiplin ilmu yang diajarkan, baik itu fisika, ekonomi, sosial, maupun seni (Jarudin & Kemal, 2. Dengan menjadikan tauhid sebagai landasan, maka proses pendidikan akan secara seimbang mengembangkan potensi jasmani, akal, dan rohani peserta didik. Kurikulum yang dirancang pun harus mencerminkan keseimbangan antara ilmu-ilmu duniawi dengan ilmu-ilmu ukhrawi, antara pembinaan aspek moral dengan pengembangan aspek intelektual, sehingga menghasilkan generasi yang beriman sekaligus berdaya saing tinggi (Mansyur, 2. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Berdasarkan latar belakang mengenai masalah dikotomi dalam pendidikan Islam, serta adanya gagasan inovatif dari Muhammad Natsir mengenai pendidikan integral berbasis tauhid, maka tujuan dari penelitian ini menjadi sangat jelas. Melalui metode studi literatur, penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis secara komprehensif dan sistematis konsep integralisasi pendidikan Islam menurut perspektif Muhammad Natsir. Dengan menelaah karyakarya primer Natsir serta kajian akademis terkait, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan bagi pengembangan teori dan praktik pendidikan Islam kontemporer, serta menawarkan sebuah model konseptual yang dapat diimplementasikan oleh para pendidik dan pengambil kebijakan di Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode studi literatur atau studi kepustakaan . ibrary researc. Pendekatan kualitatif ini dipilih karena fokus penelitian adalah untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam data-data tekstual yang sudah ada, tanpa melakukan penelitian lapangan. Tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan, membaca, mencatat, dan mengolah bahan-bahan penelitian yang relevan guna membangun pemahaman yang komprehensif mengenai konsep integralisasi pendidikan Islam dari perspektif Muhammad Natsir (Andriani, 2. Metode ini memungkinkan peneliti untuk melakukan penelusuran, analisis, serta evaluasi kritis terhadap berbagai sumber yang telah terdokumentasi, sehingga dapat menghasilkan sebuah sintesis yang sistematis dan mendalam. Seluruh proses penelitian ini berbasis pada penggalian data dari sumber-sumber pustaka untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan (Sartika et al. , 2. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis dengan mengidentifikasi dan mengumpulkan data dari dua jenis sumber utama, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber data primer dalam konteks studi literatur ini adalah sepuluh artikel ilmiah pilihan yang secara spesifik membahas pemikiran Muhammad Natsir mengenai pengembangan pendidikan Islam yang terintegrasi. Sementara itu, sumber data sekunder digunakan untuk mendukung dan memperkaya analisis, yang mencakup buku-buku akademik, dokumen-dokumen historis, serta berbagai referensi daring yang relevan dengan topik Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran pada basis data akademik, seperti Google Scholar dan Mendeley, untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan literatur yang sesuai. Setelah terkumpul, peneliti melakukan pembacaan kritis dan pencatatan sistematis terhadap seluruh sumber tersebut. Analisis data dalam penelitian ini menerapkan metode analisis isi kualitatif . ualitative content analysi. dengan pendekatan deskriptif. Proses analisis dilakukan melalui beberapa tahapan yang sistematis. Tahap pertama adalah reduksi data, di mana peneliti melakukan seleksi dan perangkuman terhadap informasi yang telah terkumpul untuk memfokuskan kajian pada data yang paling esensial dan relevan dengan pertanyaan penelitian. Tahap kedua adalah penyajian data, yaitu proses pengorganisasian informasi yang telah direduksi ke dalam kategori-kategori atau tema-tema utama yang relevan. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan, di mana peneliti melakukan sintesis terhadap seluruh informasi yang telah dianalisis untuk membangun sebuah argumen yang koheren dan menjawab pertanyaan penelitian secara komprehensif mengenai konsep integralisasi pendidikan Islam menurut Muhammad Natsir. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Peneliti menyajikan data yang telah diperoleh melalui hasil dari literatur review pada sepuluh artikel, penulis menemukan adanya Konsep Integralisasi Pendidikan Islam Perspektif Pemikiran Muhammad Natsir. Tabel 1. Tabel 1. Matrik analisis data pada artikel yang digunakan dalam literatur Author. Title. Jurnal Method design Results (Mansyur, 2. Konsep Literatur AuDisimpulkan bahwa pendidikan Islam Pemikiran Pendidikan Review menurut Natsir harus berlandaskan pada AlIslam Menurut Mohammad QurAoan dan Sunnah serta bersifat integral. Natsir, no. Vol. harmonis, dan universalAy. (Hairul Fauzi. Kualitatif AuPemikiran Muhammad Natsir tentang Konsep Pendidikan Islam pendidikan Islam Integral adalah model Integral Menurut pendidikan yang menggabungkan pendidikan Muhammad Natsir, no. umum dan pendidikan agama. Keberlanjutan Vol. ini dibuktikan dengan tidak mempolarisasi antara barat dan timur. Untuk menerapkan kurikulum pendidikan Islam Integral. Muhammad Natsir menggunakan kurikulum nasional dan kurikulum agama. Konsep Muhammad Natsir tentang pendidikan Islam Integral adalah gagasan dalam pembaharuan Pendidikan Agama Islam, yang sekarang lebih condong sekuler, memisahkan agama dari kehidupanAy. (Endang. E 2. Konsep Content. AuHasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Pendidikan Islam Integral historis dan pemikiran Mohammad Natsir tentang Menurut Mohammad deskriptif pendidikan integral adalah model pendidikan Natsir, no. Vol. yang memadukan antara pendidikan Islam dan pendidikan umum, ini dibuktikan dengan tidak mempertentangkan antara barat dengan timur. Islam hanya pengenal antagonisme antara hak dan bathil. Semua yang hak diterima, biar pun datangnya dari barat, semua yang bathil akan disingkirkan biarpun dari timur datangnya. Dengan terciptanya pendidikan integral peserta didik dapat mementingkan antara ruhani dan jasmani. Implementasi pendidikan integral Mohammad Natsir itu adalah kurikulum yang dipakai adalah kurikulum nasional dan kurikulum agama. Serta menyeimbangkan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi, keseimbangan antara jasmani dan ruhani. Pada sekolah umum. Pendidikan Agama Islam harus dimasukkan secara Begitu pula dengan pesantren juga harus memasukkan pendidikan umum secara seimbang pulaAy. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational (Mashudi, 2. Kualitatif Implementasi Pemikiran Pendidikan Islam Integral Muhammad Natsir Di Indonesia, no. Vol. (Siti Nurhasanah, dkk. Pendidikan Islam Menurut Pemikiran Mohammad Natsir Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Indonesia (Studi Kasus Di Pondok Psantren Al-Fata. , no. Vol. ibrary (Nur Khosiah, 2. , kepustakaan Integrasi Ilmu Moh. Natsir library dan Konsep Filsafat Ilmu Reseach Pendidikan Modern, no. Vol. AuImplementasi integral Muhammad Natsir melahirkan dan penyelenggaraan sekolah Islam terpadu mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas. Konsep pemikiran pendidikan integral Muhammad Natsir diimplementasikan pada transformasi IAIN menjadi UIN. Implemetasi konsep pendidikan Islam integratif pada UIN Sunan Kaljaga meliputi prinsip, . mahasiswa adalah insan akademik yang memiliki ide dan kreatifitas, . maka mahasiswa harus memiliki pengetahuan yang luas, baik dibidang agama maupun umum, . memiliki ketrampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Konsep pendidikan Islam integratif pada UIN Sultan Maulana Malik Ibrahim Malang terlihat pada misi UIN menghasilkan lulusan yang memiliki kekokohan aqidah, kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan professionalAy. AuHasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Natsir pemikirannya tentang pembaruan pendidikan Islam, yaitu Pertama, peran dan fungsi pendidikan Islam yang pada intinya memberi perhatian lebih pada aspek afektif peserta didik serta menjauhkan setiap hal yang dapat menghambat potensi yang dimilikinya. Kedua. Integrasi ilmu umum dengan ilmu pendidikan agama Islam dalam satu kurikulum. Ketiga. Tauhid sebagai landasan pendidikan Islam serta mewujudkan manusia yang mengabdi kepada Allah swt. sebagai tujuan pendidikan Islam, . Pendidikan kepemimpinan dalam lembaga pendidikanAy AuHasil pembahasan menunjukkan bahwa Muhammad Natsir lahir di Jembatan Berukir. Alahan Panjang, kabupaten Solok. Sumatera Barat, pada hari JumAoat, 17 Jumadil Akhir 1326 H atau 17 Juli 1908 M. Tanggal 6 Februari 1993, meninggal dunia usia 85 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pemikiran M. Natsir bahwasannya konsep ilmu pengetahuan dan konsep filsafat pendidikan modern yaitu mengintegrasikan ilmu agama dan umum, membentuk individu yang memiliki keyakinan, taqwa, moralitas yang baik, kemajuan, dan Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational kemandirian, serta memiliki keteguhan Sikap kemandirian pada peserta didik dan pentingnya peran pendidik yang berjiwa rela berkorban. Jeffri Hasibuan, 2. , pendekatan Aupenelitian ini menyimpulkan bahwa: . Pemikiran Pendidikan deskriptif Pemikiran Natsir tentang pendidikan Islam Islam Mohammad Natsir, kualitatif dan berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah, 2. Vol. menekankan pentingnya pendidikan yang integral, harmonis, dan universal untuk mengembangkan potensi manusiasebagai . RelevansiNatsir dalam pembaruan pendidikan Islam mencakup purifikasi kembali ke ajaran Islam murni dengan tauhid sebagai dasar pendidikan dan modernisasi melalui integrasi pendidikan agama dan umum untuk mengatasi dikotomi dalam sistem pendidikan di IndonesiaAy. (Firdaus, 2. Konsep Library AuHasil penelitian ini menjelaskan bahwa Pendidikan dalam research pendidikan merupakan sesuatu yang sangat Perspektif Muhammad urgen dalam kehidupan manusia. Urgennya Natsir, no. Vol. pendidikan tersebut menjadikan para pakar pendidikan banyak memberikan pemikiranpemikirannya dalam rangka meningkatkan kualitas dari pendidikan itu sendiri. Salah satu tokoh bangsa yang peduli terhadap dunia pendidikan adalah Muhammad Natsir. Muhammad Natsir banyak memberikan memajukan pendidikan di IndonesiaAy. (Sofia Murni, 2. , kepustakaan AuHasil penelitian menunjukkan bahwa Secara Pendidikan Islam (Library Perspektif Mohammad Reseahc. Mohammad Natsir dan Hasan Langgulung Natsir Dan Hasan memiliki perbedan yaitu. Jika Natsir supaya Langgulung, no. Vol. peserta didik menyembah kepada Allah SWT. akan tetapi Langgulung itu pembentukan insan yang saleh yang beriman kepada Allah SWT. dan Rosul-Nya dan pembentukkan masyarakat yang saleh yang mengikuti petunjuk agama Islam dalam segala urusannyaAy. (Laaeli Zzakiah, 2. , kepustakaan AuDengan merangkum konsep kurikulum dari Diferensiasi Konsep . ibrary Imam Ghazali dan Muhammad Natsir, dapat Kurikulum Pendidikan researc. disimpulkan bahwa keduanya menekankan Islam Menurut Imam pada pendidikan holistik yang mencakup Ghazali Dan Muhammad aspek spiritual, moral, intelektual, dan praktis. Natsir, no. Vol. Kesamaan-kesamaan ini mencerminkan upaya untuk menciptakan individu Muslim yang berakhlak baik, berpengetahuan luas, dan dapat berkontribusi positif pada masyarakat. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Meskipun metode dan penekanan mungkin berbeda, konsep-konsep tersebut dapat membentuk landasan untuk pengembangan Islam komprehensifAy. Pembahasan Berdasarkan hasil telaah terhadap sepuluh jurnal yang dikaji ditemukan adanya konsep integrasi pendidikan Islam menurut perspektif pemikiran Muhammad Natsir. Natsir dilahirkan di Jembatan Berukir. Alahan Panjang. Kabupaten Solok Sumatera Barat, pada hari Jumat, 17 Jumadil Akhir 1326 H bertepatan dengan 17 Juli 1908 M. ibunya bernama Khadijah, sedangkan ayahnya adalah Muhammad Idris Sutan Saripado. Beliau walet pada usia 85 tahun di Rymah Sakit Cipto Mangunkusuma. Jakarta (Khosiah et al. , 2. Muhammad Natsir memberikan pandangan yang luas mengenai pendidikan Islam, yang mencakup beberapa aspek penting. menyampaikan beberapa ide utama tentang cara membangun dan menerapkan sistem pendidikan Islam (Mansyur, 2. Menurut Endang . dalam karya artikelnya menyatakan Muhammad Natsir melihat Pendidikan adalah hal yag begitu penting. Menurutnya, keberadaan pendidikan adalah syarat utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Salah satu pernyataan beliau adalah. AuNaik atau turunnya suatu kelompok tergantung sebagian besar pada jenis pendidikan dan pembelajaran yang berlaku dikalangan merekaAy. Tidak ada suatu bangsa yang tertinggal dan kemudian maju, melainkan setelah mereka melakukan dan memperbaiki pendidikan bagi anak-anak serta pemuda merekaAy. Dalam perjuangan Islam menurut Natsir, peran pendidikan sangat penting. Beliau berpendapat bahwa pendidikan adalah bagian dari kakuatan umat Islam yang harus dijaga, dipikirkan, dan ditingkatkan. Hal ini seperti pesan yang diberikan kepada pengikutnya, bahwa ada tiga kekuatan umat, yaitu pesantren, madrasah, dan kampus. Menurut Firdaus . dalam karya artikelnya menyatakan pendidikan yang integral tidak hanya membawa manusia kepada penghambaan kepada Allah, tetapi juga harus mampu melawan pemikiran sekular yang bisa merusak dasar-dasar agama dan menghilangkan martabat agama itu sendiri. Jika melihat kata AuIntegralAy Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya mencakup seluruh bagian, menyeluruh utuh, tidak dipisahkan dan terpadu. Menurut Muhammad Natsir, pendidikan yang integral adalah pendidikan yang tidak dipisahkan, lengkap, dan menyeluruh. Artinya pendidikan mencakup semua aspek yang diperlukan. Menurut Endang . pandangan Muhammad Natsir mengenai pendidikan Islam integral dapat ditelusuri melalui cara ia memaknai peran, fungsi, dan tujuan pendidikan. Pertama, pendidikan berfungu sebagai sarana untuk membimbing serta mengarahkan peserta didik agar berkembang secara optimal, baik jasmani maupun rehani Kedua, pendidikan ditujukan untuk menumbuhkan sifat-sifat-kemanusiaan yang sempuma, khususnya dalam pembentukan akhlak mulia. Ketiga, pendidikan harus melahirkan pribadi yang jujur dan berpegang pada kebenaran, bukan individu yang bersifat muusk Keempat, pendidikan hendaknya mengantarkan manusia pada tujuan hidup yang hakiki, yaitu menjadi hamba Allah SWT yang taat. Kelima, pendidikan perlu membentyk peserta didik yang dalam setiap sikap dan interakainya, baik secara vertikal kepada Allah maupun horizontal kepada sesama mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam Keenam pendidikan harus mendukung tumbuhnya potensi kesempurnaan yang ada dalam diri peserta didik, bukan juitne menghapus atau Menurut (Natsir, 2. menyatakan bahwa pemikiran yang diajukan oleh Muhammad Natsir tentang pendidikan yang integral sudah banyak dikembangkan dalam dunia pendidikan saat ini, baik dalam pendidikan formal maupun non-formal. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Sementara menurut Zuhairini dkk dalam artikel karya Nurhasanah et al. , . menyatakan bahwa dalam kajian teoritis mengenai tiga pola pembaruan pendidikan Islam, dapat disimpulkan bahwa usaha yang dilakukan oleh Muhammad Natsir melalui perjuangannya dan pemikirannya sesuai dengan tiga pola pembaruan pendidikan Islam tersebut. Dapat disimpulkan berdasarkan pada fakta-fakta berikut : . Pola pembaruan pendidikan Islam yang dilakukan Muhammad Natsir dapat dikatakan berorientasi pada pendidikan modern dari dunia Barat. Pola pembaruan pendidikan Islam yang dilakukan Muhammad Natsir dapat dikatakan berorientasi pada pemurnian ajaran Islam. Pola pembaruan pendidikan Islam Muhammad Natsir dapat dikatakan berorentasi pada Nasionalisme (Selamat, 2020. Yufriadi, 2. Bagi Natsir. Al-QurAoan adalah prinsip utama yang mencakup inti dari norma-norma yang mengatur kehidupan masyarakat. Hal-hal yang mengatur kehidupan masyarakat, kemudian hal yang berkaitan dengan urusan dunia yang terus berubah sesuai dengan kondisi di dunia ini, diserahkan kepada manusia. Oleh karena itu, dasar dari pendidikan Islam menurut Natsir adalah Al-QurAoan Hadits Nabi SAW, serta Ijtihad yang dilakukan oleh manusia (Khosiah et al. , 2. Terdapat juga kurikulum pendidikan yang diajukan oleh Muhammad Natsir bersifat integral, yaitu sistem pendidikan yang menggabungkan aspek intelektual, moral, dan Kurikulum ini memperhatikan beberapa hal berikut : . Mata pelajaran agama dan akhlak dalam pendidikan Islam diambil dari Al-QurAoan dan Sunnah. Selalu memperhatikan pengembangan secara menyeluruh dari berbagai aspek dalam diri siswa, seperti aspek jasmani, akal, dan rohani. Memperhatikan keseimbangan antara individu dan masyarakat, dunia, dan akhirat, serta antara aspek jasmani dan rohani (Hasibuan et al. , 2. Dalam penelitian ini Muhammad Natsir juga menerapkan metode dalam pendidikan yang variatif sesuai dengan kondisi dan tujuan yang akan dicapai diantaranya Natsir lebih banyak menerapkan metode cerita dan keteladanan, saat ingin menggunakannya beliau memperhatikannya apakah sudah sesuai dengan kondisi dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai (Murni, 2. Adapun beberapa prinsip pendidikan Islam menurut Muhammad Natsir yakni meliputi : Pendidikan agama, kemajuan ilmu pengetahuan, pembinaan karakter, pendidikan seimbang dan juga partisipasi komunitas. Pemikiran Muhammad Natsir tentang pendidikan islam telah memengaruhi pemahaman dn perkembangan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Meskipun beliau tidak merancang kurikulum khusus, konsep yang diajukannya bisa dijadikan pedoman dalam menyusun kurikulum pendidikan Islm yang cocok dengan kondisi dan kebutuhan saat ini (Zzakiyah et al. , 2. KESIMPULAN Pemikiran Muhammad Natsir mejelaskan bahwa pendidikan Islam merupakan sistem yang menyatukan pendidikan agama dan pendidikan umum secara seimbang. Menurutnya, pendidikan Islam harus didasarkan pada Al-QurAoan. Hadits, dan ijtihad serta memiliki cakupan yang luas dan universal, mecakup aspek fisik, rohani, berpikir, dan budi pekerti. Tujuan pendidikan bukan hanya untuk membentuk seseorng yang patuh pada agama, tetapi juga kuat secara spiritual, memiliki akhlak yang baik, serta mampu berperan dalam kehidupan masyarakat secara luas. Implementasi gagasan ini terlihat dari kurikulum yng menggabungkan materi nasional dan agama, serta dalam keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Natsir juga menekankan pentingnya perbaikan dalam pendidikan Islam agar dapat menangani berbagai polarisasi dalam masyarakat dan menggabungkan kemajuan modern dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, konsep pendidikan Islam yang integral menurut Natsir menjadi dasar kuat dalam membangun sistem pendidikan yang menyeluruh, relevan dengan 77 masa kini sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Agustus 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational DAFTAR PUSTAKA