Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PEKAMAS) P-ISSN: 2807-2871 | E-ISSN: 2807-1557 PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT CILEUNGSI DENGAN SABLON POLIFLEKS INOVATIF Endang Yuniarti1*, Heribertus Rudi Kusumantoro2, M Yana Hardiman3, Rahma Nanda Kartika4, Yoga Putra Pratama5, Emmidia Djonaedi6 1Prodi Teknologi Rekayasa Cetak dan Grafis 3 Dimensi, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta, Indonesia endang.yuniarti@grafika.pnj.ac.id ABSTRAK Abstrak: UKM (Usaha Kecil Menengah) terbukti sangat membantu perekonomian masyarakat Indonesia, salah satu UKM tersebut adalah UKM konveksi. Untuk meningkatkan nilai jual, produk konveksi seperti kaos, pouch, tas dan sebagainya diberikan desain gambar. Adapun cara menambahkan desain tersebut dapat menggunakan teknik cetak saring atau sering disebut cetak sablon. Namun bagi UKM Dlima-lima yang beranggotakan para pensiunan tentara ini cukup kesulitan karena proses sablon manual yang cukup lama dan panjang sehingga tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Kelompok Bidang Keahlian Prodi Teknologi Cetak dan Grafis 3 Dimensi PNJ adalah meningkatkan nilai jual produk konveksi dengan cara memberikan dukungan material berupa alat dan pelatihan dengan teknik cetak sablon polifleks. Pengaplikasian cetak sablon digital polyflex ini dapat diterapkan untuk desain gambar dengan mudah dan fleksibel untuk souvenir seperti tas, pouch, kaos, dan sebagainya. Metode yang digunakan adalah workshop penggunaan mesin sablon polifleks terhadap anggota UKM Dlima-lima. Kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat apresiasi tinggi oleh peserta PKM, dan berharap kegiatan bisa berlanjut untuk periode berikutnya. Terlaksananya kegiatan PKM ini dapat meningkatkan kompetensi masyarakat umumnya dan UKM khususnya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Sablon; Polifleks; Garmen. Abstract: UKM (Small and Medium Enterprises) have proven to be very helpful for the Indonesian economy, one of which is the convection UKM. To increase the selling value, convection products such as t-shirts, pouches, bags and so on are given image designs. The way to add the design can use screen printing techniques or often called screen printing. However, for UKM Dlima-lima, whose members are retired soldiers, it is quite difficult because the manual screen printing process is quite long and lengthy, so the purpose of the community service activities carried out by the PNJ 3D Printing and Graphic Technology Study Program Expertise Group is to increase the selling value of convection products by providing material support in the form of tools and training with polyflex screen printing techniques. The application of this digital polyflex screen printing can be applied to design images easily and flexibly for souvenirs such as bags, pouches, t-shirts, and so on. The method used is a workshop on the use of polyflex screen printing machines for members of UKM Dlima-lima. This activity went smoothly and received high appreciation from PKM participants, and it is hoped that the activity can continue for the next period. The implementation of this PKM activity can improve the competence of the community in general and UKM in particular so that it can improve the welfare of the community. Keywords: Screen printing, Polyflex, Garment. A. LATAR BELAKANG UKM sampai saat ini banyak berguna untuk memutar perekonomian masyarakat mampu bertahan di saat kondisi krisis ekonomi dunia pada umumnya dan Indonesia juga pada khususnya yang akan menurunkan kapasitas produksi karena kesulitan untuk mendapatkan market. Hal ini tentunya sedikit berbeda di Indonesia yang masih memiliki UKM untuk berkarya karena pangsa pasar yang berada nyata di sekitar masyarakat itu sendiri. Untuk usaha UKM memang memiliki keterbatasan dalam penggunaan teknologi akan menjadi hambatan dalam menjalankan jenis usaha atau pemilihan teknologi yang akan mereka pakai. Tentunya pemilihan teknologi yang tepat akan menghasilkan kegiatan 64 65 Endang Yuniarti, Peningkatan Produktifitas Masyarakat produksi yang berkesinambungan karena semakin teknologi itu dipergunakan dalam usaha akan semakin baik pula teknologi baru akan dikenal. Selain masalah teknologi juga pemilihan unit usaha merupakan faktor penting, untuk pemilihan unit usaha yang baik untuk UKM adalah yang berhubungan dengan kebutuhan inti manusia yaitu sandang, pangan dan papan. Untuk UKM kelompok ibu-ibu akan sangat cocok dalam bidang garmen karena jauh dari penggunaan tenaga besar tetapi dibutuhkan ketelitian dalam pembuatannya. Untuk usaha sablon tinta yang konvensional membutuhkan skill yang terlatih atau akibatnya akan menghasilkan benda yang gagal serta menyebabkan kerugian. Teknologi terbaru dalam industri sablon garmen adalah penggunaan material polyflex yang sangat baik dalam aplikasi di kaos dan produk lain bahan kain. Pemilihan polyflex sebagai material yang akan diproduksi dalam substrate kaos akan sangat baik diterapkan dalam UKM yang baru dibentuk ataupun masih awal karena penggunaan teknologi berbasis komputer untuk desain dan mesin potong polyflex yang otomatis akan dapat menghasilkan produk kaos yang seragam dengan kualitas yang baik. Terlebih harga bahan polyflex yang masih terjangkau sehingga masih bisa bersaing di pasaran. Industri kecil sablon memerlukan pembaharuan mulai dari sablon manual menjadi sablon yang lebih sederhana, minim limbah dan hasil yang optimal. yaitu industri kecil sablon manual beralih ke sablon polyflex. sablon polyflex merupakan salah satu jenis sablon digital yang menggunakan bahan sejenis stiker yang di press menggunakan mesin press. sablon jenis ini menghasilkan jenis sablon yang elastis sehingga ditahan lama, awet, kuat dan menempel dengan baik pada kain. Kelebihan sablon polyflex pada tekstil adalah hasilnya berkualitas baik dan awet, rapi, bisa dicetak dalam jumlah satuan dan tidak harus dalam jumlah banyak seperti sablon manual, proses pengerjaannya lebih cepat dibandingkan dengan jenis sablon manual dan perawatannya mudah. jenis sablon polyflex ini bisa digunakan untuk beberapa macam bahan yaitu : cotton combed, TENCEL, Polyester active dry, cotton bamboo. pengerjaan sablon polyflex juga cukup simple, yaitu mempersiapkan design lalu gunakan mesin cutting dan polyflex, bersihkan polyflex dan tempelkan polyflex pada kaos menggunakan mesin heat press kemudian finishing. Dengan tahapan seperti ini jenis sablon ini cocok digunakan untuk UMKM dengan tempat yang terbatas dan sedikit menghasilkan limbah. Berdasarkan latar belakang diatas, maka pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan adalah pendampingan, pelatihan dan pemberian alat untuk melakukan produksi kaos menggunakan material polyflex. Mengenalkan teknologi sablon digital, menerapkan teknologi mesin produksi grafika, meningkatkan produktivitas UKM dalam memproduksi kaos menggunakan material polyflex, meningkatkan Produktivitas kelompok masyarakat yang berusia senja di sekitar wilayah UKM daerah Cileungsi Jawa Barat. B. METODE PELAKSANAAN Adapun metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan pendampingan, pelatihan dan pemberian alat untuk melakukan produksi kaos menggunakan material polyflex ini terdapat 5 tahap, yaitu persiapan desain gambar, persiapan alat, koordinasi pelaksanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini dilakuakn pada tanggal 8 juli 2024 pada UKM Dlima lima. UKM ini berdiri sejak 2019 yang bergerak dalam bidang pembuatan kaos dengan anggota para pensiunan TNI dan para istri serta anaknya dan selama ini sudah membuat produk kaos dengan sablon konvensional dengan jumlah anggota 19 orang. Lokasi UKM ini berada di Gang Kicil No. 71a, Cileungsi Bogor Jawa Barat. 66 | JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PEKAMAS) | Vol. 4, No. 2, Januari 2025, hal. 64-68 C. HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun rincian tahapan, antara lain: 1. Tahap persiapan desain Sebelum dilakukan kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Cileungsi ini, maka dilakukan persiapan desain gambar produk yang akan dibuat. Kegiatan ini melibatkan 2 mahasiswa. Desain tersebut akan diaplikasikasikan pada kaos dengan bahan jersey. Adapun hasil desain sebagai berikut. Gambar 1. Desain gambar untuk media cetak 2. Tahap persiapan alat Secara paralel, dilakukan persiapan alat untuk cetak polifleks. Hal pertama dilakukan adalah mencari alat yang dapat digunakan untuk cetak polifleks. Gambar 2. Persiapan alat yang digunakan untuk cetak polifleks 3. Tahap koordinasi pelaksanaan Gambar 3. Rapat persiapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat 67 Endang Yuniarti, Peningkatan Produktifitas Masyarakat 4. Tahap pelaksanaan a. Pengenalaan cetak sablon polifleks dengan mengerlkan alat, bahan dan cara proses produksinya. b. Pendampingan wokshop pelatihan dengan langsung praktek penggunaan atau proses produksinya dari pencetakan material polifleks hingga menempel dan memasukan dalam mesin hot press. Gambar 4. Proses Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat 5. Tahap evaluasi pelaksanaan Tahap terakhir adalah dengan melakukan evaluasi hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dengan cara mengisi kuesioner bagi para peserta workshop terkait kepuasan terhadap kegiatan ini. Target tujuan kegiatan ini adalah mengenalkan teknologi sablon digital, menerapkan teknologi mesin produksi grafika, meningkatkan produktivitas UKM dalam memproduksi kaos menggunakan material polyflex, meningkatkan Produktivitas kelompok masyarakat yang berusia produktif di sekitar wilayah UKM daerah Cileungsi Jawa Barat. Gambar 5. Hasil produk prolifleks Bersama peserta Adapun hasil evaluasi dilakuan dengan menyebarkan kuesioner untuk melihat umpan balik peserta dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dengan hasil sebagai berikut: 68 | JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PEKAMAS) | Vol. 4, No. 2, Januari 2025, hal. 64-68 Gambar 6. Grafik hasil umpan balik peserta pengabdian kepada masyarakat Berdasarkan kuesioner diatas, maka terlihat antusiasme peserta cukup tinggi, terbukti dengan hasil kuesioner yang menunjukkan mayoritas puas dengan kegiatan ini. Sehingga kedepan perlu dilakukan kegiatan serupa di tempat lain atau segmen pesertanya diperluas serta melibatkan masyarakat produktif seperti karang taruna sehingga dapat bermanfaat. D. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan kegiatan ini pengabdian masyarakat yang telah dilakukan pada UKM Dlima lima dan warga sekitar Cileungsi makan mengenalkan teknologi sablon digital, menerapkan teknologi mesin produksi grafika, meningkatkan produktivitas UKM dalam memproduksi kaos menggunakan material polyflex, meningkatkan Produktivitas kelompok masyarakat yang berusia produktif telah berjalan dengan baik dan lancar. Antusiasme peserta cukup tinggi, terbukti dengan hasil kuesioner yang menunjukkan mayoritas puas dengan kegiatan ini. Sehingga kedepan perlu dilakukan kegiatan serupa di tempat lain atau segmen pesertanya diperluas serta melibatkan masyarakat produktif seperti karang taruna sehingga dapat bermanfaat. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang telah memberikan dukungan dana pada kegiatan pengabdian ini sehingga terlaksana dengan baik. DAFTAR RUJUKAN Dwiranata, D., Pramita, D., & Syaharuddin, S. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Interaktif Berbasis Android Pada Materi Dimensi Tiga Kelas X SMA. Jurnal Varian, 3(1), 1–5. https://doi.org/10.30812/varian.v3i1.487 Silalahi, U. (2015). Metode Penelitian Sosial Kuantitatif. Journal of Visual Languages & Computing, 11(3), 287–301. Sucipto, L., & Syaharuddin, S. (2018). Konstruksi Forecasting System Multi-Model untuk pemodelan matematika pada peramalan Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Nusa Tenggara Barat. Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi, 4(2), 114. https://doi.org/10.26594/register.v4i2.1263 Sugiyono. (2017). Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Pustaka Semesta Syaharuddin, S., & Ibrahim, M. (2017). Aplikasi Sistem Informasi Desa Sebagai Teknologi Tepat Guna Untuk Pendataan Penduduk Dan Potensi Desa. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 1(1), 60. https://doi.org/10.31764/jmm.v1i1.14 Syofian Siregar. (2013). Statistika Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Bandung: Bumi Aksara.