Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Pada Kegiatan Belajar Dan Pendampingan Masyarakat Di Desa Oeletsala Jofret Umbu Soru Peku Djawang 1. Alya Elita Sjioen 2. Maromi Merlin Mbate 3. Jusuf Aboladaka 4. Anggelina Dasilva Mali 5 1,2,3,4,5 Program Studi Manajemen Universitas Kristen Artha Wacana Jln. Adisucipto Kotak Pos 147 Oesapa Kupang NTT e-mail: 1jofretdjawang89@gmail. com , 2 litasjioen@gmail. com , 3 ibumaromi32@gmail. jusufaboladaka05@gmail. com ,5 anggelinadasilvamali12@gmail. Abstract. Oeletsala Village also has several excellent potentials in the plantation sector which can be managed as a source of increasing the income of the village community, one of which is coconuts which are very abundant, where almost every community house in Oeletsala Village has coconut trees that thrive. The local people are still not aware of utilizing the potential of coconuts and lack of knowledge in the process of producing coconuts into a product that has a high selling value such as Virgin Coconut Oil (VCO), so many coconuts are wasted. The solution offered to partners in solving the problem is to conduct training on making Virgin Coconut Oil (VCO) for the people of Oeletsala Village, in this case youth groups, representatives of disability groups and Oeletsala Village officials, thereby increasing people's income and training partners in utilizing online media as a means of to sell and promote VCO products, with the expected outcome through this activity is the creation of a Virgin Coconut Oil (VCO) product that is packaged in an attractive way and determines the selling price and the use of online marketing media such as Facebook. Instagram and Whatsapp as a means of product Keywords: Oeletsala Village. Online Marketing. Virgin Coconut Oil. Abstrak. Desa Oeletsala juga memiliki beberapa potensi unggulan di sektor perkebunan yang dapat dikelola sebagai sumber peningkatan penghasilan masyarakat desa yaitu salah satunya hasil buah kelapa yang sangat melimpah, dimana hampir setiap rumah masyarakat di Desa Oeletsala memiliki pohon kelapa yang tumbuh subur. Masyarakat setempat masih belum menyadari dalam memanfaatkan potensi kelapa dan kurangnya pengetahuan dalam proses produksi buah kelapa menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi seperti Virgin Coconut Oil (VCO), sehingga banyak buah kelapa yang terbuang sia-sia. Solusi yang ditawarkan kepada mitra dalam menyelesaikan permasalahan adalah melakukan pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) bagi masyarakat Desa Oeletsala dalam hal ini adalah kelompok karang taruna, perwakilan kelompok disebilitas dan perangkat Desa Oeletsala sehingga meningkatkan penghasilan masyrakat dan melatih mitra dalam memanfaatkan media online sebagai sarana untuk menjual dan mempromosikan produk VCO, dengan target luaran yang diharapkan melalui kegiatan ini adalah terciptanya Sebuah Produk Virgin Coconut Oil (VCO) yang Received Februar 23, 2023. Revised Maret 24, 2023. Accepted April 30, 2023 ABDIMAS45 Vol 2 No. 1 April 2023 | E-ISSN: 2828-7703 dan P-ISSN: 2828-7932. Hal 55-62 dikemas secara menarik dan menentukan harga jual dan pemanfaatan media pemasaran online seperti Facebook. Instagram, dan Whatsapp sebagai sarana pemasaaran produk. Kata Kunci: Desa Oeletsala. Pemasaran Online. Virgin Coconut Oil. PENDAHULUAN Tanaman kelapa merupakan komoditi ekspor dan dapat tumbuh disepanjang pesisir pantai khususnya, dan dataran tinggi serta lereng gunung pada umumnya. Buah kelapa yang menjadi bahan baku minyak disebut kopra, dimana kandungan minyaknya berkisar antara 60 - 65%. Sedang daging buah segar . kandungan minyaknya sekitar Minyak kelapa terdiri dari gliserida, yaitu senyawa antara gliserin dengan asam Kandungan asam lemak dari minyak kelapa adalah asam lemak jenuh yang diperkirakan 91% terdiri dari Kaproat, kaprilat, kaprat, laurat, miristat. Palmatic, stearat, arachidic, dan asam lemak tak jenuh sekitar 9% yang terdiri dari Oleat dan Linoleic (Rahmawati et al. , 2. Hasil olahan kelapa yang mempunyai nilai jual tinggi adalah minyak murni atau virgin coconut oil (VCO). Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO), adalah modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan. Virgin coconut oil mengandung asam laurat CH3(CH. 10COOH 50% dan asam kaprilat CH3(CH. 6COOH 7%. Kedua asam ini merupakan asam lemak jenuh rantai sedang yang mudah dimetabolisir dan bersifat anti mikroba. Di dalam tubuh, asam laurat menjadi monolaurin, sedangkan asam kaprilat menjadi monokaprin (Rahmawati dkk, 2. Berdasarkan data BPS Provinsi NTT pada tahun 2021, produksi tanaman perkebunan khusus Kelapa di Kabupaten Kupang 4. 506 Ton/ tahun, salah satu wilayah yang berkontribusi dalam produksi tanaman kelapa di daerah Kabupaten Kupang adalah Kecamatan Taebenu yang mencapai 175 ton/tahun. Kecamatan Taebenu terdiri dari delapan desa dan salah desa yang memiliki potensi produksi tanaman kelapa adalah Desa Oeletsala. Luas wilayah Desa Oeletsala 9 KM2, dengan kepadatan penduduk 183 per KM2 dan jumlah penduduknya 1. 648 Jiwa ABDIMAS45 Vol 2 No. 1 April 2023 | E-ISSN: 2828-7703 dan P-ISSN: 2828-7932. Hal 55-62 Berdsarakan hasil observasi Desa Oeletsala juga memiliki beberapa potensi unggulan di sektor perkebunan yang dapat dikelola sebagai sumber peningkatan penghasilan masyarakat desa yaitu salah satunya hasil buah kelapa yang sangat melimpah, dimana hampir setiap rumah masyarakat di Desa Oeletsala memiliki pohon kelapa yang tumbuh subur. Masyarakat setempat masih belum menyadari dalam memanfaatkan potensi kelapa dan kurangnya pengetahuan dalam proses produksi buah kelapa menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi seperti Virgin Coconut Oil (VCO), sehingga banyak buah kelapa yang tidak terbuang sia-sia. Hal ini karena penggunaan buah kelapa hanya sebatas konsumsi rumah tangga, makanan ternak dan penjualan buah kelapa muda yang dimana harga jual masih rendah sebesar Rp 2. pada tengkulak atau langsung dijual di wilayah Kota Kupang sebesar Rp. 000 s. d Rp. Pemanfaatan potensi buah kelapa yang melimpah dan dengan mempertimbangkan keterbatasan modal usaha dari masyarakat desa, maka buah kelapa tersebut dapat diproduksi menjadi minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) yang bernilai tambah sehingga pada akhirnya akan menambah penghasilan bagi masyarakat Desa Oeletsala. Virgin Coconut Oil merupakan produk olahan dari daging kelapa yang berupa cairan berwarna jernih, tidak berasa, dengan bau khas kelapa (Rizqi et al. , 2. Pembuatan VCO juga tidak membutuhkan biaya yang mahal karena pengolahannya yang sederhana dan bahan baku sudah tersedia di Desa Oeletsala. Saat ini, metode pembuatan VCO beraneka macam yaitu dengan teknik pemanasan, pemancingan minyak, dan sentrifugasi (Rizqi et al. , 2. VCO mempunyai nilai tambah yang besar karena dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk seperti kosmetik, sabun, makanan dan obat-obatan. Virgin Coconut Oil (VCO) harganya bisa mencapai tiga sampai empat kali minyak kelapa biasa. pasaran VCO dijual dengan harga bervariasi antara Rp. 000 sampai dengan Rp. per 350 ml tergantung kandungan asam larutnya (Ibrahim et al. , 2. Penjualan VCO diperkirakan memiliki peluang yang besar. Hal ini sesuai dengan berbagai manfaat dari VCO itu sendiri yaitu dapat mengatasi beberapa jenis penyakit antara lain penyempitan pembuluh darah, sariawan, batuk, pilek, hepatitis, diabetes, asam urat, kolesterol tinggi, kram-kram, pengapuran, maag, nyeri di lutut, jantung, kurap, keputihan, ambeien, amandel, kelebihan berat badan dan Human Immunodeficiency ABDIMAS45 Vol 2 No. 1 April 2023 | E-ISSN: 2828-7703 dan P-ISSN: 2828-7932. Hal 55-62 Virus (HIV) (Rizqi. Khairunisa. , & Riana, 2. Oleh sebab itu, penjualan produk VCO memiliki potensi pasar yang baik bagi masyarakat Desa Oeletsala yang bisa dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan guna meningkatkan kesejahtraan dan ekonomi masyarakat setempat dengan memanfaatkan sumber daya kelapa yang ada. Potensi pasar yang ada perlu dilihat oleh masyarakat Dessa Oeletsala menjadi sebuah peluang pasar dengan memanfaat media online sebagai sarana pemasaran produk VCO. Strategi pemasaran online atau sering disebut dengan online marketing strategy merupakan segala usaha . yang dilakuakn untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media online (Jofret Umbu Soru Peku Djawang. Alya Elita Sjioen, 2. Selain memanfaatkan media online sebagai saran pemasaran produk, produk VCO perlu dikemas dengan baik sehingga produk tersebut dabat bertahan lama dan dapat menarik konsumen untuk membeli produk tersebut, karena kemasan yang baik dari suatu produk akan menjadi bahan pertimbangan konsumen untuk membuat keputusan membeli produk tersebut. Kemasan produk yang manarik akan mendorong seorang konsumen untuk menentukan pilihannya dalam membeli. desain yang unik, ukuran yang bermacam-macam (Djawang, 2. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah pertama, melakukan pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) bagi kelompok karang taruna, perwakilan kelompok disabilitas dan perangkat Desa Oeletsala sehingga meningkatkan penghasilan masyrakat. Kedua melatih mitra dalam memanfaatkan media online sebagai sarana untuk menjual dan mempromosikan produk VCO. Adapun sasaran yang dicapai melalui kegiatan ini adalah terciptanya sebuah produk virgin coconut oil (VCO) yang dikemas secara menarik dan menentukan harga jual dan pemanfaatan media pemasaran online seperti Facebook. Instagram, dan Whatsapp sebagai sarana pemasaaran produk. METODE PENGABDIAN Metode Pelaksanaan Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat pada kegiatan belajar dan pendampingan masayarakat adalah dengan melakukan kegiatan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Pada Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat di Desa Oeletsala dalam hal ini adalah kelompok karang taruna, perwakilan ABDIMAS45 Vol 2 No. 1 April 2023 | E-ISSN: 2828-7703 dan P-ISSN: 2828-7932. Hal 55-62 kelompok disabilitas dan perangkat Desa Oeletsala. Berikut uraian metode pelaksanaan dalam melaksanakan solusi dari permasalahan mitra: Menggali kebutuhan utama mitra yang berkaitan dengan pemanfaatan daging kelapa menjadi sebuah produk VCO. Survei tempat dilaksanakannya kegiatan, mengetahui jumlah peserta, menyiapkan bahan dan alat yang akan disiapkan pada saat dan materi praktik pembuatan VCO yang akan diberikan. Tim pelaksana pengabdian mengadakan pelatihan tentang proses pembuatan VCO dan kandungan gizi VCO. Praktek pembuatan VCO, penerapan metode yang digunakan untuk membuat VCO dan pengamasan produk. Prosedur Kerja Prosedur kerja yang dilakukan dalam kegiatan PKM KBPM untuk mendukung pelaksanaan metode adalah sebagai berikut : Mempersiapkan bahan dan alat pelatihan untuk pembuatan produk VCO. Mempersiapkan dan menayangkan media pelatihan. Latihan bersama dan pendampingan dalam pembuatan VCO oleh tim pengabdi dengan masyarakat Desa Oeletsala Bentuk Partisipasi Mitra Bentuk partisipasi mitra dalam kegiatan PKM KBPM ini antara lain: Mitra dalam hal ini adalah Perangkat Desa Oeletsala menyiapkan tempat/lokasi untuk pelaksanaan kegiatan dan mengutus beberapa warga Desa Oeletsala yang dipercayakan untuk mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan VCO. Mitra dalam hal ini masyarakat desa dan perangkat Desa Oeletsala berkontribusi dalam menyediakan bahan baku kelapa yang dibutuhkan VCO Pendampingan Masyarakat di Desa Oeletsala. Kegiatan Belajar ABDIMAS45 Vol 2 No. 1 April 2023 | E-ISSN: 2828-7703 dan P-ISSN: 2828-7932. Hal 55-62 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan permasalahan yang ada dimana Kurangnya kesadaran masyarakat Desa Oeletsala dalam memanfaatkan potensi kelapa dan kurangnya pengetahuan dalam proses produksi buah kelapa menjadi sebuah produk, menjadikan banyak buah kelapa yang terbuang sia-sia karena sebagian hasil pertanian buah kelapa tersebut digunakan untuk makanan ternak dan ada sebagiannya juga dijual kepada tengkulak atau langsung dijual di pasar dengan harga yang cukup rendah, maka melalui kegiatan dilakukan diservikasi produk yang berbahan dasar kelapa yaitu menjadi virgin coconut oil (VCO), yang diberikan label dan dikemas secara menarik sehingga memiliki nilai jual tinggi. Teknik pengolahan minyak kelapa menjadi VCO dilakukan dengan menggunakan metode fermentasi dengan beberapa tahapan yaitu: ekstraksi santan dari daging buah kelapa. Selanjutnya ekstrak dipres secara manual, kemudian disaring sehingga diperoleh santan. Santan yang diperoleh dituang pada wadah plastik transparan, kemudian didiamkan selama 2 jam. Selama pendiaman, santan terpisah menjadi tiga lapisan, yaitu lapisan atas berupa krim yang kaya akan minyak, lapisan tengah berbentuk skim yang kaya akan protein, dan lapisan bawah berupa endapan. Krim dipisahkan dan digunakan sebagai bahan baku VCO. Selain itu, tim juga melakukan pencampuran enzim kedalam krim kelapa dan didiamkan selama 24 jam. Setelah itu diperolehlah minyak kelapa murni yang siap kemas dan dipasarkan. Gambar 1. Proses Penyulingan Pemisahan air, santan dan minyak sehingga menghasilkan minyak kelapa murni yang telah dikemas dan dilabeli untuk menjadi sebuah produk yang siap dipasarakan ABDIMAS45 Vol 2 No. 1 April 2023 | E-ISSN: 2828-7703 dan P-ISSN: 2828-7932. Hal 55-62 Pemasaran produk yang dilakukan peserta kegiatan masi menggunakan cara tradisional dan konvensional seperti informasi usaha hanya melalui mulut ke mulut atau langsung dijual di pasar tradisional tanpa memanfaatkan media online, melalui kegiatan ini pengabdi memberikan pelatihan cara lain yang cukup efektif dan efisien dalam memasarkan produk-produk yaitu menggunakan media pemasaran online yang sangat popular saat ini dengan memanfaatkan media sosial yang tentunya telah di miliki peserta seperti facebook, instagram atau whatsapp. Gambar 2. Pengabdi memberikan contoh postingan penjualan produk denan memanfaatkan media sosial Instagram dan Facebook SIMPULAN Diberikannya pelatihan proses pembuatan minyak Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni di lokasi mitra, maka mitra menjadi lebih menguasai dan paham cara mengolah kelapa menjadi sebuah produk yang lebih bermanfaat seperti memproduksi VCO secara mandiri dan dikemas dengan menarik sehingga dapat dipasarkan dengan nilai jual yang tinggi. Selain itu dalam pelatihan ini juga melatih peserta agar dapat memasarkan produk-produknya dengan menggunakan media online atau media sosial seperti facebook. Instagram, atau whatsapp sehingga dapat memperluas pemasaran produk ke pasar yang lebih luas lagi, tidak hanya di wilayah Desa Oeletsala tetapi sekecamatan amarasi. Kabupaten Kupang bahkan sedaratan Pulau Timor. ABDIMAS45 Vol 2 No. 1 April 2023 | E-ISSN: 2828-7703 dan P-ISSN: 2828-7932. Hal 55-62 SARAN Setelah dievaluasi kegiatan maka disarankan dalam upaya pengembangan produk Virgin Coconut Oil pada skala industry rumah tangga dapat berlangsung secara intensif dan berkelanjutan di kalangan generasi muda di Desa Oeletsala, maka perlu diadakan sosialisasi secara intensif mengenai usaha pembuatan minyak VCO disertai peningkatan peran instruktur yang tetap dibutuhkan untuk mendampingi para peserta dalam melakukan kegiatan ini. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Kristen Artha Wacana yang telah memberi biaya dan dukungan terhadap keberhasilan pengabdian ini. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada perangkat Desa Oeletsala yang telah mengfasilitasi dan memediasi tim pengabdi dengan mitra sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Djawang. & A. Pengaruh Kemasan. Harga dan Perilaku Konsumtif Terhadap Kemptusan Membeli Rokok. 17Ae27. https://doi. org/https://doi. org/10. 32938/ie. Ibrahim. Azis. , & Akolo. Pelatihan Pembuatan Vco Untuk Meningkatkan. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyaraka. , 3. Jofret Umbu Soru Peku Djawang. Alya Elita Sjioen, and T. PEMASARAN