Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025. Hal. 8 - 17 Jurnal Cakrawala Keperawatan e-ISSN: 3046-4536 http://ejurnal. id/index. php/jck https://doi. org/10. 35872/ /jck. ORIGINAL RESEARCH PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA SOUND SLIDE TERHADAP PENGETAHUAN DAN TINDAKAN DALAM PEMILIHAN JAJAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SDN GARANGAN Laela Novianti 1. Titik Anggraeni2*. Hana Rosiana Ulfah3. Sutanta4. Herbasuki5. Farhan Nafis Sajidalloh6 1STIKES Estu Utomo 2Professional Nursing Study Program. STIKES Estu Utomo. Indonesia 3,4, 6Bachelor of Nursing Study Program. STIKES Estu Utomo. Indonesia 5Patria Husada Nursing Academy Surakarta. Indonesia Article Info Abstract Article History: Received: Revised: Accepted: Online: Background: School Children's Snack Food (PJAS) is still an important problem. Lack of knowledge is one of the reasons why children continue to consume unhealthy snacks. Even though these snacks contain additives that are carcinogenic to the body. The results of monitoring by the POM Agency show that school children's snacks do not meet the requirements, ranging from 40% - 44%. School children's snacks do not meet food safety requirements due to the use of dangerous ingredients that are prohibited for use in food such as formaldehyde, borax, rhodamine B dye and methanyl yellow. This is certainly a serious problem that requires attention from all parties. Additives that accumulate in a child's body will cause dangerous One strategy to improve children's knowledge and attitudes is through health counseling or education. Objectives: This study aims to determine the effect of health education using sound slide media on knowledge and action in choosing snacks among elementary school age children at SDN Garangan. Method: This study aims to determine the effect of health education using sound slide media on knowledge and action in choosing snacks among elementary school age children at SDN Garangan. Result: The results of the bivariate analysis show that there is a significant influence between the influence of health education on knowledge and actions in choosing snacks, with a value of p=0. <0. , which means that there is an influence of knowledge and actions before and after being given health education. Conclusion: There is an influence of health education using sound slide media on knowledge and action in choosing snacks for elementary school age children at SDN Garangan in 2024. Keywords: Landslide. Knowlegde. Preparedness. School Age Corresponding Author: Titik Anggraeni. Professional Nursing Study Program : titikanggraeni@stikeseub. How to cite: Pendahuluan Anak usia sekolah menurut definisi WHO (World Health Organizatio. yaitu golongan anak yang berada pada pada usia tujuh hingga dua belas tahun, dimana pada masa ini keseimbangan gizi anak perlu dijaga dan diperhatikan sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Anak usia sekolah merupakan konsumen makanan yang aktif dan mandiri dalam menentukan makanan dan minuman yang diinginkannya, baik makanan jajanan di sekolah maupun di tempat penjualan lainnya. Kesehatan pada usia Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025. Hal. 8 - 17 sekolah menjadi salah satu hal yang penting karena adanya keterkaitan antara kesehatan dan fungsi akademik karena periode ini merupakan periode belajar, pertumbuhan dan perkembangan (Sari, 2. Makanan jajanan merupakan bagian dari pangan yang keberadaannya tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Selain harga yang murah dan jenisnya yang beragam, makanan jajanan juga menyumbangkan kontribusi yang cukup penting akan kebutuhan zat-zat gizi. Disisi lain, makanan jajanan dapat menimbulkan berbagai efek yang negatif terhadap kesehatan apabila proses produksi atau penyajiannya tidak memperhatikan persyaratan keamanan pangan. Rendahnya tingkat keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) masih menjadi permasalahan penting. Data Pangan Jajanan Anak Sekolah yang dilakukan Badan POM RI Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan bersama 26 Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia pada tahun 2009 menunjukkan bahwa 45% Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS) tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin, mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP), seperti siklamat dan benzoat melebihi batas aman, serta akibat cemaran mikrobiologi. Hasil uji yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Januari-Agustus 2014 hampir sepertiga jajanan anak sekolah di 23. Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia tercemar mikroba berbahaya, juga ditemukan penggunaan bahan berbahaya dan bahan tambahan pangan yang tidak memenuhi syarat (Sari, 2. Berdasarkan hasil penelitian dengan judul AuPengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Keamanan Jajanan terhadap Pengetahuan dan Sikap AnakAy, menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang keamanan jajanan terhadap pengetahuan dan sikap anak, berdasarkan uji regresi yang dihasilkan pengaruh pendidikan kesehatan memang terbilang kecil yaitu hanya sebesar 0,7%, hal ini disebabkan karena perbedaan pengetahuan dan sikap anak. Salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap anak adalah dengan adanya penyuluhan atau pendidikan kesehatan (Usmayanti. Kurangnya pengetahuan menjadi salah satu penyebab anak tetap mengkonsumsi jajanan tidak sehat. Padahal jajanan tersebut mengandung zat-zat aditif yang bersifat karsiogenik bagi tubuh. Hasil pengawasan Badan POM, menunjukkan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat berkisar antara 40% - 44%. Jajanan anak sekolah tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan disebabkan oleh penggunaan bahan berbahaya yang dilarang digunakan untuk pangan seperti formalin, boraks, zat pewarna rhodamin B dan methanyl yellow. Hal ini tentunya menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian dari semua pihak. Zat-zat aditif yang terakumulasi dalam tubuh anak akan menimbulkan penyakit berbahaya salah satunya adalah kanker. Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan prevalensi kanker anak usia 0-14 tahun, yaitu 16. 291 kasus. Saat ini diperkirakan jauh meningkat jumlah kasusnya. Meskipun timbulnya kanker tidak langsung terlihat setelah anak mengkonsumsi jajanan tersebut, tetapi pencegahan dan antisipasi tetap harus dilakukan secara dini (Sumarni, 2. Pendidikan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. Pendidikan kesehatan pada anak sekolah dasar bisa memberi dampak yang baik. Pengetahuan dapat meningkat hingga 50% setelah mendapatkan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan dapat menambah pengetahuan Siswa SD merupakan penentu keberhasilan/ kesejahteraan bangsa di masa Apabila siswa banyak yang kesehatannya terganggu, maka siswa dalam melakukan berbagai aktivitas . erutama dalam belaja. banyak mengalami hambatan. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025. Hal. 8 - 17 sehingga hasilnya tidak optimal. Pendidikan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anak SD dan dapat berdampak pada pola komsumsi yang lebih baik (Putri. Media audio-visual yaitu media yang mempunyai unsur suara dan gambar, media ini dibagi menjadi audio-visual diam seperti, film bingkai suara . ound-slide. dan film rangkaian suara, audio-visual gerak seperti, film suara dan film cassette. Melalui media audio-visual siswa dapat mendengar sekaligus melihat apa yang dijelaskan guru mengenai materi yang dibahas. Tampilan slide suara yang baik dapat menarik perhatian siswa untuk mengikuti pembelajaran dan peningkatan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran sebagaimana terlihat beberapa indikator seperti keinginan, perhatian, dan partisipasi setelah menggunakan media sound slide mengindikasikan telah terbangkitnya motivasi siswa dan siswa sendiri merasa rugi apabila tidak hadir dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Dengan menggunakan media sound slide sebagai alat penunjang siswa diharapkan untuk meningkatnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran (Lejap, 2. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media sound slide terhadap pengetahuan dan tindakan dalam pemilihan jajanan siswa SDN Garangan. Metode Research design Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Setting and samples Penelitian dilakukan di desa Ngangrong. Ngladaksari. Boyolali. Yang menjadi sampel adalah siswa sekolah dasar desa Ngagrong yang aktif dan mampu membaca menulis dan telah mendapat penyuluhan tentang bencana, berjumlah 51 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, dari populasi sejumlah 97. Sumber data yang diperoleh adalah sumber data primer yang diperoleh langsung dari responden dengan cara mengisi kuesioner yang dibagikan. Kuesioner berisi biodata responden dan pertanyaan tentang pengetahuan dan kesiapsiagaan. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan bulan Juli 2020. Data dikumpulkan pada bulan Agustus tahun 2020. Measurement and data collection Sampel yang diambil berjumlah 37 responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan dan lembar observasi. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data mengenai pengetahuan memilih jajanan, kemudian dalam rancangan penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuisioner, sedangkan data mengenai tindakan siswa dalam memilih jajan dilakukan dengan memberikan lembar observasi kepada responden siswa kelas 4 dan 5 SDN Garangan Data analysis Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Range Test analisis data menggunakan program SPSS. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025. Hal. 8 - 17 Hasil Penelitian pengaruh pendidikan kesehatan pengaruh pendidikan kesehatan dengan media sound slide terhadap pengetahuan dan tindakan dalam pemilihan jajan pada anak usia sekolah dasar di SDN Garangan menggunakan 37 respon merupakan siswa-siswi kelas IV dan V di SDN Garangan Wonosamodro. Data hasil penelitian kemudian di analisis menggunakan analisis unvariat dan bivariat Hasil Analisa univariat Berikut ini akan diuraikan tentang jumlah responden, jenis kelamin responden, distribusi frekuensi pengetahuan dan tindakan mengenai pemilihan jajanan sehat pada siswa kelas 4 dan 5 SDN Garangan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan Karakteristik responden berdasarkan kelas, jenis kelamin. Tingkat Pengetahuan dan Tindakan mengenai pemilihan jajanan sehat pada siswa kelas 4 dan 5 SDN Garangan sebelum . dan setelah . diberikan pendidikan kesehatan dengan media sound slide sebagai berikut: Tabel 1. Karakteristik responden . Karakteristik Frekuensi Persentase(%) Kelas Jenis Kelamin Laki- laki Perempuan Tabel 1 menunjukan menunjukkan jumlah siswa kelas 4 sebanyak 22 siswa . ,6 %) dan siswa kelas 5 berjumlah 15 siswa . ,4 %) serta menjelaskan bahwa jenis kelamin siswa kelas 4 dan 5 SDN Garangan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 18 siswa . ,6%) dan sebagian kecil berjenis kelamin perempuan berjumlah 19 siswa . ,4%). Tabel 2. Distribusi frekuensi tindakan siswa dalam pemilihan jajanan Tindakan Pre test Post test Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase . (%) . (%) Sesuai 37,9 % 86,5 % Tidak Sesuai 62,1 % 13,5 % Total Sumber data: primer, diolah Tabel 2 menjelaskan bahwa distribusi frekuensi tindakan dalam pemilihan jajanan sehat pada siswa sebelum . dan setelah . diberikan pendidikan kesehatan dengan media sound slide. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan seluruh siswa dengan kategori Tindakan tidak sesuai yaitu 23 siswa . ,1%) dan sesuai sebanyak 14 . ,9%). Selanjutnya dalam satu minggu setelah diberikan pendidikan kesehatan siswa diobservasi dengan hasil tindakan siswa dalam memilih jajanan sehat dikatakan sesuai sebanyak 32 siswa . ,5%). Dan siswa yang termasuk kategori tidak sesuai tindakan sebanyak 5 siswa . ,5%). Sesuai dan tidak sesuai yang dimaksud yaitu tindakan responden sesuai/tidak dengan apa yang sudah disampaikan peneliti melalui materi pendidikan kesehatan dan yang sudah tertulis pada materi pendidikan kesehatan. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025. Hal. 8 - 17 Analisis Bivariat dengan Uji Wilcoxon Pengetahuan pemilihan jajanan pada siswa kelas 4 dan 5 SDN Garangan 4 Mei-11 Mei 2024 Tabel 3. Hasil Analisa Bivariate Dengan Uji Wilcoxon mengenai pengetahuan responden sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan Keterangan Mean Media Min-maks Pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan 55,13 Pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan 99,45 P-value 0,000 Sumber data: primer, diolah Tabel 3. menjaskan hasil analisa bivariate dengan uji Wilcoxon mengenai tindakan dalam pemilihan jajanan pada siswa kelas 4 dan 5 SDN Garangan. Mean pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media sound slide sebesar 55,13 dengan median sebesar 60, serta nilai min-maks 30-70. Sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media sound slide mean pengetahuan meningkat menjadi 99,45 dengan median 100, dan nilai min-maks 90100. Berdasarkan hasil analisis Wilcoxon Signed Range Test didapatkan nilai p value <0,05 yaitu 0,000 artinya Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat diartikan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media sound slide terhadap pengetahuan tentang pemilihan jajanan siswa kelas 4 dan 5 SDN Garangan. Tindakan pemilihan jajanan pada siswa kelas 4 dan 5 SDN Garangan 4 Mei-11 Mei 2024 Tabel 4. Hasil Analisa Bivariate Dengan Uji Wilcoxon mengenai tindakan responden sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan Mean Media Min-maks P-value Tindakan sebelum diberikan pendidikan Kesehatan 52,43 Tindakan setelah diberikan pendidikan kesehatan 95,17 97,14 0,000 Sumber data: primer, diolah Tabel 4. menjelaskan hasil analisa bivariate dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test mengenai tindakan dalam pemilihan jajanan pada siswa kelas 4 dan 5 SDN Garangan. Mean tindakan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media sound slide sebesar 52,43 dengan median sebesar 60 dan nilai min-maks 20-80. Mean tindakan meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media sound slide menjadi 95,17 dengan median 97,14 dan nilai min-maks 65-100. Berdasarkan hasil analisis Wilcoxon Signed Range Test didapatkan nilai p value <0,05 yaitu 0,000 artinya Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat diartikan Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025. Hal. 8 - 17 bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media sound slide terhadap tindakan pemilihan jajanan siswa kelas 4 dan 5 SDN Garangan Pembahasan Tabel 3 menunjukkan bahwa sebelum diberikan pengaruh pendidikan kesehatan dengan media sound slide terhadap pengetahuan memilih jajanan, pengetahuan responden dengan nilai baik 3 . ,1%), nilai cukup 30 . ,1%), nilai kurang 4 . ,8%). Hasil ini menunjukan bahwa pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan mayoritas responden dengan tingkat pengetahuan cukup. Hasil ini sejalan dengan penelitiannya Yunita yang menunjukan bahwa pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar berada pada kategori cukup dan kurang. Hal ini dimungkinkan karena responden belum mendapatkan informasi tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Pada penelitian yang dilakukan oleh Trywulan tentang perilaku memilih jajanan sehat menunjukkan bahwa sebelum responden diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar responden berpengetahuan cukup . ,3 %) dikarenakan responden belum diberikan pendidikan kesehatan yang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan, dimana didalamnya terjadi proses penyampaian Pengalaman dan penelitian menunjukkan ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih lama daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Yunita, 2. (Trywulan, 2. Teori lawrence green menyebutkan bahwa pengetahuan seseorang terbentuk karena adanya aktivitas educational strategis, pengetahuan yang kurang dari responden sebelum pendidikan kesehatan disebabkan responden belum mendapatkan pendidikan kesehatan (Supriyono, 2. Tabel 3 menunjukkan bahwa setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media sound slide terhadap pengetahuan memilih jajanan, seluruh responden mendapatkan nilai baik 37 . %). Hasil ini menunjukan bahwa pengetahuan responden meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan sehingga dikategorikan pengetahuan baik. Hasil ini sejalan dengan penelitian Yunita yang menunjukkan bahwa pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar responden berada pada kategori baik. Hal ini dikarenakan responden sudah mendapatkan pendidikan kesehatan mengenai pemilihan jajanan sehat dan jajanan tidak sehat (Yunita, 2. Teori lawrence green menyebutkan bahwa pengetahuan seseorang terbentuk karena adanya aktivitas, educational strategies. Pada proses kegiatan pendidikan kesehatan, responden mendapatkan input informasi sehingga meningkatkan pengetahuannya (Supriyono, 2. Tabel 4 menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media sound slide terhadap tindakan memilih jajanan, sebanyak 23 . ,1%) dari 37 responden dikategorikan tidak sesuai. Ini menunjukan bahwa praktik responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan mayoritas tidak sesuai. Pada saat pretest tindakan hasil observasi menyatakan bahwa mayoritas responden memilih membeli makanan/minuman dengan warna saus mencolok, gorengan yang dijual terbuka dan ketika membelinya dibungkus menggunakan kertas bertinta tidak mengenakan sarung tangan plastik, responden tidak membeli buah buahan dan susu, jika memakan makanan tidak cuci tangan terlebih dahulu, dan tidak membawa bekal dari rumah. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025. Hal. 8 - 17 Penelitian yang dilakukan oleh Trywulan tentang perilaku memilih jajanan sehat menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan didapatkan data dari hasil pre test bahwa mayoritas responden memiliki tindakan kurang dan mereka asal asalan mengkonsumsi makanan/minuman jajanan yang mereka suka atau yang menarik bagi mereka (Trywulan, 2. Tindakan siswa yang ditujukan saat pretest pada tanggal 4 Mei 2024 sebanyak 23 responden dikategorikan tidak sesuai, ini dapat dipengaruhi oleh komponen kognitif atau pengetahuan siswa yang kurang sehingga mempengaruhi persepsi siswa mengenai pemilihan jajanan. Teori Health Belief Model dalam Palupi yang berisi persepsi yang negatif akan mempengaruhi komponen praktik selanjutnya yaitu komponen afektif . omponen Siswa merasa takut saat mereka mengkonsumsi jajanan yang tidak sehat. Rasa takut ini akan mempengaruhi kecenderungan responden bertindak . omponen konati. sehingga praktik yang ditunjukkan siswa adalah praktik yang positif dalam memilih jajanan yang sehat dan jajanan yang tidak sehat. Responden yang bersikap negatif mampu mengubah tindakannya menjadi positif setelah diberikan intervensi karena dipengaruhi oleh pemberian informasi mengenai memilih jajanan sehat dan jajanan tidak sehat yang disampaikan jelas melalui media sound slide sehingga mampu mempengaruhi emosional responden (Palupi, 2. Tabel 4 menunjukkan bahwa setelah diberikan pendidikan kesehatan responden mengalami peningkatan tindakan yang bermakna dengan kategori sesuai sebanyak 32 . ,5 %). Nilai tindakan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan mayoritas menjadi meningkat dikarenakan responden sudah bisa menangkap seluruh hal positif yang mereka dapatkan dari intervensi. Pendidikan kesehatan dengan media sound slide terkandung materi-materi positif yang disampaikan. Setelah pengetahuan mereka cukup, emosional mereka bereaksi dengan stimulus yang ada. Salah satu hal yang mempengaruhi perubahan praktik/tindakan adalah stimulus yang telah tersampaikan. Sehingga setelah diberikan intervensi terjadi perubahan pada praktik/tindakan. Hasil penelitian Mulyawati tentang pengetahuan dan praktik konsumen anak menunjukkan bahwa praktik yang ditunjukkan anak setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang keamanan jajanan sebagian besar pengetahuan responden kategori baik, yaitu sejumlah 52 anak . ,3%). (Mulyawati, 2. Teori stimulus organisme menjelaskan bahwa perubahan perilaku dapat dihasilkan dengan rangsangan yang terus menerus pada individu. (Prihatin, 2. Analisis Bivariat : Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Sound Slide terhadap Pengetahuan dan Tindakan Dalam Pemilihan Jajan Pendidikan kesehatan merupakan bagian dari keseluruhan upaya kesehatan . romotif, prefentif, kuratif, dan rehabilitati. yang menitikberatkan pada upaya untuk meningkatkan prilaku hidup sehat. Secara konsep pendidikan kesehatan merupakan upaya mempengaruhi/mengajak orang lain . ndividu, kelompok, dan masyaraka. agar berperilaku hidup sehat. Secara operasional pendidikan kesehatan adalah semua kegiatan untuk memberikan/ meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek masyaarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. (Widodo, 2. Pengetahuan adalah hasil AutahuAy dan ini terjadi setelah orang mengadakan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terhadap objek terjadi melalui panca indra manusia yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025. Hal. 8 - 17 intensitas persepsi terhadap objek. Sebagian pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. (Mulat, 2. Tindakan adalah realisasi dari pengetahuan dan sikap menjadi suatu perbuatan nyata. Tindakan juga merupakan respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk nyata atau Respon terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek, yang dengan mudah dapat diamati atau dilihat oleh orang lain. Suatu sikap belum tentu terwujud dalam tindakan, untuk terwujudnya suatu tindakan . erbuatan yang nyat. dibutuhkan suatu pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas dan dukungan dari berbagai pihak. Adanya hubungan erat antara sikap dan tindakan didukung oleh pengertian sikap yang menyatakan bahwa sikap merupakan kecendrungan untuk bertindak. (Rihiantoro, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media sound slide terhadap pengetahuan memilih jajanan siswa, yang ditunjukan dari hasil uji Wilcoxson p value 0,000 . <0,. Hal ini sesuai dengan fakta yang peneliti dapatkan bahwa terdapat peningkatan nilai pengetahuan dan tindakan. Dimana sebelum diberikan pendidikan kesehatan responden dengan nilai kategori baik yaitu 3 . ,1 %) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai jajanan sehat dan jajanan yang tidak sehat pengetahuan responden meningkat menjadi kategori baik sebanyak 37 . %). Nilai rata-rata pengetahuan responden dari sebelum diberikan pendidikan kesehatan 55,13 menjadi 99,54. Tindakan/praktik responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan yang termasuk kategori sesuai 14 . ,9%) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan tindakan siswa dalam memilih jajanan sehat meningkat dengan kategori sesuai 32 . ,5%). Nilai rata rata tindakan responden dari sebelum diberikan pendidikan kesehatan 25,13 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan menjadi 95,17 yang menunjukkan peningkatan yang Hasil penelitian ini sejalan dengan teori adaptasi Roy dalam Nurdyansyah menyatakan pembelajaran dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan pada anak sehingga terjadi perubahan tindakan/praktik. Proses kontrol kognator berhubungan dengan fungsi otak yang tinggi terhadap proses informasi, pengambilan keputusan, dan emosi, sehingga mekanisme belajar merupakan suatu proses didalam adaptasi . yang mencakup mempersepsikan suatu informasi. (Nurdyansyah, 2. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Septiana pada penelitiannya yang berjudul AuPengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja di SMP Islam Ruhama CiputatAy. Dalam penelitian tersebut didapatkan informasi hasil uji ststistik diperoleh nilai Asymp. Sig 0,051 > 0,05 maka Ho diterima, disimpulkan bahwa tidak adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dikarenakan nilai ratarata antara sebelum dan sesudah intervensi hanya naik 4. 4 %. (Septiana, 2. Kesimpulan Hasil uji Wilcoxon untuk menguji pengaruh pendidikan kesehatan dengan media sound slide terhadap pengetahuan dan Tindakan dalam pemilihan jajanan didapatkan nilai p value 0,000 . <0,. yang berarti ada pengaruh yang signifikan terhadap pemberian pendidikan kesehatan pemilihan jajanan terhadap pengetahuan dan tindakan siswa. Menghitung rata-rata peningkatan pengetahuan setelah mendapat pendidikan kesehatan dihitung dengan nilai taraf signifikan = 0,05. Kaidah keputusan nya jika nilai p-value < dari = 0,05 maka H0 diterima dan sebaliknya jika nilai p-value > dari = 0,05 maka H0 Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025. Hal. 8 - 17 Guru dan petugas kesehatan sekolah sebaiknya berperan aktif dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan dengan berbagai media maupun metode yang dapat meningkatkan perilaku jajan sehat anak usia sekolah. References