SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 102-108 Maret 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Peningkatan Produktivitas Rumput Gajah (Pennisetum purpureu. dengan Pemberian Pupuk Urea Increasing the Productivity of Elephant Grass (Pennisetum purpureu. by Providing Urea Fertilizer Sutikno1. Boby Arya1 Mahasiswa Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak. Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Indonesia *Korespondensi: s u t i k n o9 6 @ g ma i l . c o m Abstrak Hijauan pakan ternak merupakan sumber pangan utama terutama bagi ternak ruminansia dan dibutuhkan secara terus menerus. Rumput gajah merupakan hijauan pakan ternak yang terbaik, namun produktivitasnya saat ini masih kurang optimal. Hal ini dikarenakan lahan yang digunakan merupakan lahan kering . sehingga lahan tersebut miskin unsur hara sehingga perlu dilakukan alternatif peningkatan produksi dengan cara penambahan unsur hara dengan pemupukan. Dengan pemberian pupuk diharapkan mampu meningkatkan produksi rumput gajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk urea terhadap produktivitas rumput gajah dan mengetahui taraf pemberian pupuk urea terhadap produktivitas rumput gajah (Pennisetum purpureu. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap RAL, yang terdiri atas empat perlakuan. Perlakuan tersebut adalah P0 : Tanpa pupuk . P1 : Takaran pupuk urea 100 kg ha-1. P2 : Takaran pupuk urea 150 kg ha-1, dan P3 : Takaran dosis pupuk 200 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk urea memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman rumput gajah saat tanaman berumur 15, 30, 45, dan 60 HST. Serta memberikan pengaruh nyata terhadap diameter batang, jumlah anakan, dan berat segar tanaman rumput gajah pada umur 30 HST. Penambahan urea dengan dosis 200 kg ha-1 dengan rincian berat segar tanaman 6,12 kg/rumpun dapat mempengaruhi produktivitas rumput gajah. Kata Kunci : Produktivitas, rumput gajah, pupuk urea Abstract Forage is the main food source, especially for ruminants, and is needed continuously. Elephant grass is the best forage for livestock, but productivity is currently less than optimal. This is because the land used is dry land . , so the land is poor in nutrients, so alternatives need to be made to increase production by adding nutrients with fertilization. By providing fertilizer, it is hoped that it will be able to increase elephant grass production. This research aims to determine the use of urea fertilizer in the productivity of elephant grass and to determine the level of urea application on the productivity of elephant grass (Pennisetum purpureu. This experimental study was carried out using a completely randomized RAL design, consisting of four treatments. The treatments are P0: No fertilizer . P1: Urea fertilizer level 100 kg ha-1. P2: Urea fertilizer level 150 kg ha-1, and P3: Fertilizer dose level 200 kg ha-1. The results of the research showed that urea fertilizer treatment had a real impact on elephant grass plant height when the plants were 15, 30, 45, and 60 HST. And has a real impact on stem diameter, number of tillers, and fresh weight of elephant grass plants at 30 HST. The addition of urea at a dose of 200 kg ha-1 with details of plant fresh weight of 6. 12 kg/clump can affect the productivity of elephant grass. Keywords: Productivity, elephant grass, urea fertilizer SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 102-108 Maret 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. PENDAHULUAN Hijauan ialah bahan pangan primer khususnya ternak ruminansia sebagai makanan utama, dan Hijauan ini dibutuhkan secara terus menerus sehingga diperlukan jenis hijauan yang mampu menghasilkan produksi tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan hijauan secara Bagi pengusaha peternakan, terutama ternak ruminansia, pakan hijauan utama adalah daun, rumput, dan kacang-kacangan. Pakan yang biasanya diberikan ke ternak berkaki empat ialah famili Gramineae (Qohar dan Hendarto, 2. Rumput Gajah sudah banyak dibudidayakan sebagai tanaman utama atau campuran. Ini adalah salah satu jenis rumput yang dapat diberikan kepada sapi. Rumput ini tahan terhadap kekeringan, mempunyai kandungan gizi yang tinggi, dan dapat dikonsumsi oleh hewan ruminansia, jenis rumput ini sangat diminati (Lasamadi, 2. Rumput gajah (Pennisetum purpureu. adalah tanaman yang tingginya mencapai 2,5 meter dengan diameter batang antara 15 dan 30 mm. Rumput Gajah ialah asal pakan hijauan yang terbaik akan tetapi produktivitas saat ini kurang Hal ini karena tanah yang digunakan untuk menghasilkan rumput gajah merupakan lahan kering . sehingga lahan tersebut miskin unsur hara. Selain itu, petani hanya mengandalkan pakan rumput-rumputan sehingga perlu dilakukan alternatif untuk peningkatan produksinya. Sesuai dengan pernyataan Putra . bahwa masih banyak peternak yang menggunakan cara tradisional dalam penyediaan pakan untuk hewannya khususnya peternak Lampung Utara. Untuk itu perlu sekali cara yang dapat memperbaiki produksi rumput gajah. Apabila nutrisi atau hara kurang melengkapi kebutuhan rumput gajah, maka dapat diberikan pasokan berupa pupuk. Dengan pemupukan diharapkan mampu meningkatkan produksi rumput gajah. Pemupukan merupakan pemberian nutrisi kepada tanaman untuk peningkatan tumbuh kembang tanaman sehingga tercapainya produksi yang maksimal (Kusuma, 2. Dalam penelitian ini, pupuk urea digunakan. Ini adalah jenis pupuk yang memberi tanaman sumber nitrogen (N). Pupuk urea meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman dengan menyediakan nutrisi yang lebih baik, dengan mineral N sebesar 46% dalam pupuk urea. Penggunaan pupuk urea memiliki peranan penting untuk tanaman yaitu memberikan zat hara kepada tanaman dan mencukupkan kebutuhan dara dalam tanah sehingga dapat diserap akar dengan baik. Sesuai uraian diatas, untuk mendapatkan produktivitas dan kualitas rumput gajah yang optimal maka penting dilakukan riset tersebut dengan penggunaan pupuk urea dari berbagai level pemakaian. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh perlakuan pupuk urea terhadap produktivitas Rumput Gajah (Pennisetum purpureu. Untuk mengetahui dosis terbaik pemberian urea terhadap produktivitas Rumput Gajah (Pennisetum BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di RT 03. RW 01. Desa Varia Agung. Kecamatan Seputih Mataram. Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, dimulai dari bulan Desember 2023 sampai dengan Februari 2024 . Bahan dan Alat Penelitian Bahan yang di gunakan untuk riset adalah bibit rumput gajah yang berasal dari tanaman sendiri dan pupuk urea. Alat yang dibutuhkan untuk riset adalah cangkul, timbangan, meteran, bambu, golok, pisau, tali rafia, label perlakuan, cangkul, kamera, alat tulis dan jangka sorong. Metode penelitian Studi eksperimen ini merupakan percobaan lapang menggunakan rancangan acak lengkap ,terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Adapun perlakuanya adalah sebagai berikut: P0 : Tanpa Pupuk . P1 : Pupuk urea level pemberian 100 kg ha-1 P2 : Pupuk urea level pemberian 150 kg ha-1 P3 : Pupuk urea level pemberian 200 kg ha-1 Pelaksanaan Penelitian SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 102-108 Maret 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini perawatan dan tinggi 20 cm. Persiapan Lahan Lahan tersebut dibersihkan dari rumput-rumput liar setelah dibersihkan kemudian tanah dilakukan proses olah tanah minimum menggunakan cangkul kemudian dibuat petak dengan ukuran 1m x 1m. Jarak 30 cm antara petak Penanaman Bibit Bibit tanaman rumput gajah di seleksi dengan tinggi 30 cm, dan setiap bibit ditanam sedalam 7Ae 10 cm dengan jarak tanam 50 cmx 50 cm satu sama lain. Tata letak penanamannya seperti Pemupukan Pupuk urea diberikan dekat dengan rumput gajah tiga kali, pada saat tanaman berumur lima belas HST . ari setelah tana. , tiga puluh HST . ari setelah tana. , dan empat puluh lima HST . ari setelah tana. Pemeliharaan Pemeliharaan yang dilakukan di lahan penelitian salah satunya adalah Penyiangan dilakukan dalam proses perawatan tanaman sejak bibit rumput gajah ditanam hingga pemanenan akan terus dilakukan Kegiatan pencabutan dipakai cara pencabutan rumput bagian Penyiangan dilakukan guna mengurangi kompetisi unsur hara, ruang tumbuh serta kompetisi dalam menyerap sinar matahari antara rumput gajah dan Pengairan pemberian air pada lahan percobaan. Penyiraman pada petak percobaan dilakukan 2 kali sehari jika tidak hujan. Jika hujan, maka penyiraman akan disesuaikan dengan cuaca. Pemanenan Setelah tanaman berumur 60 HST, maka akan dilakukan pemanenan dengan cara dipangkas sampai batang bagian bawah rumput gajah. Kemudan mengetahui produksi tanaman rumput Analisis Data Data Variabel Penelitian Variabel penelitian yang diamati adalah tinggi tanaman . , jumlah anakan . nit/rumpu. diameter batang . dan bobot panen (K. dilanjut dengan Uji Anova dari rancangan acak lengkap jika ditemukan adanya perbedaan maka akan dilakukan uji lanjut SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 102-108 Maret 2025 DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. (Steel dan Torrie, 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh pemberian Pupuk Urea SebagaiPupuk Terhadap Tinggi Rumput Gajah Tabel 1. Ringkasan analisis ragam pengaruh dosis pemberian pupuk urea terhadap tinggi tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureu. Perlakuan 15 HST Tinggi Tanaman . Waktu Pengamatan (HST) 30 HST 45 HST 60 HST . a,b,c,d Keterangan: Perbedaan yang nyata ditunjukan dengan huruf kecil yang berbeda pada baris yang sama(P<0,. Tinggi tanaman merupakan salah menunjukan bahwa penggunaan urea satu aspek dalam produktivitas rumput meningkatkan tinggi rumput gajah pada Rumput gajah yang semakin tinggi saat tanaman sampai umur 60 HST. Hasil menandakan pertumbuhan baik dan unsur penelitian ini sejalan dengan penelitian hara yang terkandung dalam tanah mampu Takdir . bahwa pemberian pupuk diserap dengan baik. Harahap, . urea pada rumput gajah mini yang menyatakan tanah yang tidak dikelola ditanaman berdampingan pohon kelapa dengan baik menyebabkan tanah menjadi secara umum menunjukkan reaksi yang tidak subur sehingga tidak dapat positif dan cukup baik. Perlakuan P2 menghasilkan rumput gajah yang tinggi. memiliki tinggi tanaman tertinggi searah dengan pendapat Kaca, . dibandingkan dengan lainnya. Sementara menyatakan untuk meningkatkan ke pada perlakuan . dengan nilai stabilan tanah meliputi struktur, unsur Hal ini diduga bahwa aplikasi hara dan tekstur maka diberikan pupuk. urea dengan dosis 150 kg ha-1 terjadi Proses pemupukan yang sangat penting peningkatan tinggi tanaman rumput gajah. Penemuan ini searah pada studi Daryatmo produksi tanaman maka pemberian pupuk . yaitu aplikasi urea dengan dosis dapat dilakukan dengan pupuk organik 150 kg ha-1 meningkatkan tinggi rumput Hasil Pengaruh penggunaan Urea Sebagai Pupuk Terhadap Diameter Batang Rumput Gajah Tabel 2. Pengaruh Pupuk Urea Terhadap Diameter Batang Tanaman Rumput Gajah Perlakuan Diameter Tanaman . Waktu Pengamatan (HST) SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 102-108 Maret 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. 15 HST Sumber : Data diolah, 2024. 30 HST 45 HST 60 HST . Diameter batang merupakan salah satu aspek yang dinilai dalam produktivitas rumput gajah, ukuran diameter yang besar berbanding lurus dengan ukuran sel yang mmembesar. Diameter yang membesar disebabkan oleh penyerapan unsur hara oleh tanaman untuk proses pertumbuhan. Hasil menunjukan penggunaan urea tidak berpengaruh terhadap diameter batang rumput gajah sampai 60 HST setelah tanam, hal ini di duga bahwa pupuk urea berpengaruh pada diameter, namun berproses bahwa pupuk urea berproses untuk lingkar batang pada umur 30 HST. Diameter batang yang tidak berpengaruh nyata ini bisa disebabkan rumput gajah mampu menyerap unsur hara yang optimal setelah diberikan perlakuan pemberian urea sebagai pupuk. Riset ini searah dengan studi Aritonang . yaitu pemberian pupuk anorganik berpengaruh nyata pada diameter batang rumput raja. Dari hasil analisis, tratment P3 . osis urea 200 kg ha-. mempunyai nilai paling tinggi dan tidak berbeda dengan perlakuan P2. P1 dan P0. Sedangkan perlakuan P0 . memiliki nilai tinggi tanaman Pengaruh Pemberian Urea Sebagai Pupuk Terhadap Jumlah Anakan Rumput Gajah Hasil penelitian memperlihatkan pemberian urea berdampak nyata pada jumlah anakan rumput gajah berumur 30 dan 45 HST, sedangkan hari setelah tanam 15 dan 60 tidak berdampak nyata (Tabel Hal ini disebabkan pada saat umur 30 dan 45 HST memiliki akar yang berfungsi dengan baik, sehingga dapat menyerap unsur urea dengan maksimal. Mulyadi et . pemberian pupuk urea dari berbagai perlakuan pada umur 7, 28 dan hari setelah tanam menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan rumput gajah mini ,tetapi tidak nyata pada umur 14, 21, 35 dan 42 karena terdapat faktor lain seperti cahaya, suhu, iklim, bibit, dan tanah yang dapat mempengaruhi banyak atau tidaknya jumlah anakan. Selain itu, penelitian ini hanya menggunakan pupuk tunggal urea saja sehingga kurang dalam hal pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman akhirnya kurang maksimal untuk perbanyakan Sebaiknya pemupukan yang diaplikasikan ditambah dengan pupuk kompos/organik. Selain itu, peneliti melakukan penelitian pada musim penghujan sehingga pupuk Urea mudah menguap, mudah tercuci pada saat terkena air hujan. Tabel 3. Ringkasan analisis ragam pengaruh dosis pemberian pupuk urea terhadap Jumlah SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 102-108 Maret 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. anakan tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureu. Perlakuan 15 HST Jumlah anakan tanaman . nit/rumpu. Waktu Pengamatan (HST) 30 HST 45 HST 60 HST . a,b,c,d Keterangan: Perbedaan yang nyata ditunjukan dengan huruf kecil yang berbeda pada baris yang sama(P<0,. Hasil uji statistik perlakuan P2 Daryatmo dkk. menemukan bahwa dosis urea 150 kg ha-1 berdampak terbesar dengan urea 150 kg ha memiliki jumlah pada pertumbuhan anakan, dengan jumlah anakan tertinggi, diikuti oleh perlakuan P3 anakan rata-rata 3,58-4,97 yang diberi dengan urea 200 kg ha , perlakuan P1 perlakuan urea. dengan urea 100 kg ha , dan perlakuan P0 . dengan jumlah anakan terendah pada 30 HST dan P0 . dengan jumlah anakan terendah pada 45 HST. Pengaruh Pemberian Urea Sebagai Pupuk Terhadap Bobot Panen Rumput Gajah Tabel 4. Pengaruh dosis pemberian pupuk urea terhadap bobot panen rumput gajah (Pennisetum purpureu. Perlakuan Bobot Panen (K. Waktu Pengamatan (HST) 60 HST . Sumber: Data diolah, 2024. Bobot panen merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam penananam rumput gajah. Bobot panen yang besar akan menjadikan salah satu patokan pertumbuhan tanaman. Hasil meningkatkan bobot panen. Tabel 4 menunjukan perlakuan tertinggi berada pada P3 . Kg dan perlakuan terendah pada perlakuan P0 . Kg. Meningkatnya bobot panen pada perlakuan P3 didasarkan pemberian urea sebagai pupuk yang juga meningkat. Daryatmo dkk . menyatakan unsur hara yang meningkat meyebabkan pertumbuhan yang semakin baik diakrenakan kebutuhan unsur hara memenuhi kebutuhan tanaman. Didukung pernyataan Vinanda . pemberian dosis pupuk dengan tingkatan yang lebih tinggi menunjukan bobot hijauan segar yang lebih tinggi. Salah satu kandungan unsur hara yang penting dalam SIMBIOSIS. Vol. 2 No. Halaman: 102-108 Maret 2025 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. penanaman adalah Nitrogen (N) dan terkandung dalam urea. Nitrogen dibutuhkan karena mampu mebentuk asam asam amino yang berperan dalam proses fotosintesis tanaman, sebaliknya jika tanaman kekurangan nitrogen proses fotosintesis akan terhadap dan berpengaruh terhadap pembentukan klorofil tanaman yang menurun. Rumput gajah mempunyai banyak keunggulan yang dapat diimplementasikan sebagai pakan ternak, keunggulan nya yaitu mempunyai nutrisi yang lengkap, pertumbuhannya yang cepat, tahan penyakit dan hama serta mudah dikelola. Keunggulan rumput gajah yang berlimbah membuat rumput gajah banyak dibudidayakan dan membutuhkan level pemberian pupuk yang optimal dalam meningkatkan bobot panen rumput gajah . SIMPULAN Penggunaan urea sebagai pupuk pada rumput . ennisetum meningkatkan tinggi tanaman, dan jumlah anakan, namun belum mampu meningkatkan diamter batang dan bobot panen. Penggunaan urea sampai 200 kg ha-1 mampu memberikan hasil yang baik dalam produktivitas rumput gajah ditinjau secara numerik. SARAN Peneliti dapat menyarankan bahwa dilakukan penelitian lebih lanjut dengan dosis urea yang lebih tinggi bersama dengan kompos untuk meningkatkan produktivitas rumput gajah. DAFTAR PUSTAKA