HUBUNGAN LAMA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA Gebby Memorisa1. Siti Aminah2. Galuh Pradian Y3 1,2,3 Program Studi Kebidanan D. i Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri Jl. Selomangleng No. 1 Kediri Email : gebbymemo5@gmail. ABSTRAK Pola menstruasi adalah serangkaian proses menstruasi yang terjadi dari siklus menstruasi dan lamanya perdarahan menstruasi yang dapat menyebabkan terjadinya Anemia adalah suatu keadaan kadar hemoglobin (H. di dalam darah yang nilainya lebih rendah dari nilai normal. Anemia juga masih menjadi masalah kesehatan bagi remaja yang sering terjadi saat ini dan angka kejadian anemia masih Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang dilakukan pada 17 siswa, ada 12 siswa . %) mengalami anemia. Tujuannya untuk mengetahui hubungan antara pola mentruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian analitik korelasi dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sample menggunakan sample random sampling dengan besar sample 40 responden. Teknik data menggunakan uji spearman rank (Rh. dengan tingkat kemaknaan (=0,. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 97,5% siswa yang mengalami lama menstruasi normal dan didapatkan 97,5% siswa tidak mengalami Hasil uji statistic didapatkan A value> yaitu 0,875 > 0,05 dan dapat disimpulkan jika H1 ditolak dan H0 diterima yang artinya tidak ada hubungan lama mentruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Di anjurkan siswa mengkonsumsi makan makanan yang bergizi, dan sarankan siswa untuk berolahraga yang tidak terlalu berat sehingga bisa untuk mempertahankan lama menstruasi dengan baik, dan dapat mencegah terjadinya anemia pada remaja. Kata Kunci : Pola Mentruasi. Anemia. Remaja. ABSTRACT Menstrual pattern is a series of menstrual processes that occur from the menstrual cycle and the length of menstrual bleeding that can cause anemia. Anemia is a state of hemoglobin in the blood whose value is lower than normal. Anemia is also still a health problem for adolescents which often occurs today and the incidence of anemia is still high. Based on the results of a preliminary survey conducted on 17 students, there were 12 studenst . ,5%) having anemia. The aim is to determine the relationship between menstruation patterns with the incidence of anemia in adolescent girls. This research design uses correlation analytic research with cross sectional design. The sampling technique uses random sampling with a sample size of respondents. The data technique uses sperman rank (Rh. test with significance level ( Ae 0,. Based on the results of the study found 97,5 % of students who experienced normal menstrual periods and 97,5% of studensts did not experience Jurnal Mahasiwa Kesehatan Vol. 1 No. 2 Maret 2020. Halaman 165 - 171 e-ISSN: 2686-5300 p-ISSN: 2714-5409 Statistical test results obtained A value > that is 0,875 > 0,05 and can be concluded if H1 is rejected and H0 is accepted, which means there is no long association between menstruation and anemia in young women. It is recommended that students eat nutritious foods, and encourage students to exercise that are not too heavy so as to mainitain menstrual pariods well, and can prevent anemia in adolescents. Keywords : Pattern of Menacing. Anemia. Teenagers. PENDAHULUAN Menstruasi adalah suatu pengeluaran darah yang terjadi akibat adanya perubahan hormon yang terus menerus dan mengarah pada pembentukan endometrium, ovulasi sehingga terjadilah peluruhan dinding rahim jika tidak terjadi kehamilan (Verawati 2. Anemia adalah penyebab kedua di dunia dari kecacatan dan salah satu masalah kesehatan paling serius (WHO, 2. Anemia itu sendiri adalah dimana kadar hemoglobin remaja itu menurun terutama pada remaja putri yang mengalami menstruasi , sedangkan menstruasi yang berlebihan biasanya berlangsung lebih dari 7 hari dengan perdarahan lebih banyak, yang dapat mengakibatkan tubuh mengalami kekurangan zat besi. Jika zat besi dan sel darah merah dalam tubuh berkurang ketika menstruasi organ dan jaringan kita tidak dapat asupan oksigen yang cukup, dan itu di tandai dengan terjadinya pusing, letih, wajah pucat, dan mata berkunang kunang, sehingga itu konsentrasi belajar dan aktivitas remaja setiap harinya (Nuraini 2. Remaja putri ini sangat membutuhkan banyak zat besi dalam tubuhnya, di bandingkan dengan laki laki, di karenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya (Adriani, 2. Di kabupaten Kediri memiliki prevelensi anemia pada remaja putri yaitu sekitar 25% dan pada wanita usia subur sekitar 17% keadaan ini di karenakan kurangnya zat besi (Dinkes Kabupaten Kediri 2. Hasil survey pendahuluan yang dilakukan di SMK PGRI 3 Kediri pada 17 siswa . %) terdapat 12 siswa . ,50%) mengalami anemia, dan 5 siswa . ,50%) tidak mengalami anemia. Faktor utama yang menyebabkan terjadinya anemia adalah kurangnya asupan zat besi dalam tubuh, sekitar dua per tiga zat besi dalam tubuh terdapat dalam sel darah merah hemoglobin, sehingga remaja putri membutuhkan banyak zat besi dibandingkan laki Ae laki. Kehilangan darah dalam periode yang lama mestruasi meningkatkan insiden kejadian anemia pada remaa itu sendiri. (Briawan, 2. Dampak dari anemia sendiri mungkin tidak dapat langsung terlihat ,tetapi dapat Anemia pada remaja putri juga dapat berdampak untuk dirinya yaitu seperti terganggunya pertumbuhan dan perkembahangan, lebih rentan terhadap keracunan, dan terganggunya fungsi Dan juga selain dampak jangka panjang ada pula dampak anemia pada remaja putri, yaitu seperti lesu, letih, lemah, lelah dan lalai yang dapat terjadi pada remaja (Arinda 2. Untuk mengatasi anemia sendiri salah satu solusinya adalah, dengan memberikan tablet tambah darah pada remaja putri. Pemberian tablet tambah darah ini di harapkan remaja dapat mencegah terjadinya anemia. Selain memberikan tablet tambah darah pada remaja putri kita juga dapat memberitahukan pada remaja putri untuk memastikan asupan memastikan remaja putri memiliki pola hidup sehat dan bersih seperti tidak mememlihara kuku yang panjang dan memakai alas kaki itu untuk mencegah masuknya cacing tambang dalam tubuh agar cacing tidak menyerap darah dalam Jurnal Mahasiwa Kesehatan Vol. 1 No. 2 Maret 2020. Halaman 165 - 171 e-ISSN: 2686-5300 p-ISSN: 2714-5409 saluran pencernaan kita, dikarenakan itu semua dapat menyebakan anemia berlebihan pada remaja putri. Sehingga dapat mengganggu kegiatan sehari hari remaja dan menurunkan konsentrasi belajar remaja (Sumarmi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan antara lama mnstruasi dengan kejadian anemia pada remaja SMK 3 Kediri tahun 2019 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian crosectional, cara pengumpulan data melalui wawancara dan pemeriksaan Hb secara langsung, sumber data merupakan data Primer. Populasi dalam penelitian ini alah seluruh siswi kelas X di SMK PGRI 3 sejumlah 46 responden, sedangkan Sampel adalah sebagian siswa kelas X di SMK PGRI 3 Kediri sejumlah 41 Teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Uji Analisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan tabel 1 frekuensi lama seluruhnya memiliki lama menstruasi yang Normal yaitu 39 responden . ,5%). seluruhnya tidak mengalami anemia 39 responden . ,5%) Berdasarkan Tabel 3 pada analisa data di menggunakan uji sperman rank di dapatkan p-value 0,875 dimana nilai A > 0,05, bahwa H0 di terima dan H1 ditolak artinya tidak ada hubungan lama menstruasi dengan kejadian anemia. Dan di dapatkan hasil korelasi -0,26, yang artinya arah hubungannya adalah Negatif Hasil menstruasi dengan status anemia menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja. Lamanya waktu dan perdarahan yang bervariasi antara satu wanita dengan wanita lainnya. Normalnya, perdarahan yang terjadi saat menstruasi adalah 3-7 Pada wanita yang mengalami menstruasi lama, waktu menstruasi bisa melebihi 7 hari. Berdasarkan hasil tabulasi silang antara lama menstruasi dengan status anemia diketahui bahwa dari 49 orang dengan kategori lama haid normal diperoleh sebanyak 32 orang . ,17%) mengalami kejadian anemia. Pada dasarnya lama menstruasi yang tidak normal atau labih dari normal akan mengakibatkan pengeluaran darah yang lebih sehingga dapat menyebabkan kekurangan zat besi. (Suchi, 2. Berdasarkan tabel 2 frekuensi kejadian anemia pada remaja putri hampir Jurnal Mahasiwa Kesehatan Vol. 1 No. 2 Maret 2020. Halaman 165 - 171 e-ISSN: 2686-5300 p-ISSN: 2714-5409 KESIMPULAN Tidak ada hubungan antara lama mentruasi dengan kejadian anemia pada remaja, dilihat dari p-value 0,875 dimana nilai A > 0,05. Yang artinya H0 di terima dan H1 ditolak artinya tidak ada hubungan lama menstruasi dengan kejadian anemia. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Kediri yang bersedia dijadikan tempat penelitia, dosen pembimbing Ibu Siti Aminah dan Ibu Galuh Pradian yang dengan sabar membimbing saya. DAFTAR PUSTAKA