SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa Vol. No. 2 April 2023 e-ISSN: 2964-8629. p-ISSN: 2964-8548. Hal 49-59 Urgensi Penyesuaian Sekolah Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar Robingun Suyud El Syam1. Salis Irvan Fuadi,2 Robiah Adawiyah3 1, 2, 3 Universitas Sains Al-QuAoan. Wonosobo E-mail: robyelsyam@unsiq. id, irvan@unsiq. id, robiahadawiyah@unsiq. ABSTRAK Menurunnya minat dan kemampuan belajar dampak pandemi merupakan tantangan pendidikan ke depan, maka pihak sekolah mesti memahami esensi kurikulum baru yang diproyeksikan mengatasi problem tersebut. Tujuan penelitian difokuskan untuk mengungkap urgensi penyesuaian sekolah terhadap kurikulum Merdeka Belajar. Penelitian dalam setting library research dengan analisis content isi. Hasil penelitian menyimpulkan: bahwa kesiapan sekolah untuk menyesuaikan dengan Kurikulum Merdeka Belajar merupakan aspek kunci dalam mencapai tujuan pendidikan. Sekolah mesti memahamkan komponan pendidik dan tenaga pendidikan tentang esensi dari kurikulum tersebut. Pemahaman yang komprehenship tentang hal tersebut berdampak baik terhadap tercapainya tujuan esensial yang dipromosikan pemerintah yakni "Pulih Bersama dan Pulih Lebih Kuat". Penelitian merekomendasikan agar pemerintah melakukan difusi kurikulum Merdeka Belajar secara massif demi maksimalnya implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kata kunci : Urgensi ,Sekolah. Kurikulum. Merdeka ABSTRACT The decline in interest and learning ability due to the pandemic is a future educational challenge, so schools must understand the essence of the new curriculum that is projected to address this problem. The research objective is focused on uncovering the urgency of adjusting schools to the Merdeka Learning curriculum. Research in setting library research with content content analysis. The results of the study concluded: that school readiness to adapt to the Free Learning Curriculum is a key aspect in achieving educational goals. Schools must understand the components of educators and educational staff about the essence of the curriculum. comprehensive understanding of this has a positive impact on achieving the essential goal promoted by the government, namely "Recovering Together and Recovering Stronger". Research recommends that the government carry out massive diffusion of the Free Learning curriculum for maximum implementation of the Free Learning curriculum Keywords: Urgency. School. Curriculum. Independence PENDAHULUAN Received Febuari 28, 2023. Revised Maret 14, 2023. April 19, 2023 * Robingun Suyud El Syam, robyelsyam@unsiq. Urgensi Penyesuaian Sekolah Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar Pandemi Covid-19 mengharuskan pelajar familier dengan platform online untuk mengatasi tantangan dunia pendidikan (Bhasin et al. , 2. Minat siswa terhadap pembelajaran daring menurun selama pandemi (Steff & FEgEra, 2. Gangguan belajar, penurunan akses ke fasilitas pendidikan dan penelitian, hilangnya pekerjaan dan meningkatnya tagihan siswa tak terhindarkan (Onyema et al. , 2. Perlu digarisbawahi menurunnya minat dan kemampuan belajar, termasuk gurunya (Cormier et al. , 2. Menurunnya minat dan kemampuan belajar . earning los. merupakan tantangan pemerintah, sekolah dan pengajar untuk terus berupaya dan bekerjasama mengatasinya (Ramadhan & Kusuma, 2. Rerata learning loss di Negara Indonesia semasa pandemi sekitar 5-6 bulan. Tetapi di daerah 3T dapat mencapai 8-10 bulan. Situasi ini menambah krisis pendidikan di Indonesia yang sudah terjadi pada kurun 20 tahun ke belakang, terlihat dari skor PISA terkait literasi, numerasi, dan sains masih rendah. Kisaran 70 % peserta didik di Indonesia dalam kompetensi di bawah minimum dalam aspek literasi dan numerasi (Napitupulu, 2. Pemerintah membuat terobosan dengan kurikulum prototipe 2022 sebagai penyempurna dari kurikulum sebelumnya. Kurikulum paradigma baru ini telah diuji cobakan ke seluruh sekolah penggerak di Indonesia. Hal ini mengacu SK Badan Penelitian Pengembangan dan Perbukuan No 028/H/KU/2021 dan 029/H/KU/2021 terkait penerapan Capaian Pembelajaran di seluruh Sekolah Penggerak (Balitbangbuk, 2. Pengembangan kurikulum prototipe memiliki ciri khas yang menjadi daya dukung sebagai upaya pemulihan belajar. Kurikulum ini menjadikan pembelajaran lebih adaptif dan aktif dengan memberi keleluasaan bagi guru guna menjalankan proses pembelajaran berorientasi pada proyek pembelajaran (Faiz et al. , 2. Perubahan kurikulum di ini tentunya harus direspon para guru agar beradaptasi dengan tuntutan kurikulum baru (Palobo & Tembang, 2. S emua pihak berkontribusi penting, termasuk pengelola pendidikan itu sendiri, pihak swasta, pemerintah, dan masyarakat (Hartono. Kontribusi kurikulum baru terhadap kualitas pendidikan Indonesia menarik untuk dikaji, demi meningkatkan minat dari pelaku pendidik dalam penyesuaian. Dijumpai penelitian dengan tema serupa: misalnya Palobo & Tembang . , meneliti bagaimana guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran dalam kurikulum baru. Qalam . mengkaji guru agama dalam merencanakan pelaksanaan pembelajaran kurikulum baru. Santosa . meneliti disparitas menerapkan kurikulum baru saat Pandemi. Nafisah . meneliti implementasi kurikulum Internasional Cambridge pada dua sekolah dasar. Li . memfokuskan pengenalan pembelajaran berbasis komputer pada kurikulum baru. SIMPATI - VOLUME 1. NO. APRIL 2023 Urgensi Penyesuaian Sekolah Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar Sepanjang penelitian ini dilakukan, belum dijumpai artikel tentang keunggulan kurikulum Merdeka yang merupakan kebijakan baru dari pemerintah, dengan demikian tulisan ini mengandung unsur kemajuan dan layak untuk dilaksanakan. Dengan demikian, tujuan penelitian ini difokuskan untuk mengungkap urgensi penyesuaian sekolah terhadap kurikulum Merdeka Belajar. METODE Artikel termasuk jenis kualitatif dengan metode library research, bertujuan untuk mendeskripsikan sebuah obyek, fenomena yang akan dituangkan dalam tulisan naratif (Machali, 2. Proses pengumpulan data dilakukan penulis dengan memanfaatkan riset kepustakaan melalui beragam sumber seperti buku, jurnal, atau dokumen perundangan (Zed, 2. , terkait tema Aokurikulum MerdekaAo. Analisis data memakai content analysis (Miles et , 2. , dengan mengumpulkan data. Kemudian peneliti menganalisis isi teks yang dipilih dan diklarifikasikan serta dihubungkan dengan teori-teori yang relevan PEMBAHASAN Kurikulum Merdeka Belajar Menyikapi masa pandemi 2021 hingga 2022 Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penerapan Kurikulum 2013. Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka pada Sekolah Penggerak seta SMK Pusat Keunggulan (Mendikbudristek, 2. Kurikulum Merdeka menjadi angin segar dalam usaha perbaikan serta pemulihan pembelajaran. Transisi perubahan Kurikulum ini lebih sederhana dan fleksibel. Penyederhanaan kurikulum telah dimulai sejak 2022 berupa Kurikulum Darurat (Napitupulu, 2. Secara parktek peneyesuai kurikulum dimulai 2022 sampai dengan tahun Kebijakan dari Kemendikburistek bahwa sekolah yang belum siap menggunakan Kurikulum Merdeka bisa tetap menggunakan Kurikulum sebelumnya. Kurikulum Darurat juga masih bisa digunakan satuan pendidikan. Tahun 2024 menjadi penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasar evaluasi terhadap kurikulum masa pemulihan pembelajaran. Evaluasi ini menjadi acuan pemrintah dalam mengambil kebijakan lanjutan pasca pemulihan (Kemendikburistek, 2. Perlu dipahami. Perubahan kurikulum disiapkan sebagai strategi memitigasi krisis pembelajaran. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dimana pembelajaran intrakurikuler beragam agar konten lebih optimal sehingga siswa memiliki cukup waktu dalam memahami konsep dan SIMPATI - VOLUME 1. NO. APRIL 2023 Urgensi Penyesuaian Sekolah Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar menguatkan kompetensi. Kurikulum ini diharapakan bisa membantu penadidik dengan memilih berbagai perangkat ajar yang sesuai kebutuhan belajar dan minat siswa (Nurani et al. Karakteristik utama Kurikulum ini mendukung pemulihan pembelajaran dengan asumsi: Pengembangan soft skills dan karakter profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran projek, . Fokus materi esensial memungkinkan waktu yang cukup untuk mendalami kompetensi dasar dengan literasi dan numerasi, . guru lebih fleksibilitas untuk mengajar sesuai kemampuan siswa dan menyesuaikan konteks serta muatan lokal (Bskap, 2. Aspek keunggulan Kurikulum ini: . Lebih mendalam dan sederhana. Terfokus pada materi essensial, sehingga pembelajaran mendalam dan rileks, . Lebih Merdeka. Pendidik bisa mengajar sesuai tahap perkembangan dan capaian siswa. Pihak sekolah mempunyai wewenang mengembangkan kurikulum disesuaikan kondisi sekolah dan siswa, . Lebih interaktif dan relevan. Kegiatan projek memberi peluang lebih luas terhadap siswa untuk secara aktif mengeksplor isu-isu aktual (Nurani et al. , 2. Kurikulum Merdeka tidak dilaksanakan secara masif dan serentak. Program pendukung Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) berupa program Sekolah Penggerak (SP) dan Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK-PK) dimana pada program ini memberi dukungan dalam IKM. Dari dua program ini diperoleh pengalaman baik dalam Implementasi Kurikulum Merdeka sehingga praktik dan konten pembelajaran dari IKM pada sasaran tersebut teridentifikasi baik dan bisa menjadi percontohan bagi sekolah lainnya. Hasil data Kemendikburistek memverifikasi aspek kesiapan sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri. Sekolah akan mendapat dukungan baik dari kemendikbudristek dalam penerapan Kurikulum Merdeka jalur mandiri. Penerapan Kurikulum Merdeka bisa melalui beragam pilihan strategi, sebagai berikut: Tabel 1. Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Opsi Rasionalisasi memberi umpan balik 3 bulanan . Adopsi kurikulum secara bertahap demi memetakan kebutuhan penyesuaian daya dukung IKM dari Pemerintah daerah maupun Pusat SIMPATI - VOLUME 1. NO. APRIL 2023 Urgensi Penyesuaian Sekolah Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar memakai TIK untuk penyediaan berbagai Penyediaan asesmen dan perangkat pilihan asesmen dan perangkat ajar dalam bentuk digital menggunakan TIK untuk pelatihan mandiri Pelatihan mandiri dan sumber yang bisa diakses secara daring oleh belajar guru pendidik dan tenaga kependidikan Menghadirkan nara sumber nara sumber dari Sekolah Penggerak atau kurikulum merdeka SMK Pusat Keunggulan Dibentuk oleh lulusan Guru Penggerak atau Fasilitasi pengembangan inisiasi pengawas sekolah sebagai wadah komunitas belajar saling berbagi Sumber (Kemendikburistek, 2. Pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka yang ditawarkan Kemendikbudristek memberi keleluasaan pada sekolah guna menentukan pilihan berdasar angket kesiapan berdasar kesiapan guru serta tenaga kependidikan. Angket pendataan dikembangkan dan diisi guru serta tenaga kependidikan sekolah yang paling sesuai dengan kesiapan sekolah. Pilihan tersebut ada tiga opsi sebagai berikut: Tabel 2. Pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka Opsi Rasionalisasi kebebasan sekolah menerapkan beberapa bagian Mandiri Belajar dan prinsip KM, tanpa mengganti kurikulum keleluasaan sekolah menerapkan KM Mandiri Berubah menggunakan perangkat ajar yang disediaka keleluasaan sekolah menerapkan KM dengan Mandiri Berbagi mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar Sumber (Kemendikburistek, 2. Kemendikbudristek mengembangkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) edukasi menjadi teman penggerak bagi guru mewujudkan Pelajar Pancasila dengan fitur AuBelajar. Mengajar, dan BerkaryaAy. Hingga saat ini tersedia lebih dari 2000 referensi perangkat SIMPATI - VOLUME 1. NO. APRIL 2023 Urgensi Penyesuaian Sekolah Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar ajar berbasis KM. PMM diharapkan mampu menjadi teman guru dalam IKM dengan spirit kolaborasi dan saling berbagi (Kemendikburistek, 2. Urgensi Penyesuaian Kurikulum Merdeka Kurikulum seperti yang didefinisikan dari asal mula bahasa Latinnya secara harfiah berarti "menjalankan kursus" (Wilson, 2. Kurikulum mengacu pada sarana dan bahan yang dengannya siswa akan berinteraksi untuk tujuan mencapai hasil pendidikan yang diidentifikasi. Kurikulum terdiri dari semua pengalaman yang dimiliki peserta didik di bawah bimbingan guru. Kurikulum mewujudkan semua pengalaman belajar mengajar yang dibimbing dan diarahkan oleh sekolah (Sweetland, 2. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran (Ditpsd, 2. Rancangan sebuah kurikulum mempunyai tujuan terkait dengan terwujudnya pendidikan Rancangan tersebut didasarkan pada konsep sentral, definisi tahapan pembelajaran, batasan lintas mata pelajaran dan inti pengetahuan ilmiah, dan keselarasan dengan penilaian (Molina et al. , 2. Tiga keunggulan Kurikulum Merdeka:, fokus pada materi esensial, kemerdekaan guru mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan pelajar serta kegiatan projek untuk pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila melalui eksplorasi isu-isu aktual (Lie, 2. , mesti dipahami secara komprehenship oleh semua guru. Hal ini menjadi aspek kunci keberhasilan implementasi KM. Ada tiga model perubahan kurikulum menurut pakar kurikulum Allan Glatthorn . , menawarkan tiga model perubahan kurikulum: Pertama, agenda pengembangan kapasitas guru mumpuni dan menuju pada perubahan kurikulum. Kedua, pelatihan guru dilaksanakan untuk mendukung kurikulum yang baru dibuat. Ketiga, pembelajaran berbasis komunitas diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan kurikulum baru. Tiga pilihan SIMPATI - VOLUME 1. NO. APRIL 2023 Urgensi Penyesuaian Sekolah Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar model ini tentu perlu disesuaikan dengan berbagai variabel di suatu negara, terutama variabel Disini perlu dipahami bersama bahwa salah satu hasil penerapan bentuk kerja interaktif dalam pendidikan adalah meningkatkan tingkat motivasi belajar siswa. Melibatkan tidak hanya guru, tetapi juga siswa dalam proses penilaian kualitas kurikulum mendorong pengembangan desain kurikulum (Druzhinina et al. , 2. Dari argumentasi di atas, model inovasi Kurikulum Merdeka mesti dilakukan melalui pengurangan Kompetensi Dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga pendidik dan peserta didik dapat lebih fokus pada kompetensi esensial untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat Hal ini mengacu kepada esensi merdeka belajar adalah terletak pada kebebasan pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran (Kurniati et al. , 2. Pada aspek pembelajaran, proses yang dipakai mesti berperan dalam mewujudkan fleksibilitas kurikulum, yang mana dikonseptualisasikan dalam hal kemampuan beradaptasi dan aksesibilitas kurikulum terhadap kebutuhan dan kemampuan peserta didik. Demi mewujudkan fleksibilitas kurikulum, maka pemahaman guru akan esensi Kurikulum merdeka mesti dicapai (Jonker et al. , 2. Memberi kebebasan kepada pihak sekolah untuk memilih di antara Kurikulum 2013. Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka merupakan strategi cerdas Kemendikbudristek sesuai dengan kapasitas setiap sekolah. Pemberian pilihan ini juga sesuai dengan roh gerakan Merdeka Belajar. Secara ideal, pilihan paling tepat pada tingkat sekolah akan menumbuhkan rasa kepemilikan dan menentukan keberhasilan pelaksanaan kurikulum. Di sisi lain, yang perlu diantisipasi ialah kebingungan sebagian pimpinan sekolah, terutama yang belum dapat kesempatan sebagai Sekolah Penggerak, dalam menentukan pilihan. Proses pemerdekaan secara masif membutuhkan waktu dan strategi. Selama ini, banyak aktor pendidikan sudah terperangkap dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis sehingga kebebasan memilih justru bisa menakutkan. Penyelarasan kurikulum sangat penting guna mewujudkan tujuan pembelajaran, akan tetapi proses tersebut sering terkendala masalah-masalah praktis. Efek buruk dari misalignment lebih diperparah oleh kurangnya kesadaran peserta didik akan posisi mereka dalam kurikulum. Pada problem ini pihak sekolah bisa mempertimbangkan empat aspek: pengembangan kurikulum, visibilitas, penilaian, dan peningkatan pembelajaran (Meij & Merx, 2. Otoritas pendidikan, terutama di tingkat daerah, diharapkan bisa bergerak tangkas dalam keterjebakan birokrasi serta mendukung sekolah dan aktor per sekolah untuk menggunakan kebebasan dalam pengelolaan kurikulum dengan tepat. Kepatuhan buta sebagian aktor SIMPATI - VOLUME 1. NO. APRIL 2023 Urgensi Penyesuaian Sekolah Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar pendidikan pada aparatur Dinas Pendidikan dan Yayasan Penyelenggara menjadi faktor penghambat bila para aparatur gagal memahami visi dan tujuan Kurikulum Merdeka. Poin penting lain adalah ketegangan antara penyeragaman dan keberagaman. Besarnya negara Indonesia dengan beragam konteks budaya dan lingkungan menjadi salah satu alasan utama pentingnya kontekstualisasi kurikulum di tingkat satuan pendidikan. Dalam konteks yang sangat beragam ini, kurikulum yang tersentralisasi bukan saja tidak efektif, melainkan juga secara alami tidak dapat dilakukan (Anggraena et al. , 2. Gagasan kontekstualisasi kurikulum baik untuk merawat kebermaknaan dan relevansi kurikulum bagi setiap daerah dan bahkan sekolah. Namun, perlu ada kejernihan tentang kontekstualisasi ini. Pilihan materi esensial, strategi pembelajaran, termasuk metode dan media serta rancangan projek pembelajaran bisa disesuaikan dengan konteks setiap daerah. Namun, mestilah tetap ada standardisasi dan ekspektasi terhadap capaian pembelajaran. Memberi ruang kepada keberagaman tanpa ketegasan ekspektasi terhadap capaian pembelajaran dapat membuat kesenjangan prestasi pelajar semakin tajam. Peserta didik dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) khususnya pada daerah dimana kepala daerahnya kurang peduli akan semakin merasa terpinggirkan. Implikasi kurikulum merdeka bagi peserta didik dan pendidik di Indonesia ialah terkait karakteristik yang digunakan dalam kurikulum ini dimana peserta didik dan pendidik berproses bersama dalam pembelajaran berbasis projek demi mengembangkan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila, dimana fokus terhadap materi esensial sehingga ada waktu bagi pembelajaran mendalami kompetensi dasar, antara lain dengan: literasi dan numerasi. Selain itu fleksibilitas guru dibutuhkan dalam pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kadar kemampuan peserta didik (Kurniati et al. , 2. Kurikulum Merdeka ini perlu didukung, tetapi jangan sampai ada pengabaian terhadap anak-anak dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sekolah Ae sekolah di daerah kategori 3T . erdepan, terpencil, dan tertinggal. Faktor penting dalam keberhasilan Kurikulum Merdeka adalah strategi dan aksi nyata yang membutuhkan koordinasi secara intens lintas kementerian. Infrastruktur jaringan telekomunikasi menjadi prasyarat terwujudnya "Pulih Bersama dan Pulih Lebih Kuat". Tanpa adanya dukungan tersebut. Implementasi Kurikulum Merdeka yang digagas oleh Kemendikbudristek akan banyak mengalami KESIMPULAN SIMPATI - VOLUME 1. NO. APRIL 2023 Urgensi Penyesuaian Sekolah Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar Hasil penelitian menyimpulkan: bahwa kesiapan sekolah untuk menyesuaikan dengan Kurikulum Merdeka Belajar merupakan aspek kunci dalam mencapai tujuan pendidikan. Sekolah mesti memahamkan komponan pendidik dan tenaga pendidikan tentang esensi dari kurikulum tersebut. Pemahaman yang komprehenship tentang hal tersebut berdampak baik terhadap tercapainya tujuan esensial yang dipromosikan pemerintah yakni "Pulih Bersama dan Pulih Lebih Kuat". Penelitian merekomendasikan agar pemerintah melakukan difusi kurikulum Merdeka Belajar secara massif demi maksimalnya implementasi kurikulum Merdeka Belajar. REFERENSI