Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education Volume 1 Number 1. Mei . DOI : Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah Untuk Membangun Generasi Berintegritas Maulida Fajar Suryana1*. Raodatul Sa'adah2. Armin Subhani3. Lalu Parhanuddin4 SDN 6 Selong 1. Universitas Hamzanwadi2,3,4. Lombok Timur. Indonesia Email: maulidasuryana00@guru. id1*, raodatulsaadah23@gmail. arminsubhani@hamzanwadi. com3, laluparhanuddin@gmail. Riwayat Artikel Abstrak Dikirim : 3/5/2025 Direvisi : 5/5/2025 Diterima : 10/5/2025 Dipublikasi : 31/5/2025 Pendidikan karakter di sekolah memegang peranan penting dalam membentuk generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab. Di samping ilmu pengetahuan akademis, nilai-nilai moral dan etika diajarkan kepada anak sejak dini, menjadi landasan yang kuat bagi kehidupan mereka. Tantangan yang kompleks di era globalisasi semakin menegaskan perlunya pengintegrasian pendidikan karakter ke dalam kurikulum sekolah. Melalui berbagai metode dan strategi, seperti pengintegrasian nilai-nilai karakter ke dalam kurikulum dan pelibatan orang tua, implementasi pendidikan karakter menjadi mungkin. Namun, tantangan finansial, resistensi, dan kesulitan dalam mengukur efektivitas program merupakan kendala yang perlu diatasi. Namun, dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan individu dan masyarakat sangat Pendidikan karakter di sekolah tidak hanya tentang menghasilkan siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga individu yang bermoral, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan global. Dengan komitmen yang kuat dari berbagai pihak dan evaluasi yang berkelanjutan, pendidikan karakter di sekolah dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi individu dan masyarakat. Kata Kunci : Pendidikan Karakter. Sekolah. Generasi Berintegritas Keywords : Character Education. School. Generation with Integrity Abstract Character education in schools plays an important role in shaping a generation of integrity and responsibility. Along with academic knowledge, moral and ethical values are taught to children from an early age, becoming a strong foundation for their lives. The complex challenges in the era of globalization emphasize the need to integrate character education into the school curriculum. Through various methods and strategies, such as integrating character values into the curriculum and involving parents, the implementation of character education becomes possible. However, financial challenges, resistance, and difficulties in measuring the effectiveness of the program are obstacles that need to be overcome. However, its long-term impact on the development of individuals and society is very significant. Character education in schools is not only about producing students who are academically intelligent, but also individuals who are moral, responsible, and ready to face global challenges. With a strong commitment from various parties and continuous evaluation, character education in schools can make a sustainable contribution to building a better future for individuals and society. A 2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License (CC BY 4. license PENDAHULUAN Untuk menumbuhkan generasi yang jujur, pendidikan karakter di sekolah sangatlah penting. Anak-anak harus dibesarkan dengan prinsip-prinsip moral dan etika yang akan menjadi landasan hidup Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education E-ISSN: x-x . P-ISSN: x-x mereka di samping pengetahuan akademis. Menurut Nadina . , pendidikan karakter membantu anak-anak memahami dan mengintegrasikan prinsip-prinsip seperti integritas, akuntabilitas, ketekunan, dan rasa hormat terhadap orang lain. Prinsip-prinsip ini sangat penting untuk pertumbuhan pribadi anakanak serta untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik. Anak-anak belajar bagaimana berkomunikasi dengan teman sekelas dan orang dewasa di lingkungan sekolah, serta bagaimana menghargai perbedaan dan menyelesaikan perselisihan dengan cara yang positif dan sehat. Anak-anak berada dalam periode perkembangan yang sangat responsif dan fleksibel, menjadikan sekolah sebagai kesempatan yang sempurna untuk memulai pendidikan karakter (Triadi & Agustina, 2. Masalah-masalah yang dihadapi generasi muda menjadi lebih rumit di era globalisasi dan kemajuan teknologi yang cepat ini. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, anak-anak saat ini dibesarkan dalam lingkungan yang sama sekali berbeda di mana mereka terpapar pada pengaruh dan informasi dari berbagai sumber, seperti internet dan media sosial. Akibatnya, mereka lebih rentan terhadap pengaruh yang merugikan termasuk informasi yang tidak sesuai dengan usia, berita bohong, dan perundungan siber. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi semakin penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, sebagaimana dinyatakan oleh Wijayanti . Anak-anak dapat dipersiapkan untuk mengevaluasi informasi secara kritis, membuat pilihan yang bijaksana, dan berperilaku terhormat jika cita-cita moral dan etika ditanamkan kepada mereka sejak usia muda. Selain itu, pendidikan karakter menumbuhkan empati dan kerja sama tim, dua kualitas yang sangat penting dalam masyarakat yang semakin saling terhubung dan beragam. Dengan demikian, pendidikan karakter di sekolah bertujuan untuk mengembangkan orang-orang yang bermoral, bertanggung jawab, dan siap secara global selain anak-anak yang berbakat secara intelektual (Handitya, 2. Anak-anak usia sekolah berada pada tahap perkembangan yang krusial saat mereka mulai memahami gagasan tentang benar dan salah serta interaksi sosial. Mereka mempelajari prinsip-prinsip seperti kejujuran, akuntabilitas, empati, dan kerja keras melalui pendidikan karakter. Prinsip-prinsip ini penting bagi pertumbuhan pribadi mereka serta pembentukan masyarakat yang damai dan beradab. Karena sekolah merupakan lingkungan pendidikan resmi pertama yang dihadiri anak-anak, maka menjadi tugas mereka untuk menanamkan cita-cita ini. Pendidikan karakter di sekolah juga dapat membantu mengatasi sejumlah masalah sosial yang sering memengaruhi anak-anak, termasuk perundungan, perilaku agresif, dan ketidakpedulian sosial. Siswa dapat belajar untuk lebih menghargai perbedaan, menyelesaikan perselisihan dengan cara yang konstruktif, dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dengan bantuan program pendidikan karakter yang baik (Hamzah & Khoiruman, 2. Selain meningkatkan lingkungan belajar, hal ini akan membantu anak-anak tumbuh menjadi orang yang dapat memberikan kontribusi berharga bagi masyarakat. Pertumbuhan bangsa dipengaruhi secara signifikan dalam jangka panjang oleh pendidikan karakter di sekolah. Pemimpin masa depan yang berintegritas dan bertanggung jawab lebih mungkin muncul dari generasi yang dibesarkan dengan dasar moral yang kuat. Mereka akan lebih siap untuk membuat pilihan yang menantang secara moral dalam berbagai situasi jika nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan rasa tanggung jawab tertanam dalam diri mereka sejak usia muda. Masyarakat akan lebih percaya pada pemimpin masa depan yang berintegritas, dan mereka akan mampu membimbing negara menuju keadilan dan kemajuan yang lebih Selain itu, pendidikan karakter menekankan nilai kolaborasi, toleransi, dan rasa hormat terhadap keberagamanAiyang semuanya penting dalam masyarakat yang semakin multikultural (Salsabila & Maulana, 2. Karakter moral yang kuat akan memungkinkan suatu generasi untuk membina masyarakat yang kooperatif dan damai, yang akan mendorong kemajuan sosial dan ekonomi. (Imaniyyah & rekan, 2. Masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat secara keseluruhan sedang dibangun dengan berinvestasi dalam pendidikan karakter, selain mempersiapkan anak-anak untuk meraih prestasi Selain menjadi orang yang lebih baik, anak-anak yang memiliki keterampilan emosional dan sosial yang kuat juga menjadi anggota masyarakat yang lebih terlibat dan produktif (Al Ghozali & Fatmawati, 2. Mereka akan lebih cenderung berpartisipasi dalam acara-acara komunitas, merasakan rasa tanggung jawab sosial, dan meningkatkan kesejahteraan kelompok secara keseluruhan. Stabilitas dan kemajuan suatu negara dapat dipengaruhi secara positif oleh pendidikan karakter yang efektif karena dapat menurunkan angka kejahatan, perilaku antisosial, dan kenakalan remaja. Oleh karena itu, pendidikan karakter di sekolah merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga yang akan Volume 1 | Issue 1 | May, 2025 Maulida Fajar Suryana. Raodatul Sa'adah. Armin Subhani. Lalu Parhanuddin / Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah Untuk Membangun Generasi Berintegritas bermanfaat bagi generasi mendatang dengan menciptakan masyarakat yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera. (Hidayah Rifa, 2. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur . ibrary researc. , yaitu metode yang bertumpu pada telaah dan analisis terhadap berbagai sumber pustaka yang relevan dan terpercaya. Kajian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka untuk menganalisis perkembangan pendidikan di Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga era kontemporer. Fokus kajian adalah pemahaman kurikulum, pemerataan akses, peran pemerintah, dan tantangan yang dihadapi di setiap era kebijakan Kajian ini menggunakan publikasi ilmiah yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025, dengan fokus pada dokumen sejarah dan kebijakan pendidikan sejak awal kemerdekaan. Analisis konten tematik digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan informasi ke dalam tema-tema utama, seperti arah pendidikan pascakemerdekaan, perubahan sistem dan kurikulum, distribusi infrastruktur dan tenaga pengajar, serta pengaruh globalisasi dan digitalisasi terhadap pendidikan . Setiap tema dianalisis secara deskriptif-kritis untuk menggambarkan dinamika perubahan dalam berbagai fase sejarah pendidikan di Indonesia. Kajian ini menggunakan pendekatan reflektif dan komparatif terhadap berbagai sumber, yang memungkinkan peneliti menyusun sintesis pengetahuan ber kan bukti akademis yang tersedia. Hasil kajian bertujuan untuk memberikan kontribusi pada rekonstruksi sejarah, identifikasi pola transformasi kebijakan, dan perumusan arah strategis untuk pengembangan pendidikan di Indonesia yang adil, adaptif, dan kontekstual. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode dan Strategi Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Agar pendidikan karakter dapat berhasil diterapkan di sekolah, diperlukan strategi yang komprehensif dan terorganisasi. Mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam kurikulum secara keseluruhan, bukan hanya sebagai topik yang berdiri sendiri, merupakan salah satu strategi yang efisien. Dalam mata pelajaran saat ini seperti fisika, matematika, bahasa, dan seni, guru dapat memasukkan ajaran tentang kejujuran, kolaborasi, dan rasa hormat (Morelent, 2. Lebih jauh lagi, pendekatan yang ampuh untuk mengajarkan kualitas karakter kepada siswa adalah penggunaan literatur dan cerita dengan pelajaran moral (Sutia & Santoso, 2. Melalui membaca dan mengevaluasi cerita dengan karakter yang baik dan buruk, siswa dapat memperoleh pengetahuan praktis tentang cara menggunakan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Karakter siswa dapat dikembangkan secara efektif melalui kegiatan ekstrakurikuler selain instruksi langsung di kelas. Untuk membantu siswa melatih kualitas karakter dalam suasana kegiatan yang lebih langsung dan partisipatif, sekolah dapat menyelenggarakan acara seperti klub sehati, bimbingan siswa, inisiatif sosial, atau program pengembangan kepemimpinan (Ansulat Esmael, 2. Penting bagi sekolah untuk menumbuhkan suasana yang mendorong pengembangan karakter melalui penerapan aturan dan prosedur serta budaya dan norma yang dipupuk di dalam sekolah. Misalnya, sekolah dapat dengan jelas mendefinisikan harapan untuk perilaku dan menggunakan hadiah dan pengakuan untuk menyoroti dan mendorong perilaku yang baik. Teknik dan pendekatan berikut dapat digunakan untuk memperkenalkan pendidikan karakter di sekolah: Menyertakan Nilai-Nilai Karakter di Seluruh Kurikulum: Daripada mengajarkan kualitas karakter sebagai pelajaran yang berdiri sendiri, masukkan ke dalam semua mata pelajaran Anda. Pelajaran tentang integritas, kerja sama tim, dan rasa hormat dapat dimasukkan ke dalam kurikulum saat ini untuk mencapai hal ini. Memanfaatkan Sastra dan Cerita: Siswa dapat diajarkan kualitas karakter dengan menggunakan sastra dan cerita dengan pelajaran moral. Pembelajaran dapat dicapai melalui membaca dan mengevaluasi cerita dengan karakter baik dan buruk. Kegiatan ekstrakurikuler yang menumbuhkan karakter: Rencanakan acara yang memungkinkan siswa melatih kualitas karakter dalam kerangka kegiatan yang lebih langsung dan menarik, termasuk klub komunitas, bimbingan siswa, inisiatif sosial, atau program pengembangan kepemimpinan. May, 2025 | Issue 1 | Volume 1 23 Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education E-ISSN: x-x . P-ISSN: x-x Penciptaan Lingkungan Sekolah yang Mendukung: Ciptakan iklim sekolah yang menumbuhkan karakter dengan menerapkan aturan dan prosedur serta dengan mempromosikan budaya sekolah dan seperangkat norma. Keterlibatan Orang Tua: Melibatkan orang tua dalam pembuatan pedoman dan inisiatif pendidikan karakter, serta memberi mereka pengetahuan dan alat yang mereka butuhkan untuk membantu anakanak mereka tumbuh sebagai individu di rumah. Pemanfaatan Teknologi: Memanfaatkan perangkat seperti perangkat lunak pendidikan atau lingkungan pembelajaran daring yang secara khusus dibuat untuk membantu mendidik dan mengembangkan kualitas karakter. Pelatihan Guru: Mendidik para pendidik tentang metode dan teknik pengajaran karakter yang berhasil dan memberi mereka perangkat dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk mempraktikkannya di kelas. Insentif & Pengakuan: Siswa terinspirasi untuk menunjukkan sifat karakter yang diinginkan ketika perilaku baik diakui dan diperkuat melalui insentif dan pengakuan. Komponen penting lain dari penerapan pendidikan karakter di sekolah adalah keterlibatan orang Selain menawarkan informasi dan alat bantu kepada orang tua untuk membantu anak-anak mereka mengembangkan karakter di rumah, sekolah juga dapat melibatkan orang tua dalam pembuatan kebijakan dan program pendidikan karakter (Priasti & Suyatno, 2. Dengan bekerja sama, orang tua dan sekolah dapat memastikan bahwa anak-anak mendapatkan pesan yang konsisten di rumah dan di kelas, yang akan membantu membentuk karakter mereka dengan lebih baik. Pendidikan karakter di sekolah dapat lebih terpadu, efektif, dan bertahan lama bagi perkembangan moral dan sosial anak-anak dengan pendekatan yang menyeluruh dan kooperatif seperti ini. Tantangan dan Hambatan dalam Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah Mengintegrasikan prinsip moral dan etika ke dalam semua aspek kegiatan pendidikan, baik di dalam maupun di luar kelas, merupakan proses penerapan pendidikan karakter di sekolah. Hal ini memerlukan terciptanya suasana belajar yang menumbuhkan karakter siswa serta secara langsung mengajarkan prinsip-prinsip seperti kejujuran, akuntabilitas, empati, dan rasa hormat. Sekolah berupaya mengembangkan anak-anak menjadi orang yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kapasitas untuk memberikan kontribusi yang berharga bagi masyarakat melalui berbagai strategi pengajaran, mendorong kegiatan ekstrakurikuler, dan partisipasi orang tua (Nitte & Bulu, 2. Diharapkan bahwa pendidikan karakter, jika diterapkan dengan pendekatan yang komprehensif dan terorganisasi, akan menghasilkan generasi yang lebih bermoral, beretika, dan mampu menghadapi kesulitan hidup yang sulit. Ada kesulitan dan hambatan yang terkait dengan penerapan pendidikan karakter di sekolah. Ketiadaan sumber daya keuangan dan manusia merupakan salah satu kendala utama. Sekolah sering kali kekurangan dana yang diperlukan untuk menciptakan program pendidikan karakter yang menyeluruh dan berkelanjutan. Lebih jauh lagi, karena pendidikan karakter membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan dedikasi untuk dapat terlaksana dengan baik, sedikitnya jumlah instruktur dan personel sekolah yang telah menerima pelatihan ini juga dapat menjadi hambatan (Alfatah et al. , 2. Penerapan pendidikan karakter juga dapat menghadapi penolakan dari beberapa anak, orang tua, atau bahkan personel sekolah. Beberapa individu mungkin percaya bahwa orang tua harus bertanggung jawab atas pendidikan karakter daripada sekolah. Kurangnya dukungan atau pemahaman tentang pentingnya pendidikan karakter juga dapat menghambat penerapannya karena keyakinan bahwa hal itu subjektif dan sulit diukur (Prabandari, 2. Lebih jauh lagi, karena dibutuhkan waktu dan konsistensi untuk membangun budaya sekolah yang mendorong pengembangan karakter, perubahan dalam budaya dan norma sekolah mungkin juga sulit dilakukan. Hambatan utama lainnya adalah kesulitan dalam mengevaluasi keberhasilan inisiatif pendidikan Karena kualitas seperti akuntabilitas, empati, dan kejujuran terkadang sulit diukur, mungkin sulit untuk menilai seberapa efektif inisiatif pendidikan karakter (Mu'arif et al. , 2. Untuk mengukur efektivitas pendidikan karakter, diperlukan strategi yang komprehensif dan berjangka panjang. Strategi ini mencakup penggunaan berbagai teknik evaluasi, termasuk survei, wawancara, dan observasi, untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh tentang bagaimana perilaku dan sikap siswa telah Sekolah dapat meningkatkan kemanjuran dan daya tahan program pendidikan karakter mereka dan akibatnya memiliki pengaruh yang menguntungkan pada perkembangan moral dan sosial siswa mereka dengan mengenali dan menyelesaikan masalah-masalah ini. Volume 1 | Issue 1 | May, 2025 Maulida Fajar Suryana. Raodatul Sa'adah. Armin Subhani. Lalu Parhanuddin / Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah Untuk Membangun Generasi Berintegritas Dampak Jangka Panjang Pendidikan Karakter Terhadap Perkembangan Individu dan Masyarakat Dengan membangun dasar moral yang kuat dan meningkatkan kepribadian siswa, pendidikan karakter memiliki pengaruh besar pada pertumbuhan pribadi. Siswa mampu menyerap ide-ide etika yang penting dalam kehidupan sehari-hari dengan mempelajari nilai-nilai seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan kolaborasi. Siswa yang mendapatkan pendidikan karakter lebih mampu memahami cita-cita ini sebagai pedoman untuk berperilaku terhormat dan membuat pilihan moral dalam berbagai situasi, daripada hanya sebagai ide-ide abstrak. Perkembangan jangka panjang individu dan masyarakat sangat dipengaruhi oleh pendidikan Siswa yang berpartisipasi dalam pendidikan karakter secara individual sering kali menunjukkan moral dan kepribadian yang unggul (Etiyasningsih, 2. Selain itu, pendidikan karakter berdampak pada masyarakat secara luas. Pendidikan moral yang kuat cenderung membuat generasi lebih bertanggung jawab, pekerja keras, dan peduli dengan kesejahteraan masyarakat. Akan ada lebih sedikit kejahatan, keresahan sosial, dan kenakalan remaja dalam masyarakat yang penuh dengan orang-orang yang bermoral baik. Lebih jauh lagi, pendidikan karakter dapat mendorong kolaborasi dan ikatan sosial yang lebih besar di antara para anggota masyarakat, yang mendorong suasana yang lebih damai dan ramah. Secara lebih luas, pendidikan karakter dapat mengarah pada transformasi masyarakat yang konstruktif dan Pendidikan karakter membantu menyediakan landasan bagi pembangunan nasional yang lebih stabil dan berkelanjutan dengan mengajarkan generasi mendatang untuk menjadi pemimpin yang berintegritas dan bertanggung jawab (Rachman, 2. Dalam jangka panjang, masyarakat dengan moral dan nilai-nilai karakter yang kuat akan lebih siap untuk menangani masalah-masalah dunia dengan kompas moral yang kuat dan mendorong pengembangan masyarakat yang lebih adil, damai, dan sukses. Pendidikan karakter memiliki tiga efek jangka panjang berikut pada pertumbuhan individu dan Peningkatan Kualitas Pribadi: Pendidikan karakter berkontribusi pada pengembangan manusia dengan prinsip moral yang lebih kuat dan kepribadian yang lebih baik. Mereka biasanya memiliki kapasitas untuk membuat keputusan moral, berperilaku terhormat, dan bertanggung jawab sosial. Mereka dapat berhasil baik secara pribadi maupun profesional dan memiliki dampak besar pada banyak aspek kehidupan sebagai hasilnya. Masyarakat yang Lebih Berbasis Integritas dan Produktif: Orang yang tumbuh dalam budaya yang menghargai pendidikan karakter cenderung lebih bertanggung jawab, berbelas kasih, dan produktif. Selain memperkuat ikatan sosial dan mendorong kolaborasi di antara anggota masyarakat, hal ini menurunkan prevalensi kenakalan remaja, konflik sosial, dan kejahatan. Perubahan Sosial yang Positif: Pendidikan karakter memiliki kapasitas untuk membawa perubahan sosial yang konstruktif dan langgeng di masyarakat. Pendidikan karakter berkontribusi pada pembentukan pembangunan nasional yang lebih stabil dan berkelanjutan dengan mendidik generasi mendatang untuk menjadi pemimpin yang memiliki integritas dan tanggung jawab. Dalam jangka panjang, hal ini juga mendorong pengembangan masyarakat yang lebih sejahtera, damai, dan adil. KESIMPULAN Peran penting pendidikan karakter dalam mendidik siswa agar jujur. Membangun lingkungan belajar yang menumbuhkan prinsip-prinsip etika dan moral memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terorganisasi terhadap pendidikan karakter, yang mencakup penggabungan cita-cita moral ke dalam kurikulum dan mendorong kegiatan ekstrakurikuler. Untuk mengembangkan orang-orang yang tidak hanya berbakat secara akademis tetapi juga bermoral dan jujur, siap menghadapi tantangan di masa depan dengan sikap yang kuat dan bijaksana, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bekerja sama erat untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada anak-anak. Singkatnya, pendidikan karakter di sekolah memiliki efek jangka panjang yang besar pada bagaimana orang dan masyarakat tumbuh. Generasi yang tumbuh dengan dasar moral yang kuat lebih mungkin menghasilkan pemimpin yang jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kesejahteraan kelompok. Prinsip-prinsip moral yang kuat memungkinkan May, 2025 | Issue 1 | Volume 1 25 Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education E-ISSN: x-x . P-ISSN: x-x mereka untuk berhasil secara pribadi serta membantu menciptakan masyarakat yang lebih kaya, damai, dan adil. DAFTAR PUSTAKA