SARGA : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM VOLUME 17 NO 1 JANUARI 2023 P-ISSN: 0853-4748 E-ISSN: 2961-7030 Journal Home Page: https://jurnal2. id/index. php/sarga PENGUKURAN PELETAKAN DAN INFRASTRUKTUR DENGAN METODE UI GREENMETRIC (KASUS: KAMPUS UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA) Measurement of Laying and Infrastructure Using the UI Greenmetric Method (Case Study: Amikom University Campus Yogyakart. | Received January 1st 2023 | Accepted January 28th 2023 | Available online January 31th 2023 | | DOI 10. 56444/sarga. 418 | Page 89 - 95 | Nurizka Fidali1* nurizka@amikom. Universitas Amikom Yogyakarta. Indonesia1* ABSTRAK Pertambahan ruang beraktivitas dalam sebuah kampus dapat membawa perubahan fungsi lahan, baik dari sawah menjadi kawasan publik dan komersial, yang tentunya membawa dampak baik maupun buruk terhadap lingkungan. Untuk mengurangi permasalahan lingkungan tersebut, implementasi arsitektur hijau dapat diterapkan pada lingkup kawasan kampus, yang disebut dengan Kampus Hijau (Green Campu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji keberadaan salah satu indikator UI GreenMetric, yaitu Peletakan dan Infrastruktur di kampus Universitas Amikom Yogyakarta. Untuk mendapatkan data maka dilakukan observasi, pengukuran, dan wawancara. Data kemudian diolah menggunakan metode scoring. Berdasarkan pengumpulan dan analisis data menghasilkan bahwa kampus Amikom mendapatkan poin sebesar 300 poin. Secara keseluruhan, kekurangan Amikom adalah lahan yang kurang untuk vegetasi hutan, ruang terbuka yang dapat diresapi air. Kata kunci: Green Campus. Peletakan dan Infrastruktur. Kampus Amikom ABSTRACT The addition of place of activity brings changes in land use, both from rice fields to public and commercial areas, which of course has good and bad impacts on the environment. To reduce these environmental problems, knowledge about green architecture. The implementation of green architecture can be applied to the scope of the campus area, which is called the Green Campus (Green Campu. This study aims to determine and examine the existence of one of the indicators of the UI GreenMetric, namely Laying and Infrastructure on the campus of the University of Amikom Yogyakarta. To get the data, observation, measurement, and interview are carried out. The data is then processed using the scoring method. The results showed that the Amikom campus gained 525 Overall. Amikom's shortcomings are lack of land for forest vegetation, open spaces that can be infused with water. Keywords: Green Campus. Laying and Infrastructure. Amikom Campus SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARI 2023 Nurizka Fidali PENDAHULUAN Sebuah kawasan binaan saat ini menjadi perhatian banyak ahli. Faktor pertambahan jumlah penduduk berimplikasi sejalan pada kebutuhan akan wadah untuk beraktivitas, energi, dan sumber daya yang semakin meningkat pula. Pertambahan tempat beraktivitas ini membawa perubahan fungsi lahan, baik dari sawah menjadi kawasan publik dan komersial, tentunya membawa dampak baik maupun buruk terhadap lingkungan. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan cara memenuhi kebutuhan pembangunan sering dilakukan tanpa mengindahkan kondisi lingkungan. Pembangunan kawasan yang tidak berpedoman pada sustainable development dapat menjadi salah satu penyebab rusaknya lingkungan dan menjadi pemicu terjadinya pemanasan global (Global Warmin. dan perubahan iklim. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organizatio. melaporkan bahwa 30% bangunan di seluruh dunia memiliki masalah udara dalam ruangan. Masalah ini dapat terus menjadi masalah kesehatan dan ketidaknyamanan pada bangunan tempat tinggal akibat pengaruh kualitas udara dan polusi udara pada bangunan yang ditempati yang mempengaruhi produktivitas penghuni, ventilasi yang buruk dan kurangnya cahaya alami. Fenomena ini dikenal sebagai Sick Building Syndrome. Untuk mengurangi permasalahan lingkungan tersebut, ilmu pengetahuan mengenai arsitektur hijau serta perencanaan kawasan berbasis pada lingkungan kini banyak diterapkan pada rancangan Ae rancangan arsitektur. Arsitektur hijau merupakan suatu teori perancangan urban yang mengemukakan gagasan-gagasan lingkungan yang hijau sebagai pertimbangan pokoknya. Konsep arsitektur hijau dalam bangunan hijau telah diadopsi oleh arsitek di seluruh dunia dengan perumusan bangunan hijau, termasuk di Indonesia. Karena hal ini dapat menambah nilai positif serta keuntungan bagi karya arsitektural tersebut. Karena pendekatan arsitektur hijau dirasa lebih berkelanjutan dibanding pengembangan berbasis pada satu elemen saja misalnya elemen ekonomi saja atau elemen sosial saja. Implementasi arsitektur hijau dapat diterapkan pada lingkup kawasan kampus, yang disebut dengan Kampus Hijau (Green Campu. Konsep Kampus Hijau di Indonesia saat ini telah dirumuskan oleh Universitas Indonesia yang bernama UI Greenmetric. Bertujuan untuk mengukur dimensi pengaplikasian konsep keberlanjutan pada sebuah kampus. Salah satu kampus dengan jumlah mahasiswa yang tinggi di Yogyakarta adalah kamus Universitas Amikom Yogyakarta. Dalam perkembangannya Universitas Amikom Yogyakarta akan terus melakukan pengembangan dan pembangunan sejalan dengan kebutuhan ruang untuk proses belajar mengajar. Hal ini tentunya perlu beberapa prtimbangan perencanaan yang baik dan sinergi, antara lain menentukan luasan bangunan dan kebutuhan ruang luar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penilaian . Kampus Hijau berdasarkan indikator pertama UI GreenMetric, yaitu tata letak dan infrastruktur kampus di Universitas Amikom Yogyakarta. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan jenis penelitian terapan Penelitian terapan, menurut Gay, adalah penelitian yang bertujuan untuk menerapkan, menguji dan mengevaluasi kemampuan teori terapan untuk memecahkan SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARI 2023 Pengukuran Peletakan dan Infrasturktur Menggunakan Metode UI Grenmetric masalah-masalah praktis. Dalam hal ini, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu metode untuk mendeskripsikan kondisi lapangan dengan cara yang secara akurat mencerminkan perubahan kondisi lapangan selama penelitian. Data primer dan data sekunder digunakan sebagai sumber data. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan . engukuran dan dokumentas. di lingkungan kampus Universitas Amikom Yogyakarta dan dengan mewawancarai pengelola lingkungan kampus sebagai orang yang memiliki informasi tentang penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka di kampus. Informasi sekunder yang digunakan berasal dari dokumen-dokumen terkait peraturan menteri dan peraturan daerah. Dalam hal ini, teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, yaitu uraian tertulis dari hasil observasi lapangan dengan teori yang diperoleh dari hasil literatur. HASIL DAN PEMBAHASAN Kampus Universitas Amikom Yogyakarta yang menjadi lokasi penelitian ini berlokasi di Jalan Ring Road Utara. Condong Catur. Sleman dengan luas lahan yang dimiliki A17. 327,35 m2. Gambar 1. Peta Kampus Universitas Amikom Yogyakarta Sumber: Google Earth Batas wilayah Universitas Amikom Yogyakarta yang terlihat seperti pada gambar di bawah menunjukkan batas sebelah utara yaitu pemukiman warga, batas bagian timur yaitu pemukiman warga, batas bagian selatan yaitu Jalan Ring Road Utara, dan bagian barat yaitu Jalan Nusa Indah. Condong Catur. Lahan Dari hasil identifikasi dan pengukuran area yang telah dilakukan, didapatkan luas total lahan terbuka 6929,17 m2. Lahan terbuka atau area tanpa bangunan ini terbagi menjadi 2 . , yaitu ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non hijau. Dengan penjabaran sebagai berikut : Ruang terbuka hijau = 2399,22 m2 Ruang terbuka non hijau = 4529,95 m2. Gambar 2. Analisa Penggunaan Lahan Sumber: Analisa Pribadi SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARI 2023 Nurizka Fidali . Populasi Untuk populasi yang terdapat di Universitas Amikom ini terdiri dari populasi mahasiswa, dosen, dan pegawai. Jumlah populasi mahasiswa merupakan jumlah terbesar, dengan kriteria mahasiswa aktif hingga tahun akademik 2019, yaitu 974 mahasiswa. Kemudian populasi selanjutnya adalah dosen. Jumlah dosen pada universitas ini adalah 428 dosen. Kemudian populasi selanjutnya adalah pegawai dengan jumlah 100 pegawai. Sehingga total populasi yang terdapat di Universitas Amikom Yogyakarta adalah 13. Resapan Untuk luas yang ada di kampus sebagai area resapan air selain vegetasi ,misalnya tanah, rumput, conblock adalah seluas 2450,65 m2. Vegetasi Hutan Luas kampus universitas yang ditumbuhi oleh vegetasi hutan . ebagian besar ditumbuhi oleh pohon-pohon berskala besar dan beragam. sejumlah besar atau massa vertikal yang padat dan semak-semak untuk konservas. adalah proporsi kampus terhadap total luas universitas Kampus ini berukuran 287,48 m2. Hasil Penilaian Tata Letak dan Infrastruktur Setelah melakukan pengumpulan data dan pengukuran obyek-obyek penilaian, maka kemudian menganalisis data-data tersebut untuk kemudian mendapatkan hitungan SI 1 Rasio antara ruang terbuka dengan area kampus Untuk penghitungan rasio antara ruang terbuka dengan total area kampus menggunakan formula : (. 6/1. x100%). Sehingga untuk kampus Universitas Amikom penghitungannya sebagai berikut: Ruang terbuka / total area kampus = Didapatkan hasil = . 4/1. 5 x 100%) = 26,67 % SI 2 Total area kampus yang tertutup vegetasi hutan Untuk penghitungan prosentase total area pada kampus yang tertutup vegetasi hutan adalah . ,48 m2 / 17327,35 m. x 100% = 1,66 % SI 3 Total area kampus yang tertutup vegetasi tanaman/taman Untuk penghitungan total area kampus yang terutup vegetasi tanaman/taman sebagai berikut : 9,22 m2 / 17327,35 m. x 100% = 13,85 % SI 4 Total area yang ada di kampus untuk resapan air selain vegetasi hutan dan Untuk penghitungan area resapan air selain vegetasi hutan dan tanaman terhadap total luas area kampus sebagai berikut : 0,65 m2 / 17327 m. x 100% = 14,14 % SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARI 2023 Pengukuran Peletakan dan Infrasturktur Menggunakan Metode UI Grenmetric SI 5 Total ruang terbuka dibagai dengan total populasi kampus Untuk penghitungan rasio populasi kampus terhadap ruang terbuka sebagai berikut: 9,17 m2 / 13. 502 or. x 100% = 51,32 % SI 6 Persentase anggaran universitas untuk upaya keberlanjutan dalam satu tahun Untuk persentase anggaran, universitas belum terlalu memberikan prioritas atau mengalokasikan dana yang besar untuk kegiatan Kampus Hijau (Green Campu. Universitas masih memprioritaskan untuk pendukung kegiatan Tri Dharma, yaitu pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, juga pengembangan sumber daya Sehingga untuk standar ini kegiatan keberlanjutan lingkungan tidak memperoleh nilai. Tabel 1. Penilaian Tata Letak dan Infrastruktur No. Indikator Rasio antara ruang terbuka dengan total area kampus Hasil = 26,67 % Total area kampus yang tertutup vegetasi hutan Hasil = 1,66 % Total area kampus yang tertutup vegetasi tanaman/taman Hasil = 13,85 % Total area yang ada di kampus untuk resapan air selain vegetasi hutan dan tanaman Hasil = 14,14 % Total ruang terbuka dibagi dengan total populasi kampus Hasil = 51,32 % Persentase anggaran universitas untuk upaya keberlanjutan dalam satu tahun Hasil = 3 % Nilai Eksisting Total = 525 Sumber: Analisa Pribadi Saat ini kampus Amikom memiliki ruang terbuka yang belum terlalu luas dibanding area terbangun, yaitu A40%. Area ruang terbuka tsb kebanyakan digunakan sebagai area parkir, kemudian taman. Sehingga penggunaan area kampus sebagai bangunan atau Koefisien Dasar Bangunan masih tinggi (A60%). Berdasarkan hasil observasi lapangan dan pengukuran yang telah dilakukan, kampus Amikom saat ini sangat kurang memiliki beberapa tumbuhan hutan . umbuhan bertajuk besa. yang ditanam. Menurut pengukuran masih kurang dari 2% dari total area Area tumbuhan hutan ini terdapat pada area depan gedung Unit VII, area parkir utara gedung Unit VI, dan sedikit di utara gedung BSC. Penanaman vegetasi hutan tidak merata dan harus ditingkatkan. Karena vegetasi hutan menawarkan banyak keuntungan berupa pohon tajuk yang besar. Antara lain sebagai penghasil oksigen. SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARI 2023 Nurizka Fidali penyerap polusi baik udara maupun suara, pemecah angin besar, sebagai peneduh dan sebagai penyerap air yang baik selain rerumputan, semak ataupun perdu. Berdasarkan hasil observasi dan pengukuran yang diperoleh, didapatkan persentase area yang tertutup oleh vegetasi tanaman adalah 13,85 % dari total luas area kampus. Dan melihat dari nilai Indikator belum mendekati nilai ideal. Penempatan Ruang Terbuka Hijau yang banyak pada kampus dapat memberikan keteduhan dan keasrian, serta kesan kampus yang sejuk dan nyaman. Namun pihak kampus selalu berusaha untuk menambah area taman/tanaman, dengan dibuatnya penambahan beberapa taman dan pergola hijau. Area yang diobservasi adalah area taman, area conblock yang dapat meresapkan air. Area tersebut masih didominasi oleh area conblock, bukan taman. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar area conblock digunakan untuk area parkir kendaraan. Sehingga dari hasil penghitungan, area resapan sekitar 14% dan didominasi conblock yang kemampuan meresapkan air tidak seoptimal area yg tidak menggunakan Berdasarkan data sekunder yang didapatkan, jumlah populasi kampus Amikom hingga saat ini adalah berkisar 13. 502 orang. Hasil yang didapat dari penghitungan rasio adalah 51,32%. Angka ini menunjukkan bahwa hasilnya masih belum optimal. Ruang yang tersedia tidak memenuhi standar yang ditetapkan dan tidak dapat digunakan secara optimal. Untuk saat ini penggunaan anggaran diprioritaskan untuk kegiatan Tri Dharma, yaitu pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat serta pengembangan tenaga Sehingga kedepannya diharapkan pengalokasian anggaran untuk keberlanjutan lingkungan akan ditingkatkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian Pengukuran Tata Letak dan Infrasruktur Menggunakan UI Green Metrics, diperoleh hasil penilaian akhir sebesar 300 poin. Nilai tersebut berkisar sepertiga dari nilai maksimal yang ditargetkan pada standar UI Green Metric, yaitu 1500 Hal tersebut dikarenakan masih kurang atau jauh dibawah poin standar untuk beberapa kategori, seperti keberadaan vegetasi, baik vegetasi hutan maupun perdu. Kemudian juga proporsi anggaran yang dialokasikan untuk keberlanjutan lingkungan yang masih perlu ditingkatkan. Selain hal tersebut juga aspek penambahan ruang terbuka dan area untuk resapan air hujan. Untuk kedepannya perlu adanya suatu konsep atau master plan perencanaan atau penataan lingkungan kampus, baik untuk area terbangun, area parkir, taman, jarak antar Selain itu perencanaan anggaran yang mengalokasikan peningkatan proporsi untuk kegiatan keberlanjutan lingkungan juga perlu dipertimbangkan. Usulan-usulan yang dapat diberikan antara lain : A Penambahan area RTH dan RTNH sebagai area penangkap dan resapan air hujan A Jika tidak memungkinkan penambahan area RTH maka bisa membuat vertical garden atau roof garden sebagai pengganti SARGA - VOLUME 17 NO. 1 JANUARI 2023 Pengukuran Peletakan dan Infrasturktur Menggunakan Metode UI Grenmetric A Penggunaan Grassblock untuk menggantikan paving block yang berguna untuk meningkatkan area resapan air dan menghindari terjadinya genangan air A Penyusunan atau pembaruan kebijakan mengenai keberlanjutan lingkungan yang dapat mendukung tercapaunya konsep green campus Jika hal-hal tersebut dilaksanakan maka diharapkan akan menumbuhkan kesadaran mengenai keberlanjutan lingkungan serta dapat menjalankan konsep Green Campus Sehingga lingkungan kampus akan lebih baik, nyaman, serta memiliki daya dukung yang baik. DAFTAR PUSTAKA