Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport Perbedaan Waktu Reaksi Bunyi Dengan Waktu Reaksi Mata Restu Agung Pratama1. Maharani Fatima Gandasari2 Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Universitas Tanjungpura Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Universitas Tanjungpura Abstrak Waktu reaksi merupakan waktu yang direspon dengan secara sadar. Uji waktu reaksi sangat penting didalam bidang olahraga. Waktu reaksi dapat dibedakan didalam usia,kelamin dan kelelahan. Kebugaraan, kelelahan dan gizi yang buruk juga dapat memperburuk citra reaksi manusia jika kondisi fisik tubuh tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara waktu reaksi manusia terhadap stimulus auditif . dan stimulus visual . Salah satu metode mengukur perbedaan waktu reaksi bunyi dan waktu reaksi bola dengan melakukan tes reaksi. Tes reaksi melibatkan individu pada situasi yang tenang dan memberikan respon terhadap suara yang didengar. Tes reaksi bola melibatkan individu merespon saat bola dilempar. Sampel yang digunakan peneliti yaitu mahasiswa semester 5 pada Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tanjungpura yang berjumlah 20 orang. Sampel akan melakukan percobaan dengan melakukan tes untuk merangsang suara. Sampel menggunakan stopwatch jika mulai mendengar baterai jatuh, tes pertama dilakukan jika sampel mulai mendengar bunyi dari pantulan pertama dengan menekan stopwatch, kemudian dilanjutkan mematikan stopwatch jika mendengar bunyi dari pantulan kedua, dengan 3 kali percobaan dan kemudian direrata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara waktu reaksi terhadap stimulus bunyi dan stimulus visual, dengan waktu reaksi terhadap stimulus visual cenderung lebih cepat dibandingkan dengan stimulus auditif. Faktor-faktor seperti persepsi sensorik, pemrosesan kognitif, dan mekanisme neurologis dapat berperan dalam perbedaan ini. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pemahaman kinerja manusia dalam situasi yang melibatkan persepsi auditori dan visual. Simpulan dalam penelitian ini adalah rangsangan visual cenderung lebih baik luaran waktu reaksi baik tangan ataupun kaki. Kata kunci : Waktu. Reaksi. Stimulus. PENDAHULUAN Waktu reaksi merupakan penerimaan stimulus kepada respon motorik baik secara sadar (Ummaiya et al. , 2. (Ashadi et al. , 2. Menurut (Ashadi et al. , 2. (Effendi, 2. waktu reaksi juga penting untuk fisiologi,untuk mengetahui respon motorik seseorang. Reaksi juga merespon stimulus yang berpusat diotak. Penelitian (Ashadi et al. , 2. (Al Fakhi & Barlian, 2. meyebutkan manusia hanya butuh waktu 1 Correspondence author: : Restu Agung Pratama. Universitas Tanjung Pura. Indonesia. Email: F1251211018@student. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 681-692 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. sampai 1,5 detik hanya untuk bereaksi. Sebab ini juga seorang atlet memerlukan waktu reaksi teresendiri. Karna waktu reaksi akan menunjukan peforma seorang atlet tersebut. Dan banyak juga yang memerlukan suatu waktu reaksi (Rimbawati et al. , 2. (Al Fakhi & Barlian, 2. Waktu reaksi manusia terhadap berbagai jenis stimulus sensorik, seperti bunyi . dan visual . , telah menjadi subjek penelitian yang menarik dalam ilmu psikologi dan neurosains. Kemampuan manusia untuk merespons rangsangan dari lingkungan sekitarnya merupakan aspek penting dalam pemahaman perilaku manusia dan dapat berperan dalam berbagai konteks, termasuk keselamatan, desain antar muka pengguna, dan ergonomi. Selain itu, perbedaan dalam waktu reaksi antara stimulus auditif dan visual dapat memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana sistem saraf manusia memproses informasi sensorik dari Semua cabang olahraga hampir keseluruhaan memakai waktu reaksi (Rimbawati et al. , 2. Menurut (Syahroni et al. , 2. (Al Fakhi & Barlian, 2. olahraga bela diri adalah olahraga yang memerlukan waktu reaksi. Petinju bereaksi terhadap lawannya dengan sebuah kecepatan dan kekuataan yang disebut waktu reaksi. selain petinju olaharaga seperti badminton dan basket juga memerlukan suatu waktu reaksi (Syahroni et al. (Direktorat P2PTM, 2. Hampir semua olahraga juga memerlukan suatu waktu reaksi yang baik. Terkadang kita juga perlu mengetahui apa yang menjadi akibat seorang atlet selalu miningkat dan menurun didalam suatu waktu reaksinya. Cara menjaga waktu reaksi adalah dengan menjaga kebugaraan tubuh dengan menjaga pola makan,tidak minum alcohol, dan tidak merokok (Yasmini, 2. (Syahroni et al. , 2. (Al Fakhi & Barlian, 2. Sedangkan menurut (Nurhayati, 2. Selain faktor kebugaraan, faktor usia, jenis kelamin juga mempengaruhi waktu reaksi. Ketika orang berkelanjutan usia dicoba mengukur waktu reaksi maka seseorang berkelanjutan usia akan mengalami waktu reaksi yang sedikit lambat. Dan faktor jenis kelamin seorang lelaki akan menunjukan waktu reaksi yang Restu Agung Pratama & Maharani Fatima Gandasari Perbedaan Waktu Reaksi Bunyi dengan Waktu Reaksi Mata sangat cepat dibandingkan dengan waktu reaksi yang diperuntukan kepada Wanita (Syahroni et al. , 2. Dapat diketahui waktu reaksi sangat penting untuk olahraga rekreasi dan olahraga kesehatan . komponen - komponen indra yang terkoordinasi dengan waktu reaksi adalah cahaya, suara, sentuhan, penglihatan. Pada penelitian ini kita akan melihat kecepatan waktu reaksi yang mana lebih cepat antara mata dan bunyi (Shelton & Kumar, 2. Waktu reaksi, yang mengukur seberapa cepat seseorang merespons suatu stimulus setelah menerima rangsangan, adalah parameter penting dalam studi tentang fungsi kognitif dan respons manusia. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa waktu reaksi dapat berbeda-beda tergantung pada jenis stimulus yang diterima (Buchholtz & Burgess, 2. Salah satu perbandingan yang menarik adalah perbedaan antara waktu reaksi terhadap stimulus auditif . dan stimulus visual . Stimulus auditif, seperti suara lonceng atau klakson mobil, seringkali memerlukan waktu reaksi yang cepat karena berpotensi mengindikasikan situasi darurat atau bahaya yang memerlukan respons segera (Sinurat et , 2. Di sisi lain, stimulus visual, seperti lampu lalu lintas yang berubah, juga membutuhkan waktu reaksi yang cepat untuk menjaga keselamatan dalam lalu lintas, tetapi mungkin memiliki karakteristik respons yang berbeda (CasamentoAaMoran et al. , 2. Beberapa cenderung merespons stimulus visual lebih cepat daripada stimulus auditif. Adanya beberapa faktor-faktor lainnya seperti kompleksitas stimulus, persepsi sensorik, mekanisme pemrosesan kognitif, dan peran sistem saraf dalam merespons stimulus tersebut dapat menjadi dasar untuk perbedaan Pada mata kuliah fisiologi latihan mahasiswa diberikan informasi melalui kegiatan praktek dimana mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan berbagai bentuk tes salah satunya adalah melihat waktu reaksi melalui visual dan bunyi . dimana banyak dari mahasiswa cenderung belum bisa merespon stimulus dengan leibh cepat baik itu secara visual ataupun bunyi . sehingga melalui kegiatan penelitian ini tujuan dari Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 681-692 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. peneliti yaitu ingin mengetahui kecepatan reaksi antara waktu reaksi mata dan bunyi. METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kecepatan reaksi antara waktu reaksi mata dan bunyi. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan desain penelitian faktorial 2x2. Variabel independen utama adalah stimulus visual dan stimulus bunyi. Peneliti menentukan sampel dengan menggunakan teknik total sampling dari keseluruhan populasi yang ada. Sampel yang dipilih oleh peneliti yaitu sampel mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga di Universitas Tanjungpura berjumlah 20 mahasiswa. Mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk melakukan percobaan waktu reaksi mata dan bunyi sebanyak tiga kali percobaan dan hasilnya akan dilakukan rerata. Pengambilan data yang dilakukan penelitidenhgan melakukan percobaan pada rangsangan mata. Sampel akan diminta untuk fokus dengan pantulan bunyi yang akan dilakukan oleh testor dengan memperhatikan dan menggunakan stopwatch yang dimilikinya. Sampel akan diberi waktu percobaan dalam tes rangsang suara, dimana mereka akan menghidupkan stopwatch apabila mendengar baterai jatuh dan dilanjutkan dengan mematikan stopwatch apabila mendengar kembali buntyi pantulan kedua. Data yang didapatkan peneliti nantinya akan dilakukan analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji beda. Data kemudian akan diolah mengunakan SPPS mencari (Mean. Median. ModeStd. Deviation. Minimum. Maximu. Data akan ditampilkan dan disajikan dalam bentuk grafik, dengan menggunakan excel, membuat tabel distribusi frekuensi dan dilakukan Uji normalitas dengan mengunakan Kolmogorov-Smornov. Uji parametrik dapat dilaksanakan denga Uji T. Restu Agung Pratama & Maharani Fatima Gandasari Perbedaan Waktu Reaksi Bunyi dengan Waktu Reaksi Mata HASIL Tabel Statistic Waktu Reaksi Mata Dan Waktu Reaksi Bunyi disajikan penulis sebagai berikut: Table 1. Statistic Waktu Reaksi Mata Dan Waktu Reaksi Bunyi Mean Median Mode Std. Deviation Minimum Maximum Berdasarkan tabel 1 yang disajikan hasil 20 data sampel dengan nilai waktu reaksi mata, mean 61. 20, median 68. 00, mode 69, std. 34, minimum 15, maximum 96. dan waktu reaksi bunyi mean 30. 50, mode 19a. 29 , minimum 14, maximum 54. reaksi mata reaksi bunyi Grafik 1. Waktu Reaksi Cahaya dan Sentuhan Berdasarkan table 1 dan grafik 1 di atas dari 20 sampel yang melakukan waktu reaksi mata dan bunyi diketahui nilai mean waktu reaksi 20 dan waktu reaksi bunyi 30. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 681-692 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Tabel 2. Hasil Perhitungan Normalitas Data Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Semua data dinilai signifikan apabila terhitung di atas 0,05. Dapat kita simpulkan data di atas normal. Apabila data berketerangan normal maka dapat dilaksanakan uji parametrik. Uji parametrik dapat dilaksanakan denga Uji T. Analisis ini dibantu dengan SPSS. Tabel 3. Hasil Test Uji Beda Paired Differences Pair Waktu mata waktu Mean Std. Deviatio Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Sig. taile Tabel 3 di atas nilai sig . dengan sampel berpasangan 000 Sehingga data hasil tes mata dan data tes bunyi mengalami perbedaan. Maka waktu reaksi mata < waktu reaksi bunyi . > 3. Maka diketahui hasil penelitian tes mata adalah 61. 20 sedangkan waktu reaksi bunyi 30. Dapat diketahui respon waktu reaksi yang cepat adalah reaksi bunyi. Diketahui melalui skor minimum terendah bunyi 14 detik sedangkan mata 15 detik serta dengan uji beda nilai sig . dengan sampel berpasangan diperoleh = . 000 Sehingga data hasil tes mata dan data tes bunyi mengalami perbedaan. Simpulan di penelitian ini waktu reaksi mata > waktu reaksi bunyi. 12 > 3. Berarti Indra pendengaran lebih baik daripada Indra penglihatan. Restu Agung Pratama & Maharani Fatima Gandasari Perbedaan Waktu Reaksi Bunyi dengan Waktu Reaksi Mata PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penlitian yang disajikan sebelumnya didapatkan hasil 20 data sampel dengan nilai waktu reaksi mata, mean 61. 20, median 00, mode 69, std. 34, minimum 15, maximum 96. dan waktu reaksi bunyi mean 30. 85, median 28. 50, mode 19a. minimum 14, maximum 54. Sebelum uji parametrik/uji beda akan dilaksanakan terlebih dahulu uji normalitas dengan hasil Asymp. Sig. 200c,d. Maka Apabila berketerangan normal maka dapat dilaksanakan uji parametrik/uji beda, dengan hasil sampel diperoleh = Sehingga data mengalami Maka antara waktu reaksi mata dengan bunyi bagus waktu reaksi bunyi. Menurut (Syafitri et al. , 2. (Kusuma & Jamaludin, 2. faktor seseorang yang mempengaruhi waktu reaksi memiliki reaksi yang cepat yang pertama, faktor dari luar yang dimana kurangnya fokus didalam lapangan dan keletihan yang berlebihan. Dan faktor lainnya yang membuat waktu reaksi seseorang menjadi cepat atau lambat adalah usia dan jenis kelamin tersebut (Annisa & Wajuni, 2. Penelitian (Subroto & Lontoh, 2. (Supyana et al. , 2. yang mempunyai jenis kelamin perempuan mempunyai tingkat reaksi yang bisa dibilang cukup dibawah laki-laki. Inilah yang membuat akurasi perempuan dan laki-laki berbeda. Maka dari itulah faktor yang mempengaruhi waktu reaksi seperti usia dan jenis kelamin jadi pertimbangan untuk mengukur suatu waktu reaksi. Tidak hanya itu,faktor dari luar yang mengganggu fokus juga menjadi salah satu sumber masalah dalam menguji waktu reaksi. Maka kita perlu tau olahraga apa yang kita butuhkan untuk waktu reaksi. Menurut (Hasibuan et al. , 2. olahraga seperti tinju memerlukan reaksi tangan yang sangat cepat,jika telat seperkian detik akan mempengaruhi segalanya seperti telatnya menghindar dan bertahan. Seperti halnya badminton dan basket yang juga memerlukan waktu reaksi yang cepat ketika menyerang dan bertahan diperlukan juga stamina yang kuat agar tidak kehilangan fokus. (Hasibuan et al. , 2. (Kusuma & Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 681-692 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Jamaludin, 2. menyebutkan cabang olahraga yang memerlukan waktu reaksi juga harus mempunyai korelasi tangan yang cepat dan kordinasi mata tangan yang baik. Maka pengaruh waktu reaksi menjadi suatu komponen utama yang tidak bisa lepas dari prestasi. Maka seorang atlet mempunyai catatan waktu yang terkadang waktu olahraga reaksinya bisa naik atau pun juga bisa turu. Menurut(Annisa & Wajuni, 2. (Andriani et al. , 2. Latihan yang tekun dan rutin membuat percaya diri didalam atlet bertumbuh dengan sendirinya. (Dewi et al. , 2. (- et al. , 2. menyebutkan pada dasarnya mempersiapkan kinerja yang akan lebih tinggi dan dirancang untuk mengembangkan kemampuan motorik seseorang dan psikologis seseorang, yang dimana akan menjadi tujuan waktu reaksi akan terus Sedangkan menurut (Widyarto et al. , 2. (ANDI SUSILO, kurangnya tidur akan mempengaruhi turunnya waktu reaksi seorang atlet karena pada dasarnya tidur akan otomatis memulihkan tubuh atlet dan memperkuat daya ingat atlet tersebut. Tidur yang cukup juga menjaga kesehatan mental terhadap peforma atlet (Irawan et al. , 2. Manfaat dari penelitian yang dilakukan diantaranya peneliti dapat menilai kecepatan reaksi mata stimulus bunyi, peneliti dapat menganalisis hubungan antara waktu reaksi mata dan bunyi. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan bahwasanya hasilnya mengalami perbedaan antara waktu reaksi mata dengan bunyi bagus waktu reaksi bunyi. Desain mempertimbangkan waktu reaksi, dan pemahaman perbedaan ini dapat membantu meningkatkan efisiensi dan keselamatan sistem. Selain itu, penelitian ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan respons manusia dalam situasi yang memerlukan waktu reaksi yang cepat. Penelitian ini nantinya diharapkan dapat menjadi pedoman para pelatih pada cabang olahraga yang memerlukan waktu reaksi untuk bisa mengeluarkan kemampuan atlet yang semaksimal mungkin. Maka dari itu seorang atlet memerlukan suatu latihan yang konsisten agar memacu peforma seorang Restu Agung Pratama & Maharani Fatima Gandasari Perbedaan Waktu Reaksi Bunyi dengan Waktu Reaksi Mata Keterbatasan penelitian yang ditemukan peneliti salah satunya yaitu adanya perbedaan dari individu pada kemampuan kognitif dan sensitivitas terhadap stimulus. Variabilitas ini dapat memengaruhi waktu reaksi mata dan bunyi, dan faktor-faktor ini mungkin tidak sepenuhnya dapat dikendalikan dalam penelitian. faktor lainnya yaitu adanya tingkat kelelahan, stress yang dialami sampel yang dapat mempengaruhi kecepatan reaksi, hal ini yang harus diupayakan peneliti dalam mengontrol kendala tersebut. KESIMPULAN Hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan yang sudah dibahas diatas yaitu adanya perbedaan antara waktu reaksi mata dengan Dalam hal ini rangsangan visual cenderung lebih baik luaran waktu reaksi baik tangan ataupun kaki. Kesesuaian dengan permasalahan sebelumnya bahwasanya adanya kecenderungan belum bisa merespons stimulus dengan cepat antara mata dan bunyi. Potensi penerapa yang mana melibatkan pengembangan strategi intervensi untuk meningkatkan waktu reaksi kognitif dalam situasi dimana pengolahan informasi mata . dan bunyi sangat penting. Hal ini bahwa dengan adanya perbedaan yang signifikan dalam waktu reaksi antara kedua jenis stimulus tersebut. Waktu dibandingkan dengan stimulus bunyi, dengan perbedaan ini dapat dijelaskan melalui faktor-faktor seperti persepsi sensorik, pemrosesan kognitif, dan mekanisme neurologis. Waktu reaksi dianggap suatu hal yang penting dalam aktifitas olahraga rekreasi, kesehatan maupun prestasi. Ternyata waktu reaksi juga dipengaruhi dengan keterlatihan, dehidrasi, usia, jenis kelamin, denyut nadi, proses presepsi motorik, serta penggunaan bagian tubuh kanan atau kiri. Pada penelitian ini diketahui waktu reaksi bunyi lebih baik daripada mata. Beberapa cabang olahraga yang memerlukan waktu reaksi sebaiknya lebih memprioritaskan latihan visual motorik lebih banyak, supaya dapat mempersingkat waktu reaksi. Latihan Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 681-692 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. secara konsisten harus dikerjakan untuk mendukung kecepatan waktu REFERENSI