JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 3. September 2024 EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN WIRAUSAHA FOOD AND BEVERAGE DI SKB PURWOKERTO Nurusy Syifa1. Ika Rizqi Meilya2. Ratna Sari Dewi3 1,2,3 Universitas Singaperbangsa Karawang. Karawang Ae Jawa Barat - Indonesia 2010631040072@student. id, 2ika. rizqi@fkip. id, 3ratna. sari@fkip. Received: September, 2024. Accepted: September, 2024 Abstract Research aims to describe the evaluation of the food and beverage entrepreneurship skills education program at SKB Purwokerto using the CIPP model including Context. Input. Process. Product developed by Daniel Stufflebeam. The results of the research show that . Evaluation of the Context of the food and beverage entrepreneurship skills education program at SKB Purwokerto is running well because of the suitability of the program to the needs of students, benefits of the program, program approach, clear human resource plan and budget plan. Evaluation of the input for the food and beverage entrepreneurship skills education program at SKB Purwokerto, including human resources and facilities and infrastructure, some of the components of which are quite good, the only problem is that the facilities are still incomplete. Process evaluation of the food and beverage entrepreneurship skills education program at SKB Purwokerto including learning planning, learning implementation, and learning evaluation can be said to be good. Product evaluation of the food and beverage entrepreneurship skills education program at SKB Purwokerto includes the achievement of program objectives, output, and outcome that are appropriate and can be said to be good. Keywords: Program Evaluation. CIPP. Entrepreneurial Skills Education Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto dengan menggunakan model CIPP meliputi Context. Input. Process. Product yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam. Hasil penelitian menunjukan bahwa . Evaluasi Context program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto berjalan dengan baik karena adanya kesesuaian program dengan kebutuhan peserta didik yang telah sesuai serta tujuan, manfaat program, pendekatan program, rencana SDM dan rencana anggaran yang jelas. Evaluasi Input program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto mencakup sumber daya manusia serta sarana dan prasarana sebagian komponennya sudah cukup baik, hanya terkendala dalam sarana yang masih belum lengkap. Evaluasi Process program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto mencakup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran dapat dikatakan sudah baik. Evaluasi Product program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto mencakup ketercapaian tujuan program, hasil belajar/output, dan keluaran/outcocome sudah sesuai dan dapat dikatakan baik. Kata Kunci: Evaluasi Program. CIPP. Pendidikan Kecakapan Wirausaha How to Cite: Syifa. Nurusy. Meilya. Ika Rizqi. , & Dewi. Ratna Sari. Evaluasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Food and Beverage di SKB Purwokerto. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 366-377. Volume 7. No. September 2024 pp 366-377 PENDAHULUAN Permasalahan penyerapan tenaga kerja industri merupakan permasalahan dan memerlukan perhatian pemerintah. Jumlah lulusan sekolah semakin meningkat setiap tahunnya. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2023 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan berjumlah 278,8 juta jiwa, naik 1,1 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 275,7 juta jiwa. Angka penduduk usia kerja . -64 tahu. adalah sekitar 69,13 persen dari total penduduk. Sementara itu, kondisi lapangan sendiri mengalami peningkatan pada anak putus sekolah pada jenjang pendidikan dibandingkan angka tahun 2022 (BPS, 2. Situasi seperti ini tentu menjadi beban bagi pemerintah. Karena banyaknya pengangguran dapat menimbulkan permasalahan sosial seperti kriminalitas, kecanduan narkoba, ketidakpedulian. Pendidikan memiliki peran penting dalam penanganan kasus tersebut, karena pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar yang mengembangkan keterampilan, potensi, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia. Oleh karena itu, pendidikan merupakan sarana yang penting bagi pengembangan sumber daya manusia dan dapat diterapkan secara adil dan tanpa diskriminasi. Undang-Undang Republik Indonesia pasal 13 ayat 1 Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan terdiri atas pendidikan formal, informal, dan non formal. Pendidikan formal merupakan pembelajaran yang berlangsung di sekolah dengan jenjang pendidikan yang berbeda-beda mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Pendidikan informal merupakan pendidikan keluarga dan lingkungan hidup yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. dalam bentuk pembelajaran mandiri. Pendidikan non formal merupakan jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat diselenggarakan secara terstruktur dan berjenjang. Sedangkan pendidikan non formal seperti kursus musik, kepelatihan dan juga kursus soft skill banyak diselenggarakan oleh berbagai lembaga pendidikan non Pendidikan nonformal menurut Suaidah . adalah pendidikan yang berfungsi sebagai pelengkap, penambah dan pengganti pendidikan formal untuk menunjang pembelajaran sepanjang hayat. Di Indonesia, pendidikan non formal diselenggarakan oleh berbagai lembaga antara lain Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Home School dan lain sebagainya (Firiska, 2. Program pendidikan nonformal yang berfokus pada peningkatan sumber daya manusia salah satunya adalah program pelatihan keterampilan bisnis yaitu Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang bertujuan membentuk kemandirian berwirausaha sesuai dengan yang dikatakan oleh Lestari . bahwa pendidikan kecakapan wirausaha merupakan usaha meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan belajar warga negara agar dapat hidup mandiri. Lembaga yang melaksanakan program tersebut salah satunya ialah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Purwokerto. SKB Purwokerto adalah lembaga pendidikan non formal yang melaksanakan program PKW atau program pendidikan kecakapan wirausaha. Program pendidikan kewirausahaan adalah pendidikan melalui kursus dan pelatihan yang memberikan keterampilan, pengetahuan dan mendorong sikap kewirausahaan dalam diri, serta dimanfaatkan untuk mewujudkan kewirausahaan. Konsep pendidikan kewirausahaan adalah pemberian dukungan keuangan negara kepada lembaga pendidikan kejuruan yang bekerjasama dengan kewirausahaan, yang digunakan untuk mendidik masyarakat pada usia produktif dan mengajarkan keterampilan tertentu. Tujuannya untuk memberikan informasi, pengetahuan dan pola pikir kewirausahaan sesuai dengan kebutuhan pasar melalui pelatihan, serta mendorong 368 Syifa. Meilya & Dewi. Evaluasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Food and Beverage di SKB Purwokerto terciptanya perusahaan baru dan kemampuan menjalin kerjasama dengan perusahaan mikro, kecil dan menengah, permodalan dan pemasaran. Program ini juga diterapkan secara praktik, sehingga peserta harus mendapat pelatihan bisnis langsung dan praktik langsung dalam produksi produk yang nantinya akan dijual di perusahaannya sendiri. Kegiatan ini juga dipimpin oleh narasumber yang ahli di bidang teknik penyiapan dan pengemasan makanan agar pembeli tetap tertarik untuk memesan produk yang dijual oleh para peserta dan setelah peserta lulus dari program ini, mereka mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha. Hal tersebut diharapkan dapat membantu para peserta secara mandiri menciptakan lapangan kerja dan berkembang menjadi wirausaha sukses setelah mengikuti program ini. Pentingnya dilaksanakan evaluasi program PKW penyelenggara berpikir bahwa evaluasi program sulit dilaksanakan. Hal ini disebabkan oleh faktor Ae faktor seperti sumber daya manusia yang terbatas,memerlukan waktu, tenaga kerja, biaya yang cukup besar, keterbatasannya teknologi. Sedangkan evaluasi sangat penting untuk meningkatkan program dan efektivitas lembaga, serta dapat memperbaiki dan memberikan keputusan apakah dapat dilanjutkan atau tidak. Evaluasi program PKW bagi masyarakat umum adalah program edukasi bahwa kecakapan dalam berwirausaha itu penting di tengah persaingan dunia pekerjaan yang semakin ketat, karena dengan berwirausaha masyarakat dapat menciptakan lingkungan pekerjaan secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Dalam pelaksanaan evaluasi program menggunakan model CIPP (Context. Input. Process. Produc. karena dapat diterapkan dalam berbaga skala, dari program kecil hingga proyek yang rumit. Hal ini membuat CIPP menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai situasi evaluasi. Berdasarkan penjelasan di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuEvaluasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Food and Beverage di SKB PurwokertoAy METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus yang bertujuan untuk mendeskripsikan situasi fenomena atau keadaan dimana peneliti ingin mengetahui hal-hal tertentu yang berkaitan dengan situasi tersebut. Studi kasus ini merupakan suatu penelitian dimana peneliti melakukan kajian lebih dalam dan mendalam terhadap perilaku seseorang. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan pada penelitian yang dilaksanakan, maka ditemukan beberapa hasil penelitian sebagai berikut : Hasil Data Konteks (Contex. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Food and Beverage SKB Purwokerto Kesesuaian program dengan kebutuhan peserta didik : program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto telah sesuai dan tepat sasaran dengan kebutuhan peserta didik. Hal tersebut diperkuat dengan adanya pernyataan dari kepala SKB, penyelenggara program, tutor maupun peserta didik. Tujuan program : untuk menentaskan pengangguran, kemiskinan, dan memberikan pengetahuan serta keterampilan agar para peserta mempunyai peluang untuk membuka usaha baru. Manfaat program : pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto memiliki banyak manfaat yaitu dengan memberikan pengetahuan serta mengasah kemampuan peserta dibidang food and beverage untuk membuka usaha baru. Volume 7. No. September 2024 pp 366-377 Pendekatan program : pendekatan program PKW menggunakan pendekatan orang dewasa dilakukan secara individu maupun berkelompok yang di dalamnya memberikan inovasi produk didasarkan juga dari potensi kearifan lokal seperti kuliner tradisional yaitu mendoan, getuk goreng, dan soto sokoraja. Rencana SDM : penyelenggara program sudah memperhitungkan tentang berbagai rencana dan proses yang dipastikan sudah mempunyai identifikasi yang didasarkan dari berbagai kebutuhan masyarakat, seperti rencana darurat dalam peserta didik yang ingin mengundurkan diri dari program PKW, peserta harus mempunyai penggantinya. Rencana anggaran : anggaran program PKW semuanya sudah ditentukan oleh juknis yang diberikan oleh direktorat dan program PKW ini dilaksanakan secara gratis untuk para peserta yang mengikutinya. Hasil Data Masukan (Inpu. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Food and Beverage SKB Purwokerto Sumber daya manusia : SDM dalam program PKW memiliki batasan usia yaitu 15 Ae 25 tahun dan tidak/sedang berkuliah, serta untuk tutor dalam program PKW diambil langsung dari tingkat nasional dan memiliki sertifikat dalam pelatihan memasak. Sarana dan prasarana : kondisi sarana dan prasarana berupa ruangan tata boga, kompor, mixer, blender, panci, oven dan sebagainya yang ada cukup baik serta dapat mendukung pelaksanaan program PKW. Namun, ada beberapa kekurangan dari sarana yaitu kurangnya alat dan bahan seperti blender, panci, bahan masak serta terkendala nya internet saat pembuatan desain untuk label produk. Hasil Data Proses (Proces. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Food and Beverage SKB Purwokerto Perencanaan pembelajaran program PKW : terdiri dari 30% materi dan 70% praktek serta tutor dalam program tersebut membuat RPP dan sumber belajar yang digunakan terdiri dari internet, buku dan gambar. Pelaksanaan pembelajaran program PKW : dalam susunan jadwalnya yaitu A150 jam dimana 3 Ae 4 hari pemberian materi berupa pengetahuan kursus berbasis wirausaha, pengetahuan tentang analisa usaha, pemasaran dan permodalan, pemasaran street food and beveragesecara digital serta hari yang tersisa digunakan untuk praktek membuat makanan berbahan tepung seperti siomay, batagor, cireng,sempol ayam, risoles dan sebagainya, membuat makanan khas daerah dan internasional seperti seblak, rice bowl, spagethi selat solo dan sebagainya, membuat minuman berbahan buah dan susu seperti es teller, es buah, mango sago, es jelly dan sebagainya, serta membuat minuman tradisional dan modern seperti kunyit asem, cheese tea, bir plethok, es cappucino cincau. PKW dilaksanakan di ruang tata boga lantai 2, dalam pelaksanaannya menggunakan metode kooperatif dan media pembelajaran berupa audiovisual, gambar dan interaktif. Evaluasi pembelajaran program PKW : dilaksanakan dalam 3 termin menggunakan teknik tes diagnostik dan instrumen non tes. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang pertama adalah pra-pelaksanaan, pada proses pelaksanaan dan setelah pelaksanaan program secara menyeluruh untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang membuka peluang usaha Hasil Data Product (Produc. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Food and Beverage SKB Purwokerto Ketercapaian tujuan program : tujuan program PKW dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan terhadap masyarakat sudah tercapai. Dibuktikan dengan mereka sudah 370 Syifa. Meilya & Dewi. Evaluasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Food and Beverage di SKB Purwokerto membuka usaha baru yaitu berjualan makanan dan minuman kaki lima seperti martabak, es cappucino cincau dan sebagainya. Hasil belajar/output : hasil belajar/output program PKW dalam aspek kognitif yaitu cara memproduksi suatu makanan, dalam aspek afektif yaitu memberikan pengetahuan menjadi entrepreneur, dan dalam aspek psikomotorik yaitu skill dalam membuat makanan dan minuman hingga ke tingkat pemasaran. Keluaran/outcome : program PKW ini sangat berkontribusi untuk para peserta didik sehingga mereka bisa mempunyai usaha baru milik sendiri seperti menjual martabak mini, corndog dan es cappucino cincau. Pembahasan Evaluasi Konteks (Contex. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Evaluasi konteks merupakan usaha guna mengetahui apakah program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan peserta didik atau sebaliknya. Lagantondo et al . menjelaskan bahwa evaluasi konteks adalah lingkungan dimana program diimplementasikan, evaluasi konteks mencakup faktor Ae faktor seperti tujuan program, kebijakan yang terkait, dan kondisi sosialm, ekonomi dimana program dijalankan. Namun, dalam penelitian ini peneliti membahas kesesuaian program dengan kebutuhan peserta didik, serta tujuan program, manfaat program, pendekatan program yang, rencana SDM dan rencana anggaran pada evaluasi program food and beverage pendidikan kecakapan wirausaha. Kesesuaian program dengan kebutuhan peserta didik merupakan suatu program yang mengacu pada kebutuhan, minat, kemampuan potensi peserta didik. Program yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik akan disusun berdasarkan karakteristik dan kebutuhan para peserta, dengan kesesuaian ini diharapkan peserta didik belajar dengan termotivasi dan dapat mencapai hasil yang sesuai dengan potensi masing Ae masing. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, kesesuaian program dengan kebutuhan peserta didik memiliki kesesuian dikarenakan peserta didik yang mengikuti program ini berdasarkan atas kebutuhan mereka dan kemauan sendiri, dengan artian program pendidikan kecakapan wirausaha ini dibutuhkan sehingga program ini tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Tomlinson . bahwa kesesuaian program dengan kebutuhan peserta didik berarti program tersebut harus disesuaikan dengan beragam kemampuan, minat, dan gaya belajar peserta. Tujuan program merupakan hasil atau pencapaian yang ingin dicapai melalui pelaksanaan suatu program atau kegiatan, tujuan dirancang untuk memberikan arah yang jelas, membantu perencanaan dan memandu pelaksanaan program agar sesuai dengan hasil yang diinginkan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, tujuan program PKW yaitu untuk memberantaskan kemiskinan, pengangguran, serta membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, sikap yang diperlukan agar mereka mampu merintis, mengelola serta mengembangkan usaha secara mandiri dan sukses, karena lembaga mendidik para peserta agar mandiri. Tujuan program pendidikan kecakapan wirausaha telah sesuai dengan kriteria keberhasilan, hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Jack C. Richards . bahwa tujuan program adalah pernyataan yang menggambarkan pengetahuan, keterampilan atau kompetensi yang diharapkan dikuasai oleh peserta pada program. Volume 7. No. September 2024 pp 366-377 Manfaat program merupakan keuntungan yang diperoleh para peserta, masyarakat, organisasi atau komunitas sebagai hasil dari pelaksanaan program. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, manfaat program bagi lembaga yaitu SKB Purwokerto menunjukan perwujudan keberadaan lembaga dengan tugas dan fungsinya terutama dibidang pendidikan kecakapan wirausaha untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Sedangkan manfaat program untuk para peserta yaitu mendapatkan ilmu Ae ilmu baru dan menjadi peluang mereka untuk bisa mengembangkan diri serta potensinya terkait dengan food and beverage, manfaat program ini telah sesuai dengan kriteria keberhasilan. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Michael Quinn Patton . bagaimana manfaat program dapat memberikan hasil yang bermakna bagi masyarakat dan kelompok sasaran. Pendekatan program merupakan metode yang digunakan untuk merancang, mengimplementasikan suatu program agar mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, pendekatan program menggunakan pendekatan untuk pendidikan orang dewasa sesuai kebutuhan yang mengarahkan dan memberikan satu pengetahuan keterampilan tentang entrepreneur juga telah sesuai dengan kriteria keberhasilan. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Budiningsih . bahwa pendekatan program yang menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa . lebih menekankan pada membimbing dan membantu orang dewasa untuk menemukan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam rangka memecahkan masalah Ae masalah kehidupan yang dihadapinya. Implementasi andragogi dimana tutor serta lembaga membantu menerapkan pengetahuan dan keterampilan seperti cara memproduksi suatu makanan dan minuman, memberikan pengetahuan menjadi entrepreneur kepada peserta didik dalam membuka usaha baru. Rencana SDM merupakan rencana dengan tujuan fleksibel untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, rencana SDM sudah memperhitungkan tentang berbagai rencana dan proses yang dipastikan sudah mempunyai identifikasi yang didasarkan dari berbagai kebutuhan masyarakat yang artinya telah sesuai dengan kriteria keberhasilan. Hal ini sejalan dengan teori Van der Heijden . yang mengembangkan scenario planning untuk mempersiapkan berbagai kemungkinan masa depan termasuk situasi darurat. Rencana anggaran merupakan penjelasan terperinci mengenai pemasukan dan pembiayaan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, rencana anggaran program PKW sudah ditentukan dengan juknis yang diberikan, dengan artian rencana ini telah sesuai dengan kriteria keberhasil. Hal ini sejalan dengan teori Suhardi . bahwa anggaran merupakan rencana yang disusun oleh perusahaan/jasa secara sistematis dan terperinci, yang dinyatakan dalam bentuk kuantitatif berupa unit/satuan moneter atau bisa juga dalam bentuk satuan barang/jasa yang berlaku pada periode tertentu dimasa mendatang. Anggaran program PKW sudah ditentukan oleh pemerintah dalam sebuah presentase. Evaluasi Masukan (Inpu. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Evaluasi masukan menurut Dalmia & Alam . adalah sumber daya yang digunakan untuk mengimplementasikan program, seperti anggaran, personelm dan fasilitas. Dalam penelitian ini peneliti membahas sumber daya manusia serta sarana dan prasarana pada evaluasi program food and beverage pendidikan kecakapan wirausaha. 372 Syifa. Meilya & Dewi. Evaluasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Food and Beverage di SKB Purwokerto Sumber daya manusia berfungsi untuk memastikan bahwa program memiliki jumlah dan kualitas peserta serta tenaga kerja yang tepat untuk mencapai tujuan program. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, sumber daya manusia dalam penerimaan peserta program PKW memiliki memiliki syarat tertentu yang telah tertuang dalam petunjuk teknis seperti orang yang berkebutuhan khusus atau ketidak mampuan, memberikan kesempatan utama bagi mereka yang putus sekolah dan tidak dalam bekerja atau belajar, karena program ini dalam dunia pendidikan, terdapat usia rentan produktif yaitu 15 Ae 25 tahun. Sedangkan untuk tutor program sudah mempunyai bekal mengajar sesuai sesuai dengan dasarnya dan tutor berasal dari tingkat nasional serta mempunyai sertifikasi sumber belajar tingkat nasional sesuai dengan Hal ini sejalan dengan teori Michael Armstrong . dalam bukunya ArmstrongAos Handbook of Human Resources Management Practice yakni memastikan bahwa tenaga kerja memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai untuk mendukung tujuan program diantaranya untuk menentaskan pengangguran, kemiskinan, dan memberikan pengetahuan serta keterampilan agar para peserta mempunyai peluang untuk membuka usaha Sarana dan prasarana merupakan istilah pada fasilitas dan infrastruktur yang mendukung suatu program atau kegiatan tertentu. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, sarana dan prasarana pada program pendidikan kecakapan wirausaha ini apabila dilihat kondisinya sudah cukup baik serta dapat mendukung pembelajaran, yang menjadi kendala hanya kurangnya alat dan bahan dapat mempengaruhi keberlangsungan praktek. Menurut Wijaya D dan Hadi S . dalam jurnal infrastruktur dan pengembangan yaitu keterbatasan fasilitas seperti ruangan, peralatan yang tidak memadai, dan kondisi gedung yang buruk dapat memengaruhi pelaksanaan program. Sehingga kendala tersebut diatasi dengan para peserta yang diharuskan membawa alat dan bahan yang kurang secara individu, adapun yang harus dibawa seperti panci, blender, dan bahan masak. Evaluasi Proses (Proces. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Evaluasi proses menurut Bachtiar . adalah cara program diimplementasikan, termasuk strategi yang digunakan, aktivitas yang dilakukan, dan interaksi antara personel dan peserta Dalam penelitian ini peneliti membahas perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran pada evaluasi program food and beverage pendidikan kecakapan wirausaha. Perencanaan pembelajaran merupakan proses penyusunan rencana yang sistematis untuk kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh pendidik. Perencanaan pembelajaran bertujuan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berlangsung efektif serta sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, perencanaan pembelajaran membuat RPP dan materi yang disampaikan 30% berkaitan dengan teori sedangkan 70% praktek, untuk materi yang disampaikan disesuaikan oleh tutor yang mengampu, dengan artian perencanaan pembelajaran program ini sudah terbagi dengan baik oleh lembaga dan tutor. Hal ini dikemukakan oleh Nana Sudjana . bahwa perencanaan pembelajaran merupakan kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu pembelajaran (PBM) yaitu dengan mengkoordinasikan . engatur dan merespo. komponen Ae komponen pembelajaran, sehingga arah kegiatan, isi kegiatan, cara penyampaian kegiatan serta bagaimana mengukurnya menjadi jelas dan sistematis Pelaksanaan pembelajaran adalah tahap dimana rencana pembelajaran yang telah disusun sebelumnya diimplementasikan dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, pada pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran berupa Volume 7. No. September 2024 pp 366-377 pembelajaran kooperatif karena program PKW ini dilaksanakan secara berkelompok untuk mendorong para peserta berkolaborasi satu sama lain. Adapun teori metode pembelajaran kooperatif menurut Huda . mengacu pada metode pembelajaran dimana peserta didik bekerja sama dalam kelompok kecil dan saling membantu dalam belajar. Sedangkan media pembelajaran yang digunakan berupa media audiovisual, media gambar serta media interaktif, alasan pemilihan media pembelajaran tersebut karena dapat meningkatkan pemahaman peserta didik, mempermudah peserta didik mengingat, dan meningkatkan interaktivitas peserta didik. Adapun teori media pembelajaran menurut Seels dan Richey . adalah segala bentuk alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk memfasilitasi dan meningkatkan efektivitas belajar. Untuk penyusunan jadwal menggunakan A150 jam dimana 3 Ae 4 hari pemberian materi serta hari yang tersisa digunakan untuk praktek. Hal ini sesuai dengan teori Joyce. Weil, dan Calhoun . dalam bukunya AuModels of TeachingAy bahwa metode pembelajaran merupakan pola atau rencana yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar tertentu. Maka dari itu, pemilihan metode pembelajaran dan media pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta konteks pembelajaran. Evaluasi pembelajaran adalah proses sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data terkait dengan aktivitas belajar dan hasil belajar peserta didik serta bertujuan untuk menilai efektivitas proses pembelajaran, mengukur pencapaian kompetensi siswa dan memberikan umpan balik untuk perbaikan lebih lanjut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, evaluasi pembelajaran dalam program PKW dilakukan dalam 3 termin, yang pertama adalah pra-pelaksanaan, pada proses pelaksanaan dan pasca pelaksanaan program secara menyeluruh menggunakan teknik tes hasil belajar dan instrumen berupa tes nonobjektif. Hal ini sejalan dengan Undang Ae Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 58 ayat 1 dan 2 bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar. Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. Adapun teknik serta instrumen yang digunakan adalah non tes dan pelaksanaan evaluasi pembelajaran dilaksanakan dalam 3 termin diantaranya pra-pelaksanaan, proses pelaksanaan dan pasca pelaksanaan program. Evaluasi Produk (Produc. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Evaluasi produk menurut Stufflebeam dan Zhang . adalah mengidentifikasi nilai biaya dan hasil yang diinginkan dan yang tidak diinginkan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Evaluasi ini memberikan umpan balik selama pelaksanaan program sejauh mana tujuan program yang ditangani dan dicapai. Dalam penelitian ini peneliti membahas ketercapaian tujuan program, hasil belajar/output, dan keluaran/outcome pada evaluasi program food and beverage pendidikan kecakapan wirausaha. Ketercapaian tujuan program merupakan serangkaian kriteria yang menunjukan sejauh mana peserta didik telah mencapai kompetensi pada tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, ketercapaian tujuan program PKW sudah tercapai dengan peserta didik memiliki pengetahuan Ae pengetahuan yang didapatkan secara teori, dalam bentuk skill dan yang terakhir tentang pengetahuan mengeluarkan produk dalam suatu pemasaran. Hal ini sejalan dengan teori John Mayne . bahwa ketercapaian tujuan program dengan memeriksa sejauh mana program berkontribusi terhadap hasil akhir. Dalam hasil akhir 374 Syifa. Meilya & Dewi. Evaluasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Food and Beverage di SKB Purwokerto pelatihan ini, peserta didik terlihat mampu menghasilkan produk dan membuka usaha baru sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Hasil belajar/output mencakup pengetahuan, keteramplan dan sikap yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti suatu program atau kegiatan, hasil belajar/output dapat berupa kemampuan praktis, proyek yang selesai maupun perubahan dalam pemahaman dan perilaku. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, hasil belajar/output memberikan perubahan kepada para peserta dalam cara pandang mereka lebih luas, perubahan tingkah laku, pengetahuan dalam memproduksi suatu makanan serta skill yang peserta didik miliki. Hal ini sejalan dengan teori David Boud dan Nancy Falchikov . bahwa hasil belajar sebagai kemampuan peserta didik untuk menunjukkan pengetahuan berupa cara memproduksi makanan, sikap berupa pengetahuan menjadi entrepreneur, dan keterampilan berupa skill dalam membuat makanan serta minuman hingga ke tingkat pemasaran yang diperoleh melalui proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, keluaran/outcome setelah mengikuti program PKW terdapat beberapa peluang dengan adanya skill atau pengetahuan yang dimiliki yaitu membangun diri untuk membuka peluang usaha karena program PKW memberikan kesempatan para peserta untuk berkembang serta dengan adanya pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki para peserta dapat berkesempatan di dunia usaha untuk ikut bekerja dibidang food and beverage, selain itu juga keterlibatan peserta didik dalam kegiatan ini sangat totalitas, mereka mencoba untuk bisa mengintegrasikan diri dari berbagai materi Ae materi ajar yang diberikan baik dalam teori maupun praktek, dengan artian program PKW ini berhasil memberikan dampak positif bagi para peserta didik. Hal ini sesuai dengan teori Mardiasmo . bahwa outcome adalah dampak yang ditimbulkan dari suatu aktivitas tertentu, outcome seringkali dikaitkan dengan tujuan atau target yang hendak dicapai. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai evaluasi program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto yang mengacu pada evaluasi CIPP, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan pada evaluasi konteks . , program pendidikan kecakapan wirausaha dapat dikatakan sudah baik karena adanya kesesuaian program dengan kebutuhan peserta didik yang telah sesuai dengan kebutuhan para peserta didik serta tujuan, manfaat program, pendekatan program, rencana SDM dan rencana anggaran yang jelas. Berdasarkan pada evaluasi masukan . , program pendidikan kecakapan wirausaha sebagian komponennya sudah cukup baik. Namun, ditemukan beberapa kendala dalam sarana yang masih belum lengkap serta mengharuskan peserta membawa sarana berupa blender, panci, bahan masak tersebut secara individu. Berdasarkan pada evaluasi proses . , program pendidikan kecakapan wirausaha dapat dikatakan sudah baik. Dalam perencanaan pembelajaran terdapat RPP dan pembagian materi secara jelas dimana 30% berkaitan dengan teori sedangkan 70% praktek, pemberian materi berupa pengetahuan kursus berbasis wirausaha, pengetahuan tentang analisa usaha, pemasaran dan permodalan, pemasaran street food and beverage secara digital serta hari yang tersisa digunakan untuk praktek membuat makanan berbahan tepung seperti siomay, batagor, cireng,sempol ayam, risoles dan sebagainya, membuat Volume 7. No. September 2024 pp 366-377 makanan khas daerah dan internasional seperti seblak, rice bowl, spagethi selat solo dan sebagainya, membuat minuman berbahan buah dan susu seperti es teller, es buah, mango sago, es jelly dan sebagainya, serta membuat minuman tradisional dan modern seperti kunyit asem, cheese tea, bir plethok, es cappucino cincau. Dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode kooperatif dan media pembelajaran berupa audiovisual, gambar dan interaktif. Sedangkan evaluasi pembelajaran yang dilakukan dalam 3 termin . ra-pelaksanaan, proses pelaksanaan dan pasca pelaksanaan progra. menggunakan teknik atau instrumen yang sesuai yaitu menggunakan teknik non tes. Berdasarkan pada evaluasi produk . , program pendidikan kecakapan wirausaha dapat dikatakan sudah baik. Dibuktikan dengan adanya ketercapaian tujuan program yaitu program PKW diselenggarakan dengan maksud tujuan seperti tupoksi SKB Purwokerto adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan terhadap masyarakat sudah tercapai dengan pernyataan mereka sudah membuka usaha baru yaitu berjualan makanan dan minuman kaki lima seperti martabak, es cappucino cincau dan sebagainya, adanya hasil belajar/output program PKW dalam aspek kognitif yaitu cara memproduksi suatu makanan, dalam aspek afektif yaitu memberikan pengetahuan menjadi entrepreneur, dan dalam aspek psikomotorik yaitu skill dalam membuat makanan dan minuman higga ke tingkat pemasaran dan adanya keluaran/outcome program PKW sangat berkontribusi untuk para peserta didik sehingga mereka bisa mempunyai usaha baru milik sendiri seperti menjual martabak mini, corndog dan es cappucino cincau. 376 Syifa. Meilya & Dewi. Evaluasi Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Food and Beverage di SKB Purwokerto DAFTAR PUSTAKA