Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH DI DESA PULAU BAYUR KECAMATAN CERENTI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Ratri Oktapiani1. Andi Alatas2 dan Mashadi2 Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNIKS Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNIKS ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk : . mengetahui seberapa besar pendapatan petani padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. mengetahui nilai efisiensi usahatani padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. Metode servei,Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah total biaya yang harus dikeluarkan petani untuk satu kali musim tanam sebesar Rp. 801 Dan jumlah penerimaan yang diperoleh oleh petani sebesar Rp. Sehingga pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp. 928, maka R/C ratio yang diperoleh sebesar Rp. Artinya, setiap Rp 1 yang dikeluarkan oleh petani untuk biaya usahatani padi sawah maka akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. dengan pendapatan atau keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 50 Karena nilai R/C Ratio lebih besar dari pada 1 (R/C > . , maka usahatani padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi layak untuk diusahakan. Kata Kunci : Usahatani. Padi Sawah. Pendapatan ANALYSIS OF RICE FARMING IN THE VILLAGE OF BAYUR ISLAND. CERENTI DISTRICT KUANTAN SINGINGI DISTRICT ABSTRACT This research aims to: . find out how much rice paddy farmers earn in Bayur Island Village Cerenti District Kuantan Singingi Regency. knowing the value of efisiensi rice farming rice fields in Bayur Island Village Cerenti District Kuantan Singingi Regency. Servei method, the results of the study show that the total cost that farmers must spend for one growing season is. 5,009,801 And the number of receipts obtained by farmers amounted to Rp. 7,493,919 So that the income earned by farmers amounts to Rp. 2,557,928, the R/C ratio obtained is Rp. 1:50 p. That is, every Rp 1 incurred by farmers for the cost of rice paddy farming will result in an acceptance of Rp. with income or profit earned atRp. Because the value of R/C Ratio is greater than 1 (R/C > . , then rice paddy farming in Bayur Island Village Cerenti District Kuantan Singingi Regency is worth working on. Keywords : farming, lowland rice, incomes PENDAHULUAN Negara Indonesia adalah Negara agraris yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah bercocok tanam. Kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional diantaranya adalah dengan peningkatan kehidupan ekonomi yang dilakukan melalui pembangunan pertanian. Pembangunan pertanian Indonesia telah dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan harapan dapat meningkatkan produksi pertanian semaksimal mungkin sehingga dapat mencapai kesejahteraan. Peningkatan produksi kesejahteraan petani merupakan arah dan (Tjakrawiralaksana, 2. Sebagai bahan makanan pokok, beras akan terus mempunyai permintaan pasar yang meningkat, sejalan dengan pertumbuhan Dari sisi petani, selama ada cukup air, petani di Indonesia hampir bisa dipastikan menanam padi. Karena bertanam padi sudah menjadi bagian hidupnya selain karena untuk ketahanan pangan keluarga, juga sebagai sumber pendapatan rumah tangga. Karena itu, usahatani padi akan terus dilakukan petani. Dari aspek sosial ekonomi, peluang eksternal yang mendukung upaya peningkatan produksi padi antara lain adalah: peningkatan permintaan Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 beras merupakan jaminan pasar bagi petani padi, sistem pemasaran beras yang stabil dan efisien sehingga persentase marjin pemasaran cukup kecil, dan subsidi sarana produksi . upuk dan beni. sehingga dapat memperkecil biaya Ketiga faktor di atas merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan guna meningkatkan keuntungan usahatani padi dan meningkatkan daya saing usahatani padi. Semua peluang ini dapat meningkatkan motivasi petani dalam menanam padi (Irawan, 2. Menurut Witrianto . , petani adalah orang yang menggantungkan hidupnya pada lahan pertanian sebagai mata pencaharian Secara umum, petani bertempat tinggal di perdesaan dan sebagian besar di antaranya, terutama yang tinggal di daerahdaerah yang padat penduduk di Asia Tenggara. Untuk memperoleh pendapatan yang memuaskan petani, maka perani dituntut perkembangan harga sebagai solusi dalam menentukan pilihan, apakah ia memutuskan untuk menjual atau menahan hasil produksinya. Namun bagi petani yang secara umumnya menggantungkan hidupnya dari bertani, maka mereka senantiasa tidak memiliki kemampuan untuk menahan hasil panen kecuali sekedar untuk konsumsi sehari-hari dan membayar biaya produksi yang lebih dikeluarkan. Proses produksi bisa berjalan bila persyaratan faktor produksi yang dibutuhkan sudah terpenuhi. Faktor produksi terdiri dari empat komponen, yaitu tanah,modal,tenaga kerja, dan skill atau manajemen . Dalam beberapa literature sebagian para ahli mencantumkan hanya tiga factor produksi, yaitu tanah, modal, tenaga kerja. Masing-masing faktor mempunyai fungsi yang berbeda dan saling terkait satu sama lain, kalau salah satu faktor tidak tersedia maka proses produksi atau usaha tani tidak akan berjalan, terutama ketiga factor seperti tanah, modal, dan tenaga kerja (Daniel, 2. Riau merupakan salah satu Provinsi yang yang memiliki potensi lahan pertanian yang tinggi khususnya untuk pengembangan tanaman padi sawah. Sebagian besar penduduk bermata pencarian sebagai Hasil yang diproduksi biasanya untuk dikomsumsi sebagai bahan pangan dan ada pula yang dijual dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Besar kecilnya Pendapatan usaha tani padi sawah yang diterima oleh penduduk di pengaruhi oleh Kabupaten Kuantan Singingi adalah salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Riau yang bersebelahan dengan Provinsi Sumatra Barat yang sangat berpotensial dengan usaha tani padi karena didukung olehi klim, sarana serta struktur tanah yang baik. Sementara itu. Kecamatan yang paling potensial untuk produksi padi di Kuantan Singingi, salah satunya adalah Kecamatan Cerenti, salah satu Desa yang paling banyak memproduksi padi di Kecamatan Cerenti adalah Desa Pulau Bayur. Kabupaten Kuantan Singingi mempunyai potensi yang sangat besar dalam pertanian pada umumnya tanaman pangan khususnya yang dapat dikembangkan. Daya dukung dan lahan masih tersediah penduduk bekerja pada sektor pertanian dengan keterampilan dasar yang dimiliki, pasar yang tersedia dengan infrastruktuk yang sedang digalakkan, merupakan modal dasar untuk Permasalahanyangmuncul memperoleh pendapatan adalah rendahnya yangdikeluarkantinggi,seperti benih,pupuk,dan pestisida. lahan yang sempit juga mempengaruhi pendapatan petani padi sawah, hal ini dikarenakan kecilnya lahan maka produksi akan kecil dan pendapatan juga akan Selain itu pengetahuan dan ilmu manajemen yang tidak ada, menyebabkan pengelolaan lahan dan modal tidak menjadi efisienDiketahui bahwa luas panen dan produksi tanaman padi sawah yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi dari tahun 2010-2014 mengalami fluktuatif. Terlihattahun 2010 luas panen sebanyak 10. 228 Ha dan memproduksi tanaman padi sawah sebanyak 43. 488,169 Ton dengan rata Ae rata per Ha sebesar 4. Dan di tahun 2011 luas panen tanaman padi sawah menurun sehingga mengakibatkan produksi tanaman padi sawah juga menurun, luas panen tahun 2011 sebanyak 10. 096 Ha dengan perolehan produksi padi sawah sebanyak 427,211 dengan rata Ae rata per Ha 4. Tetapi di tahun 2012-2014 mengalami peningkatan ( Sumber: BPS Kabupaten Kuantan Singingi, 2015 ) Kecamatan Cerenti merupakan salah satu Kecamatan, dari tigabelas . Kecamatan yang berada di Kabupaten Kuantan Singingi yang mempunyai jumlah penduduk 15. 612 jiwa dengan luas wilayah 103,52 km 2 dan terdiri dari tiga belas . Desa, dengan mata pencaharian penduduknya sebagian besar sebagai petani. Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Perubahan paradigma pembangunan Nasional, peranan Pemerintah dari pelaksanaan menjadi akseletator, regulator dan fasilitator dimana pelaksanaan ketiga peranan tersebut sejalan berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang pemerintah daerah. (Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuantan Singingi, 2. Desa Pulau Bayur merupakan Desa transmigrasi dan salah satu desa dari 13 desa yang ada di Kecamatan Cerenti, dengan jumlah penduduk sebanyak 1. 713 jiwa. (BPS Kuantan Singingi 2. Penduduk Desa Pulau Bayur yaitu berjumlah penduduk 1. 713 jiwa yang terdiri dari 856 jiwa laki-laki dan 857 jiwa perempuan dengan kepala keluarga 347 KK, 242 KK diantaranya merupakan petani padi sawah. Usaha tani padi sawah yang ada di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi ini masih bersifat kebutuhan sendiri (Sub siste. , dan pada umumnya tenaga kerja berasal dari dalam keluarga. Dari segi ekonomis para petani kurang memperhitungkan, apakah usaha tani yang dilakukan benar-benar memberikan keuntungan atau petani hanya menanam tanpa memperhitungkan efisiensi. Produksi Padi Sawah Di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti dapat dilihat Pada Tabel 1. Tabel 1. Produksi Padi Sawah Di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti Tahun 2016-2019 Tahun Luas Lahan (H. Produksi (Ton/H. Total Produksi (Ton/Luas Laha. Persentase % 4,25 259,25 23,42 4,45 271,45 24,50 4,50 4,96 18,16 274,50 302,56 107,76 24,77 27,31 Total Sumber UPTD Pertanian Kecamatan Cerenti Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat total produksi padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan cerenti dari tahun 2016-2019. Produksi tertinggi berada pada tahun 2019 dengan total produksi 302,56 ton atau 27,31% dari total produksi padi sawah pada tahun 20162019 produksi tertinggi kedua berada pada tahun 2018 dengan total produksi 274,50 ton atau 24,77% dan dari total produksi padi sawah tahun 2016-2019 kemudian produksi tertinggi ketiga berada pada tahun 2017 dengan total produksi 271,45 ton atau 24,50% dan dari total produksi padi sawah pada tahun 2016-2019 dengan produksi terendah berada pada tahun 2016 dangan total produksi 259,25 ton atau 23,42% dari total produksi pertahun 2016-2019. Dari data tersebut memperlihatkan bahwa produksi padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti masih tergolong rendah dibawah 5 ton. Dikarenakan petani masih menggunakan benih lokal. Rendahnya produksi padi tersebut disebabkan oleh banyak hal diantaranya diakibatkan oleh faktor lingkungan alam seperti hama/penyakit Masalah-masalah tersebut dapat meningkatkan produksi padi sawah. Namun dengan masalah-masalah tersebut petani di Desa Pulau Bayur dan masih tetap bertahan dalam berusaha tani padi sawah. Kemungkinan hal tersebut dapat dijadikan suatu motivasi untuk mempertahankan apa yang telah mereka jalani dari dahulu Permasalahan yang dihadapi di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti ini diantaranya sawah hanya ditanami sekali dalam setahun, artinya jika sawah membutuhkan masa tanam hingga panen selama 4 bulan, maka selama rentang waktu 8 bulan sawah tidak dimanfaatkan dan hanya dibiarkan begitu saja. Sedangkan hampir semua sawah di sini sawah irigasi dan air tersedia sepanjang tahun. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian usaha tani padi sawah akan dilakukan di Desa Pulau Bayur. Kecamatan Cerenti. Kabupaten Kuantan Singingi. Penentuan lokasi di Pulau Bayur secara Purposive dengan alasan bahwa Desa Pulau Bayur. Kecamatan Cerenti. Kabupaten Kuantan Singingi merupakan salah satu sentra Budidaya padi Sawah di Kecamatan Cerenti. Penelitian ini Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 dilaksanakan selama 3 bulan terhitung pada bulan Juni sampai Agustus 2020. n = Jumlah sampel yang diambil untuk penelitian N = Jumlah populasi petani Padi Sawah e = Derajat toleransi karena ketidaktelitian dalam pengambilan sampel Dalam penelitian ini diambil Sampel sebesar 15 Persen dari total keseluruhan petani di Desa Pulau Bayur. Kecamatan Cerenti , maka dapat dilakukan perhitungan pengambilan sampel sebagai berikut : Teknik Pengambilan Sampel Sampel yang diambil dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dengan sampel acak sederhana (Simpel Random Samplin. , berdasarkan luas lahan karet yang Menurut(Arikunto, 1. , untuk populasi lebih dari 100 dapat diambil sampel sebesar 10-15% atau lebih disesuaikan dengan tingkat kemampuan tenaga, biaya dan waktu yang tersedia bagi peneliti. Dalam penelitian ini menetapkan menggunakan tingkat presisi sebesar 10%. Pengambilan menggunakan rumus Slovin. Rumus Slovin dalam . ahmat,1. dalam (Saefuddin, 2. ycA ycu= 1 ycA yce2 Dimana : 1 242 . ycu= 1 242 . ,0. ycu= 1 5,445 ycu= 6,445 ycu = 37 ycCycycaycuyci ycu Tabel 2. Data nama kelompok tani dan jumlah petani padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi Nama Kelompok Tani Danau Sakti Pelantakan 2 Rawang Perahu I Padang Sero i Padang Sero II Padang Sero I Rawang Perahu II Pelantakan 3 Tunas Harapan Jumlah Jumlah Petani Dari tabel diatas diperoleh responden dari masing-masing Kelompok Tani Yang berada di desa pulau bayur kecamatan Cerenti. Kelompok Tani Pelantakan II Terdapat 4 Responden/ Petani Padi Sawah. Kelompok Tani Rawang Perahu I Terdapat 2 Responden/ Petani Padi Sawah. Kelompok Tani Padang Sero i Terdapat 5 Responden/ Petani Padi Sawah. Kelompok Tani Padang Sero II Terdapat 3 Responden/ Petani Padi Sawah. Kelompok Tani Padang Sero I Terdapat 6 Responden/ Petani Padi Sawah. Kelompok Tani Rawang Perahu II Terdapat 3 Responden/ Petani Padi Sawah. Kelompok Tani Pelantakan i Terdapat 4 Responden/ Petani Padi Sawah. Kelompok Tani Sampel 15% X 38 = 6 15% X 25 = 4 15% X 11 = 2 15% X 35 = 5 15% X 22 = 3 15% X 42 = 6 15% X 20 =3 15% X 25 = 4 15% X 24 = 4 Tunas Harapan Terdapat 4 Responden/ Petani Padi Sawah. Dari sembilan kelompok Tani Yang berada di Desa Pulau Bayur jumlah responden yang akan diteliti dalam penelitian ini berjumlah 37 responden/petani. Jenis dan Sumber Data Data yang dikumpulkan berupa data Primer dan data Sekunder. Dalam penelitian ini data Primer diperoleh melalui wawancara langsung di lapangan dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur. Sember data primer yaitu usaha tani padi sawah, adapun data yang diperlukan meliputi umur responden, pendidikan, pengalaman usaha tani padi, sawah, jenis dan Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 biaya produksi. Analisis Pendapatan Menurut Soekartawi . Analisis pendapatan usaha tani padi untuk mengetahui keberhasilan usaha tani dilihat dari pendapatan yang diterima petani. Menghitung besarnya biaya yang digunakan dalam suatu usaha Pendapatan secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Teknik Pengumpulan Data Pengambilan sampel dilakukan secara ini dilakukan dengan metode servei adalah penelitian yang mengambil sempel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data primer dan data Data primer di peroleh melalui pengamatan langsung ke lapangan dan mengadakan wawancara dengan responden petani padi sawah. Data sekunder adalah data yang di peroleh dari dokumen. , laporan dan atau langsung dari instansi yang berwewenang. Penerimaan Menurut (Al Haryono Jusuf, 1. , penerimaan adalah penghasilan yang diperoleh dari penjualan total kepada pembeli selama periode yang bersangkutan Pendapatan dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Pya a. Keterangan : = Total Revenue . enerimaan tota. =Jumlah Produksi padi sawah (Kg/proses produks. =Harga Padi Sawah (Rp/k. Metode Analisis Data Analisis menggunakan metode kuantitatif, yaitu dengan mengolah data diperoleh dari responden, kemudian analisis menggiunakan landasan teori Pendapatan Bersih Pendapatan atau keuntungan merupakan selisih antara pendapatan kotor dengan pengeluaran total usaha tani. Atau pendapatan yang diperoleh dari seluruh penghasilan dan dikurangi dengan seluruh biaya produksi (Soekartawi, 2. Pendapatan atau keuntungan dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Analisis Biaya Produksi Soekartawi . Biaya Produksi adalah Biaya yang harus dikeluarkan usahatani atau produsen untuk memenuhi kebutuhan Produksi dengan tujuan menghasilkan produk. Untuk menghitung biaya Produksi Usaha Tani Padi Sawah A =TRTCa a. A =(Y. (TVC TFC)a a. Dimana = A = pendapatan petani padi sawah (R. RT = Total penerimaan (R. TC = Total biaya (R. = Jumlah produksi (K. Py = Harga produksi (Rp/k. TVC =Total Variable Cost (R. TFC =Total Fixed Cost (R. Total Biaya Menurut Firdaus . , total biaya adalah keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan, secara sistematis total biaya Total biaya dapat dihitung dengan menggunakan rumus : TC = TFC TVC Keterangan : TC (Total cos. =Total biaya produksi dalam usaha tani padi sawah (Rp/proses produks. TFC (Total fIxed cos. =Total biaya tetap dalam produksi padi (Rp/proses TC (Total variabel cos. =Total biaya variabel dalam produksi padi sawah (Rp/proses produks. Di dalam penelitian ini, biaya produksi padi sawah meliputi: benih (XI), pupuk . X), pestisida (X. , tenaga kerja (X. , penyusutan alat (D). Dengan demikaian modal yang Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 digunakan untuk menentukan pendapatan bersih usahatani padi sawah adalah : Dimana : A =pendapatan bersih usahatani padi sawah (Rp/Luas garapan/Musim Tana. Y =Jumlah produksi (Kg/Luas garapan/Musim Tana. Py =Harga produksi (Rp/K. XI =Benih (Kg/Luas garapan/Musim Tana. X2 =Pupuk (Kg/Luas garapan/Musim Tana. X3 =Pestisida (Kg/Luas garapan/Musim Tana. X4 =Tenaga Kerja (HKP/Musim Tana. PxI. Px4 =Harga Sarana Produksi (Rp/K. =Penyusutan alat (Rp/Tahu. Analisis Efisiensi Usaha Tani Analisis Efisiensi Usaha Tani Return/Cost adalah perbandingan antara total (Soekartawi,2. R/C= TC Keterangan: R/C = Return Cost Ratio = Total penerimaan (Total Revenu. = Total Biaya (Total Cos. Kriteria keputusan : R/C > 1 = Efisien R/C < 1 = Tidak Efisien R/C = 1 = Impas . arisno, at al : 2. Konsep Operasional Produksi adalah besarnya jumlah gabah yang dihasilkan petani dalam sekali masa tanam (K. Biaya Variabel adalah semua biaya yang dikeluarkan oleh petani responden untuk pembeliaan benih, pupuk dan pestisida. (R. Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan oleh petani responeden untuk pembeliaan peralatan dalam produksi padi sawah. (R. Tenaga kerja adalah jumlah dari semua tenaga kerja yang dilibatkan dalam usaha tani . Total Biaya adalah total biaya variabel ditambah Biaya tetap (R. Harga Produksi adalah nilai jual produksi Padi Sawah (Rp/K. Penerimaan adalah jumlah uang yang ditemina petani dari produksi dikalikan harga produksi (R. Pendapatan Bersih adalah jumlah uang yang diterima petani padi sawah dari hasil usaha padi sawah dan merupakan selisih antara nilai produksi dengan total biaya produksi yang dihitung (R. R/C ratio adalah ratio imbangan antara biaya dengan penerimaan yang dihasilkan dimana R/C Menunjukkan besarnya penerimaan yang diperoleh dari setiap rupiah yang dikeluarkan. Untuk menghutung biaya penyusutan alat dalam usahatani padi sawah dihitung dengan metode garis lurus . traight line metho. menurut Sinuraya . D=CSV. Dimana: D =Nilai Penyusutan alat (Rp/Unit/Tahu. C =Harga Beli alat (Rp/Uni. SV=Nilai sisi alat (Rp/Uni. iperoleh dari nilai beli ala. UL=Masa pakai alat (Tahu. Untuk menghitung pendapatan kerja keluarga digunakan rumus menurut hernarto . , yaitu: PKK =A K D. Dimana: PKK =Penda. tan kerja keluarga (Rp/Luas garapan/Musim Tanam =Pendapatan bersih (Rp/Luas garapan/Musim Tana. K =Upah TKDK (Rp/Luas garapan/Musim Tana. D =Deprestasi . (Rp/Luas/Musim Tana. HASIL DAN PEMBAHASAN Umur Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Umur adalah salah satu faktor yang Umur responden adalah usia petani responden pada saat dilakukannya penelitian. Salah satu indikator dalam menentukan pengembangan usaha adalah tingkat umur, dimana umur petani yang berusia relatif muda lebih kuat bekerja,cekatan, mudah menerima inovasi baru, tanggap terhadap lingkungan sekitar bila dibandingkan tenaga kerja yang sudah memiliki usia yang relatif tua sering menolak inovasi baru (Soekartartawi, 2. Umur merupakan salah satu faktor yang kuat untuk menentukan produksvitas tenaga kerja yang dihasilkan. Umur berdasarkan kelompok produktif dan non produktif kisarab umur 15-61 tahun termasuk umur yang produktif sedangkan umur 0-14 tahun dan 61 tahun keatas dikategorikan umur yang non produktif. Dari penelitian umur responden didaerah penelitian dari umur Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table 3. Seoharjo . Tabel 3. Karakteristik Petani Berdasarkan Umur di Desa Pulau Bayur Cerenti Umur Responden (Tahu. Jumlah (Oran. 30 Ae 45 46 Ae 60 61 - 75 Jumlah Pada tabel 3 diatas menunjukan bahwa umur responden petani padi sawah yang terbesar pada umur 30-45 tahun sebanyak 17 orang dengan persentase 0,46 %, 46-60 tahun sebanyak 11 orang dengan persentase 0,30%, 61-75 tahun sebanyak 9 orang dengan persentase 0,24%. Dari data diatas dapat diketahui bahwa umur kabanyakan responden tergolong dalam usia produktif pada usia ini msih mampu bekerja lebih baik dan didukung fisik kuat serta mental dalam melaksanakan peran sebagai petani sedangkan umur diatas 61-75 tahun keatas merupakan usia tidak produktif lagi sebanyak 9 orang. Persentase (%) 0,46 0,30 0,24 1,00 perubahan dalam keterampilan atau kebiasaan dalam melakukan sesuatu dan perubahan dalam sikap mental terhadap segala sesuatu yang dirasakan (Slamet, 2. Makin seseorang makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang Sebaliknya pendidikan yang kurang seseorang terhadap nilai-nilai yang baru Dengan dikatakan petani yang berpendidikan akan lebih mudah menerima berbagai informasi mengenai perkembangan teknologi dan inovasi-inovasi terbaru dan lebih mampu memilah informasiinformasi tersebut untuk diimplementasikan kedalam usahataninya (Padmowiharjo, 1. Jumlah petani yang ada di Desa Pulau Bayur menurut tingkat pendidikan yang dapat dilihat Tabel 4. Tingkat Pendidikan Pendidikan adalah salah satu faktor perubahanperubahan pada perilaku manusia. Perubahan yang ditimbulkan oleh pendidikan adalah proses Tabel 4. Karakteristik Petani Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Desa Pulau Bayur Cerenti Jenjang Pendidikan (Tahu. Jumlah (Oran. Persentase (%) 0,41 0,35 0,24 Jumlah 1,00 Dari Tabel 4 di atas menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden petani padi sawah di Desa Pulau Bayur kecamatan Cerenti. Di terlihat pada tingkat pendidikan 12 tahun yang memiliki nilai presentase sebesar 0,24% dari total responden petani atau sebanyak 9 orang responden petani. Dan tingkat pendidikan 9 tahun sebesar 0,35% dari total petani responden atau sebanyak 13 orang, dan tingkat pendidikan 6 tahun sebesar 0,41% persen atau sebanyak 15 orang petani responden. Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Dari tabel diatas dinyatakan bahwa tingkat pendidikan formal petani relatif responden akan mempengarui petani padi sawah dalam mengembangkan usaha yang dijalankannya dengan manfaat teknologi yang lebih moderen untuk mencapai produksi usahatani padi yang maksumal. kepala keluarga. Anggota keluarga terdiri dari suami, istri, anak dan sanak saudara lainnya. Tanggungan keluarga adalah anggota yang belum bekerja atau tidak bekerja, yaitu mereka yang di bawah umur dan lanjut usia. Tanggungan keluarga berpengaruh terhadap aktivitas petani dalam mengelola usahataninya. Karena semakin besar jumlah anggota keluarga maka beban ekonomi keluarga akan semakin Untuk itu petani harus meningkatkan pendapatan hasil usahataninya agar kebutuhan keluarga dapat terpenuhi (Daldjoeni, 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 5 Jumlah Tanggungan Keluarga Jumlah merupakan jumlah seluruh orang yang ada didalam satu rumah atau jumlah seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggungan Tabel 5. Karakteristik Petani Berdasarkan Jumlah Tanggungan Keluarga di Desa Pulau Bayur Cerenti Jumlah Tanggungan Keluarga (Oran. Jumlah Berdasarkan tabel 5 diatas dilihat bahwa jumlah petani yang memiliki tanggungan paling banyak 5 orang yaitu 13 orang perani 0,35% hal ini semakin banyak jumlah anggota keluarga yang berproduktif maka beban ekonomi keluarga akan semakin berkurang, namun jika anggota keluarga tidak produktif maka akan berpengaruh terhadap tanggungan ekonomi keluarga. Dan jumlah tanggungan keluarga rendah 3 orang dan jumlah tanggungan 2 sebesar 0,05% dan kisaran 7 orang jumlah tanggungan 3 sebesar 0,08% dan kisaran 6 orang jumlah tanggungan 3 sebanyak 0,22 dan 4 otang berjumlah 11 jumlah tanggungan sebesar 0,30 Menurut sihol situngkir . ,dimana tanggungan keluarga merupakan salah satu alasan utama bagi para wanita petani rumah tangga seta dalam membantu suami untuk memutuskan diri untuk bekerja memperoleh Dengan demikian besarnya jumlah Jumlah Petani . Persentase(%) terhadap pendapatan karena semakin banyak jumlah tanggungan keluarga atau jumlah anggota keluarga maka secara tidak langsung bahwa orang yang memiliki jumlah tanggungan keluarga yang cukup banyak jumlah penghasilan yang dibutuhkan juga semakin besar. anggota keluarga produktif memungkinkan keluarga, namun sebaliknya jika anggota lebih banyak dibawah usia kerja dan tidak produktif lagi maka akan berpengaruh terhadap tingginya pengeluaran keluarga. Pengalaman Usahatani Pengusaha yang sudah berpengalaman akan mudah menghadapi masa yang terjadi. Semakin lama pengalaman seseorang maka kegagalan semakin kecil dan sebaliknya jika pengalaman berusaha belum lama maka kegagalan semakin besar yang dihadapi responden usahatani Padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamata Cerenti. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 6. Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Tabel 6. Karakteristik Responden Berdasarkan pengalaman Usaha di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti Kabuparen Kuantan Singingi Jumlah Pengalaman Keluarga Jumlah Petani (Oran. Persentase (%) (Tahu. 0,14 0,59 20 - 25 0,27 Jumlah 1,00 Sumber :Data Primer Diolah,2019 Dari tabel 6 dapat diketahui bahwa pengalaman usahatani responden yang tertinggi kisaran antara 16-10 tahun 22 jiwa atau setara dengan 0,59 dan tertinggi kedua berkisaran lama berusahanya 20-25 tahun 10 jiwa dan setara dengan 0,27 dan pengalaman yang terendah berkisaran 5-7 tahun 5 jiwa atau setara dengan 0,14. Pengalaman usaha yang dilakukan sudah cukup lama. Pengetahuan usahatani dapat berbentuk pola fikir, sikap dan perilaku pengusaha ,berfikir sesuatu yang baru . dan tindakan melakukan yang baru,guna menciptakan nilai tambah agar mampu bersaing dengan tujuan menciptakan kemakmuran individu masyarakat . risnadi terdiri dari biaya tetap . ixed cos. dan biaya variabel . ariable cos. , sedangkan biaya jangka (Hernanto, 1. Menurut Sugiri . , biaya merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan dalam suatu kegiatan kegiatan produksi. Biaya produksi akan selalu muncul dalam setiap kegiatan ekonomi dimana usahanya selalu berkaitan dengan produksi. Kemunculannya itu sangat berkaitan dengan diperlukannya input . aktor produks. Biaya Tetap (Fixed Cos. Biaya tetap (FC) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah biaya yang tidak habis dalam satu kali proses produksi, tetapi hanya mengalami penyusutan atau yang disebut sebagai biaya investasi seperti pengadaan Penyusutan berdasarkan umur ekonomis dari alat-alat Untuk mengetahui nilai ekonomis dari masing-masing peralatan yang digunakan dalam usahatani padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti, maka di hitung nilai penyusutan dalam satu kali produksi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7. Biaya Usaha tani Padi Sawah Biaya usahatani meruapakan biaya yang sebenarnya pendapatan kerja petani. Biaya total usahatani adalah nilai semua input yang habis terpakai atau dikeluarkan didalam produksi (Soekartawi, 2. Biaya merupakan nilai korban yang dikeluarkan untuk memperoleh Menurut kerangka waktu, biaya dapat dibedakan menjadi biaya jangka pendek dan biaya jangka panjang. Biaya jangka pendek Tabel 7. Jumlah Biaya Tetap Penyusutan Pada Usahatani Padi Sawah di Desa Pulau Bayur Cerenti Uraian Biaya Penyusutan (R. Persentase (%) Cangkul Tajak Sabit Alat Semprot Jumlah Berdasarkan Tabel 7 diatas diketahui biaya yang tertinggi terdapat pada pembelian alat semprot sebesar Rp,459. 856 atau 92,4% dan penggunaan peralatan pada usahatani padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti yang paling banyak dan sering digunakan adalah cangkul. Karna cangkul merupakan alat yang sering di dugunakan oleh petani dari seluruh biaya yang dikeluarkan. Tingginya biaya yang dikeluarkan dikarenakan harga baru pembelian alat semprot berkisar Rp 300. 000 Ae Rp 350. 000 dengan penyusutan selama 5 tahun. Dan nilai penyusutan pada Cangkul dalam kegiatan usahatani padi sawah biaya rata-rata Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Biaya Variabel (Variable Cos. Biaya variabel . ariable cos. yang dimaksud dalam penelitian ini adalah biaya yang habis terpakai dalam satu kali siklus produksi pada usahatani padi sawah di Desa Pulau Bayur Cerenti Kecamatan Cerenti. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 8. penyusutannya adalah sebesar Rp21. 627 yang dikeluarkan usahatani padi sawah di Desa Pulau Bayur Cerenti, dan biaya rata-rata penyusutan Tajak sebesar Rp7. 487 yang dikeluarkan usahatani sawah di Desa Pulau Bayur. Dan biaya rata-rata penyusutan sabit sebesar Rp. 471 yang dikeluarkan usahatani padi sawah di Desa Pulau Bayur Cerenti. Tabel 8. Jumlah Biaya Variabel pada Usahatani Padi Sawah di Desa Pulau Bayur Cerenti Uraian Biaya (R. Persentase (%) Benih 0,89 Pestisida 1,81 Tenaga Kerja 60,38 Karung 1,64 Pupuk Urea 2,07 Upah Perontokan 33,22 Jumlah Berdasarkan tabel 8 diatas dapat dilihat bahwa secara umum untuk usahatani padi sawah yang diusahakan, biaya produksi yang dominan adalah tenaga kerja terutama tenaga kerja sebesar Rp, 2. 595 atau sebesar Rp, 60,38. Benih salah satu sarana produksi yang penting untuk meningkatkan produksi. Hal ini kualitas dan kuantitas benih yang digunakan Rekomendasi penggunaan benih PPL setempat untuk 1 ha sawah adalah 25-35 kg benih. Sedangkan dari hasil penelitian dilapangan bahwa petani sample mengunakan benih 1 ha sawah berkisar antara 35-45 kg, jadi belum sesuai anjuran. Pupuk merupakan senyawa yang mengandung unsur hara yang sangat di butuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya, pemberian pupuk yang tepat adalah waktu,tepat dosis,dan tepat cara pemberiannya, diharapkan penelitian di lapangan dapat diketahui bahwa jenis pupuk yang digunakan petani. Anjuran pemupukan padi sawah dari PPL setempat adalah untuk Urea sebanyak 200 kg/ha, sp 18 sebanyak 150 kg/ha,KCL sebanyak 100 kg/ha. itu dipakai untuk semua varietas padi Pestisida adanya hama penyakit akan menyebabkan kerugian dalam berusahtani padi sawah untuk menimalkan kerugian yang ditimbulkan akibat dari serangan hama dan Tenaga Kerja merupakan salah satu meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Berdasarkan sumber tenaga kerja dalam keluarga (TKDK). Biaya Total Biaya total (Total Cos. adalah keseluruhan jumlah biaya produksi yang akan Untuk menghitung biaya total dalam produksi diperhitungkan dari penjumlahan biaya tetap dan biaya variabel (Boediono, 2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 9. Tabel 9. Biaya Total Rata-rata Pada Usahatani Padi Sawah di Desa Pulau Bayur Cerenti Uraian Biaya (R. Persentase (%) Biaya Tetap 9,93 Biaya Variabel 90,07 Total Biaya Dari Tabel 9 diatas dapat diketahui bahwa nilai total biaya yang dikeluarkan oleh usahatani padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti dengan total biaya adalah Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 sebesar Rp. 801 dan biaya tetap dipenelitian ini hanya meliputi biaya penyusutan alat Rp. Begitu juga dengan tanaman padi, hasil akhirnya berupa gabah. Hasil produksi tanaman padi yang diperoleh oleh petani tergantung bagaimana benih yang digunakan, pengolahan tanah, pemeliharaan serta panen yang dilakukan oleh petani. Hasil penjualan dari produksi tersebut digunakan oelh petani untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan juga akan digunakan untuk modal pembelian atau pengeluaran input Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 10. Produksi Usaha tani Padi Sawah Hasil akhir dari suatu proses produksi adalah produk ataupun output. Produk ataupun output dalam bidang pertanian atau lainnya dapat bervariasi yang antara lain disebabkan karena perbedaan kualitas (Soekartawi, 2. Tabel 10. Jumlah Produksi pada Usahatani Padi Sawah di DesaPulau Bayur Cerenti Uraian Jumlah (R. Produksi Biaya Total Penerimaan Pendapatan Berdasarkan Tabel 10 diatas diketahui jumlah produksi Rp,1. 499 dan biaya total sebesar Rp,4. 990 dan penerimaan sebesar Rp,7. 919 dan biaya pendapatan sebesar Rp,2. berupa gabah kering panen (GKP) pada usahatani padi sawah d Desa Pulau Bayur adalah dengan rata-rata luas tanam 0. 27 Ha pada satu kali produksi dalah satu tahun. Dengan harga jual Rp. 5000/Kg Nilai (R. Pendapatan petani padi sawah di Desa Pulau Bayur Cerenti diperoleh dari hasil prouksi dikali harga yang berlaku pada saat penelitian. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 11. Pendapatan Kotor besarnya kecilnya produksi dan harga jual dalam usahatani padi akan mempengarui besar kecilnya jumlah pendapatan yang diperoleh petani. Pendapatan itu masih berupa pendapatan kotor yakni pendapatan yang diperoleh dari jumlah produksi dikali dengan harga Gabah Kering Panen (GKP) petani. Pendapatan kotor atau peneriman kotor adalah perkalian antara produksi yang dihasilkan dengan harga jual semakin banyak jumlah produksi pasi sawah yang dihasilkan semakin tinggi harga per kilo gram, maka penerimaan total yang diterima petani pasi sawah semakin besar dan sebaliknya jika produksi yang dihasilkan sedikit dan harganya rendah maka penerimaan total yang dikeluarkan akan memperoleh pendapatan bersih yang merupakan keutungan yang diperoleh petani padi sawah. Pendapatan Bersih adalah pendapatan yang diperoleh oleh seluruh penghasilan usahatani padi sawah dan dikurangi dengan seluruh biaya produksi Pendapatan Usaha tani Padi Sawah Analisis pendapatan usahatani padi sawah dilakukan untuk melihat jumlah penerimaan dan pendapatan atau keuntungan pada kegiatan bududaya tanaman padi sawah yang dilakukan petani sehingga dapat diketahui apakah padi sawah tersebut memberikan keuntungan atau kerugian (Kloter, 1. Pendapatan maksimal usahatani padi sawah merupakan tujuan utama petani dalam melakukan kegiatan produksi, oleh karena itu dalam penyelenggaraan usahatani setiap petani berusaha agar hasil panennya banyak, sebab pendapatan petani yang rendah menyebabkan petani tidak dapat melakukan investasi. Hal ini disebabkan karena sebagian hasil pendapatan dipergunakan kembali untuk modal berusahatani dan sebagiannya lagi dipergunakan untuk biaya hidup dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Tabel 11. Jumlah Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Desa Pulau Bayur Uraian Pendapatan Kotor Pendapatan Bersih Nilai (R. Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Berdasarkan Tabel 11 diatas diketahui bahwa pendapatan kotor bersih dari usahatani padi sawah yang berproduksi sebesar Rp, 919 dengan harga jual Rp,5. 000 total biaya yang dikeluarkan untuk satu kali produksi padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti sebesar Rp. 5,009. 801 dan pendapatan bersih sebesar Rp,4. biaya yang digunakan untuk produksi dan faktorfaktor produksi. Perhitungan tingkat efisiensi pendapatan padi sawah dapat dilihat dengan rumus return cost ratio (RCR) dimana total pendapatan kotor dibagi dengan total biaya produksi, dimana kriterianya RCR > 1 berarti usaha padi sawah efisien. RCR < 1 berarti usaha padi sawah tidak efisien dan RCR = 1 usaha padi sawah belum efisien atau usaha mencapai titik impas (Soekartawi, 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 12. Efesiensi Usaha tani Padi Sawah Efesiensi usaha dapat dihitung dari perbandingan antara besarnya penerimaan dan Tabel 12. Efesiensi Usahatani Padi Sawah di Desa Pulau Bayur Cerenti Uraian Penerimaan Biaya Total RCR Nilai (R. 1,50 Berdasarkan Tabel 12 diatas diketahui penerimaan yang diperoleh petani adalah sebesar Rp. 919 dan Biaya Total yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp. maka diperoleh nilai R/C sebesar 1,50 Artinya, setiap Rp 1 yang dikeluarkan oleh petani untuk biaya usahatani padi sawah maka akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,50 dengan pendapatan atau keuntungan yang diperoleh sebesar 1,50 Karena nilai R/C lebih besar dari 1 (R/C>. maka usaha tanu padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti layak untuk diusahakan. Dengan demikian bila petani menanam padi sawah dengan luas garapan yang semakin besar maka keuntungan yang di peroleh petani akan semakin besar. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan hasil penelitian adalah sebagai Dari hasil pembahasan usahatani padi sawah di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti dapat disimpulkan bahwa secara finansial dilihat dari Jumlah biaya tetap Rp. 493 dan biaya tidak tetap berjumlah Rp. Biaya tenaga kerja berjumlah Rp 2. dan total biaya berjumlah Rp. Dari penelitan diatas nilai pendapatan Rp. 928 dan nilai penerimaan sebesar Rp. 919 dan nilai R/C Rp. 1,50 Kesimpulan Saran Bagi Petani untuk dapat menigkatkan jumlah produksi sehingga keuntungan yang dapat diperoleh secara maksimal sehingga usahatani padi sawah dapat berkembang dengan baik. Bagi Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi agar dapat memberikan bantuan pendapatan bisa meningkat dan usaha dapat berkembang. Basu Swastha dan Irawan,. Manajemen Pemasaran Modern. Edisi Kedua. Yogyakarta: Liberty Offez. DAFTAR PUSTAKA Adp. Rahim dan Diah Retno Dwi Hastuti . Ekonomika Pertanian. Pengantar teori dan Kasus. Penebar Swadaya Carter. William K,. dan Milton f. Usry, 2004. Cort Accounling, alih bahasa oleh Krista S. E,. Akt,. Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba Empat. Ari Sudarman. Teori Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE UGM. Dharmmesta dan Irawan, 2000. Manajemen Pemasaran Modern Edisi II. Liberty. Yogyakarta Baskoro. Analisis Ekonomi Alat Pengering Gabah Tipe Silinder Vertikal. Fakultas Pertanian. Unila. Lampung. Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Didit. Budidaya padi. Dikutip dari http://tani. Diakses tanggal 08 september 2011 Pitma. Pertiwi . Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Tenaga Kerja Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta Garrison. Ray. Eric W. Noreen. dan Peter C. Brewer. Akuntansi Manajerial. (Terjemahan: A. Totok Budisantos. Buku I. Edisi Kesebelas. Penerbit : Salemba Empat. Jakarta. Purwono dan Heni Purnamawati. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Penebar Swadaya:Jakarta Sadono Hasanah. Bercocok Tanam Padi. Azka Mulia Media. Jakarta. 68 Hal. Herawati. Padi. Yogyakarta. Javalitera Saifuddin, anwar. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Budidaya Saputra. Budidaya Padi Sawah Non Hibrida di Lahan Sawah Tadah Hujan Sistem Jajar Legowo 2:1 dan 4:1 di Kecamatan Anyar Kabupaten Serang Banten. Http://epetani. id/budid aya/budidaya-padi-sawah-spesifikasilokasi-tadah-hujan-di-kecamatan-anyar4507. Diakses tanggal 21 Juni 2012. Ikatan Akuntansi Indonesia . Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Selemba Empat Kotler. Philip . Prinsip-Prinsip Pemasaran Manajemen. Jakarta : Prenhalindo Kuswadi. Meningkatkan Laba Melalui Pendekatan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya. PT Elex Media Komputindo. Jakarta Miller. Sukirno. Pengantar Teoro EKonomi Makro. Jakarta: Raja Grafindo Soekartawi. Agribisnis Teori dan Aplikasi. Rajawali Press. Jakarta Soekartawi. Pengantar Agroindustri. Raja Grafindo Persada. Jakarta R dan Meiners. Roger. Macroeconomia. Mc Graw Hill. United State Sudarman. Ekonomi Indonesia. Jakarta : Raja Grafindo Miller R. dan Meiners E. Teori Mikroekonomi Intermediate. Penerjememah Haris Munandar. Raja Garfindo Persada. Jakarta Suratiyah. Ilmu Usahatani. Swadaya. Jakarta Penebar Warisno dan Dahlan. Peluang Usaha dan Budidaya Cabai. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama