Jurnal AGRI PEAT. Vol. 22 No. September 2021 :111 - 118 ISSN :1411 Ae 6782 (Ceta. 2620-6935 (Elektroni. KESIAPAN MASYARAKAT UNTUK MENGEMBANGKAN INTENSIFIKASI USAHATANI PADI LADANG PADA LAHAN GAMBUT DI DESA TUWUNG KECAMATAN KAHAYAN TENGAH KABUPATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH (Readiness Of The Community To Develop The Intensification Of Rice Field Business On Peat Land In Tuwung Village. Kahayan Tengah District. Pulang Kisau Regency. Central Kalimantan Provinc. Suharno. Anggreini. Nopembereni. dan Zubaidah. Staf Pengajar Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian UPR Staf Pengajar Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian UPR e-mail: suharno@agb. Diterima : 19/08/2021 Disetujui : 06/09/2021 ABSTRACT The development of dryland rice farming on peatlands has great potential in order to increase national food production, especially rice. This research is a preliminary study or base line study of the action research on the intensification of upland rice on one hectare of peatland which was carried out in Tuwung Village. Kahayan Tengah District. Pulang Pisau Region of Central Kalimantan. This study aims to determine the technical and socio-economic potential and the readiness of the local community to participate in this activity. The research was conducted by exploring the opinions and responses of the local community through Focused Group Discussions (FGD) and digging up secondary data and information and appropriate literature. Tuwung village has great technical potential in the form of a fairly large land, which is 9,253 ha in the form of dry land in a peat swamp ecosystem supported by rainfall and an appropriate agro-climate for agricultural development. Currently, most of the land is in the form of rubber plantations, secondary forests and shrubs and shrubs from former cultivation that have been left uncultivated . ot cultivate. for more than ten years, as well as river and oxbow lake areas, which are lakes formed from dead streams that have been formed by the river. Agricultural potentials that can be developed in this village include upland rice and secondary crops, horticulture . ruits and vegetable. , animal husbandry, aquaculture . and forestry. The support and enthusiasm of the local community for the success of the study on the intensification of upland rice farming on peatlands in this village is very high, as evidenced by the establishment of a farmer group called the AuBawi HapakatAy, which is a women's farmer group. The farmer groups are the target of community development and empowerment and as direct beneficiaries of this activity. Keywords: action research, intensification, upland rice farming, peatland ABSTRAK Pengembangan usahatani padi lahan kering pada lahan gambut memiliki potensi yang besar dalam rangka untuk meningkatkan produksi pangan nasional, khususnya beras. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan . ase line sud. dari kegiatan kaji terap . ction researc. intensifikasi padi ladang pada lahan gambut seluas satu hektar yang dilaksanakan di Desa Tuwung Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi teknis dan sosial ekonomi serta kesiapan masyarakat setempat untuk mengikuti kegiatan ini. Penelitian dilakukan dengan cara menggali pendapat dan tanggapan masyarakat setempat melalui diskusi kelompok terfokus (Focused Group Discussion/FGD) dan menggali data serta informasi sekunder dan literatur yang sesuai. Desa Tuwung memiliki potensi teknis yang besar berupa lahan yang cukup luas, yaitu sebesar 9. 253 hektar yang berupa lahan kering pada ekosistem rawa gambut yang didukung oleh curah hujan dan agroklimat yang sesuai untuk pengembangan pertanian. Lahan tersebut saat ini sebagian besar berupa kawasan perkebunan karet, hutan sekunder dan semak belukar serta perdu bekas perladangan yang diberakan . idak diusahaka. sejak lebih dari sepuluh tahun, serta kawasan sungai dan danau oxbow, yaitu danau yang terbentuk dari aliran sungai yang Suharno, dkk Kesiapan Masyarakat Untuk Mengembangkan IntensifiksiAA. mati yang oleh masyarakat setempat diberi nama Danau Sabuah. Potensi pertanian . alam arti lua. yang dapat dikembangkan di desa ini meliputi padi padi ladang dan palawija, hortikultura . uah dan sayura. , peternakan, perikanan budidaya . dan kehutanan. Dukungan dan antusiasme masyarakat untuk menyukseskan kegiatan kaji terap intensifikasi usahatani padi ladang pada lahan gambut di desa ini sangat tinggi terbukti dengan telah dibentuknya kelompok tani yang diberi nama Kelompok Tani Bawi Hapakat yang merupakan kelompok wanita tani. Kelompok tani tersebut sebagai sasaran pembinaan dan pemberdayaan masyarakat serta sebagai penerima manfaat laangsung dari kegiatan ini. Kata kuci: kaji terap, intensifikasi, usahatani padi ladang, lahan gambut mengingat lahan ladang yang biasanya dimanfaatkan untuk tanaman padi gogo cenderung semakin luas pada seluruh pulau. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagai sumber pertumbuhan produksi padi di masa yang akan datang padi gogo memiliki peluang lebih baik dibanding padi sawah (Irawan, 2. Kontribusi padi ladang terhadap total produksi padi di Kabupaten Pulang Pisau memang masih kecil, yaitu hanya sebesar 6,92%. Hal ini antara lain disebabkan produktivitas padi ladang di daerah ini masih relatif rendah, yaitu sebesar 25,75 kuintal/ha (BPS Provinsi Kalimantan Tengah, 2. Rendahnya produktivitas padi ladang di Kabupaten Pulang Pisau antara lain disebabkan oleh rendahnya kualitas lahan, yang pada umumnya berupa lahan gambut dengan berbagai kendala yang menyertai-nya, dan belum diterapkannya teknologi usahatani padi ladang secara intensif. Menurut Agus dan Subiksa . , secara alamiah lahan gambut memiliki tingkat kesuburan rendah karena kandungan unsur haranya rendah dan mengandung beragam asam-asam organik yang sebagian bersifat racun bagi tanaman. Tanah gambut juga mengandung unsur mikro yang sangat rendah dan diikat cukup kuat . oleh bahan organik sehingga tidak tersedia bagi Selainitu adanya kondisi reduksi yang kuat menyebabkan unsur mikro direduksi ke bentukyang tidak dapat diserap tanaman. Rendahnya produktivitas tanaman padi ladang di Kabupaten Pulang Pisau juga disebabkan oleh praktik usahatani padi ladang yang diterapkan oleh para petani masih tradisional dan belum tersentuh oleh teknologi usahatani yang intensif, karena belum terdapat paket teknologi spesifik lokasi untuk usahatani padi ladang pada lahan gambut di daerah ini. Berdasarkan uraian di atas, maka untuk meningkatkan produktivitas padi ladang guna meningkatkan pendapatan rumah tangga petani PENDAHULUAN Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian . Indonesia masih mengimpor beras sebanyak 2,37 juta ton beras atau sekitar 7,02% dai kebutuhan beras nasional sebesar 33,80 juta ton. Hal ini mengindikasikan bahwa upaya untuk meningkatkan produksi beras nasional harus terus ditingkatkan, karena potensi dan peluang untuk meningkatkan produksi beras nasional tersebut masih terbuka luas, baik melalui peningkatan produktivitas . maupun melaui perluasan areal tanam . Peluang peningkatan produksi beras nasional melalui perluasan areal tanam masih terbuka cukup besar karena berdasarkan data Kementerian Pertanian . , masih terdapat lahan yang sementara tidak diusahakan pada tahun 2017 seluas 12,02 juta hektar, atau sekitar 32,36% dari total penggunaan lahan seluas 37,13 juta ha. Sementara luas panen padi ladang di Indonesia tahun 2017 hanya sebesar 1,57 juta ha dengan produktivitas rata-rata 3,27 ton/ha, jauh dibandingkan dengan luas pamen padi sawah yang mencapai 14,57 juta ha dengan produktivitas rata-rata sebesar 5,32 ton/ha. Ini menunjukkan bahwa perhatian dan keberpihakan pemerintah untuk mengembangkan padi ladang, baik secara intensif maupun secara ekstensif kalah jauh bila dibandingkan dengan padi sawah. Pengembangan tanaman padi di lahan permasalahan yang lebih kompleks dibanding pada lahan sawah. Hal ini antara lain karena lahan ladang umumnya memiliki tingkat kesuburan rendah. Disamping itu lahan kering umumnya didominasi oleh tanah masam yang dicirikan oleh pH tanah rendah (< 5,. , memiliki kadar Al dan fiksasi P relatif tinggi, peka terhadap erosi dan miskin unsur biotik. Namun demikian peluang perluasan lahan ladang/huma masih sangat memungkinkan Jurnal AGRI PEAT. Vol. 22 No. September 2021 :111 - 118 ISSN :1411 Ae 6782 (Ceta. 2620-6935 (Elektroni. dan sekaligus meningkatkan kontribusi produksi padi ladang di Kabupaten Pulang Pisau perlu diupayakan peningkatan praktik usahatani padi ladang yang baik . ood agriculture practices/ GAP) dan mengajak para petani untuk menerapkan praktik manajemen usahatani yang baik . ood management practices/ GMP). Berdsarkan permasalahan di atas, perlu dilakukan suatu kegiatan yang melibatkan para petani secara partisipatoris dalam bentuk kaji terap . ction researc. berupa demplot intensifikasi usahatani padi ladang yang diperluas dengan melibatkan para petani yang tergabung dalam kelompok tani sebagai mitra yang dimaksudkan untuk membantu dan memberikan contoh kepada petani agar dapat menerapkan praktik usahatani yang baik (GAP) dan praktik manajemen usahatani yang baik (GMP) dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas usahatani padi ladang di wilayah kajian, yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani melalui peningkatan pendapatan Adapun tujuan dari penelitian pendahuluan ini adalah untuk mengetahui potensi teknis dan sosial ekonomi serta kesiapan masyarakat setempat untuk mengikuti kegiatan ini. Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya sejak tahun 2009, serta memenuhi kriteria yang sesuai dengan tema kegiatan ini, yaitu: . sebagian besar masyarakat Desa Tuwung bermata-pencaharian utama sebagai petani dengan salah satu cabang usahatani yang diusahakan adalah padi ladang. lahan pertanian di Desa Tuwung adalah lahan gambut yang merupakan bagian dari ekosistem rawa pasang surut tipe C dan D yang merupakan lahan kering. FGD ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020, bertempat tinggal di Balai Desa Tuwung. Peserta FGD Kegiatan diskusi kelompok terfokus (FGD) dilaksanakan di Balai Desa Tuwung diikuti 30 orang peserta yang terdiri atas anggota masyarakat . sebanyak 20 orang, aparat desa sebanyak 4 orang, petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) 1 orang dan tim peneliti sebanyak 4 orang. Materi FGD Meteri FGD meliputi: . Potensi Desa. Kendala dan Permasalahan Pengembangan Pertanian di Desa Tuwung. Kesediaan Masyarakat untuk mengikuti pembinaan dalam rangka implementasi Kaji Terap Intensifikasi Usahatani Padi Ladang pada Lahan Gambut di Desa Tuwung. BAHAN DAN METODE Metode Dasar Penelitian ini merupakan bagian dari Kaji Terap Intensifikai Usahatani Padi Ladang di Desa Tuwung Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah yang didanai oleh Program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSINAS) Tahun 2020 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan, potensi teknis dan sosial ekonomi serta khususnya yang terkait dengan kesiapan masyarakat setempat untuk ikut dan berperan aktif dalam kegiatan ini dalam bentuk diskusi kelompok terfokus . ocused group discussion/FGD). HASIL DAN PEMBAHASAN Potensi Desa Tuwung Geografi Secara administratif Desa Tuwung merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kahayan Tengah. Luas wilayah Desa Tuwung sekitar 9. 253 ha yang berjarak sekitar 3 km dari ibu kota Kecamatan Kahayan Tengah di Desa Bukit Rawi ke arah utara. Desa Tuwung dilewati oleh jalan provinsi yang menghubungkan antara Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah dan ibu kota Kabupaten Gunung Mas di Kuala Kurun serta ibu kota Kabupaten Barito Selatan di Buntok, dengan jarak dari Kota Palangka Raya sekitar 20 km. Selain itu, wilayah Desa Tuwung terletak di alur Sungai Kahayan salah satu sungai besar di Provinsi Kalimantan Tengah. Desa Tuwung merupakan kawasan dataran rendah dengan ketinggian tepat di wilayah Desa Tuwung berkisar antara 10-50 Lokasi dan Waktu Kegiatan Penelitian dilaksanakan di Desa Tuwung Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah. Penetapan lokasi kegiatan ditetapkan secara sengaja, dengan pertimbangan bahwa Desa Tuwung merupakan desa binaan dari Jurusan Sosial Suharno, dkk Kesiapan Masyarakat Untuk Mengembangkan IntensifiksiAA. mdpl, sehingga pengaruh hidrologi, khususnya pasang surut air sungai Kahayan masih teras di desa ini. Ketika curah hujan di wilayah ini dan di wilayah hulu sungai cukup besar dan kondisi air sungai Kahayan sendang terjadi pasang, maka sebagian wilayah Desa Tuwung, khususnya di kawasan perladangan ikut tergenang tetapi sifatnya temporer . idak Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 52 Tahun 2008 Tentang Tatacara Pembukaan Lahan dan Pekarangan di Kalimantan Tengah yang intinya adanya larangan untuk membakar lahan untuk bercocok tanam, maka masyarakat di desa ini tidak lagi melakukan perladangan, karena dengan adanya larangan pembakaran lahan tersebut mereka kesulitan dalam pembukaan lahan. Bagi masyarakat peladang, membakar lahan bukan hanya untuk memudahkan dalam membersihkan dan membuka lahan, tetapi abu dari bekas meningkatkan kesuburan tanah karena petani tidak pernah melakukan pemupukan. Selain itu abu sisa pembakaran juga dimanfaatkan sebagai amelioran untuk mengurangi keasaman . H) tanah. Komoditas hortikultura yang banyak diusahakan oleh masyarakat Desa Tuwung khususnya untuk jenis buah-buahan, yaitu rambutan, durian, cempedak, pisang dan nanas. Sedangkan untuk jenis sayuran yang dikembang-kan masih sangat terbatas. Jenis sayuran yang banyak dihasilkan oleh masyarakat justru didominasi oleh jenis sayuran yang merupakan hasil hutan ikutan, yaitu kelakai . ejenis tumbuhan paku-pakua. yang memang banyak dikonsumsi dan digemari oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Jenis sayuran lain yang banyak diambil dari hutan adalah pakis dan umbut rotan. Demografi Jumlah penduduk Desa Tuwung pada bulan Agustus 2020 sebanyak 747 jiwa dengan jumpah penduduk laki-laki 381 jiwa dan perempuan 366 jiwa dan jumlah rumah tangga sebanyak 218 Kepala Keluarga (KK), dan ratarata jumlah anggota keluarga sebanyak 3,43 Dengan asumsi setiap rumah tangga hanya terdiri satu orang suami dan satu orang istri, dan anak-anak, maka rata-rata jumlah anak per KK di Desa Tuwung adalah sebanyak 1,43 atau berkisar 1-2 jumlah anak yang dimiliki per KK, ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat di Desa Tuwung untuk mengikuti program KB tergolong tinggi. Lahan Luas wilayah desa yang cukup besar 253 ha tersebut, maka secara umum potensi lahan di desa ini cukup luas. Pengunaan lahan di desa ini dapat dikempokan menjadi: Kawasan pemukiman dan pekarangan Kawasan perkebunan karet Kawasan hutan sekunder Kawasan semak belukar dan perdu yang dulunya merupakan kawasan perladangan yang tidak diusahakan lagi. Kawasan sungai dan danau oxbow, yaitu danau yang terbentuk dari aliran sungai yang mati. Danau oxbow yanga ada di Desa Tuwung oleh masyarakat setempat diberi nama Danau Sabuah. Perkebunan Komoditas perkebunan yang diusahakan oleh masyarakat di Desa Tuwung adalah karet. Tanaman karet banyak diusahakan oleh masyarakat di pekarangan dan lahan di kawasan kiri kanan pinggir sungai Kahayan. Karet merupakan salah satu sumber pendapatan utama masyarakat di desa ini. Peternakan Jenis ternak yang banyak diusahakan oleh masyarakat di Desa Tuwung adalah babi, ayam buras . yam kampun. dan itik. Ternak babi banyak diusahakan oleh masyarakat di desa ini karena sebagian besar penduduk di desa ini beragama Kristen dan Hindu Kaharingan yang mana tidak ada kendala terkait dengan agama dan kepercayaan masyarakat di desa ini untuk mengkonsumsi daging babi. Ternak ayam buras atau ayam kampung banyak diusahakan oleh masyarakat karena Pertanian Potensi pertanian yang sudah berkembang di Desa Tuwung adalah: Tanaman Pangan dan Hortikultura Potensi lahan untuk pengembangan tanaman pangan . adi dan palawij. di Desa Tuwung sebenarnya cukup besar. Namun sangat disayangkan saat ini potensi lahan yang begitu besar tidak dimanfaatkan. Sebelumnya masyarakat Desa Tuwung sudah terbiasa melakukan perladangan dengan tanaman utama padi ladang. Namun sejak dikeluarkannya Jurnal AGRI PEAT. Vol. 22 No. September 2021 :111 - 118 ISSN :1411 Ae 6782 (Ceta. 2620-6935 (Elektroni. pemeliharaannya yang relatif mudah tidak harus dikandangkan. Salah satu program dilakukan oleh kelompok pengabdian kepada masyarakat dari LPPM Universitas Palangka Raya dalam Program IbM Desa Tuwung Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau: Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Melalui Implementasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) oleh Suharno. Anggreini. Kendala dan Permasalahan Pengem-bangan Pertnanian di Desa Tuwung . Pembatasan pembukaan lahan dengan cara membakar Terbitnya Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 52 Tahun 2008 Tentang Pedoman Pembukaan Lahan dan Pekara-ngan Bagi Masyarakat di Kalimantan Tengah sebagaiman telah diubah dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 15 Tahun 2010, sebenarnya masyarakat diperboleh-kan melalukan pembukaan lahan dengan cara membakar secara terbatas dan terkendali, tetapi harus mendapat ijin dari pejabat yang berwenang. Hal ini dirasakan oleh masyarakat/petani ribet dan merepotkan. Sehingga mereka lebih memilih untuk menghentikan perladangan dan dampaknya sampai saat ini lahan yang dulu pernah digunakan untuk berladang diberakan hingga berubah menjadi padang sabat atau semak belukar dan perdu yang cukup lebat. Perikanan Keberadaan Sungai Kahayan dan danau oxbow (Danau Sabua. di desa ini merupakan potensi besar Desa Tuwung sebagai penghasil produk perikanan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Beberapa warga di desa ini telah mengembangkan budidaya ikan dalam karamba, khususnya untuk jenis ikan patin dan ikan nilai. Potensi perikanan tangkap di desa ini antara lain: ikan haruan . , ikan patin sungai, ikan sepat, ikan saluang . asbora s. dan udang sungai. Jenis tanah dan kualitas lahan Jenis tanah yang ada di Desa Desa Tuwung secara garis besar dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagian kecil berupa tanah endapan . yang berada di pinggir kiri dan kanan Sungai Kahayan dengan radius sekitar 500 m dari bibir sungai yang relatif Kawasan ini di sebelah kanan sungai ke arah hulu . ebelah timu. digunakan sebagai kawasan pemukiman dan pekarangan dan disebelah kiri sungai . ebelah bara. digunakan sebagai kawasan hutan sekunder dan perkebunan karet rakyat. Jenis tanah yang kedua didominasi tanah gambut . ebagian besa. dengan berbagai keterbatasan yang menyertainya, yaitu miskin hara dan tingkat keasaman tanah yang relatif tinggi . H renda. Hal ini merupakan salah satu yang mendorong masyarakat setempat untuk menghentikan kegiatan berladang sejak dilarang melakukan pembakaran lahan ketika pembukaan dan pengolahan lahan. Karena petani masih melakukan perladang secara tradisional tanpa pemupukan dan pemberian bahan amelioran untuk menurunkan keasaman . Kehuatanan Potensi kehutanan, khususnya hasil hutan bukan kayu berupa rotan yang banyak tumbuh . masyarakat di sepanjang pinggiran Sungai Kahayan yang membelah desa ini. Aspek Pasar dan Pemasaran Desa Tuwung terletak di tepi jalan raya yang mengubungkan antara Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah dengan beberpa kabupaten secara langsung maupun tidak langsung, yaitu Kabupaten Gungung Mas. Kabupaten Barito Selatan. Kabupaten Barito Timur. Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya. Selain itu Desa Tuwung letaknya relatif dekat dengan kota besar, yaitu sekitar 30 km dari Kota Palanhgka Raya. Dengan demikian, dari aspek pasar dan pemasaran bagi produk-produk di desa ini, baik produk-produk pertanian maupun non pertanian dapat dipastikan dengan mudh dan tidak ada kendala yang berarti, karena potensi pasarnya yang besar. Suharno, dkk Kesiapan Masyarakat Untuk Mengembangkan IntensifiksiAA. setempat untuk kembali mengusahakan padi ladang, setidak-tidaknya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya sendiri dalam pemerintah tentang kemandirian dan ketahanan Sosialisasi kegiatan dilakukan dalam bentuk pertemuan dengan warga masyarakat di Balai Desa Tuwung yang diisi dengan penyampaian rencana kegiatan oleh ketua tim peneliti dilanjutkan dengan diskusi dan tanya Karena di Desa Tuwung belum ada kelompok tani, maka dalam pertemuan tersebut sekaligus dibentuk kelompok tani binaan yang akan dilibatkan dalam pengelolaan usahatani di lapangan dalam bentuk pelatihan tentang praktik usahatani dan manajemen usahatani yang baik dalam budidaya padi ladang secara Kelompok tani binaan yang terbentuk diberi nama Kelompok Tani AuBawi HapakatAy yang diketuai oleh Ibu Sateng, yang beralamat di RT 01 Desa Tuwung. Selain dalam bentuk musyawarah dan rapat desa, sosialisasi kegiatan juga dilakukan dengan memasang spanduk kegiatan di Balai Desa Tuwung serta mengunggah foto-foto dan video kegiatan di media online melalui website Desa Tuwung, yaitu: w. Tidak adanya bantuan dari pemerintah untuk petani peladang Masyarakat Desa Tuwung mengaku bahwa selama ini perhatian pemerintah terhadap keberadaan pertanian ladang belum pernah ada, baik itu bantuan berupa program maupun bantuan fisik, berbeda dengan perhatian pemerintah untuk kawasan pertanian Bahkan yang diterima petani peladang adalah stigma negatif apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau salah yang dituding sebagai penyebabnya adalah kegiatan pembukaan lahan yang dilakukan oleh petani peladang dengan cara membakar. Dari hasil FGD ini dikemukakan oleh masyarakat apabila ada bantuan dari pemerintah, sekurang-kurangnya dalam bentuk pembukaan lahan mereka yang sekarang sudah telanjur menjadi semak belukar, petani di desa ini berkeinginan untuk kembali mengusahakan padi ladang. Terlebih lagi apabila disertai pemberian bantuan berupa sarana produksi pertanian dan pembinaan cara berusahatani yang baik oleh petugas. Kesediaan Masyarakat untuk mengikuti pembinaan dalam rangka implentasi Kaji Terap Intensifikasi Usahatani Padi Ladang pada Lahan Gambut di Desa Tuwung Rencana untuk pelaksanaan penelitian kaji terap model intensikasi padi ladang pada lahan gambut di Desa Tuwung disambut sangat antusias oleh masyarakat di desa ini. Hal ini terlihat dari aktifnya masyarakat berinterasi selama FGD ini dilakukan. Salah satu alasan mereka adalah bahwa sebenarnya mereka sudah menantikan adanya perhatian dari berbagai pihak untuk membantu mengelola kembali lahan mereka untuk berladang kembali yang sudah mereka berakan sekitar sepuluh tahun. Ketika ditawarkan untuk membentuk kelompok tani binaan, masyarakat langsung memberikan respon positif dengan membentuk satu kelompok tani yang mereka beri nama Kelompok Tani Bawi Hapakat yang merupakan kelompok wanita tani. KESIMPULAN Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSINAS) telah memberikan dana hibah penelitian kepada lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi, termasuk kepada tim peneliti dari Universitas Palangka Raya melalui Lembaga Penelitian dan Penhgabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UPR. Dari hasil penelitian pendahuluan . ase line stud. kegiatan kaji terap intensifikasi usahatani padi ladang pada lahan gambut di Desa Tuwung dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Desa Tuwung memiliki potensi lahan yang cukup besar sekitar 9. 253 ha. Pengunaan lahan di desa ini dapat dikempokan menjadi: Kawasan pemukiman dan pekarangan. Kawasan perkebunan karet. Kawasan hutan sekunder. Kawasan semak belukar dan perdu yang dulunya merupakan kawasan perladangan yang tidak diusahakan . Kawasan sungai dan danau oxbow. Sosialisasi Kegiatan dan Pembentukan Kelompok Tani Sosialisasi kegiatan dimaksudkan untuk memberikan inrfomasi kepada masyarakat penelitian yang berupa kaji terap model intensifikasi usahatani padi ladang pada lahan gambut di Desa Tuwung yang bertujuan untuk Jurnal AGRI PEAT. Vol. 22 No. September 2021 :111 - 118 ISSN :1411 Ae 6782 (Ceta. 2620-6935 (Elektroni. yaitu danau yang terbentuk dari aliran sungai yang mati. Danau oxbow yanga ada di Desa Tuwung oleh masyarakat setempat diberi nama Danau Sabuah. Potensi pertanian . alam arti lua. semua dapat dikembangkan di desa ini, meliputi: tanaman pangan . adi dan palawij. dan hortikultura . ayuran dan buah-buaha. , seperti: rambutan, durian, cempedak, pisang dan nanas. aret dan kelapa peternakan . abi dan ayam . engembangan karamba dan keramba jaring apun. kehutanan, berupa hasil hutan ikutan, khususnya rotan. Kendala dan permasalahan pengemba-ngan pertanian yang dihadapi masyarakat di Desa Tuwung antara lain: . Adanya pembatasan pembukaan lahan dengan cara membakar berdampak psda hilangnya minat masyarakt setempat untuk berladang. Jenis tanah dan kualitas lahan yang secara umum tergolong pada lahan marginal. Tidak adanya program pembinaan dan bantuan dari pemerintah untuk petani peladang. Masyarakat Desa Tuwung sangat antusias dan siap mendukung kegiatan kaji terap intensifikasi padi ladang pada lahan gmbut di desa ini. Antusiasme dan dukungan masyarakat diwujudkan dengan dibentuknya satu kelompok tani yang mereka beri nama AuKelompok Tani Bawi HapakatAy yang merupakan kelompok wanita tani, sebagai masyarakat serta sebagai penerima manfat langsung dari kegiatan ini. Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian beserta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UPR untuk dapat mengaktifkan kembali kerjasama dengan Pemerintah Desa Tuwung sebagai Desa Binaan yang pernah dibangun pada tahun 2009 yang sekaligus sebagai laboratorium lapangan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, bahkan sebagai Laboratorium Lapangan Fakultas Pertanian UPR. Kepada Pemerintah Daerah setempat, yaitu Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau disarankan agar dapat bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya dalam rangka mengembangkan potensi teknis dan sosial ekonomi Desa Tuwung yang begitu besar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi padi di daerah DAFTAR PUSTAKA Agus. dan Subiksa. IGM. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF). Bogor. Indonesia Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pengelolaan Tana-man Terpadu Padi Gogo. Pedoman Bagi Penyuluh Pertanian. Depar-temen Pertanian. Jakarta. BPS Provinsi Kalimantan Tengah. Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka 2018. Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Hernanto. Fadholi. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta. ISBN: 979489043X, 9789794890431 Irawan B. Dinamika Produksi Padi Sawah dan Padi Gogo: Implikasinya Terhadap Kebijakan Peningkatan Produksi Padi. Memperkuat Kemam-puan Swasembada Pangan. ISBN: 978-602-344-085-6. IAARD Pess. Jakarta. Kementerian Pertanian. Statistik Konsumsi Pangan Tahun 2018. Pusat Data Sistem Informasi Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta. Kementerian Pertanian. Statistik Pertanian 2018. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta. Kementerian Pertanian. Statistik Pertanian. Pusat Data dan Sistem SARAN