PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2024. Hal. e-ISSN: 2964-4089 p-ISSN: 2964-4062 STRATEGIES FOR ACTING PRESCHOOL TEACHERS IN PREPARING THE PAUD TRANSITION TO PRIMARY SCHOOL LEVEL THROUGH LITERACY MOVEMENT Umi Masturoh1. Siti Mahmudah Noorhayati2. Novita Widyaningrum3. Fitrianti Wulandari4 1,3,4 Institut Al Azhar Menganti Gresik. Indonesia Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor. Indonesia mail: umi@istaz. (Diajukan: 31 Mei 2024. Direvisi: 10 Juni 2024. Diterima: 12 Juni 2. ABSTRAK Budaya literasi sangat penting untuk digerakkan secara bersama guna meningkatkan mutu kualitas pendidikan anak usia dini di satuan pendidikan PAUD. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan baca, tulis, dan hitung (CALISTUNG) anak, tetapi mencakup seluruh kemampuan yang ada dalam diri anak itu sendiri, kemampuan tersebut perlu untuk dikembangkan sedini mungkin sebagai literasi yang menjadi fondasi kemampuan anak pada usia atau menyiapkan pada jenjang selanjutnya. Pengabdian tentang strategi pendampingan guru PAUD dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi wilayah Gresik Selatan . ang mencakup 4 Kecamatan yakni Kecamatan Kedamean. Menganti. Driyorejo dan Wringinano. menggunakan strategi ABCD (Asset Based Community Developmen. yang nyata di satuan pendidikan. Mengembangkan literasi bukan berarti anak secara intens dan penuh kedisiplinan namun untuk menyimpulkan pada hasil utama yakni . analisis keunggulan layanan pendampingan guru PAUD dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi, . analisis strategi pendampingan guru PAUD dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi, . analisis harapan program layanan pendampingan guru PAUD dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi. Kata kunci : pra literasi, anak usia dini, satuan pendidikan ABSTRACT Literacy culture is very important to be driven together to improve the quality of early childhood education in educational units. Literacy is not only related to children's reading, writing and arithmetic . abilities, but includes all the abilities within the child himself, these abilities need to be developed as early as possible as literacy is the foundation of children's abilities at a later age. Devotion regarding strategies for assisting PAUD teachers in preparing the transition period for PAUD to SD/MI level through the literacy movement in the South Gresik region using the ABCD (Asset Based Community Developmen. strategy which is real in educational units. Developing literacy does not mean children are intense and full of discipline but to conclude in The main results are . analysis of the superiority of PAUD teacher assistance services in preparing the PAUD transition period to SD/MI level through the literacy movement, . analysis of PAUD teacher assistance strategies in preparing the PAUD transition period to SD/MI level through the literacy movement, . ) analysis of the expectations of the PAUD teacher mentoring service program in preparing the PAUD transition period to the SD/MI level through the literacy movement. Keywords: pre-literacy, early childhood, education unit. Strategies For Acting Preschool. Umi Masturoh et al | 95 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2024. Hal. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memperoleh perhatian yang sangat besar dari pemerintah Indonesia, karena peletak dasar perkembangan anak usia dini akan berpengaruh terhadap perkembangan anak selanjutnya pada jenjang lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 . tahun yang dilakukan melalui pemberian stimulasi rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Tujuan Pendidikan Nasional seperti yang tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 bahwasannya berkembangnya potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu. Tujuan pendidikan anak usia dini adalah membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yakni seorang anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki Pendidikan Dasar (SD/MI) serta mengarungi kehidupan di masa depannya kelak. Masa transisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) merupakan sebuah peristiwa yang terjadi pada diri seorang anak, di mana pada tahapan ini seorang anak dihadapkan dengan perubahan yang harus dilalui yakni harus mampu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, identitas sosial, jaringan sosial serta metode belajar mengajar yang sangat berbeda dengan apa yang dialami sebelumnya saat anak ada di Taman Kanak-kanak (TK). Dengan kata lain, masa transisi ini tidak hanya melibatkan seorang anak saja, namun juga berbagai pihak yakni lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Mempersiapkan seorang anak masuk jenjang SD/MI merupakan hal yang sangat penting, hal ini diperkuat oleh Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2018 yang menjelaskan Pasal 5 bahwa : usia 5 . tahun sampai dengan 6 . tahun untuk jenis pelayanan dasar pendidikan anak usia dii dan usia 7 . tahun sampai dengan 15 . ima bela. tahun untuk jenis pelayanan dasar pendidikan dasar. Merujuk pada peraturan pemerintah tersebut maka proses transisi anak dari rumah ke satuan PAUD dan transisi anak dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar menjadi sangat penting. Oleh sebab itu, orangtua dan Strategies For Acting Preschool. Umi Masturoh et al | 96 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2024. Hal. guru harus memandang pendidikan anak usia dini sebagai suatu proses yang berkesinambungan sehingga anak siap belajar di sekolah dasar. Berdasarkan Konsensus International (UNESCO), berkembangnya perkembangan otak pada anak usia dini itu terjadi pada periode sejak lahir hingga anak berusia 8 . tahun berada dalam 1 . fase yang sama dan mengalami perkembangan nilai agama dan moral, motorik, sosial emosional, kognitif, dan bahasa yang sangat pesat. Menurut Yus . 1:i. golden age, yaitu 80% kemampuan perkembangan dicapai pada usia lahir sampai enam tahun, sedangkan selebihnya 20% diperoleh setelah usia enam Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua (Samani, 2011:. Dengan demikian, perencanaan kegiatan yang ada di PAUD sangat penting agar segala kegiatan yang diberikan mengembangkan seluruh kemampuannya secara holistik dan berkualitas dengan memberikan pedagogi yang sesuai dengan tingkat usianya, yang kedepannya mampu mempersiapkan pada diri anak untuk siap mengembangkan keterampilan pondasi yang diperlukan di SD/MI. Data terbaru jumlah satuan lembaga PAUD se - Gresik Selatan diambil dari data referensi - Pusdatin Kemendikbud Ristek 2024 yakni sebanyak 504 satuan PAUD, yang tersebar pada 4 . kecamatan di wilayah Gresik Selatan yakni dari Kecamatan Menganti terdapat 197 lembaga satuan, dari Kecamatan Driyorejo terdapat 162 lembaga satuan, dari Kecamatan Kedamean terdapat 65 lembaga satuan, dan yang terakhir dari Kecamatan Wringinanom terdapat 80 lembaga satuan. Dalam mempersiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI ini diperlukan anak yang siap dan matang dalam segala aspek perkembangan, orangtua yang siap, dan sekolah yang siap. Namun realitanya anak-anak di satuan yang ada di wilayah Gresik Selatan yang melingkupi 4 . kecamatan yakni kecamatan Menganti. Driyorejo. Kedamean dan Wringinanom belum dipersiapkan dan mendapat dukungan yang memadai untuk mengalami masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI. Fenomena yang terjadi lainnya yakni konsep transisi ke sekolah lebih banyak ditekankan pada kemampuan dan keterampilan yang dikuasai seorang anak agar mampu memenuhi tuntutan akademis di sekolah. Selain itu, praktik di lapangan sering ditemukan perbedaan strategi pembelajaran dalam penyelenggaraan Pendidikan di satuan Pendidikan PAUD Ae SD/MI. Tuntutan Ketika Strategies For Acting Preschool. Umi Masturoh et al | 97 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2024. Hal. seorang anak diterima di SD/MI harus dapat membaca, menulis dan berhitung (CaLisTun. , memaksa praktik penyelenggara PAUD fokus pada penyiapan anak pada kemampuan itu. Akibatnya banyak ditemukan berbagai konsekuensi dalam pengenalan literasi dilakukan dengan cara drilling . emberian materi berulang-ulan. , yang kurang tepat dengan cara belajar anak usia dini. Agar berhasil tujuan utama mempersiapkan anak PAUD menuju jenjang Pendidikan dasar secara lebih baik, maka perlu menciptakan masa transisi yang baik, dengan menciptakan iklim lingkungan belajar yang selaras antara di satuan PAUD dan SD/MI, dengan penekanan pada kegiatan pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan benda konkrit dan memfasilitasi anak dengan pemakaian bahan dan alat permainan edukasi (APE) yang disesuaikan dengan kearifan lokal agar dapat mendukung dalam pengenalan METODE Metode penelitian pada pendampingan ini peneliti menggunakan strategi ABCD (Asset Based Community Developmen. Yang mana strategi ABCD bertujuan untuk menggali, mengenali, dan memanfaatkan potensi-potensi tersebut sebagai model utama pada kegiatan pendampingan persiapan masa transisi PAUD ke SD/MI melalui gerakan Yakni dengan memfokuskan pada tujuan utama yakni . Analisis keunggulan layanan pendampingan guru PAUD dalam menyiapkan masa transisi paud ke jenjang SD/MI, . Analisis strategi pendampingan guru PAUD dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi, . Analisis harapan program layanan pendampingan guru PAUD dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi untuk wilayah Gresik Selatan. Sasaran utama pada konteks pendampingan yang dilakukan ini sebagian besar adalah satuan PAUD dan SD/MI, guru, orang tua, dan anak. Selain itu yang paling penting adalah organisasi seperti Forum PAUD. POKJA PAUD. Bunda PAUD Kab. Gresik. Penilik PAUD dan Dikmas. Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD. HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Hasil dari penelitian pengabdian tersebut diperoleh kesimpulan bahwasannya pendampingan literasi sangatlah penting dilakukan sejak dini karena penguasaan literasi merupakan indikator penting untuk meningkatkan prestasi pada generasi muda untuk Strategies For Acting Preschool. Umi Masturoh et al | 98 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2024. Hal. mencapai kesuksesan di masa yang akan datang. Adapun strategi pendampingannya dengan cara: Analisis keunggulan layanan pendampingan guru PAUD dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi. Merujuk pada data di Pusdatin Kemendikbud Ristek 2024 bahwasannya satuan PAUD di wilayah Gresik Selatan yakni sebanyak 504 satuan PAUD yang tersebar pada 4 . kecamatan yakni Kecamatan Menganti. Kecamatan Driyorejo. Kecamatan Kedamean. Kecamatan Wringinanom. Selain pembelajaran pada PAUD dan SD/MI yang masih sangat kuat di masyarakat. Selama ini kemampuan yang dibangun pada anak di PAUD dan SD/MI kelas awal sangat berfokus pada membaca, menulis dan berhitung . dan dianggap sebagai satusatunya kunci keberhasilan belajar. Selain itu, kemampuan calistung dipahami sangat sempit, dianggap dapat dibangun secara instan, serta diterapkan sebagai salah satu syarat masuk SD/MI. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan paradigma pandangan guru, orangtua, masyarakat dan stakeholder bahwasannya transisi PAUD ke SD/MI harus dibangun dengan cara yang menyenangkan bagi anak. Program transisi PAUD ke SD/MI yang menyenangkan juga berusaha memupuk kemampuan fondasi anak secara menyeluruh dan berkelanjutan di PAUD dan SD/MI. setiap anak memiliki hak sama untuk dibina agar mendapatkan kemampuan pondasi yang holistik, bukan hanya berfokus pada perkembangan kognitif anak melainkan juga kematangan emosi, kemandirian, kemampuan berinteraksi, atau lain sebagainya. Kemampuan ini perlu untuk dibangun secara bertahap, efektif dan juga menyenangkan. Perubahan ini dapat dilakukan dengan alat bantu pembelajaran dari Kementerian yang dapat diakses melalui laman Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan . Analisis strategi pendampingan guru PAUD dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi Beberapa strategi pendampingan yang dilakukan dalam kegiatan ini antara lain tergambar tiga tahapan besar yakni : Program wajib satuan PAUD dan SD/MI adanya gerakan literasi Strategies For Acting Preschool. Umi Masturoh et al | 99 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2024. Hal. Ciptakan suasana yang kondusif, aman dan menyenangkan pada satuan Pendidikan, programkan gerakan literasi selama 15 menit rutin setiap hari agar anak-anak terbiasa dengan pola lifestyle tersebut Kemampuan Pondasi dalam Penguatan Pengantar Transisi PAUD Ae SD/MI Mengingat PAUD belum wajib belajar dan setiap anak berhak mendapat pembinaan kemampuan fondasi, maka kemampuan pondasi perlu dan dapat terus dibangun secara berkelanjutan hingga SD/MI kelas awal. Kemampuan fondasi ini dapat dibina menggunakan struktur kurikulum PAUD maupun SD/MI, sehingga secara sistemik menjadi bagian dari pembelajaran dan pembiasan di satuan PAUD maupun SD/MI. Menjadi percontohan dan menjadi pusat studi banding Pada tahap ini, satuan yang mampu memberikan program terbaiknya berhak mendapatkan sertifikat penghargaan yang dijadikan sebagai bahan penunjang, terlebih satuan akan menjadi sekolah percontohan dan pusat satuan Lembaga lain untuk melakukan study banding. Analisis harapan program layanan pendampingan guru paud dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi. Pada tahapan ini pendamping melakukan beberapa rincian program yang tergambar dibawah ini : SD/MI tidak melakukan tes calistung sebagai penerimaan peserta didik baru yang berasal dari satuan PAUD atau belum pernah mengikuti PAUD sama sekali (Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 dan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no. 1 Tahun 2. Satuan Pendidikan dapat memprogramkan kegiatan pembelajaran untuk periode dua minggu pertama, yakni perkenalan peserta didik . an orang tu. dan juga perkenalan sekolah dengan peserta didik baru melalui asesmen awal oleh guru (Peraturan Menteri No. 18 Tahun 2. Adanya proses pembelajaran yang PAUD SD/MI menyenangkan dan membangun kemampuan fondasi. SIMPULAN Strategies For Acting Preschool. Umi Masturoh et al | 100 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2024. Hal. Dalam proses strategi pendampingan guru AUD dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi wilayah gresik selatan diperlukan adanya analisis keunggulan layanan pendampingan guru AUD dalam menyiapkan masa transisi paud ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi yang menyenangkan juga berusaha memupuk kemampuan fondasi anak secara menyeluruh dan berkelanjutan di PAUD dan SD/MI yang merupakan faktor penting dalam menentukan jenjang selanjutnya. Selain itu. Analisis strategi pendampingan guru AUD dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi yang tergambar tiga tahapan besar yakni program wajib satuan PAUD dan SD/MI adanya gerakan literasi, kemampuan fondasi dalam penguatan pengantar transisi PAUD Ae SD/MI, dan menjadi percontohan dan menjadi pusat study banding. Dan yang terakhir adalah Analisis harapan program layanan pendampingan guru aud dalam menyiapkan masa transisi PAUD ke jenjang SD/MI melalui gerakan literasi melalui beberapa rincian program SD/MI tidak melakukan tes calistung sebagai penerimaan peserta didik baru yang berasal dari satuan PAUD atau belum pernah mengikuti PAUD sama sekali dan juga satuan Pendidikan dapat memprogramkan kegiatan pembelajaran untuk periode dua minggu pertama. UCAPAN TERIMAKASIH Keberhasilan pendampingan kegiatan ini Peneliti tidak lupa mengucapkan terimakasi kepada para stakeholder yang yang terlibat dalam pendampingan diantaranya adalah Forum PAUD. POKJA PAUD. Bunda PAUD Kabupaten dan Kecamatan. Penilik PAUD dan Dikmas. Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD, serta Pengelola/Kepsek PAUD wilayah Gresik Selatan. Tidal lupa kami mengucapan terimakasih disampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Institut Al Azhar Menganti Gresik yang telah memfasilitasi program Pengabdian kepada Masyarakat ini. Terima kasih disampaikan pula kepada satuan di Kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik dan mahasiswa peserta yang telah membantu saat melaksanakan kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA