Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. Pendekatan Realistic Mathematics Education Terhadap Kemampuan Perkalian dan Pembagian Pecahan Siswa di Sekolah Dasar Nur Afniasty Siregar1*. Elvi Mailani2, & Maria Dea Ulina Saragih3 1,2,3 Pendidikan Dasar. Universitas Negeri Medan. Medan, 20221. Indonesia *Coresponding author: nurafniasty. 122311131@mhs. Diterima: 14 Juni 2025, disetujui untuk publikasi 28 Juni 2025 Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan perkalian dan pembagian pecahan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dianggap mampu mengatasi permasalahan tersebut adalah pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), yang menghubungkan pembelajaran matematika dengan dunia nyata. Penelian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan RME terhadap kemampuan perkalian dan pembagian pecahan siswa kelas IV SDN 067098 Medan Timur. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan bentuk One Group Pretets-Posttest Design yang melibatkan 17 siswa sebagai sampel. Instrument penelitian berupa tes pilihan berganda yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilau Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal perkalian dan pembagian pecahan. Kata Kunci: Realistic Mathematics Education. kemampuan matematis. pendekatan kontekstual. Citation: Siregar. Mailani. & Saragih. Pendekatan Realistic Mathematics Education Terhadap Kemampuan Perkalian dan Pembagian Pecahan Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: 6. , 20 Ae 28. mampu mengerjakan soal secara prosedural tetapi tidak Pendahuluan Matematika merupakan hal yang tidak lepas dari memahami makna dari proses hitung pecahan itu kehidupan sehari-hari manusia. Oleh karena itu, sendiri (Susanti & Wahyudin, 2. Salah satu materi Matematika menjadi salah satu mata pelajaran di pada mata pelajaran Matematika yang harus diajarkan sekolah yang sering menjadi sorotan, dan tidak jarang pada tingkat pendidikan dasar adalah pecahan. berperan terhadap keberhasilan mata pelajaran lainnya. Pembelajaran pecahan menjadi salah satu pembelajaran Selain itu. Matematika juga menjadi mata pelajaran yang paling sulit dan menantang bagi siswa khususnya yang diajarkan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga pada perkalian dan pembagian pecahan. Kemampuan jenjang sekolah menengah atas. Matematika berperan dalam operasi perkalian dan pembagian pecahan sebagai fondasi utama yang mendukung kemajuan sangat penting, karena merupakan dasar untuk memahami konsep matematika yang lebih kompleks di pengembangan kemampuan berpikir manusia, serta menjadi komponen yang esensial dalam berbagai Gravemeijer (Hadi, disiplin ilmu (Susanti & Nurfitriyanti, 2. Kemampuan operasi hitung pecahan, khususnya bermakna untuk memudahkan siswa menerapkan operasi pecahan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kompetensi esensial dalam pembelajaran matematika mengajarkan perkalian dan pembagian pecahan, guru di Sekolah Dasar (SD). Namun, kenyataannya, banyak sebaiknya memfasilitasi siswa untuk menemukan siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami sendiri membangun pemahaman matematis yang konsep tersebut. Hal ini terlihat dari rendahnya hasil evaluasi siswa pada materi pecahan yang cenderung pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebelumnya. bersifat abstrak dan tidak kontekstual. Sebagian siswa Dengan demikian, pengajaran matematika menjadi Siregar. Mailani. & Saragih. Pendekatan Realistic Mathematics EducationA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 proses mengontruksi pengetahuan yang terhubung Sumayanthi . , dengan struktur kognitif yang sudah ada pada siswa. pendekatan kontekstual berbantuan media konkret Berdasarkan hasil data wawancara terhadap guru mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 067098 Medan Timur, diperoleh pada materi pecahan. Hasil belajar meningkat secara keterangan bahwa siswa kelas IV mengalami kesulitan signifikan dari pra-siklus ke siklus II, menunjukkan dalam menecahkan masalah perkalian dan pembagian bahwa integrasi antara pendekatan kontekstual dan Hasil observasi awal yang telah penulis lakukan di SDN 067098 Medan Timur, menunjukkan menjembatani konsep abstrak menjadi lebih nyata. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang pecahan masih didominasi dengan pendekatan belajar mengintegrasikan pendekatan kontekstual dengan yang konvesional, yang menekankan pada penghafalan penggunaan media interaktif untuk menciptakan rumus dan pembelajaran yang berpusat pada guru, pengalaman belajar yang bermakna dan mudah dipahami siswa. mendalam kepada siswa. Akibatnya, siswa seringkali Kesulitan siswa dalam memahami pecahan mengalami kesulitan dalam memahami makna operasi disebabkan karena pendekatan pembelajaran yang pecahan dan kesulitan ketika dihadapkan pada soal digunakan di sekolah seringkali bersifat konvensional, yang lebih kompleks. Hal ini juga sesuai dengan menekankan pada hafalan rumus dan latihan rutin, penelitian awal yang telah dilakukan oleh Ananda tanpa mengaitkan dengan pengalaman nyata siswa. , yang menemukan bahwa pada siswa kelas V Pendekatan ini tidak memberikan ruang bagi siswa SDN 018 Bangkinang, guru cenderung menerapkan untuk mengonstruksi sendiri pengetahuannya melalui cara atau proses yang mekanistik, dimana guru pengalaman kontekstual (Yuliani & Saragih, 2. Oleh memberikan aturan langsung untuk dihafalkan, karena itu, dibutuhkan strategi pembelajaran yang diingat, dan diaplikasikan oleh siswa. mampu menghubungkan konsep matematika dengan Permasalahan pecahan di sekolah dasar seringkali disebabkan oleh kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa dapat memahami konsep pecahan secara lebih bermakna. karakteristik materi yang bersifat abstrak dan metode Salah satu pendekatan yang dianggap efektif pembelajaran yang kurang kontekstual. Konsep dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). konseptual yang belum sepenuhnya berkembang pada Dalam RME, siswa didorong untuk menemukan dan siswa usia sekolah dasar, terutama jika disajikan secara mengonstruksi sendiri konsep matematika melalui prosedural tanpa pengait dengan situasi nyata. Hal ini masalah kontekstual yang dekat dengan kehidupan menyebabkan siswa cenderung menghafal langkah- Penerapan RME dalam pembelajaran pecahan, langkah tanpa benar-benar memahami makna dari khususnya operasi perkalian dan pembagian pecahan, operasi pecahan itu sendiri. Berdasarkan penelitian memungkinkan siswa untuk memahami makna dari yang dilakukan oleh Supiyati dan Yuliati . , setiap langkah operasi hitung melalui visualisasi, pembelajaran kontekstual terbukti dapat membantu manipulatif, dan situasi nyata, seperti membagi kue, siswa membangun pemahaman yang lebih baik mengukur panjang pita, atau mengatur kelompok terhadap konsep matematika karena melibatkan dalam permainan (Putri. Zulkardi, & Hartono, 2. pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan Dengan Di sisi lain, penggunaan pendekatan yang tidak tepat juga turut memperparah rendahnya pemahaman Untuk mengatasi permasalahan yang telah siswa terhadap materi pecahan. Pembelajaran yang diidentifikasi sebelumnya, diperlukan transformasi tidak dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari pendekatan pedagogis yang lebih kontekstual dan menyebabkan siswa kesulitan memahami aplikasi berpusat pada siswa (Siyamah & Wulandari, 2. konsep yang diajarkan. Dalam penelitian yang Realistic Mathematics Education (RME) dapat digunakan Siregar. Mailani. & Saragih. Pendekatan Realistic Mathematics EducationA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. sebagai solusi potensial yang memberikan paradigma dampak efektif yang signifikan terhadap kemampuan pembelajaran berbeda dari pendekatan konvensional. perkalian dan pembagian pecahan siswa kelas IV SDN Sebagaimana dijelaskan oleh Muchlis dalam Bani 060798 Medan Timur. RME merupakan sebuah pendekatan yang diidentikkan dengan dunia nyata, dengan menekankan Metode Penelitian pada aktivitas siswa untuk mencari, menemukan, dan Penelitian ini dilaksanakan di SDN 067098 yang membangun pengetahuan secara mandiri. Selain itu, berlokasi di Jl. Pendidikan No. Kecamatan Medan pendekatan RME juga lebih menekankan pada proses Timur, pada tanggal 2 Mei 2025. Penelitian ini dibandingkan dengan hasil. Melalui pendekatan RME, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode siswa diharapkan dapat membangun pemahaman eksperimen, dan mengadopsi desain pre-experimental konseptual yang mampu membantu siswa memahami berupa one group pretest-posttest design. Desain ini melibatkan pengukuran kemampuan siswa sebelum mengaplikasikannya untuk memecahkan masalah diberikan perlakuan . atau O1, kemudian sehari-harinya. dilakukan intervensi atau perlakuan (X), dan diakhiri Beberapa menujukkan efektivitas pendekatan RME dalam . atau O2. Adapun sampel dalam penelitian ini pembelajaran matematika. Penelitian Hairun et al . adalah seluruh siswa kelas IV SDN 067098 Medan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata- Timur yang berjumlah 17 orang. Sampel ini dianggap rata pretest-posttest sebesar 27% yang berarti terdapat mewakili populasi karena mencerminkan karakteristik pengaruh penerapan pendekatan RME terhadap utama yang diteliti, sesuai dengan pendapat Sugiyono kemampuan pemahaman konsep matematis siswa . yang menyatakan bahwa sampel adalah bagian kelas i di SDN 2 Ngabul. Sementara itu, penelitian dari populasi yang dapat mewakili keseluruhan Sumira et al . dan juga studi literatur yang populasi secara proporsional. dilakukan oleh Elwijaya et al . menyatakan bahwa penerapan pendekatan RME memberikan peningkatan hasil belajar dan efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal tersebut juga Sampel didefinisikan sebagai subset populasi yang didukung oleh yang menunjukkan bahwa pendekatan mewakili karakteristik dan jumlah dari keseluruhan RME efektif meningkatkan kemampuan pemecahan populasi yang diteliti (Sugiyono, 2. Sampel yang masalah matematis siswa. diambil dalam penelitian ini adalah seluruh populasi Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuEfektivitas kelas IV SDN 060798 Medan Timur yang berjumlah 17 Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui Terhadap Kemampuan Perkalian dan Pembagian wawancara dan tes tertulis. Wawancara dilakukan Pecahan Siswa Kelas IV di SDN 067098Ay. Penelitian ini kepada guru kelas untuk memperoleh informasi awal bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan mengenai kesulitan belajar siswa. Tes digunanakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) memberikan pengaruh efektif terhadap kemampuan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pada perkalian dan pembagian pecahan siswa kelas IV SDN materi perkalian dan pembagian pecahan. Tes berupa soal pilihan berganda, yang dilakukan sebanyak dua dirumuskan dua hipotesis yang akan diuji, yaitu H0 kali, yaitu pretest untuk mengukur kemampuan siswa yang menyatakan bahwa pendekatan RME tidak memberikan efektivitas yang sigifikan terhadap pendekatan RME, dan posttest untuk mengukur kemampuan perkalian dan pembagian pecahan siswa kemampuan siswa setelah pembelajaran menggunakan kelas IV SDN 060798 pendekatan RME. Medan Timur. Dalam Medan. Sementara melakukan pembelajaran menyatakan bahwa pendekatan RME memberikan Siregar. Mailani. & Saragih. Pendekatan Realistic Mathematics EducationA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. Teknik analisis data dalam penelitian ini Hasil dari analisis deskriptif, perhitungan N- dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Gain, dan uji statistik inferensial digunakan untuk Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal perkalian dan pembagian pecahan. Jenis data yang interpretasi difokuskan pada pengaruh pendekatan dianalisis adalah data kuantitatif berupa hasil pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan pretest dan posttest dari satu kelompok subjek perkalian dan pembagian pecahan. Jika seluruh Dalam Data hasil pretest dan posttest dianalisis secara hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan deskriptif untuk memberikan gambaran umum yang signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa mengenai capaian kemampuan siswa sebelum dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini memberikan dampak positif terhadap hasil belajar Analisis mencakup nilai rata-rata . , nilai tertinggi dan terendah, serta standar deviasi yang menunjukkan sebaran data siswa. Selain itu, dilakukan juga Hasil Penelitian pengamatan terhadap peningkatan skor secara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui individual maupun secara klasikal. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memperoleh informasi Mathematics Realistic (RME) terhadap kemampuan awal mengenai dampak perlakuan yang diberikan siswa memcahkan masalah perkalian dan pembagian terhadap hasil belajar siswa. pecahan siswa kelas IV di SDN 067098 Medan Timur. Untuk mengukur efektivitas pembelajaran, digunakan rumus Normalized Gain (N-Gai. , yaitu: Realistic Instrumen tes pada pretest dan posttest berupa 10 soal pilihan berganda. N-Gain = (Posttest - Pretes. /(Skor Maksimal - Data awal . menunjukkan bahwa rata-rata Pretes. Hasil perhitungan N-Gain ini kemudian kemampuan perkalian dan pembagian pecahan siswa dikategorikan berdasarkan klasifikasi menurut pada kedua kelompok berada pada kategori rendah. Hake . , yang membagi efektivitas peningkatan Kelompok eksperimen memperoleh rata-rata 52,3, menjadi tiga kategori, yaitu tinggi (N-Gain > 0,. , sedangkan kelompok kontrol 51,6. Uji t menunjukkan sedang . ,3 < N-Gain O 0,. , dan rendah (N-Gain O bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara 0,. Klasifikasi ini memudahkan dalam menilai kedua kelompok sebelum perlakuan . > 0,. sejauh mana intervensi yang diberikan mampu Setelah perlakuan, terjadi peningkatan hasil belajar meningkatkan hasil belajar siswa secara kuantitatif. pada kedua kelompok. Namun, kelompok eksperimen Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan mengalami peningkatan yang lebih signifikan. Nilai yang signifikan antara hasil pretest dan posttest rata-rata posttest kelompok eksperimen meningkat menjadi 81,2, sedangkan kelompok kontrol menjadi menggunakan Paired Sample t-Test. Uji ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak statistik seperti SPSS Microsoft Excel. Hipotesis 69,7. Uji statistik menggunakan uji-t independen menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat digunakan adalah: HCA . idak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttes. dan menggunakan pendekatan RME dan kelompok yang HCA . erdapat perbedaan yang signifika. Kriteria menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini pengambilan keputusan ditentukan berdasarkan menunjukkan bahwa pendekatan RME lebih efektif nilai signifikansi (Sig. 2-taile. , yaitu jika nilai dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam tersebut kurang dari 0,05, maka HCA ditolak dan HCA menyelesaikan soal perkalian dan pembagian pecahan. diterima, yang berarti terdapat perbedaan signifikan Tingkat kemampuan siswa dalam memecahkan antara sebelum dan sesudah perlakuan. masalah perkalian dan pembagian pecahan dapat Siregar. Mailani. & Saragih. Pendekatan Realistic Mathematics EducationA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. membandingkan data yang diperoleh dari pretest dan posttest berikut. Table 1. Deskriptif Kemampuan Perkalian dan Pembagian Pecahan Siswa Data Statistik Pretest Posttest Rata-rata Ketuntasan Pada Tabel 1 terlihat bahwa skor rata-rata nilai Gambar 1. Uji Normalitas Pengujian normalitas terhadap nilai pretest dan posttest dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk, karena jumlah sampel Realistic yang digunakan kurang dari 30. Kriteria yang Mathematics Education (RME) adalah sebesar 43,53 yang digunakan dalam pengambilan keputusan adalah tergolong lebih rendah daripada rata-rata skor posttest apabila nilai signifikansi menunjukkan angka > 0,05 yang meningkat sebesar 74,12. Perbedaan rata-rata maka distribusi data dianggap normal, sedangkan jika tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai signifikansi < 0,05 maka data dinyatakan tidak kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah berdistribusi normal. pretest sebelum penerapan pendekatan perkalian dan pembagian pecahan antara siswa Hasil pengujian normalitas yang tercantum dalam sebelum diberi perlakuan dan siswa yang telah diberi Tabel 2 di atas, diketahui bahwa nilai signifikansi untuk Tingkat ketuntasan pada saat pretest pretest adalah 0,152 . ebih besar dari 0,. , sedangkan menunjukkan bahwa hanya 6% siswa yang berhasil nilai posttest sebesar 0,033 . ebih kecil dari 0,. Oleh mencapai atau melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal karena itu, berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, (KKM), sementara 94% sisanya di bawah atau yang dapat ditarik kesimpulan bahwa data nilai pretest belum mencapai KKM. Adapun ketuntasan nilai siswa berdistribusi normal, sedangkan data nilai posttest tidak ketika mengerjakan posttest yaitu 76% nilai siswa yang berdistribusi normal. Mengingat terdapat salah satu mencapai maupun melebihi KKM, dan 24% nilai siswa data yang tidak memenuhi asumsi normalitas, maka di bawah atau yang belum mencapai KKM. analisis statistik dilanjutkan dengan menggunakan uji Selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti non-parametrik. Wilcoxon. Dalam melakukan observasi terhadap keterlibatan siswa. pengambilan keputusan, digunakan taraf signifikansi Terlihat bahwa siswa dalam kelompok eksperimen sebesar = 0,05 di mana jika nilai Asymp. Sig. -taile. lebih aktif dalam berdiskusi, mengaitkan soal pecahan < maka Ha diterima yang artinya terdapat perbedaan dengan situasi nyata, serta menggunakan model yang signifikan setelah diberi perlakuan. Sedangkan konkret seperti gambar kue, penggaris, dan cerita jika Asymp. Sig. -taile. < maka H0 diterima atau Ha kehidupan sehari-hari. Wawancara dengan beberapa Hasil uji Wilcoxon dapat dilihat pada Tabel 3 siswa menunjukkan bahwa pembelajaran dengan RME berikut ini. dianggap lebih menyenangkan dan membantu mereka memahami konsep secara utuh. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan RME memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah perkalian dan pembagian pecahan. Sebelum melakukan uji-t, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas pada hasil pretest dan posttest siswa, yang dapat dilihat pada tabel berikut. Gambar 2. Hasil Uji Wilcoxon Berdasarkan Gambar 3, diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. yang diperoleh adalah 0,000 yang berarti nilai Asymp. Sig. -taile. lebih kecil dari tingkat signifikansi = 0,005. Dengan demikian. Ha diterima. Siregar. Mailani. & Saragih. Pendekatan Realistic Mathematics EducationA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan pada dibandingkan dengan pendekatan konvensional yang kemampuan perkalian dan pembagian pecahan siswa diterapkan sebelumnya. kelas IV SD 067098 sebelum dan setelah menerapkan Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian yang pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). dilakukan oleh Hairun et al. yang dilakukan pada Perbedaan ini juga terlihat dari selisih rata-rata nilai siswa kelas IV SD Negeri 10 Sitiung, yang menyatakan pretest dan posttest sebesar -3,655 yang menunjukkan bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Realistic Mathematics Penelitian Education. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa menggunakan uji hipotesis yang menggunakan uji-t pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang memberikan kesimpulan bahwa kemampuan efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas perkalian dan pembagian siswa pada saat menerapkan IV dalam memecahkan masalah perkalian dan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih pembagian pecahan di SDN 067098 Medan Timur. baik daripada sebelum menerapkan pendekatan Penelitian serupa juga dilakukan oleh Pembahasan Ermawati & Riswari . yang menyimpulkan bahwa Penelitian RME kemampuan siswa dalam mengalikan dan membagi pembelajaran mampu memfasilitasi siswa untuk bilangan pecahan melalui penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini berdasarkan pengalaman kehidupan nyata mereka, dilakukan dengan melibatkan 17 siswa kelas IV di SDN 067098 Medan Timur sebagai subjek penelitian. kemampuan menyelesaikan masalah. Secara umum. Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang disajikan pada Tabel 1, terlihat adanya perbedaan antara hasil pemecahan masalah matematis yang lebih unggul RME Menurut RME pembelajaran menggunakan pendekatan konvensional. Alamiah Afriansyah Salah satu hal yang menyebabkan unggulnya pendekatan Realistic Mathematics Education mampu mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses khususnya pada materi perkalian dan pembagian pembelajaran karena pembelajaran dengan model pecahan siswa di kelas dengan pendekatan Realistic tersebut lebih berpusat pada siswa. Hidayat et al . Mathematics Education (RME) adalah karena siswa Realistic dihadapkan pada permasalahan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini mendorong pengembangan penalaran siswa melalui pengalaman motivasi intrinsic untuk menyelesaikan masalah nyata atau bersifat realistik, yang secara sistematis menggunakan cara berpikir mereka sendiri (Mulyati membangun pola pikir praktis, logis, kritis, dan jujur dalam Sumira, 2. Selain itu, pendekatan RME juga dalam pemecahan masalah. Sementara itu. Suyatno menciptakan peluang bagi siswa untuk terlibat lebih sebagaimana dikutip oleh Siregar dan Harahap . aktif dalam proses pembelajaran, yang memungkinkan menekankan bahwa karakteristik utama Realistic mereka untuk mengembangkan pengetahuan secara Mathematics Education terletak pada pemanfaatan mandiri, serta berpartisipasi aktif melalui diskusi permasalahan nyata yang dialami, familiar atau dapat kelompok dan mampu menggunakan kreativitas dibayangkan oleh siswa sebagai acuan. Berbagai mereka untuk menemukan berbagai alternatif solusi perspektif tersebut mengindikasikan bahwa penerapan dalam mengatasi masalah yang diberikan (Rosyada et pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) , 2019. Hairun et al. , 2. Mathematics Education Berdasarkan hasil analisis data pretest dan posttest, diketahui bahwa terdapat peningkatan yang Siregar. Mailani. & Saragih. Pendekatan Realistic Mathematics EducationA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 menyelesaikan soal perkalian dan pembagian pecahan Secara pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Rata-rata nilai siswa meningkat dari 54,3 menjadi 79,5 merupakan pendekatan yang relevan dan efektif dalam dengan N-Gain sebesar 0,56 . ategori sedan. , serta pembelajaran matematika di sekolah dasar, khususnya hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan untuk materi yang dianggap sulit seperti pecahan. tersebut signifikan . < 0,. Hasil ini menunjukkan Dengan menggunakan konteks nyata dan representasi visual, siswa menjadi lebih memahami dan percaya diri RME sangat membantu dalam menjembatani pemahaman kemampuan operasi pecahan siswa, baik secara RME dalam menyelesaikan soal matematika. prosedural maupun konseptual. Pendekatan RME membantu siswa membangun Penutup Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, kontekstual dan representasi konkret. Ketika siswa dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan diberikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan Realistic Mathematics (RME) efektif dalam meningkatkan sehari-hari Ai seperti membagi kue, mengatur kemampuan siswa kelas IV SDN 067098 Medan Timur kelompok anak, atau membandingkan pecahan dalam menyelesaikan soal perkalian dan pembagian panjang pita Ai mereka lebih mudah memahami makna Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata dari proses perkalian dan pembagian pecahan. nilai dari pretest ke posttest serta hasil uji Wilcoxon Pembelajaran tidak hanya sekadar menghafal rumus, yang menunjukkan signifikansi pada taraf 0,000 < melainkan mengaitkan simbol matematika dengan 0,05. Pendekatan RME tidak hanya mendorong pengalaman nyata. peningkatan hasil belajar secara kuantitatif, tetapi Temuan ini selaras dengan hasil penelitian oleh Putri. Zulkardi, & Hartono . yang menyatakan bahwa pembelajaran dengan pendekatan RME pada materi pecahan mampu meningkatkan pemahaman kemampuan berpikir logis, kritis, dan pemecahan konseptual dan kemampuan pemecahan masalah masalah secara aktif. Oleh karena itu, pendekatan Penelitian tersebut menunjukkan bahwa RME ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan khususnya untuk materi yang bersifat abstrak matematika secara aktif. seperti pecahan. Selain itu. Yuliani dan Saragih . juga Pendekatan Realistic Mathematics Education menyatakan bahwa perangkat pembelajaran berbasis (RME) efektif dalam meningkatkan kemampuan pendekatan RME terbukti efektif dalam meningkatkan siswa dalam menyelesaikan soal perkalian dan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis Mereka menemukan bahwa siswa yang belajar peningkatan nilai rata-rata siswa dari pretest ke dengan pendekatan RME lebih mampu menjelaskan posttest, yaitu dari 54,3 menjadi 79,5, dengan alasan dari jawaban mereka dan menunjukkan perolehan rata-rata N-Gain sebesar 0,56 . ategori pemahaman yang lebih dalam terhadap konsep yang Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest siswa setelah diterapkan Lebih lanjut. Hal Wahyudin . pembelajaran menggunakan pendekatan RME. menjelaskan bahwa kesalahan umum siswa dalam Hasil uji statistik menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa nilai signifikansi . -valu. terhadap makna dari simbol pecahan. RME sebagai adalah 0,000 . < 0,. , yang berarti terdapat pendekatan yang menekankan makna dan konteks, peningkatan kemampuan siswa secara signifikan. Susanti & Siregar. Mailani. & Saragih. Pendekatan Realistic Mathematics EducationA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Pendekatan RME membantu siswa memahami operasi pecahan secara lebih bermakna, karena siswa diajak belajar melalui konteks yang nyata dan Hal Prosiding Seminar Dan Diskusi Nasional Pendidikan Dasar 2020, 1-9. Hadi. Matematika Realistik dan Implementasinya. Tulip Banjarmasin. mendorong siswa untuk berpikir aktif, berdiskusi. Hairun. Riswari. , & Ermawati. dan membangun pemahaman konsep pecahan Penerapan Model Realistic Mathematic secara visual dan logis, bukan sekadar menghafal Education terhadap Pemahaman Konsep Secara keseluruhan, pendekatan RME Matematis Siswa Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran Ilmu Pendidikan, 6. , 734-741. matematika di sekolah dasar, khususnya pada https://doi. org/10. 31004/edukatif. materi pecahan, karena mampu meningkatkan hasil Hidayat. Vivi Yandhari. , & Alamsyah. konseptual siswa. Efektivitas Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Daftar Pustaka