JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 51-. Diterima: Oktober 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 SOSIALISASI MITIGASI BENCANA BANJIR PADA MASYARAKAT RT 23 KELURAHAN BAGAN PETE Socialization of Flood Disaster Mitigation in The Community of RT 23 Bagan Pete District Ahmad Baidawi1*. Ratna Dewi2. Nasuhaidi3 Jurusan Ilmu Pemerintahan. Universitas Jambi * Penulis Korespodensi : ahmad. baidawi@unja. Fakultas Hukumi. Universitas Jambi Prodi Ilmu Politik. Universitas Jambi 1,2,3 Jl. Jambi-Muara Bulian No. KM. Mendalo Darat. Kec. Jambi Luar Kota. Kabupaten Muaro Jambi. Jambi ABSTRAK . pt Bol. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman melalui sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat kelurahan bagan pete tentang mitigasi bencana alam khususnya bncana banjir. Untuk target sasaran dari pengabdian ini adalah dapat mewujudkan masyarakat mitra lebih berdaya dalam mengatasi segala bencana khususnya bencana banjir sebagai bentuk mitigasi bencana mengurangi resiko yang akan terjadi yang lebih luas. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah sosialisasi, pelatihan dan simulasi. Dalam metode sosialisasi, pelatahian dan simulasi dilaksanakan dengan beberapa metode yang seperti metode ceramah, tanya jawab dan diskusi. Harapan akhir dari hasil pengabdian ini yaitu Pertama, masyarakat bisa lebih sadar dan tanggap akan bencana. Kedua. Para peserta dapat memahami strategi dan mitigasi bencana ketika terjadi dan Ketiga. Dapat terbentuk tim evakuasi mandiri, bantuan alat evakuasi sederhana, dan memediasi agar ada perhatian dari pemerintah kedepannya. Kata Kunci: Mitigasi Bencana. Tangguh Bencana. Evakuasi. Banjir ABSTRACT . pt Bol. The aim of this service is to provide understanding through socialization and training to the people of Bagan Pete sub-district about mitigating natural disasters, especially flood disasters. The target of this service is to be able to make partner communities more empowered in overcoming all disasters, especially floods, as a form of disaster mitigation to reduce wider risks that will occur. The methods used in this service are socialization, training and simulation. In the socialization method, training and simulation are carried out using several methods such as lecture, question and answer and discussion The final hope of the results of this service is that First, the community can be more aware and responsive to disasters. Second, the participants can understand disaster strategies and mitigation when they occur and Third, an independent evacuation team can be formed, help with simple evacuation tools, and mediate so that there is attention from government in the future. Keywords: Disaster Mitigation. Disaster Resilience. Evacuation. Floods . PENDAHULUAN Mitigasi bencana adalah suatu upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan dan Penanggulangan Bencan. Mitigasi didefinisikan sebagai upaya yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari bencana. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. (UU No 24 Tahun 2007. Bab I Ketentuan Umum. Pasal 1 angka . (PP No 21 Tahun 2008. Bab I Ketentuan Umum. Pasal 1 angka . Sedangkan kebijakan untuk penyelenggaraan penanggulangan Ahmad Baidawi et al. Sosialisasi Mitigasi Bencana Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 51-. Diterima: Oktober 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 bencana di daerah yang diatur dalam Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yaitu dalam pasal 12 ayat . huruf AeA menyatakan bahwa penanggulangan bencana masuk dalam rumpun urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar yaitu pada rumpun urusan pemerintahan bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan Undang-Undang No. 24 tahun 2007 merupakan peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, antara lain banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, kekeringan, dan angin topan (Pemerintah Republik Indonesia, 2. Dari sekian banyak bencana alam di Indonesia, longsor dan banjiradalah bencana yang sering terjadi. awal tahun 2021, data menunjukkan bahwa longsor dan banjir merupakan dua bencana alam paling sering terjadi di Indonesia. Longsor terjadi akibat beberapa faktor seperti lereng curam, alih fungsi lahan, dan curah hujan tinggi (Kosasih. Fitri, & Rendra, 2020. Naryanto. Soewandita. Ganesha. Prawiradisastra, & Kristijono. Rifai et al. , 2. Banjir secara umum terjadi di daerah landai hingga datar yang dipercepat dengan adanya alih fungsi lahan secara masif (Budiarti. Gravitiani, & Mujiyo, 2018. Qodriyatun, 2020. Rendra & Sukiyah, 2. Banjir terjadi hampir setiap tahun di sebagian besar wilayah di Indonesia, bahkan pada beberapa wilayah yang tadinya bukan kawasan rawan banjir akhirnya mengalami banjir (Qodriyatun. Dalam konteks bencana, dikenal dua macam yaitu . Bencana alam yang merupakan suatu serangkaian peristiwa bencana yang disebabkan oleh faktor alam, yaitu berupa gempa, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan tanah longsor, dll. Bencana sosial merupakan suatu bencana yang diakibatkan oleh manusia, seperti konflik sosial, penyakit masyarakat dan teror. Mitigasi bencana merupakan langkah yang sangat perlu dilakukan sebagai suatu titik tolak utama dari manajemen bencana. Ada empat hal penting dalam mitigasi bencana, yaitu: Tersedia informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap jenis bencana. Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, karena bermukim di daerah rawan bencana. Mengetahui dilakukan dan dihindari, serta mengetahui cara penyelamatan diri jika bencana timbul. Penataan kawasan rawan bencana ancaman bencana. Sementara, implementasi kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, termasuk pemenuhan Standar pelayanan minimal bidang penanggulangan bencana, yang mengatur mengenai ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap Warga Negara secara minimal. Penerapan Standar Pelayanan Minimal memastikan program dan anggaran daerah terpenuhinya hak konstitusional setiap Warga Negara. Terdapat tiga jenis pelayanan dasar dalam penanggulangan bencana yang wajib disediakan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota kepada Ahmad Baidawi et al. Sosialisasi Mitigasi Bencana Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 51-. Diterima: Oktober 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 setiap warga negara secara minimal, sebagai berikut: Pelayanan informasi rawan bencana. Pelayanan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Pelayanan untuk penyelamatan dan evakuasi korban bencana. Pertama, pelayanan informasi rawan bencana, yaitu pelayanan informasi tentang bagian wilayah kabupaten/kota rawan bencana secara terperinci berbasis kajian risiko bencana kepada warga negara yang berada di kawasan rawan bencana dan yang berpotensi terpapar bencana. Salah satu layanan yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi, komunikasi, informasi dan edukasi rawan bencana yaitu untuk lebih memahami berbagai ancaman bencana yang ada di wilayahnya, bagaimana cara mengurangi ancaman . dan kerentanan . yang dimiliki, serta meningkatkan kemampuan . ancaman/dampak Kedua, pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana, yaitu serangkaian kegiatan pra bencana melalui pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan warga negara dalam menghadapi bencana. Salah satu layanan yang dilakukan adalah pelaksanaan gladi kesiapsiagaan bencana bagi warga negara dalam bentuk simulasi dan gladi lapang sesuai dengan Rencana Penanggulangan Bencana dan Rencana Kontinjensi yang Ketiga, penyelamatan dan evakuasi korban bencana, yaitu serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian menyelamatkan korban bencana. Salah satu layanan yang dilakukan adalah memberikan layanan pencarian, pertolongan dan evakuasi korban bencana. Kelurahan Bagan Pete merupakan salah satu kawasan di kota jambi yang hari ini semakin berkembang yang berdampak terhadap meningkatnya alih fungsi lahan. Sebagai contoh misalnya, munculnya beberapa kawasan pemukiman seperti kos-kosan. Hal tersebut menyebabkan kepadatan penduduk yang semakin tinggi. Baik letak daerah secara geologi maupun alih fungsi lahan dapat menjadi penyebab akan terjadinya bencana longsor dan banjir di kelurahan bagan pete. Oleh karena itu, permasalahan bencana dan mitigasi bencana penting untuk diangkat dan dijadikan bahan edukasi untuk masyarakat, khususnya bagi masyarakat kelurahan bagan pete Rt 23. Kombinasi antara faktor alam dan tatakelola pemerintahan yang kurang akuntabel dalam penanganan banjir yang terjadi di wilayah kerualahan bagan pete ditambah dengan kurangnya perhatian dari Hal ini menjadi kekhawatiran masyarakat setempat, apalagi saat ini curah hujan sangat tinggi dan kuantitas air terus meningkat dan kemungkinan terjadinya banjir lebih sering dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Sedangkan pembangunan perumahan di sekitar kawasan masih terus menambah debit air dan mengurangi kawasan serapan air, serta padatnya perumahan baru menambah kecemasan Harapan dari masyarakat adanya bentuk perhatian dari pemerintah dalam menyiapkan kebijakan nyata dan solutif yang harus segera dicari penangananya. Pengabdian yang ingin tim lakukan melihat persoalan publik diatas, mengantisipasi ketika peran pemerintah setempat sangat minim, maka masyarakat setempat harus bisa memitigasi lingkungan, kelompok dan Ahmad Baidawi et al. Sosialisasi Mitigasi Bencana Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 51-. Diterima: Oktober 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 dirinya sendiri, sebab bencana banjir ini tidak bisa di hindari. Maka masyarakat harus diberikan edukasi hal apa yang harus di lakukan dalam keterbatasan, dan tim akan mencoba hadir di tengah masalah publik tersebut. Berdasarkan pengamatan dan hasil diskusi tim pengabdian bersama mitra, permasalahan yang sedang dihadapi mitra khususnya dalam bidang TIK: Pertama. Rendahnya Kelurahan Bagan Pete terkait mitigasi bencana Kedua. Masih banyak masyarakat yang belum faham cara melakukan evakuasi terhadap bencana banjir. Ketiga. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap bencana banjir yang terjadi di kawasan kelurahan bagan pete. Dari sekian banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh desa mitra terhadap mitigasu bencana sehingga kami dari tim pengabdian bersama stake holder mitra mendiskusikan dan menetapka sebuah persoalan yang prioritas dan spesifik untuk segera diselesaikan yaitu persoalan kurangnya perhatian dari pemerintah dan banyaknya masyrakat yang belum faham bagaimana cara menghadapi bencana alam dengan sebuah kesiapan yang baik maka tim pengabdian berinisiatif memberikan masyarakat setempat bisa mengurangi dampak dan akbiat buruk dari musibah banjir tersebut. METODE Ada beberapa metode yang akan digunakan oleh tim pengabdian dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan yaitu metode ceramah dan diskusi. Pertama. Metode Ceramah yaitu Metode dengan cara memberikan materi pengetahuan dan pemahaman terhadap mitigasi bencana pada masyarakat kelurahan bagan pete. Kedua. Metode Diskusi yaitu suatu metode untuk melatih peserta dalam menyampaikan pertanyaan, ide-ide, pokok-pokok pikiran yang berkaitan dengan permasalahan yang ditemui oleh masyarakat terkait mitigasi bencana pada masyarakat kelurahan bagan Sedangkan Tahapan dalam Sosialisasi ini adalah: Pertama. Tahap perencanaan dilakukan dengan menyusun berbagai hal yang akan disiapkan untuk pelaksanaan kegiatan seperti rencana lokasi, materi, jadwal kegiatan dan narasumber. Kedua. Pada tahap pendekatan dilakukan kegiatan berupa kunjungan kelokasi pengabdian sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian. Adapun Tahap ini bertujuan untuk menjalin kerjasama yang baik sehingga dalam proses pelaksanaan sosialiasis pengabdian ini bisa berjalan lancar. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Pra Kegiatan Pada tahap pra-kegiatan atau tahap persiapan, panitia pelaksana kegiatan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UNJA melakukan koordinasi terpadu untuk membuat rencana dan alur kegiatan sosialisasi secara sistematis. Studi literatur dan survei pra kegiatan juga dilakukan sebagai bagian dalam penyusunan rencana Sasaran kegiatan sosialisasi yang akan dilaksanakan adalah masyarakat Pada tahap pra kegiatan ini juga dilakukan untuk menggali permaslaahanpermasalahan masyarakat serta berdiskusi mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. Tahap Kegiatan Pelaksanaan kepada masyarakat yang dilakukan di lingkungan masyarakat bagan pete dalam Ahmad Baidawi et al. Sosialisasi Mitigasi Bencana Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 51-. Diterima: Oktober 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 menanggulangi masalah bencana banjir, menjadikan masyarakat dapat mengetahui secara kompleks atau luas dalam mencegahnya atau menanggulangi bencana Hasilnya yaitu berupa kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana. Sebagai sasaran adalah masyarakat bagan peter rt 23 sejumlah 20 orang yang tinggal di Perumahan permata asri 2. Bagan Pete. Alam Barajo. Kota Jambi. Pada dasarnya kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan sesuai dengan yang direncanakan. Tidak terdapat kendala yang serius mengingat kegiatan dilakukan dengan persiapan yang matang mulai dari perizinan, penetapan waktu, persiapan hingga pelaksanaannya. Para peserta sosialisasi sangat antusias dalam memperhatikan penyampaian materi dan bertanya saat mereka tidak mengerti. Setelah dilakukan sosialisasi, para peserta diminta untuk mengisi kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan materi. Gambar 1: Photo Lokasi Pengabdian Gambar 1: Photo Kegiatan Pengabdian Tahap Pasca Kegiatan Pada tahap pasca kegiatan, panitia pelaksana yang terdiri dari para Dosen dan mahasiswa melakukan evaluasi kegiatan sosialisasi secara menyeluruh dengan didampingi oleh mitra pengabdian. Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan berbagai tanggapan dan masukan dari masyarakat selama kegiatan sosialisasi berlangsung. Selain itu, evaluasi juga dilakukan untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan sosialisasi di masa mendatang sehingga output kegiatan berupa peningkatan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana akan semakin baik. Komitmen Bersama Mitigasi dilakukan oleh masyarakat sekitar sebagai korban rutinitas dari peristiwa banjir tersebut, dalam menghadapi situasi yang rentan akan peristiwa banjir diantaranya meninggikan tempat tinggal, menanam jenis tanaman yang sesuai dengan cuaca, tidak mengagendakan kegiatan besar di musim hujan, dan lain sebagainya. Akan tetapi upaya mandiri tersebut tentu tidak menjawab permasalahan sampai tuntas. Sehingga menyelesaikan ini komitmen bersama dari semua steakholders khususnya masyarakat Dalam membangun komitmen diawali menyelesaikan banjir bukan hanya mitigasi mandiri tetapi sepakat bahwa masalah tersebut harus di cari jalan keluarnya. Langkah tersebut masyarakat di mediasi dalam membuat group whatsApp sebagai mediasi terkait info- info banjir, termasuk memanfaatkan group yasinan RT. Branding Masalah Ahmad Baidawi et al. Sosialisasi Mitigasi Bencana Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 51-. Diterima: Oktober 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 Agar fenomena banjir tersebut dilirik dan mendapat perhatian lebih dari Masyarakat diharapkan bisa intens menyuarakan dan menyebar informasi terkait banjir. Baik melalui sosial media, forum-forum ilmiah, karya ilmiah, menyuarakan dalam bentuk opini, dan lain sebagainya. Jika diawal sudah terbangun komitmen bersama maka akan lebih muda langkah branding masalah. Konsistensi untuk terus mefollow up masalah yang sama menjadikan pencapaian tujuan dalam penyelesaian masalah banjir akan terealisasi. Walaupun disadari memang tidak akan selesai dalam waktu yang singkat, setidaknya ada harapan agar masalah bisa selesai. PENUTUP Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PPM) ini diikuti dengan antusias oleh peserta, yang terlihat dari tingkat kehadiran dan hasil evaluasi pencapaian selama kegiatan, bahkan tidak terlihat adanya kesulitan yang serius dari peserta dalam memahami materi yang disampaikan oleh Adanya persiapan yang baik oleh tim pengabdian serta dukungan dari seluruh stakeholder, kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan memperoleh berbagai capaian yang telah direncanakan, seperti bertambahnya pemahaman dan kesadaran peserta terhadap pentingnya mtigasi bencana alam. Oleh karena itu, secara umum kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesadaran masyarakat rt 23 kelurahan bagan pete terhadap mitigasi bencana alam. Adapun solusi yang tim tawarkan ada lima langkah, yaitu Pertama. Membangun komitmen bersama dimana tim memediasi warga agar memiliki tujuan dan pandangan yang seragam dalam upaya penanganan banjir Kedua. Branding masalah tujuan agar isu banjir tersebut dapat di informasikan ke semua steakholders terutama pemerintah daerah setempat. Ketiga. Memanfaatkan social media sebagai alat yang efektif untuk membranding isu tersebut. Keempat. Upaya massif dan pasif terhadap pemerintah daerah dengan berbagi bentuk komunikasi yang terus di follow up agar kebijakan yang di hasilkan betul-betul menjawab keresahan masyarakat terdampak tersebut. DAFTAR RUJUKAN Aminudin . Mitigasi Kesiapsiagaan Bencana Alam. Bandung: Angkasa. Anonim. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 nomor 66 : Jakarta. Asdak. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Astuti dan Sudaryono . AoPeran Sekolah dalam Pembelajaran Mitigasi BencanaAo. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 1. , pp. 30Ae Septian R. Risiko Bencana Indonesia (Disasters Risk of Indonesi. International Journal of Disaster Risk Science. Coburn. Spence. , & Pomonis. MITIGASI BENCANA. Jakarta: Program Pelatihan Manajemen Bencana. Hendarsah. Haruman. Penilaian Kerentanan dan Kapasitas Masyarakat dalam Menghadapi Bahaya Banjir Lahar Di Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Menggunakan Metode SIG Ahmad Baidawi et al. Sosialisasi Mitigasi Bencana Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 51-. Diterima: Oktober 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 Partisipatif. Tesis Magister Yogyakarta : Fak. Geografi UGM. Putri. Kapasitas Pemerintah Provinsi Jambi Dalam Menghadapi Bencana Banjir dan Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan. Jurnal Kependudukan Indonesia LIPI. Rahayu. Sri. Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kosasih. Fitri. , & Rendra. Penyusunan Basis Data Potensi Sumberdaya Alam dan Rawan Bencana. Media Karya Kesehatan, 3. , 134Ae149. Oktapian. Suryana, & Setiawan. Mitigasi bencana banjir yang dilakukan oleh masyarakat di desa bojong kecamatan majalaya kabupaten Geoarea, 1. ,54Ae6. Ahmad Baidawi et al. Sosialisasi Mitigasi Bencana Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb