JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 3 NOMOR 2 DESEMBER 2019 (Halaman 25-. Diterima: Juni 2018 Dipublikasikan: Desember 2019 MONITORING GULA DARAH MANDIRI DAN PERAWATAN KAKI DIABETIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAHANDUT Self Monitoring Blood Glucose and Diabetic Foot Care at Puskesmas Pahandut Working Area Alfeus Manuntung1* Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangka Raya. Jl. G Obos No. 30 Palangka Raya-Telepon . 3221768/HP 081349005481 *e-mail korespondensi: alfeusmanuntung@gmail. ABSTRAK Pemantauan glukosa darah mandiri sebaiknya dilakukan secara teratur untuk memahami pengendalian diabetes seseorang dan menginformasikan perubahan yang terjadi selama terapi diabetes. Keadaan yang tidak diinginkan pagi penderita diabetes adalah keadaan dimana kadar gula darah terlalu rendah . dan kadar gula darah terlalu tinggi . Kedua keadaan ekstrim tersebut sebisa mungkin tidak dialami oleh penderita diabetes sehingga mereka harus mampu mendeteksi diri sendiri melalui pemantauan gula darah mandiri. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Kota Palangka Raya. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti sebanyak 5 orang di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Hasil pretest menunjukkan sebanyak 3 orang . %) mendapatkan nilai >56. Hasil posttest menunjukkan sebanyak 5 orang . %) mendapatkan nilai >56. Hasil pemeriksaan glukosa sewaktu menunjukkan sebanyak 3 orang . %) >200 mg/dL, 1 orang . %) hasilnya tidak terbaca karena gula darah yang terlalu tinggi, sedangkan 1 orang . %) <200 mg/dL. Pasien hendaknya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan Diabetes Melitus dan melakukan evaluasi yang berkelanjutan sebagai upaya mandiri dalam monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik. Kata Kunci: Diabetes Melitus, monitoring gula darah mandiri, perawatan kaki diabetik ABSTRACT Self monitoring blood glucose should be done regularly to understand patient diabetes control and inform changes that occur during diabetes therapy. Unwanted conditions morning diabetics are conditions where blood sugar levels are too low . and blood sugar levels are too high . Both of these extreme conditions are not possible for diabetic so they must be able to detect themselves through self monitoring blood glucose. The aim of community service is to increase knowledge and skills regarding self monitoring blood glucose and diabetic foot care in Puskesmas Pahandut working area. Palangka Raya. Community service is carried out by providing health education about self monitoring blood glucose and diabetic foot care. Community service activities followed by 5 people in the Puskesmas Pahandut working The results of the pretest showed that 3 people . %) got a score of> 56. The posttest results showed that 5 people . %) got a score of> 56. Glucose examination results showed as many as 3 people . %) > 200 mg dL, 1 person . %) results were Alfeus M. MONITORING GULA DARAHA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 3 NOMOR 2 DESEMBER 2019 (Halaman 25-. unreadable because blood sugar was too high, while 1 person . %) <200 mg/dL. Patients should be able to improve their knowledge and skills in Diabetes Melitus care and carry out ongoing evaluations as an independent effort in self monitoring blood glucose and diabetic foot care. Keywords: Diabetes Melitus, self monitoring blood glucose, diabetic foot care PENDAHULUAN Perkembangan pembangunan dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya serta teknologi mempengaruhi gaya hidup dan Pemantauan glukosa darah mandiri sebaiknya dilakukan secara teratur untuk perubahan yang terjadi selama terapi Keadaan yang tidak diinginkan pagi penderita diabetes adalah keadaan dimana kadar gula darah terlalu rendah . dan kadar gula darah terlalu tinggi . Salah satu penyulit kronik dari diabetes adalah kaki diabetes. Sering kali kita jumpai penderita mengeluh kaki terasa sakit, kebas, dingin, perubahan warna kulit . aki tampak pucat atau kebiru-birua. dan luka yang sukar sembuh. Tidak jarang pasien datang pada saat kakinya sudah mengalami infeksi dan berkembang Beberapa penelitian di Indonesia melaporkan bahwa angka kematian ulkus gangren pada penyandang diabetes Melitus berkisar 172%, sedangkan angka laju amputasi berkisar antara 15%-30%. Perawatan kaki yang baik dapat mencegah kejadian amputasi sekitar 1/2 sampai 3/4. Perawatan kaki merupakan upaya pencegahan primer terjadinya luka pada kaki diabetes. Tindakan yang harus dilakukan dalam perawatan kaki untuk mengetahui adanya kelainan kaki secara dini, memotong kuku yang benar, pemakaian alas kaki yang baik, menjaga kebersihan kaki dan senam kaki. Hal yang tidak boleh dilakukan mengatasi sendiri bila ada masalah pada kaki atau penggunaan alat-alat/benda. Pasien perlu mengetahui perawatan kaki diabetik dengan baik, dengan demikian kejadian ulkus gangren dan amputasi dapat Edukasi atau pendidikan kesehatan berupa pemberian informasi kesehatan tentang monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki bagi penderita merupakan bentuk pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat dalam pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Tahun Pengabdian masyarakat ini memberikan pelayanan kesehatan dalam bentuk pendidikan kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat dengan Diabetes Melitus masyarakat dalam menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dalam penanganan Diabetes Melitus. Berdasarkan hasil pencatatan dan pelaporan Puskesmas Pahandut (SP2TP), penyakit Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit terbanyak yang dialami masyarakat dan masih minimnya peran serta dari pihak lain yang terlibat dalam peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama dalam monitoring gula darah mandiri untuk mengontrol gula darah penderita DM dan perawatan kaki Alfeus M. MONITORING GULA DARAHA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. METODE PELAKSANAAN Pengabdian dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik bagi penderita Diabetes Melitus. Berdasarkan permasalahan yang menjadi prioritas, maka menangani permasalahan tersebut: Sosialisasi mengenai monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik bagi penderita Diabetes Melitus. Melaksanakan dimulainya kegiatan dilaksanakan pendidikan kesehatan dan posttest setelah kegiatan. Pendidikan monitoring gula darah mandiri bagi penderita Diabetes Melitus. Pendidikan kesehatan tentang perawatan kaki diabetik bagi penderita Diabetes Melitus. Monitoring. Evaluasi kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini diikuti sebanyak 5 orang di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Sebelumnya dilakukan pretest dengan pertanyaan tentang monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik. Hasil pretest menunjukkan sebanyak 3 orang . %) mendapatkan nilai >56. Kegiatan selanjutnya yaitu penyuluhan kesehatan tentang monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik. Evaluasi kedua dilakukan setelah intervensi keperawatan dalam pengabdian masyarakat yaitu dengan penyebaran kuesioner dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu dan berat badan (BB). Hasil posttest VOLUME 3 NOMOR 2 DESEMBER 2019 (Halaman 25-. menunjukkan sebanyak 5 orang . %) mendapatkan nilai >56. Hasil pemeriksaan glukosa sewaktu menunjukkan sebanyak 3 orang . %) >200 mg/dL, 1 orang . %) hasilnya tidak terbaca karena gula darah yang terlalu tinggi, sedangkan 1 orang . %) <200 mg/dL. Gambar 1. Pemeriksaan glukosa sewaktu di Puskesmas Pahandut Pemantauan glukosa darah mandiri (PGDM) penatalaksanaan DM yang sangat penting komplikasi DM, baik bersifat akut ataupun Pelaksanaan PDGM membutuhkan motivasi dan pendidikan secara tepat karena dilakukan dalam jangka waktu yang PGDM terutama dianjurkan bagi pasien dengan pengobatan insulin atau obat pemicu sekresi insulin. Menurut Simmon . dalam Wu . pada pasien DM dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan glukosa darah secara mandiri adalah 2 kali dalam seminggu. Dengan melakukan pemeriksaan glukosa darah secara mandiri dan teratur, maka pasien akan mengetahui dampak penatalaksanaan DM pada dirinya perawatan dirinya. Pengabdian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pahandut dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang monitoring gula darah Alfeus M. MONITORING GULA DARAHA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. mandiri dan perawatan kaki diabetik bagi penderita Diabetes Melitus. Luaran kegiatan pengabdian masyarakat berupa: Pendidikan kesehatan tentang monitoring gula darah mandiri. Diharapkan melalui keterampilan tentang monitoring gula darah mandiri di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Kecamatan Pahandut. Kota Palangka Raya. Indikator capaian dari pengetahuan dan keterampilan diabetesi dalam hal monitoring gula darah mandiri. Pendidikan kesehatan tentang perawatan Diharapkan keterampilan tentang perawatan kaki diabetik di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Kecamatan Pahandut. Kota Palangka Raya. Indikator capaian dari pengetahuan dan keterampilan diabetesi dalam hal perawatan kaki diabetik. Masalah pada kaki . aki diabeti. merupakan masalah yang sering kali ditemukan pada penderita DM sebagai komplikasi dari DM yang menyebabkan penderita DM masuk rumah sakit dan Dunning . dalam Wu . menyatakan bahwa dari total amputasi yang dilakukan di RS 40-70% amputasi kaki dilakukan pada penderita DM yang disebabkan ulkus. Hasil penelitian terhadap 1077 penderita DM 7,4% diantaranya mengalami ulkus diabetikum pada kakinya. Angka amputasi ini dapat diturunkan dengan melakukan pencegahan dan perawatan pada kaki dengan cara monitoring dan melakukan pemijatan dan senam kaki diabetes. VOLUME 3 NOMOR 2 DESEMBER 2019 (Halaman 25-. Pemberian edukasi tentang perawatan kaki dapat meminimalkan kejadian ulkus kaki Gambar 2. Pendidikan kesehatan tentang monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik di Puskesmas Pahandut PENUTUP Kesimpulan dari hasil pelaksanaan pengabdian masayarakat adalah: Kegiatan masyarakat diikuti sebanyak 5 orang di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Hasil pretest menunjukkan sebanyak 3 orang . %) mendapatkan nilai >56. Hasil posttest menunjukkan sebanyak 5 orang . %) mendapatkan nilai >56. Hasil pemeriksaan glukosa sewaktu menunjukkan sebanyak 3 orang . %) >200 mg/dL, 1 orang . %) hasilnya tidak terbaca karena gula darah yang terlalu tinggi, sedangkan 1 orang . %) <200 mg/dL. Penyuluhan ini menekankan pada monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik. Saran yang dapat digunakan pada pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah hendaknya pasien dan keluarga dapat keterampilan dalam perawatan Diabetes Melitus, mempertahankan perilaku dan gaya hidup sehat, dan melakukan evaluasi yang berkelanjutan sebagai upaya mandiri Alfeus M. MONITORING GULA DARAHA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. dalam manajemen penyakit Diabetes Melitus, khususnya dalam monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik. UCAPAN TERIMA KASIH