Buletin Ilmiah IMPAS Volume 25 No. 3 Edisi November 2024 p-ISSN: 0853-7771 e-ISSN: 2714-8459 PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA PENFUI TIMUR KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG (The Role of Extesion Workers to Develop FarmerAos Group at Desa Penfui Timur. Kecamatan Kupang Tengah. Kabupaten Kupan. Oleh: Soni Rian Sanaunu. Tomycho Olviana. Serman Nikolaus. Leta Ravael Levis Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendan. Alamat E-Mail Korespondensi: sonisanaunu05@gmail. Diterima: 05 Agustus 2024 Disetujui: 14 Agustus 2024 ABSTRACT This research was carried out in East Penfui Village. Central Kupang District. Kupang Regency in MarchApril 2023 with the aim of finding out the role of agricultural instructors in developing farmer groups in East Penfui Village. Central Kupang District. Kupang Regency and to find out the obstacles of agricultural instructors in the field in their activities and implementation of efforts to develop farmer groups in East Penfui Village. Central Kupang District. Kupang Regency. The choice of research location was carried out deliberately with the consideration that the village was very advanced in its agricultural extension services. The research sample was taken randomly as many as 52 members of farmer groups from a population of 111 members of farmer groups. Data were analyzed using data according to a Likert scale using average, percentage and frequency analysis. Based on the average score of the role of Agricultural Instructors in villages of Kupang Tengah District Kupang regency with the highest indicator of the role of Agricultural Instructors being educators with an everage of 3,21 and a maximum score achievement percentage of 64,13%. This value is included in Aufairly goodAy category. While the lowest indicator of the role of Agricultural Extension officers is motivator with an average of 2,90 and a maximum score achievement presentage of 57,98%, this value is included in the AuFairly goodAy category. This shows that the role of agricultural instructors as educators in carrying out their role as istructors is the best. Then the obstacles that limit agricultural extension officers from playing a good role are as follows : Lack of facilities or practical materials in the field that support the smooth process of activities. Lack of farmer participation during field visits by extension workers. FarmersAo lack of understanding of directions or explanations from extension workers. keywords: role of extension workers, farmerAos group ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang pada bulan Maret-April 2023 dengan tujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang dan untuk mengetahui kendala-kendala yang membatasi penyuluh pertanian berperan secara baik. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa Desa tersebut sudah sangat maju dengan penyuluh Sampel penelitian diambil secara acak sebanyak 52 orang anggota kelompok tani dari jumlah populasi anggota kelompok tani sebanyak 111 orang. Data dianalisis menggunakan data menurut skala likert dengan menggunakan analisis rata-rata, presentase, dan frekuensi. Berdasarkan skor rata-rata peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang dengan indikator peran penyuluh pertanian yang paling tinggi yaitu Edukator dengan rata-rata 3,21 dan presentase pencapaian skor maksimum sebesar 64,13% nilai ini termasuk dalam kategori AuCukup BerperanAy. Sedangkan indikator peran penyuluh pertanian yang paling rendah yaitu Motivator dengan ratarata 2,90 dan presentase pencapaian skor maksimum sebesar 57,98% nilai ini termasuk dalam kategori AuCukup BerperanAy. Hal ini menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian sebagai edukator dalam melaksanakan perannya sebagai penyuluh adalah yang paling baik. Kemudian kendala-kendala yang membatasi penyuluh pertanian berperan secara baik adalah sebagai berikut : Kurangnya fasilitas atau bahanbahan praktek dilapangan yang menunjang kelancaran proses kegiatan. Kurangnya partisipasi petani disaat Sanaunu, et all. Peran Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok AA Page 103 ada kunjungan lapangan oleh penyuluh. Kurangnya pemahaman petani terhadap arahan atau penjelasan dari Kata Kunci: Peran Penyuluh. Kelompok Tani PENDAHULUAN Pembangunan Indonesia merupakan bagian integral dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Pembangunan pertanian mempunyai peranan penting dalam penyedian pangan, penyedian lapangan kerja, penyumbang devisa melalui ekspor, mendorong kesempatan berusaha serta penyedian faktor produksi, selain itu kontribusi sektor pertanian yang cukup besar bagi pembangunan sektor industri, terutama dalam penyedian bahan baku yang bersumber dari produksi pertanian. Peran atau kontribusi sektor pertanian dalam penmbangunan ekonomi suatu negara menduduki posisi yang penting sekali. Hal ini antara lain (Totok Mardikanto, 2. Pertama, sektor pertanian merupakan sumber persediaan bahan makanan dan bahan mentah yang dibutuhkan suatu Negara. Kedua, tekanan-tekanan demogrsfis yang besar di negara-negara berkembang yang disertai dengan meningkatnya pendapatan dari sebagaian penduduk menyebabkan kebutuhan tersebut terus meningkat. Ketiga, sektor pertanian harus dapat menyediaakan faktor-faktor yang dibutuhkan untuk ekspansi sektor-sektor lain terutama sektor industri. Keempat, sektor pertanian merupakan sektor basis dari hubungan-hubungan pasar yang penting berdampak pada proses pembangunan. Kelima, sektor ini merupakan sumber pemasukan yang diperlukan untuk pembangunan dan sumber pekerjaan dan pendapatan dari sebagian besar penduduk negaranegara berkembang uang hidup di pedesaan (Pratomo, 2. maka dari itu mengingat begitu besarnya peranan sektor pertanian bagi kemajuan pembangunan nasional, maka dibutuhkan kebijakan yang kondusif bagi pengembangan sektor pertanian itu sendiri, terutama kebijakan yang dapat dirasakan langsung bagi pemberdayaann kelembagaan petani. Penyuluhan pertanian merupakan pendidikan non formal bagi petani yang meliputi kegiatan dalam alih pengetahuan dan keterampilan dari penyuluh kepada petani dan keluarganya yang berlangsung melalui proses belajar mengajar. Penyuluh pertanian merupakan ahli pertanian yang berkompeten, disamping bisa membimbing para petani, penyuluh juga harus memberikan motivasi, memberikan informasi dan meningkatkan kesadaran petani sehingga dapat mendorong minat belajar mereka dalam menghadapi permasalahan di Mencermati hal tersebut, maka dalam kegiatan penyuluhan, peran seorang penyuluh sangat diperlukan dalam upaya mendorong terjadinya perubahan perilaku petani. Dengan kata lain, keberhasilan suatu penyuluhan sangat dipengaruhi oleh besarnya peran penyuluh yang diberikan melalui kegiatan penyuluhan (Mardikanto. Penyuluh memegang peranan penting dalam membimbing petani agar petani menjadi tau, mau dan mampu dalam mengolah usahatani yang Untuk meningkatkan efektivitas sistem kerja latihan dan kunjungan dari kegiatan penyuluh guna meningkatkan peran petani maka harus dilakukan pembinaan kelompok tani yang telah terbentuk agar nantinya mampu berkembang menjadi kelompok tani yang memiliki kekuatan ekonomi yang memadai dan juga mampu menopang kesejateraan anggotannya (Najib dan Rahwati. Salah satu kelembagaan petani yang dikembangkan dalam rangka mewujudkan swadaya petani adalah kelompok tani. Kelompok tani merupakan wadah bersama bagi petani dalam rangka mengelola usahatani serta semua persoalan usahatani, wadah untuk proses belajar bagi petani dalam melaksanakan kegiatan usahatani secara maksimal dan dalam meningkatkan produksi. Ciriciri kelompok tani yakni: . saling mengenal, akrab dan saling percaya diantara sesama anggota, . mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam usahatani, . memiliki kesamaan dalam tradisi dan atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekonomi maupun sosial, bahasa, pendidikan, dan ekologi, dan . ada pembagian tugas dan tanggung jawab sesama anggota berdasarkan kesepakatan bersama (Anonim, 2. Di Kabupaten Kupang, menurut Badan Pusat Statistik (BPS, 2. kecamatan yang memiliki luas lahan terbesar 9479 Ha berada di kecamatan Kupang Tengah. Selain itu kecamatan Kupang Tengah juga sebagai penghasil padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kacang hijau. Sebagai kecamatan penghasil produksi padi, jagung, ubi kayu, dan kacang-kacangan tentu juga harus memiliki kelembagaan petani yang berkembang dan mandiri agar petani lebih optimal melaksanakan produksinya, salah satunya melalui kelompok tani. Sanaunu, et all. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok TaniA. Page 104 Desa Penfui Timur adalah desa yang terletak di Kecamatan Kupang Tengah. Kabupaten kupang. Provinsi Nusa Tenggara Timur. Desa Penfui Timur adalah sebuah desa dimana sebagian besar penduduknya bermata pencarian sebagai petani. Desa Penfui Timur adalah salah satu desa yang mengembangkan kelompok tani mereka. Desa Penfui Timur memiliki 3 kelompok tani dimana sebagian besar berusaha tani jagung dan padi. Dimana diantaranya Kelompok Tani Manekat dengan jumlah anggota kelompoknya 111 orang dan kelompok tani. Tunas Mekar dengan jumlah anggota kelompoknya 17 orang. Dari jumlah kelompok tani yang ada banyak anggota kelompok tani yang tidak berperan aktif dalam kegiatan kelompok usahataninya, hal ini disebabkan oleh peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Desa Penfui Timur. Kecamatan Kupang Tengah. Kabupaten Kupang belum pengembangan kelompok tani tersebut. Dilihat dari kondisi tersebut menjadi penting terkait bagaimana peran penyuluh pada kelompok tani dalam meningkatkan usahataninya sehingga dilakukan penelitian tentang bagaimana peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani dan apa kendala penyuluh pertanian di lapangan dalam kegiatan dan pelaksanaan upaya pengembangan kelompok tani di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang pada Bulan Maret-April 2023. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan metode Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data Data primer diperoleh dari hasil menggunakan daftar pertanyaan . yang telah dipersiapkan sebelumnya dan observasi lapangan, dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti Kantor Desa Penfui Timur. Kantor Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur dan dari sumber kepustakaan dan internet. Metode Analisis Data Data yang diperoleh ditabulasi sesuai dengan tujuan penelitian. Untuk menjawab tujuan pertama yaitu mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pengembangan Kelompok Tani di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Setelah data dikonversi dalam bentuk skor menggunakan analisis rata-rata, presentase, dan Tahap-tahap proses analisis berkaitan dengan tujuan pertama adalah sebagai berikut : Membuat kategori rujukan, kategori rujukan dapat dibuat berdasarkan nilai presentase pencapaian skor maksimum dari skor tertinggi, nilai presentase pencapaian skor maksimum dari skor terendah, jumlah kategori peran, dan nilai interval. Diketahui bahwa nilai presentase pencapaian skor maksimum dari skor tertinggi adalah x 100 = 100% . Nilai pencapaian skor maksimum dari skor terendah adalah 5 x 100 = 20% . Jumlah kategori adalah 5, maka nilai interval = 100%Oe20% 16% . Berdasarkan nilai interval dibuatlah kategori tabel Mencari skor rata-rata peran penyuluh Nilai ini dapat diketahui melalui penggunaan ycuycn ycUI = ycu. ycy Keterangan : ycUI = Skor rata-rata peran = Jumlah Xi = Total persentase total skor dari persentase N = Jumlah responden P = Jumlah pertanyaan Mencari nilai persentase pencapain skor maksimum dari skor rata-rata dengan rumus : ycUI % = ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycyco . x 100% Membandingkan nilai persentase pencapaian skor maksimum dari skor rata-rata dengan kategori rujukan Pada kategori mana nilai itu berada pula kategori rujukan itulah kategori dari peran pengembangan kelompok tani didaerah HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah meliputi : umur, tingkat pendidikan. Umur Soni Rian Sanaunu, et all. Peran Penyuluh Pertaniana. Page 105 Umur adalah lama waktu seseorang hidup sejak dilahirkan sampai mati. Umur juga berpengaruh terhadap psikis seseorang, dimana umur muda sering menimbulkan ketegangan, kebingungan, rasa cemas dan rasa takut sehingga dapat berpengaruh pada tingkah lakunya. Biasanya semakin dewasa seseorang, maka cenderung semakin permasalahan yang sebenarnya. Semakin bertambahnya umur maka semakin banyak pengalaman yang diperoleh, menyebabkan seseorang dapat meningkatkan kematangan mental dan intelektual sehingga dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam bertindak. Singkatnya bahwa umur sangat mempengaruhi pada tingkah laku dan pola pikir seseorang terhadap suatu hal yang dihadapinya (Notoamodjo, 2. Soehardjo dan Patong . , bahwa umur dapat dikelompokan ke dalam usia belum produktif (< 15 tahu. , usia produktif . tahun, dan tidak lagi produktif (> 55 Berdasarkan pendapat tersebut maka umur responden secara rinci dapat ditampilkan pada tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan kelompok Kelompok umur (Tahu. 0 - 15 <15 >55 Total Jumlah (Jiw. Presentase (%) 7,69 82,69 11,53 100,00 Sumber Analisis Data Primer Tahun 2023 Berdasarkan tabel di atas 4 orang responden . ,69%) tergolong usia belum produktif dan 43 orang petani responden . ,69%) yang tergolong usia produktif dan 6 orang usia tidak lagi produktif . ,53%). Tingkat Pendidikan Pendidikan Formal Tingkat pendidikan pada umumnya sangat berpengaruh terhadap pola pikir seseorang. Tinggi rendahnya pendidikan formal yang dimiliki seseorang berpengaruh terhadap pengetahuan yang mereka miliki dan cara pandang mereka terhadap suatu hal. Semakin tinggi pendidikan formal seseorang maka pola pikirnya akan semakin rasional. Tingkat pendidikan formal pada tabel 2. responden dapat di lihat Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Formal Tingkat Jumlah Pendidikan . Tidak Sekolah 2 SD 3 SMP 4 SMA Total Sumber: Data Analisis Tahun 2023 Persentase (%) 5,77 21,15 38,46 34,62 100,00 Berdasarkan Tabel 2 diatas, maka tingkat pendidikan formal petani responden cukup baik, yang mana hanya 3 orang . ,77%) yang tidak bersekolah dan sebanyak 11 orang . ,11%) mengenyam pendidikan SD, selebihnya 20 orang . ,46%) mengenyam pendidikan SMP, 18 orang . ,62%) mengenyam pendidikan SMA. Pendidikan Non Formal Pendidikan nonformal adalah suatu pendidikan yang diikuti oleh seseorang diluar sekolah Pendidikan ini biasanya diikuti oleh seseorang untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam suatu bidang. Pendidikan nonformal yang pernah diikuti petani dilakukanoleh lembaga pemerintah yaitu Dinas Pertanian dan yang berhubungan dengan Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Nonformal Pendidikan Pernah mengikuti Tidak pernah Total Jumlah . Presentase (%) 82,69 17,30 100,00 Sumbe: Analisis Data Primer Tahun 2023 Berdasarkan tabel di atas, jumlah responden yang pernah mengikuti penyuluhan dibidang pertanian sebanyak 43 orang . ,69%) dan yang tidak pernah mengikuti penyuluhan dibidang pertanian sebanyak 9 orang . ,30%). Berdasarkan hasil wawancara, responden yang pernah mengikuti Sanaunu, et all. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok TaniA. Page 104 penyuluhan menerima materi penyuluhan mengenai pelatihan manajemen kelompok tani (PMK). Jumlah Tanggungan Keluarga Besaran tanggungan keluarga dalam suatu rumah tangga dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga yang bersangkutan yang masih Menurut BKKBN . yang dikutip Hendrik . , besaran rumah tangga adalah jumlah anggota keluarga lainnya yang tinggal bersama dalam keluargga tersebut. Lebih lanjut dijelaskan bahwa berdasarkan jumlah anggota keluarga, besaran rumah tangga dikelompokan menjadi tiga kategori yaitu rumah tangga kecil, sedang, dan besar. Rumah tangga kecil memiliki anggota keluarga kurang atau sama dengan 4 orang, rumah tangga sedang memiliki anggota keluarga antara 5-7orang, sedangkan rumah tangga besar memiliki jumlah anggota lebih dari 7 Distribusi Responden berdasarkan Tanggungan Keluarga di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah disajikan pada Tabel 4 berikut. Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Jumlah Tanggungan Keluarga di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Tahun 2023. Jumlah Tanggungan K`eluarga (Oran. < 4 . 5-7 . < 7 . Jumlah Jumlah (Oran. Persentase (%) 78,84 19,32 1,92 100,00 Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer 2023 Berdasarkan Tabel 4 di atas, tampak bahwa sebagian besar petani respponden memiliki tanggungan keluarga yang tergolong rendah (< 4 oran. , yaitu sebanyak 78,84 %. Selebihnya memiliki tanggungan keluarga sedang . -7 oran. sebanyak 19,23%, dan petani dengan tanggungan keluarga tinggi (<7 oran. hanya 1,92%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahhwa sebagian besar jumlah tanggungan keluarga petani di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah tergolong rumah tangga kecil. Pengalaman Usahatani Kemampuan dan keahlian seorang petani dalam mengelola usahataninya ditentukan oleh pengalamannya dalam berusahatani. Semakin lama pengalaman berusahatani dari seorang, maka petani akan lebih mengerti bagaimana cara berusahatani dengan lebih baik guna memperoleh hasil yang optimal dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Untuk lebih jelas data pengalaman berusahatani dapat dilihat pada tabel 4. 8 dibawah ini. Tabel 5. Distribusi Responden Pengalaman Berusahatani. Pengalaman Berusahatani (Tahu. E 10 Total Jumlah Petani Responden (Oran. Berdasarkan Presentase . 55,76 44,23 100,00 Sumber: Analisis Data Primer Tahun 2023 Dari tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengalaman berusahatani 5-10 tahun terdapat 29 orang responden . ,76%), yang memiliki pengalaman berusahatani > 10 tahun terdapat 23 responden . ,23%). Hal ini menunjukan bahwa usahatani bukanlah hal yang baru bagi kelompok tani Desa Penfui Timur. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Di Desa Penfui Timur Kabupaten Kupang. Kemampuan dan keahlian seorang petani dalam pengalamannya dalam berusahatani. Semakin lama pengalaman berusahatani dari seorang, maka petani akan lebih mengerti bagaimana cara berusahatani dengan lebih baik guna memperoleh hasil yang optimal dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Untuk lebih jelas data pengalaman berusahatani dapat dilihat pada tabel 6 bawah ini. Soni Rian Sanaunu, et all. Peran Penyuluh Pertaniana. Page 107 Tabel 6. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Di Dese Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Peran Penyuluh Pertanian di Desa Penfui Timur Fasilitator Inovator Motifator Dinamisator Edukator Jumlah Rata-Rata Rata-Rata Presentase Pencapaian Skor Maksimum (%) Referensi Kategori Kategori Peranan 3,13 2,95 2,90 2,90 3,21 15,09 3,018 62,69% 58,94% 57,98% 58,08% 64,13% 301,82 60,36% >52-67 >52-67 >52-67 >52-67 >52-67 Cukup Berperan Cukup Berperan Cukup Berperan Cukup Berperan Cukup Berperan Sumber: Analisis Data Primer Tahun 2023 Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata persentase penyuluh dalam pengembangann kelompok tani di Desa Penfui Timur dengan skor rata-rata 3,018 atau persentase pencapaian skor maksimum sebesar 60,36%. Nilai tersebut termasuk dalam kategori Cukup Berperan yaitu pada kisaran 52-67 oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden petani mempunyai persepsi baik terhadap peran penyuluh dalam pengembangan kelompok tani di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Kendala-Kendala Yang Membatasi Penyuluh Pertanian Secara Baik. Kendala yang dihadapi penyuluh pertanian yaitu : Kurangnya fasilitas atau bahan-bahan praktek dilapangan yang menunjang kelancaran proses kegiatan. Kurangnya partisipasi petani disaat ada kunjungan lapangan oleh penyuluh. Kurangnya pemahaman petani terhadap arahan atau penjelasan dari penyuluh PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Peran penyuluh dalam pengembangann kelompok tani di Desa Penfui Timur menunjukan bahwa skor rata-rata sebsar 3,018 atau persentase pencapaian skor maksimum sebesar 60,36%. Nilai tersebut termasuk dalam kategori AuCukup BerperanAy yaitu pada kisaran 52-67 oleh karena itu, rata-rata responden petani mempunyai persepsi baik pengembangan kelompok tani di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Indikator peran penyuluh pertanian yang paling tinggi berada pada indiktor ke lima yaitu Edukator dengan rata-rata 3,21 dan presentase pencapaian skor maksimum 64,13 Nilai ini jika dibandingkan dengan rujukan yang ada berada pada kategori Aucukup berperanAy. Sedangkan penyuluh yang paling rendah pada indikator ke tiga yaitu Motivator dengan rata-rata 2,90 dan presentase pencapaian skor maksimum 57,98 %. Nilai ini jika dibandingkan dengan rujukan yang ada berada pada kategori Aucukup berperanAy. Kendala-kendala yang membatasi penyuluh pertanian sebagai berikut : Kurangnya fasilitas atau bahan-bahan praktek dilapangan yang menunjang kelancaran proses kegiatan. Kurangnya partisipasi petani disaat ada kunjungan lapangan oleh penyuluh. Kurangnya terhadap arahan atau penjelasan dari Saran Dari uraian kesimpulan pembahasan, maka disarankan hal-hal sebagai berikut: Untuk kelompok tani, diharapkan aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh penyuluh pertanian. Kepada pemerintah setempat, diharapkan bimbingan serta pengetahuan kepada Sanaunu, et all. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok TaniA. Page 104 kelompok tani tentang penggunaan inovasiinovasi dan teknologi pertanian yang baru. Kepada peneliti selanjutnya untuk diperluas lagi informasi kelompok tani dalam pengembangan kelompok tani. DAFTAR PUSTAKA