Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 836-846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Peran Metode Investigasi Kelompok dalam Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa Kelas X di SMK Walisongo 2 Depok Muhamad Aji Nuralam1. Sri Nurul Milla2. Khaidir Fadil3 Universitas Ibn Khaldun Bogor. Indonesia muhamadajinuralam19@gmail. com1, sn. milla@fai. uika-bogor. fadil@uika-bogor. ABSTRACT The background of the problem in this study is the relatively low learning outcomes of Islamic Religious Education for class X students of SMK Walisongo 2 Depok, which is shown from the learning outcomes of students who are still under the minimum completeness criteria (KKM). The aims of this study were . to determine the increase in student learning outcomes class X SMK Walisongo 2 Depok on PAI subjects which are taught using the lecture method . To find out the increase in student learning outcomes of class X SMK Walisongo 2 Depok on PAI subjects which are taught using the Group Investigation method. To find out whether there is a significant difference in improving the learning outcomes of class X students of SMK Walisongo 2 Depok in PAI subjects between classes taught using the Lecture Method and classes taught using the Group Investigation Method. This study used a quasi-experimental approach with a control group pretest-posttest design. The participants in this study were 66 students of SMK Walisongo 2 Depok, class X, with class X AKL as the experimental class for learning with the Group Investigation Method and class X OTKP 2 as the control class. The results showed that: . the level of student learning outcomes in the control class There was an increase in PAI learning outcomes of 25. 17%). class student learning outcomes. increase in Islamic education learning outcomes for class X students at Walisongo 2 Vocational School Depok between classes taught using the lecture method and classes taught using the Group Investigation method. So it can be concluded that the group investigation method has a fairly effective role in improving the learning outcomes of class X PAI at SMK Walisongo 2 Depok. Keywords: learning outcomes. Group Investigation Method. Islamic Religious education ABSTRAK Latar belakang masalah pada penelitian ini yaitu relatif rendahnya hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas X SMK Walisongo 2 Depok yang ditunjukkan dari hasil belajar siswa yang masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) . Tujuan penelitian ini adalah . Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMK Walisongo 2 Depok pada mata pelajaran PAI yang diajarkan dengan menggunakan metode ceramah . Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMK Walisongo 2 Depok pada mata pelajaran PAI yang diajarkan dengan menggunakan metode Investigasi Kelompok. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMK Walisongo 2 Depok pada mata pelajaran PAI antara kelas yang diajarkan dengan menggunakan Metode Ceramah dan kelas yang diajarkan dengan menggunakan Metode Investigasi Kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi 836 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 836-846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. eksperimen dengan rancangan kontrol group pretest-post test design. Partisipan dalam penelitian ini ialah 66 siswa SMK Walisongo 2 Depok kelas X, dengan kelas X AKL sebagai kelas eksperimen untuk pembelajaran dengan Metode Investigasi Kelompok dan kelas X OTKP 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . tingkat Hasil belajar siswa kelas kontrol Terdapat peningkatan hasil belajar PAI sebesar 25,6 . ,17%). tingkat Hasil belajar siswa kelas Terdapat peningkatan hasil belajar PAI sebesar 29,3 . ,70%) . hasil uji independent sample t-test . hitung= 6,702, sig= 0,. , menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan hasil belajar PAI siswa kelas X di SMK Walisongo 2 Depok antara kelas yang diajarkan dengan menggunakan metode ceramah dan kelas yang diajarkan dengan menggunakan metode Investigasi Kelompok. Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya metode investigasi kelompok memiliki peran yang cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar PAI kelas X SMK Walisongo 2 Depok. Kata Kunci: hasil belajar. Metode Investigasi Kelompok, pendidikan Agama Islam PENDAHULUAN Salah satu indikator keberhasilan peserta didik dalam belajar adalah memperoleh hasil akademik sesuai dengan target yang ditentukan. Berdasarkan dengan masalah ketuntasan belajar dalam dunia pendidikan di Indonesia sudah lama dikenal dengan memakai belajar tuntas dengan belajar sampai habis dengan demikian, untuk mengukur sejauh mana pencapaian tujuan pembelajaran, maka setiap pendidik mata pelajaran baik pada tingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MT. Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus menetapkan terlebih dahulu kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebagai tahapan awal pelaksanaan penilaian hasil belajar sebagai bagian dari langkah pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (Sahroni 2. Menurut Nasution . alam Herawati 2. definisi belajar bergantung pada teori belajar yang dianut oleh seseorang. Adapun beberapa batasan definisi adalah sebagai berikut: . Belajar adalah perubahan-perubahan dalam sistem urat saraf. Belajar adalah penambahan pengetahuan. Belajar sebagai perubahan kelakuan berkat pengalaman dan latihan. Menurut Undang-undang No. 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional, pada pasal 37 ayat 1 disebutkan bahwa: AuPendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak muliaAy (Sofian 2. Pendidikan dalam kehidupan memang memiliki peranan penting, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan serta mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin pesat. Menurut Jejen Mustapa . alam Muafiah 2. , untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini diperlukan pendidik yang kreatif yang dapat membuat pelajaran menjadi lebih menarik dan disukai oleh 837 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 836-846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. peserta didik sehingga peserta didik bisa memahami materi pelajaran yang ditentukan dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat, yang sesuai dengan tujuan dan target pendidikan. Ada dua tujuan pendidikan mengandung aspek kematangan karakter kepribadian, atau moral. Namun sekolah belum berhasil mengembangkan peserta didik menjadi manusia yang bermoral, ini menunjukkan bahwa tujuan pendidikan belum sepenuhnya tercapai, yaitu perubahan kognitif, efektif, dan psikomotorik peserta didik. Sekolah didirikan untuk mencerdaskan dan mengembangkan afektif dan moral peserta didik. Karena itu, masyarakat menaruh harapan pada sekolah untuk membina peserta didik menuju kematangan intelektual, emosional, dan Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, yang terjadi pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang selama ini dilakukan di kelas X SMK Walisongo 2 Kp. Sawah Kec. Jatimulya Cilodong. Kota Depok masih banyak dipengaruhi oleh cara-cara tradisional. yaitu guru menyampaikan pelajaran siswa mendengarkan atau mencatat dengan sistem evaluasi yang mengutamakan pengukuran kemampuan menjawab pertanyaan hafalan atau kemampuan verbal lainnya, sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Padahal pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bukan sekedar teori yang diterangkan kepada siswa tetapi juga meliputi praktik dan pemahaman. untuk itu proses pembelajaran yang dilakukan harusnya lebih mengarahkan pada proses keaktifan siswa agar mereka memahami apa yang sedang dipelajari dan kelak akan dilaksanakan sehingga siswa mampu mendapatkan hasil belajar di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM). Menghadapi kenyataan tersebut sebagai seorang guru wajib mencari solusi yang tepat untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut yang pada prinsipnya bahan pelajaran dapat disajikan secara menarik sebagai upaya menumbuhkan motivasi belajar siswa. Salah satu yang dapat dilakukan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Group Investigation . elompok pemecahan masala. Ini merupakan metode yang sangat menyenangkan yang digunakan untuk membahas materi yang akan dipelajari. Metode pembelajaran group investigation . nvestigasi kelompo. disusun oleh Herbert Thelen dan John Dewey. Joyce. Weil dan Calhoun . alam Rosmaya 2. mengungkapkan bahwa metode investigasi kelompok adalah metode pembelajaran yang dirancang untuk membimbing siswa dalam memperjelas masalah, menelusuri berbagai perspektif dalam masalah-masalah tersebut, dan mengkaji bersama untuk menguasai informasi, gagasan dan skill yang secara simultan metode ini juga dapat mengembangkan kompetensi sosial mereka. dari metode investigasi kelompok yaitu mengembangkan keterampilan peserta 838 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 836-846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. didik secara individu maupun kelompok dalam berpartisipasi dengan cara yang baik dan benar, menciptakan kemandirian dalam belajar, serta dapat mengembangkan keterampilan sosial, keterampilan akademik serta keterampilan pribadi peserta didik tersebut (Suparyanto dan Rosad 2. Pembelajaran yang bernuansa inovatif tentu sangat dibutuhkan dalam kondisi kelas yang sangat menyenangkan atau ada kebebasan. sehingga siswa dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Di lembaga sekolah metode itu sudah banyak dilaksanakan sehingga memacu anak untuk giat belajar dan membawa hasil yang baik. namun di samping itu masih ada pula kekurangan siswa yang mengalami berbagai hambatan. Memperhatikan permasalahan-permasalahan sebagaimana tersebut di atas. maka tema skripsi berjudul AuPeran Penggunaan Metode Investigasi Kelompok Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMK Walisongo 2 Depok Pada Mata Pelajaran PAIAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Kesimpulan penelitian kuantitatif akan lebih baik apabila disertai dengan tabel, grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. Kesimpulan yang dipelajari dari hasil penelitian tersebut dapat diberlakukan untuk seluruh populasi penelitian. Metode eksperimen dalam penelitian kuantitatif bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pengujian hipotesis yang telah ditetapkan. Menurut Emmory. Fraenkel, and Wallen menyatakan bahwa "To experiment is to try, to look Eksperimen mengkonfirmasi/membuktikan (Sugiyono, 2. Menurut konsep klasik, eksperimen merupakan penelitian untuk menentukan pengaruh variabel perlakuan . ndependent variabl. terhadap variabel dampak . ependent variabl. Metode eksperimen merupakan penelitian yang menguji pengaruh variabel independen . terhadap variabel dependen . dalam pengontrolan hal yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Semua variabel yang diuji harus diukur dengan menggunakan instrumen pengukuran yang sudah distandardisasikan atau dibakukan, kemudian diolah menggunakan analisis statistik parametrik. Dalam metode eksperimen ini, akan dilakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh sebab dan akibat antara variabel independen tertentu terhadap variabel dependen dalam kondisi yang terkendalikan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan metode 839 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 836-846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Quasi Eksperimental Design, yaitu dengan memberikan perlakuan terhadap kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol yang tidak dipilih secara random (Sugiyono, 2. Kelas yang pertama diberikan perlakuan dengan pendekatan Pembelajaran PAI menggunakan metode Investigasi Kelompok sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelas yang kedua dengan pembelajaran PAI menggunakan metode ceramah sebagai kelas kontrol. Ada dua bentuk desain quasi experimental, yaitu time series design dan nonequivalent control group design. adapun desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalent control design. desain ini hampir sama dengan pretest-post test control group design hanya pada desain ini tidak dipilih secara random pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimenAy. Alasan dilakukannya penelitian ini menggunakan metode eksperimen adalah untuk mengetahui pengaruh percobaan atau perlakuan terhadap karakteristik subjek yang diinginkan oleh peneliti, yaitu meningkatnya hasil belajar PAI pada Penelitian ini menggunakan dua kelompok, yakni kelas kontrol dan kelas Kelas kontrol yang dimaksud adalah kelompok siswa yang tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan metode investigasi kelompok melainkan menggunakan metode ceramah, sedangkan kelas eksperimen adalah kelompok siswa yang diberikan perlakuan dengan menggunakan metode investigasi Pada awalnya, siswa pada kedua kelas tersebut diberi pre-test berupa soal PAI dengan materi perintah menutup aurat untuk mengetahui keadaan awal, yaitu mengetahui adakah perbedaan hasil belajar awal antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil pre-test yang baik adalah apabila nilai kedua kelompok tidak berbeda secara signifikan. Setelah diberikan perlakuan, maka kedua kelompok tersebut dilakukan pengukuran melalui post-test. Selanjutnya, hasil keduanya dibandingkan atau diuji perbedaannya. Perbedaan yang signifikan antara kedua nilai pada kelas eksperimen dan kelas kontrol akan menunjukkan pengaruh dari perlakuan yang telah diberikan. Desain penelitian digambarkan pada tabel sebagai Tabel 1. Desain Nonequivalent Control Group Design Kelompok Pretest Perlakuan Post-test ( Sugiyono 2. Keterangan: E = Kelas eksperimen K = Kelas kontrol O1 = Kondisi hasil belajar awal kelas eksperimen. O2 = Kondisi hasil belajar akhir kelas eksperimen. O3 = Kondisi hasil belajar awal kelas kontrol. 840 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 836-846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. O4 = Kondisi hasil belajar akhir kelas kontrol. X = Perlakuan . pembelajaran PAI dengan menggunakan metode investigasi kelompok pada kelas eksperimen. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang digunakan adalah siswa kelas X OTKP 2 sebagai Kelompok Kontrol berjumlah 33 siswa dan X AKL sebagai Kelompok Eksperimen dengan sampel 33 siswa. Untuk Kelompok Kontrol, siswa diberikan materi dengan metode Sedangkan. Kelompok Eksperimen, siswa diberikan materi dengan metode investigasi kelompok. Dari data tersebut, kita dapat mendeskripsikannya dengan menggunakan program SPSS untuk membantu melakukan statistik deskriptif data penelitian. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Pre Test & Post Test Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Kelas Statistic Hasil Pre-pest Eksperimen Belajar Post test Eksperimen PAI Pre Test Kontrol Post Test Kontrol Sig. Shapiro-Wilk Statistic Sig. This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Berdasarkan hasil yang disajikan pada tabel tersebut, diperoleh bahwa nilai Sig. Post-test pada kelas kontrol sebesar 006 dan nilai Sig. Post-test pada kelas eksperimen sebesar 064. Kedua nilai signifikasi tersebut lebih dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai hasil post-test pada kedua kelas tersebut berdistribusi Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Hasil Based on Mean Belajar Based on Median Siswa Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean 841 | Volume 6 Nomor 3 2024 Sig. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 836-846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Berdasarkan hasil yang disajikan pada tabel tersebut, didapatkan nilai Sig. Based on Mean sebesar 0,380. Nilai ini lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa varians data post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah homogen. Dengan demikian, kedua persyaratan dari uji independent sample t-test telah terpenuhi. Tabel 4. Hasil Perhitungan Uji N-Gain Score Kelas Eksperimen N-Gain Score (%) 842 | Volume 6 Nomor 3 2024 Kelas Kontrol N-Gain Score (%) Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 836-846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Rata-rata Minimal Maksimal Rata-rata Minimal Maksimal Berdasarkan tabel kategori tafsiran efektivitas nilai N-Gain score (%) dan hasil perhitungan uji N-Gain score tersebut, menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain score pada kelas eksperimen . elas yang diajarkan dengan menggunakan metode Investigasi Kelompo. adalah sebesar 63. 4056 atau 63,41%, sehingga termasuk dalam kategori AuCukup EfektifAy. Adapun nilai N-Gain minimal sebesar 42% dan maksimal sebesar 86% pada kelas eksperimen. Di samping itu, rata-rata N-Gain score pada kelas kontrol . elas yang diajarkan dengan tidak menggunakan metode Investigasi Kelompo. adalah sebesar 48. 1149 atau 48,11%, sehingga termasuk dalam kategori AuKurang EfektifAy. Adapun nilai N-Gain minimal sebesar 30% dan maksimal sebesar 60% pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan Metode Investigasi Kelompok cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar PAI pada siswa kelas X AKL SMK Walisongo 2 Depok. Sementara kelas yang menggunakan metode ceramah kurang efektif untuk meningkatkan hasil belajar PAI pada siswa kelas X OTKP 1 SMK Walisongo 2 Depok. Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan dalam peningkatan hasil belajar PAI siswa antara kedua kelas tersebut. 843 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 836-846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 5. Nilai Rata-rata N-Gain Score Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Group Statistics eksperimen dan Hasil posttest eksperimen Belajar posttest kontrol Siswa Mean Std. Deviation Std. Error Mean Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa jumlah data siswa (N) untuk kelas kontrol sejumlah 33 siswa dan kelompok eksperimen sejumlah 33 Nilai rata-rata . N-Gain persen siswa untuk kelas eksperimen sebesar 4064 atau 63,40%, sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 48. 1152 atau 48,11%. Adapun penafsiran hasil uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test dengan ketentuan 95% confidence interval of the difference disajikan pada tabel sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Uji Independent Samples T-Test Berdasarkan tabel tersebut, diketahui Sig. Levene's test for equality of variances adalah sebesar 0,56. Nilai tersebut lebih besar dari 0,05, maka data varians kelas eksperimen yang menggunakan metode Investigasi Kelompok dengan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah adalah homogen atau sama. Penafsiran tabel output independent sampel t-test tersebut berpedoman pada tabel equal variances assumed. Selanjutnya, nilai mean difference yang diperoleh sebesar 15,29121. Nilai ini menunjukkan selisih antara rata-rata N-Gain persen pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Selisih tersebut berkisar 10. 733 sampai 19. pada 95% confidence interval of the difference yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan . antara rata-rata hasil pengukuran hasil belajar PAI siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tabel output uji Independent sample t-test pada bagian equal variances assumed menunjukkan bahwa ycEaycnycycycuyci sebesar 6,702 dan nilai Sig. sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak 844 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 836-846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dan Ha diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan hasil belajar PAI siswa kelas X di SMK Walisongo 2 Depok antara kelas yang diajarkan dengan tidak menggunakan metode Investigasi Kelompok dan kelas yang diajarkan dengan menggunakan metode Investigasi Kelompok. Hal ini berlandaskan kepada pengambilan keputusan dalam uji independent sample t-test. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pada kelas yang diajarkan menggunakan metode ceramah Terdapat peningkatan hasil belajar PAI sebesar 25,6 . ,17%). Pada kelas yang diajarkan menggunakan metode Investigasi kelompok Terdapat peningkatan hasil belajar PAI sebesar 29,3 . ,70%). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh Terdapat perbedaan yang signifikan yaitu sebeser . hitung= 6,702, sig= 0,. dalam peningkatan hasil belajar siswa kelas X di SMK Walisongo 2 Depok pada mata pelajaran PAI antara kelas yang diajarkan dengan menggunakan Metode ceramah dan kelas yang diajarkan dengan menggunakan Metode Investigasi Kelompok. Saran Sebagai akhir dari rangkaian penulisan skripsi ini, terdapat beberapa saran sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisis data yang didapatkan dalam mengukur pengaruh penggunaan metode Investigasi Kelompok di SMK Walisongo 2 Depok, maka hendaknya sekolah dapat lebih meningkatkan lagi penggunaan metode investigasi kelompok sebagai metode pembelajaran di kelas maupun di luar Untuk guru, maka hendaknya selalu berinovasi dan meningkatkan kreativitas dalam merancang strategi pembelajaran dengan memanfaatkan metode pembelajaran secara tepat guna menarik perhatian dan merangsang siswa agar mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Untuk siswa, diharapkan agar selalu meningkatkan keaktifan belajar yang tinggi terutama pada mata pelajaran PAI, karena keaktifan belajar ini akan menghantarkan siswa dalam mendapatkan hasil belajar yang maksimal dan memahami materi yang diajarkan serta di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari yang berlandaskan ajaran syariah Islam. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan agar dapat mengembangkan penggunaan metode Investigasi kelompok ini pada ranah sekolah formal maupun nonformal, ataupun pada aspek yang berbeda agar dapat memberikan jangkauan manfaat yang lebih luas. 845 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 836-846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. DAFTAR PUSTAKA