Analisis Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode CAMEL Terhadap Profitabilitas Pada Bank Konvensional Yang Tercatat Di BEI Analysis of the Influence of Bank Soundness Level Using the Camel Method on Profitability in Conventional Banks Listed on the IDX Helma Renanda Y. Universitas Negeri Surabaya Email: helmarenanda910@gmail. Abstract This research is about the effect of Bank Soundness level which is measured using the CAMEL ratio with Profitability of Conventional Banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). In this study, the Capital is proxied by the CAR ratio. Earning is proxied by the NPL ratio, the Management is proxied by the NIM ratio, the Equity is proxied by the BOPO ratio. Liquidity is proxied by the LDR ratio, as a dependent variable, and profitability is proxied by ROA (Return on Asset. as an independent variable. The object of research in this study is Conventional Banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2019-2021, with 30 Conventional Banks. The data of this research is from the annual financial reports of each bank. Which is processed by using the Multiple Linear Regression analysis. The result of research is that CAR affects profitability, this means that banks can manage capital to generate profits. NPL does not affect profitability because every year there are bad loans, so the NPL value is uncertain. NIM does not affect profitability because the bank can minimize bad loans with its productive BOPO has a negative effect on profitability because with minimal costs it can generate maximum income. LDR has no effect on profitability because lending is not proportional to credit quality. Keywords: Health banking. CAMEL ratio. IDX Abstrak Penelitian ini tentang pengaruh Tingkat Kesehatan Bank yang diukur menggunakan rasio CAMEL dengan Profitabilitas Bank Konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam penelitian ini Modal diproksikan dengan rasio CAR. Earning diproksikan dengan rasio NPL. Manajemen diproksikan dengan rasio NIM. Ekuitas diproksikan dengan rasio BOPO. Likuiditas diproksikan dengan rasio LDR, sebagai dependen variabel, dan profitabilitas diproksikan dengan ROA (Return on Asset. sebagai variabel independen. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Bank Konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2021, dengan jumlah 30 Bank Konvensional. Data penelitian ini berasal dari laporan keuangan tahunan masing-masing bank. Yang diolah dengan menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian adalah CAR berpengaruh terhadap profitabilitas, hal ini berarti bank dapat mengelola modal untuk menghasilkan keuntungan. NPL tidak mempengaruhi profitabilitas karena setiap tahun ada kredit macet sehingga nilai NPL tidak menentu. NIM tidak mempengaruhi profitabilitas karena bank dapat meminimalkan kredit macet dengan aktiva produktifnya. BOPO berpengaruh negatif terhadap profitabilitas karena dengan biaya yang minimal dapat menghasilkan pendapatan yang maksimal. LDR tidak berpengaruh terhadap profitabilitas karena penyaluran kredit tidak berbanding lurus dengan kualitas kredit. Kata kunci: Kesehatan perbankan, rasio CAMEL. BEI SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode CAMEL Terhadap Profitabilitas Pada Bank Konvensional Yang Tercatat Di BEI Helma Renanda Y. DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. PENDAHULUAN Negara yang memiliki fokus dalam pembangunan nasional dipastikan melibatkan pembangunan ekonomi. Yang mana mendukung pembangunan ekonomi maka perlu sekali peranan Lembaga keuangan dalam hal pembiayaan, karena dalam melaksanakan pembangunan sangat diperlukan sekali ketersediaan Sehingga dalam rangka membiayai pembangunan sangat dibutuhkan adanya peranan dari lembaga atau intansi keuangan. Satu dari banyaknya faktor pertumbuhan ekonomi dari suatu negara ialah perbankan yang mana memiliki fungsi sebagai lembaga penyedia dana publik (Kuncoro dan Suhardjono 2. Lembaga keuangan di Indonesia dalam hal ini perbankan, memiliki landasan yakni demokrasi ekonomi disisi lain menjujung prinsip kehati-hatian. Suatu lembaga yang menjalankan tugasnya dengan menghimpun dan menyalurkan dana dari dan oleh masyarakat dengan tujuan mendorong pembangunan nasional dengan memiliki fokus output berupa distribusi pembangunan yang merata dan pembangunan ekonomi serta sistem moneter yang stabil yang nantinya memberikan dampak baik bagi kesejahteraan masyarakat merupakan fungsi utama dari sebuah perbankan Indonesia. Menurut Otoritas Jasa Keuangan, kedudukan strategis dimiliki oleh perbankan, seperti pendorong lancarnya sistem sebuah pembayaran, terlaksanakannya kebijakan moneter dan tercapainya stabilitas keuangan negara. Bank Konvensional (Umu. dikategorikam kedalam 5 jenis, yaitu Bank Persero. Bank Umum Swasta Nasional Devisa (BUSN Devis. Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa (BUSN Non Devis. Bank Pembangunan Daerah (BPD). Bank Campuran dan Bank Asing (BPS,2. Kondisi perbankan terkini memiliki perkembangan yang progresif. Namun dibalik perkembangan produk perbankan kurang sejalan dengan permintaan yang ada pada masyarakat hal ini dikarenakan pandemi Covid-19. Hal ini menimbulkan suatu kebijakan pemerintah perihal pembatasan sosial memiliki dampak pada lemahnya pendapatan ekonomi di Akibat yang timbul selanjutnya, kestabilan PDB nasional yang semakin Hal ini dikarenakan kurangnya ruang gerak dari pelaku usaha yang akhirnya gulung tikar dan menutup usahanya, namun disisi lain kondisi ini berakibat pada penurunan permintaan kredit usaha. Disisi lain kredit yang telah diterima masyarakat secepatnya dilunasi guna mengstabilkan keuangan masyarakat itu sendiri hal ini yang dapat mengurangi pendapatan bunga bank. Pada kondisi permintaan suatu kredit menurun, dana pihak ketiga (DPK) suatu perbankan terjadi kenaikan yang signifikan yakni 11,28 %, hal ini disebabkan oleh naiknya nilai disposable bank karena konsumsi masyarakat menurun. Kondisi ini berakibat pada DPK suatu bank seakan naik signifikan dibandingkan dengan naiknya kredit sebagai sumber pendapatan bank di masa pandemi Covid 19 . com, 2. Dari penjabaran tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa demi menjaga kinerja perbankan pada masa pandemi terssebut, perbankan perlu menjaga kesehatannya. Bank sebagai penyedia Modal maka bank selalu menyediakan kredit untuk para nasabahnya, dikarenakan dengan pemberian kredit, maka bank mampu menerima pendapatannya dalam bentuk Interest Income. IAI (PSAK NO 23:2. Mendefinisikan bunga adalah pembebanan untuk penggunaan kas atau jumlah kepada kas. Pendapatan bunga ( Interest Income ) ini diperoleh dari hasil nilai SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA tambah dari kredit nasabah dengan jangka waktu yang ditentukan, yang lebih dikenal dengan istilah bunga. Interest Income ini bermanfaat bagi bank dalam mempertahankan profitabilitasnya. Jika terjadi fenomena penurunan permintaan kredit pada masyarakat maka hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap pendapatan bank. Pendapatan bank memiliki pengaruh terhadap aktivitas bank dimana pendapatan tersebut akan digunakan sebagai modal bank dalam memberikan produk jasanya sehingga bank harus dalam kondisi yang stabil atau untuk mengetahui tingkat kesehatan bank maka perlu dilakukan sebuah penilaian terhadap kinerja keuangan, dikarenakan semakin baik kinerja keuangan maka akan memengaruhi kesehatan bank dalam menjalankan usahanya. Kinerja keuangan suatu perbankan bisa diukur menggunakan analisis pada suatu laporan keuangan bank, dengan diterbitkannya laporan keuangan maka bisa dianalisis terkait kinerja bank tersebut, analisis tersebut bisa dilakukan berdasarkan analisis profitabilitas. Sebuah kesanggupan sebuah perusahaan dalam mendapatkan laba dimasa tertentu dinamakan profitabilitas (Munawir, 2. Hal tersebut ialah elemen yang berperan dalam pengukuran kinerja bank, dalam penialaian keuntungan perbankan memakai analisis Return on Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE). Yang mana Return On Asset (ROA) menunjukan kesanggupan sebuah perbankan mencapai income yang berasal dari aset yang dikelola suatu bank (Kuncoro, 2. Adapun saran lembaga pengawas dalam hal ini Bank Indonesia atau bank sentral yakni menggunakan analisis ROA daripada analisis ROE, sebab di negara ini nilai dari profitabilitas perbankan lebih diutamakan daripada dana simpanan bank. Akibatnya ROA bisa menggambarkan kemampuan kinerja keuangan dari sebuah perbankan. Asumsinya besarnya nilai ROA, menggambarkan pula besarnya laba yang diperoleh perbankan dari pengelolaan aset (Lukman, 2. Di negara Indonesia CAMEL dikenalkan sejak Februari 1991 yang dirilis pemerintah tentang prinsip kehati-hatian suatu perbankan (Bank Indonesia, 1. Dalam penelitian ini untuk menilai tingkat Kesehatan bank, peneliti menggunakan rasio CAMEL, hal ini dikarenakan penelitian ini berfokus pada aktivitas keuangan perbankan yaitu kredit, dimana kredit ini memiliki konstribusi dalam kelanjutan perekonomian serta kredit ini juga merupakan salah satu sumber penghasilan bagi bank dikarenakan bank akan mendapatkan pendapatan berupa bunga dari Kredit yang diberikan bank kepada masyarakat tentu mengalami seuah risiko yang mana risiko ini sudah dihitung menggunakan rasio NPL sehingga peneliti menggunakan Rasio CAMEL untuk menilai Kesehatan bank. Berdasarkan beberapa hasil analisis yang terfokus mengenai dampak rasio Kesehatan Bank pada Profitabilitas di Bank Umum Syariah di Indonesia oleh Nadhiroh . menunjukkan hasil yang mana CAR didapati dampak yang positif pada ROA, hal ini berbeda pada penelitian yang berjudul CAMEL Ratio On Profitability Banking Performance Malaysia Versus Indonesia CAR tidak memiliki pengaruh signifikan pada ROA (Profitabilit. oleh Munir dan Ahmad . Selain itu dalam penelitian yang dilakukan oleh Farida . memiliki fokus penelitian pada Analisis dampak pemberian pembiayaan pada profitabilitas yang dimoderasi Non-performing loan memiliki hasil bahwa NPL memiliki pengaruh yang negatif tidak signifikan terhadap profitabilitas. Hal ini kontras dengan hasil penelitian Lestari dan Abdullah . menunjukan hasil bahwa NPL memiliki pengaruh SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode CAMEL Terhadap Profitabilitas Pada Bank Konvensional Yang Tercatat Di BEI Helma Renanda Y. DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. positif pada ROA. Pada analisis yang dilaksankan oleh Siringoringo dan Pratiwi . NIM memiliki pengaruh negatif signifikan pada rasio profitabilitas, namun pada analisis yang dilaksanakan oleh prakoso . memiliki hasil bahwa NIM berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, pada penelitian prakoso . BOPO tidak memiliki pengraruh pada ROA, namun pada analisis Nadhiroh . BOPO mempunyai pengaruh positif dan juga signifikan kepada (ROA). Dalam penelitian atau analisis yang dilaksanakan oleh Lestari dan Abdulah . LDR berpengaruh positif terhadap ROA sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Setia . LDR tidak memiliki pengaruh signifikan pada suatu kinerja bank yang namanya terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Merujuk pada deskripsi di atas, ditemukan fenomena gap dan research gap sehingga penulis melanjutkan analisis yang terfokus pada Pengaruh Tingkat kesehatan Bank dengan Metode Rasio CAMEL terhadap Profitabilitas terhadap Bank Konvensional yang tercatat di BEI. KAJIAN PUSTAKA Teory signal (Signaling Theor. Signaling theory atau teori signal dalam penelitian ini menggunakan teori sinyal atau lebih dikenal dengan Signaling Theory yang menyatakan bahwa guna mengetahui terjadinya peningkatan harga saham dari permintaan investor dibutuhkan pihak ekeskutif dari suatu perusahaan yang mempunyai informasi lebih unggul tentang perusahaannya, yang mana hal ini akan menjadi kekuatan dalam memaparkan informasi kepada calon investor (Ross,1. Pendapat terkait dengan teknis perusahaan menyampaikan informasi berupa sinyal pada laporan keuangan disebut dengan signaling theory. Yang mana kondisi suatu perusahaan dapat tersampaikan pada para stakeholder melalui sinyal tersebut. Profitabilitas memaparkan terkait bagaimana kinerja perbankan yang di ukur dengan rasio profitabilitas yaitu rasio Return On Asset (ROA), karena ROA digunakan sebagai indikator rasio keuangan guna menilai seberapa baik kinerja perusahaan dalam memanfaatkan aset nya untuk mendapatkan Income. ROA tersebut masuk dalam pengukuran terhadap rasio CAMEL didalamnya terdapat variabel Capital. Asset. Management. Earning. Dan Liquidity. Rasio CAMEL Rasio CAMEL merupakan dasar penilaian dalam mengukur kesehatan bank, bank berdasarkan rasio CAMEL didalamnya terdapay Capital Adequency. Asset Quality. Management Quality. Earning. Liquidity. Rasio CAMEL yakni elemen terkuat dalam mempengaruhi kondisi keuangan suatu perbankan dan memberi dampak pada taraf sehat tidaknya suatu bank, baik perbankan konvensional atau perbankan syariah (Syahputra, 2. Capital Adequency Capital (Moda. dalam rasio CAMEL adalah ukuran kecukupan suatu modal guna menunjukan kondisi bank dalam menjaga modal yang memenuhi dan mampu mengorganisasikan bank dalam identifikasi, ukur, awasi dan kontrol pada risikorisiko dengan proyeksi akan timbul dan mengganggu manajemen modal suatu Perhitungan ini menggunakan rasio keuangan CAR (Capital Adequency SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Rati. Menurut Fahmi . berikut ini perhitungan yang digunakan dasar dalam menentukan nilai Capital Adequency Ratio (CAR): yayaycI = ycAycCyayaya yaAyaycAya ( 1 ycycnyceyc ycycnyceyc 2 ) yaycNycAycI ycU 100 %a. Asset Quality Asset quality indikator yang menggambarkan kondisi suatu aset berkaitan dengan risiko yang didapat dari pemberian pembiayaan pada suatu bank yang merupakan dampak penyaluran kredit dan investasi dana suatu bank. Indikator ini akan diukur menggunakan rasio NPL (Non-performing loa. Kebijakan BI pada Nomor 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 perihal cara mengukur nilai kesehatan suatu perbankan menyatakan nilai Non-performing loan (NPL) diatas 5% berarti bank dalam kondisi nilai kesehatan rendah. Di sisi lain berdasarkan nilai NPL yang nilainya kurang dari 5% dinyatakan bahwa profit yang diperoleh akan semakin Rumus perhitungan NPL menurut Mahmoedin . ycAycEya = ycNycuycycayco yaycyceyccycnyc yaAyceycycoycaycycaycoycaEa ycNycuycycayco yaycyceyccycnyc ycu 100% a . Management Quality Suatu rasio penilaian sebuah bank yang berdasarkan manajemen beberapa elemen yakni permodalan, aktiva, rentabilitas, dan juga likuiditas. Menurut Anh et al. NIM adalah cara untuk mengukur efektivitas dan profit sebuah perbankan yang mana selaku indikator inti karena NIM memiliki kontribusi terhadap pendapatan perbankan sebesar 70%-80% yang artinya ketika terjadi pergerakan rasio NIM maka secara otomatis berpengaruh terhadap pendapatan sebuah bank. Management Quality menurut Riyadi . dapat diukur dengan formula ycAyaycA = ycEyceycuyccycaycyycaycycaycu ycaycycuyciyca ycayceycycycnEa ycaycoycycnycyca ycyycycuyccycycoycycnyce ycu 100%a . Earning Sebuah rasio pengukuran menggunakan dasar rentabilitas dari bank atau suatu kekuatan bank dalam mengumpulkan laba disebut dengan earning ratio. Yang di proksikan dengan rasio Beban Operasional kepada Pendapatan Operasional (BOPO) Wilson . BOPO memiliki visi berguna sebagai tolok ukur efektif tidaknya perusahaan dalam memanajemen biaya operasionalnya. Semakin kecil nilai BOPO, dapat dikatakan semakin efektif perusahaan dalam mengelola biaya BOPO merujuk pada Surat Edaran dari Bank Indonesia No 15/29/DKBU tepatnya 31 Juli 2013 dirumuskan sebagai berikut: SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode CAMEL Terhadap Profitabilitas Pada Bank Konvensional Yang Tercatat Di BEI Helma Renanda Y. DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. yaAyceycaycaycu ycCycyyceycycaycycnycuycuycayco yaAycCycEycC = ycyyceycuyccycaycyycycaycu ycCycyyceycycaycycnycuycuycayco ycu 100%a . Liquidity Loan to Deposit Ratio (LDR) ialah pendekatan yang digunakan untuk menghitung likuiditas. LDR ialah suatu bandingan pada kuantitas pembiayaan yang disalurkan kepada jumlah dana pihak ketiga. Ungkapan Kasmir . LDR (Loan To Deposit Rati. adalah suatu rasio perbandingan kuantitas pembiayaan yang disalurkan bank bersamakuantitas uang masyarakat dengan modal pribadi. Yang mana hal ini guna menilai ukuran komposisi jumlah kredit yang disalurkan. Menurut Sudirman . rasio LDR memiliki pola hitung seperti dibawah ini: LDR = yaycycoycoycaEa ycoycyceyccycnyc ycycaycuyci yccycnycayceycycnycoycaycu ycycuycycayco yccycaycuyca ycyycnEaycayco ycoyceycycnyciyca ycu 100 %a. Profitabilitas Merujuk pada (Irawati 2006:. menyatakan sebuah rasio yang dimanfaatkan guna menilai ketepatan dalam emngelola aktiva dari sebuah perbankan atau suatu kekuatan perbankan memperoleh laba dalam rentang waktu tertentu sebagai tolok efisiensi ddisebut dengan rasio keuntungan profitability Ratio. Indikator ini dimanfaatkan dalam penelitian ini ialah Return on Asset (ROA). Return On Asset (ROA) menyatakan kapasitas pengelolaan perbankan guna memperoleh keuntungan yang bersumber dari managemen suatu asset yang telah dimiliki (Yuliani, 2007:. Rumus perhitungan ROA menurut Sujarweni . ycIycCya = yaycaycayca ycIyceycyceycoycaEa ycyycaycycayco ycNycuycycayco yaycycyceyc ycU 100 %a. METODE Kausal adalah cara yang diambil untuk menganalisis penelitian ini. Dimana analisis yang dipilih guna memperoleh pengetahuan terkait korelasi timbal balik dari satu variable ke variable lain yang akan digunakan seorang manager dalam pengambilan keputusan (Malhotra, 2. Jenis penelitian ini akan mengetahui sebab akibat antar variabel. Yang mana variabel yang asumsikan disini merupakan variabel independent yang terdiri dari beberapa rasio keuangan yaitu CAR. NPL. NIM. BOPO. LDR yang didapati memberi pengaruh terhadap variabel dependen yakni profitabilitas. Penelitian ini terfokus pada pengaruh variabel dependen (Y) profitabilitas yang mana diproksikan dengan rasio Return On Asset (ROA) terhadap variabel dependen (X) Capital yang diproksikan menggunakan Rasio CAR. Asset yang diproksikan menggunakan rasio (NPL). Management dengan menggunakan rasio NIM. Earning dinyatakan menggunakan rasio BOPO, dan Likuidity yang diproksikan menggunakan rasio (LDR). Analisis ini menggunakan model regresi linier berganda SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA dan guna mengolah data peneliti menggunakan Software Statistical Program For Social Science (SPSS). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinieritas Tabel 1 Hasil Uji Multikolinieritas Menurut Ghozali . , tidak adanya gejala multikolinieritas jika tolerancenya > 0,1 disisi lain VIF < 10,00. Berdasarkan tabel 1, output pengujian multikolinieritas adalah bahwa variabel CAR (Capital Adequency Rati. mempunyai nilai Tolerance 0,597 > 0,1 dan nilai VIF 1,675 < 10,00 . Variabel NPL (Non-Performing Loa. mempunyai nilai Tolerance 0,776 > 0,1 dan nilai VIF 1,288 < 10,00. Variabel NIM (Net Interest Margi. mempunyai nilai tolerance 0,756 dan nilai VIF 1,322 < 10,00. Rasio BOPO (Beban Operasional pada Pendapatan Operasiona. mempunyai nilai tolerance 0,545 > 0,1 dan nilai VIF 1,836 < 10,00, rasio LDR (Loan to Deposit Rati. mempunyai nilai tolerance 0,922 > 0,1 dan nilai VIF 1,085 < 10,00. Sehingga pada intinya ialah tidak adanya mulkolinieritas. Uji Autokorelasi Table 2 Hasil Uji Autokorelasi Pengujian ini berguna sebagai pembuktian tidak adanya korelasi residual pada data periode t dengan periode sebelumnya . Pada uji autokorelasi tabel 2, diketahui bahwa jumlah data . adalah 90 sedangkan variabelnya berjumlah Output pengujian autokorelasi digambarkan dengan nilai durbin Watson adalah 2,173. Hasil uji autokorelasi dapat dikatakan tidak terjadi korelasi jika nilai durbin Watson berada antara nilai Du sampai . -dU). Berdasarkan output pengolahan data, didapati nilai Du adalah 1,7758 sedangkan dL 1,5420. Pada penelitian dapat dideskripsikan bahwa . U) 1,7758 < (Durbin Watso. 2,173 > . -d. 2,2242 SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode CAMEL Terhadap Profitabilitas Pada Bank Konvensional Yang Tercatat Di BEI Helma Renanda Y. DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. akhirnya dapat ditarik kesimpulan tidak terdapat adanya gejala autokorelasi dipenelitian ini. Uji Normalitas Gambar 2 Hasil Uji Normalitas Dalam uji normalitas P-Plot pada gambar diatas, memberikan informasi bahwa penyebaran titik titik berada pada garis diagonal. Yang mana hasil demikian memunjukan data-data yang didapat peneliti memiliki distribusi yang normal sehingga memiliki arti model regresi ini terpenuhinya asumsi normalitas. Uji Heterokedastisitas Gambar 3 Hasil Uji Heterokedastisitas Pada uji heterokedastisitas dalam gambar 3, menggunakan scatterplot terlihat bahwa titik-titik yang terdiri dari variabel independent (ZPRED) dengan residual (SRESID) menyebar secara tidak beraturan menunjukan pola tertentu yang mana pada uji ini tidak ada gejala heterokedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Berdasarkan perhitungan pada tabel 1 didapati informasi tentang korelasi antara suatu variabel bebas dengan variabel terikat dengan rumuskan dibawah ini: Y= 7,702 - 0,011 X1 Ae 0,078 X4 SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Konstanta sebesar 7,702 memiliki arti ketika CAR. NPL. NIM. BOPO LDR tidak ada sehingga ROA senilai 7,702. Koefisien regresi CAR senilai -0,011 menggambarkan setiap adanya peningkatan satu satuan CAR maka akan menyusutkan 0,011 ROA dan sebaliknya, terlihat pada tabel bahwa variabel CAR memiliki tren negatif yang artinya kenaikan CAR akan menurunkan ROA pada Bank Konvensional. Koefisien regresi NPL X2 senilai -0. 028, menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan NPL akan menyusutkan 0,028 ROA dan sebaliknya, terlihat pada tabel bahwa variabel NPL memiliki tren negatif yang artinya kenaikan CAR akan menurunkan ROA pada bank konvensional. Koefisien regresi X 3 sebesar 0,066 menyatakan setiap kenaikan satu satuan NIM maka akan menaikan 0,066 satu satuan pada ROA, dan sebaliknya. Terlihat pada tabel diatas bahwa NIM memiliki tren positif yang artinya setiap kenaikan NIM akan meningkatkan pula ROA pada bank konvensional. Koefisien regresi X4 senilai -0,078 menunjukan yang mana setiap naiknya satu dari satuan BOPO maka akan menurunkan ROA sebesar 0,078 dan sebaliknya, terlihat pada tabel bahwa variabel BOPO memiliki hasil negatif yang artinya setiap kenaikan BOPO akan mengurangi ROA pada Bank Konvensional. Koefisien regresi X5 senilai 0,006 menunjukan bahwa apabila terjadi kenaikan satu satuan LDR maka akan menaikan senilai 0,006 ROA dan sebaliknya. Terlihat pada tabel diatas bahwa variabel LDR memiliki tren positif atau berarti setiap kenaikan LDR akan meningkatkan pula ROA pada Bank Konvensional. Uji Hipotesis Uji Signifikasi Simultan (Uji F) Tabel 3 Hasil Uji Signifikasi Simultan (F) Berdasarkan otput dalam uji simultan (Uji F) jika nilai Sig < 0,05 berarti hipotesis diterima. Sehingga diartikan bahwa variabel X secara bersama-sama . berpengaruh pada Y. berdasarkan hasil uji F, pada tabel 3 didapati informasi signifikasi 0,000 < 0,05 yang menyatakan variabel CAR (X. NPL (X. NIM (X. BOPO (X. LDR (X. secara simultan memiliki pengaruh pada variabel ROA (Y). Uji Signifikasi Parameter Individual (Uji . Merujuk di tabel 3 sebelumnya menyatakan nilai t tabel . ,025 . adalah 1,98861 maka Variabel CAR mempunyai niali signifikasi 0,027 < 0,05 yang mana SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode CAMEL Terhadap Profitabilitas Pada Bank Konvensional Yang Tercatat Di BEI Helma Renanda Y. DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. ditarik benang merah bahwa CAR memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Variabel NPL memiliki nilai signifikasi 0,551 > 0,05, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa NPL tidak berpengaruh signifikan pada ROA. Variabel NIM memiliki nilai signifikasi 0,065 > 0,05 sehingga dapat ditarik benang merah yang mana NIM tidak memiliki pengaruh secara signifikan kepada ROA. Variabel BOPO memiliki nilai signifikasi 0,000 < 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa BOPO memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Variabel LDR memiliki nilai signifikasi 0,119 > 0,05 yang mana memberikan informasi bahwa LDR tidak berpengaruh secara signifikan kepada ROA. Pengaruh Capital terhadap Profitabilitas Bedasarkan output dari pengujian hipotesis pada penelitian ini menyebutkan bahwa variabel Capital yang diproksikan dengan Rasio CAR berpengaruh secara signifikan pada variabel profitabilitas yang diproksikan dengan Rasio ROA yang memiliki nilai signifikasi 0,027 Sehingga hipotesis dalam penelitian diterima. Hal ini dikarenakan modal pada bank mampu memanfaatkan modal untuk aktiva produktifnya dan dengan modal tersebut bank mampu meningkatkan laba . apabila hal ini terealisasi dapat diartikan bahwa kesehatan bank dipengaruhi oleh modal (Capita. Dalam penelitian ini dapat diketahui adanya persamaan dengan teori praktis yang menyebutkan bahwa bank yang memiliki modal yang cukup besar akan memiliki profitabilitas yang besar pula, dikarenakan kegiatan usaha pada bank mampu dittersebut Outputga akan terbentuk produk produk jasa yang akan meningkatkan profitabilitas . pada bank tersebut Output analisis atau penelitian ini sama dengan penelitian terdahulu yang dilaksanakan oleh Nadiroh . Prakoso . Saif-Alyousf et al . Pengaruh Asset terhadap Profitabilitas Berdasarkan analisis disebutkan bahwa variabel Asset yang diproksikan menggunakan rasio NPL tidak berpengaruh secara signifikan pada profitabilitas yang diprosikan dengan rasio ROA. Berdasarkan analisis. NPL tidak memberi dampak secara signifikan kepada ROA, hal ini dikatakan bahwa risiko kredit pada bank konvensional masih bisa di ditutupi oleh dana pihak Ketiga (DPK) dan sumber pendapatan lain. NPL merupakan rasio yang merupakan indikator gagal bank dalam mengelola bisnis, dikarenakan adanya kredit macet yang dikarenakan gagal bayar oleh nasabah yang berimbas pada penurunan laba dan atau profitabilitas Implikasi teori dan praktis pada penelitian ialah dikarenakan NPL tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas (ROA) dapat disimpulkan bahwa NPL tidak menjadi satu satunya variable yang mempengaruhi ROA dan tidak selalu menjadi aspek dalam penilaian kinerja bank, karena bank mampu memanfaatkan pendapatan lain seperti pendapatan bunga dan beberapa dana pihak ketiga untuk SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA menangani hal tersebut. Sehingga Analisis ini sesuai dengan analisis yang dilaksankan oleh farida . yang mana NPL tidak mampu memperkuat atau melemahkan variabel ROA. Siringoringo dan pratiwi . , serta Nadiroh . juga memiliki hasil penelitian yaitu NPF/NPL tidak memiliki pengaruh signifikan pada Rasio Profitabilitas. Pengaruh Management terhadap profitabitas Dalam analisis ini variabel management yang diproksikan pada rasio NIM tidak berpenagruh pada profitabilitas yang mana diproksikan dengan rasio ROA karena memiliki nilai signifikasi 0,065 > 0,05. NIM ialah penggambaran dari suatu rasio kekuatan managemen perbankan didalam mengatur aktiva produktif perusahaan berbentuk kredit bank. Namum dalam penelitian ini variabel NIM tidak memiliki pengaruh pada variabel ROA. Kondisi itu menggambarkan bahwa aktiva produktif dan perubahan suku bunga dapat menambah laba, sehingga pada penelitian ini bank terbukti mampu meminimalisir muculnya kredit macet sehingga aktivitas keuangan bisa berjalan dengan stabil. Terdapat perbedaan teori praktis dengan penelitian ini yang menunjukan bahwa NIM berkonstribusi terhadap peningkatan pendapatan bank, namun dalam penelitian ini dapat diketahui apabila variabel NIM tidak selalu menjadi tolok ukur dalam penilaian kesehatan bank, karena bank telah bisa mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga Hal ini sama dengan yang dilaksanakan oleh Munir dan Bustamam . serta Siringoringo dan Pratiwi . yang menyebutkan bahwa NIM tidak memiliki pengaruh pada variabel ROA. Pengaruh Earning terhadap Profitabilitas Dalam analisis yang dilaksanakan peneliti variabel Earning yang diasumsikan dengan rasio BOPO memberikan pengaruh negatif secara signifikan kepada variabel profitabilitas yang diproksikan dengan variabel ROA. BOPO merupakan variabel yang menggambarkan biaya operasional atau pendapatan operasional, suatu biaya operasional yang digelontorkan perbankan dalam mengoprasikan kegiatan bisnisnya akan lebih rendah pada nilai BOPO menyatakan semakin efisien bank dalam mengatur usahanya. Output pengolahan data menyatakan BOPO memiliki pengaruh signifikan negatif pada ROA, sehingga ketika BOPO menurun maka bank semakin efisien dalam mengelola biaya operasional terhdap pendapatan operasional, apabila nilainya kecil atau rendah diartikan terjadi efisiensi biaya operasional perusahaan yang digelontorkan oleh bank yang berkaitan menurut Dendrawijaya . Dalam penelitian ini mendukung teori praktis yang menyebutkan bahwa dalam menilai kinerja keuangan perlu memperhatikan nilai dari rasio BOPO. hal ini dapat dilihat dari perolehan data keuangan memperlihatkan bahwa besar kecilnya nilai BOPO memengaruhi nilai ROA, semakin tinggi nilai BOPO semakin kecil nilai ROA. Penelitian ini sejalan SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode CAMEL Terhadap Profitabilitas Pada Bank Konvensional Yang Tercatat Di BEI Helma Renanda Y. DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. dengan oleh Nadiroh . Siringoringo dan pratiwi . , dan Lestari dan Abdullah . yang menyebutkan bahwa BOPO berpengaruh negatif yang signifikan pada profitabilitas (ROA) Pengaruh Likuiditas terhadap Profitabilitas Dalam analisis ini variabel likuiditas yang diasumsikan dengan variabel LDR tidak berpengaruh yang signifikan positif pada ROA. LDR merupakan rasio perbandingan dari total kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga. Suatu LDR tidak memiliki pengaruh pada ROA dapat terjadi, kondisi ini diakibatkan pihak pengelola bank tidak selalu menjalankan prinsip utama yakni kehati hatian pada saat mengukur kemampuan calon nasabah yang mengajukan proposal pembiayaan (Nurfitriani, 2. , selain itu hal ini bisa terjadi karena nilai pemberian kredit yang tidak diimbangi dengan kualitas kredit (Antonia & Arfianto, 2. sehingga hal ini tidak adanya pengaruh pada profitabilitas (ROA). Dalam penelitian ini memiliki perbedaan terhadap implikasi teori praktis yang mana dalam menilai kinerja keuangan bank tidak bisa melihat dari aspek likuiditas saja walapun dalam teori disebutkan bahwa semakin baik likuiditas bank akan berpengaruh baik pula terhadap profitabilitas . Namun jika kemampuan bank tidak sesuai dengan kredit yang mampu diberikan maka bank juga akan mengalami kerugian. Pada koefisien regresi menjelaskan bahwa LDR berpenagruh positif terhadap ROA sehingga kenaikannya mampu meningkatkan laba, namun pengaruh tersebut tidak Output analisis ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Setia Afrianto . serta Pradnyawati dan Widhiastuti . LDR tidak mempengaruhi profitabilitas bank karena cadangan keuangan sudah berupa cadangan untuk mengatasi kredit bermasalah. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan sebelumnya menunjukan bahwa Variabel NPL. NIM dan LDR tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada ROA pada bank konvensional, yang memiliki arti bahwa bahwa nilai NPL. NIM, dan LDR tidak memberikan pengaruh apapun terhadap perubahan profitabilitas. Sedangkan variabel CAR memiliki pengaruh positif terhadap ROA sehingga semakin tinggi nilai CAR maka semakin tinggi nilai ROA pada bank konvensional hal ini dikarenakan dana pihak ketiga memiliki peran penting dalam permodalan bank, dan pada kondidi ini bank mampu mengelola modalnya sehingga mampu meningkatkan profitabilitasnya Selain CAR. BOPO berpengaruh yang signifikan dan negatif terhadap ROA pada bank Konvensional, artinya semakin tinggi nilai BOPO pada bank Konvensional akan menurunkan nilai ROA pada bank konvensional dan Kondisi tersebut dikarenakan dalam laporan keuangan bank menunjukan bahwa naik turun nya nilai ROA selalu diimbangi dengan naik turunya BOPO sehingga dapat diartikan bahwa bank mampu mengelola biaya SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA operasionalnya. dari temuan tersebut dapat diketahui bahwa dalam setiap produk perbankan, bank konvensional selalu memerlukan kekuatan modal, dan modal tersebut mampu dikeloola dengan efisien sehingga bank tetap mendapatkan pendapatan guna meningkatkan laba. Bagi investor sebelum melakukan transaksi investasi hendaknya selalu mengamati laporan keuangan yang ada pada bank tersebut sebagai bahan Investor bisa melihat variabel CAR dan BOPO. CAR berfungsi untuk melihat apakah bank mampu mengelola modal yang diberikan sehingga investor bisa merasakan laba dari hasil investasinya. BOPO berfungsi untuk melihat biaya operasional bank mampu menambah profitabilitas bank. Bagi emiten perbankan, mereka harus memperhatikan nilai BOPO, dan memastikan nilainya tidak terlalu tinggi. Jika nilai BOPO terlalu tinggi maka bank dinilai tidak mampu mengelola biaya karena nilai biaya lebih besar dari pada pendapatannya, apabila hal ini terjadi dapat dipastikan bahwa bank memiliki profitabilitas yang tidak sehat sehingga emiten harus menjaga agar kondisi BOPO tetap stabil, dan mampu memperoleh laba maksimal. Sehingga hal ini mampu menarik investor dan bank mampu memenuhi hak investor. Bagi mahasiswa, rasio BOPO dan CAR bisa digunakan sebagai salah satu indikator bagi mahasiswa yang berkeinginan untuk berinvestasi hal ini untuk menilai bagimana bank dapat mengelola keuangannya secara efisien. Dan bank konvensional bisa menjadi salah satu objek investasi namun harus tetap memperhatikan rasio rasio keuangan yang ada. Bagi investor sebelum melakukan transaksi investasi hendaknya selalu mengamati laporan keuangan yang ada pada bank tersebut sebagai bahan Investor bisa melihat variabel CAR dan BOPO. CAR berfungsi untuk melihat apakah bank mampu mengelola modal yang diberikan sehingga investor bisa merasakan laba dari hasil investasinya. BOPO berfungsi untuk melihat biaya operasional bank mampu menambah pendapatan operasional bank. Dalam mengukur profitabilitas ada berbagai jenis seperti Return On Asset (ROA). Return On Equity (ROE). Net Profit Margin (NPM). Sedangkan didalam analisis penelitian ini hanya memakai rasio Return On Asset (ROA). Peneliti berharap agar penelitian berikutnya bisa memakai variabel lain. Ditujukan kepada penelitian setelahnya bisa menambah obejk penelitian yang lebih banyak supaya penelitian yang dilakukan bisa menjangkau dan tentunya hasil yang diperoleh mampu memberikan kebermanfaatan bagi pihak pihak terkait DAFTAR PUSTAKA