JVIP, 4 . : 105 - 111 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Pengaruh Penggunaan Kantong Jaring dengan Mata Jaring yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezi. Maria Arlinda Yuliati1*. Marcelien Dj. Ratoe Oedjoe1. Felix Rebhung1 1 Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan. Universitas Nusa Cendana. Jl. Adisucipto Penfui. Kota Kupang. Kodepos 85228. * Email Korespondensi : mariaarlinda185@gmail. Abstrak. Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan pada perikanan budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan telah dimanfaatkan dalam industri makanan, farmasi, medis, kosmetik dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut K. alvarezii yang dibudidayakan menggunakan kantong jaring dengan mata jaring yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan mulai bulan Juli sampai September 2022 diperairan Desa Oenaek. Kecamatan Kupang Barat. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing 3 kali ulangan. Data di analisis menggunakan Analisis Of Varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak terbaik pada perlakuan B . sebesar 490 g, perlakuan A (Kontro. sebesar 419,333 g, perlakuan C . ,75 inc. sebesar 340,333 g, perlakuan D . ,25 inc. sebesar 135,333 g. Berdasarkan hasil pertumbuhan mutlak didapatkan nilai pada perlakuan B . ,92%/har. , perlakuan A . ,64%/har. , perlakuan C . ,27%/har. dan perlakuan D . ,88%/har. Hasil uji kandungan karaginan pada perlakuan A sebesar 4,64%, perlakuan B sebesar 4,8%, perlakuan C sebesar 3,16% dan perlakuan D sebesar 2,56%. Hasil uji kandungan K. alvarezii memiliki kandungan air sebesar 1,69%, kadar abu 32,44%, kadar lemak 1,20%, kadar protein 3,53% dan karbohodrat 18,00%. Kata kunci : Kappaphycus alvarezii. Pertumbuhan. Ukuran mata jaring Pendahuluan Rumput laut adalah salah satu kelompok tumbuhan laut yang tidak bisa dibedakan antara bagian akar, batang dan daun, sehingga keseluruhan bagian dari rumput laut disebut thallus (Eti et al. , 2. Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan pada perikanan budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan telah dimanfaatkan dalam industri makanan, farmasi, medis, kosmetik dan lain-lain (Oedjoe et al. , 2. Salah satu jenis rumput laut yang saat ini banyak dibudidayakan adalah jenis Kappaphycus alvarezii. Para pembudidaya rumput laut di Desa Oenaek masih menggunakan budidaya dengan metode longline. Karena metode ini sangat mudah diterapkan dan modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Namun penggunaan metode ini masih belum efektif karena pada musim tertentu terjadi faktor pemangsaan rumput laut oleh ikan, melekatnya lumut dan kotoran pada thallus serta terkena penyakit ice-ice yang menyebabkan kerusakan pada thalus akibatnya terjadi penurunan pertumbuhan hingga gagal panen. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dalam penelitian ini dilakukan penambahan kantong jaring guna melindungi rumput laut selama proses budidaya. Metode kantong jaring merupakan salah satu modifikasi dari metode longline dengan memanfaatkan kolom air. Hasil penelitian terdahulu dengan metode kantong jaring juga telah diterapkan di Bali. Sulawesi Selatan. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara dimana pembudidaya dapat memanen 100% hasil budidaya yang sebelumnya hanya 45% (Cahyadi, 2. Menurut Insan . , menyatakan bahwa keuntungan dari penggunaan kantong jaring pada metode budidaya rumput laut adalah bibit rumput laut yang patah tidak langsung jatuh keperairan serta tidak mudah dimakan ikan. Melalui penggunaan metode budidaya sistem kantong jaring pada rumput laut K. alvarezii diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari kotoran, serangan ikan dan organisme yang menempel sehingga dapat memperbaiki pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan yaitu mengetahui pertumbuhan rumput laut K. menggunakan metode kantong jaring dengan ukuran mata jaring yang berbeda yang dibudidayakan di perairan Desa Oenaek. Kecamatan Kupang Barat. Nusa Tenggara Timur. Bahan dan Metode Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juli - 07 September 2022 bertempat di perairan Desa Oenaek. Kecamatan Kupang Barat. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian adalah kantong jaring, tali ris, pH meter, botol pelampung, thermometer, refraktometer, timbangan, gunting, dan rumput laut K. JVIP, 4 . : 105 - 111 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang dilakukan dimulai dari persiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian serta pembuatan kantong jaring. Teknik pembuatan kantong jaring dilakukan dengan cara menggunting jaring dengan ukuran diameter 25 cm dengan tinggi 40 cm, kemudian jaring dijahit menggunakan benang jaring membentuk kantong dengan tujuan agar bibit rumput laut yang dimasukan tidak jatuh ke Dalam metode ini digunakan jaring dengan size yang berbeda yakni 1 inci, 0,75 inci dan 0,25 inci. Rumput laut ditimbang menggunakan timbangan analitik dengan bobot awal pemeliharaan 100 gkemudian dimasukan ke dalam kantong jaring. Rumput laut di bawah menggunakan perahu ke tempat budidaya untuk diikatkan pada tali ris metode longline dengan jarak 30 cm antar kantong jaring dengan tujuan agar ada ruang di setiap kantong jaring sehingga memudahkan rumput laut antar kantong mendapatkan nutrien yang baik. Setiap jarak 2 meter diikatkan pelampung dari botol plastik. Rumput laut dibudidayakan selama 45 hari. Selama proses pemeliharaan rumput laut K. alvarezii dilakukan pembersihan kotoran yang menempel pada kantong jaring maupun pada rumput laut Selama proses budidaya rumput laut K. alvarezii dilakukan pengukuran bobot rumput laut seminggu sekali dimulai dari minggu pertama pemeliharaan hingga pada minggu terakhir masa pemeliharaan. Setelah 45 hari masa pemeliharaan rumput laut dilakukan pemanenan dan dilanjutkan dengan uji kandungan karaginan dan uji proksimat. Rumput laut K. alvarezii yang telah kering dipotong kecil-kecil dan dihaluskan menggunakan blender. Rumput laut ditimbang sebanyak 25 g dan dicuci bersih menggunakan air kemudian direndam dalam larutan aquades sebanyak 100 ml dengan lama waktu perendaman 20 menit. Setelah direndam rumput laut dicuci bersih dan dimasukan kedalam tabung erlenmeyer untuk dicampur dengan larutan aquades sebanyak 300 ml dan larutan KOH sebanyak 10 ml. Kemudian campuran rumput laut direbus menggunakan hot plate hingga menjadi bubur dan mengental. Kemudian dilakukan proses penyaringan menggunakan kain guna untuk mendapatkan rendemen rumput laut. Rendemen rumput laut kemudian dicampur dengan larutan etanol sebanyak 25 ml untuk diendapkan, hasil endapan kemudian dijemur hingga kering. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat kali perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut : Perlakuan A : Tidak menggunakan kantong . Perlakuan B : Mata jaring ukuran 1 inci Perlakuan C : Mata jaring ukuran 0,75 inci Perlakuan D: Mata jaring ukuran 0,25 inci Variabel yang Diukur Pertumbuhan Mutlak Pengukuran pertumbuhan mutlak rumput laut diamati dari awal penelitian hingga akhir penelitian dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Keterangan : W = Wt - W0 W : Pertumbuhan mutlak . Wt : Bobot pada akhir pemeliharaan . W0 : Bobot pada awal pemeliharaan . Pertumbuhan Spesifik Pertumbuhan spesifik rumput laut dapat dihitung dengan menggunakan rumus Supriyatna, el al. , . yaeyaIyac = yaUyayanya Oe yaUyayanya ya yayaya JVIP, 4 . : 105 - 111 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Keterangan: SGR : Laju Pertumbuhan Spesifik (% g/har. LnWt : Berat akhir penanaman . LnW0 : Berat awal penanaman . : Waktu pemeliharaan Analisis Data Analisis data untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan kantong jaring dengan mata jaring yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut K. alvarezii, maka data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis Ragam (ANOVA). Jika hasil yang diperoleh menunjukkan hasil berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan (Srigandono, 1. Hasil dan Pembahasan Pertumbuhan mutlak . Pertumbuhan Mutlak Pertumbuhan rumput laut K. alvarezi yang dibudidayakan menggunakan kantong jaring dengan ukuran mata jaring yang berbeda mengalami pemanbahan berat yang berbeda setiap perlakuan. Pertumbuhan mutlak rumput laut dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini. A (Kontro. B . C . ,75 in. D . ,25 in. Gambar 1. Pertumbuhan Mutlak Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pertumbuhan mutlak dengan menggunakan kantong jaring dengan ukuran mata jaring berbeda diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B . dengan berat . , diikuti dengan perlakuan C . ,75 inc. dengan berat . ,33 . dan pertumbuhan berat terendah terdapat pada perlakuan D . ,25 inc. dengan berat . ,33 . Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa penggunaan kantong jaring dengan ukuran mata jaring yang berbeda menunjukkan bahwa perlakuan berbeda nyata terhadap pertumbuhan rumput laut K. alvarezii pada taraf uji 5% (P<0,. Uji lanjut Duncan juga menunjukkan terdapat berbedaan antar perlakuan. Pertumbuhan berat mutlak tertinggi terdapat pada kantong jaring dengan ukuran mata jaring 1 inci, hal ini disebabkan karena rumput laut masih mendapatkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis dan dapat memperoleh suplai makanan secara merata dikarenakan tidak ada persaingan antar thallus rumput laut dengan kotoran maupun orgnisme yang menempel pada kantong jaring. Cahyadi . mengatakan bahwa penggunaan kantong sebagai wadah budidaya rumput laut K. alvarezii yang bermata jaring kecil mampu berperan sebagai pencegah terhadap serangan pemangsa. Pertumbuhan Spesifik Pertumbuhan spesifik rumput laut K. alvarezii dapat dilihat pada Gambar 2 di bawah ini. Pertumbuhan spesifik (%g/har. JVIP, 4 . : 105 - 111 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 3,92 3,64 3,27 1,88 A (Kontro. B . C . ,75 in. D . ,25 in. Gambar 2. Pertumbuhan Spesifik Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini berbeda nyata terhadap pertumbuhan spesifik K. alvarezii pada taraf uji 5% (P<0,. Perlakuan B . memberikan hasil pertumbuhan spesifik harian tertinggi yaitu 3,92%/hari dibandingkan dengan perlakuan C . ,75 inc. 3,27%/hari dan perlakuan D . ,25 inc. 1,88%/hari. Pertumbuhan harian tertinggi terdapat pada kantong jaring dengan ukuran mata jaring 1 inci, hal ini disebabkan oleh kecepatan arus yang membawa nutrien tidak terhalang oleh organisme epifit maupun kotoran yang menempel pada kantong jaring menuju thallus rumput laut mengakibatkan pertumbuhan lebih baik. Arus menyebabkan adanya tekanan nutrien di sepanjang talus sehingga nutrisi akan mudah menembus permukaan thallus dan masuk ke dalam jaringan dan sel (Serdiati dan Widiastuti, 2. , sehingga tidak ada persaingan antar thallus dalam memperoleh nutrien untuk pertumbuhan rumput laut. Mamang . , menyatakan bahwa pergerakan air yang baik dapat menghidari akumulasi garam dan organisme epifit yang menempel pada thallus yang dapat menghalangi pertumbuhan rumput laut. Keadaan rumput laut yang dibudidayakan dengan kantong jaring memiliki warna thallus yang cerah dan pertumbuhan hariannya terus meningkat. Secara umum nilai laju pertumbuhan spesifik rumput laut menggunakan kantong jaring dengan ukuran mata jaring yang berbeda yaitu sebesar 3%/hari, ini dapat dikatakan bahwa pertumbuhan rumput laut sangat Hal ini sesuai dengan Iksan . dalam Mamang . bahwa laju pertumbuhan bobot rumput laut yang dianggap cukup menguntungkan adalah di atas 3% pertambahan berat perhari. Anggadiredja, et al, . mengatakan bahwa pertumbuhan rumput laut dikatakan baik bila laju pertumbuhan hariannya tidak kurang dari 3%. Menurut Erpin dan Ruslaini . bahwa budidaya rumput laut pada skala menguntungkan jika rumput laut mengalami pertumbuhan yang terukur pada nilai laju pertumbuhan spesifik minimal sebesar 3%/hari. Kualitas Air Parameter kualitas air yang diukur selama budidaya rumput laut K. alvarezii adalah suhu, pH, salinitas, kecepatan arus dan kedalaman. Suhu merupakan salah satu faktor kualitas air yang mengatur dalam pertumbuhan rumput laut (Aris et al. , 2. Kisaran suhu pada penelitian rumput laut berkisar antara 26AC 28AC. Menurut Pong-Mask et al. , . suhu yang optimal sebagai persyaratan pertumbuhan rumput laut yaitu 26AC - 29AC. Fluktuasi suhu yang sangat tinggi akan membuat thallus rumput laut menjadi menjadi pucat, layu, stres serta mudah terserang penyakit ice-ice sehingga dapat mempengaruhi laju pertumbuhan. Arus dapat berfungsi sebagai pemasok nutrisi dan membantu rumput laut untuk lebih mudah menyerap nutrisi dan melakukan proses pertukaran oksigen (Oedjoe, 2. Kecepatan arus selama penelitian adalah 0,10 m/s. Menurut Pong-Mask et al. , . kecepatan arus yang optimal untuk budidaya rumput laut K. alvarezii berkisar antara 0,2-0,4 m/s. Arus merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suplai unsur hara secara tetap. Salinitas di lokasi penelitian yaitu 29 - 36 ppt. Menurut Sudrajat . alvarezii merupakan rumput laut yang tidak dapat tahan terhadap salinitas yang tinggi. Salinitas yang sesuai untuk pertumbuhan rumput laut alvarezii berkisar 28-35 ppt. Menurut Pong-Mask et al. , . salinitas perairan yang optimal untuk budidaya rumput laut K. alvarezii yaitu 32-34 ppt. Kisaran salinitas 28-32 ppt (Oedjoe et al. , 2. Kisaran optimal salinitas yang dipilih sebaiknya pada nilai 33 ppt dengan fluktuasi yang tidak besar. Fluktuasi salinitas yang diluar kisaran optimal akan menyebabkan rendahnya pertumbuhan rumput laut K. JVIP, 4 . : 105 - 111 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Nilai pH perairan pada lokasi penelitian ini stabil dan masih dalam kisaran normal yaitu 7,4, sehingga tidak menjadi faktor penghambat dalam pertumbuhan rumput laut K. pH perairan dapat mempengaruhi toksisitas perairan, rumput laut umumnya dapat tumbuh dengan baik pada kisaran pH 6,5-9,5 (Djurjani, 1999 dalam Asni, 2. Kedalaman suatu perairan sangat erat kaitannya dengan suhu Kedalaman pada lokasi perairan adalah 1,23 m. Kecerahan perairan yang ideal adalah lebih dari 1 m. Air keruh dapat menghalangi tembusnya cahaya matahari didalam perairan sehingga proses fotosintesis terganggu, sedangan kedalaman yang baik untuk pertumbuhan rumput laut adalah 0,3-0,6 m (Ditjenkanbud. Karaginan Kualitas karaginan terlihat pada rendemennya yang merupakan persentase bobot karaginan hasil ekstraksi rumput laut kering. Berdasarkan hasil ekstraksi rumput laut K. alvarezii yang diteliti menunjukkan kandungan karaginan tertinggi yang terdapat pada rumput laut yang dibudidayadengan perlakuan mata jaring 1 inci yaitu sebesar 4,8%. Kandungan karaginan dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni, perubahan kondisi lingkungan seperti parameter pergerakan massa air atau arus sehingga menghambat proses penyerapan nutrisi, unsur hara dan fotosintesis untuk pertumbuhan thallus. Marseno et al. , . menyatakan bahwa adanya perubahan komposisi kimia yang menyusun jaringan dan respons fisiologi yang terjadi seiring meningkatnya umur panen dan pengaruh dari kondisi tempat budidaya rumput laut yang menyebabkan terjadinya peningkatan rendemen karaginan. Kandungan karaginan lebih rendah pada perlakuan dengan mata jaring berukuran 0,25 inci dibandingkan dengan kantong rumput laut dengan mata jaring 1 inci hal ini disebabkan kurang optimalnya proses fotosintesis. Selain itu, kondisi ini menghambat penyerapan nutrien sebagai akibat endapan lumpur dan lumut yang tumbuh di sekeliling kantong jaring yang menghalangi masuknya nutrien ke dalam rumput laut. Tinggi dan rendahnya kandungan karaginan rumput laut K. alvarezii tergantung pada proses pembentukkan polisakarida (Distantina et al. , 2. Rigney dalam Dawes . menyatakan bahwa tinggi rendahnya persentase karaginan dipengaruhi oleh musim, umur tanaman, bibit, dan metode budidaya. Faktor lain yang merupakan penyebab rendahnya kandungan karagenan diakibatkan oleh lumpur yang menempel pada permukaan jaring sehingga selain menghambat masuknya nutrien juga mengakibatkan terhalangnya cahaya matahari yang masuk. Analisis Kandungan Proksimat Hasil analisis kandungan proksimat rumput laut K. alvarezii yang dibudidayakan dengan kantong jaring di Perairan Desa Oenaek dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kandungan proksimat Kappaphycus alvarezii dalam % Parameter Uji PK Air PK Abu PK Lemak PK Protein Karbohidrat Hasil 19, 69% 32,44% 1,20% 3,53% 18,00% Sumber : Balai Pengawasan Obat dan Makanan Di Kupang Berdasarkan hasil analisis kandungan proksimat rumput laut K. alvarezii diatas diperoleh kandungan kadar air sebesar 19,69%. Pertambahan umur panen rumput laut dapat mempengaruhi kadar air sehingga dengan bertambahnya umur panen maka semakin meningkat kadar air. Semakin rendah kadar air maka semakin baik kualitas rumput laut. Kandungan kadar abu rumput laut K. alvarezii pada penelitian ini sebesar 32,44% lebih tinggi dari penelitian Singdopong . , pada umur panen 45 hari sebesar 0,75%. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini dikatakan memenuhi standar yang ditetapkan oleh FAO yaitu 15% - 40%. Kandungan kadar lemak rumput laut K. alvarezii yang dibudidaya menggunakan kantong jaring sebesar 1,20%. Kandungan lemak rumput laut K. alvarezii pada umur panen 45 hari pada penelitian Singdopong, . adalah 5,67%. (Liem, 2. kandungan kadar lemak rumput laut terendah yaitu sebesar 1-5%. Kadar lemak sangat berpengaruh pada perubahan mutu suatu produk selama penyimpanan, maka perlu dilakukan analisis kadar lemak agar dapat menentukan daya simpan suatu produk, (Winarno, 1. Kadar protein pada rumput laut K. alvarezii yang didapatkan pada penelitian ini yaitu sebesar 3,53% lebih rendah dibandingkan dengan penelitian Singdopong . , yaitu 13,53%. Penurunan kadar protein kemungkinan disebabkan proses ekstraksi mengakibatkan polimer karagenan terlepas dari dinding sel rumput JVIP, 4 . : 105 - 111 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 laut sehingga kadar protein akan menurun (Murdinah, 2. Kadar karbohidrat rumput laut K. alvarezii yang diperoleh pada penelitian ini yaitu sebesar 18 % sedangkan pada penelitian Singdopong . sebesar 64,38%. Kadar karbohidrat jika dilihat pada standarisasi karaginan komersial maksimum yaitu sebesar 68,48% menunjukkan bahwa kadar karbohidrat pada penelitian ini tidak berada pada batas optimum. Kesimpulan Perbedaan penggunaan kantong jaring dengan ukuran mata jaring yang berbeda dapat memberikan respon pertumbuhan yang berbeda pula terhadap pertumbuhan rumput laut K. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa : Semakin kecil penggunaan ukuran mata jaring pada kantong rumput laut maka semakin kecil nilai pertumbuhan mutlak dan sebaliknya. Semakin kecil penggunaan ukuran mata jaring pada kantong rumput laut maka semakin kecil nilai pertumbuhan spesifik dan sebaliknya. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian hingga sampai penulisan jurnal ini. Daftar Pustaka