Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin IMPLEMENTASI SPIRITUAL PARADIGM DALAM MENGUATKAN BUDAYA SEKOLAH PADA KELAS VII SMP RAUDLATUL JANNAH SIDOARJO Mohammad Afifuddin. Burhan Djamaluddin Email : afifmohammed38@gmail. (Universitas Qomaruddin Bungah Gresi. Abstract : Dalam penerapannya, seharusnya suatu visi tidak hanya diterapkan pada kurikulum yang berjalan namun juga pada keseharian di sekolah atau disebut budaya sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi konsep spiritual paradigm dalam menguatkan budaya sekolah pada Kelas VII SMP Raudlatul Jannah Sidoarjo serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan Adapun informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Departemen Pendidikan dan Pengembangan Yayasan. Kepala Sekolah. Waka Kesiswaan/Humas. Koordinator Jenjang Kelas dan Wali Kelas VII. Sedangkan teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Konsep spiritual paradigm sebagai visi merupakan pengintegrasian antara pendidikan dengan dimensi spiritual dalam Agama Islam dengan tujuan untuk meningkatkan aqidah siswa melalui pemahaman dan pengamalan alQurAoan dan Hadis. Nilai spiritual yang diajarkan berupa sistematika 4B yang meliputi beriman, beradab, berilmu dan beramal . Spiritual paradigm menguatkan budaya sekolah siswa kelas VII SMP Raudlatul Jannah diantaranya dilaksanakan melalui kegiatan MPLS, pembiasaan, pengawasan dan suri tauladan. Faktor penghambat dalam penerapan spiritual paradigm dalam menguatkan budaya sekolah siswa Kelas VII SMP Raudlatul Jannah yaitu kurangnya motivasi guru, terbatasnya waktu pembelajaran, kurangnya kesadaran siswa, perkembangan teknologi dan metode pembelajaran yang monoton. Solusi yang sudah diterapkan yaitu sinergi antara para guru, konsistensi, sarana prasarana yang memadai dan dukungan dari orang tua. Kata Kunci: Implementasi. Spiritual Paradigm. Budaya Sekolah. Pendahuluan Setiap organisasi atau lembaga yang dibentuk tentu memiliki arah dan tujuan yang ingin Hal ini juga berlaku untuk lembaga pendidikan, yang dalam kapasitasnya sebagai entitas non-profit, didirikan sesuai dengan arah dan tujuan yang telah direncanakan. Saat ini, dampak lingkungan pendidikan yang sangat kompetitif mencakup kebutuhan akan pengembangan yang berkelanjutan guna mencapai keunggulan kompetitif. Ini melibatkan pembaruan peta jalan untuk menjaga organisasi tetap relevan, mendefinisikan, menyediakan, dan berkomitmen pada semua karyawan untuk mengimplementasikan langkah-langkah strategis demi pengembangan yang lebih Dengan demikian, sekolah perlu menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara optimal sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan mencapai misi pendidikan nasional. 1 Setiap lembaga pendidikan memiliki tujuan yang ingin dicapai diantaranya misi pendidikan nasional dan 1 Hafizin Hafizin and Herman Herman. AuMerumuskan Visi dan Misi Lembaga Pendidikan,Ay Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 5, no. 01 (January 25, 2. : 100, https://doi. org/10. 30868/im. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin keunggulan kompetitif. Keduanya dapat dicapai jika lembaga pendidikan dapat melakukan perencanaan strategi yang baik dan diimplementasikan dengan maksimal. Setiap institusi pendidikan formal, seperti sekolah, memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kemajuan mereka. Kemajuan sebuah sekolah dapat diukur dari tingkat kualitas pendidikannya dalam menghadapi tantangan zaman. Sekolah yang berkembang dengan baik pastinya dapat mencapai keunggulan, baik dalam aspek kualitas maupun jumlahnya. Kualitas lembaga pendidikan akan mempengaruhi preferensi masyarakat dalam memilih tempat untuk mendidik anak-anak mereka. 2 Lembaga pendidikan yang berkualitas dan maju merupakan daya tarik bagi masyarakat baik sebagai wali murid, donatur maupun tenaga professional. Pendidikan yang berhasil diimplementasikan harus memiliki visi dan misi yang jelas, tujuan yang terukur, kurikulum yang relevan, serta metode pelaksanaan yang efektif dan cermat, selaras dengan desain pendidikan yang berdasarkan pada dasar atau landasan tertentu. 3 Setiap organisasi memiliki tujuan untuk menyusun dan menetapkan rencana pencapaian sasaran dan kegiatan yang sesuai dengan arah visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi yang telah ditetapkan oleh organisasi atau perusahaan. Esensinya adalah mencapai apa yang diinginkan oleh organisasi melalui perencanaan yang tepat dan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan. Perbedaan dalam implementasi manajemen strategi sangat mencolok ketika dibandingkan antara organisasi profit atau perusahaan dengan organisasi non-profit atau lembaga pendidikan Islam. Perbedaan tersebut terutama terlihat dalam orientasi ketika menetapkan visi dan misi sebagai tujuan utama. Visi dan misi pada organisasi profit atau perusahaan cenderung berfokus pada pencapaian keuntungan maksimal dengan cara yang paling efektif dan efisien dalam usaha, biaya, dan waktu. Sementara itu, visi dan misi pada organisasi non-profit lebih berorientasi pada pencapaian keuntungan yang tidak langsung terlihat secara instan dan tidak terbatas pada keuntungan materiil. Hal ini karena yang dianggap penting dan menjadi prioritas bagi organisasi non-profit adalah kesejahteraan anggota, menghasilkan pengabdian dan ketulusan anggota pada lembaga mereka. 4 Perbedaan dalam implementasi manajemen strategi antara organisasi profit dan non-profit, termasuk lembaga pendidikan Islam, terletak pada orientasi visi dan misi. Bagi sebuah institusi pendidikan, visi merupakan gambaran moral yang membayangkan profil yang diinginkan untuk institusi tersebut di masa mendatang. Imajinasi ke depan ini selalu Muhdi Akbar. AuPeran Manajemen Strategik Dalam Penerapan Visi-Misi Sma Negeri 1 BantaengAy (Skripsi. Makassar. UIN Alauddin Makassar, 2. , 1. 3 Yulia Rizki Ramadhani et al. Dasar-Dasar Perencanaan Pendidikan (Medan: Yayasan Kita Menulis, 2. , 3. Citra Anisa and Rahmatullah Rahmatullah. AuVisi Dan Misi Menurut Fred R. David Dalam Perspektif Pendidikan Islam,Ay Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 1 (March https://doi. org/10. 32478/evaluasi. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin dipengaruhi oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan muncul di masa mendatang. Ketika menetapkan visi, penting bagi sekolah untuk memperhatikan perkembangan dan tantangan yang mungkin muncul di masa depan. 5 Visi dan misi bagi sebuah institusi pendidikan merupakan gambaran moral yang mencitrakan profil yang diharapkan di masa mendatang sehingga harus dirumuskan dengan efektif dan maksimal. Dalam hal ini. Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Jannah Sidoarjo sebagai lembaga pendidikan Islam telah merumuskan visi yang disebut dengan Semesta Education System. Semesta Education System merupakan sistem pendidikan yang memiliki konsep dasar yang terdiri dari tiga bagian yaitu spiritual paradigm, holistic learning dan multiple intelligences. Spiritual paradigm artinya bahwa setiap pembelajaran yang dilakukan selalu dikaitkan dengan paragdigm spiritual yang diambil dari Al QurAoan dan Al Hadist. Pada konsep holistic learning, pembelajaran yang ada dibuat untuk mengembangkan potensi anak secara utuh yang meliputi 4 aspek, yaitu spiritual, intelektual, emosional, dan fisik. Sedangkan pada multiple intelligences, pembelajaran selalu diarahkan untuk mengembangkan delapan kecerdasan . inguistic, logical-mathematical, spatial, bodily-kinesthetic, musical, interpersonal, intrapersonal, naturalis. yang dimiliki setiap siswa. Melalui visi tersebut dapat dilihat bahwa Yayasan Raudlatul Jannah Sidoarjo telah merumuskan dengan baik visi, misi dan tujuan dalam mengelola lembaga pendidikan Islam. Visi Semesta Education System tersebut diterapkan pada seluruh unit pendidikan Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Jannah Sidoarjo termasuk pada SMP Raudlatul Jannah. Dalam lembaga pendidikan seperti sekolah, visi dan misi adalah dua elemen yang sangat penting dan perlu diimplementasikan dengan sungguh-sungguh, bukan hanya sebagai konsep yang tidak dapat beroperasi. Kedua aspek ini digunakan untuk mengarahkan operasional lembaga pada jalur yang sesuai dengan kepentingan dan harapan, dengan tujuan mencapai kondisi yang diinginkan di masa depan sebagai perwujudan dari suatu tujuan. 6 Dengan adanya visi yang terdefinisi dengan jelas dan diterapkan secara efektif, sekolah memiliki potensi untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi, menyajikan pengalaman pendidikan yang unggul bagi siswa, dan memberdayakan seluruh komunitas pendidikan. SMP Raudlatul Jannah telah menerapkan visi Semesta Education System pada seluruh kurikulum yang diajarkan termasuk kurikulum Nasional, kurikulum khas Raudlatul Jannah dan family curriculum. Tenaga pendidik SMP Raudlatul Jannah memiliki kewajiban menerapkan konsep Saril Saril. AuPenerapan Manajemen Pendidikan Dalam Mewujudkan Visi Sekolah (Studi Di Smp Negeri 1 Salomekk. ,Ay Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 7, no. November 2. : 592Ae93, https://doi. org/10. 35673/ajmpi. 6 Imas Patmawati et al. AuPentingnya Visi. Misi. Dan Tujuan Sekolah,Ay Jurnal Pelita Nusantara 1, no. 2 (July 14, 2. 183, https://doi. org/10. 59996/jurnalpelitanusantara. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin dari Semesta Education System pada seluruh kegiatan sekolah khususnya konsep Spiritual Paradigm. Konsep tersebut sangat terlihat dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di SMP Raudlatul Jannah sehingga menjadi ciri khas dari sistem pendidikan Yayasan Raudlatul Jannah. Spiritualitas secara umum merujuk pada dimensi yang terkait dengan ruh atau jiwa. Hal-hal yang bersifat spiritual mengandung kebenaran yang abadi yang terkait dengan makna dan tujuan hidup manusia, yang sering kali dibandingkan dengan aspek-aspek duniawi dan temporal. Dalam konteks spiritualitas, terdapat keyakinan akan keberadaan kekuatan supernatural, seperti yang diajarkan dalam berbagai agama. Pada posisi dimensi spiritual dalam agama Islam, al-Qur'an dan Sunnah ditempatkan sebagai sumber doktrinal. Sebagai contoh, konsep Iman, seperti yang dijelaskan oleh Muhammad Iqbal, tidak hanya melibatkan kepercayaan semata, tetapi juga mencakup pemahaman. Oleh karena itu, individu yang beriman memiliki kesempatan untuk memahami makna dan implikasi ayat-ayat Allah tersebut, baik melalui wahyu dan sunnah, maupun aplikasinya dalam kehidupan 8 Allah berfirman dalam al-QurAoan surat An-nur ayat 54. A eO aEA a AEA a AEA ca A eO oa aE Aa eaI aaOEac eO Aa aIac aI aEa eO aN aI a aI aE aO aEa eO aE eI acI a aI eE a e eI aO eaI a aOea eONa a eNa eaO e aO aI aEaOA ca AcEEa aO a a eOaOA ACa eE a a eOaO NA A acaacE eEa E a eE aIa eO aIA Artinya: Katakanlah. AuTaatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul (Muhamma. itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan . manat Alla. dengan jelas. Ayat tersebut menegaskan bahwa agar mendapatkan petunjuk yang benar, orang muslim wajib berpedoman pada ajaran Allah dan Rosulullah yakni melalui Al-QurAoan dan hadis. Oleh karenanya, dalam spiritual paradigm. Al-QuAoan dan hadis menjadi core of education yaitu inti dari pendidikan di Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Jannah dengan tujuan untuk mengokohkan akidah Islam seluruh warga sekolah. Dalam penerapannya, seharusnya konsep spiritual paradigm sebagai suatu visi tidak hanya diterapkan pada kurikulum yang berjalan namun juga pada keseharian di sekolah atau disebut budaya sekolah. SMP Raudlatul Jannah telah memiliki budaya sekolah yaitu jalan, wajah dan Jalan yaitu membiasakan cara jalan rasul yang tidak tergesa-gesa. Wajah yaitu selalu 7 Endin Nasrudin and Ujam Jaenudin. Psikologi Agama Dan Spiritualitas: Memahami Perilaku Beragama Dalam Perspektif Psikologi (Bandung: LagoodAos Publishing, 2. , 29. 8 Puspo Nugroho. AuParadigma Pendekatan Spiritual Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Lembaga Pendidikan Islam,Ay Konseling Edukasi : Journal Of Guidance and Counseling 1, no. 1 (October 17, 2. : 118, https://doi. org/10. 21043/konseling. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin menebarkan wajah ceria sebagai cermin seorang muslim. Suara yaitu mengetahui tempat dan waktu untuk merendahkan dan meninggikan suara. Konsep spiritual paradigm sudah tergambar dengan jelas dalam budaya sekolah yang ditetapkan. Guru-guru Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Jannah diharuskan selalu menjadikan pendidikan agama sebagai inti dalam pengembangan pendidikan di sekolah dan menciptakan lingkungan yang religius guna mewujudkan nilai-nilai agama sebagai budaya sekolah. Namun, budaya sekolah bukan termasuk kurikulum yang memiliki waktu tersendiri dalam penerapannya sehingga implementasinya dalam keseharian harus didukung oleh seluruh warga sekolah. Budaya adalah hasil dari perjalanan serta merupakan produk dari interaksi berbagai kemampuan yang diperoleh di dalam lingkungan sekolah. Budaya sekolah bersifat dinamis dan dimiliki oleh seluruh warga sekolah. 9 Peran budaya sekolah adalah sebagai pengawas perilaku dan tindakan, serta panduan bagi semua anggota sekolah agar memahami norma-norma tindakan dan perilaku yang berlaku di lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan agar mereka dapat mengembangkan sikap positif terhadap sekolah. Ketika budaya sekolah diimplementasikan secara kuat dan sesuai, maka pelaksanaannya dapat berjalan dengan efektif. 10 Budaya sekolah selayaknya harus mencerminkan visi dari sekolah itu sendiri. Budaya sekolah yang kuat menunjukkan bahwa visi sekolah telah dijalankan dengan baik. Perlu dilakukan studi mendalam mengenai penguatan budaya sekolah melalui visi sekolah. Dalam penelitian ini membahas konsep spiritual paradigm sebagai visi sekolah dalam menguatkan budaya sekolah yang telah ditentukan di SMP Raudlatul Jannah. Metode Penelitian Penelitian ini berfokus pada analisis hubungan antara paradigma spiritual dan budaya sekolah di SMP Raudlatul Jannah. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami fenomena ini secara mendalam. Strategi penelitian fenomenologi dipilih karena peneliti ingin mengeksplorasi pengalaman dan pandangan subjek penelitian terkait dimensi spiritual di lingkungan sekolah. Sampel penelitian diambil secara purposive, melibatkan pihak-pihak seperti kepala sekolah, guru, dan staf yang memiliki pengetahuan mendalam tentang fenomena tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan Wawancara digunakan untuk menggali pandangan mendalam dari informan, 9 Nur Afni Widi Arimbi and Minsih Minsih. AuBudaya Sekolah pada Pembentukan Karakter Religiusitas pada Siswa Sekolah Dasar,Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. 6 (October 30, 2. : 6413, https://doi. org/10. 31004/obsesi. 10 Muhammad Afifullah Nizary and Tasman Hamami. AuBudaya Sekolah,Ay At-Tafkir 13, no. 2 (November 22, 2. 169, https://doi. org/10. 32505/at. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin sementara observasi partisipatif memungkinkan peneliti untuk berinteraksi langsung dengan subjek penelitian di lingkungan sekolah. Dokumentasi juga menjadi sumber data tambahan yang Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yang melibatkan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan tujuan mengungkap fenomena yang ada secara akurat dan terverifikasi. Hasil dan Pembahasan Konsep Spiritual Paradigm di SMP Raudlatul Jannah Dalam pandangan Islam, spiritualitas selalu terkait langsung dengan realitas Ilahi. Tuhan Yang Maha Esa . Spiritualitas bukanlah sesuatu yang asing bagi manusia, karena merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. Manusia terdiri dari elemen material dan spiritual atau fisik dan rohani. Perilaku manusia adalah hasil dari interaksi antara energi spiritual dan material, atau antara dimensi rohani dan jasmani. Dorongan spiritual selalu memungkinkan dimensi material manusia untuk terhubung dengan dimensi spiritualnya . uh, keilahia. Spiritual paradigm yang diterapkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Jannah merupakan konsep pengintegrasian antara pendidikan dengan dimensi spiritual dalam Agama Islam yang menjadi dasar atau pedoman dalam seluruh kegiatan didalamnya. Dalam menerapkan Spiritual paragidm, seluruh pembelajaran baik materi umum maupun keagamaan di sekolah harus berdasarkan al-QurAoan dan Hadis sehingga, guru harus mengintegrasikan materi pembelajaran yang diajarkan dengan keduanya. Paradigma spiritual adalah konsep atau kerangka berpikir yang mengintegrasikan aspek spiritual atau keagamaan ke dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Dalam konteks pendidikan Islam, paradigma spiritual berfokus pada peningkatan dan penguatan nilai-nilai spiritual dan keimanan siswa melalui pemahaman dan pengamalan ajaran-ajaran agama, seperti al-QurAoan dan Hadis. Paradigma ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat dan berakhlak mulia. Paradigma spiritual ini mencakup berbagai aspek kegiatan, mulai dari kurikulum yang mengintegrasikan ajaran agama dengan pelajaran umum, kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada pengembangan karakter Islami, hingga lingkungan sekolah yang mendukung praktik keagamaan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi 11 Marno. AuPerilaku Guru Dalam Mengiplementasikan Nilai-Nilai Spiritual Untuk Mewujudkan Pendidikan Efektif,Ay J-PAI 1, no. : 211. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki dasar spiritual yang kuat, yang akan membimbing mereka dalam kehidupan sehari-hari. Al-QurAoan dan Hadits secara jelas menjadi panduan bagi umat manusia secara umum dan khususnya bagi para pendidik dalam menanamkan pendidikan karakter. Islam, sebagai agama yang lengkap, telah memiliki aturan yang jelas mengenai pendidikan karakter. Dalam al-QurAoan, banyak sekali ditemukan pokok-pokok pembicaraan tentang akhlak atau karakter. Misalnya, perintah untuk berbuat baik . , kebajikan . l-bir. , menepati janji . l-waf. , sabar, jujur, takut kepada Allah SWT, bersedekah di jalan Allah, berbuat adil, dan pemaaf, yang tersebar dalam banyak ayat di al-QurAoan. Semua ini adalah prinsip-prinsip dan nilai-nilai karakter mulia yang harus dimiliki oleh setiap anak didik. 12 Al-QurAoan sebagai petunjuk telah dijelaskan dalam QS al-Baqarah ayat 185 berikut: s A aOaOa IA aAI Aa aI eI a aNa aI eI aE aI E acac eN a aA eEOaa eI eNa aO aI eI a IA e AIa EacA a caO a eI a aE Aa eO aN eECa e Ia aNUO aEEIA a Aa eN a a aIA a ao aA aIIa eE aN O aO eEAa eCA AcEEa a EO aIA U AaI a eOA AcEEa a aE aI eEOa ae aOacE O aa eO a a aE aI eEa na ae aO aE a eE aIEaO eE aaca aO aEaEaa aO NA A a eO a EO aA sa Aa aac U aI eI aO sacI a e aa O aa eO a NA AaN O aE eI aOEaaEac aE eI a eac aE a eO aIA Artinya: Bulan Ramadan adalah . yang di dalamnya diturunkan Al-QurAoan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda . ntara yang hak dan yang bati. Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir . i tempat tinggalnya atau bukan musafi. pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan . alu tidak berpuas. , maka . ajib menggantiny. sebanyak hari . ang ditinggalkanny. pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur. Selanjutnya. Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan seluruh umat muslim dalam menjalankan hakikat dirinya sebagai hamba Allah SWT. Disampaikan dalam QS alAhzab ayat 21 berikut: e AcEEa aO eEOa eO aIA AyA AcEEa aaO Ue eA a AEaCae aIa Ea aE eI Aa eO aA AacE a a aOa aa NA AcEEa a aeO U a aIaU aE aI eI aIa Oa e aO NA A eO aE NA Artinya: Sungguh, pada . Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah. Rasulullah saw adalah sosok yang memiliki iman yang kokoh, keberanian, kesabaran. Anggi Fitri. AuPendidikan Karakter Prespektif Al-Quran Hadits,Ay TAAoLIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam 1, 2 (July 30, 2. : 280, https://doi. org/10. 52166/talim. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin dan keteguhan dalam menghadapi berbagai cobaan, sepenuhnya percaya pada segala ketentuan Allah, serta memiliki akhlak yang mulia. Jika seseorang bercita-cita menjadi individu yang baik dan ingin meraih kebahagiaan di dunia serta di akhirat, tentu mereka akan meneladani dan mengikuti jejaknya. Penyakit-penyakit dan kerusakan di dunia ini timbul karena jiwa manusia menjauh dari Sang Pencipta. Dalam situasi seperti ini, tradisi atau ritual keagamaan menjadi sangat penting untuk dilakukan sebagai langkah memperbaiki jiwa manusia. Dengan mengembalikan susunan jiwa manusia ke keadaan normal, diharapkan kebaikan akan muncul dalam diri manusia yang pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya. Adapun tujuan utama dari penerapan spiritual paradigm di YPI Raudlatul Jannah juga positif yaitu untuk meningkatkan aqidah siswa melalui al-QurAoan dan Hadis. Setiap anak yang dilahirkan telah membawa fitrah tauhid, aqidah iman kepada Allah dan berdasarkan Hakekat fitrah keimanan itu terdapat dalam QS. Ar-Rum ayat 30. e aCa eI aO e aN aE aE aE eO aI aIaOeAU e AA a aAcEEa Eaca eO AA e AC NA A acEA a AcEEa aE aEA a A aA A NA a caAE eO aI eECaOa oa aI aO E aE acI a ea a a EIA a caA a EIA a A aEa eO aN e acE a e a eO aE aE eaEA AOa eEa aI eO oa aIA Artinya: Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesua. Allah yang telah menciptakan manusia menurut . Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah . Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak Potensi fitrah mengandung aspek kesucian jiwa yang ada dalam diri manusia sejak lahir. Namun, hati, akal, dan pikiran, yang semuanya adalah bagian dari substansi kejiwaan, tidak dapat berkembang sesuai dengan fitrahnya tanpa pendidikan yang baik. Pendidikan yang dimaksud adalah usaha sadar, teratur, dan sistematis yang diberikan dengan sengaja kepada anak didik untuk mendukung pertumbuhan dan kematangan diri mereka, baik secara jasmani maupun rohani. Secara keseluruhan, tujuan dari spiritual paradigm adalah untuk: Meningkatkan Aqidah Siswa yaitu menguatkan keyakinan dan keimanan siswa melalui pemahaman dan pengamalan ajaran agama, seperti al-QurAoan dan Hadis. 13 Nugroho. AuParadigma Pendekatan Spiritual Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Lembaga Pendidikan Islam,Ay 123. 14 25 Tahun Perguruan Islam Raudlatul Jannah Berkhidmat (Sidoarjo: YPI Raudlatul Jannah, 2. , 21. 15 Hasan. Membangun Kultur Sekolah, 151. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Membentuk Karakter yang Baik yaitu menanamkan nilai-nilai spiritual yang positif, seperti kejujuran, kesabaran, dan rasa tanggung jawab, agar siswa memiliki akhlak yang Mengintegrasikan Pendidikan dan Spiritualitas yaitu menggabungkan aspek pendidikan dengan dimensi spiritual untuk menciptakan lingkungan belajar yang holistik dan Mengembangkan Kecerdasan Spiritual yaitu membantu siswa memahami dan mengatasi tantangan hidup dengan bijaksana melalui perspektif spiritual. Mendukung Pencapaian Akademis dan Non-Akademis yaitu memfasilitasi perkembangan siswa secara keseluruhan, baik dalam aspek akademis maupun non-akademis, dengan landasan nilai-nilai spiritual. Menanamkan Kebiasaan Positif yaitu mendorong praktik sehari-hari yang baik dan sesuai dengan ajaran agama, seperti beribadah, berdoa, dan berbuat baik kepada sesama. Dalam pelaksanaannya, guru menerapkan spiritual paradigm melalui tiga cara yaitu Guru membaca ayat-ayat dari al-QurAoan yang relevan dengan topik pelajaran, kemudian memberikan terjemahan atau penjelasan dalam bahasa yang dipahami oleh siswa. Guru menjelaskan kepada siswa kolerasi atau hubungan ayat tersebut dengan materi pembelajaran untuk memperkuat spiritualitas siswa. Guru menyampaikan hadis atau kisah dari kehidupan Nabi Muhammad SAW yang relevan dengan topik yang sedang diajarkan. Dengan cara ini, siswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep akademis tetapi juga memahami bagaimana nilai-nilai Islam diterapkan dalam kehidupan nyata melalui contoh nyata dari kehidupan Nabi dan Guru menyampaikan kalimat-kalimat yang menegaskan keesaan Allah (Tauhi. dalam konteks topik yang diajarkan. Kalimat-kalimat Tauhid bukan hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar mengajar yang memperkaya pemahaman siswa tentang hubungan antara iman dan ilmu pengetahuan. Penerapan spiritual paradigm di SMP Raudlatul Jannah sejalan dengan pola integrated spiritual learning dalam membangun pendidikan spiritual. Integrated spiritual learning adalah sistem pembelajaran spiritual yang terintegrasi dan melibatkan semua aspek pendidikan di Aspek-aspek tersebut meliputi kurikulum, peserta didik, dan tenaga pendidik. Kurikulum yang diterapkan melalui pendidikan spiritual keagamaan di masing-masing sekolah menyentuh hakikat dan kedalaman spiritual, sehingga menghasilkan kesadaran 110 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin murni dari para peserta didik. Penerapan ini tidak hanya mencakup proses belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga melibatkan berbagai aktivitas fisik dan emosional baik di dalam maupun di luar kelas. Pendidikan karakter merupakan upaya untuk menanamkan kebiasaan baik . sehingga peserta didik dapat bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang telah menjadi bagian dari kepribadian mereka. Dengan kata lain, pendidikan karakter yang efektif harus mencakup pengetahuan yang baik . oral knowin. , perasaan yang baik atau mencintai kebaikan . oral feelin. , dan tindakan yang baik . oral actio. , sehingga tercipta kesatuan perilaku dan sikap hidup dalam diri peserta didik. 17 Dari segi substansial, nilai-nilai spiritual terbagi menjadi tiga aspek, yaitu spiritual knowing, spiritual feeling, spiritual doing/acting. Adapun nilai spiritual pada SMP Raudlatul Jannah yakni berupa sistematika 4B yaitu beriman, beradab, berilmu dan beramal. Spiritual Knowing Spiritual knowing merupakan pemahaman terhadap hal-hal spiritual. 19 Pengetahuan spiritual yang diajarkan di SMP Raudlatul Jannah mengacu pada sistematika yang pertama yaitu beriman. Dalam hal ini, nilai-nilai aqidah dan keimanan yang diajarkan pada siswa meliputi Tidak menyekutukan Allah SWT (Laa tusyrik billa. dimana Allah adalah Tuhan yang disembah, tempat berdoAoa dan memohon pertolongan, serta tempat bergantung kita sebagai hamba dan manusia yang mengacu pada al-QurAoan Surat Luqman ayat 12-13. AaOEaCa aOIa Ea CI Ia E a E aIa a aIA A aO aA U AO a aI OA a A aE a NA a AEaEi aO aI I O acac aE Aa aIac aI Oa ac aE a aEI aN oai aO aI I aA aa Aa acaI NA cU aAcEE aIA a AEaE acaI Eac a aE Ea a ACa aE Ea CI Ia aacE IaN aON aaO Oa aA A E UI a a O UIA a AO acE a ac a E a NA ca aAN OaIA Artinya: Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur . epada Alla. , maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. dan barangsiapa tidak bersyukur . , maka sesungguhnya Allah Mahakaya. Maha Terpuji". Dan . ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Alla. adalah benar-benar kezaliman yang 16 Sagala. Pendidikan Spiritual Keagamaan (Dalam Teori dan Prakti. , 48. 17 Rahman. Model Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah, 80. 18 25 Tahun Perguruan Islam Raudlatul Jannah Berkhidmat, 23. 19 Sagala. Pendidikan Spiritual Keagamaan (Dalam Teori dan Prakti. , 40. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Memahami Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala perilaku manusia (Muroqobatulla. baik kebaikan maupun keburukan yang merujuk pada al-QurAoan Surat Luqman ayat 16. AcEEa i acaIA a A Oa A a AA as a O AaO EacI OA A a aN NA a A a O AaO acEa A a AO aIac aN aI aEa aI Ca aE aac s aI I aa sE Aa a aE I Aa OA ca aAOaIA AA a a O UA U AcEE Ea a OA aANA Artinya: (Lukman berkat. , "Wahai anakku! Sungguh, jika ada . uatu perbuata. seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya . Sesungguhnya Allah Mahahalus. Mahateliti. Berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua (Birrul walidai. yang merujuk pada al-QurAoan Surat Luqman ayat 14-15. AacE I Ia a aO aEa O aN oai a aIEa Na a acIN aO NIU a EO aO N sI acOa EaN Aa O a aI O aI a aIA A aE aE O aO aE aAO aEa O aE a aE acOA a AA OIaA ca AaO aOA A aN aI AaO E acIOaA a a a AE aIA a A Ea aE aN a E UI oai aE a a aN aI aOA a A aO aI a aN aE a EO a I a ac a aE a O aI Ea OA Aa O aA u AO aI aa aE I aI aa a aE I a aI aa I a I a aIEa O aIA a AacO ac a a a O aE aI I aIA ca aAO oai a acI aEA ca a aEA AaI a OAUA Artinya: Dan Kami perintahkan kepada manusia . gar berbuat bai. kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. 1 Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Spiritual Feeling Spiritual feeling merupakan upaya memperkuat dimensi emosional siswa agar mereka dapat menjadi individu yang berakhlak. 20 Spiritual feeling yang diajarkan di SMP Raudlatul Jannah mengacu pada sistematika beradab dimana siswa diajarkan agar mampu mendirikan sholat serta memiliki adab/akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Karakter tersebut disebut dengan SADAR JAWARA yakni Sholat. Dakwah amar maAoruf nahi munkar, serta adab dalam Jalan. Wajah dan Suara. Hal tersebut didasarkan pada alQurAoan Surat Luqman ayat 17-19. A aO aacEA iao a aEi acaI aE aE aI I a aI acEa aI O aA a Aa EO a aO aI a E aI a OA ca AO aCa aI EA a a AA aO INa a aI E aI IE aa aOA a a EO aI A ca aAOaIA Ibid. , 40. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Aa Aa O aI acOa aEA A aI a U i acaI NA a A aOacE aI a AaO acEa A a ca a a aacE aEEIA a A aO CA AcEEa acE O ac aa acE aI a sE Aa a O oa sA a a AaOA Aa Oa E a aI O aA a AA Oa aEi acaI a IE aa acEaA aOA a AA a aA EA a A aI IA Artinya: Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah . berbuat yang makruf dan cegahlah . dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia . arena sombon. dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh. Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. Spiritual Doing/Acting Spiritual doing merupakan wujud dari spiritual knowing dan spiritual feeling yang dimiliki oleh siswa. 21 Spiritual doing di SMP Raudlatul Jannah mengacu pada sistematikan berilmu dan beramal. Berilmu Sistematika ini fokus pada keterampilan dan kompetensi siswa karena anakanak sudah mampu menggunakan akal berfikirnya. Karakter tersebut merujuk pada al-QurAoan Surat al-Hasr ayat 2. AN aaO EacA a AI aIA a I a I O ac a a O aOA a A aN I aacEa acO aE E a ac aii aIA AIac O aIac aN IA a AaO a a a acE aOIa aA aa O aI I a N aE E aE A a A aI I a aOA a AcEEa aI I a OA A O a a aOIa aO aO a aN IA ca AA aA O CaEa Oa aN aIA AcEEa Aa a O aN aI NA AacIIaa a aN I aa OI a aN I aIIa NA a AE A a aA Ea I Oa a a aO aOCaA a a AA a a a AA O OaO aEO acEa A a a Aa a O aO aN I aO a OaO E aI aIIa O aIA Artinya: Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung halamannya pada saat pengusiran yang pertama. 1 Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin, benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari . Allah. maka Allah mendatangkan . kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka. sehingga mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah . ejadian it. untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!. Beramal Para siswa diharapkan sudah mencapai tuntas dalam hal aqidah, adab/akhlaq, dan kesadaran untuk sholat. Fokus ketuntasan di jenjang SMA adalah kemampuan Ibid. , 41. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin untuk beramal yang merujuk pada al-QurAoan Surat An-Nur ayat 55. A a aIA AA acE aOIa aI I Ca aE aN IA a Aa aEA AcEEa Eac a OIa aIIa O aI I aE I aO a aIEaO E NA AaO aa NA a A EaAOa a aEaIac aN I AaO acEa A a aA aEA AaOEaOa aI aEI acaI Ea aN I aOIa aN aI EacaO a O Ea aN I aO aEAOa a aEaIac aN I aI I a a aOAa aN I aI IU aO a aOIaIa O acE O aac a aa OIa a O aOAAUiAA aO aI IA a a aa a a aE aE a uu aAOE aiO aE Na aI E A aCa OIA Artinya: Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah . mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka . menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barangsiapa . kafir setelah . itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. Pengalaman spiritual akan kehadiran Tuhan dalam diri seseorang tertanam sangat dalam pada inti kemanusiaannya dan menghasilkan keyakinan dasar serta nilai-nilai dasar. Berdasarkan pengalaman ini, seseorang tidak hanya yakin tetapi haqqul yaqin akan kebenaran nilai-nilai tersebut dan akan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menegakkan nilai-nilai Selain itu, ia merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang paling hakiki dengan kehadiran Allah dalam hatinya dan hidup dalam damai dengan seluruh manusia. Implementasi Spiritual Paradigm Dalam Menguatkan Budaya Sekolah pada Kelas VII SMP Raudlatul Jannah Sekolah memiliki budaya yang unik dan berbeda dari institusi lain seperti penjara atau rumah sakit. Hal ini karena sekolah adalah sebuah institusi sosial yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa. Kepala sekolah, guru, dan siswa berinteraksi dalam proses pembelajaran, dan dari interaksi tersebut tercipta budaya sekolah. Dengan kata lain, budaya sekolah sebagian besar merupakan hasil dari interaksi antara guru dan siswa. 23 Adapun nilai spiritual pada kelas VII SMP Raudlatul Jannah adalah sebagai berikut Siswa berinisiatif dalam menerapkan spiritual paradigm. Siswa dengan sendirinya mengintegrasikan apa yang dilihat dengan al-QurAoan, kisah Nabi Muhammad SAW maupun hadis. Pembiasaan penerapan spiritual paradigm saat pembelajaran dapat tertanam pada diri siswa sehingga terbiasa melakukannya juga saat pembelajaran maupun diluar pembelajaran. Marno. AuPerilaku Guru Dalam Mengiplementasikan Nilai-Nilai Spiritual Untuk Mewujudkan Pendidikan Efektif,Ay 222. 23 Sulianto. AuPerwujudan Nilai-Nilai Islam Sebagai Budaya Sekolah,Ay 134. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Siswa memiliki kesadaran sebagai mukalaf. Siswa yang memiliki kesadaran dan keyakinan akan jati dirinya akan mampu mengendalikan dirinya. Siswa yang dalam dirinya sudah tertanam spiritual paradigm akan melakukan kewajibannya sebagai umat Islam seperti sholat, puasa atau yang lainnya tanpa paksaan dari orang lain. Siswa menyadari bahwa sebagai hamba Allah SWT yang harus menjalankan kewajibannya. Siswa memiliki semangat belajar spiritual paradigm. Siswa memiliki semangat belajar alQurAoan dan Hadis. Siswa menunjukkan sikap antusias saat sesi spiritual paradigm baik saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Sikap antusias tersebut juga dapat berbentuk rasa ingin tahu siswa tentang korelasi dari yang dilihat dengan al-QurAoan maupun hadis. Siswa yang memiliki kecintaan akan hal-hal baik akan memunculkan semangat belajar yang tinggi pula. Siswa meyakini bahwa semua ilmu itu berasal dari Allah SWT yang disampaikan melalui Nabi, para ulama dan para guru. Siswa yang memiliki keyakinan tersebut akan mudah konsep spiritual paradigm yang dijelaskan oleh guru. Sikap tersebut menunjukkan kesadaran siswa akan keterbatasan dirinya sehingga mengakui kontribusi orang lain untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Dengan kesadaran tersebut siswa akan mudah menerima sesuatu dari orang lain berupa ilmu maupun yang lain. Siswa bersedia menjalankan kegiatan pembiasaan yang terapkan oleh sekolah seperti berdoAoa, berjamaah, assembly dan lainnya. Kesediaan tersebut menunjukkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menghargai nilai-nilai spiritual dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Siswa menerapkan sikap JAWARA yakni sikap saat berjalan, bertemu orang lain dan Siswa yang dalam dirinya sudah tercermin spiritual paradigm memahami bagaimana seharusnya sikap yang baik saat berjalan, menyapa saat bertemu teman, memuliakan guru serta terbiasa mengucapkan kalimat Tauhid sesuai situasi dan kondisi yang terjadi seperti Alhamdulillah. Masyaallah dan lain sebagainya. Budaya sekolah merupakan pola pembentukan nilai, prinsip, tradisi, dan kebiasaan peserta didik yang dikembangkan oleh sekolah dan dipercaya oleh seluruh warga sekolah. Budaya sekolah yang baik akan menanamkan nilai-nilai religius pada peserta didik, sehingga tercipta budaya religius di lingkungan sekolah. Budaya religius adalah nilai-nilai keagamaan yang meliputi aspek ketuhanan (Rabbaniya. dan kemanusiaan (Insaniya. , yang ditanamkan dalam diri manusia dan diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan kreasi dalam kehidupan 115 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin sehari-hari. Spiritual paradigm sebagai visi diakui mampu menguatkan budaya sekolah pada siswa kelas VII SMP Raudlatul Jannah. Untuk mengetahui hal tersebut, maka perlu dianalisis melalui beberapa aspek budaya sekolah berikut. Obeserved behavioral regularities Obeserved behavioral regularities merupakan bentuk dari budaya sekolah yang 25 Budaya sekolah yang diterapkan oleh SMP Raudlatul Jannah adalah jalan, wajah dan suara yang sering disebut JAWARA. Budaya sekolah tersebut sebenarnya ditekankan pada jenjang SD di YPI Raudlatul Jannah sebagai wujud dari sistematika AuberakhlakAy. Namun, meskipun pada jenjang SMP difokuskan pada keilmuan, sistematika 4B harus tetap dilaksanakan di seluruh unit dibawah naungan YPI Raudlatul Jannah. Nilai spiritual dari budaya sekolah tersebut sudah terlihat dari bentuknya yaitu berjalan pelan seperti Rasul, menunjukkan wajah ceria sebagai muslim dan memahami bagaimana cara berbicara yang baik. Pembentukan perilaku positif pada anak tidak dapat terwujud secara sempurna tanpa adanya kebiasaan yang teratur. 26 Oleh sebab itu, selain budaya JAWARA. SMP Raudlatul Jannah juga memiliki budaya yang bersifat kedisiplinan. Budaya tersebut dicantumkan pada Buku Panduan Siswa yang dimiliki masing-masing siswa. Adapun yang diatur didalamnya meliputi budaya saat persiapan belajar, seragam, budaya selama pembelajaran, aturan penggunaan handphone dan laptop, izin tidak masuk sekolah, izin keterlambatan masuk kelas, perusakan fasilitas sekolah, ekstrakurikuler, kebersihan dan UKS serta Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Norms Norms merupakan panduan atau norma yang digunakan dalam menerapkan budaya 27 Banyak ahli dalam bidang budaya sekolah juga mengartikan budaya sekolah sebagai tradisi bagaimana kepala sekolah, guru, dan staf kependidikan lainnya bekerja, belajar, dan berinteraksi satu sama lain di lingkungan sekolah, yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan semangat dan nilai-nilai yang dianut oleh sekolah tersebut. Panduan atau norma yang digunakan dalam menerapkan budaya sekolah di SMP 24 Hardiansyah dan MasAoodi. AuImplementasi Nilai Religius Melalui Budaya Sekolah,Ay 16. 25 Ahmat Miftakul Huda. Farid Setiawan, and Rohimah Dalimunthe. AuBudaya Sekolah/ Madrasah,Ay BINTANG : Jurnal Pendidikan Dan Sains 3, no. 3 (November 28, 2. : 522. 26 Buku Panduan Siswa Edisi 2024, 41. 27 Huda. Setiawan, and Dalimunthe. AuBudaya Sekolah/ Madrasah,Ay 522. 28 Hasan. Membangun Kultur Sekolah, 21. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Raudlatul Jannah adalah konsep spiritual paradigm sebagai visi sekolah. Seluruh budaya sekolah yang diterapkan berlandaskan pada al-QurAoan dan Hadis sesuai dengan konsep spiritual paradigm seperti budaya JAWARA yang bersumber dari QS Luqman ayat 18-19. Spiritual paradigm di SMP Raudlatul Jannah termasuk dalam spiritual interaktif. Spiritualitas interaktif merujuk pada nilai-nilai spiritual yang terbentuk melalui interaksi antara individu dan lingkungannya. Dengan demikian, karakter spiritual ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal secara mutlak. Sebaliknya, ia lebih merupakan hasil dari proses dialektis antara potensi-potensi rohani . eperti pikiran, perasaan, dan moralita. individu dengan otoritas luar dalam bentuk tradisi, kebiasaan masyarakat, dan kerangka referensi dunia yang mengelilinginya. 29 SMP Raudlatul Jannah dalam perjalanannya juga mengemban misi untuk menumbuhkembangkan potensi siswa yang memiliki kualifikasi luhur budi, karya prestasi serta memegang teguh prinsip alQurAoan dan Sunah Rosulullah SAW. 30 Untuk menumbuhkan spiritualitas dalam diri siswa, misi tersebut diterapkan dalam setiap kegiatan di SMP Raudlatul Jannah termasuk dalam menerapkan budaya sekolah. Dengan demikian, budaya sekolah yang kuat merupakan faktor eksternal dalam pembentukan spiritual paradigm. Dominant values Dominant values merupakan prinsip-prinsip dasar yang harus dipraktikkan oleh seluruh anggota sekolah. 31 Secara umum, budaya sekolah terbentuk melalui visi dan misi yang dikembangkan oleh individu sebagai respons terhadap tuntutan lingkungan, baik itu dari internal maupun eksternal, seperti masyarakat sekitarnya. 32 Prinsip-prinsip dasar yang harus dipraktikkan dalam budaya sekolah SMP Raudlatul Jannah merupakan pengembangan dari visi spiritual paradigm. Adapun prinsip dasar dalam menerapkan budaya sekolah SMP Raudlatul Jannah adalah kesantunan, kesopanan dan kedisiplinan. Prinsip tersebut ditulis dalam Buku Panduan Siswa agar siswa dapat menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari disekolah. Philosophy Philosophy merupakan kebijakan terkait budaya sekolah. 33 Pandangan tentang budaya organisasi umumnya menyoroti nilai-nilai yang dipegang bersama sebagai perekat di antara anggota organisasi, yang berpengaruh terhadap perilaku mereka. Budaya 29 Nasrudin and Jaenudin. Psikologi Agama Dan Spiritualitas: Memahami Perilaku Beragama Dalam Perspektif Psikologi. 30 25 Tahun Perguruan Islam Raudlatul Jannah Berkhidmat, 119. 31 Huda. Setiawan, and Dalimunthe. AuBudaya Sekolah/ Madrasah,Ay 522. 32 Nizary and Hamami. AuBudaya Sekolah,Ay 171. 33 Huda. Setiawan, and Dalimunthe. AuBudaya Sekolah/ Madrasah,Ay 522. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin organisasi juga merupakan faktor yang membedakan satu organisasi dari organisasi 34 Kebijakan berperan sebagai pengikat pelaksanaan budaya sekolah. Adapun kebijakan SMP Raudlatul Jannah terkait budaya sekolah tercantum dalam Buku Pedoman Siswa 2024. Kebijakan-kebijakan tersebut meliputi kebijakan persiapan belajar, seragam, pembelajaran, penggunaan handphone dan laptop, perizinan, perusakan, ekstrakurikuler, kebersihan. UKS, serta Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kebijakan-kebijakan tersebut diatur berdasarkan dominant values yang berlandaskan spiritual paradigm. Rules Rules merupakan aturan terkait budaya sekolah. 35 Aturan dan kebijakan sekolah bertujuan untuk mencapai standar pembelajaran dan perilaku yang tinggi. 36 Aturan SMP Raudlatul Jannah terkait budaya sekolah tercantum dalam student discipline code. Dalam student discipline code diatur terkait peraturan yang mengikat siswa serta konsekuensinya yang berbentuk poin. Poin tersebut akan berkurang jika siswa melakukan pelanggaran dengan jumlah sesuai dengan tingkat keseriusan pelanggaran. Peraturan tersebut muncul setelah dibuatnya kebijakan terkait budaya organisasi sehingga tidak terlepas dari konsep spiritual paradigm. Organization climate Organization climate merupakan implementasi dari budaya sekolah. 37 Penerapan budaya sekolah di SMP Raudlatul Jannah tidak terlepas dari konsep spiritual paradigm. Penerapan budaya sekolah pada siswa Kelas VII SMP Raudlatul Jannah dilakukan melalui kegiatan MPLS, pembiasaan, pengawasan dan suri tauladan. Kegiatan MPLS Perbedaan lingkungan berpengaruh pada bentuk dan karakteristik budaya, yang menghasilkan budaya yang kuat dan lemah. Dalam budaya yang kuat, terdapat kesepakatan yang kuat di antara anggota untuk mempertahankan nilai-nilai yang diyakini benar dari berbagai aspek, yang mempromosikan kesatuan, loyalitas, dan komitmen terhadap organisasi. Kesepakatan ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, menunjukkan adanya proses adaptasi budaya di dalam Proses sosialisasi budaya biasanya terjadi ketika organisasi sekolah menerima siswa baru, sehingga siswa dapat menginternalisasi perilaku sesuai 34 Hasan. Membangun Kultur Sekolah, 20. 35 Huda. Setiawan, and Dalimunthe. AuBudaya Sekolah/ Madrasah,Ay 522. 36 Ajat Sudrajat. Budaya Sekolah Dan Pendidikan Karakter (Yogyakarta: Intan Media, 2. , 25. 37 Huda. Setiawan, and Dalimunthe. AuBudaya Sekolah/ Madrasah,Ay 522. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin dengan budaya yang ada. Penguatan budaya sekolah melalui spiritual paradigm secara khusus disampaikan kepada siswa kelas VII saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan durasi satu minggu lalu dilanjutkan masa adaptasi satu bulan. Dalam kegiatan tersebut akan disampaikan korelasi antara spiritual paradigm dengan budaya sekolah yang diterapkan di SMP Raudlatul Jannah. Setelah itu, akan diberlakukan aturan budaya sekolah yang sama bagi siswa kelas VII seperti kelas Vi maupun IX. Selanjutnya, secara berkala penguatan budaya sekolah melalui spiritual paradigm dilaksanakan oleh seluruh pihak di SMP Raudlatul Jannah. Pembiasaan Pendidikan karakter bukanlah sekadar menghafal materi ujian dan teknik Proses ini melibatkan pembiasaan yang berkelanjutan. Karakter tidak terbentuk secara cepat, tetapi memerlukan latihan yang sungguh-sungguh dan terencana untuk mencapai bentuk dan kekuatan yang optimal. 39 Budaya JAWARA dibentuk dalam keseharian siswa sekolah melalui pendampingan guru serta dimulai dari waktu penjemputan saat kedatangan siswa di teras sekolah. 40 Selain itu, implementasi budaya sekolah melalui pembiasaan dilakukan sebelum pembelajaran dan saat pembelajaran. Pembiasaan sebelum pembelajaran adalah sebagai berikut . Mengucapkan dan menjawab salam bila bertemu dengan guru, karyawan, wali murid, tamu, atau siswa/i lainnya di lingkungan SMP Raudlatul Jannah. Siswa/i wajib melaksanakan shalat dhuha, dhuhur dan ashar secara berjamaah. Siswa/i sudah berada di sekolah 10 menit sebelum bel masuk berbunyi. Bel masuk dimulai pukul 06. 45 WIB. Siswa/i wajib mengikuti kegiatan assembly pagi sesuai jenjang pada tempat yang telah ditentukan. Siswa/i harus sudah berada di kelas 5 menit sebelum pelajaran pertama Sedangkan pembiasaan saat pembelajaran adalah sebagai berikut . Siswa/i wajib ikut serta menjaga ketertiban, keamanan, kenyamanan dan kebersihan selama pelajaran berlangsung. Siswa/i tidak boleh makan selama pelajaran berlangsung. 38 Hasan. Membangun Kultur Sekolah, 20. 39 Hasan, 138. 40 25 Tahun Perguruan Islam Raudlatul Jannah Berkhidmat, 125. 41 Buku Panduan Siswa Edisi 2024, 42. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin . Siswa/i wajib mengikuti pelajaran dengan seksama hingga akhir pelajaran. Siswa/i yang ingin meninggalkan kelas karena sesuatu hal . akit atau ada keperluan yang sangat pentin. harus meminta izin kepada guru yang sedang mengajar atau wali kelas. Bila 15 menit guru yang memiliki jadwal mengajar tidak hadir, maka ketua kelas . engurus kela. harus menghubungi wali kelas. Siswa/i yang bertugas piket wajib melaksanakan tugasnya merapikan dan membersihkan ruang kelas pada awal dan akhir setiap pelajaran. Di setiap akhir pelajaran, siswa/i mengemasi dan merapikan perlengkapan belajar dan membaca doa penutup majelis yang dipimpin ketua/pengurus Pengawasan Para guru bekerja sama dalam mengawasi secara praktik sangat penting untuk memperkembangkan sikap spiritual siswa. Dengan adanya budaya sekolah yang telah terbentuk, setiap guru memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dan memantau kebiasaan serta aktivitas siswa, yang merupakan komitmen yang harus ditanamkan sejak dini. 43 Penerapan melalui pengawasan dilakukan oleh guru dengan memberikan hukuman bagi siswa yang melakukan pelanggaran dan penghargaan bagi siswa yang berprestasi. Hukuman tersebut dicantumkan pada buku Student Disclipline Code. Siswa mendapatkan konsekuensi setiap semester sesuai dengan star poin yang dimiliki. Selain itu saat menasehati siswa, guru akan menyampaikan ayat al-QurAoan atau Hadis yang sesuai sebagai pedoman siswa dalam berperilaku. Suri Tauladan Keteladanan adalah perilaku dan sikap dari guru dan staf pendidikan lainnya yang memberikan contoh tindakan-tindakan yang baik, dengan harapan peserta didik akan mencontohnya. Jika guru dan staf pendidikan lain ingin peserta didik menunjukkan perilaku dan sikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, mereka harus menjadi contoh pertama dan utama dalam berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai tersebut. 44 Penerapan budaya sekolah melalui suri tauladan dilakukan oleh seluruh guru dan karyawan SMP Raudlatul Jannah. Guru merupakan sosok yang menjadi panutan bagi para siswa di sekolah. 42 Buku Panduan Siswa Edisi 2024, 43. 43 Nur Fadlilah. AuPengembangan Sikap Spiritual Melalui Budaya Sekolah (Studi Kasus Di SDIT Ar Ruhul Jadid Dan SDIT Al Ummah Jomban. Ay (Tesis. Surabaya. Universitas Islam Negri Sunan Ampel, 2. , 154. 44 Rahman. Model Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah, 68. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Berdasarkan analisis enam aspek diatas, konsep spiritual paradigm sebagai visi tidak terlepas dari penerapan budaya sekolah. Sehingga, penerapan spiritual paradigm dapat dikatakan mampu menguatkan budaya sekolah di SMP Raudlatul Jannah. Hal tersebut juga didukung oleh keterlibatan seluruh warga sekolah. Baik spiritual paradigm maupun budaya sekolah di SMP Raudlatul Jannah wajib dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah yakni guru, karyawan dan seluruh siswa. Budaya sekolah harus dipahami dan dijalankan bersama oleh kepala sekolah, guru, staf administrasi, dan siswa. Hal ini menjadi landasan bagi mereka dalam memahami serta menyelesaikan berbagai persoalan yang timbul di sekolah. Setiap individu, mulai dari kepala sekolah, guru, staf administrasi, hingga siswa, perlu memahami karakteristik budaya sekolah mereka masing-masing. Pendidikan di sekolah pada dasarnya merupakan proses untuk meningkatkan keadaan menuju yang lebih baik melalui pemberdayaan potensi, pengembangan nilai-nilai, dan internalisasi mereka. Pengembangan potensi dan internalisasi nilai-nilai ini merupakan tujuan utama dari pendidikan. Nilai-nilai dan norma-norma dapat berasal dari individu itu sendiri, masyarakat, atau adat istiadat. Jika nilai-nilai dan norma-norma ini berakar pada prinsipprinsip agama, maka perkembangan manusia akan sesuai dengan nilai-nilai agama tersebut. Oleh karena itu, pendidikan bertujuan untuk membentuk individu yang beriman dan bertakwa, serta memberikan kebudayaan dan pengalaman yang berguna untuk beramal saleh dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Ruh spiritual paradigm berada pada seluruh aspek budaya sekolah yang diterapkan oleh SMP Raudlatul Jannah. Meskipun begitu, budaya sekolah belum tertanam kuat pada diri siswa kelas VII. Hal tersebut dikarenakan masih dibutuhkannya waktu beradaptasi sebagai siswa baru. Namun secara keseluruhan, dengan adanya spiritual paradigm, siswa lebih sungguh-sungguh dalam menerapkan budaya sekolah yang diajarkan karena mereka tahu alasan dasar dalam penerapan tersebut. Spiritual paradigm memberikan alasan yang kuat kepada siswa dalam menerapkan budaya sekolah sehingga siswa tidak menyepelekan atau meremehkan aturan yang ada. Dengan begitu, nilai-nilai spiritual dalam budaya sekolah juga akan merasuk dalam diri siswa dan menjadi kebiasaan yang mulia serta visi Augenerasi Islam yang beraqidah mantap, berakhlaq karimah dan berprestasi optimalAy dapat tercapai dengan Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Konsep Spiritual Paradigm Dalam Menguatkan Budaya Sekolah pada Kelas VII SMP Raudlatul Jannah 45 Sulianto. AuPerwujudan Nilai-Nilai Islam Sebagai Budaya Sekolah,Ay 137. 46 Hasan. Membangun Kultur Sekolah, 29. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Anggota sekolah perlu menyadari bahwa terdapat unsur-unsur budaya sekolah yang dapat memiliki dampak positif, negatif, dan netral terhadap visi, misi, dan tujuan sekolah. Sebagai contoh, jika visi, misi, dan tujuan sekolah menekankan pada budaya mutu, moralitas, dan multikulturalisme, maka sekolah perlu mengidentifikasi elemen-elemen yang mendukung dan menguntungkan, elemen-elemen yang menghambat atau merugikan, serta elemen-elemen yang netral dan tidak terkait dengan visi, misi, dan tujuan sekolah tersebut. Adapun faktor pendukung dalam penerapan spiritual paradigm dalam menguatkan budaya sekolah siswa Kelas VII SMP Raudlatul Jannah adalah sebagai berikut: Sinergi diantara para guru Salah satu elemen penting dalam pengembangan budaya sekolah adalah mendorong kerja sama di antara anggota sekolah, yang dapat dicapai melalui diskusi kelompok tentang pelaksanaan kegiatan rutin yang akan dilaksanakan di sekolah. 48 Guru yang kurang memahami spiritual paradigm senantiasa berdiskusi dengan guru al-QurAoan untuk menemukan integrasi antara pembelajaran dengan al-QurAoan dan Hadis. Jika seorang guru memahami dengan baik apa yang disampaikan, maka siswa akan mudah memahaminya juga. Kerjasama antar guru tersebut menjadi faktor yang mendukung penerapan spiritual paradigm dalam menguatkan budaya sekolah. Konsistensi Sekolah yang sukses telah mengidentifikasi dan menetapkan budaya sekolah yang mencakup norma-norma komunikasi, tanggung jawab bersama, kebiasaan kerja, etika sosial, dan komitmen yang tinggi terhadap prestasi akademik. 49 Tanggung jawab dan komitmen merupakan salah satu yang harus diterapkan dalam menjalankan budaya Seluruh warga sekolah SMP Raudlatul Jannah berkewajiban melaksanakan spiritual paradigm termasuk pada budaya sekolah. Warga sekolah juga harus bertanggungjawab dan berkomitmen terhadap segala peraturan yang sudah ditetapkan. Dengan begitu, visi sekolah akan tercapai dengan baik. Sarana dan prasarana yang memadai Salah satu faktor krusial dalam mengoptimalkan implementasi pendidikan karakter berbasis budaya sekolah adalah keberadaan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai. Fasilitas ini termasuk taman belajar, kotak saran, tempat penitipan barang, mushallah, fasilitas wudhu, kantin kejujuran, perpustakaan, serta pemanfaatan lingkungan sekitar 47 Sulianto. AuPerwujudan Nilai-Nilai Islam Sebagai Budaya Sekolah,Ay 138. 48 Hasan. MEMBANGUN KULTUR SEKOLAH, 24. 49 Sudrajat. Budaya Sekolah Dan Pendidikan Karakter, 6. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin sebagai sumber pembelajaran. 50 Sarana dan prasarana yang mendukung penerapan spiritual paradigm pada budaya sekolah antara lain seperti perpustakaan, ruang BK, checklock, ruang kelas, buku panduan dan lain sebagainya. Dengan sarana prasarana yang memadai tersebut, guru akan lebih mudah memberi pemahaman terkait konsep spiritual paradigm dalam budaya sekolah khususnya pada siswa kelas VII SMP Raudlatul Jannah. Dukungan dari orang tua Agar pendidikan lebih efektif, penting untuk melakukan kolaborasi dengan orang tua, masyarakat, dan komponen pendidikan lainnya (Net Workin. 51 Penerapan spiritual paradigm pada budaya sekolah tidak akan berhasil jika hanya dilaksanakan di sekolah saja. Diperlukan dukungan orang tua di rumah serta masyarakat sekitarnya. Budaya-budaya baik yang ditanamkan di sekolah apabila tidak dijaga saat di luar sekolah, maka akan siasia. Oleh sebab itu. SMP Raudlatul Jannah mempunyai kurikulum yang dinamakan kurikulum keluarga dimana orang tua turut andil dalam menjaga nilai-nilai spiritual dalam budaya sekolah yang diajarkan. Orang tua kelas VII akan diberikan sosialisasi terkait nilai-nilai spiritual dalam budaya sekolah yang harus dijaga saat siswa di luar Adapun faktor pengambat dalam penerapan spiritual paradigm dalam menguatkan budaya sekolah siswa Kelas VII SMP Raudlatul Jannah adalah sebagai berikut Kurangnya motivasi guru Perilaku guru didorong oleh motivasi yang tinggi dan semangat yang kuat karena mereka meyakini bahwa menjadi guru adalah panggilan mulia. Mereka menyadari bahwa tugas mereka sebagai guru tidak hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga panggilan hidup yang terkait dengan misi mendidik anak-anak untuk mengenal Tuhan dan memahami peran mereka dalam dunia ini. Tujuan mereka adalah untuk mengembangkan kecerdasan dan kepribadian siswa, serta memandang pendidikan sebagai sarana efektif untuk memperkuat nilai-nilai agama dan memajukan bangsa. Mereka percaya bahwa pendidikan memiliki peran krusial dalam menentukan masa depan umat dan bangsa. Guru yang memiliki motivasi tinggi akan meningkatkan kompetensinya untuk turut menjalankan visi misi sekolah. Dalam menerapkan konsep spiritual paradigm di SMP 50 Rahman. Model Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah, 76. 51 Fadlilah. AuPengembangan Sikap Spiritual Melalui Budaya Sekolah (Studi Kasus Di SDIT Ar Ruhul Jadid Dan SDIT Al Ummah Jomban. ,Ay 85. 52 Marno. AuPERILAKU GURU DALAM MENGIPLEMENTASIKAN NILAI-NILAI SPIRITUAL UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN EFEKTIF,Ay 235. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Raudlatul Jannah, motivasi guru sangat diperlukan. Guru dengan motivasi yang tinggi akan terus mendalami spiritual paradigm agar mampu memenuhi tuntutan sekolah. Namun, terdapat beberapa guru dengan motivasi rendah sehingga mengabaikan penerapan spiritual paradigm. Guru tersebut tidak memiliki keinginan untuk meningkatkan kompetensinya sehingga menghambat penerapan spiritual paradigm saat di Pada akhirnya, penerapan spiritual paradigm pada budaya sekolah juga akan terhambat karena hal tersebut. Terbatasnya waktu pembelajaran Seringkali siswa menghadapi tantangan dengan jumlah materi yang disampaikan terlalu banyak, sementara waktu pembelajaran di kelas terbatas, yang dapat menghambat pemahaman mereka dalam proses pembelajaran. 53 Guru dituntut untuk menyampaikan spiritual paradigm saat pembelajaran berlangsung. Karena waktu yang dimiliki terbata dimana materi yangharus disampaikan juga banyak, seringkali guru tidak maksimal dalam menyampaikan spiritual paradigm atau bahkan tidak disampaikan. Hal tersebut harus dijadikan pertimbangan oleh pihak SMP Raudlatul Jannah demi tercapainya visi misi yang ada. Kurangnya kesadaran siswa Pada usia Bermasyarakat . , anak-anak mulai mampu berinteraksi dengan masyarakat berdasarkan pengalaman yang mereka peroleh dari fase-fase sebelumnya. Interaksi dalam masyarakat lebih kompleks dibandingkan dalam keluarga, sehingga anak-anak mengenal berbagai karakter manusia selain karakter orang-orang di lingkungan keluarganya. 54 Pada jenjang SMP, siswa menghadapi masa yang lebih kompleks dari sebelumnya. Siswa tentu akan membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi saat memasuki jenjang SMP. Waktu adaptasi itulah yang menyebabkan kurangnya kesadaran siswa dalam menjalankan spiritual paradigm dalam budaya sekolah yang merupakan kebiasaan baru bagi siswa. Dibutuhkan kesabaran yang ekstra dalam memberi pemahaman kepada siswa kelas VII SMP Raudlatul Jannah. Dalam hal ini, peran guru sebagai motivator dan pembimbing sangat dibutuhkan oleh siswa. Perkembangan teknologi Dengan kemajuan teknologi yang pesat, siswa sering kali menggunakan waktu belajar mereka di sekolah atau di rumah untuk bermain game atau menonton video di Rachman Arief et al. AuPENGEMBANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN TIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN MODEL ADDIE UNTUK SISWA SMK,Ay Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan, no. 0 (September 28, 2. : 510. 54 Fitri. AuPendidikan Karakter Prespektif Al-Quran Hadits,Ay 273. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin YouTube dengan menggunakan ponsel pintar yang canggih. Hal ini dapat menyebabkan siswa menjadi lebih individualistik karena mereka terlalu terlibat dalam aktivitas menggunakan ponsel, sehingga interaksi sosial mereka perlahan-lahan berkurang. sekolah, hal ini juga dapat menyebabkan interaksi antara siswa dan guru menurun. Teknologi jika tidak digunakan dengan baik akan memberikan dampak yang tidak baik pula bagi siswa. Penerapan spiritual paradigm pada budaya sekolah akan sia-sia jika siswa menerima hal-hal yang tidak baik dari teknologi yang digunakan. Agar teknologi tidak menjadi faktor penghambat, guru dan orang tua harus lebih interaktif dalam berkomunikasi dengan siswa agar jika terdapat sesuatu yang tidak baik dapat dicegah lebih dini. Metode pembelajaran yang monoton Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 yang merupakan perubahan kedua dari Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, standar proses merujuk kepada standar yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran di unit-unit pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Proses pembelajaran di unit-unit pendidikan diarahkan agar bersifat interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan mampu memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Proses ini juga harus memberikan ruang yang cukup bagi inisiatif, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, serta perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. 56 Proses pembelajaran telah diatur dengan baik dalam undang-undang termasuk dalam menerapkan spiritual paradigm. Guru SMP Raudlatul Jannah tidak hanya berkewajiban menyampaikan spiritual paradigm tapi juga harus memberikan pemahaman kepada para Penyampaian materi yang tidak menyenangkan akan sulit diserap oleh siswa. Sehingga, diperlukan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif dalam menerapkan spiritual paradigm pada budaya sekolah. Kesimpulan Penerapan spiritual paradigm di SMP Raudlatul Jannah bertujuan mengintegrasikan pendidikan dengan dimensi spiritual Islam. Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Jannah Robbi Shiddiq. AuPERAN GURU DAN BUDAYA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA: Studi Kasus Di MTs MathlaAoul Anwar Sukamaju,Ay QATHRUNyC 7, no. 2 (October 15, 2. : 123, https://doi. org/10. 32678/qathruna. 56 Hadian Apandi. AuPERUMUSAN RENCANA STRATEGIS SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU DI SDIT AL-FATH DI KABUPATEN BANDUNG BARAT,Ay PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN PASCA SARJANA UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG, 2021, 8. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 02 Desember 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin merancang proses pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademis, tetapi juga memperkuat aqidah, keyakinan, dan keimanan siswa. Melalui pemahaman dan pengamalan Al-Qur'an dan Hadis, siswa diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai spiritual yang terbagi menjadi spiritual knowing, spiritual feeling, dan spiritual doing/acting. Implementasi nilai-nilai tersebut dituangkan dalam konsep 4B, yakni beriman, beradab, berilmu, dan beramal, yang menjadi pedoman bagi siswa untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Penerapan spiritual paradigm ini berperan besar dalam memperkuat budaya sekolah. Semua aspek budaya di SMP Raudlatul JannahAibaik dari segi norma, aturan, maupun kebijakanAididasarkan pada nilai-nilai spiritual. Penerapan ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan seperti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pembiasaan harian, pengawasan, serta keteladanan dari guru. Budaya sekolah yang terbentuk dari integrasi spiritual ini membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan karakter siswa yang berakhlak mulia. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaan spiritual paradigm, terutama pada siswa kelas VII. Beberapa kendala yang dihadapi meliputi rendahnya motivasi guru, terbatasnya waktu pembelajaran, kurangnya kesadaran siswa, serta perkembangan teknologi yang mempengaruhi metode pengajaran. Solusi yang diterapkan untuk mengatasi tantangan ini meliputi sinergi antara guru, konsistensi dalam penerapan nilai-nilai spiritual, penyediaan sarana prasarana yang mendukung, serta dukungan yang kuat dari orang tua. Daftar Pustaka