Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 7 No. 3 Juli 2023 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 58258/jisip. 5026/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Komunikasi dan Advokasi Kebijakan Terhadap Manajemen Publik Melalui Lembaga Swadaya Masyarakat Kota Medan Khairunnisah Lubis Universitas Medan Area Article Info Article history: Received : 28 March 2023 Publish : 03 July 2023 Abstract This study aims to determine communication and policy advocacy towards public management through non-governmental organizations in the city of Medan. This research method uses library research by collecting relevant studies from books, literature, notes and The results of this study indicate that the Pesada NGO has succeeded in implementing all elements of advocacy in non-profit organizations, judging from the success of the programs carried out by the Pesada institution. Keywords: Communicatio. Policy Advocacy. Public Management. NonGovermental Organizations Info Artikel Article history: Diterima : 28 Maret 2023 Publis : 03 Juli 2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi dan advokasi kebijakan terhadap manajemen publik melalui lembaga swadaya masyarakat kota Medan. Metode penelitian ini menggunakan library research dengan mengumpulkan studi yang relevan dari buku, literatur, catatan dan laporan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LSM Pesada telah berhasil untuk menerapkan keseluruhan unsur advokasi pada organisasi non profit, dilihat dari keberhasilan program yang dilakukan oleh lembaga Pesada. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 4. 0 Internasional Corresponding Author: Khairunnisah Lubis Universitas Medan Area Email : khairunnisah@staff. PENDAHULUAN Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) merupakan lembaga atau organisasi yang didirikan oleh suatu kelompok maupun perseorangan yang dimana bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan sosial maupun politik di masyarakat yang dilakukan dengan sukarela tanpa mengambil keuntungan atau benefit untuk lembaga atau instansi tersebut. Salah satu lembaga swadaya masyarakat yang berada di kota medan adalah Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA) yang memiliki focus kerja dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan kekerasan terhadap anak. LSM Pesada telah banyak menangani kasus yang berhubungan dengan pemberian perlindungan hak perempuan dan kekerasan anak sejak tahun 1999 LSM ini berdiri. Dan telah menyelesaikan beberapa kasus yang menyangkut mengenai hak serta pemberdayaan perempuan dan kekerasan terhadap anak. Perkembangan LSM ini pastinya didukung oleh beberapa faktor yang mendukung keberlangsungan lembaga ini. Terutama lembaga ini bergerak di tengah masyarakat. Apabila dipandang dari sisi Komunikasi Kebijakan, lembaga ini harus memenuhi keenam . unsur dalam advokasi yang diantaranya adalah Koalisi. Pengumpulan Dana. Tujuan. Data. Pesan. Pelaksanaan serta Evaluasi yang dilakukan oleh lembaga Pesada untuk meninjau perkembangan dari lembaga nirlaba ini. METODE PENELITIAN Dalam melaksanakan penelitian ini, para peneliti menggunakan Library research untuk mencari data-data yang mendukung keabsahan penelitian ini. Library research merupakan teknik kepustakaan yang menjadikan penelitian terdahulu yang telah dilakukan sebelumnya dengan menggunakan data yang relevan untuk penelitian yang selanjutnya. Menurut M. Nazir . 1833 | Komunikasi dan Advokasi Kebijakan Terhadap Manajemen Publik Melalui Lembaga Swadaya Masyarakat Kota Medan (Khairunnisah Lubi. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perkumpulan Sada Ahmo atau Pesada merupakan organisasi Non Profit lokal di Sumatera Utara yang berdiri pada awal Oktober 1990 sebagai Yayasan Sada Ahmo/YSA, sebagai reaksi atas eksistensi masyarakat PakPak sebagai Suku asli Kabupaten Dairi yang saat itu Oleh karena itu sejak tahun 1991 YSA telah memulai program pengembangan masyarakat melalui pendidikan anak pra-sekolah dan pendampingan kelompok orang tua untuk masyarakat Pakpak. Setelah 13 tahun eksis dalam bentuk yayasan. YSA memutuskan merubah status hukumnya menjadi perkumpulan disebut sebagai Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA) agar lebih independen, transparan, demokratis dan partisipatif. Dengan struktur baru ini, beberapa pendiri mengundurkan diri dan saat ini anggota perkumpulan berjumlah 11 orang yang terdiri dari pendiri, pengurus PESADA yang mengabdi dalam organisasi PESADA se4lama lebih dari 7 Tahun dan bersedia menjadi anggota. Sejarah PESADA yang diawali dengan 2 personil dengan proyek peternakan ayam dan TBAA di desa Tinada, kini telah meluas ke banyak Kabupaten dengan program penguatan Perempuan melalui Pendampingan Kredit union dan kelompok perempuan, disamping program penguatan anak , pengembangan usaha, advokasi dan lain-lain. Banyaknya kasus yang telah ditangani oleh LSM PESADA membuktikan bahwa LSM ini memiliki penanganan serta perencanan yang matang dalam menjalankan organisasi Non profit Namun harus dipertimbangkan juga dari bagaimana unsur advokasi diterapkan pada organisasi ini, mengingat organisasi ini bergerak di bidang pelayanan advokasi terhadap Tujuan Dalam unsur ini. LSM Pesada harus mempertimbangkan berbagai aspek guna keberlangsungan dari organisasi non profit ini. Hal ini diikuti dengan pertimbangan apakah tujuan teresbut dapat membentuk koalisi yang kuat, akankah tujuan tersebut tercapai di masa depan nanti, serta apakah tujuan tersebut mampu menangani permasalahan di masa depan. Dalam hal ini LSM Pesada mempunya tujuan untuk menciptakan keadilan dan kenyamanan bagi hidup perempuan dan anak melalui misi yang mereka buat, antara lain : Pendampingan pemenuhan hak perempuan, korban kekerasan, termasuk perkawinan anak dan pemenuhan HKSR perempuan Penguatan ekonomi perempuan akar rumput untuk gerakan ekonomi rakyat yang setara gender, inklusif dan berkelanjutan Menggali dan pengembangan penguatan kepemimpinan perempuan dan kelompok minoritas di institusi publik dan lembaga adat dan agama untuk mewujudkan masyarakat yang demokratis dan menghormati keberagaman, adil gender dan tanpa toleransi terhadap segala bentuk diskriminasi Menggali dan mengembangkan sumber daya yang mandiri dan berkelanjutan. Data Data yang valid, lengkap dan akurat dapat menjadi argumentasi yang kuat dalam mengambil masalah yang di advokasi. LSM Pesada dalam menangani kasus umumnya akan mencari data yang mendukung pemenuhan data yang akan dibawa ke ranah hukum untuk digunakan sebagai bahan pembelaan terhadap klien mereka. Pesan Sasaran advokasi yang berbeda memberi respon yang berbeda pula terhadap pesan yang LSM Pesada memberikan kalimat penguatan kepada para perempuan di seluruh indonesia dan berpesan bahwa kalau perempuan punya kekuatan ekonomi, dia akan lebih kuat, lebih punya kekuatan dari dalam jadi punya kekuatan untuk merealisasikan haknya. Koalisi 1834 | Komunikasi dan Advokasi Kebijakan Terhadap Manajemen Publik Melalui Lembaga Swadaya Masyarakat Kota Medan (Khairunnisah Lubi. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Ditentukan oleh kuatnya koalisi beberapa orang, organisasi, atau lembaga yang mendukung Pesada melakukan koalisi dengan institusi nasional antara lain : Pengumpulan Dana Karena kegiatan yang dilakukan berkelanjutan dan dalam waktu yang panjang berarti harus menyediakan waktu dan energi untuk membantu keberlangsungan kegiatan koalisi. Organisasi Nonprofit seperti Pesada memiliki sumber dana pada program pesada periode 1989-2020sebagai modal untuk keberlangsungan kegiatan organisasi mereka, antara lain : Terre des hammes (TDH) dengan hibah sebesar Rp. Bread for the world (BFTW) dengan hibah sebesar Rp. The Johanniter dengan hibah sebesar Rp. Oxfam Novib dengan hibah sebesar Rp. Dll Pelaksanaan Apabila unsur pokok yang lain telah dilaksanakan dengan baik, maka proses pelaksanaan tujuan atau misi dalam advokasi pun akan dilaksanakan dengan lancar. Salah satu pelaksanaan program yang dijalankan oleh LSM Pesada adalah AuPerkawinan anak dan kekerasan terhadap perempuan dianggap sebagai budaya yang tidak beradab dan HKSR dijadikan mainstream atau arus utama dalam pemenuhan hak asasi manusiaAy yang proses penyelesaiannya antara WWC Sinceritas Pesada, mendampingi 60 kasus KDRT, 21 kasus kekerasan terhadap anak perempuan, 18 kasusu KTP di ruang publik melalui pendampingan konseling, konsultasi hukum dll. Pengembangan OSS&L , di puskesmas posko pengaduan dan layanan HKSR yang diakses oleh 217 perempuan Evaluasi Setelah melaksanakan keseluruhan program yang dilakukan, maka perlu untuk mengkaji ulang program ataupun peraturan untuk melihat kekurangan serta kesalahan yang dihasilkan untuk kemudian diberikan solusi agar kedepannya permasalahan yang sama dapat dihindari. LSM Pesada melakukan rapat bulanan dengan para anggota untuk melihat apakah ada program yang berhasil untuk diapresiasi dan program yang memiliki kekurangan agar KESIMPULAN LSM Pesada telah berhasil untuk menerapkan keseluruhan unsur advokasi pada organisasi non profit, dilihat dari keberhasilan program yang dilakukan oleh lembaga Pesada. Keberhasilan dari suatu organisasi atau instansi dapat dilihat apabila organisasi tersebut telah matang dalam sistem perencanaan dan pemenuhan unsur advokasinya. DAFTAR PUSTAKA