ANALISIS TINGKAT EFEKTIVITAS PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI KOTA PALEMBANG Analysis of Level of Effectiveness of The Sustainable Food Garden (P2. Program in Palembang Arie Fajarsari1 . Yudhi Zuriah Wirya Purba2 . Wardi Saleh2 Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti Palembang Email : ariefajarsari@gmail. com 1 , yudhi. wardi@yahoo. com 2 , wardi_saleh@yahoo. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas keberhasilan dari Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Palembang. Pemilihan lokasi dilakukan dengan sengaja . dengan pertimbangan bahwa di lokasi tersebut sebagian masyarakatnya melakukan kegiatan program Pekarangan Pangan Lestari yang mendapatkan alokasi anggaran. Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Efektivitas Program Perkarangan Pangan Lestari dicapai dengan nilai sebesar 90,05% artinya berada pada kategori sangat efektif diukur dari aspek ketepatan sasaran, pencapaian tujuan program, pemantauan program, sosialisasi program. Kata Kunci: Efektivitas. Faktor. Pengaruh. P2l Abstract This research aims to determine the level of effectiveness of the Sustainable Food Farm Program (P2L) in Palembang. This research uses survey research methods. This research is carried out at the Sustainable Food Farmers Group (P2L) in Palembang. The choice of location is carried out purposively with the consideration that in that location some of the people carried out Sustainable Food Farm Program activities which received budget allocation. Based on the research results and discussions that have been described, it can be concluded that the effectiveness of the Sustainable Food Farm Program is achieved with a score of 90. 05%, it means that it is in the very effective category as measured from the aspects of target accuracy, achievement of program objectives, program monitoring, program socialization. Keywords : Effectiveness. Level. P2l PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal guna mewujudkan hidup sehat, aktif dan produktif. Upaya penganekaragaman pangan sebagaimana disebutkan dalam pasal 26 pada Peraturan Analisis Tingkat Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2. Di Kota Palembang Arie Fajarsari. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan gizi, salah satunya dapat melalui optimalisasi lahan. Badan Ketahanan Pangan (BKP) melalui Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2019 telah melaksanakan Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Dalam upaya memperluas penerima manfaat dan pemanfaatan lahan, sejak tahun 2020 kegiatan KRPL berubah menjadi Pekarangan Pangan Lestari atau disingkat P2L. Kegiatan P2L dilaksanakan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga dan mendukung program pemerintah penanganan lokasi prioritas intervensi penurunan stunting. Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga (Petunjuk Teknis, 2. Mengingat makin terbatasnya lahan pertanian, maka optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu pilihan strategis untuk meningkatkan penyediaan pangan rumah tangga. Indonesia khusus Sumatera Selatan memiliki potensi lahan pekarangan yang sangat besar, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu penyedia sumber pangan yang bergizi dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Berdasarkan potensi tersebut. Kementerian Pertanian berkomitmen dalam penyediaan pangan salah satunya dilakukan dengan pendekatan diversifikasi pangan lokal melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan marginal melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kegiatan P2L merupakan upaya untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang beragam bergizi dan berimbang serta meningkatkan pendapatan rumah tangga/kelompok melalui usaha budidaya tanaman yang berorientasi pasar. Kegiatan P2L merupakan kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat untuk budidaya tanaman sayuran melalui kegiatan sarana pembibitan, pengembangan demplot pertanaman dan penanganan pasca panen. Kegiatan P2L dapat dilakukan pada lahan tidur dan/atau lahan kosong yang tidak produktif, dan/atau lahan di sekitar rumah/bangunan tempat tinggal/fasilitas publik, serta lingkungan lainnya dengan batas kepemilikan yang jelas seperti asrama, pondok pesantren, rusun, rumah ibadah, dan lainnya. Upaya pencapaian kegiatan tersebut dilakukan melalui pendekatan pengembangan pertanian berkelanjutan . ustainable agricultur. , pemanfaatan sumber daya lokal . ocal wisdo. , pemberdayaan masyarakat . ommunity engagemen. dan berorientasi pasar . o to marke. Petunjuk Teknis . Menurut Tama dan Priyanti . Pekarangan Pangan Lestari (P2L) adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibiltas, dan pemanfaatan, serta pendapatan. Pekarangan adalah lahan yang ada di sekitar rumah/bangunan tempat tinggal/fasilitas publik dengan batas kepemilikan yang Pemanfaatan lahan pekarangan secara sungguh-sungguh yang dimana dapat menjamin persediaan suatu pangan dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas dari pangan Dari segi kesehatan keamanan dan kelayakan konsumsi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan rumah tangga. Pada kegiatan ini dapat bersifat sampingan dari pekerjaan lainnya yang mana untuk mengisi waktu luang. Pada kegiatan program pekarangan pangan lestari ini ketika dikelola dengan baik dan benar yang dimana dapat memberikan dampak yang postif serta memberikan nilai tambah kecukupan gizi dan sangat besar peluangnya untuk meningkatkan penghasilan rumah tangga. Pada kegiatan program pekarangan pangan lestari ini ketika dikelola dengan baik dan benar yang dimana dapat Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Tingkat Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2. Di Kota Palembang Arie Fajarsari. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh memberikan dampak yang positif serta memberikan nilai tambah berupa kecukupan gizi dan sangat besar peluangnya untuk meningkatkan penghasilan rumah tangga. Program ini bertujuan untuk dapat memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar rumah untuk menambah penghasilan keluarga, kemudian selain itu produk pertanian yang dihasilkan merupakan produk pertanian organik yang dapat menambah kelestarian lingkungan dan memperindah lingkungan sekitar rumah sekaligus dapat dijadikan sebagai pendukung program ketahanan pangan nasional. Pada pola pertanian dengan memakai model pekarangan pangan lestari dimana merupakan salah satu model pertanian yang memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk dijadikan lahan pertanian guna mewujudkan rumah tangga yang sehat aman dan mandiri akan pangannya. Konsep pengembangan pekarangan pangan lestari ini pada setiap pekarangan rumah ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura, jenis dari tanaman hortikultura tersebut berupa sayuran dan berbagai jenis buah-buahan yang dikonsumsi oleh masyarakat. Adapun fungsi lain dari kegiatan program pekarangan pangan lestari ini adalah untuk menambah nilai keindahan dari lingkungan atau pekarangan tempat tinggalnya. Program pekarangan pangan lestari ini mempunyai prinsip dasar yaitu pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan yang dirancang untuk pemenuhan pangan yang berbasis sumberdaya lokal yang berkelanjutan atau jangka panjang serta untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat yang berujung dan berakhir pada meningkatknya kesejahteraan rumah tangga (BKP Kementerian Pertanian. Pola pertanian yang memanfaatkan pekarangan ini adalah salah satu alternatif bagi masyarakat yang tidak mempunyai lahan pertanian maka dari itu dibentuknya program pekarangan pangan lestari ini untuk menopang perekonomian masyarakat agar meminimalisir pengeluaran pada rumah tangga. Dampak positif lainnya menambah keindahan disetiap rumah terlihat hijau dengan berbagai tanaman sayuran dan buahan. Program ini tidak membutuhkan ruang yang banyak atau hanya perlu ruang yang sangat minim untuk dapat mengimplikasikan program P2L ini (Rahayu. M dkk. Ketahanan pangan akan terwujud apabila terpenuhinya dua aspek pendukung yakni ketersediaan dan tersediannya pangan yang cukup serta merata bagi masyarakat yang dimana masyarakat memiliki akses fisik dan akses ekonomi terhadap pangan guna memenuhi gizi masyarakat agar tetap dapat menjalankan kehidupan sehat sebagaimana manusia pada umumnya dan menjalankan kehidupan yang norma setiap harinya. Ketahanan pangan ditingkat rumah tangga dapat dijadikan sebuah landasan kepada masyarakat luas kemudian dapat dijadikan pilar bagi ketahanan pangan daerah dan ketahanan pangan nasional. Berdasarkan pada penjelasan tersebut maka dapat dijadikan salah satu prioritas utama dalam pembangunan ketahanan pangan yakni pemberdayaan masyarakat agar masyarakat tersebut dapat menanggulangi masalah panganya secara mandiri dan dapat mewujudkan ketahanan pangan dalam rumah tangga dan keluarganya secara Pada konsep pangan menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan yang berbunyi segala suatu hal yang berasal dari hayati dan air baik dari yang diolah ataupun yang tidak diolah yang di peruntukkan untuk dijadikan sebagai bahan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh manusia. (Situasi and Masyarakat, 2. Program P2L merupakan Upaya Pemerintah bersama dengan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga (Sholehah. Irawati and Sueb, 2. Program KRPL atau P2L diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan, hal ini karena program memberdayakan dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekeliling masyarakat (Atmadja dkk. , 2. Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Tingkat Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2. Di Kota Palembang Arie Fajarsari. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh Di kota palembang kelompok penerima manfaat P2L ada 8 . seperti tertera pada tabel dibawah ini. Dimana kelompok penerima manfaat adalah kelompok wanita tani dan ada juga yang pondok pesantren. Tabel 1. Nama Kelompok Penumbuhan Reguler P2L Kota di Provinsi Sumatera Selatan KAB/KOTA LAHAT MUARA ENIM OKI OKI PALEMBANG BANYUASIN Jumlah DESA/ KELURAHAN Gumay Talang Ngalam Baru Lahat Selatan Tanjung Payang Lahat Kota Baru Suka Merindu Suka Raja Semende Darat Pulau Panggung Laut Semende Darat Tanjung Raya Tengah Semende Darat Seri Tanjung Tengah Semende Darat Tenam Bungkuk Tengah Sungai Rotan Sukajadi Rambang Niru Air Limau Gelumbang Putak Ujan Mas Ujan Mas Ulu Lempuing Jaya Lubuk seberuk Lempuing Jaya Sukamaju Lempuing Tugu Jaya Lempuing Tugu Mulyo Lempuing Cahya Maju Pedamaran Menang Raya KECAMATAN Tanjung Lubuk Tanjung Lubuk Kayuagung Kedaton Gandus Sako Kemuning Sukarami Plaju Gandus Alang-Alang Lebar Sukarame Banyuasin i Banyuasin i Banyuasin i Banyuasin i Banyuasin i Banyuasin i Makarti Jaya Karang Jaya Sako Baru 20 Ilir D II Talang Jambe Plaju Ulu 26 Ilir Talang Kelapa Talang Betutu Pelajau Ilir Pelaling Pangkalan Balai Tanjung Kepayang Kayu Ara Kuning Langkan Tirta Kencana Nama Kelompok Perintis E Nusa Indah Mawar Putih Teratai KWT Sebimbingan KWT Mandiri KWT Mawar KWT Muda Sepakat KWT Flamboyan KWT Berkah Mulia KWT Tanjung Merpati Tani Ujanmas KWT Melati Kaca Piring I Cempaka Jaya Mekar Sari Lembur Kuning Pondok Pesantren AlMumtazaah Pondok Pesantren Modern Ar-Rahman Pondok Pesantren Sabilillah Mutmainah Berkah Asri Raya Mekar Sari Assalam Muawanah Cempaka Bersatu Sejahtera Ponpes KI Marogan KWT maju Bersama Melati Putih Jagung Manis Tani Subur Sejahtera Mawar Mekar Sari 35 kelompok Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Tingkat Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2. Di Kota Palembang Arie Fajarsari. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh Latar belakang yang disajikan di atas menjadi landasan penulis dalam menyusun pemikiran dan konsep untuk penelitian dengan judul Au Analisis Tingkat dan Faktor Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Palembang Terhadap Penyediaan Pangan dan Pengeluaran Pangan Rumah Tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas keberhasilan dari Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Palembang. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey dengan pendekatan kualitatif dengan pertimbangan bahwa dalam penelitian ini peneliti berharap dapat melihat gambaran yang diteliti. Menurut Moleong . menyebutkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll, secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Peneliti juga menganggap metode ini tepat untuk mendeskripsikan efektivitas dari Program Pekarangan Pangan Lestari terhadap penyediaan pangan dan pola pengeluaran rumah tangga peserta P2L di Kota Palembang. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Palembang. Pemilihan lokasi dilakukan dengan sengaja . dengan pertimbangan bahwa di lokasi tersebut sebagian masyarakatnya melakukan kegiatan program Pekarangan Pangan Lestari yang mendapatkan alokasi anggaran. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner . ertanyaan tertuli. dan wawancara . ertanyaan lisa. sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas atau instansi yang berkaitan dengan penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, menurut Sugiyono . survey adalah metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan data yang terjadi pada masa lampau atau saat ini, tentang keyakinan, pendapat, karakteristik, perilaku hubungan variabel dan untuk menguji beberapa hipotesis tentang variabel sosialogi dan psikologis dari sampel yang diambil dari populasi tertentu, teknik pengumpulan data dengan pengamatan . awancara atau kuesione. yang tidak mendalam, dan hasil penelitian cendrung untuk di Sementara metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden dari 196 anggota populasi. Untuk menjawab tujuan masalah mengenai efektivitas dilakukan berdasarkan indikator efektivitas. Menurut Budiani . , ukuran efektivitas dilihat dari : ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program yang diukur dengan berpedoman pada skala nilai menurut Peraturan Kementerian Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, dengan rumus : yaeyayaya yaCyaoyayaoyayaoya Efektivitas = yaeyayaya yaUyaoyayayayayaya ya 100% Nilai skor capaian sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program didapat dengan memberikan responden beberapa pertanyaan kemudian diminta memberikan jawaban atau tanggapan berupa angka yang terdiri dari tiga tingkatan. Nilai target potensial sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program adalah nilai maksimal dari jawaban atau tanggapan responden atas pertanyaan yang diberikan yang kemudian dikali 100%. Semakin tinggi nilai persentase efektivitas peserta semakin efektif kegiatan pelaksanaan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dilakukan. Efektivitas pelaksanaan program selanjutnya dikategorisasi untuk menilai kinerja Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Tingkat Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2. Di Kota Palembang Arie Fajarsari. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh pelaksanaan Program P2L. Kategorisasi tersebut disusun berdasarkan nilai efektivitas menurut Mardiharini, . sebagaimana ditampilkan pada Tabel 2. Tabel 2. Kategori Ukuran Nilai Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Palembang Nilai Efektivitas Kategori > 80% . Ae . % . ,01-. % < 40 % Sangat Efektif Efektif Kurang Efektif Tidak Efektif HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Efektifitas Keberhasilan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Palembang Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dalam mencapai tujuan yang ditetapkan sebagaimana yang diungkapkan oleh Bungkaes . yang menyatakan bahwa efektivitas adalah hubungan antara output dan tujuan. Dalam artian, efektivitas merupakan ukuran seberapa jauh tingkat output, kebijakan, prosedur dari organisasi mencapai tujuan yang ditetapkan. Riset efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dalam penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) berdasarkan indikator efektivitas menurut Budiani . serta menganalisis kekuatan dan kelemahan dari pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) disana. Dalam variabel penelitian kali ini, peneliti menggunakan satu variabel tunggal, yaitu variabel efektivitas program. Adapun untuk mengukur efektivitas program peneliti menggunakan empat indikator sesuai dengan indikator efektivitas. Menurut Budiani . , efektivitas yaitu ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Tingkat efektifitas keberhasilan dari Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Palembang memiliki nilai sebesar 90,05% atau berada pada kategori sangat efektif. Pemaparan dari hasil penelitian mengenai Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Palembang sebagai berikut. Tabel 3. Nilai Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Palembang No Aspek Persentase (%) Kategori Ketepatan Sasaran 75,43 Efektif Pencapaian Tujuan Program 94,23 Sangat Efektif Pemantauan Program 96,15 Sangat Efektif Sosialisasi Program 94,39 Sangat Efektif Rata-rata 90,05 Sangat Efektif Sumber : Hasil olahan data primer Keefektifan program P2L dari Aspek Ketepatan Sasaran Berdasarkan hasil jawaban responden menunjukkan bahwa item pernyatan ini memperoleh nilai 75,43% atau kategori efektif. Hal tersebut menandakan penilaian responden melalui kuisioner yang telah disebarkan ketika peneliti melakukan penggalian data di lapangan, responden menganggap sasaran yang tepat untuk Program Pekarangan Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Tingkat Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2. Di Kota Palembang Arie Fajarsari. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh Pangan Lestari (P2L) yaitu kelompok yang memiliki jumlah anggota kelompok minimal 30 orang, memiliki kelembagaan yang sah dan struktur organisasi atau kepengurusan yang disahkan kepala kampung/lurah/pejabat yang berwenang dan belum pernah mendapatkan kegiatan KRPL dari dana APBN. Keefektifan program P2L dari Aspek Pencapaian Tujuan Program Indikator aspek pencapaian tujuan program terdiri dari beberapa item pernyataan dimana berdasarkan hasil perhitungan tiap item pernyataan diperoleh 4 item pernyataan berada pada interval nilai dengan kriteria efektif yaitu 94,23%. Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sangat efektif untuk kelompok masyarakat meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan pekarangan untuk rumah tangga. Selain itu juga. Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sangat efektif untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar. Dengan adanya Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sehingga masyarakat mampu meningkatkan pemanfaatan pekarangan untuk menghemat pengeluaran biaya pangan berupa sayuran. Keefektifan program P2L dari Aspek Pemantauan Program Pemantauan program merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan Berdasarkan akumulasi hasil perhitungan indikator pemantauan program didapatkan nilai 96,15 yang menunjukkan bahwa pemantauan program P2L di Kota Palembang sangat efektif. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh item pernyataan memperoleh persentase yang tinggi yaitu pemantauan oleh pendamping. Hal ini menunjukkan adanya keberlanjutan dari kegiatan pemantauan yang terutama dilakukan oleh pihak pendamping. Pemantauan tidak hanya dilaksanakan pada awal pelaksanaan program melainkan pada setiap saat sesuai dengan yang telah ditetapkan agar program yang sederhana ini benar-benar dilaksanakan secara berkelanjutan oleh anggota dan bahkan bisa mengembangkan kegiatan pemanfaatan di pekarangannya atau tidak terbatas pada tanaman Pendampingan dinilai sangat efektif dari segi teknis, administrasi, dan penyusunan Keefektifan program P2L dari Aspek Sosialisasi Program Akumulasi perhitungan indikator sosialisasi program menunjukkan sosialisasi program memperoleh nilai 94,39% dengan kriteria sangat efektif. Efektifnya indikator sosialisasi program disebabkan oleh pahamnya sebagian besar anggota terhadap materi sosialisasi yang telah disampaikan. Hal ini penting memerlukan pemahaman karena sosialisasi merupakan bekal awal dari anggota untuk mengimplementasikan pemanfaatan pekarangan di rumah masing-masing. Selain itu, didukung pula oleh metode dan media sosialisasi yang efektif, berupa media brosur, metode ceramah, dan metode Sekolah Lapangan. Efektifnya media dan metode ternyata dibarengi dengan pahamnya pendamping terkait materi sosialisasi yang disampaikan kepada anggota sehingga tidak mengherankan jika indikator sosialisasi program memperoleh kriteria sangat fektif dari persepsi para Materi sosialisasi yang disampaikan terdiri dari sarana pembibitan dengan luas minimal 20 m2 . Rata-rata responden memiliki luas lahan sebesar 23m2 . Memiliki demplot rata-rata seluas 356 m2 . Sayuran yang ditanam bernilai ekonomi seperti timun, kangkung, cabe, terong, sawi pagoda, caisim, pokcoy, selada, kangkung. Penanganan pascapanen sayuran untuk siap di pasarkan dilakukan dengan cara diikat dengan tali dan dimasukkan ke SIMPULAN DAN SARAN Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Tingkat Efektivitas Program Pekarangan Pangan Lestari (P2. Di Kota Palembang Arie Fajarsari. Yudhi Zuriah Wirya Purba. Wardi Saleh Simpulan Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat efektifitas keberhasilan dari Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Palembang diukur dari aspek: Ketepatan sasaran, pencapaian tujuan program, pemantauan program, sosialisasi Efektivitas Program Perkarangan Pangan Lestari dicapai dengan nilai sebesar 90,05% artinya berada pada kategori sangat efektif. Saran Bagi pemerintah terus menjadi pertimbangan khusus agar program Perkarangan Pangan Lestari terus dilakukan dengan konsisten, sehingga kebutuhan-kebutuhan yang menjadi penunjang pelaksanaan program, dapat terpenuhi dan capaian program terlaksana dengan baik. DAFTAR PUSTAKA