Excellent Midwifery Journal Volume 6 No. Oktober 2024 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 PENGARUH EDUKASI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA KELAS X DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SARASWATI 1 DENPASAR Sherly Yulyan Rangkoratat*, *Lenny Lusia Simatupang Program Studi S1 Ilmu Keperawatan. Universitas Murni Teguh Email: sherlyrangkoratat@gmail. com, lennylusia30@gmail. ABSTRACT The effect of education about reproductive health on the level of knowledge of adolescents at Saraswati 1 Denpasar Vocational High School from the results of the Wilcoxon signed test obtained an asymp sig. -taile. value of 0. 000 smaller thanthe alpha level of 5% . so that it rejects ho, and it can be concluded that there is an influence between the pre-test and post-test on reproductive health educationwith a value of . Keywords: Education. Reproductive Health. Adolescents LATAR BELAKANG Remaja merupakan masa peralihan dari usia anak menuju dewasa. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan fisik dan berfungsinya alat reproduksi yang disebut dengan istilah fase pubertas (Kusumawati, 2. Pubertas atau masa Ayakil balikAy merupakan masa seseorang individu memasuki usia remaja dengan mengalami perubahan fisik, psikologi, dan seksual (KBBI, 2. Pada masa ini umumnya remaja mengalami perubahan pada organ reproduksi dan bentuk secara fisik serta mulai ada perubahan psikologi berupa ketertarikan pada lawan jenis (Rahayu, 2. Tahapan ini, remaja sangat perlu mendapatkan pengawasan dan diberikan pengetahuan untuk menghadapi perubahan tersebut sehingga terhindar dari perilaku yang beresiko yang mana salah satu pengetahuan yang wajib diketahui oleh remaja yaitu kesehatan reproduksi (Ungsianik, 2. Berdasarkan data sensus Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) tahun 2022, menunjukan terjadi peningkatan proporsi pernikahan pada perempuan yang berusia kuarang dari 15 tahun dari 0,5% pada tahun 2020 menjadi 0,58% pada tahun 2021 yang mana sebagian besar diakibatkan karena kehamilan pra menikah. Saat ini berdasarkan data BPS. Provinsi Bali menduduki posisi ke 17 dari 33 provinsi dengan perkawinan anak pada usia 15-19 tahun dengan presentase 2,53% dari jumlah penduduk usia 15-19 (BPS. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan oleh Darmayasa . dalam penelitian yang diambil terkait kehamilan remaja di daerah Bali khususnya Denpasar didapatkan hasil bahwa ditemukan 155 kasus kehamilan remaja dari total 5. 112 kasus. Berdasarkan tingkat Pendidikan didapatkan paling banyak dengan tingkat pendidikan SMA . ,6%). SMP . ,7%) dan SD . ,7%). Hal ini, sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Meriyani . , menunjukan bahwa penyebab faktor resiko kehamilan dini pada remaja di Bali yaitu pergaulan yang pernah melakukan hubungan seksual, dan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan Penelitian tersebut juga didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Nursari . , faktor-faktor berhubungan dengan kehamilan di usia remaja yang mana kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi menjadi faktor utama kehamilan pada remaja. Penelitian Simatupang . pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah tingkat pengetahuan cukup dengan jumlah 27 orang . %) METODE PENELITIAN Jenis (Kuantitati. Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta kausalitas hubungan- hubungannya. Pada penelitian ini populasinya adalah siswa dan siswi di Sekolah Menengah Kejuruan Saraswati 1 Denpasar, dengan jumlah populasi sebesar 50 responden. Dalam penelitian ini metode pengambilan sampel yang digunakan menggunakan teknik Total Sampling. Total sampling . alam Putri et al, 2. adalah teknik pengambilan sampel yang jumlah sampelnya sama dengan jumlah Makin banyak sampel yang digunakan, makin kecil tingkat kesalahan. Karena teknik ini dianggap paling terbebas dari pengaruh kesalahan sampel . ample error. , sehingga teknik sampling yang cocok digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling. Analisa bivariat dalam penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Tingkat Pengetahuan Terhadap Edukasi Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Di Sekolah. Menengah Kejuruan Saraswati 1 Denpasar. Sebelum melakukan analisa data kuantitatif . dilakukan terlebih dahulu uji normalitas data dengan Wilcoxon. HASIL Karakteristik Responden Karakteristik Frekuensi Responden . Usia 15 Tahun 16 Tahun 17 Tahun 18 Tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Sumber : Data Primer, 2024 Berdasarkan dari data karakteristik responden, dalam penelitian ini jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50 responden dengan usia responden sebagian besar berada pada rentang 15 Ae 20 Tahun sebanyak 50 responden . -%), karakteristik jenis kelamin dalam penelitian ini responden paling banyak padarespoden dengan jenis kelamin Perempuan yaitu sebanyak 40responden . ,0%), dan responden dengan jenis kelamin laki Ae laki sebanyak 10 responden . ,0%). Gambaran Tingkat Pengetahuan Responden Pretest Pre Test Frekuensi Presentase . (%) Cukup Baik Sangat Baik Total Sumber : Data Primer, 2024 Berdasarkan dari data diatas hasil penelitian yang didapatkan bahwa sebagian besar responden di SMK Saraswati 1 Denpasar memiliki Tingkat pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi yang baik yaitu sebanyak 31 responden mendapatkan nilai Tingkat pengetahuan resproduksi yang baik atau sebanyak . ,0%), untuk Tingkat pengetahuan cukup sebanyak 14 responden atau . ,0%), dan untuk Tingkat pengetahuan yang sangat baik yaitu responden atau . ,0%). Gambaran Tingkat Pengetahuan Responden Postest Postest Frekuensi Presentase . (%) Baik Sangat Baik Total Sumber : Data Primer, 2024 Berdasarkan diatas hasil yang didapatkan Kesehatan Tingkat pengetahuan siswa SMK Saraswati 1 Denpasar meningkat, sehingga sebagian besar memiliki Tingkat pengetahuan yang sangat baik yaitu sebanyak 42 responden . ,0%) dan 8 Tingkat pengetahuan yang cukup atau sebanyak . ,0%). Persentase (%) Pengaruh Edukasi Tentang Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Saraswati 1 Denpasar Pengaruh Edukasi Tentang Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Saraswati Denpasar Asymp. Sig. -Taile. Total Sumber : Data Primer, 2024 Dari hasil uji wilcoxon signed test didapatkan nilai asymp sig. -taile. lebih kecil dari tingkat alfa 5%. sehingga menolak ho,dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pre test dan post test tentang edukasi Kesehatan reproduksi dengan nilai . PEMBAHASAN Dari hasil uji wilcoxon signed test didapatkan nilai asymp sig. -taile. lebih kecil dari tingkat alfa 5%. sehingga menolak ho,dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pre test dan post test tentang edukasi Kesehatan reproduksi dengan nilai . Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilkukan oleh Rizki . yang ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Dan didukung oleh penelitian Madinah. Rahfiludin, & Nugraheni . yang menyatakan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang peningkatan usia perkawinan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Bulahari & Korah Faktor pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah pengetahuan orang tua, faktor teman sebaya, dan efikasi diri, dan remaja yang memiliki pengaruh teman sebaya rendah dan memiliki efikasi diri tinggi lebih baik dibandingkan dengan remaja yang memiliki pengaruh teman sebaya tinggi dan efikasi rendah (Lenny Lusia Simatupang. Menurut Arisjulyanto et al. , . remaja yang memiliki pengetahuan tentang perilaku seksual pranikah dan memiliki efikasi tinggi lebih cenderung percaya diri dan tidak gampang terpengaruhi, sehingga lebih kecil kemungkinan untuk melakukan perilaku seksual pranikah yang dampaknya akan menyebabkan kehamilan diluar nikah dan pernikah dini. Dalam mengatasi masalah ini pentingnya pemerataan pelayanan dan pemanfaatan teknologi sebagai sarana edukasi tambahan dan pusatliteracy bagi remaja terkait kesehatan, seperti yang diungkapkan oleh Pasaribu. Arisjulyanto, & Hikmatushaliha . Indonesia merupakan suatu negara berkembang dengan banyak masalah dan tantangan dalam bidang kesehatan, baik dari masalah penyakit maupun kesenjangan dan ketidakmerataannya fasilitas dan pelayanan Mengatasi masalah ini dengan pemanfaatan teknologi dalam kesehatan merupakan langkah tepat dalam pemecahan masalah di bidang kesehatan khusunya masalahpengetahuan tentang kesehatanremaja, perlu dilakukan pengembangan pelayanan merupakan salah satu solusi pelayanan kesehatan yang merata dan bisa menyentuh semua kalangan khususnya remaja. KESIMPULAN Gambaran tingkat pengetahuan pre test diberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi didapatkan bahwa sebagian besar responden di SMK Saraswati 1 Denpasar memiliki tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang baik mendapatkan nilai tingkat pengetahuan resproduksi yang baik atau sebanyak . ,0%), untuk tingkat pengetahuan cukup sebanyak 14 responden atau . ,0%), dan untuk tingkat pengetahuan yang sangat baik yaitu sebanyak 5 responden atau . ,0%). Gambaran tingkat pengetahuan post test diberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi berdasarkan dari data diatas hasil penelitian yang didapatkan setelah diberikan edukasi tentang Kesehatan reproduksi sebagian besar Tingkat pengetahuan siswa SMK Saraswati 1 Denpasar meningkat, sehingga sebagian besar memiliki Tingkat pengetahuan yang sangat baik yaitu sebanyak 42 responden . ,0%) dan 8 responden masih memiliki Tingkat pengetahuan yang cukup atau sebanyak . ,0%). Pengaruh edukasi tentang kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja di sekolah menengah kejuruan saraswati 1 denpasar dari hasil uji wilcoxon signed test didapatkan nilai asymp sig. -taile. 000 lebih kecil dari tingkat alfa 5%. sehingga menolak ho,dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pre test dan post test tentang edukasi kesehatan reproduksi dengan nilai . Lenny Lusia Simatupang. Hubungan Self Efficacy Dengan Quarter Life Crisis Dalam Pembelajaran Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas MurniTeguh. Lestari, t. Kumpulan Teori Untuk Kajian Pustaka Penelitian Kesehatan (Vol. Yogyakarta Numed Letisa. Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Awal Sekolah Dasar Di Daerah Wisata Bandungan. Kabupaten Semarang. Madinah. Rahfiludin. MZ, & Nugraheni. SA . Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan . tudi pada remaja di SMP Nu 06 Kedungsuren Kabupaten Kenda. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5 . , 332-340. Megawati. Tajmiati. Rismawati. , & Mardiani. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Di Sekolah Menengah Pertama. Media Informasi, 12. , 55-59. Millenia. Ningsih. , & Tambunan. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Bahaya Pernikahan Dini: The Effect of Health Education on the Knowledge Level of Youth about the Dangers Early Marriage. Jurnal Surya Medika (JSM), 7. , 57-61. Panesa, . Studi Penilaian Pengalaman Pelecehan Seksual Pada Mahasiswa di Universitas Andalas Tahun 2023 (Doctoral dissertation. Universitas Andala. Prabandari. Hastuti. , & Widyastuti, . Pengaruh pemberian penyuluhan dengan media video dan booklet terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMK 2 Muhammadiyah Bantul (Doctoral dissertation. Poltekkes Kemenkes Yogyakart. Prastyo. Efektifitas Penyuluhan Daring Pada Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Perempuan Tentang Pencegahan Keputihan. Journal of Borneo Holistic Health, 3. , 106-112. SARAN Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu refrensi yang digunakan apabila akan melakukan Kesehatan reproduksi pada remaja. DAFTAR PUSTAKA