Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI :https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 IDENTIFIKASI PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN FIKSASI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PANKREAS PADA MENCIT (Mus musculu. SETELAH INDUKSI ALOKSAN ,Sri Anggarini Rasyid1 ,Elsa Sapitri3. Marsidin3 D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya Email: anggarini. 09@gmail. ABSTRAK Aloksan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menginduksi diabetes pada hewan model hiperglikemik. Pemberian aloksan adalah cara yang cepat untuk menghasilkan kondisi diabetik eksperimental. pada hewan percobaan. Fiksasi merupakan suatu perlakuan tertentu terhadap elemen-elemen jaringan, terutama inti sel atau nukleusnya, sehingga dapat di awetkan dalam kondisi aslinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah pengaruh pewarnaan pada sediaan morfologi histologi pankreas pada sitoplasma akibat lama waktu perendaman fiksasi 5 jam dan 9 jam pada mencit setelah induksi aloksan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Populasi yang digunakan adalah 3 ekor mencit, 1 ekor sebagai kontrol negatif dan 2 ekor yang telah induksi Aloksan Hasil penelitian idenfikasi gambaran histopatologi pankreas mencit dilakukan dengan menggunakan metode histoteknik dan pewarnaan hematoxyline eosin. dari 3 sampel pankreas mencit, 1 mencit yang tanpa perlakuan dan 2 mencit yang telah diberikan perlakuan menunjukkan gambaran sitoplasma, inti sel, dan sel asinar tampak normal. Hal ini menunjukkan bahwa fiksasi selama 5 jam dan 9 jam masih masuk kedalam waktu yang direkomendasikan untuk dipakai dalam melakukan fiksasi untuk histoteknik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil gambaran histopatologi pankreas mencit (Mus musculu. pasca induksi Aloksan adalah jaringan pankreas yang diamati di labolatorium klinik Universitas Mandala Waluya tidak mengalami kerusakan setelah fiksasi 5 jam dan 9 jam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan waktu fiksasi 5 jam dan 9 jam masih masuk kedalam waktu yang direkomendasikan untuk dipakai dalam melakukan fiksasi untuk histoteknik. Kata Kunci : : Fiksasi, : Aloksan. Histipatologi Pankreas. Hematoxyline Eosin Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI :https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. PENDAHULUAN p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 atau nukleusnya. Diabetes melitus (DM) merupakan sehingga dapat diawetkan dalam kondisi suatu kelompok penyakit metabolik dengan Secara umum fiksasi dilakukan selama 12-24 jam. tergantung dari jenis karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin. Fiksasi sitoplasma kedua-duanya. Gejala diabetes melitus adalah poliuria, polifagia, minimal 24 jam baru bisa dilakukan Klasifikasi dari diabetes melitus Jika jaringan difiksasi dengan Tipe 1. Diabetes Melitus Tipe 2, diabetes formalin selama 24 jam maka sebagian melitus Gestasional, dan diabetes melitus tipe besar dari formalin tersebut akan luruh, lainnya (Chaidir,dkk,2. tetapi formaldehida bereaksi sangat cepat Dasar dari pembuatan sediaan histologi dengan komponen jaringan dan sebagian yang baik adalah melakukan fiksasi yang baik. reaksi bersifat reversible. Semakin lama Kesalahan yang dilakukan pada awal fiksasi akan membuat fiksasi sampe akhir mengalami menyebabkan penyusutan dan pengerasan dari jaringan (Rahmadani,2. mempertahankan struktur jaringannya. Jenis Aloksan adalah salah satu agen . arutan Muller, formol salin, formol calsium, antidiabetes dari senyawa murni dan zenker formo. Dimana larutan ini digunakan ekstrak tumbuhan dalam studi yang melibatkan diabetes. Pemberiaan aloksan pewarnan histokimia. Fiksasi tertentu terhadap elemen-elemen jaringan, . Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI :https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. binatang perobaan . aloksan dapat diberikan Aloksan bersifat toksik selektif p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Gambar 5. 3 Histologi hasil pankreas mencit kontrol negatif menggunakan pewarnaan HE . kelompok 2 ( pasca induksi Aloksa. terhadap sel beta pankreas yang memproduksi insulin karena terakumulasinya aloksan secara khusus melalui transporter glukosa yaitu GLUT2. Penginduksiaan hewan uji melalui rute intraperitoneal yaitu posisi kepala mencit lebih rendah dari abdomen. Jarum disuntikkan dengan sudut sekitar 100 dari abdomen pada Gambar 5. 4 Histologi pankreas mencit fiksasi 5 jam (P. menggunakan pewarnaan HE . daerah yang sedikit menepi dari garis tengah, agar jarum suntik tidak mengenai kandung (Nifadila dkk. , 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Untuk pengaruh lama perendaman fiksasi terhadap gambaran histopatologi pankreas pada mencit setelah induksi aloksan. Kelompok 1 (Kontro. Gambar 5. 5 Histologi pankreas mencit fiksasi 9 jam (P. menggunakan pewarnaan HE . Keterangan : Dari hasil pewarnaan antara mencit kontrol pada gambar 5. 3 dan mencit yang telah di induksi aloksan (P1 dan P. terdapat perbedaan, dimana jaringan pankreas mencit kelompok kontrol dan jaringan kelompok pankreas mencit fiksasi 5 jam (P. menyerap zat warna HE dengan baik dimana terlihat gradasi warna yang merata. Sedangkan pada jaringan kelompok pankreas mencit yang di fiksasi 9 jam (P. pada gambar 5 terlihat warna yang agak pekat pada preparat jaringan sat di amati Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI :https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 dibawah mikroskop dengan perbesaran sehingga dapat disimpulkan pada perbesaran 40xb belum terlalu nampak sitiplasma dan inti sel. Gambar 5. histologi pankreas mencit fiksasi 9 jam pewarnaan HE . keterangan : a. sel normal, b. Gambar 5. histologi pankreas mencit kontrol pewarnaan HE . keterangan : a. sel asenar, b. inti sel, c. Keterangan : dari gambar perbesaran 100x nampak jelas sitoplasma,inti sel dan sel asinar dari kelompok kontrol negatif pada gambar 5. 3 dan kelompok perlakuan induksi aaloksan pada 4 dan 5. 5 terlihat sitoplasma ysng berwarna kemerahana yang menyerap hematoxyline dan kelompok yang diberikan perlakuan aloksa terlihat warna merah pada sitoplasma dan jaringan ikat ada preparat yang PEMBAHASAN Penelitian Labolatorium Klinik Universitas Mandala Gambar 5. histologi pankreas mencit fiksasi 5 jam (P. pewarnaan HE . sitoplasma, b. sel asinar normal, c. inti sel Waluya Kendari, dengan menggunakan sampel organ pankreas mencit (Mus Dimana gambaran histopatologi pankreas mencit Untuk Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI :https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Pengamatan secara makroskopis pankreas mencit dapat dilakukan dengan dilakukan pada mencit tanpa perlakuan merupakan proses untuk membuat sajian histologi dari spesimen tertentu melalui suatu diberikan atau di induksi Aloksan dengan rangkaian proses hingga menjadi sajian yang tingkatan dosis yang sama. Mencit pada siap untuk diamati atau dianalisa Pengamatan histologi pankreas mencit perlakuan dengan menginduksii Aloksan dilakukan karena organ ini menjadi penyebab utama rusaknya insulin pada organ pankreas . intraperitoneal adalah penyuntikkan suatu Pankreas adalah suatu organ yang terdiri dari zat ke dalam peritoneum . ongga tubu. jaringan endokrin dan eksokrin. Jaringan Ruang intraperitoneal terletak di dalam Injeksi insulin dan glukagon yang berperan penting Struktur di dalam ruang dalam mengatur metabolisme glukosa, lipid, intraperitoneal disebut AuintraperitonealAo dan protein secara normal. Jaringan eksokrin . isalnya, lambung dan usu. Pemberian pankreas menghasilkan getah pankreas yang obat yang paling baik diberikan secara intraperitoneal yaitu obat di injeksikan disekresikan ke usus halus. Hiperglikemia melalui abdomen . ongga peru. dimana disebabkan karena kelainan sekresi insulin, penyerapan dirongga perut ini cepat atau gangguan kerja dari insulin. Keadaan terjadi karena pada rongga abdomen hiperglikemia pada diabetes menyebabkan mengandung banyak pembuluh darah peningkatan pembentukan radikal bebas dan yang nantinya zat tersebut akan di bawah penurunan sejumlah anti oksidan dan akhirnya terjadi peristiwa yang disebut stres oksidatif. pankreas sebelum nantinya zat tersebut. (Gustap, dkk 2. Hasil pengamatan yang dilakukan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI :https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 terutama disebabkan dapat di lihat bahwa dari kelompok kontrol negatif, kelompok perlakuan yaitu P1. oleh karena konversi anion radikal yang menyebabkan kerusakan pankreas yang P2. menunjukkan permukaan pankreas yang licin akhirnya menurunkan kadar insulin. dan warnanya terlihat putih pucat, kemudian Aloksan adalah salah satu agen tidak menunjukkan adanya perubahan atau kelainan apapun. Konsistensi pankreas masih kenyal pada semua perlakuan dan tidak antidiabetes dari senyawa murni dan ekstrak tumbuhan dalam studi yang Pengamatan secara makroskopis pankreas melibatkan diabetes. Pemberiaan aloksan (Mus kedokteran Universitas Halu Oleo. Berdasarkan tidak adanya kerusakan pada organ pankreas (Mus Aloksan yang bersifat musculu. ini dikarenakan pankreas mencit (Mus musculu. diberikan secara intravena, intraperitoneal atau subkutan. Pengamatan menaikan kadar glukosa mencit, dimana prepaparat awetan jaringan pankreas. Aloksan ini hanya dapat bertahan selama 24- Analisis 72 jam saja. Hal ini sesuai dengan penelitian pewarna Hematoxyline Eosin (HE). Husna tahun 2019 yang mengatakan bahwa merupakan salah satu metode yang umum Aloksan menyebabkan penurunan glikogen digunakan untuk melihat perubahan yang terjadi pada suatu jaringan. Penggunaan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI :https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. dua jenis pereaksi (Hematoxyline-Eosi. pada p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 diberikan perlakuan terdapat pada gambar metode ini, akan memudahkan pengamatan kemerahan yang menyerap hematoksilin Sitoplasma . akan terwarnai menjadi dan pada gambar 5. 4 dan 5. 5 kelompok merah muda oleh adanya eosin dan inti sel yang telah diberikan perlakuan Aloksan akan terwarnai menjadi ungu oleh adanya terlihat warna merah pada sitoplasma dan hematoxyline (Mescher,2. jaringan ikat serta warna pada preparat Pemeriksaan Ini di karenakan formalin 10% pankreas diamati dengan mikroskop dilakukan memiliki kemampuan penetrasi yang dengan perbesaran 10y kemudian di lanjutkan cukup baik pada jaringan. dengan perbesaran 40y dan 100x. Menurut Aughey Frue Hasil pewarnaan antara mencit histopatologi yang baik memiliki ciri-ciri perlakuan (P1 dan P. terdapat perbedaan, seperti nukleus berwarna biru tua, sitoplasma dan serat berwarna merah muda, sel-sel lemak kelompok kontrol dan jaringan kelompok tidak terwarna, sel-sel lemak akan menghilang pankreas mencit fiksasi 5 jam (P. ketika pemrosesan jaringan dilakukan dengan menyerap zat warna HE dengan baik dan benar, tidak memiliki artefak seperti lipatan, goresan,presipitasi pewaraan, robekan dan Sedangkan terlihaat kotoran akibat penyaringan larutan pankreas mencit yang di fiksasi 9 jam yang tidak bersih. (P. terlihat warna yang agak pekat pada Hasil preparat jaringan saat diamati dibawah pewarnaan HE pada mencit yang tidak dibandingkan dengan kontrol dan P1. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI :https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 fiksasi menggunakan Metanol selama 7 perbesaran 40x terlihat sitoplasma dan inti sel hari dengan mikroskopis yang diperoleh tampak tidak terlalu jelas maka di lanjutkan kurang baik, yang ditandai dengan warna pada perbesaran 100x dimana pada perbesaran biru pada inti sel kurang, warna merah ini sitoplasma dan inti sel tampak jelas dilihat. pada sitoplasma dan jaringan ikat kurang Berdasarkan serta keseragaman pada preparat kurang, ditemukan adanya perbedaan antara fiksasi karena terjadi over fiksasi pada jaringan jaringan kontrol negatif dan fiksasi kontrol menyebabkan penyerapan HE kurang (P1 P. Ditandai sitoplasma dan inti sel serta sel asinar yang Penelitian yang dilakukan oleh alwi tampak normal seperti pada gambar 5. 6, 5. hasil penelitian tersebut pada fiksasi 8 dengan perbesaran 100x 2 minggu menggunakan formalin 10% kelompok kontrol negatif dan kelompok diperoleh hasil jaringan yang di fiksasi 2 positif (P1 dan P. yang diamati dengan minggu jaringan tampak lebih rusak. Hal ini mikroskop dengan perbesaran 40x dan 100x. disebabkan oleh pemotongan jaringan yang Penelitian terlalu keras akibat fiksasi yang terlalu lama. Rahmadani . hasil penelitian tersebut Terdapat pada fiksasi selama 6 jam dan pengekerutan sel yang lebih 24 jam sigifikan pada perlakuan fiksasi 2 minggu menggunakan BNF 10% diperoleh hasil pada sel. Hal ini disebabkan oleh efek mikroskopis baik yang ditandai dengan warna biru pada inti sel, warna merah yang meningkat akibat samping fiksasi sitoplasma dan jaringan ikat serta warna pada preparat seragam ini dikarenakan larutan BNF KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah 10% memiliki kemampuan penetrasi yang cuku baik pada jaringan. Sedangkan untuk dilakukan didapatkan hasil gambaran Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI :https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. histopatologi pankreas mencit (Mus musculu. Aloksan pankreas yang diamati di labolatorium klinik Universitas Mandala Waluya tidak mengalami kerusakan setelah fiksasi 5 jam dan 9 jam. Sehingga penggunaan waktu fiksasi 5 jam dan 9 jam melakukan fiksasi untuk histoteknik DAFTAR PUSTAKA