PENGARUH MINUMAN SUSU FERMENTASI KEKERASAN RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID TERHADAP I Gusti Agung Ayu Hartini1. Maya Sari Dewi2. Brayens Gouwtawa3 Bagian Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar Email: brayensgouw555@gmail. ABSTRAK Pendahuluan: Gigi merupakan organ yang keras, walapun demikian gigi masih rentan terhadap kerusakan seperti karies sehingga dibutuhkan perawatan restorasi dan Bahan tumpatan yang umumdigunakan adalah resin komposit karena aspek estetika dan sifat mekanisnya yang baik. Namun, kekerasan resin komposit dapat dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimiawi serta faktor lain didalam rongga mulut, seperti makanan dan minuman yang dikonsumsi. Salah satu minuman yang sering dikonsumsi adalah minuman susu fermentasi. Metode: Penelitian ini mengevaluasi pengaruh minuman susu fermentasi terhadap kekerasan resin komposit nanohybrid. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik dengan desain penelitian post test only control group design. Terdapat 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol pertama dan kedua yang direndam dengan minuman susu fermentasi selama 10 jam dan 24 jam dan kelompok kontrol ketiga dan keempat dengan perendaman resin di dalam aquades selama 10 jam dan 24 jam. Pengujian kekerasan resin menggunakan micro vickers hardness tester. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa perendaman dalam minuman susu fermentasi selama 24 jam secara signifikan menurunkan kekerasan resin komposit nanohybrid dibandingkan dengan perendaman dalam aquades atau perendaman 10 jam. Kesimpulan: Sehingga disimpulkan bahwa minuman susu fermentasi dapat mengurangi kekerasan resin komposit nanohybrid, terutama setelah perendaman selama 24 jam. Kata Kunci: Resin komposit nanohybrid, kekerasan, minuman susu fermentasi. ABSTRACT Introduction: Teeth are tough organ, although they can still suffer damage such as When teeth damaged by cavites, a dental restoration is performed using nanohybrid composite resin. The nanohybrid composite resin has become a frequently use for restorative material in dentistry due to aesthetic and mechanical characteristics. However, the hardness of composite resin can be influenced by its physical and chemical properties as well as other factors within the oral cavity, such as the consumption of food and beverages. One frequently consumed is fermented milk. Methods: This study used an experimental lab method with a design called post-test only control group. There were four treatment groups: the first and second groups immersed in fermented milk drinks for 10 and 24 hours, the third and fourth control groups with resin immersed in distilled water for 10 and 24 hours. The hardness of the resin was tested using a micro vickers hardness tester. Result: The analysis results indicate that immersion in fermented milk beverages for 24 hours significantly reduces the hardness of nanohybrid composite resin compared to immersion in distilled water or 10 hour immersion. Conclusion: Therefore, it can be concluded that fermented milk beverages can decrease the hardness of nanohybrid composite resin, particularly after 24 hours of immersion. Keywords: Nanohybrid composite resin, hardness, fermented milk. PENDAHULUAN Masyarakat kini cenderung sudah mempunyai kesadaran tinggi akan kesehatan gigi dan mulut, oleh karenanya ketika gigi mengalami karies biasanya akan pergi ke dokter gigi agar giginya dilakukan perawatan tumpatan sehingga dapat mengembalikan fungsi giginya kembali normal. Fungsi gigi tidak hanya sebagai alat pencernaan mekanik tetapi juga mempunyai fungsi fonasi. Gigi juga merupakan suatu organ yang keras adapun struktur berkalsifikasi yang menjadikannya keras yaitu lapisan enamel. Lapisan enamel merupakan bagian terkeras dari gigi yang berfungsi melindungi gigi walapun demikian enamel akan terus terkikis seiring usia seseorang semakin tua. Adapun penyebab yang dapat merusak struktur gigi yaitu karies sehingga diperlukan perawatan restorasi dan penumpatan agar gigi dapat dipertahankan dalam rongga mulut seseorang. Bahan restorasi yang biasa digunakan oleh dokter gigi adalah amalgam, glass ionomer cement (GIC), dan resin komposit. Bahan yang biasanya direkomendasikan oleh dokter gigi dengan pertimbahan estetika yang baik adalah resin komposit, selain itu resin komposit juga mempunyai ketahanan terhadap tekanan dari proses mastikasi. Kekerasan resin komposit akan dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimiawinya. Sifat fisik dari resin komposit akan mempengaruhi kelarutan dan absorbsi air, sedangkan sifat kimiawinya adalah polimerisasi bahan, ketebalan resin komposit, jarak penyinaran dan lama penyinaran. Adapun faktorfaktor yang dapat mempengaruhi kekerasan resin komposit seperti makanan dan minuman yang dikonsumsi. Makanan dan minuman yang mengandung pH asam cenderung menjadikan permukaan resin komposit menjadi kasar oleh karena dapat mengalami degradasi matriks3. Selain itu kualitas dari resin komposit akan menurun oleh karena beberapa faktor seperti kelembaban, mikroflora oral, dan keasaman. Derajat keasaman atau pH normal dari rongga mulut berkisar di angka 6,8-7,8 apabila pH dalam rongga mulut berada dibawah nilai tersebut maka akan berpengaruh pada tumpatan resin komposit6. Salah satu faktor sehingga pH di dalam rongga mulut menjadi asam adalah bahan yang dikonsumsi contohnya seperti minuman susu fermentasi. Menurut penelitian oleh Desnandia dkk. Minuman susu fermentasi yang baik memiliki pH 3,8-4,6 yang mana minuman susu fermentasi ini melibatkan bakteri penghasil asam laktat ke dalam Minuman susu fermentasi ini merupakan minuman yang umum dikonsumsi oleh masyarakat indonesia dan dunia, dibuktikan dengan meningkatnya konsumsi produk ini dalam beberapa tahun terakhir2. Konsumsi minuman asam secara konstan terkait erat dengan perubahan permukaan kasar restorasi polimer matriks1. Kekasaran permukaan resin komposit dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri, karies sekunder, peradangan gingiva dan pewarnaan Beberapa alasan dan penelitian lain sebelumnya mengenai pengaruh minuman susu fermentasi terhadap kekerasan yang dikemukakan diatas menjadi dasar untuk melakukan penelitian terhadap pengaruh minuman susu fermentasi terhadap kekerasan resin komposit nanohybrid. METODE Rancangan Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik dengan desain penelitian post test only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah resin komposit nanohibrid. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 24 sampel yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol pertama dan kedua yang direndam dengan minuman susu fermentasi selama 10 jam dan 24 jam dan kelompok kontrol ketiga dan keempat dengan perendaman resin di dalam aquades selama 10 jam dan 24 jam. Pengukuran kekerasan resin komposit pada penelitian ini adalah dengan menggunakan alat micro vickers hardness tester. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perendaman minuman susu fermentasi dan aquades terhadap kekerasan resin komposit nanohybrid , adalah uji Paired sample t-test dengan bantuan program SPSS. HASIL PENELITIAN Penelitian tentang pengaruh minuman susu fermentasi terhadap kekerasan resin komposit nanohybrid diperoleh hasil uji data pada tabel berikut. Tabel 1. Data Hasil Penelitian No. Perendaman Aquades 10 jam 24 jam Perendaman susu fermentasi 10 jam 24 jam Data penelitian yang digunakan adalah data dari 24 sampel hasil perendaman larutan aquades dan minuman susu fermentasi selama 10 jam dan 24 jam. Masing-masing pengujian menggunakan 6 sampel. Hasil penelitian ditunjukkan pada tabel berikut. Tabel 1 Data Deskriptif Penelitian Perlakuan Mean Standar deviasi Aquades 10 jam 26,28 0,762 Aquades 24 jam 26,10 0,689 Susu fermentasi 10 jam 17,85 1,150 Susu fermentasi 24 jam 11,68 1,107 Tabel 2 menunjukkan semua perlakuan mengalami perubahan kekerasan. Hal ini membuktikan bahwa perlakuan yang dilakukan menunjukkan adanya pengaruh terhadap kekerasan resin komposit nanohybrid. Data akumulasi pada setiap kelompok diuji normalitasnya dengan menggunakan Shapiro Wilk karena merupakan sampel besar < 30. Hasil uji normalitas data penelitian disajikan pada Tabel 5. 3 sebagai berikut. Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Pada Setiap Kelompok Kelompok Perlakuan Statistik Keterangan 10 jam Aquades 0,977 0,935 Normal 24 jam Aquades 0,937 0,635 Normal 10 jam Susu fermentasi 0,956 0,791 Normal 24 jam Susu fermentasi 0,960 0,818 Normal Hasil pengujian menunjukkan data yang digunakan merupakan data yang berdistribusi normal karena diperoleh nilai p > 0,05 untuk semua perlakuan, sehingga uji selanjutnya menggunakan uji parametric yaitu Paired sample t-test dan independent t-test. Data kerapatan kolagen diuji homogenitasnya dengan menggunakan LeveneAos test. Data selengkapnya untuk uji homogenitas disajikan pada Tabel 5. 4 sebagai berikut. Tabel 3 Hasil Uji Homogenitas Variabel Kekerasan Resin Komposit Levene Statistic ycy Keterangan 1,053 0,391 Homogen Berdasarkan Tabel 5. 4 menunjukkan bahwa Levene Statistic pada resin komposit dengan rendaman aquades sebesar dengan nilai p > 0,05, hal ini membuktikan data yang digunakan merupakan data yang homogen. Hasil penelitian efektifitas perendaman dengan aquades dan minuman susu fermentasi terhadap kekerasan resin komposit nanohybrid dilakukan dengan pengujian Paired Sampel Test pada taraf signifikansi 0,05 yang ditunjukkan pada tabel berikut. Tabel 4 Perbedaan Nilai Pengamatan Kekerasan Pada Komposit Kekerasan resin komposit nano Kelompok Sampel Aquades Minuman susu 10 jam Mean A SD 24 jam Mean A SD 26,28 A 0,76 17,85 A 1,15 26,10 A 0,68 11,68A 1,07 0,672 0,000 Tabel 5. 5 menunjukkan tidak adanya perbedaan nilai pengamatan kekerasan resin komposit nanohybrid antara 10 jam dan 24 jam perendaman dengan aquades karena nilai p > 0,05. Perlakuan perendaman dengan minuman susu fermentasi menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada nilai pengamatan kekerasan resin komposit nano hibrid antara 10 jam dan 24 jam perendaman menggunakan minuman susu fermentasi dengan nilai p < 0,05. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa terdapat perbedaan tingkat kekerasan pada resin komposit nanohybrid yang direndam dalam aquades dibandingkan dengan yang direndam dalam minuman susu fermentasi. Selain itu, terlihat juga perbedaan kekerasan antara resin komposit nanohybrid yang direndam dalam minuman susu fermentasi selama 10 jam dan 24 jam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekerasan rata-rata resin komposit yang direndam dalam aquades selama 10 jam dan 24 jam adalah 26,28 dan 26,10, sementara resin komposit yang direndam dalam minuman susu fermentasi selama 10 jam dan 24 jam memiliki kekerasan rerata masing-masing sebesar 17,65 dan 11,68. Dari penelitian ini, tampak bahwa kekerasan terendah pada resin komposit nanohibrid terjadi saat direndam selama 24 jam dalam minuman susu Hasil dari penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Khan pada tahun 2015 membahas dampak berbagai larutan dengan tingkat keasaman berbeda terhadap kekerasan resin komposit nanohybrid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses erosi pada bahan resin komposit dimulai ketika terpapar oleh larutan dengan tingkat pH 5,5, dan ini terbukti mengurangi kekerasan permukaan resin ketika terpapar tingkat pH 2,7-3,5. Penurunan rata-rata nilai kekerasan resin komposit nanohybrid juga terjadi pada pengujian perendaman resin komposit selama 10 jam dan 24 jam dalam kelompok minuman bersifat asam, dan penurunan ini terjadi lebih signifikan pada perendaman 24 jam. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prastiwi . yang membahas mengenai AuPengaruh Perendaman Minuman Fermentasi Yogurt Terhadap Kekasaran Permukaan Resin Komposit NanohibridAy, hasil penelitian menunjukkan rerata kekasaran permukaan kelompok perendaman . aliva 36 jam, yogurt 36 jam dan 108 ja. secara berurutan sebesar 738A0. 115 mikrometer, 1. 904A0. 316 mikrometer, 3. 250A0. 270 mikrometer5. Hasil uji one way Anova menunjukkan terdapat perubahan terhadap kekasaran permukaan resin komposit nanohybrid setelah perendaman yogurt sehingga kesimpulan penelitian yang dilakukan oleh Prastiwi . adalah perendaman minuman fermentasi yogurt meningkatkan kekasaran permukaan resin komposit nanohybrid 5. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Perendaman dengan minuman susu fermentasi selama 10 jam dan 24 jam dapat menurunkan kekerasan resin komposit nanohybrid. Waktu perendaman dengan minuman susu fermentasi 24 jam, menurunkan kekerasan resin komposit nanohybrid lebih signifikan dibandingkan dengan perendaman minuman susu fermentasi selama 10 jam. DAFTAR PUSTAKA